![]() |
| M Rodhi irfanto SH |
Ironi " Pembuat RUU HIP " Sedang Menggali Liang Kuburnya Sendiri
PERESMIAN MEDIA CENTER PJI- MONUMEN PERS & RITUAL PENCUCIAN MONUMEN PERS PERJUANGAN SURABAYA
Surabaya, Police Watch. News,_ Jum’at 20 Mei 2022 ini ‘tonggak sejarah’ baru dalam dunia Pers Nasional. Gedung Cagar Budaya Bernilai Sejarah Nasional, ‘Monumen Pers Perjuangan Surabaya’ di jalan Tunjungan 100 Surabaya, resmi jadi Media Center PJI-Monumen Pers’. Sejak hari ini PJI berhak dan bertanggung-jawab mempertahankan pelestarian Gedung Cagar Budaya Bersejarah ‘Monumen Pers Perjuangan Surabaya’.
Demikian disampaikan Ketua umum PJI Hartanto Boechori kepada wartawan setelah pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya Media Center DPP PJI di Gedung Monumen Pers Perjuangan Surabaya jalan Tunjungan 100 Surabaya. “Termasuk di dalamnya Sekretariat Departemen Hukum dan HAM PJI (Depkumham PJI) dan Departemen Pusat Usaha Pers PJI (Deppush Pers PJI)”, tambahnya.
Beberapa saat sebelumnya, Media Center PJI-Monumen Pers diresmikan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Umum PJI Hartanto Boechori dengan didampingi “wartawan bangkotan” Udin Loto yang juga Dewan Penasehat PJI, Yousri Nur Raja Agam Wartawan pemegang KTA Nomor 1 yang juga Dewan Pakar PWI Jatim dan istri Ketua Umum PJI, Susy yang juga pengurus DPP PJI, serta diiringi rombongan sekitar 100 anggota PJI di Surabaya Raya dan 4 anggota PJI Sumenep Madura.
Sambutan Ketua Umum PJI itu diawali rasa haru dan terima kasih atas kerja sama dan kerja keras semua anggota PJI yang telah bekerja secara sukarela. “Terima kasih. Panitia hebat sekali. Ketua panitia sangat hebat. Semuanya hebat”.
Pria yang akrab dipanggil pak Boechori itu menegaskan, Gedung Monumen Pers Perjuangan Surabaya bukan hanya sekedar Gedung Cagar Budaya yang dilindungi Undang-undang atau Perda. Lebih dari itu gedung tersebut mengandung nilai sejarah Nasional tak terhingga bagi perjuangan Pers Nasional dan perjuangan mempertahankan NKRI.
“Gedung ini Asset Nasional Bersejarah bagi dunia Pers. Cikal bakal Kantor Berita Nasional Antara dan sebagai ‘moncong siar Arek Suroboyo’ untuk membangkitkan dan menggelorakan semangat perjuangan Pemuda-pemudi Surabaya era tahun ‘45”, ayah 2 anak itu mengingatkan dengan nada menegaskan.
“Peristiwa perobekan kain bendera warna biru di hotel Orange era pendudukan Belanda atau hotel Yamato era pendudukan Jepang atau sekarang bernama hotel Majapahit, disuarakan dari Gedung bersejarah ini”, lanjutnya.
“Sejak saat ini sampai langit runtuhpun, kita (PJI, Red) akan mempertahankan keutuhan pelestarian Monumen Pers Perjuangan Surabaya ini bersama bung Zainal Karim yang telah terlebih dulu merebut dan mempertahankan pelestariannya”, tegas pemilik Sasana Kick Boxing BKBC (Boechori Kick Boxing Camp) itu.
Dalam sambutannya disampaikan akan dilaksanakan Ritual Pencucian Monumen Pers Perjuangan Surabaya secara simbolis untuk merayakan World Press Feedom Day /Hari Kebebasan Pers Dunia 3 Mei dan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei.
Ritual Pencucian Menara Monumen Pers Perjuangan Surabaya dibuka dengan raungan sirine. Penyemprotan diawali Ketua Umum PJI, dilanjutkan bung Yousri, bung Udin Loto, dan diakhiri bung Zainal Karim.
Dalam perbincangan dengan wartawan, Pria berusia 62 tahun yang masih sangat enerjik itu juga menyampaikan rasa terimakasih atas dukungan para Pejabat dan Swasta yang telah mengirimkan ‘Rangkaian Bunga Ucapan Selamat’. “Perhatian Bapak/Ibu Pejabat dan Swasta yang telah berkenan mengirim Rangkaian Bunga sebagai Doa Positif bagi kita”, demilkian rasa syukurnya diungkapkan.
