Tampilkan postingan dengan label RAGAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RAGAM. Tampilkan semua postingan

Pelepasan 8 Kontingen Pawai Takbir Idul Fitri 1447 H di Lendang Tampel: Ribuan Warga Padati Acara, Semarakkan Suasana Lebaran

 


 

Policewatch-Batukliang.

20/03/ 2026 – Suasana Desa Lendang Tampel, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, hari ini dipenuhi dengan semangat kebersamaan dan kegembiraan menyambut hari raya. Pemerintah Desa Lendang Tampel resmi melepas 8 kontingen peserta lomba pawai takbir menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah dalam sebuah acara yang meriah, Jumat (20/03/2026).

 

Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan turut berbondong-bondong hadir untuk menyaksikan dan ikut memeriahkan pelepasan kontingen tersebut. Langit desa seakan ikut bersemangat dengan derap langkah para peserta yang mengenakan pakaian adat dan atribut khas, membawa nuansa keagamaan dan budaya yang kental.

 


Kepala Desa Lendang Tampel, Sahrim, dalam sambutannya yang sekaligus menandai pelepasan kontingen, menyampaikan harapannya agar pawai takbir ini tidak hanya menjadi ajang lomba semata, tetapi juga sebagai wujud syukur umat Islam atas kedatangan hari kemenangan. "Pawai takbir ini adalah bentuk ekspresi kebahagiaan kita menyambut Idul Fitri. Mari kita jaga kekompakan, kerukunan, dan keselamatan selama acara berlangsung. Semoga semangat takbir ini membawa berkah bagi seluruh warga Desa Lendang Tampel," ujar Sahrim.

 

Para kontingen yang dilepas nantinya akan berkeliling di wilayah desa dan sekitarnya dengan membawa spanduk, umbul-umbul, serta melantunkan takbir secara bergantian. Suasana haru dan bahagia terlihat jelas di wajah setiap peserta dan penonton, seolah menyatukan hati dalam satu irama kebersamaan menjelang 1 Syawal 1447 Hijriah.

 

Acara pelepasan ini ditutup dengan doa bersama agar seluruh rangkaian kegiatan pawai takbir berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Lendang Tampel maupun Kabupaten Lombok Tengah pada umumnya.

Jurnalis

M Hasbi

MUHAMAD NURMAN: Mengawal Informasi dan Menyebarkan Kebahagiaan di Hari Raya Idul Fitri 1447 H

 

 

 


 


 Policewatch-Lombok Tengah. 

Oleh: Redaksi

 

Di tengah suasana yang penuh keberkahan dan kegembiraan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, peran media dalam menyebarkan informasi yang akurat dan menciptakan suasana yang harmonis menjadi sangat penting. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), sosok Muhamad Nurman, Kepala Wilayah (Kaperwil) Media PoliceWatch, hadir sebagai penjaga kebenaran dan penyebar semangat kebersamaan di momen yang suci ini.

 

Visi yang Selaras dengan Semangat Lebaran

 

Muhamad Nurman memimpin Media PoliceWatch NTB dengan visi yang tidak hanya berfokus pada penyampaian berita, tetapi juga pada pembangunan hubungan yang positif antara kepolisian dan masyarakat. Di era digital yang serba cepat ini, tantangan untuk menyajikan informasi yang tepat waktu dan dapat dipercaya semakin besar, namun ia menghadapinya dengan profesionalisme dan integritas yang tinggi.

 

Semangat Idul Fitri yang mengajarkan kita untuk saling memaafkan, bersatu, dan berbagi kebahagiaan menjadi landasan bagi Muhamad Nurman dalam menjalankan tugasnya. Ia berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap berita yang disebarkan oleh Media PoliceWatch NTB tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga memberikan dampak positif dan edukatif bagi masyarakat.

 

Menjelang dan selama Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Muhamad Nurman dan timnya bekerja keras untuk mengawal dan mengelola seluruh kegiatan pemberitaan di daerah NTB. Mereka memantau perkembangan situasi, mulai dari arus mudik dan balik, pengamanan ibadah, hingga kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan oleh masyarakat dan instansi terkait.

 

Kerjasama yang baik dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah, kepolisian, maupun rekan-rekan media, menjadi kunci suksesnya dalam menjalankan roda organisasi di momen yang sibuk ini. Muhamad Nurman selalu menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang efektif untuk memastikan bahwa informasi yang disebarkan adalah akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

Di hari yang suci ini, Muhamad Nurman mewakili seluruh keluarga besar Media PoliceWatch NTB mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Minal Aidin Wal Faizin. Dengan segala kerendahan hati, ia memohon maaf atas segala khilaf dan salah yang mungkin pernah dilakukan, baik secara pribadi maupun sebagai lembaga.

 

"Semoga amal ibadah puasa kita semua diterima oleh Allah SWT, dan kita semua dapat kembali menjadi fitrah, bersih dan suci seperti bayi yang baru lahir. Semoga keberkahan Hari Raya Idul Fitri ini selalu menyertai langkah kita semua, dan semoga kita dapat terus menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah perbedaan," ujar Muhamad Nurman.

 

Ia juga berharap agar Media PoliceWatch NTB dapat terus berkarya dan menjadi media yang terpercaya serta dicintai masyarakat. "Mari kita bersama-sama menciptakan suasana yang aman, tertib, dan harmonis di wilayah NTB, terutama di momen yang berharga ini. Semoga tahun ini membawa lebih banyak kebahagiaan, kesuksesan, dan keberkahan bagi kita semua," tambahnya.

 

Salam Redaksi

Media PoliceWatch

Rodhi Irpanto SH

APBN Digerogoti.....! Proyek Tebing Sungai Melawi Belum Lama Rampung, Kerusakan Sudah Muncul

 


policewatch.news - Sintang, KALBAR,Proyek pembangunan penguatan Tebing Sungai Melawi di Kelurahan Ladang, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kini menuai sorotan tajam publik. Proyek yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak tersebut diduga dikerjakan tidak optimal dan terindikasi berkualitas rendah. 17 Maret 2026.

Ironisnya, proyek dengan nilai anggaran mencapai Rp 20.179.800.000 itu baru saja rampung dikerjakan dan bahkan masih dalam masa pemeliharaan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Sejumlah bagian konstruksi sudah mengalami keretakan, sementara beberapa saluran drainase tampak tidak diplester dan dibiarkan tidak selesai dengan baik.

Temuan awak media di lokasi memperlihatkan indikasi kuat adanya pekerjaan yang tidak sesuai standar teknis. Retakan pada struktur beton yang seharusnya kokoh justru muncul dalam waktu singkat, memunculkan pertanyaan besar: apakah pengerjaan dilakukan asal jadi? Ataukah pengawasan yang lemah membuka celah bagi praktik yang merugikan negara?


Kondisi ini jelas berpotensi membahayakan. Jika kerusakan terus berlanjut, bukan hanya fungsi penguatan tebing yang gagal, tetapi juga bisa menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan sekitar, termasuk risiko longsor dan kerusakan infrastruktur yang lebih luas.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak, yakni Tomy. Namun sangat disayangkan, respons yang diberikan jauh dari profesional. Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Senin, 16 Maret 2026, yang bersangkutan tidak memberikan penjelasan substansial, bahkan hanya membalas dengan stiker. Sikap ini dinilai mencerminkan minimnya keseriusan dalam menanggapi persoalan yang menyangkut penggunaan uang negara.

Publik pun mulai geram. Proyek bernilai miliaran rupiah yang seharusnya menjadi solusi justru berpotensi menjadi masalah baru. Transparansi dan akuntabilitas kembali dipertanyakan.

Desakan pun menguat agar aparat penegak hukum turun tangan. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat diminta segera melakukan audit dan penyelidikan menyeluruh terhadap proyek ini.

