Upaya Memberantas Peredaran Narkoba, Polres Lombok Tengah Melaksanakan Penyuluhan di Desa Bunut Baok

 


POLICEWATCH-LOMBOK TENGAH,  NTB.

Kasat Binmas Polres Lombok Tengah menyampaikan Kegiatan Kanit Binkamsa, Ps kanit Bintibmas dan Ps Kanit bhabinkamtibmas, melaksanakan penyuluhan kepada Karang Taruna Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, pada sabtu tgl 6 November 2021, pukul 09.00 wita, di Aula kantor Desa Bunut Baok Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono, SH, S.I.K, MH, melalui Kasat Binmas AKP I Gusti Lanang Wijaya menyampaikan kepada media disela sela kesibukannya "kami melaksanakan pembinaan penyuluhan kepada Karang Taruna Desa Bunut Baok yang berjumlah sekitar 30 orang", ungkapnya. 

Lebih jauh Kasat membeberkan rangkaian acara kegiatan tersebut yaitu sambutan Ketua Karang Taruna Desa Bunut Baok dilanjutkan dengan sambutan Kanit Binkamsa, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dan pemberian materi oleh Ps Kanit bintibmas tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. 

Setelah selesai pemaparan dilanjutkan dengan Diskusi, tentang cara cara dan tehnis menghindari diri dari pengaruh Narkoba agar tidak terjebak. 

"Jangan coba coba mengenal,  apalagi mendekati apalagi menggunakan namanya Narkoba, pintu penjara menganga dengan lebar ingat" ungkap Kasat

Setelah sesi Dialog selesai kemudian dilanjutkan dengan penutup serta sesi ramah tamah"MN".


          

Donasi Bukit Asam Peduli Bantu Warga Terdampak Pandemi

 

TANJUNG ENIM - POLICEWATCH.NEWS 

Kegiatan Bukit Asam Peduli melalui donasi dari pegawai  PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bersama cucu perusahaan, PT Satria Bahana Sarana (SBS) dan Yayasan Kelurga Bukit Asam (Yakasaba) kembali disalurkan untuk meringankan warga yang terdampak pandemi covid-19. 

Penyaluran Donasi Bukit Asam Peduli dipimpin langsung oleh General Manager Pertambangan Tanjung Enim Venpri Sagara kepada warga ring 1 perusahaan di Masjid Jami Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim, Jumat (5/11/2021). 

Mengawali sambutan, Venpri menyampaikan rasa syukur karena Bukit Asam kembali berdonasi untuk warga ring 1 perusahaan yang terkena dampak covid-19. 


Venpri mengatakan bahwa program Bukit Asam Peduli ini bukan yang pertama dan terakhir, akan tetapi terus  berlanjut. Program Bukit Asam Peduli ini adalah 100 persen dari sumbangan  pegawai PTBA, PT SBS, dan Yakasaba. 


"Jadi program ini terpisah dengan program CSR yang biasa dilakukan oleh masing-masing perusahaan, karena ini adalah bentuknya pengumpulan donasi dari disisihkannya rezeki para pegawai PTBA dan keluarga besar Bukit Asam," jelasnya. 

Ia berharap semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dan memberikan berkah untuk kita semua. Dan tentunya bisa memberikan bantuan kepada masyarakat kita atau warga sekitar perusahaan ring 1 di wilayah Lawang Kidul ini. 


"Sehingga dengan bantuan tersebut kita bisa meringankan beban dari keluarga yang terkena dampak pandemi Covid 19," tutupnya. 


Sementara itu, Ketua Panitia Pengumpulan Donasi Pegawai Bukit Asam, Suratman menyampaikan  bahwa dana yang terkumpul sebagian besar dari pegawai PTBA sebesar Rp478.018.991, lalu dari donasi pegawai PT. SBS sebesar Rp56.229.000 serta  dari Yakasaba senilai Rp50.000.000. 


Suratman mengatakan Panitia bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim dan Puskesmas Lawang Kidul serta Tim Taskforce Covid-19 dalam melakukan pengumpulan data warga yang terdampak pandemi Covid-19 periode Januari - September 2021 dengan rincian yaitu warga terpapar Covid-19 sebanyak 1.078 orang dan warga terpapar Covid-19 yang meninggal sebanyak 71 orang. 


Turut hadir pada kesempatan ini,  Unsur Forkompimcam  Lawang Kidul, Lurah dan Kepala Desa dalam lingkup Kecamatan Lawang Kidul, Ketua Yakasaba Julismi, dan perwakilan PT SBS serta warga penerima donasi. 