“Saya juga minta maaf surat pemberitahuan baru terkirim H-3, Selasa 17/5 karena Senin 16/5 tanggal merah. Berterima kasih ditanggapi dengan baik oleh ibu Gubernur beserta jajaran”, imbuhnya.
“Kejar tayang”, demikian diungkapkannya. “Rencana renov dan bersih2 gedung sebenarnya sejak bulan puasa tetapi terkendala masalah. Gedung baru mulai direnov/dicat/dibersihkan, Sabtu 14/5. Kirim surat pemberitahuan ke instansi baru Selasa 17/5. Rabu 18/5 pagi saya berangkat ke Jakarta menghadiri acara Serah Terima Jabatan Dewan Pers di hotel Arya Duta Tugu Tani. Kamis malam 19/5 balik Surabaya. Acara PJI di Monumen Pers, Jum’at 20/5”. Jadi praktis persiapan memang sangat mepet. Beruntung teman-teman bekerja sama dng baik”. jelas Boechori panjang-lebar.
Pengamatan di lapangan belasan rangkaian bunga ucapan selamat dikirimkan, diantaranya dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Asisten Pemerintahan & Kesra Sekda Prov. Jatim Drs.Benny Sampirwanto M.Si, Kaskogartap III Brigjen TNI (Mar) M. Sulchan, M.Tr(Han)., M.Tr. Opsla., Kajati Jatim Dr. Mia Amiati, SH., MH., dan Aspidum Kejati Jatim Sofyan S., SH., MH., Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Nico Afinta, S.I.K., S.H., M.H., dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, S.H., S.I.K., dan Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman, S.H., S.I.K., M.H., DPP ABI (Advocat Bangsa Indonesia) Ketua Umum ABI Sri Sudarti, SE, SH., MH. dan Sekjen ABI Mijoto, SE., SH., MH., Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya A. Hermas Thony, Ketua Umum Pekat Indonesia Bersatu Markoni Kotto, SH., PT Sumber Djaja Perkasa Roy Tanudjaja, serta Koran/Media Online Media Indonesia Jaya (MIJ).
Master of Ceremony (MC) dipimpin Lucky Margaretha, Udin Loto moderator, Zainal Karim memimpin doa, April memimpin Lagu Indonesia Raya, Kode Etik Jurnalistik dibacakan Sri Sudarti.
Kata sambutan oleh Ketua Panitia Halim Johanes, Kepala Kantor Monumen Pers Zainal Karim, Yousri Nur Rajaagam mewakili PWI dan pamungkas sambutan Ketua Umum PJI Hartanto Boechori dilanjutkan Ritual Pencucian ‘Monumen Pers Perjuangan Surabaya’ dan pemotongan tumpeng. Selanjutnya Halal bihalal, makan bersama dihibur lagu diiringi electone tunggal sampai jam 22.00. (Red)
Bukit Asam Luncurkan Tiga Buku di Hari Kemerdekaan Indonesia
![]() |
| Ceremonial Rp 500.000 |
Enim”, “Tanjung Enim Menuju Kota Wisata”, dan “Era Berganti, Cemerlang Menanti”. Ketiga buku ini diluncurkan usai Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Direktur Operasi Produksi PT Bukit Asam Tbk, Suryo Eko Hadianto, di halaman kantor PT Bukit Asam Tbk di Tanjung Enim, Sabtu (17/8).
Pertambangan batu bara di Tanjung Enim sendiri telah dimulai sejak 1919 oleh pemerintah kolonial Belanda. Memasuki tahun 2019, tambang batu bara Tanjung Enim tepat berusia 100 tahun. Hal inilah yang mendasari Bukit Asam meluncurkan buku “100 Tahun Tambang Tanjung Enim”.
Melalui Buku “100 Tahun Tambang Tanjung Enim”, Bukit Asam merangkum perjalanan tambang batu bara Tanjung Enim sejak masih underground mining hingga kini menjadi open pit mining. Tambang batu bara Tanjung Enim sendiri menjadi saksi bisu perjalanan pertambangan batu bara yang terjadi di Tanjung Enim serta perkembangan berbagai teknologi dunia tambang.
Seiring dengan berkembang dan semakin majunya tambang batu bara di Tanjung Enim, Bukit Asam juga senantiasa memperhatikan lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar perusahaannya. Bukit Asam terus berkomitmen untuk terus peduli lingkungan dan mendorong kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui program Tanjung Enim Kota Wisata. Hal inilah yang kemudian dituangkan dalam buku “Tanjung Enim Menuju Kota Wisata”.
