Kontraktor H Amir: Yakin Gedung Perpustakaan Di Muara Enim Selesai Akan Tepat Waktu

 

Muara Enim policewatch news.-Kontraktor di Muaraenim sejak 12 tahun yg lalu yakin gedung Perpustakaan akan selesai tepat waktu,pengecoran lantai atas selesai, 40 tenaga kerja saat ini,

Pembangunan gedung perpustakaan yg dimenangkan tender oleh PT WIRAJAYA SARANA banting arga 17 persen  berjalan lancar, saat ini pekerjaan kontruksi inti sudah selesai, sekarang pokus pengerjaan plapon , sekat dinding dan lainya,sementara pekerjaan acv akan dikerjakan minggu depan ini ujar H amir

pengecoran lantai atas selesai, 40 tenaga kerja saat ini,

 semua tukang yg diperkerjakan sudah sangat berpengalaman di gedung , apalagi pembangunan gedung  ini diawasi langsung oleh bapak ir wido prayogi selaku GS gedung perpustaan dan bapak Ainal selaku logistik perusahaan P T wirajaya sarana,

 Untuk percepatan ini langka H Amir minggu lalu, menarik semua tenaga kerja kontruksi ( tenaga pembesian yg sudah menyelesaikan pekerjaannya ) dg menggantikan tenaga yg spesipik,  keluar 25 orang tenaga pembesian dan masuk tenaga baru 30 orang tenaga lisrtrik , tenaga plapon dan tenaga yg lainnya , dg jumlah tenaga kerja saat ini 40 orang, saya sangat yakin akan selesai tepat waktu  dan juga saya belum memperkerjakan lembur malam, karena semua pekerjaan masi berjalan sesuai rencana kata H Amir dg semangat


 Pembangunan gedung perpustakaan yg dimenangkan tender oleh PT WIRAJAYA SARANA banting arga 17 persen  berjalan lancar, saat ini pekerjaan kontruksi inti sudah selesai, sekarang pokus pengerjaan plapon , sekat dinding dan lainya,sementara pekerjaan acv akan dikerjakan minggu depan ini ujar H amir


(Tim)

Beredar Viral Di Washaps Bukti Transfer 10 Juta Ke Rek Pengurus Asosiasi Inisial GAS

 

POLICEWATCH.NEWS - Viral di Dunia Washaps beredar bukti  transfer uang senilai Rp 10 juta, ke rek inisial GAS, selaku bendahara asosiasi batubara, bukti transfer uang Rp10 juta tersebut beredar di grup media, mungkin bukti transfer pihak perusahaan menginginkan transparansi untuk dana kompensasi debu batubara, adanya gejolak emak emak di Merapi Area, mempertanyakan uang debu batubara dari pihak perusahaan  belum signifikan dalam penyaluran ke masyarakat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga membuat kegaduhan seperti sebelumnya emak emak aksi demo, di depan perusahaan di jalan umum hingga terjadi kemacetan panjang, emak emak ini menginginkan agar yang dipercaya oleh pihak perusahaan dan Transportir uang kompensasi debu batubara transparan dalam pendistribusian yang memang hak mereka yang menerima, 


Belum lama ini di kantor camat Merapi Barat diadakan pertemuan hari Jumat (12/12/2021) rapat membahas tentang kompensasi debu batubara, rencana " Emak Emak akan demo di kantor gubernur Sumsel, namun ditunda atas himbauan Camat Merapi Barat Sumarno, dan Kapolsek, pertemuan ini juga dipimpin oleh camat Merapi barat, dihadiri camat Merapi timur, Danramil, Kades, Forum Emak dan diliput oleh sejumlah awak media dalam acara tersebut,


Dalam acara pertemuan rapat sempat terjadi ketegangan Kartini selaku Ketua dan juga kordinator aksi demo ia mengajak tetap akan demo pada tanggal 15,16, dan 17 ,apabila ini tidak terealisasi , sambungnya lagi  mengatakan kepada  pihak perusahaan hanya " janji dan kami juga sempat ditakuti bahwa di belakang perusahaan " Ada bintang " bukannya memberikan solusi malah emak emak ditakut takuti dibelakang salah satu perusahaan dibelakangnya ada jendral " ungkap Kartini dijelaskan dalam pertemuan tersebut.