Sementara Kerabat Pasien, selaku warga penerima donasi mengatakan, bahwa ia mewakili Ibu Paisem yang meninggal akibat Covid-19 mengucapkan terima kasih  

atas kepedulian pegawai PTBA  yang sudah peduli kepada  masyarakat yang terpapar Covid-19. 

"Kegiatan ini semoga membawa keberkahan buat PTBA," ucapnya.

Erick Tohir dilaporkan ke KPK, Azizi Rois : Tabayyun dulu, jangan provokasi masyarakat

 

Garut-POLICEWATCH.NEWS-Di tengah pandemi saat ini, beredar rumor bahwa Menteri BUMN dilaporkan Partai Rakyat Adil Makmur atau PRIMA ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan terlibat bisnis tes PCR. Laporan ke KPK ini disampaikan pada Kamis, 4 November 2021. Dalam pelaporan ini, pemberitaan Majalah Tempo menjadi salah satu data awal yang dibawa pelapor.

"Ini saya pikir menjadi data awal bagi KPK untuk bisa mengungkap ini, panggil aja itu Luhut, panggil aja itu Erick agar kemudian KPK menjelaskan kepada publik," kata Alif Kamal, Wakil Ketua Umum PRIMA setelah melapor.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia M. Azizi Rois menyebut laporan itu harus jelas dulu, jangan membuat gaduh di masyarakat. “Menurut saya, saat ini kita butuh informasi-informasi positif dan tindakan nyata untuk membantu kesulitan masyarakat di tengah pandemi yang berat ini. Bukan dengan informasi yang justeru membuat gaduh publik. Masyarakat kan jadi bertanya-tanya dan terpancing ikut menuduh yang nggak-nggak.” ujar Azizi usai mengisi Sekolah Pimpinan Wanita Syarikat Islam Indonesia di Pangandaran (6/11).


“DPP SEMMI akan lebih tabayyun dulu atas informasi tersebut, kita tidak mau terprovokasi.” lanjut Azizi.

“Jangan sampai PRIMA sebagai partai baru, cuma ikut mendompleng popularitas Bang Erick Thohir yang nama baiknya sudah mendunia agar nama partai tersebut terbawa naik terus menuju 2024.” pungkasnya.(Dera)

Pesantren Alfalah gelar paksin 2000dosis kerjasama dengan PKM bungbulang

 


Garut - POLICEWATCH.NEWS-Warga masyarakat antusias ikuti gebyar vaksinasi yang digelar di Ponpes Al-Falah Bungbulang Garut. UPT Puskesmas Bungbulang distribusikan 2000 dosis vaksin covid-19 jenis sinovac dan pfizer pada kegiatan ini. (6/11/2021)

Gebyar Vaksinasi kerjasama antara UPT Puskesmas Kecamatan Bungbulang dengan Pondok Pesantren Syafi'iyah Al-Falah Desa Mekarjaya ini berjalan lancar dan sukses, sehingga 2000 dosis vaksin bisa disuntikan kepada masyarakat.

"Dengan moto: Dari Alumni Untuk Alumni dan Santri, yang direncanakan 500 dosis untuk santri 1000 dosis untuk alumni dan 500 dosis tambahan untuk orang tua siswa dan umum, alhamdulillah vaksinasi bisa terrealisasi di pesantren kami ini. Terima kasih kepada Ketua Alumni dan Nakes yang telah mensukseskan kegiatan ini" kata KH. A. Luthfi, M.Si., mewakili Pimpinan Pesantren.

Henhen Suherman, S.Hi., M.Si., ketua alumni IKAPPA menambahkan, rencana kegiatan serupa akan di laksanakan di tempat lain yaitu di lembaga pendidikan milik alumni, dengan tujuan ikut serta mensukseskan program pemerintah dalam hal vaksinasi.

"Direncanakan kegiatan vaksinasi akan dilaksanakan di Yayasan Ashabul Kahfi, dan yayasan lainnya yang tentunya dari alumni Pondok Pesantren Al Falah, dengan harapan lebih banyaknya masyarakat bisa menerima vaksinasi" imbuh Henhen Suherman 

Terlihat, dr. Dessy Supitra Amiyati selaku Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Bungbulang bersama jajaran Nakes di lokasi kegiatan, ia membenarkan pendistribusian dosis vaksin adalah dari Puskesmas tempat tugasnya.