Jika ditemukan adanya penyimpangan, maka pihak-pihak yang bertanggung jawab harus diproses secara hukum tanpa pandang bulu. Uang rakyat tidak boleh dihamburkan untuk pekerjaan yang asal jadi dan jauh dari standar kualitas.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa pengawasan proyek pemerintah tidak boleh setengah hati. Tanpa pengawasan ketat dan integritas pelaksana, proyek pembangunan hanya akan menjadi ladang masalah, bukan solusi bagi masyarakat.

*** // TIMRED [*]

Acara Nuzulul Qur'an 15 Maret 2026 di Masjid Baiturrahman Baco Paok Tawah: Penceramah Bahas Makna Puasa dan Ibadah Sirriyah

 


 

Policewatch-Bunit Baok. 

15 Maret 2026 – Acara peringatan Nuzulul Qur'an yang bertepatan dengan tanggal 25 Ramadhan 1447 M dilaksanakan dengan khidmat pada Minggu malam Senin (15/3/2026) di Masjid Baiturrahman Baco Paok Tawah, Dusun Paok Tawah, Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Acara ini dihadiri oleh Almuqarrom serta ratusan jamaah yang berasal dari berbagai dusun di seluruh Desa Bunut Baok.

 

Acara yang berlangsung sejak sore hingga malam hari ini menghadirkan TGH H. Lalu Supardan Kasiran S.Ag sebagai penceramah utama. Dalam ceramahnya, TGH H. Lalu Supardan menyoroti momen bersejarah diturunkannya Al-Qur'an di bulan suci Ramadhan, serta mengupas makna mendalam dari ibadah puasa yang dijalankan umat Muslim.

 

Penceramah menjelaskan tentang konsep Sidqul Qauli (kejujuran dalam perkataan) dan Ibadah Sirriyah (ibadah yang dilakukan secara rahasia). Menurut beliau, Ibadah Sirriyah adalah ibadah yang hanya diketahui oleh pelakunya sendiri dan Allah SWT. Meskipun dilakukan secara tersembunyi dan tidak diketahui orang lain, umat Muslim harus yakin bahwa Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk niat dan amal yang dilakukan dalam kesunyian.

 

Selain itu, TGH H. Lalu Supardan juga menyinggung makna puasa yang sering dikaitkan dengan istilah "Jinnah". Dalam konteks ini, "Jinnah" bukan merujuk pada makhluk gaib jin, melainkan berasal dari kata janna yang berarti "menutup" atau "menyembunyikan". Makna ini sejalan dengan esensi puasa di mana seseorang menahan diri dari hawa nafsu, makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa menjadi bentuk penutupan diri dari hal-hal yang dilarang, serta penyucian diri secara lahir dan batin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

Acara berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban, memberikan wawasan spiritual yang berharga bagi seluruh jamaah yang hadir. Peringatan Nuzulul Qur'an ini tidak hanya menjadi momen mengenang turunnya Al-Qur'an, tetapi juga kesempatan untuk memperdalam pemahaman tentang makna ibadah puasa yang sesungguhnya.

 

Mamen

Pemberitahuan.............! STOP PRES......

 Red, POLICEWATCH,- Pemberitahuan untuk segenap  institusi TNI & Polri  maupun instansi baik Negeri, sipil maupun Swasta bahwa sejak hari ini Minggu 15 Maret 2026,bahwa 

Atas nama :   ALEX WIJAYA          Jabatan : KOORDINATOR LIPUTAN         

 Wilayah: Provinsi  SUMATERA UTARA


ALEX WIJAYA





Dari Redaksi  Media Police Watch.news  Kami memberitahu kan Terhitung mulai Hari ini Minggu 15 Maret 2026    Bahwa Nama di atas Sudàh Bukan Anggota Media Kami

Apabila menjumpai orang tersebut diatas masih menggunakan KTA atau ATRIBUT Media Policewatch.news untuk di pergunakan Demi kepentingan Pribadi nya, Jelas sangat melanggar Hukum, silahkan laporkan kepada Pihak yang berwajib, karena orang tersebut sudah bukan anggota media kami

Dengan ini Manajemen Redaksi Media PoliceWatch.news  menyampaikan, bahwa Wartawan, baik itu Reporter, Jurnalis, Kontributor maupun IT & Desain Grafis adalah yang tertera di dalam struktur organisasi di kolom redaksi website kami. (cek di sini    ( https://www.policewatch.news/p/redaksi.html )

Selain nama-nama di struktur, BUKAN bagian dari internal manajemen kami. Apabila ada orang yang mengatasnamakan bagian dari Redaksi Media Police Watch.news   namun namanya tidak tercantum di struktur, BUKAN bagian dari kami. Dan kami tidak bertanggungjawab atas segala hal yang dilakukannya, HODLINE 08128222280

Demikian informasi ini disampaikan demi kenyamanan bersama.

Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh….

Jakarta 15 Maret 2026

 

Hormat kami,
M Rodhi irfanto SH
Dirut/Pemimpin Redaksi

Refleksi Filosofis Dr. Dewa Wijaya, M.H: Menata Ekspektasi di Tengah Dinamika Perubahan Manusia



Opini – Pemikir sosial, Dr. Dewa Wijaya, M.H., memberikan pernyataan mendalam terkait dinamika hubungan antarmanusia di era modern yang penuh ketidakpastian. Dalam sebuah refleksi singkat yang menggugah, beliau menekankan pentingnya kesadaran akan sifat alami perubahan yang melekat pada setiap individu.


Dr. Dewa Wijaya mengibaratkan perubahan manusia dengan fenomena alam yang paling mendasar. 


"Jangankan manusia, langit saja bisa berubah kalau sudah waktunya," ujar beliau. 


Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa perubahan adalah satu-satunya konstanta dalam kehidupan, baik secara sosiologis maupun psikologis.


Dr. Dewa Wijaya menyoroti tiga aspek krusial bagi masyarakat dalam berinteraksi:

• Realitas Perubahan: Menyadari bahwa manusia memiliki kehendak bebas (free will) untuk mengubah sikap, prinsip, atau perasaan kapan pun mereka mau.

• Manajemen Ekspektasi: Menghimbau agar individu tidak meletakkan standar atau ekspektasi yang terlalu tinggi kepada pihak lain guna menghindari kekecewaan emosional yang mendalam.

• Ketahanan Mental: Membangun kemandirian emosional sehingga kedamaian diri tidak bergantung sepenuhnya pada konsistensi orang lain.


"Jangan berekspektasi terlalu tinggi terhadap siapapun karena manusia bisa berubah kapanpun mereka mau. Memahami hal ini bukanlah bentuk pesimisme, melainkan sebuah kedewasaan dalam melihat realitas sosial," tambah Dr. Dewa Wijaya.


Pesan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam membangun hubungan yang lebih sehat, baik dalam konteks profesional, sosial, maupun personal, dengan mengedepankan rasionalitas di atas ekspektasi yang berlebihan.

"Kehangatan Ramadan di Kediaman Brigjen Lalu Iwan: Jurnalis NTB Pererat Silaturahmi Sambil Menyimak Hikmah Puasa dari TGH Taisir Al Azhar"



Policewatch-Lombok Barat 

 Suasana penuh kehangatan Ramadan terasa di kediaman Sesdep Prokma BGN, Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.IK., M.M., pada Sabtu (14/3/2026). Puluhan jurnalis dari berbagai media di Nusa Tenggara Barat (NTB) berkumpul dalam agenda buka puasa bersama yang berlangsung penuh keakraban.

 

Tidak kurang dari 40 wartawan hadir dalam pertemuan tersebut, terdiri dari reporter, pimpinan redaksi, hingga pengurus organisasi media di NTB. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang berbuka puasa, tetapi juga mempererat komunikasi yang telah terjalin baik antara para jurnalis dengan Brigjen Lalu Iwan dalam implikasi pemberitaan berbagai kegiatan.

 

Menjelang waktu berbuka, acara diisi dengan tausiyah Ramadan yang penuh hikmah dari Ketua Baznas Kabupaten Lombok Barat, TGH Muhammad Taisir Al Azhar, L.C., M.A. Dalam ceramahnya, TGH Taisir mengulas hikmah serta keutamaan puasa sebagai sarana meningkatkan ketakwaan dan pengendalian diri, mengajak para hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki akhlak dan memperkuat kepedulian sosial.