Dalam pertemuan tersebut dihadiri juga ketua Asosiasi didampingi Bendahara, pihak perwakilan perusahaan tambang dan Transportir, 


Salah satu Transportir dia menjelaskan dalam pertemuan yang digelar di gedung pertemuan kantor camat Merapi Barat dia menyampaikan " kawal truk aku melintas di siang hari setiap bulan saya kasih 350 juta, kepada emak emak yang hadir dalam pertemuan tersebut, dan itupun disimak oleh perwakilan perusahaan yang hadir dari PT.BMS, Darmawansyah, PT RUBS, Manurung,  PT. PRIHAMANAYA ENERGI Grup, pak Iskandar, PT.GGB ada pak Edi ikut terpantau oleh awak media, dihadiri lembaga swadaya PPLMT, IEEPL Merapi Barat, dan ketua asosiasi hauling Rozi bersama Gede selaku bendahara hadir di pertemuan tersebut.(tim investigasi)

BAHAGIA SEKALI, KOMPAKNYA PAGUYUBAN KERUKUNAN JAWA TENGAH DI SULTRA DI TEMUI TAJ YASIN DAN LANGSUNG VIDIEOCALL GANJAR.

 


KENDARI POLICEWATCH NEWS - Paguyuban Kerukunan Jawa Tengah di Sulawesi Tenggara bahagia saat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyempatkan diri menemui mereka di Kendari.

Tak hanya itu, Orang Nomor 2 di Jawa Tengah tersebut juga mau menyambungkan Paguyuban Masyarakat Jateng di Sultra dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, melalui Videocall WhatsApp.

Melalui videocall, Masibun, ketua Paguyuban Kerukunan Jawa Tengah di Sultra, menyampaikan rasa syukurnya kepada Ganjar lantaran sudah dikunjungi Wagub Jateng. Dia mengharap agar bisa juga bertemu dengan orang nomor satu di Jateng.

"(Saya) Masibun pak, alhamdulillah hari ini bisa silaturhami dengan pak wagub, maturnuwun ini pak," kata Masibun, mengawali perbincangannya dengan Ganjar, Minggu (14/11/2021).

Masibun menambahkan, jika dirinya sudah beberapa kali ditanya oleh masyarakat asal Jawa Tengah terkait kapan didatangi oleh pemimpin-pemimpin Jawa Tengah. 

"Sampun ditenggo teng ngriki (sudah ditunggu di sini). Kalawingi, nalika wayangan kulo sampun ditakoni pak ramane dewe arep rene kapan ya? Sampun ditunggu-tunggu (kemarin saat wayangan, saya sudah ditanya, pak bapaknya kita? Sudah ditunggu-tunggu)," tambah Masibun.


Menanggapi hal tersebut, Ganjar mengucapkan salam kepada seluruh anggota Paguyuban Kerukunan Jawa Tengah di Sulawesi Tenggara. Dia juga mengatakan akan berupaya menemui mereka jika ada kesempatan.

"Nek Kalih kulo gampang, sing penting kalih Gus Yasin ben didongani (Kalau sama saya gampang. Yang penting, sama Gus Yasin biar didoakan). Sekarang sama Gus Yasin dulu, nanti saya ke sana," kelakar Ganjar diikuti tawa seluruh anggota paguyuban.

Usai Videocall, Taj Yasin memberikan pesan kepada anggota Paguyuban agar tetap menjaga kerukunan. Dia menjelaskan bahwa salah satu slogan yang digunakan saat ini adalah Jawa Tengah Gayeng.

"Jadi kita minta agar masyarakat tetap menjaga kerukunan. Di bawah naungan NKRI, artinya bukan hanya jawa saja, tapi dengan seluruh masyarakat Indonesia. Kalau Gayeng itu adalah Ganjar Yasin Untuk Jateng, itu dulu plesetan kami," kata Taj Yasin sembari bercanda kepada anggota paguyuban.

Taj Yasin juga mengapresiasi kepada Paguyuban Kerukunan Masyarakat Jateng atas kekompakan mereka. Dia menilai, bukan hanya di Sulawesi Tenggara saja, namun di seluruh Provinsi di Indonesia. Menurutnya, hal itu yang harus terus dijaga.

Dia menegaskan akan segera menyampaikan salam dan kerinduan anggota paguyuban tersebut kepada Ganjar.