Belajar dari Sawahlunto, yang kini berkembang dari sektor pariwisata usai kegiatan penambangan batu bara berhenti, Bukit Asam mulai mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun Tanjung Enim Kota Wisata. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong masyarakat Tanjung Enim agar menjadi semakin mandiri melalui sektor pariwisata yang sangat potensial untuk wilayah Tanjung Enim.
Melalui Tanjung Enim Kota Wisata, Bukit Asam menghidupkan semangat masyarakat untuk menampilkan
Bukit Asam. Lebih dari itu, buku ini juga dipersembahkan Bukit Asam untuk Indonesia di hari jadi yang 74 tahun sebagai kontribusi nyata Bukit Asam dalam membangun negeri.(humas PTBA)
Ketua PGRI Lahat 21 Karya Tulis Terbaik Siap dibukukan
POLICEWATCH.NEWS - Lomba menulis cerita “Satu Desa Satu Cerita” yang diselenggarakan oleh PGRI Lahat dengan dukungan media lahatonline.com dan Forum Lingkar Pena (FLP) Lahat resmi mengumumkan para pemenang sekaligus 21 karya terbaik yang akan dibukukan.
Dewan juri telah memilih enam pemenang utama dan harapan, serta menyeleksi 15 karya lain untuk masuk dalam buku antologi. Lomba ini bertujuan menggali potensi literasi desa, merawat budaya, serta menghadirkan kearifan lokal ke dalam tulisan yang bisa dinikmati masyarakat luas.
Daftar Juara Lomba Menulis “Satu Desa Satu Cerita”
Juara 1: Deka Mandala Putra – Permata Sunyi dari Sukajadi
Juara 2: Jupriansyah – Desa di Ujung Waktu: Menolak Lupa, Menolak Punah
Juara 3: Hesti Tamara – Jalan Berlumpur, Balai Harapan, dan Suara dari Suka Makmur
Harapan 1: Pebrina Diah Utami – Desaku Purnamasari, Semangat Tak Pernah Padam dari Ujung Kabupaten
Harapan 2: Inke Marissa – Jangun dan Ridikan: Kisah Percintaan di Tanah Besemah yang Melegenda
Harapan 3: Rolly Afrianti – Jejak Sejarah dan Kearifan Lokal Desa Cantik Tanjung Payang Karya Terpilih untuk Dibukukan
Selain enam pemenang di atas, panitia juga menetapkan 15 karya lain yang akan masuk dalam buku antologi “Satu Desa Satu Cerita”, yaitu:
Novita – Padang Lengkuas Desa Sejuta Pesona
Nurlina – Menapak Jejak Leluhur di Desa Tanjung Telang
Aril End – Potret di Ujung Tunggul Bute: Nafas Cerita Desa di Atas Awan
Andes Yuli – Wisata Religi Raden Fatah Desa Pagar Batu
Wira Sustalia – Negeri Agung, Desa Terbaik yang Terbentuk dari Dua Kampung yang Bersatu
Novelia Putri Rianti – Desa Talang Akar: Budaya dan Kehidupan
Yuni Eskatuti Ningsih – Bukit Batu Puteri: Negeri Atas Awan Destinasi Wisata yang Terbalut Misteri
Cintia Nurul Rezeki – Kisah Gumai Ulu
Henie Tiara Siska – Harta Karun yang Tersembunyi
Syahdami, S.Si, M.Si – Tekukur Gedung Agung
Harlen Eka Saputra/Alen Lukas – Penjaga dari Serelo
Evan Aditya – Jejak Raden Fatah dan Krio Babat: Warisan Raja Demak I di Desa Muara Temiang
Reski Mianti – Nyanyian Sawah dan Doa
Abelliga Dwi Putri – Desa Tanjung Agung Dusun Bapak Bupati
Dengan demikian, total ada 20 karya terbaik yang akan dibukukan dan menjadi bagian dari khazanah literasi Kabupaten Lahat.
Ketua PGRI Lahat, Dr. Hasperi Susanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. Menurutnya, karya-karya ini bukan hanya cerita, tetapi juga jejak sejarah, budaya, dan semangat desa-desa yang ada di Kabupaten Lahat.
“Semoga karya-karya ini menjadi inspirasi dan catatan sejarah bagi generasi mendatang, serta menumbuhkan semangat literasi di desa maupun kota,” ujarnya. Selasa (19/08/2025).