"Betul, kami telah menyediakan 1.500 dosis dan 500 dosis tambahan vaksin tahap 1, juga disediakan sebagian dosis vaksin tahap 2, diharapkan dalam kegiatan ini bisa dimanfaatkan, terdiri dari jenis sinovac dan pfizer" kata dr. Dessy Supitra Amiyati saat diwawancarai


Terpisah. Caca Ahmad Rifai, M.Si., Camat Kecamatan Bungbulang didampingi Endang Mulyana, S.IP, M.Si., Kapolsek Kecamatan Bungbulang memonitor langsung kegiatan ini, serta mengapresiasi pesantren Al Falah yang telah menyediakan tempat dan membantu dalam mengejar target vaksinasi di wilayahnya,


"Kami ucapkan terima kasih kepada pihak pesantren yang telah melaksanakan vaksinasi di lokasi ini untuk siswa, orang tua dan alumni, sehingga diharapkan diakhir tahun ini 75% warga Bungbulang bisa divaksin" Kata Camat Bungbulang

Pantauan policewatch.news. Meski di lokasi saat kegiatan sempat diguyur hujan namun tidak memudarkan antusias masyarakat untuk vaksinasi hingga sore hari tiba.


Endang Mulyana, S.IP, M.Si, Kapolsek Bungbulang pun turut memonitor giat vaksin ini,

"Apresiasi kepada Ponpes ini yang telah menggelar giat vaksinasi, harapan target vaksinasi bisa cepat selesai dan pandemi segera berakhir" imbuhnya (Deta taopik)

Aswar Hadi Resmikan Destinasi Wisata Desa Margajaya

 

    POLICEWATCH,NEWS LAMPUNG TIMUR

 Wakil Bupati lampung Timur Azwar hadi Memberi Sambutan sekaligus Meresmikan Destinasi Wisata Desa Margajaya dan Gowes Bareng bersama Komunitas Sepeda Kecamatan Metro Kibang Destinasi Wisata Dusun II Desa Margajaya

Hadir dalam acara tersebut Kepala Inspektur Lampung Timur, Tarmizi dan Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Timur, Agus Firmansyah Lukman, Camat Metro Kibang, Indra Gunawan beserta Forkopimcam Dengan masyarakat Setempat.

Dalam arahannya, Azwar Hadi menjelaskan bahwa destinasi wisata didesa tersebut sudah cukup baik. Ia juga menyampaikan perlu adanya kerja sama dinas terkait untuk pengembangan wisata yang ada di Kabupaten Lampung Timur.

“Alhamdulillah untuk Destinasi Wisata di Desa Margajaga ini saya lihat sudah cukup baik, tinggal pengembangannya nanti kita dari Dinas Pariwisata”

Selanjutnya, meenyadari adanya potensi wisata yang melimpah di Kabupaten Lampung Timur Azwar berharap dukungan semua pihak demi pengembangan destinasi wisata di daerah tersebut.


“Kemarin juga sudah saya himbaukan untuk Dinas-Dinas kita terutama Dinas Pariwisata bagaimana caranya kita lakukan pengembangan untuk destinasi wisata yang ada di kabupaten kita karena seperti yang kita tahu bahwa Bumei Tuwah Bepadan ini lengkap wisatanya, ada wisata sejarah yang ada di Pugung, wisata Alam misalnya di Way Kambas, Wisata Laut di Labuhan Maringgai”.


Baca Juga:  Bupati M.Dawam Rahardjo Lepas tim Sepak bola bintang Timur,Final IV Geas Nasional

“Saya harap Dinas terkait untuk saling bisa membantu dan bekerja sama, kita tunggu dana dari pusat, provinsi untuk membantu pengembangan wisata 


pewarta:SM

Metro.Pekerjaan Pokmas Di Rw 07/Rt.39 kelurahan Purwosari Metro Utara Di duga asal jadi.