"Kemarin waktu saya mau ke sini, mampir di Jakarta ketemu beliau. Saya ditunjuk untuk mewakili datang kemari (Kendari). Nanti setelah sampai di Semarang akan saya sampaikan salam njenengan semua ke beliau,"tutupnya.

(Sus)

Makin Brutal, Maling Motor di Grati Nekat Lemparkan Boom Ikan dan Acungkan Clurit ke Warga

 





POLICEWATCH. NEWS, PASURUAN-- Aksi Maling motor lempar Bom Ikan atau biasa di kenal dengan sebutan Bondet dan acungkan Clurit panjang berhasil di abadikan warga, kejadian tersebut di dekat wisata Danau Ranu Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, vidio tersebut beredar di media sosial.

Vidio berdurasi 4 detik tersebut terdengar suara seorang pria berteriak ada maling sepeda motor dan vidio itu juga tampak jelas seorang pria berkaos merah bercelana jeans jatuh tersungkur dihajar massa lalu melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor dengan membonceng temanya seorang pria memakai jaket abu-abu yang kemudian melempar bom bondet ke arah warga sambil mengacungkan Celurit panjang lalu bergegas kabur. 

Sementara itu Kapolsek Grati AKP Wilang Polres Pasuruan Kota, saat di konfirmasi awak media membenarkan vidio yang beredar di media sosial tersebut dan memastikan tidak ada korban usai maling melemparkan bom ikan. Minggu (14/11/2021)

"Bom diketahui dilempar seorang pria berjaket abu-abu yang dibonceng pelaku berkaos merah. Aksi keduanya terekam video di salah satu ponsel milik warga yang kemudian tersebar di grup media sosial. Bondet yang dilemparkan tersangka ke arah warga tidak menyebabkan adanya korban jiwa," jelas Kapolsek Grati, AKP Wilang Langsung.

Lebih lanjut AKP Wilang mengatakan, maling tersebut gagal mencuri motor di kawasan perdagangan dekat pertigaan Jalan Wisata Danau Ranu, setelah gagal menjalankan aksinya karena ketahuan warga, maling tersebut kemudian melemparkan Bom ikan ke arah warga.

"Saat ini, Unit Reskrim Polsek Grati dibantu Satreskrim Polres Pasuruan Kota melakukan penyelidikan untuk mengejar dan memburu pelaku,"tukas AKP Wilang. (Dr)


 

GUS MUNIP : PAVINGISASI“ DISAMPING RAMAH LINGKUNGAN, MASYARAKAT MUDAH MEMPERBAIKI" UNTUK JALAN YANG RUSAK

 

Gus Munip


BANYUWANGI,POLICEWATCH.NEWS-“Banyak jalan rusak, untuk jalan lingkungan saya mengusulkan pavingisasi, Di Samping Ramah lingkunan, Masyarakat Mudah Memperbaiki”, demikian disampaikan Dr. KH. Ahmad Munib Syafaat  anggota komisi I DPRD Kabupaten Banyuwangi dari Fraksi PKB dapil 4, meliputi kecamatan Bangorejo, Gambiran, Pesanggaran, Purwoharjo, Siliragung, Tegalsari 14/11/2021 

Dalam menanggapi Pertanyaan awak media terkait berita viral topiknews.co.id Aksi tanam pohon pisang ditengah jalan rusak oleh warga Dusun Sumberurip, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi 13/11/2024 

Aksi tanam pohon pisang ditengah jalan rusak oleh warga Dusun Sumberurip, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi di karenakan adanya rombongan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani yang hendak melakukan kunjungan kerja ke wilayah Mbaong masuk Dusun Sumberurip yang melewati jalan yang rusak parah.


Dikutip dari topiknews.co.id Camat Siliragung Mujiono, menyampaikan :  “Apa yang dilakukan warga kurang tepat, dengan alasan apapun pohon pisang tidak boleh ditanam di tengah jalan, harusnya jika memang ada jalan rusak bisa diusulkan ke pemerintah desa untuk dilakukan perbaikan”, 13/11/2021 topiknews.co.id Terkait Aksi Warga Sumberurip Tanam Pohon Pisang Ditengah Jalan Rusak, Ini Respon Camat Siliragung

Sedangkan kepala desa Barurejo Ahmad Zaenuri melalui sambungan whatsapp menyampaikan, : “Itu jalan tepat di Depan Haji Asrofi almarhum, ada dua kubangan untuk timur dan barat kubangan masih padat, Saya selaku kepala desa dengan Prioritas Utama sesuai aspirasi warga Sumberurip-Sumbermanggis, adalah pecah desa, sekarang dalam proses, kedua PTSL dan sudah Saya daftarkan di BPN Banyuwangi”. 

