Mengendapnya Buku Tabungan Simpel PIP Mulai Disoroti Komite Anti Korupsi

/ Kamis, 07 Mei 2020 / 13.37

Ilustrasi Buku Tabungan


# Temuan KAK Simpel PIP Tahun 2017 Belum Dicairkan 181 siswa pemilik buku Tabungan BRI # 

LAHAT|POLICEWATCH, Terbongkarnya buku tabungan simpel (Simpanan Pelajar) penerima PIP, fase 1 SK Tahap 2, untuk siswa sekolah dasar bantuan program Jokowi yaitu Program Indonesia Pintar (PIP) padahal siswa sudah mendapatkan virtual Account dan nomor rekening, ujar " Rangga dimana seharusnya buku tabungan Berlogo BRI, sempat mengendap dari tahun 2018, 

Ada 64 siswa murid di SDN 03 Sungai Laru, Kikim Tengah, Kabupaten Lahat, dilaporkan oleh Ketua Komite Sekolah Drs, Rangga Guritno, atas tidak cairnya buku tabungan pada tahun 2018, sesuai data seperti ada temuan Simpel BRI untuk Di Kabupaten Lahat 181 buku tabungan simpel ini belum bisa dicairkan ujar " Rangga berdasarkan surat dari Dirjen Kementerian pendidikan RI yang ditujukan kepada kepala dinas Pendidikan Kabupaten Lahat perihal pengujian keabsahan dan pencairan Dana PIP 2017. Nomor surat : 0367/C3/KU/2020 dan menindaklanjuti surat dari BPK-RI nomor : 05/ST/VIII/01/2020.

Sehingga ini menambah preseden buruk  bagi dunia pendidikan dalam penyaluran bantuan PIP, kasus in menurut Rangga ada dugaan  indikasi pencucian uang alias monny laundry dari data saya dapatkan hasil penelusuran belum lama ini ditemukan beberapa siswa murid SDN 03 Sungai Laru Kikim Tengah ,belum mendapatkan bantuan Program Indonesiandonesia Pintar (PIP).kata " Rangga kepada policewatchnews, 

Sehingga kasus ini menarik bagi saya, diduga ada monny laundry (pencucian uang), ini baru satu sekolah kita temukan, belum yang lain, padahal seluruh SD dikabupaten Lahat jumlahnya ratusan, namanya mengendap kan uang di rekening itu pidana, padahal seharusnya diberikan kepada mereka yang punya hak, seperti kasus SDN 03 Sungai Laru, baru diberikan setelah adanya laporan dari saya selaku ketua komite sekolah SDN 03 Sungai Laru menemui pimpinan unit Bank BRI Tanjung Aur sehingga pihak pimpinan kepala cabang Bank BRI Lahat memerintahkan segara direalisasikan simpel kepada kepala sekolah SDN 03 Sungai Laru Kikim Tengah Ibu Elly Haryati.Spd. sudah diterima oleh Siswa.

Ketua Komite Anti Korupsi Kabupaten Lahat Drs.Rangga Guritno akan melaporkan kasus ini ke Kejagung RI dalam waktu dekat, adanya dugaan pencucian uang ( monny laundry) seharusnya uang di bank BRI untuk bantuan Program Indonesia Pintar pada tahun 2018, belum lagi Simpel tahun 2017 ada 181 siswa penerima PIP belum juga bisa dicairkan, dan siswa yang menerima haknya, baru diberikan pada Mei tahun 2020, berati uang 125 siswa itu sudah mengendap dua tahun direkening BRI, ini ada apa patut diduga ada permainan antara oknum Dikdas Lahat dengan oknum di BRI unit, ungkap" Rangga

Lanjutnya kita sudah membuat surat resmi nomor : A1-007/KAK/06/V/2020,ditujukan kepada Kejaksaan Negeri Lahat ditembuskan kepada yth: Jaksa Agung RI dijakarta, Jampidsus, Komisi Kejaksaan RI, Ombudsman RI, Menteri Keuangan RI, dan Kejati Sumsel tegas " Guritno

Reporter : Bambang.MD
Komentar Anda

Berita Terkini