 

POLICEWATCH,NEWS.KOTA METRO LAMPUNG

Pekerjaan Pokmas Yang sumber dana anggaran dari APBD Tahun anggaran 2021 Kota Metro ,Yang di salurkan melalui tiap kelurahan dan anggaran nya di kelola langsung oleh kelompok masyarakat(POKMAS),

Salah Satu kelurahan penerima bantuan anggaran Pokmas yaitu Kelurahan Purwo Sari Kecamatan Metro Utara,Jum,at 05 -11-2021,pada saat  team dari awak media melakukan sosial kontrol le salah satu titik lokasi pekerjaan yang ada di Rw 07/Rt 039,kami dari awak media setelah melihat pekerjaan fisik dreinase di duga tidak sesuai dengan RAB pekerjaan,pasal nya dari penglihatan kasad mata pasang batu belah banyak menggunakan pasangan batu belah satu susun dan di dinding pasangam batu rata rata di menggunakan bekas gempuran bangunan.setelah itu di timbun dengan tanah bekas galian baru bibir atas nya di semen,salah satu tukang saat di pertanyakan mas kenapa dinding nya abis di taburi dengan bekas gempuran di timbun tanah bukan semen,dengan spontan tukamg nya menjawab iya om separo menggunakan tanah separo semen,lebih jelas tanya langsung ke pak Rt nya kebetulan dia ada disini ikut bekerja,setelah kami hampiri Pak Rt nya Sunaryo ,kami tanyakan panjang pekerjaan dreinase yg ada di Rw 07/Rt039  Sunaryo menjawab 76 m,upah nya harian apa borongan kami borong 4 juta melalui Pak Rw 07 Agus Aminullah ungkap sunaryo selaku Rt klau anggaran nya kami tidal tau.

"Kami pun Mencoba Menemui lurah purwosari kecamatan Metro utara,untuk minta klarifikasi yang lebih akurat dari nominal anggaran dan berapa titik kegiatan pokmas di lingkungan Rw yg ada di kelurahan,Di kelurahan kami bertemu dengan lurah sugiyana di ruang kerja nya dan menurut lurah kalau kelurahan nya mendapat kan kucuran dana sebesar 200 juta,dan di bagi ke tiap Rw untuk 09 kegiatan salah satu nya pekerjaan Dreinase di Rw 07,kalau masalah pekerjaan itu di borongkan oleh Rw, ke Rt nya itu jelas menyalahi aturan yg sudah di atur karena upah nya harus harian bukan di borong kan,coba langsung aja ke pengurus pokmas biar lebis jelas kata pak lurah ke awak media

pewarta:SM

Masyarakat Desa Darek Digegerkan Dengan Penemuan Bayi Dalam Kondisi Hidup

 


POLICEWATCH-LOMBOK TENGAH, NTB.

Lagi Lagi Sosok Bayi ditemukan dalam kondisi hidup menggegerkan masyarakat Dusun Bale Luah yang berjenis kelamin perempuan, di dalam sebuah rumah kosong yang beralamatkan di Dusun Bale Luah Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, pada hari Sabtu tanggal 6 November 2021 sekitar pukul 16.30 wita, bertempat didalam rumah kosong milik H. Ismail. 

Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono, SH, S.I.K, M.H, yang di hubungi oleh Media malam ini 06/11 melalui PLH Polsek Praya Barat Daya Iptu Samsul membenarkan hal tersebut dan menyampaikan Kronologis penemuan bayi tersebut yaitu masyarakat mendengar suara tangis bayi dari dalam rumah kosong Haji Ismail, karena merasa curiga akhirnya masyarakat memberitahukan hal tersebut kepada Kepala Dusun (Kadus ) Dusun Bale Luah atas nama Astar.

Setelah Kepala Dusun/Kadus sampai di TKP sudah banyak masyarakat yang berkerumun dan posisi bayi sudah digendong oleh Abdul Halim Alias Gaduh, dan selanjutnya bayi tersebut dibersihkan oleh Inaq Ida dari kotoran.

Setelah datang pihak Polsek Praya Barat Daya, Bhabinkamtibmas dan Babinsa bersama dengan masyarakat, bayi tersebut dibawa ke Puskesmas Darek untuk mendapatkan perawatan secara medis.

Polisi telah memeriksa beberapa Saksi yang mengetahui penemuan bayi tersebut antara lain Astar, Abdul Halim alias Gaduh, dan Inaq Ida yang sama sama beralamatkan di Dusun Bale Luah Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. 

Dari keterangan Perawat Puskesmas, bayi tersebut berjenis kelamin perempuan lahir secara normal (cukup bulan) dengan berat badan 2,7 kg, panjang badan 48 cm, dan lingkar kepala 33 cm dan kondisi bayi saat ini mengalami hipotermia ( kedinginan).

"Saat ini bayi tersebut sudah mendapat perawatan, apabila didalam pengawasan atau observasi dibutuhkan perawatan lebih lanjut akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Praya" ungkap Kapolsek.