Buku antologi “Satu Desa Satu Cerita” dijadwalkan segera diterbitkan dalam waktu dekat dan akan menjadi dokumentasi berharga bagi masyarakat Lahat.(relise/Bambang MD)
Resmikan Museum Mini Santa Maria
POLICEWATCH,NEWS, METRO LAMPUNG
Walikota Metro Wahdi Siradjuddin meresmikan Museum Mini Santa Maria “Kelahiran Kembali”. Minggu, 12/02/2022, Museum ini terletak di Jalan Sosrosudarmo No.2, Imopuro, Metro Pusat.
Museum Mini Santa Maria, tepatnya berada di bagian belakang aula. Bangunan yang dijadikan museum ini merupakan sebuah gedung tua yang kokoh. Sebelumnya masyarakat hanya mengetahui aula di bagian depan.
Klinik Bersalin Santa Maria, merupakan rumah sakit tertua yang sebelumnya bernama St. Elisabeth. Klinik ini juga atas prakarsa suster-suster Fransiskan di bawah penanganan Pastor M. Neilen, SCJ, sekaligus sebagai imam Gereja pertama yang tinggal di Kota Metro.
Dimana museum ini terdapat foto dan sejarah perjalanan kedatangan Pastor M. Neilen ke Kota Metro. Selain itu ada barang-barang kesehatan asli dari rumah sakit peninggalan beliau yang juga dipajang di beberapa sudut ruangan.
Sr. M. Aquina FSGM, sebagai pembina yayasan Kongregasi FSGM, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Metro atas peresmian Museum mini.
“Terimakasih kepada pemerintah setempat atas perhatiannya dengan meresmikan museum mini ini. Dan juga sudah menjadikan Santa Maria sebagai icon peninggalan sejarah, di Kota Metro,”ungkapnya.
Wahdi dalam sambutannya, mengatakan
Pemerintah Kota Metro ingin mengembalikan memori anak-anak, salah satu caranya meresmikan museum yang didalamnya berisi bukti, serta barang-barang kesehatan asli dari Klinik Santa Maria zaman dahulu. Hal ini juga wujud tindakan nyata untuk melestarikan, menjaga, dan menghargai jasa pahlawan.
“Jadilah anak bangsa yang berkarakter dan jangan sampai anak-anak melupakan sejarah yang ada di kotanya sendiri. Hal ini sesuai dengan ucapan Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau mengenang dan menghargai jasa-jasa para pahlawannya,” kata Wahdi.
Kesempatan ini juga, Wahdi, menaruh harapan kepada anak anak agar mampu belajar dan mengeluarkan ide-ide kebangsaan untuk membangun bangsa yang lebih baik, terlebih untuk Kota Metro yang maju.
(Samadi
Danrem 162/WB Resmikan Pergantian Nomenklatur Kodim 1606/Lobar Menjadi Kodim 1606/Mataram
POLICEWATCH-Mataram.
Komandan Korem 162/WB Brigadir Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Dandim 1606/Mataram Kolonel Arm Gunawan meresmikan perubahan nama satuan Komando Distrik Militer (Kodim) dari Kodim 1606/Lobar menjadi Kodim 1606/Mataram di Markas Kodim 1606/Mataram jalan Pejanggik nomor 7 Kota Mataram, Jumat (18/6/2021).
Pergantian nama Kodim tersebut berdasarkan Keputusan Kepala Staf TNI AD Nomor Kep/218/IV/2021 tanggal 28 April 2021 tentang Penataan Satuan Jajaran TNI AD dan Surat Perintah Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Nomor Sprint : 1754/V/2021 tanggal 10 Mei 2021 tentang pengesahan penataan satuan atau pergantian nama satuan. Perintah tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Pangdam IX/Udayana melalui Surat Perintah Nomor Sprin/1113/VI/2021 tanggal 9 Juni 2021 tentang Pengesahan Penataan Satuan Jajaran Kodam IX/Udayana.
Danrem 162/WB dalam wawancaranya menjelaskan, hari ini kita bersama-sama menyaksikan peresmian pergantian nama Kodim dari Kodim 1606/Lobar menjadi Kodim 1606/Mataram. Penetapan pergantian ini berdasarkan Skep Kasad dan Surat Perintah Pangdam IX/Udayana tentang penataan satuan jajaran TNI AD.
Kita ketahui bersama, kata Danrem, penggunaan nama Kodim 1606/Lobar selama hampir 37 tahun sudah banyak memberikan warna positif bagi masyarakat NTB khususnya Lombok Barat sebelum pemekaran daerah menjadi tiga Kabupaten/Kota. Sama seperti sebelum perubahan, Kodim 1606/Mataram yang berkedudukan di Kota Mataram akan tetap mengcover Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara sampai dengan ada perubahan berikutnya.