 

"Puasa melatih kesabaran, menumbuhkan empati kepada sesama, dan menjadi jalan memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT," ujar TGH Taisir Al Azhar di hadapan para jurnalis, memberikan pesan mendalam akan esensi ibadah puasa.

 

Usai tausiyah, Brigjen Lalu Iwan menyampaikan apresiasinya kepada para wartawan yang selama ini aktif mengangkat berbagai kegiatan melalui pemberitaan di media. Beliau menekankan peran jurnalis yang sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sekaligus memperkuat literasi publik.

 

"Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman jurnalis yang selama ini terus mendukung berbagai kegiatan melalui pemberitaan di media," ujar Brigjen Lalu Iwan, menghargai kontribusi insan pers dalam membangun NTB yang lebih baik.

 

Menjelang berakhirnya acara, Brigjen Lalu Iwan juga menyampaikan ucapan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, kepada seluruh jurnalis dan masyarakat. "Kami sekeluarga menyampaikan Minal Aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin," ucapnya, mempererat tali persaudaraan di momen yang penuh berkah.

 

Momen buka puasa bersama tersebut berlangsung santai dan penuh kekeluargaan. Para jurnalis terlihat menikmati hidangan berbuka sambil berbincang ringan, memperkuat silaturahmi antara insan pers dan keluarga besar Brigjen Lalu Iwan, menciptakan suasana kebersamaan yang harmonis.

Mamen

“Brigjen Pol. Lalu Iwan Mahardan Pererat Sinergi dengan Wartawan NTB dalam Buka Bersama, H. Mjufri Lantunkan Ayat Suci, Tausiyah TGH. Muhammad Taysir Ulas Manfaat Puasa”

 


 

Policewatch-Lombok Barat

 Sabtu, 14 Maret 2026 – Menjelang bulan suci Ramadhan, Brigjen Pol. Lalu Iwan Mahardan, S.IK., MM., menggelar acara buka puasa bersama yang penuh kehangatan di kediamannya, Jl. Penas IX, Dasan Geres, Gerung, Lombok Barat. Acara ini secara khusus dihadiri oleh para wartawan dari berbagai media di Nusa Tenggara Barat, menunjukkan komitmen beliau dalam membangun dan mempererat sinergi dengan insan pers.

 

Suasana khidmat langsung terasa saat H. Mjufri melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, yang mengiringi kebersamaan jelang adzan Maghrib. Lantunan merdu tersebut kian menambah kekhusyukan momen menjelang berbuka puasa.

 

Selanjutnya, tausiyah singkat yang mencerahkan disampaikan oleh TGH. Muhammad Taysir. Beliau mengingatkan hadirin akan keutamaan ibadah puasa di bulan Ramadhan, seraya mengutip sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam: “Siapa yang memberikan ifthar (buka puasa) kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.”

 

TGH. Muhammad Taysir juga mengajak hadirin untuk merenungkan kehebatan ibadah puasa, bahkan mengutip sebuah buku karya penulis Amerika, Doktor Elemen, yang menguraikan sepuluh manfaat luar biasa dari berpuasa. Manfaat-manfaat tersebut meliputi:

 


1. Merasakan kenikmatan yang lebih baik: Puasa memberikan pengalaman spiritual dan emosional yang mendalam.

2.  Puasa membantu seseorang untuk merasa dan terlihat lebih baik, baik secara fisik maupun mental.

3. Membuat orang lebih awet muda: Secara alami, puasa dikaitkan dengan proses penuaan yang lebih lambat berkat manfaat detoksifikasi dan regenerasi sel.

 

“Bapak, Ibu, hadirin sekalian,” ujar TGH. Muhammad Taysir, “ketika kita berpuasa, kita tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, pengendalian diri, dan meningkatkan empati kita terhadap sesama, terutama mereka yang kurang beruntung.”

 

Brigjen Pol. Lalu Iwan Mahardan menekankan pentingnya peran media dalam sebuah doktrin pembangunan dan informasi publik. "Kami sangat menghargai kehadiran rekan-rekan media. Kolaborasi ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan fondasi penting dalam membangun hubungan yang saling percaya dan transparan. 

Melalui media, kami dapat menyampaikan informasi yang akurat, program-program kepolisian, serta menyerap aspirasi masyarakat. Kehadiran Bapak Ibu sekalian hari ini adalah bukti komitmen kita bersama untuk NTB yang lebih baik," ujar Brigjen Pol. Lalu Iwan Mahardan, yang menambahkan bahwa dukungan media sangat vital dalam menyajikan narasi positif dan edukatif.

 

Acara yang dimulai pukul 17.30 Wita ini bukan sekadar buka puasa, melainkan sebuah ajang mempererat persaudaraan, memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum dan insan pers, serta meningkatkan pemahaman akan nilai-nilai spiritual di bulan Ramadhan. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan kolaborasi antara kepolisian dan media di NTB akan semakin solid, guna mendukung penyebaran informasi yang akurat, positif, dan membangun bagi masyarakat. Acara ditutup dengan doa bersama dan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan.

 

Jurnalis

Mamen

Tragedi Pesantren Sengkol 2: Satu Tewas Dua Terancam Cacat, Policewatch Mendesak APH Bertindak Terhadap Ketua Yayasan

 


 

Policewatch-Lombok Tengah

 

07/03/2026 – Tragedi mengerikan mengguncang Yayasan Pondok Pesantren R. A. I. NW Sengkol 2, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, pada Sabtu, 13 Desember 2025. Insiden kebakaran ini merenggut nyawa S. S. (17 tahun), sementara dua temannya, A. D. R. (16 tahun) dan S. A. H. (16 tahun), harus dirawat di rumah masing-masing dengan luka bakar parah yang berisiko menyebabkan cacat permanen.

 

Kebenaran di balik kejadian ini akhirnya terungkap dari pengakuan para korban melalui orang tua mereka. A. D. R. menceritakan kepada ayahnya, A., dan ibunya, N., bahwa ia dan teman-temannya sering dipaksa oleh R. (diduga pelaku) dan kerap dipukuli jika menolak perintah. "Saya dan yang lain disuruh-suruh sama R. Kalau tidak menurut, kami sering dipukuli," ujar A. D. R. dengan getir.

 

Pengakuan terakhir yang menyayat hati juga datang dari almarhum S. S. sebelum meninggal dunia. Ia bercerita kepada orang tua A. D. R. bahwa dirinya disuruh R. membeli dua botol bensin. "Satu botol disimpan di lemari, satu lagi dipakai buat bakar plastik di kamar. Saat dipindah ke wadah mika, terjadi ledakan dan kebakaran besar yang melukai kami bertiga," begitu cerita S. S. yang ditirukan oleh A. dan N.

 

Keluarga S. A. H. juga mengaku kaget saat mendapat telepon bahwa anaknya menderita luka bakar parah. Ketua Yayasan, TGH A. M. R., yang mengantar S. A. H. pulang, awalnya menyatakan kejadian bermula saat anak-anak sedang bersih-bersih. Namun, cerita ini sangat berbeda jauh dengan keterangan para korban yang menyebutkan adanya paksaan dan penggunaan bensin.

 

Saat dimintai pertanggungjawaban, alih-alih mengambil tanggung jawab, TGH A. M. R. justru mengaku "juga sebagai korban" dan mengalihkan seluruh tuntutan kepada R. Lebih memilukan, keluarga korban mengaku dilarang melapor ke polisi dan dipaksa berdamai dengan nominal Rp5 juta (dari usulan awal Rp10 juta) dengan alasan keterbatasan dana keluarga pelaku, disertai ancaman tersirat jika mereka tetap nekat melapor.