Lanjut Kapolsek berdasarkan hasil pemeriksaan medis, bayi tersebut baru saja dilahirkan di karenakan tali ari-ari masih berada di tubuh bayi, dan pada saat diserahkan ke pihak Puskesmas, bayi tersebut dalam keadaan hipotermia (kedinginan) yang diduga akibat dimandikan/dibersihkan terlebih dahulu, tutup Kapolsek."MH".


          

Ledakan Bom, Suara Tembakan Dan Teriakan Massa Hiasi Latihan Pengamanan IATC Dan WSBK di Ex Bandara Selaparang


POLICEWATCH-MATARAM.

Kepolsian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) gelar simulasi pengamanan event Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) dan World Superbike di Pertamina Mandalika Internasional Street Circuit, Lombok Tengah yang akan digelar pertengahan November 2021 ini.

Simulasi itu dilaksanakan di ex Bandara Selaparang Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu, (6/11/2021)


Semua sarana dan prasarana serta personel diterjunkan dalam latihan itu, tak tanggung-tanggung dua helikopter serta Mobil Water Canon juga kendaraan lainnya berjajar dalam rangka  simulasi pengamanan.

Suara tembakan, teriakan masa dan ledakan bom menghiasi suasana latihan itu, semua personel nampak serius mengikuti latihan , meski dibawah terik matahari.


Untuk diketahui,Sejak 2 November 2021 lalu, Polda terus melakukan pemantapan tekhnik pengamanan dengan menggelar latihan dan juga Tactical Floor Game (TFG) yang dilaksanakan di Lapangan Bharadaksa dan TFG di Hotel Aruna Senggigi.

Selain itu Polda NTB juga kerap menggelar Forum Group Diskusi (FGD) bersama stakeholder terkait lainnya, untuk mengumpulkan data-data kwalitatif dari semua stakeholder.

Meski demikian, Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K MH mengatakan, hasil latihan tadi pagi (6/11) baru 80 persen masih ada 20 persen lagi yang harus ditambah.

"Hampir dua bulan ini kita laksanakan dan kemirin di Aruna kita lakukan TFG untuk menggambarkan secara resmi ditail, sehingga siapa berbuat apa dan siapa yang bertanggungjawab kepada siapa semua detail disitu" jelasnya di ex Bandara Selaparang Rembige, Kota Mataram.

Untuk memantapkan semua tekhnik pengamanan yang sudah disusun Polda NTB akan menggelar simulasi pengamanan langsung di KEK Mandalika, untuk mencapai target 100 persen kesempurnaan dalam pengamanan IATC dan WSBK.

"Hari Selasa nanti kita akan lakukan simulasi lapangan, artinya kita sudah siap melaksanakan itu dan semua perwira pengendali sudah siap, pasukan sudah siap, intinya kita bersinergi untuk melakukan rencana pengamanan ini," pungkasnya." MN".



Tiga Sendikat Pengedar Narkoba,Berhasil Diringkus Satreskoba Polres Sumbawa


POLICEWATCH-Sumbawa Besar - NTB,  

Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Sumbawa kembali mengungkap peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Alas Barat, Jumat (5/11) malam pukul 22.30 Wita. 

Hal ini setelah tim menggrebeg dua rumah yang diinformasikan tempat transaksi narkoba. Dari penggrebekan ini, tim mengamankan tiga orang. Yaitu, KR alias Dani (34) dan RH alias Rudi (23)—keduanya warga Desa Gontar Alas Barat, serta MS alias Pri (37) warga Desa Mapin Rea Alas Barat.

Dalam penggeledahan, tim menemukan sejumlah barang bukti. Di kediaman Dani, Dusun Gaya Baru, Gontar, diamankan 6 poket shabu seberat 6,77 gram, pipa kaca, korek gas, bong, sumbu, sebundel klip obat dan uang tunai Rp 1 juta. Sedangkan di kediaman Pri, diamankan bong, korek gas, rokok, HP dan uang tunai Rp 2.775.000. 


Kasat Res Narkoba Polres Sumbawa melalui Kasi Humas, AKP Sumardi S.Sos, Sabtu (6/11) menuturkan, penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat. 

Selanjutnya Kasat Reserse Narkoba IPTU Malaungi, SH, MH. meluncur ke kediaman Dani yang kerap dijadikan tempat transaksi narkoba. Di rumah itu, tim menangkap Dani dan Rudi. 