Ahmad Rizal juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas kerjasama dan sinergitas semua pihak dalam membesarkan Kodim 1606/Mataram baik Pemda Kota Mataram, Pemda Lobar dan Pemda KLU, serta seluruh instansi maupun pihak-pihak yang senantiasa menjalin silaturrahmi dan komunikasi dengan Kodim 1606/Mataram.
“Perubahan nomenklatur dari Kodim 1606/Lobar menjadi Kodim 1606/Mataram ini agar segera disosialisasikan kepada masyarakat baik Kota Mataram, Lombok Barat maupun Lombok Utara sehingga ke depan eksistensi Kodim 1606/Mataram semakin dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
Sedangkan Dandim 1606/Mataram Kolonel Arm Gunawan mengatakan, TNI AD melaksanakan pergantian nama ini bertujuan untuk lebih mengoptimalkan tugas dan tanggung jawab dari satuan-satuan kewilayahan di wilayah masing-masing. Secara strategis, perubahan nama ini sudah dipertimbangkan dilanjutkan dengan rencana pembentukan Kodim-Kodim lainnya di NTB, salah satunya adalah Kodim Lombok Utara saat ini telah tersedia lahan maupun anggarannya sehingga sudah siap untuk dibangun.
“Begitu juga dengan Kabupaten Lombok Barat tentunya juga menginginkan adanya Kodim di sana untuk membackup Pemda dalam menangani situasi dan kondisi di wilayahnya,” ujarnya.
Selama proses perubahan, kata Gunawan, telah melewati beberapa fase seperti penggalian sejarah bangunan Kodim 1606/Lobar dengan melibatkan beberapa komunitas seperti Komunitas Lombok Hertige Society serta dukungan dari stakeholder lainnya seperti Bank BNI, Bank BTN dan Bank BRI maupun pihak lainnya.
“Hasil penggalian sejarah ini kemudian dituangkan ke dalam bentuk pameran yang bertema “Dari Titik Nol Kodim 1606/Mataram Menggapai Masa Depan” yang digelar pada 18 sampai 20 Juni 2021 di Makodim 1606/Mataram," terangnya.
Sementara itu, Walikota Mataram H. Mohan Roliskana menyambut baik perubahan nama Kodim dari Kodim 1606/Lobar menjadi Kodim 1606/Mataram. Menurutnya, perubahan nama ini menjadi bagian dari cerita dan sejarah Kota Mataram yang dimulai dari berdirinya Kodim 1606/Lobar pada tanggal 24 Desember 1984 atau 37 Tahun silam.
Mohan sapaan akrab Walikota Mataram juga berharap, dengan perubahan nama ini semakin memperkuat sinergitas TNI AD dengan pemerintah Kota Mataram, termasuk pemerintah kabupaten yang lain yang menjadi tanggungjawab Kodim 1606/Mataram dengan tetap melaksanakan fungsi pembinaan teritorial, tugas kemasyarakatan, dan pembangunan wilayah di setiap daerah."MN".
Lomba Tari Kreasi Baru Menuai Kritikan Aktivis 98 Pemerhati Seni Budaya Lahat
Ary Anggota DPRD Lahat Prihatin Langsung Turun Tangan Bersama Warga Perbaiki Jembatan Gantung Peninggalan Belanda
Laporan : Bambang MD
Ary selalu mendengar keluhan dari masyarakat dan langsung ditampung belum lama ini ia membuktikan kepeduliannya langsung turun ke lokasi bersama warga bergotong royong memperbaiki jembatan yang sudah tidak layak dilewati sebagai akses jalan menuju didua Desa Banjar Negara menuju Benteng , Kelurahan Pasar Bawah,Kecamatan Lahat Selatan.
Jembatan ini merupakan jembatan yang tertua, kondisnya memang butuh perbaikan, ujar " Ary kepada wartawan Selasa (29/6/2021)
Lebih lanjut Ary menjelaskan bahwa Bangunan bersejarah sepanjang 200 meter dan lebar 1,5 meter ini telah berdiri sejak jaman penjajahan belanda.
Dahulu jembatan ini adalah akses satu-satunya penyeberangan masyarakat dari delapan desa yang ada di Kecamatan Lahat selatan. Namun kondisinya kini sangat memprihatinkan, Lantai jembatan yang terbuat dari papan telah lapuk dan hilang termakan usia bahkan sudah tidak dapat di lewati ucapnya
Melihat kondisi jembatan yang penuh histori ini sudah tidak dapat di lalui lagi, warga Desa Banjar Negara berusaha memperbaiki sendiri jembatan gantung yang sempat menjadi urat nadi akses ekonomi masyarakat dengan cara swadaya. terang Ary, Amd Ketua Bidang Organisasi.