 

Selama tiga bulan berlalu, bantuan yang diberikan dinilai sangat minim dengan total di bawah Rp3 juta, dan TGH A. M. R. hanya menjenguk para korban sebanyak dua kali. Ada juga dugaan kuat adanya penghapusan video rekaman kejadian karena pimpinan yayasan dikabarkan marah atas insiden tersebut.

 

Tim media Policewatch mendatangi kediaman TGH A. M. R. untuk meminta klarifikasi terkait kronologi dan berbagai tuduhan yang beredar. Namun, alih-alih menjawab pertanyaan dengan bijak, ia justru merespons dengan nada tinggi dan emosional.

 

"Persoalan itu sudah selesai dan sudah ada perdamaian. Jangan diberitakan, saya sudah damai (sudah selesai urusannya)," tegas TGH A. M. R. seolah menutup mata terhadap penderitaan yang dialami para korban.

 

Tak hanya itu, ia juga menyinggung latar belakangnya dan bahkan menuduh tim media melakukan ancaman. "Saya juga pernah menjadi wartawan, jangan ancam-ancam saya," katanya. Padahal, selama proses wawancara berlangsung, tim media hanya menanyakan kronologi kejadian dan fakta yang terungkap, tanpa ada satu pun kata atau sikap yang mengandung ancaman sama sekali.

 

Sebagai upaya melengkapi informasi, tim media juga meminta nomor ponsel beliau agar bisa menghubungi kembali jika diperlukan keterangan lebih lanjut. Namun, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh TGH A. M. R.

 

Pernyataan dan sikap apatis ini tentu berbanding terbalik dengan harapan keluarga korban yang hanya ingin anak-anak mereka dirawat tuntas sampai sembuh. Kasus ini kini menjadi sorotan tajam di tengah masyarakat.

 

Merespons hal ini, Kaperwil Media Policewatch mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera turun tangan dan memproses Ketua Yayasan tersebut secara hukum. Sikap TGH A. M. R. yang menganggap persoalan ini selesai begitu saja dan seolah tidak ada masalah yang terjadi, sangat tidak bisa diterima. Nyawa seorang santri raib dan masa depan dua remaja lainnya terancam hancur, namun hal itu seakan tidak memiliki harga di mata pimpinan yayasan. Masyarakat pun menuntut agar kasus ini diusut tuntas demi keadilan yang sejati bagi para korban dan keluarga mereka.

 


Jurnalis: Mamen

Tragedi Ponpes di Lombok Tengah: 1 Santri Meninggal, 2 Luka Bakar Parah di Rumah, Ketua Yayasan Emosi: "Saya Mantan Wartawan, Jangan Ancam-ancam Saya!"



Policewatch-Lombok Tengah

 07/03/2026.Tragedi mengerikan mengguncang Yayasan Pondok Pesantren R. A. I. NW Sengkol 2, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, pada Sabtu, 13 Desember 2025. Insiden kebakaran ini merenggut nyawa S. S. (17 tahun), sementara dua temannya, A. D. R. (16 tahun) dan S. A. H. (16 tahun), harus dirawat di rumah masing-masing dengan luka bakar parah dan bisa cacat permanen.

 

Kebenaran kejadian terungkap dari pengakuan korban lewat orang tua mereka. A. D. R. menceritakan kepada ayahnya, A., dan ibunya, N., bahwa ia dan teman-temannya dipaksa oleh R. (diduga pelaku) dan sering dipukuli jika menolak. "Saya dan yang lain disuruh-suruh sama R. Kalau tidak menurut, kami sering dipukuli," ujar A. D. R.

 

Pengakuan terakhir juga datang dari almarhum S. S. sebelum meninggal, yang bercerita kepada orang tua A. D. R. bahwa ia disuruh R. membeli dua botol bensin. "Satu botol disimpan di lemari, satu lagi dipakai buat bakar plastik di kamar. Saat dipindah ke wadah mika, terjadi ledakan dan kebakaran besar yang melukai kami bertiga," begitu cerita S. S. yang ditirukan oleh A. dan N.

 

Keluarga S. A. H. juga mengaku kaget saat mendapat telepon bahwa anaknya luka bakar parah. Ketua Yayasan, TGH A. M. R., yang mengantar S. A. H. pulang, awalnya bilang kejadian saat anak-anak bersih-bersih, namun berbeda jauh dengan cerita korban soal bensin dan paksaan.tuturnya kepada wartawan. 

 

Saat dimintai pertanggungjawaban, TGH A. M. R. justru mengaku "juga sebagai korban" dan mengalihkan tuntutan kepada R. Keluarga korban juga mengaku dilarang melapor ke polisi dan dipaksa berdamai dengan nominal Rp5 juta (dari usulan awal Rp10 juta) karena keterbatasan dana keluarga pelaku, dengan ancaman tersirat jika tetap melapor.

 

Selama tiga bulan, bantuan yang diberikan dinilai minim (total di bawah Rp3 juta) dan TGH A. M. R. hanya menjenguk dua kali. Ada juga dugaan penghapusan video kejadian karena pimpinan yayasan marah.

 

Tim media mendatangi kediaman TGH A. M. R. untuk meminta klarifikasi terkait kronologi dan berbagai tuduhan tersebut. Namun, alih-alih menjawab pertanyaan, ia justru merespons dengan nada tinggi dan emosional.

 

"Persoalan itu sudah selesai dan sudah ada perdamaian. Jangan diberitakan, saya sudah damai.  (sudah selesai urusannya)," tegas TGH A. M. R.

 

Tak hanya itu, ia juga menyinggung latar belakangnya dan menuduh tim media melakukan ancaman. "Saya juga pernah menjadi wartawan, jangan ancam-ancam saya," katanya. Padahal, selama proses wawancara, tim media hanya menanyakan kronologi kejadian dan fakta yang terungkap, tanpa ada kata atau sikap yang mengandung ancaman sama sekali.

 

Sebagai upaya melengkapi informasi, tim media juga meminta nomor ponsel beliau agar bisa menghubungi kembali jika diperlukan keterangan lebih lanjut. Namun, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh TGH A. M. R. .

 

Pernyataan dan sikap ini tentu berbanding terbalik dengan harapan keluarga korban yang ingin anak-anak mereka dirawat tuntas sampai sembuh. Kasus ini kini menjadi sorotan tajam dan masyarakat menuntut pihak berwenang turun tangan mengusut tuntas demi keadilan.

 Jurnalis

Mamen

VIRAL… BUPATI PMA PIMPIN GUBSU BOBBY DI PALAS, APA SEBABNYA… ?

 

Bupati Padang Lawas Putra Mahkota Alam jadi pemimpin/imam solat magrib


Palas, policewatch.news - Viral….Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif  kunjungan kerja ke Kabupaten Padang Lawas dan disambut oleh Bupati Padang Lawas Putra Mahkota Alam (PMA) Wakil Bupati Ahmad Fauzan Nasution (AFN), Sekda Panguhum Nasution M.AP, FORKOPIMDA, Pimpinan OPD Sumatera Utara, Staf Ahli, Asisten, Kabag, Pimpinan OPD, para Camat, para Kabag, Kepala Sekolah, Kepala Desa dan ORMAS, OKP dan Masyarakat yang hadir.

Rangkaian acara dalam tajuk syafari Ramadhan kunjungan Gubernur Sumatera Utara Bobby pada (2/3) di Masjid Agug Almunawwaroh Sibuhuan berlalu dengan tertib terkendali hikmat. Tidak lama berselang terlihat pada suatu momen yang menjadi viral.. Bupati PMA pimpin GUBSU Bobby di palas, apa sebabnya?

Momen yang tak biasa itu sontak menjadi sorotan masyarakat dan Insan Pers yang mendampingi Gubsu Bobby dari Medan serta beberapa insan pers Padang Lawas berusaha tidak mau melewatkan momen baik yang jarang terjadi seorang Bupati pimpin Gubernur yang menjadi atasannya dalam jajaran hirarki birokrasi pemerintah.