Saat digeledah, tim menemukan 4 poket sabu milik Rudi dan 2 poket milik Dani yang disimpan di lemari kamarnya. 

Dari keterangan dua orang ini, terungkap nama MS alias Pri. Tim pun bergeser ke rumah Pri. Namun saat digeledah, tidak ditemukan adanya barang haram, hanya barang bukti lainnya yang mengarah ke penggunaan narkoba. 

Ketiganya langsung digelandang ke Polres Sumbawa untuk proses lebih lanjut. Mereka akan dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Jo 132 Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (SHM/MN).

Oknum Polisi Diduga Peras Wanita Terapis Pijat Rp 50 Juta, Ini Tanggapan Kapolda Sumut

 



POLICEWATCH.NEWS - SUMUT -  Sejumlah oknum polisi yang diduga berasal dari Polda Sumut memeras para wanita pekerja terapis pijat yang ada di dua tempat pijat di komplek rumah toko (ruko) Jalan MH Sitorus, Kota Pematangsiantar.

Tak tanggung-tanggung, para perempuan yang melayani jasa pijat itu diperas hingga Rp 50 juta.

Dugaan pemerasan ini disampaikan Mia, seorang pekerja pijat.Ia mengatakan, awalnya Kamis (7/10/2021), ada seorang pria minta dilayani pijat"

"Namun, ternyata pria tersebut polisi yang mereka kenal bernama Acong.

"Tamu itu mau kusuk (pijat), udah ngusuk tamu, aku itu dikasih uang Rp 400 ribu, 'kita main aja' katanya," ujar Mia menirukan percakapan oknum polisi itu.

Mia yang semula hanya melayani pijat, diminta melakukan hubungan seks oleh oknum polisi tersebut.

Bahkan ia diminta mencarikan kondom untuk melayani oknum tersebut.

"Katanya nggak apa-apa, 'nggak ada orang'. Pas aku buka (baju) terus dia keluarkan HP ngevideoin itu," cerita Mia"

"polisi tersebut tak menjelaskan dugaan pelanggaran apa yang terjadi di lokasi terapi di mana mereka mencari nafkah.

Para pekerja terapis pun kaget saat dikumpulkan oleh polisi yang mengaku berasal dari Polda Sumut.

Mereka tak diperlihatkan surat tugas razia, penggeledahan, atau semacamnya.Bahkan handphone mereka langsung disita dan dibawa masuk ke dalam mobil."

"Para pekerja pijat kemudian disuruh tunduk saat masuk ke dalam mobil dan dibawa ke Medan.

"Kami dibawa ke Renakta Polda Sumut di Medan. Kami ditanya kerjanya apa, kami bilang massage. Kami tunggu ditebus sama tauke baru kami katanya boleh pulang," cerita Suli.

Suli yang khawatir menceritakan hal ini kepada wartawan, menyebutkan ia dan teman-temannya merasa dijebak.

Mereka yang harusnya melayani pijat tapi digiring untuk melakukan hubungan terlarang dan berakhir dengan permintaan sejumlah uang."

saat mendatangi tempat pijat di Siantar dan diduga lakukan pemerasan.(HO) 

Suli mengatakan mereka dijebak dengan melakukan dugaan tindak pidana prostitusi online.Ia sendiri heran padahal hari itu tak melakukan apa-apa di tempat pijat.

"Satu dari mereka bilang, bahwa punya rumah yang ada patung Liberty di depan mi sop Lestari. Gara gara ini saya jual lembu di kampung," kata Suli.

Suli menjelaskan bahwa mereka memberikan uang tersebut kepada para oknum polisi."

Selain Suli dkk, lokasi pijat di tempat sebelah juga dimintai uang damai yang kabarnya juga puluhan juta rupiah."Pas kami kasih uangnya, langsung mereka bagi-bagi di depan kami," tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan akan segera memeriksa kabar yang beredar tersebut.

Ia pun mengucapkan terima kasih setelah dikirim video yang diduga anggotanya yang terekam kamera CCTV di sebuah ruangan.

Panca menyebutkan agar awak media mengkonfirmasi ke Kabid Humas Polda Sumut"

Trims infonya, tolong konfirmasi ke kabid Humas ya, dan saya akan cek," kata Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Kamis (4/11/2021). 


Sementara itu Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi belum mau memberikan keterangan lebih lanjut "(Red)


Sumber ; serambinews.com