"Melihat kondisi tersebut, Partai Nasdem Kabupaten Lahat tidak membiarkan masyarakat berjuang sendirian untuk memperbaiki jembatan gantung yang mulai terlupakan setelah kehadiran Jembatan Benteng yang dibangun permanen sebagai Akses utama perputaran ekonomi masyarakat dari kecamatan Lahat selatan.
"Dalam kesempatan tersebut Ary, Amd juga menyampaikan bantuan Partai Nasdem Kabupaten Lahat untuk perbaikan jembatan gantung kepada masyarakat desa Banjar Negara melalui LSM Garuda.
Beliau juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa Partai Nasdem akan tetap memperjuangkan keberadaan Jembatan Gantung penghubung desa Banjar Negara Kecamatan Lahat selatan dan Kelurahan Pasar Baru kecamatan Lahat agar dapat tetap terpelihara dan menjadi situs sejarah kabupaten Lahat meski telah berdiri Jembatan Beton Lematang sebagai sarana transportasi masyarakat, kedepan partai Nasdem akan memperjuangkan agar perbaikan Jembatan Gantung desa Banjar Negara dapat dibiayai oleh belanja APBD Kabupaten Lahat ataupun Melalui Aspirasi Partai Nasdem Kabupaten Lahat.
"Ini adalah asset sejarah, sudah selayaknya untuk kita jaga dan pelihara agar kelak anak cucu kita dapat belajar keberadaan tempat bersejarah yang pernah ada di kabupaten Lahat. Saya Sedikit mengutip pesan bung Karno/sang Proklamator, "Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah atau disingkat Jasmerah" dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966. Terang Ary,
DESA PULAU PANGGUNG GELAR SEDEKAH DUSUN TINGKATKAN SEMANGAT KEBERSAMAAN
TANJUNG AGUNG, RN.POLICEWATCH.NEWS:
Sedekah dusun merupakan adat istiadat yang turun temurun, dimana kegiatan yang sakral ini, telah dilaksanakan sejak dahulu setiap 5 tahun sekali di selenggarakan Desa Pulau Panggung Enim, Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim Sumsel, khususnya Desa Pulau Panggung Enim Kecamatan Tanjung Agung, Rabu tanggal 25 Agustus 2021 akan digelar sedekah dusun, pada setiap sedekah dusun ini semua Pusaka Puyang Desa Pulau Panggung Enim di keluarkan untuk dipamerkan dan dilihat semua undangan yang hadir dan tetap menerapkan protokol kesehatan
Hadir dalam acara tersebut, Staff Ahli Gubernur Sumatera Selatan Drs. Nelson Firdaus, MM staff Ahli Kemasyaratan dan SDM, Kajari Muara Enim diwakili Kasubag Umum Santono, Ka. Kemenag Muara Enim, Camat Tanjung Agung Sahlam Kapolsek Tanjung Agung, Camat Lawang Kidul, Ka. KUA Tanjung Agung, para Lurah dan Kepala Desa, Ketua BPD, Ketua Adat, Karang Taruna, PKK dan Pemuka Agama serta Pemuka Masyarakat dan Undangan lainnya bertempat di Gedung Serba Guna Desa Pulau Panggung. Senin, 23/08/2021.
Sementara Kepala Desa Pulau Panggung, Safri juga mengatakan, bahwa setiap 5 tahun sekali dilakukan sedekah dusun, sebelumnya dilakukan rapat adat untuk membentuk panitia untuk kegiatan yang akan kita laksanakan, sebelum acara puncak yaitu pada rabu tanggal 25 juli 2021, kita melakukan bersih desa, kemudian membersihkan makam-makam puyang Desa Pulau Panggung, seperti puyang tinggi juga puyang Meraje Sulutan ( Tangge Iman ) di Desa Keban Agung serta doa bersama untuk mengingat mereka yang telah berbuat banyak untuk Desa Pulau Panggung, juga sebagai wujud rasa syukur atas kondisi desa yang sampai saat ini kehidupan masyarakat tetap tenang, aman dan juga bersatu dalam segala hal, sehingga kehidupan ditengah masyarakat tetap dalam kedamaian, dan kebersamaan, katanya.