Gubernur Sumatera Utara Bobby dan jamaah lainnya pada saat kunjungan kerja Syafari Ramadhan di Masjid Agung Almunawwaroh Sibuhuan

Suasana yang penuh Bahagia atas kunjungan Gubsu Bobby berubah menjadi hening diruang masjid bertepatan waktu solat maghrib sudah masuk dan terihat Wakil Bupati Palas AFN mempersilakan Bupati PMA menjadi pemimpin/Imam solat magrib dan Gubsu Bobby bersama Wakil bupati dan jamaah lainnya menjadi makmum.

Disela kunjungan kerja Gubsu Bobby Nasution, atas nama pemerintahan Provinsi Sumatera Utara memberikan bantuan rehap dan kesejahteraan Mesjid Agung Almunawwaroh Sibuhuan sebesar lima ratus juta rupiah melalui pemkab padang lawas.

Sedangkan Bupati PMA sebelumnya menyampaikan pada arahannya bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang dialog dan kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat.

“Ramadhan mengajarkan kita nilai kesabaran, kepedulian, dan persatuan. Nilai inilah yang menjadi dasar dalam membangun Padang Lawas. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan berjalan seiring dengan aspirasi masyarakat,” pungkasnya diakhir arahan singkat. (AG)

Diduga Roti MBG Berjamur Beredar di SD Ligasari Desa Lengkong

 



Red, policewatch.news,- Dugaan roti berjamur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk siswa dan siswi SD LIGARSARI Yang berada di Kampung Cinoget desa Lengkong kecamatan Cipeundeuy menjadi perbincangan hangat di group Whatsapp para orang tua murid yang kini menuai sorotan, sehabis pada buka puasa jumat (27/2/2026)

M Rodhi irfanto selaku salah satu orang tua murid roti yang di duga sudah berjamur itu sangat tidak layak untuk di konsumsi dan akan dipersoalkan agar ditarik dan diganti dan juga tidak terulang lagi papar rodhi



Sejumlah poto dan video yang di unggah dalam group whatsapp para wali murid tampak sejumlah roti yang diduga sudah berjamur dan tak layak untuk di konsumsi ujar rodhi.. 

Program MBG merupakan kebijakan nasional untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak sekolah. Di Kecamatan Cipeundeuy kabupaten subang khususnya kami berharap pelaksanaannya menjadi perhatian jika ada makanan yang diduga tidak layak konsumsi.


Saya selaku wali murid meminta para pihAk agar melakukan pengawasan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang. Pungkas Rodhi

Piala Kapolri Karate 2026 Bakal Digelar di Tangerang – Ajang Pembuktian Diri Menuju Arena Internasional



Policewatch-Jakarta

Getaran persaingan bakal mengguncang tatami GOR Nambo Sport Center Kota Tangerang-Banten pada 18–21 Juni 2026, saat Kejuaraan Nasional Karate Piala Kapolri 2026 resmi digelar. Acara bergengsi ini tidak hanya jadi ajang perebutan podium, melainkan juga panggung bagi para karateka terbaik Tanah Air untuk membuktikan diri dan meraih tiket menuju jenjang kompetisi elite internasional.

 

Sebagai salah satu agenda penting dalam kalender pembinaan atlet nasional, kompetisi ini masuk dalam kurasi Pusat Prestasi Nasional (PUSPRESNAS), di mana setiap capaian atlet akan tercatat dalam sistem pendataan prestasi nasional dan menjadi dasar untuk pembinaan lebih lanjut.

 

Ketua Karate Bhayangkara Presisi, Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D., APU., menekankan makna lebih dari ajang ini. "Piala Kapolri 2026 bukan sekadar perlombaan rutin. Ini kesempatan emas bagi atlet untuk naik level, menunjukkan bahwa mereka layak bersaing di kancah dunia," ujarnya dengan semangat, sekaligus mengajak seluruh peserta untuk tampil maksimal dengan teknik terbaik, mental juara, dan sportivitas tinggi.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Kejurnas Karate Piala Kapolri 2026, Kombes Pol. Dr. Dewa Wijaya, M.H., memastikan bahwa seluruh persiapan sudah dilakukan dengan maksimal. "Kami siapkan sistem pertandingan profesional, wasit bersertifikasi nasional, hingga pengamanan terpadu agar acara berjalan tertib dan berstandar tinggi. Ini juga momentum emas bagi atlet muda untuk menunjukkan kemampuan dan mengharumkan nama daerah masing-masing," jelasnya, sekaligus mengimbau seluruh perguruan dan kontingen daerah untuk segera mendaftar dan melakukan persiapan intensif.

 

Selama empat hari pelaksanaan, GOR Nambo diprediksi akan dipadati oleh ribuan atlet, pelatih, dan pendukung dari seluruh Indonesia. Energi semangat dari tribun akan menyatu dengan dentuman kiai para peserta di atas tatami, menciptakan suasana yang penuh semangat kebangsaan.

 

Piala Kapolri Karate 2026 bukan hanya tentang medali dan gelar juara – ini adalah langkah awal untuk melahirkan generasi baru karate Indonesia yang siap membawa nama bangsa menghiasi panggung internasional.

 Mamen

Kadis PUPR Muara Enim Bungkam Enggan Berkomentar Terkait Paska OTT Anggota DPRD KH dan Tersangka RA

 



POLICEWATCH-SUMSEL 

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Suhermansyah.ST.saat meninggalkan kantor PUPR sekitar pukul 15.10 Wib, wartawan fakta langsung mengawal ke mobil kijang Innova ribbon warna silver nopol BG 1062 D dia hanya melambaikan tangan " enggan berkomentar dan langsung meninggalkan wartawan. 


Informasi yang dihimpun dari salah satu aktivis Muara Enim dia menjelaskan bahwa " pak Kadin dipanggil Bupati ada rapat terang Yusuf kepada wartawan Selasa (24/2/2026)


Hingga berita ini di publish Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim belum bisa dikonfirmasi dan enggan berkomentar 


Berita sebelumnya Penanganan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat oknum anggota DPRD Muara Enim Kholizol Tamhulis (KT) terus bergulir dan mulai mengarah lebih jauh. Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) membuka kemungkinan memeriksa jajaran Pemerintah Daerah, termasuk Bupati Muara Enim, terkait aliran dana Rp1,6 miliar dalam proyek irigasi bernilai Rp7 miliar.


Kepala Kejati Sumsel, Ketut Sumedana, melalui Kasi Penkum Vanny Yulia Eka Sari, menegaskan bahwa penyidikan tidak akan berhenti pada dua orang yang telah diamankan. “Perkara ini akan terus dikembangkan dan tidak menutup kemungkinan akan melakukan pemeriksaan dari staf Pemerintah Daerah termasuk Kepala Daerah,” tegasnya dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Rabu malam (18/2/2026).


Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa pusaran kasus bisa melebar ke lingkaran pengambil kebijakan.



Pada Rabu, 18 Februari 2026, Tim Penyidik Kejati Sumsel menangkap dua orang, yakni KT selaku anggota DPRD Muara Enim dan anaknya, RA. Keduanya diduga menerima uang sekitar Rp1,6 miliar dari pengusaha atau rekanan.


Uang tersebut disebut berkaitan dengan pencairan uang muka proyek Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu di Kecamatan Tanjung Agung, yang dikelola Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim. Nilai kontrak proyek itu tercatat sebesar Rp7 miliar.


Oknum Anggota DPRD Muara Enim ditangkap Kejati Sumsel atas dugaan gratifikasi proyek di Dinas PUTR Kabupaten Muara Enim.

Dugaan sementara, uang hasil transaksi tersebut kemudian digunakan untuk membeli satu unit mobil mewah Toyota Alphard warna putih dengan nomor polisi B 2451 KYR.


Untuk memperkuat pembuktian, tim penyidik melakukan penggeledahan di tiga lokasi berbeda di Kabupaten Muara Enim, yakni dua rumah milik KT di kawasan Perumahan Hunian Sederhana Greencity Blok Q5 dan Q6 Desa Muara Lawai, serta satu rumah saksi lainnya di Jalan Pramuka, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Muara Enim.