“Untuk jalan, Jalan Hotmick dari Jembatan dan Paving sampai pertigaan Pesantren Mambaul Huda,Paving kemantren ke selatan, sambung Hotmick itu usulan Musrenbang, era Kepala Desa Pak Dowi, Jalan Hotmick ke arah SMPN satu atap, usulan Musren 2017, Paving depan Balai Dusun Sumberurip, Anggaran  Jasmas, 

Yang Sumbermanggis paving timur balai dusun dana desa, paving masjid Asy Syuhada', Paving depan kadus Anton ke utara anggaran PU Bina Marga, paving depan Pak Saiman dana desa dan masih 4 titik lagi di Sumberumanggis yang belum dikerjakan, warga ya harus sabar”, urai Kepala Desa Barurejo, yang biasa di panggil Pak Zaen. 

“Pesatnya perkembangan teknologi digital, pemerintah terutama pemerintah daerah kabupaten Banyuwangi di tuntut transparan dalam mengelola anggaran, apa yang terjadi di belahan bumi mudah menyebar, ke belahan bumi yang lain, Saya mendukung aksi warga tersebut, itu salah satu cara menyampaikan aspirasi,  sekarang banyak jalan rusak, untuk jalan lingkungan Saya mengusulkan pavingisasi, di samping ramah lingkunan, masyarakat mudah memperbaiki”. pungkas Dr. KH. Ahmad Munib Syafaat, akrab di panggil Gus Munib, yang juga Rektor Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung, Banyuwangi.

(Sus)

Beredar di WhatsApp Ada Kwitansi Uang Puluhan Juta Dari Perusahan Ditanda Tangani Oknum Ketua PPLMT

 

Pewarta : Bambang.MD



POLICEWATCH.NEWS  - LAHAT-  Oknum ketua PPLMT diduga menerima uang dari beberapa perusahaan dengan modus debu batubara yang berdampak ke masyarakat disekitar pinggir jalan, oknum tersebut dengan berteriak menyuarakan aksi " bahwa masyarakat Merapi timur terkena dampak debu batubara, akibat angkutan batubara yang melintas dijalan umum, namun ironis nya pejuang aktivis debu batubara mencederai hanya sebatas uang segepok dari pihak perusahaan,

Oknum tersebut ketua PPLMT telah menerima uang dalam kwitansi sejumlah Rp 37,500.000, (Tiga Puluh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) untuk kompensasi penanggulangan dampak debu di jalan lintas negara, ditulis dalam kwitansi tersebut.

Yang dipertanyakan uang tersebut apa benar diberikan ke masyarakat untuk Desa Sirah Pulau, Gunung Kembang, Prabumenang, Banjarsari, Arahan, Gedung Agung, Tanjung Jambu bagi warga yang terkena dampak debu batu bara pemukiman di pinggir jalan, 

Uang yang diberikan dari pihak perusahaan baik pemilik IUP, maupun Transpotir angkutan batubara ke oknum ketua PPLMT ini jelas pungli tidak bisa dipertanggung jawabkan modus nya dampak debu batubara, untuk meraup uang dari pihak perusahaan secara yuridis melanggar hukum adanya indikasi dugaan pungutan liar, kami minta pihak penegak hukum untuk ditelusuri kemana saja aliran dana itu, karena tidak bisa dipertanggung jawabkan secara hukum, dan audit keuangan dana kompensasi yang diterima oleh PPLMT bagaimana mempertanggujawabkan secara laporan keuangan,itu jelas modus untuk meminta uang dengan perusahaan berteriak " Debu Batu Bara " meminta kompensasi oleh oknum tersebut.