Selanjutnya Ketua Dusun ( Ketua Adat ) Deriansyah membacakan sejarah singkat asal usul Desa Pulau Panggung yang merupakan sejarah bagi masyarakat :
" desa pulau panggung didirikan oleh seorang yang bernama meraje sulutan yang berasal dari solo ( jawa tengah ) dan menetap di tangge iman ( keban agung ) pindah ke pulau panggung membawa istri dan anak-anaknya ( indah abang, H. Alansyah, marsanggam, kemas bali ) semula desa danau rate rendah, berubah menjadi danau rate tinggi, setelah menjadi desa tanjung serai, kemudian puyang meraje sulutan pulang ke tangge iman dengan anaknya puyang bali, desa tanjung serai diserahkan ke anak dan menantunya ( indah abang dan puyang syarif hidayatullah, H. Alamsyah dan agung sedayu, dan marsanggam ) demikian juga dengan puyang H. Alamsyah dan istrinya agung sedayu mempunyai anak ( puyang lipah, puyang lebi ke tanjung lalang, dan puyang kembang kapas )
Demikian pula dengan H. Alamsyah dan indah sedayu mendapat anak ( meranting sakti, puyang lebi, puyang segayun jungut ) juga puyang meranggam karena tidak punya istri dan anak, mengangkat anak dari H. Alamsyah puyang lipah menuntut ilmu agama ke pulau panggung musi, kemudian puyang lipah diajak ke tanjung serai, dengan syarat desa tanjung serai diubah namanya menjadi desa pulau panggung enim, dan sampai sekarang dikenal dengan nama desa pulau panggung enim, demikian sejarah singkat desa pulau panggung enim, katanya.
Sementara gubernur sumatera selatan, diwakili Staff ahli bidang kemasyarakatan dan SDM, Drs. Nelson Firdaus, MM, menyampaikan permohonan maaf dari H. Herman Deru yang seyogyanya beliau yang akan, namun ada sesuatu hal, maka beliau mewakilkan dengan saya dan salam dari gubernur untuk masyarakat pulau panggung, dalam kesempatan ini saya sampaikan bahwa pemerintah provinsi sumatera selatan memiliki komitmen yang tinggi terhadap kesejahteraan masyarakat, hal ini telah diteguhkan dalam visi " sumatera selatan maju untuk semua, yaitu terwujudnya masyarakat sumatera selatan yang sehat, berprestasi, jujur, mandiri dan sejahtera, berlandaskan iman dan taqwa serta integritas.
Kita harus bersama-sama untuk mewujudkan apa yang telah kita cita-citakan untuk membangun sumatera selatan yang sejahtera berbasis ekonomi kerakyatan dengan menggerakkan ekonomi sektor pertanian, industri, UMKM dengan meningkatkan sumber daya manusia yang sehat, jujur dengan menjunjung tinggi nilai keimanan, ketaqwaan dan integritas.
Pada acara sedekah dusun ini merupakan ungkapan rasa syukur kita dan momentum untuk bekerja bersama antara pemerintah masyarakat dalam meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat serta pembinaan kemasyarakatan.
Kegiatan sedekah dudun ini merupakan bukti kepedulian pemerintah desa dan masyarakat desa pulau panggung untuk meningkatkan semangat kebersamaan," pungkasnya.
Setelah selesai acara sedekah dusun dilanjutkan kegiatan peletakam batu pertama masjid " Al - Barokah " ( GANDA SASMITA )
Tinjau 91 Command Center, Kapolri dan Panglima TNI Pastikan Kesiapan Personel Jelang KTT ASEAN
POLICEWATCH-Nusa Tenggara Timur.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama dengan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, meninjau langsung 91 Command Center untuk memastikan kesiapan personel serta peralatan terkait pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam kesempatan itu, Sigit mengungkapkan bahwa, pengecekan itu dilakukan guna memastikan kesiapan personel serta peralatan baik Body Worm Camera, Handy Talky (HT) hingga alat komunikasi lainnya yang terhubung dengan 91 Command Center terkait proses pengamanan KTT ASEAN.
"Semuanya kita sambungkan dengan Command Center. Sehingga pergerakan anggota di lapangan sekaligus juga kegiatan yang ada di lokasi, dimana anggota berada tersebut, bisa kita monitor sekaligus kita laksanakan pengecekan. Supaya kita bisa tahu terkait dengan hal-hal yang harus dievaluasi," kata Sigit usai meninjau 91 Command Center di Labuan Bajo, NTT, Minggu, 7 Mei 2023.
Sigit menyatakan, dari peninjauan bersama Panglima TNI tersebut, seluruh personel TNI-Polri sudah melakukan evaluasi terkait dengan kendala-kendala yang ditemukan. Sehingga, pelaksaan Main Event KTT ASEAN pada tanggal 9-11 Mei, dari segi pengamanannya dapat berjalan optimal dan lancar.
"Mudah-mudahan dengan konsep operasi dan sistem kendali serta monitoring yang bisa kita pantau memudahkan proses pengamanan yang akan berjalan nanti," ujar Sigit.