Dari hasil penggeledahan, penyidik menyita satu unit mobil Alphard putih, sejumlah dokumen penting, barang elektronik berupa handphone, serta berbagai surat yang dinilai berkaitan dengan perkara.


Sejauh ini, sedikitnya 10 orang saksi telah diperiksa untuk mendalami alur dana dan peran masing-masing pihak.


Dengan pernyataan terbuka dari Kejati Sumsel, publik kini menanti apakah penyidikan akan benar-benar merambah ke level kepala daerah. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola proyek infrastruktur di daerah.


Kasus ini tak hanya menjadi ujian bagi integritas wakil rakyat, tetapi juga menjadi sorotan terhadap sistem pengawasan proyek pemerintah daerah. Jika penyidikan berkembang hingga ke pucuk pimpinan, maka ini bisa menjadi babak baru dalam penegakan hukum di Muara Enim.

 (Bambang MD/Amrullah)

BGN Bantah Mitra MBG Raup Untung Rp1,8 Miliar: Itu Pengembalian Investasi, Bukan Laba Bersih!

 


 

Policewatch-Jakarta

 Kabar yang beredar di media sosial soal mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan untung bersih Rp1,8 miliar per tahun akhirnya diluruskan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa hitung-hitungan tersebut adalah asumsi fiktif yang tak sesuai dengan realitas bisnis dan investasi di lapangan.

 

Menurut Sony, angka Rp1,8 miliar yang sering disalahartikan sebagai laba bersih sebenarnya merupakan tahap pertama dan kedua dari proses pengembalian investasi mitra. "Rp1,8 m itu bukan margin atau keuntungan. Itu adalah pengembalian modal karena mitra harus mengeluarkan biaya besar untuk lahan, bangunan, dan peralatan yang standarnya jauh di atas dapur rumahan," ujarnya pada Minggu (22/2/2026) di Jakarta.

 

Ia menjelaskan, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG wajib memenuhi standar teknis yang sangat ketat demi menjaga kualitas dan keamanan pangan. Mulai dari penggunaan kompor bertekanan tinggi (high pressure), sistem pengolahan air limbah (IPAL), hingga penyaring lemak—semua harus sesuai spesifikasi. "Insentif itulah yang diberikan pemerintah sebagai bentuk penghormatan atas investasi yang dikeluarkan mitra," tambahnya.

 

Untuk membangun SPPG sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) 401.1 Tahun 2026, estimasi modal awal yang harus dikeluarkan mitra dari dana pribadi berkisar antara Rp2,5 miliar hingga Rp6 miliar, tergantung harga lahan dan lokasi. Dana ini masuk dalam kategori belanja modal atau capital expenditure (CapEx).

 

Selain isu keuntungan, isu afiliasi politik dalam pemilihan mitra juga turut mencuat. Namun, Sony menegaskan bahwa proses verifikasi tidak melihat latar belakang partai maupun kelompok usaha tertentu. Proses ini dilakukan oleh tim independen berjumlah 120 orang, di mana pimpinan BGN tidak terlibat langsung.

 

"Yang diverifikasi hanya nama yayasan, pemimpin, NPWP, NIB, dan lokasi. Apakah lokasi sesuai, dekat kandang ternak, atau daerah berbahaya—hanya itu. Kami tidak melihat ini punya partai apa, atau pengusaha siapa," bebernya.

 

Tak hanya tim verifikator, survei lapangan juga melibatkan sekitar 30 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tersebar di berbagai daerah untuk meninjau spesifikasi dan kondisi fisik dapur MBG. "Jadi tidak ada relasi dengan kelompok pengusaha besar atau partai politik di sini. Verifikator pun tidak tahu dan tidak melihat hal-hal tersebut," tutup Sony.

Mamen

Modus Penipuan Giveaway Ramadhan Mengatasnamakan RANS Entertainment Terungkap, Korban Laporkan ke Media PoliceWatch dan Minta Aparat Tindak Tegas



Policewatch-Lombok Tengah. 

Maraknya modus penipuan online yang memanfaatkan momen suci Ramadhan kembali terjadi. Kali ini, sebuah pesan berantai yang mengatasnamakan RANS Entertainment beredar luas, menawarkan hadiah giveaway senilai 50 juta rupiah dengan syarat menjawab kuis seputar keluarga Raffi Ahmad. Namun, aksi ini segera terbongkar setelah seorang warga mendeteksi modus penipuan tersebut dan melaporkannya ke Media PoliceWatch.

 

Dalam pesan yang diterima korban, pelaku mengklaim bahwa penerima pesan masuk dalam kategori peserta kuis giveaway khusus bulan suci Ramadhan dengan hadiah cek tunai sebesar 50 juta rupiah. Pelaku memberikan pertanyaan seputar nama asli anak kedua Raffi Ahmad dengan beberapa pilihan jawaban, lalu meminta korban mengirimkan jawaban beserta kode pemenang (KFC RANS) ke nomor WhatsApp yang tertera, yaitu 085743351542.

 

Mengetahui bahwa ini adalah modus penipuan yang umum terjadi, korban tidak menuruti permintaan tersebut dan membalas pesan dengan peringatan bahwa pelaku salah memilih target. Alih-alih menghentikan aksinya, pelaku justru merespons dengan kata-kata kasar dan menghina korban, menunjukkan ketidaksopanan dan niat jahat yang jelas.

 

Atas peristiwa ini, korban yang bertindak atas nama Kaperwil Media PoliceWatch mengambil langkah tegas. Ia melaporkan insiden tersebut dan meminta aparat penegak hukum untuk segera menangkap, mengusut, dan menindak tegas pemilik nomor ponsel yang terlibat, baik nomor 085743351542 maupun nomor 62 896-8254-6314 yang digunakan pelaku untuk berinteraksi.

 

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap pesan-pesan giveaway yang tidak jelas sumbernya, terutama yang mengatasnamakan tokoh publik atau perusahaan besar. RANS Entertainment maupun tokoh publik biasanya tidak meminta biaya atau data pribadi melalui nomor pribadi sembarangan," ujar perwakilan Media PoliceWatch. "Kami berharap aparat penegak hukum dapat segera menelusuri identitas pelaku dan memberikan sanksi yang tegas agar tidak ada lagi korban yang dirugikan," tambahnya.

 

Masyarakat dihimbau untuk tidak mudah percaya pada tawaran hadiah yang datang secara tiba-tiba, selalu memverifikasi informasi melalui akun resmi media sosial atau situs web yang terpercaya, dan segera melaporkan jika menemukan indikasi penipuan kepada pihak berwajib atau lembaga yang berwenang.

Jurnalis

Mamen

SUDIANTO, QH. S.Pd.I: Sosok Kepala Dusun Darmasaba Dasan Siap Maju Pilkades Keru 2026, Bawa Komitmen Pelayanan dan Kemajuan

 


 

Policewatch-Narmada

Suasana politik di Desa Keru, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, mulai memanas menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2026. Kabar terbaru menyebutkan, sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat dan memiliki rekam jejak pelayanan yang solid, Sudianto, QH. S.Pd.I, telah memastikan dirinya akan ikut serta dalam kontestasi pemilihan kepala desa setempat.

 

Sudianto, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dusun Darmasaba Dasan Desa Keru, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Keru. Keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan matang dan banyaknya dukungan dari warga yang menginginkan perubahan serta kemajuan yang lebih nyata di desa tersebut.ungkapnya kepada wartawan 21/02/2026 dikediamannya

 

Dalam keterangannya, Sudianto menyampaikan bahwa pengalamannya memimpin Dusun Darmasaba Dasan menjadi bekal berharga baginya. Selama menjabat sebagai kepala dusun, ia dikenal sebagai sosok yang responsif, mudah dijangkau, dan selalu berusaha menyelesaikan permasalahan warga dengan cepat. "Saya melihat banyak potensi di Desa Keru yang belum tergali maksimal, serta harapan warga akan pelayanan yang lebih baik dan pembangunan yang merata. Itulah yang mendorong saya untuk maju dan berbakti lebih besar bagi seluruh masyarakat Desa Keru," ujarnya.