Padahal dari perusahaan tambang batubara, yaitu dana CSR, diberikan kepada yang berdampak ke masyarakat khusnya untuk Ring 1,2 dan 3, ini jelas di undang undang minerba tahun 2009,  diwajibkan bagi perusahaan pemilik IUP memberikan dana CORPORATE SOSIALITY RESPONSIBILITY (CSR),


dilansir dari penanewinvestigasi.com

Sumsel Lahat,

Seiring dengan konflik angkutan batubara dan polemik permasalahan pembayaran kompensasi debu yang diakibatkan oleh perusahaan transportir Batubara yang melewati jalan umum .( Lahat , 30 / 10/2021)

" Memang kami ajukan seluruh perusahaan ini untuk bikin jalan sendiri , Sebelum dio buat jalan sendiri , Perusahaan harus peduli kepada kepada masyarakat , Walaupun cakmano , Masyarakat jangan jadi korban debu , Terlalu......"

Gerutu Kartini , Ketika dibincangi awak media dikediamannya .

Menyebut tentang kompensasi debu terhadap terhadap sejumlah perusahaan misalnya PT BSR  , PT RUBS , PT BMS , PT DAS  ,  PT LDP serta kemungkinan perusahaan transportir Batubara lainnya yang pengumpulan dan distribusinya dilakukan oleh Kartini melalui Persatuan Peduli Lingkungan Merapi Timur  (  PPLMT ).

" .....Tuntutan kami ni mesti setiap perusahaan 10 juta  - 10 juta itu , Harus dio  pake per ton  , Tonase angkutan batubara itu ...." Jelas Kartini 

Sebagaimana diketahui , CSR adalah pendekatan bisnis dengan memberikan atensi dan pembangunan yang berkelanjutan dengan memberikan manfaat ekonomi ,sosial , dan lingkungan dan aktivitas perusahaan maupun pemangku kepentingan.

Aktifitas sebuah perusahaan yang tentunya berkemungkinan untuk beresiko dan berpotensi terhadap lingkungan ( Damage Of Enviroment  ) . Tentunya dengan keberadaan CSR perusahaan , Diharapkan dapat membantu dan meminimalisir efek sistemik dan resiko yang ditimbulkan oleh aktivitas perusahaan tertentu.

Berdasarkan UU Perseroan Terbatas dan PP No 47  /2012 yang menyebutkan bahwa besaran dana CSR tidak spesifik , Sesuai dengan kemampuan finansial perusahaan itu sendiri . Namun tetap diperhitungkan berdasarkan kepatutan dan kewajaran .

Menanggapi hal tersebut , Kapolres Lahat AKBP Ahmad Gusti Hartono SIK , Ketika dihubungi awak media Menyebutkan bahwa persolan tersebut sebenarnya bersumber pada konflik kompensasi yang diinginkan warga terhadap perusahaan transportir Batubara di wilayah kabupaten Lahat .

" Itu adalah permasalahan permintaan kompensasi debu akibat dari konflik angkutan batubara melewati jalan umum " Terang Kapolres Ahmad Gusti Hartono kepada awak media

IPengurus DKM Masjid Jami Darul Muhsinin 1 Kalibaru adakan Kegiatan Rutin Santunan Yatim dan Dhuafa

 

Laporan: Amun JG


      BEKASI. POLICEWATCH.NEWS:

Sebanyak 50 orang anak yatim, dan dhuafa di lingkungan Masjid Jami Darul Muhsinin 1 Kalibaru dan sekitarnya. yang Rutin diadakan setiap bulannya. yang dihadiri Ketua Pejuang Siliwangi Indonesia PAC Medan Satria H. Paryadi, SE, Sesepuh H. Abdu Rozak, tokoh masyarakat dan tokoh agama 14/11/2021

Pembacaan ayat suci Alquran oleh Ustad Ade Sutisna.

Ketua Pejuang Siliwangi Indonesia PAC Medan Satria Kota Bekasi H. Paryadi, SE saya sangat mengapresiasi kegiatan santunan tersebut, karena saat ini banyak yang kehilangan pendapatan baik pekerja maupun pedagang, ini sangat membantu untuk mereka. 

Ia juga mengajak kepada jamaah, mengingatkan dalam (QS. Al-Munafiqun 63 : Ayat 10) 

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

wa angfiquu mimmaa rozaqnaakum ming qobli ay ya-tiya ahadakumul-mautu fa yaquula robbi lau laaa akhkhortaniii ilaaa ajaling qoriibing fa ashshoddaqo wa akum minash-shoolihiin

"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), "Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.""

(QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 10)

H. Paryadi, SE pun berharap kegiatan serupa 

dapat dilakukan kembali, mengingat santunan yatim dan dhuafa terhadap warga khususnya di lingkungan Masjid Jami Darul Muhsinin 1 Kalibaru, dapat membantu meringankan beban ekonomi di tengah kesulitan masyarakat saat ini "tegas H. Paryadi".


Sementara itu, Imam Purnama Sekretaris DKM Masjid Jami Darul Muhsinin 1 Kalibaru, menyampaikan program santunan ini terlaksana atas kerja sama pengurus DKM dan jamaah Masjid Jami Darul Muhsinin 1 Kalibaru. 


Menurut Imam, kegiatan santunan ini menunjukkan kepedulian pengurus kepada orang Lain terutama anak Yatim dan Dhuafa memperhatikan kondisi keadaan masyarakat di sekitar Masjid. "kata Dia"


Ditempat yang sama Dhuafa yang tidak mau disebut namanya menyampaikan Alhamdulillah, setiap bulannya saya dapat santunan dari Masjid Jami Darul Muhsinin 1 Kalibaru, untuk biaya hidup karena saya tidak punya pendapatan tetap, apalagi dimasa sulit seperti sekarang. 


saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus DKM Masjid Jami Darul Muhsinin 1 Kalibaru semoga selalu diberi kesehatan dan umur panjang program dan kegiatan selalu diberikan kelancaran Aamiin 3x YRA "kata dia".

WAKIL WALI KOTA BEKASI SENAM BERSAMA WARGA KODAU DIRANGKAI DENGAN PELETAKAN BATU PERTAMA PENGEMBANGAN MASJID NURUL HIDAYAH

 Minggu, 14 November 2021

Laporan: Amun JG

   KOTA BEKASI.POLICEWATCH.NEWS:

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Dengan didampingi Istri Wiwiek Hargono penuhi undangan senam bersama Warga Komplek Kodau V Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Minggu (14/11/2021). Kegiatan tersebut dirangkai dengan peletakan Batu Pertama renovasi dan pengembangan Masjid Nurul Hidayah RW 02 Jatimekar.

Sebanyak kurang lebih 200 orang peserta senam diarea terbuka lapangan Komplek Kodau V, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan menggunakan masker dan ketersediaan sanitizer dilokasi tersebut.

Disela acara senam, Tri Adhianto beserta Istri memberikan fun game kepada peserta senam yang hadir, dengan memberikan 4 buah raket bulutabgkis, 1 bola voli dan 1 bola sepak, Warga tampak antusias dibuatnya.

Usai melakukan senam bersama, pria yang akrab disapa dengan panggilan Mas Tri, langsung melanjutkan kegiatan peletakan batu pertama renovasi dan pengembangan area masjid nurul Hidayah.

Ketua panitia pembangunan Masjid Kolonel purnawirawan H. Gunawan. menyampaikan awal berdiri Masjid pada tahun 1982, dalam kurun waktu tersebut baru 4 kali melakukan renovasi ringan, diatas tanah seluas 1360m² dirasa belum cukup untuk memenuhi kapasitas warga RW 2 Komplek Kodau apabila hendak melakukan peribadahan.

"Demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan ibadah, Kami selaku panitia pembangunan menyampaikan target pembangunan adalah penambahan area dan merubah bentuk Masjid yang tadinya 1 lantai menjadi 2 lantai," ujar Kolonel Purnawirawan H. Gunawan.


Sebelum berlanjut kepada peletakan Batu pertama, Tri Adhianto dalam sambutannya menyampaikan bahwasanya Mas Tri Beserta Istri akan menyumbangkan semen sebanyak 100 sak semen, sebagai bentuk kecintaan kepada Rumah Ibadah, dan warga masyarakat Kota Bekasi.


"Demi kecintaan saya kepada rumah ibadah dan warga masyarakat Kota Bekasi, saya beserta istri akan memberikan donasi berupa semen sebanyak 100 sak, dengan harapan pembangunan dan renovasi Masjid Nurul Hidayah dapat segera terealisasi," tutup Tri.

Ditegur Korban Saat Kondisi Miras, Seorang Pria di Kempo Kabupaten Dompu Lakukan


  POLICEWATCH-Dompu NTB.

Peristiwa pembacokan sering terjadi, diakibatkan mengkonsumsi minuman keras,dan kini terjadi di Dusun Tolo Mboda, Desa Kempo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Jum’at malam tanggal 12 Nopember 2021.