Lebih dalam, Sigit menyebut, dengan terus melakukan pemantauan serta pemantapan pengamanan, nantinya penyelenggaraan KTT ASEAN dapat berjalan dengan lancar, aman dan damai, baik mulai dari kedatangan delegasi, lokasi penginapan hingga tempat utama berlangsungnya kegiatan tersebut.
"Kami bersama dengan Bapak Panglima sudah mengatur bagaimana proses untuk melakukan pengawalan dari mulai ketibaan di bandara sampai dengan di akomodasi hotel mereka. Kemudian pergerakan dari akomodasi ke venue utama semuanya. Tentunya sudah kita siapkan," ucap Sigit.
Dari segi pengawalan, Sigit menuturkan bahwa, petugas keamanan nantinya akan menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah tempat selama pelaksanaan KTT ASEAN.
Menurut Sigit, pengaturan lalu lintas itu harus dilakukan untuk menghindari terjadinya crowded. Mengingat, wilayah Labuan Bajo terdapat beberapa ruas jalan yang tidak terlalu lebar. Sehingga, kebijakan rekayasa diterapkan guna bisa terkelola dengan baik.
"Tentunya ada kondisi jalan yang memang kecil. Sehingga mau tidak mau, kita harus lakukan pengaturan rekayasa. Karena memang ini akan menimbulkan crowded apabila, tidak kita atur," tutur Sigit.
Sebab itu, Sigit tak lelah, kembali mensosialisasikan tentang adanya kebijakan rekayasa lalu lintas tersebut kepada masyarakat. Ia pun menginstruksikan kepada jajarannya terus menyampaikan komunikasi publik yang baik terkait dengan hal tersebut, demi kelancaran pelaksanaan KTT ASEAN serta masyarakat sendiri.
"Tentunya ada masyarakat mungkin akan terganggu. Oleh karena itu dalam kesempatan ini saya selalu menyampaikan komunikasi publik yang baik. Sehingga masyarakat terinformasi. Walaupun terganggu, namun masyarakat tetap mendukung seluruh kegiatan KTT ASEAN. Karena ini juga tentunya menimbulkan Multiplier Effect yang positif untuk masyarakat Labuan Bajo," kata Sigit.
Disisi lain, Sigit menjelaskan, dengan terpilihnya Labuan Bajo sebagai lokasi pelaksanaan KTT ASEAN, hal tersebut akan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun Negara Indonesia. Apalagi, tema yang diusung dalam penyelenggaraan tersebut adalah, Epicentrum of Growth.
"Jadi bagaimana pertumbuhan itu bisa muncul dan terus bertumbuh di kawasan ASEAN tentunya, utamanya bagi Labuan Bajo sendiri yang saat ini menjadi destinasi wisata. Karena itu walaupun mungkin di dalam pelaksanaannya ada masyarakat yang terganggu atau kurang nyaman, kita harapkan semuanya bisa support, memaklumi bahkan mendukung," papar Sigit.
"Dan saya juga mendapat informasi dari Pak Kapolda ada persatuan masyarakat Manggarai kurang lebih jumlahnya 100, mereka ikut terlibat dalam hal kegiatan pengamanan di venue yang ada. Tentunya ini merupakan bentuk dukungan positif dari masyarakat terhadap rangkaian penyelenggaraan KTT ASEAN dan juga pengamanan KTT," tambah Sigit menegaskan.
Kesempatan yang sama, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyampaikan bahwa, masyarakat Labuan Bajo khususnya harus bangga lantaran KTT ASEAN dilaksanakan di wilayah tersebut.
Menurutnya, hal itu merupakan ukiran sejarah baru khususnya bagi Negara Indonesia. Sebab itu, Yudo berharap, semua unsur lapisan masyarakat khususnya di Labuan Bajo, dapat mendukung seluruh proses rangkaian KTT ASEAN, agar berjalan aman, lancar dan damai.
"Masyarakat tentunya juga harus bangga karena di Labuan Bajo, dilaksanakan KTT, ini merupakan sejarah baru, mengukir sejarah baru. Dan tentunya kalau ada hambatan sedikit tentang jalan-jalan ditutup ini tentunya mohon dimaklumi dan ini tidak ditutup selamanya. Artinya begitu rangkaian selesai silahkan masyarakat bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa. Harapannya tadi, karena memang jalannya sempit, ini mohon maaf tentunya supaya kegiatan ini dapat lancar. Saya ingin keterlibatan masyarakat, tokoh pemuda, agama dan adat, semuanya mendukung kegiatan ini. Karena semuanya demi Indonesia dan demi masyarakat Labuan Bajo," tutup Yudo..
MN