 

Sudianto juga menekankan komitmennya jika nantinya terpilih menjadi kepala desa. Ia berjanji akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas warga, meningkatkan kualitas pelayanan publik yang transparan dan akuntabel, serta memberdayakan potensi ekonomi desa dan masyarakat. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan kebersamaan antarwarga sebagai fondasi utama kemajuan desa.

 

Masyarakat Desa Keru sendiri menyambut baik keputusan Sudianto untuk maju dalam Pilkades 2026. Banyak warga yang mengenalnya sebagai sosok yang rendah hati, tegas, dan memiliki visi yang jelas untuk memajukan desa. "Pak Sudianto sudah terbukti selama memimpin dusun, beliau selalu ada untuk warga. Kami berharap jika beliau menjadi kepala desa, Desa Keru akan semakin maju dan sejahtera," ungkap salah satu warga, 

 

Hingga saat ini, Sudianto masih mempersiapkan segala persyaratan dan strategi untuk menghadapi Pilkades 2026. Ia berharap dukungan dan kepercayaan masyarakat terus mengalir, sehingga ia dapat mewujudkan visi dan misinya untuk menjadikan Desa Keru sebagai desa yang mandiri, sejahtera, dan bermartabat.

 

 Jurnalis

M Hasbi

Ny. Heny Agus Purwanta: Diplomasi Akademik Indonesia–Malaysia Harus Berwujud Kolaborasi Nyata, Bukan Sekadar Seremoni

 


 

Policewatch-Lombok Utara

 19 /02/2026 – Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, menegaskan bahwa diplomasi akademik Indonesia di kawasan ASEAN tidak boleh berhenti pada seremoni dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) semata. Menurutnya, kerja sama lintas negara harus berujung pada implementasi konkret yang terukur dan memberikan dampak langsung bagi perguruan tinggi serta mahasiswa kedua negara.

 

Penegasan itu disampaikan Heny usai menghadiri kegiatan International Community Service atau Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional yang digelar Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) Banten. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja sama strategis ke Malaysia dan Singapura yang berlangsung pada 9–12 Februari 2026.

 

“Dengan kunjungan ini, saya berharap kolaborasi benar-benar direalisasikan melalui karya nyata. Mulai dari penelitian bersama di Indonesia maupun Malaysia, kerja sama pemasaran produk, perluasan pasar bagi mahasiswa yang menempuh studi bisnis, hingga program joint study bagi mahasiswa kedua negara,” ujar Heny, istri Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., dalam keterangannya pada Kamis (19/2).

 

Heny menambahkan, internasionalisasi tridarma perguruan tinggi harus menyentuh tiga aspek strategis secara bersamaan: penguatan riset, pengembangan kewirausahaan mahasiswa, dan akses pasar regional. Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing akademik dan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri.

 

Dalam agenda utama di Malaysia, rombongan IDRI Banten menandatangani MoU dengan Management & Science University (MSU). Kerja sama tersebut mencakup penyelenggaraan program double degree, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penguatan mobilitas akademik lintas negara sebagai bagian dari internasionalisasi tridarma perguruan tinggi.

 

Selain penandatanganan MoU, konferensi internasional juga digelar di SEGi University dengan menghadirkan akademisi dari Malaysia, Indonesia, dan Nigeria. Dalam forum tersebut, Associate Professor Dr. Irene Tan menyatakan kesiapan pihaknya untuk memperluas kolaborasi riset dan publikasi internasional bersama perguruan tinggi Indonesia.

 

Heny menilai, kerja sama yang terbangun harus diarahkan pada penguatan daya saing riil perguruan tinggi nasional, bukan sekadar memperluas jaringan administratif. Menurutnya, mahasiswa Indonesia harus diposisikan sebagai pelaku utama dalam arus globalisasi pendidikan dan industri, bukan sekadar menjadi konsumen.

 

“Kita harus mendorong kampus agar mampu melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan pasar ASEAN,” katanya.

 

Langkah ini dinilai sejalan dengan kebutuhan peningkatan kualitas publikasi ilmiah dan reputasi akademik Indonesia di tingkat internasional, yang selama ini masih menjadi tantangan dalam berbagai indikator pemeringkatan global.

 

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan kunjungan industri ke Karangkraf di Malaysia. Kunjungan ini bertujuan memperdalam pemahaman tentang manajemen publikasi, ekosistem media, serta strategi diseminasi hasil riset secara regional.

 

Kegiatan PKM Internasional tersebut diikuti oleh 14 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi akademik dan memperluas jejaring kolaborasi ASEAN.

 

Melalui kerja sama lintas negara ini, Heny berharap perguruan tinggi Indonesia mampu mempercepat transformasi menuju kampus berdaya saing global, adaptif terhadap perkembangan industri, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

 Jurnalis

Mamen

Janji Palsu Traktor "Aspirasi Dewan": M Rugi Rp19,5 Juta, Laporan Siap Dilayangkan ke APH

 


 

POLICEATCH-LOMBOK TENGAH 

Seorang warga berinisial M, warga Dusun Sengkol, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, menjadi korban dugaan penipuan dalam transaksi penjualan traktor yang bermula sejak awal tahun 2017. Hingga saat ini, unit traktor yang dibayarkan tidak kunjung diterima, bahkan kesepakatan damai pun dilanggar oleh pihak penawaran.

 

M menceritakan kepada wartawan, kronologi kejadian bermula pada tanggal 3 Januari 2017. Saat itu, ia ditawari unit traktor oleh seorang pria berinisial AA. Berdasarkan data KTP yang diketahui, AA merupakan warga Pedandan, Desa Tampaksiring, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, lahir di Punikasih pada 26 November 1989, dan berstatus sebagai karyawan honorer.

 

Dalam penawaran tersebut, AA menjanjikan bahwa traktor yang ditawarkan itu berasal dari "aspirasi Dewan" dengan harga Rp7.000.000 per unit. Berdasarkan kesepakatan, pengiriman atau penyerahan unit traktor dijanjikan akan dilakukan pada tanggal 15 Januari 2017. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan berlalu, janji penyerahan alat berat tersebut tidak pernah terwujud.

 

"Pada awalnya saya ditawari traktor oleh AA seharga Rp7 juta per unit pada 3 Januari 2017. Dia menjanjikan traktor itu berasal dari aspirasi Dewan dan akan diberikan pada 15 Januari 2017. Namun kenyataannya sampai sekarang traktor tersebut tidak ada wujudnya," ungkap M dengan nada kecewa.

 

Tidak hanya itu, untuk menyelesaikan masalah ini, kedua belah pihak sempat membuat kesepakatan damai atau pernyataan perdamaian (peace pernyataan). Akan tetapi, upaya musyawarah tersebut gagal karena pihak penawaran traktor kembali melanggar kesepakatan yang telah dibuat bersama.

 

Berdasarkan bukti kwitansi yang dimiliki oleh M, total kerugian finansial yang dialaminya mencapai angka Rp19.500.000. Kerugian tersebut merupakan akumulasi dari pembayaran yang telah diserahkan dengan harapan mendapatkan unit traktor yang dijanjikan berasal dari aspirasi tersebut.

 

Merasa dirugikan dan tidak ada itikad baik dari pihak lawan, M memutuskan untuk mengambil langkah hukum. Ia menyatakan bahwa kasus ini akan segera dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan peraturan yang berlaku, lengkap dengan data identitas terduga pelaku yang dimilikinya.

 

"Saya sudah berusaha menyelesaikan secara kekeluargaan bahkan sampai buat pernyataan damai, tapi tetap dilanggar. Apalagi dia menjanjikan hal yang ternyata tidak benar soal aspirasi Dewan. Akhirnya saya akan melaporkan kasus ini ke pihak berwajib segera," tegas M.