Petugas anggota Polsek Kempo menerima laporan dari masyarakat mengenai penganiayaan menggunakan senjata tajam terhadap salah seorang warga Dusun Tolo Mboda yang dilakukan oleh seorang pria warga Dusun Oi Lanco, Desa Kempo, Kecamatan Kempo.


                   Korban

Suryawansyah (28),  Petani, alamat Dusun  Tolo mboda,  Desa   Kempo,  Kecamatan  Kempo menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam oleh pelaku M A, Laki - laki, (23), Petani, warga Dusun  Oi Lanco,  Desa  Kempo,  Kecamatan  Kempo, yang tidak terima ditegur oleh korban.

Korban yang pada malam itu mendapati sekelompok orang yang sedang duduk mengkonsumsi minuman keras di dekat rumahnya mendatangi dan memberikan teguran agar tidak melakukan aktifitas tersebut, namun pelaku yang pada saat itu telah berada dibawah kendali alkohol akibat konsumsi minuman keras tersinggung dengan perkataan korban. Kehilangan akal sehat pelaku kemudian mengambil sebilah clurit dan langsung melakukan pembacokan terhadap korban.

Melihat kejadian tersebut warga di sekitar lokasi melapokan kejadian tersebut ke Polsek Kempo. Menanggapi laporan masyarakat anggota Polsek Kempo segera menuju TKP dan segera membawa korban yang menderita luka sobek pada siku tangan sebelah kiri akibat tindakan pelaku untuk menerima perawatan medis di Puskemas Kempo, sementara pelaku langsung melarikan diri.

IPTU Zuharis selaku Kapolsek Kempo melalui anggotanya mengatakan “saat ini anggota Polsek Kempo tengah memburu pelaku yang sudah diperoleh identitasnya untuk dilakukan proses hukum atas perbuatannya agar situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Kempo tetap terjaga” tegasnya."MN".

PAK BUPATI MELANTIK PETINGGI BARU DI DESA KALIYAMAN

 

JEPARA POLICEWATCH NEWS Bupati Jepara Dian Kristiandi melantik dan mengambil sumpah Masheru Hepnanto Rohman sebagai Petinggi Desa Kaliaman Kecamatan Kembang di Pendopo Kabupaten Jepara, Jumat (12/11/2021). Masheru dilantik sebagai petinggi melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) setelah petinggi sebelumnya meninggal dunia.

Pasca pelantikan, Bupati Jepara Dian Kristiandi meminta Masheru Heptanto Rohman untuk langsung melakukan komunikasi dan rekonsiliasi merangkul semua elemen masyarakat desa untuk bersama-sama membangun desa.  

“Gandeng semua elemen yang ada, karena itu akan menjadi kekuatan untuk memajukan desa,” kata Bupati Andi.

Andi menambahkan, tugas berat sudah menanti pasca pelantikan ini. Tugas tersebut yakni menjalankan amanah yang telah diberikan oleh masyarakat ini. Proses pemilihan petinggi bisa dikatakan tidak terlalu sulit dibandingkan dengan melaksanakan amanah yang telah diberikan ini.  “Untuk itu mari kita jalankan dengan sebaik-baiknya,” pesan Bupati Andi.

Lebih lanjut mantan Ketua DPRD Jepara ini juga meminta kepada kedua petinggi untuk segera memahami regulasi dan aturan tentang pengelolaan pemerintahan desa. Selain itu, saling memahami dan menghormati antar lembaga di desa juga penting dilakukan. 

“Regulasi harus dipahami, termasuk menghormati ruang masing-masing antara carik maupun BPD sehingga semuanya bisa bersinergi membangun desa,” lanjut Andi.


Secara khusus, Andi memerintahkan kepada bawahannya itu untuk menuntaskan persoalan-persoalan di tingkat arus bawah. Petinggi harus bisa memastikan masyarakatnya mendapat layanan terbaik.


Andi menjelaskan, masalah-masalah yang umum terjadi di masyarakat desa adalah terkait pembangunan. Tak jarang, kelompok masyarakat tertentu merasa tidak menerima perlakuan adil. Karena kelompok lain mendapatkan fasilitas layanan dan pembanguna  lebih besar.


“Jalankan pembangunan, apapun itu bentuknya, dengan benar-benar merata,” tandas politisi PDIP ini.

(Sus)