 

Hingga berita ini diturunkan, korban sedang mempersiapkan seluruh bukti dan dokumen pendukung, termasuk kwitansi pembayaran, surat kesepakatan damai yang dilanggar, serta data identitas terduga pelaku, untuk diserahkan kepada pihak berwajib guna menuntut keadilan.

Jurnalis

Mamen

Dorong Tambang Rakyat Legal dan Berbadan Hukum, PT Aradta Utama Mining Perkuat Pendampingan Koperasi

 



Policewatch-Mataram

Harga emas dunia terus merangkak naik dalam beberapa tahun terakhir. Namun di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), peningkatan nilai komoditas itu belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat di sekitar tambang. Realitas ini menjadi fokus utama dalam kegiatan ramah tamah dan bimbingan teknis koperasi tambang rakyat se-NTB yang digelar di Ballroom Rinjani 1, Hotel Lombok Raya, Mataram, pada Sabtu (14/2/2026).

 

Diinisiasi oleh PT Aradta Utama Mining, kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis mengenai upaya mendorong praktik pertambangan rakyat yang sehat dan legal melalui skema Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Acara ini dihadiri oleh sekitar 50 ketua dan pengurus koperasi, serta menghadirkan narasumber kunci: Irjen Pol (P) Hadi Gunawan (inisiator gerakan koperasi tambang rakyat yang tertib hukum), Direktur Utama PT Aradta Utama Mining Bangkit Sanjaya, Komisaris Utama R. Haidar Alwi, perwakilan Polda NTB melalui Kabidkum, dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB. Turut diundang namun berhalangan hadir adalah Gubernur NTB, Ketua DPRD Provinsi NTB, serta Kepala Dinas ESDM NTB.

 

Menata Legalitas di Tengah Lonjakan Harga Emas

 

Sesi pertama dimulai pukul 10.00 WITA dengan pembinaan teknis yang komprehensif. Materi tidak hanya mencakup administrasi perizinan, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai larangan penggunaan bahan berbahaya seperti merkuri, standar keselamatan kerja, hingga kewajiban reklamasi pascatambang.

 

Bangkit Sanjaya, Direktur Utama PT Aradta Utama Mining, menegaskan bahwa proses menuju tambang rakyat yang sehat dan legal harus dimulai dari kesadaran kolektif koperasi.

 

“Legalitas itu bukan sekadar dokumen. Dengan IPR, koperasi memiliki kepastian hukum, akses pembinaan, serta peluang kemitraan yang lebih luas. Ini tentang membangun sistem yang berkelanjutan,” ujarnya.

 

Bangkit juga menyoroti aspek tata ruang, menjelaskan bahwa peta Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak berada di wilayah hutan lindung. Hal ini telah melalui penelitian mendalam oleh jajaran pimpinan dan akademisi dari UIN Mataram dan Universitas Mataram (UNRAM). Pernyataan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi NTB terhadap tata kelola pertambangan berkelanjutan dan mitigasi bencana hidrometeorologi, serta diperkuat oleh kepatuhan PT Aradta Utama Mining dalam pelaporan berkala dan kelengkapan dokumen lingkungan. Langkah ini merupakan respons atas dugaan keterkaitan bencana seperti banjir dan tanah longsor dengan pengelolaan hutan dan pertambangan yang kurang hati-hati.

 

Sementara itu, Kabidkum Polda NTB, Kombes Pol Abdul Azas Siagian, yang hadir sebagai narasumber bidang hukum, membedakan secara tegas antara tambang ber-IPR dan tambang ilegal. Menurutnya, perbedaan mendasar terletak pada akuntabilitas.

 

“Tambang ilegal berisiko pidana karena dilakukan dengan tidak bertanggung jawab dan disinyalir menggunakan bahan kimia yang dapat membahayakan kelangsungan hidup masyarakat maupun ekosistem. Sementara itu, tambang berizin berada dalam pengawasan dan koridor hukum yang jelas,” jelasnya.

 

Dalam sesi Forum Group Discussion (FGD) yang digelar pada malam harinya, Irjen Pol (P) Hadi Gunawan mengajak peserta menelusuri sejarah pertambangan di Indonesia. Ia menekankan bahwa tambang rakyat yang legal lahir sebagai bentuk kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam dengan memberdayakan warga lokal. Namun, tanpa tata kelola yang baik, aktivitas ini bisa berubah menjadi persoalan hukum dan lingkungan, sehingga harus berjalan sesuai aturan IPR.

 

Ia mengaitkan pentingnya tambang rakyat yang sehat dan legal dengan visi pembangunan nasional yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas.

 

“Kalau tambang berjalan tanpa izin, tanpa standar lingkungan, lalu terjadi kecelakaan atau kerusakan alam, siapa yang bertanggung jawab?” tanyanya di hadapan peserta. “Negara hadir bukan untuk mempersulit, tapi untuk memastikan rakyat bekerja dengan aman dan hasilnya membawa kesejahteraan,” ungkap mantan Kapolda NTB itu.

 

Pernyataan ini menyentuh realitas NTB yang kaya sumber daya mineral, namun masih menghadapi tantangan kemiskinan di sejumlah wilayah. Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa sebagian desa di lingkar tambang masih bergantung pada sektor informal dengan pendapatan yang fluktuatif.

 

Forum juga mengangkat isu dampak sosial tambang ilegal yang jarang disorot secara terbuka. Selain potensi kerusakan lingkungan, aktivitas tanpa izin kerap memicu konflik antarkelompok, ketidakjelasan pembagian hasil, hingga hilangnya penerimaan daerah.

 

Sebaliknya, jika dikelola melalui koperasi berizin, hasil tambang dapat diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal—mulai dari pembukaan lapangan kerja yang lebih aman, peningkatan pendapatan anggota koperasi, kesejahteraan masyarakat di sekitar tambang, hingga kontribusi terhadap pajak dan retribusi daerah.

 

Model pendampingan manajemen oleh PT Aradta Utama Mining dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat proses legalisasi dan meningkatkan kapasitas koperasi. Melalui pendampingan teknis dan administratif, koperasi diharapkan mampu memenuhi seluruh persyaratan IPR.

 

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Diskusi berlangsung dinamis, bahkan disertai sejumlah pertanyaan kritis dari peserta terkait prosedur perizinan dan mekanisme pengawasan. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran baru di kalangan pengurus koperasi untuk bergerak menuju tata kelola yang lebih tertib.

 

Lonjakan harga emas global memang bisa menjadi peluang strategis bagi NTB. Namun, tanpa regulasi yang dijalankan secara konsisten, peluang tersebut berisiko menjadi sumber persoalan baru. Gerakan menuju tambang rakyat sehat dan legal menuntut komitmen bersama—dari koperasi, pemerintah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat sekitar tambang. Transparansi pengelolaan hasil dan kepatuhan terhadap standar lingkungan menjadi fondasi utamanya.

 

Di akhir kegiatan, semangat kolaborasi terasa menguat, namun peserta juga menyampaikan sejumlah kendala riil. Para pengurus koperasi menyatakan kesiapan untuk menempuh proses legalitas secara bertahap, namun mereka mempertanyakan proses penerbitan IPR yang dirasakan sangat sulit dan lamban. Hingga saat kegiatan berlangsung, baru satu koperasi yang menerima IPR, hal ini memicu kecemburuan di kalangan koperasi lainnya.

 

Peserta juga menyampaikan kekhawatiran: jika kepastian penerbitan IPR tak kunjung diberikan, dikhawatirkan sebagian warga akan kembali melakukan aktivitas tambang tanpa izin. Kondisi ini berisiko memicu maraknya kembali penambangan ilegal yang dapat berdampak pada kerusakan dan pencemaran lingkungan secara luas di wilayah NTB.

 

NTB memiliki kekayaan alam yang melimpah. Kini tantangannya bukan lagi sekadar menggali emas, melainkan memastikan setiap gram yang dihasilkan benar-benar membawa manfaat bagi rakyatnya. Jika tata kelola yang sehat terus diperjuangkan, bukan tidak mungkin tambang rakyat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah yang adil dan berkelanjutan.

M