Sat Binmas Polres Bangka Barat Ajarkan Siswa sambang dan Bakti Sosial

  


Bangka Belitung PoliceWatch News:

Siswa-siswa calon anggota Polri ini merupakan siswa dari SPN Polda Babel, dan sudah menjadi agenda rutin dalam kurikulum pendidikan, bahwa siswa ini dikenalkan tentang fungsi atau korps yang ada di Kepolisian Resor Bangka Barat, Selasa (7/12/2021).

Hari ini Kasat Binmas Polres Bangka Barat AKP Edwar bersama Personil Sat Binmas memberikan pengarahan sebelum pembelajaran atau pengenalan tentang tugas-tugas dari Satuan binmas.Selanjutnya dilanjutkan dengan melibatkan secara langsung kegiatan praktek lapangan berupa sambang sekaligus kegiatan bakti sosial dengan membagikan beras 5 Kg kepada masyarakat yang membutuhkan di daerah Desa Belo Laut.

Dalam pengarahan Kasat Binmas Polres Bangka Barat AKP Edwar seizin Kapolres Bangka Barat AKBP Agus Siswanto SH.SIK.MH. menyatakan bahwa siswa merupakan calon generasi penerus Polri yang harus terampil terpuji dan patuh hukum. Selain itu, dengan tuntuan global Polri ini, diharuskan mampu menangani segala macam dinamika permasalahan yang ada.


Setelah mendapat arahan dari Kasat Binmas,  para siswa melaksanakan pembelajaran praktik di lapangan. Para siswa dituntut untuk dapat mengerti dan memahami tugas seorang polisi saat berdinas di fungsi tersebut. Selain itu, dalam pengarahan ini, mereka dilatih agar memiliki kepribadian yang baik dan bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat dalam lingkup pelayanan prima.



Hendy okfriansyah

Semeru Kembali Keluarkan Awan Panas, Lumajang Waspada Level II

 





POLICEWATCH.NEWS, LUMAJANG – Setelah beberapa hari yang lalu Gunung Semeru yang terletak di perbatasan antara Lumajang dan Malang memuntahkan lava dan awan panas, hari ini Gunung Semeru pagi  kembali mengeluarkan guguran panas warga panik dan sempat berhamburan, warga lumajang masih waspada. Selasa (7/12/2021).


Dari hasil pantauan awak media, guguran awan panas ini muncul di saat pagi buta Jarak luncurnya diperkirakan kurang lebih 3 kilometer dari pusat kawah gunung semeru.

Desa yang tak jauh dari kawah gunung semeru,  warga segera berhamburan dan bergegas keluar dari rumah.


Menurut salah satu warga Sutaji mengatakan, jika ada himbaun dari pemerintah untuk mengungsi kami akan segera mengungsi, sampai hari ini belum ada himbauan dari Pemda Lumajang. 

"Terus terang kami merasa was-was dan ada kepanikan, sebab letusan tahun ini tidak seperti tahun kemarin dan tahun-tahun sebelumnya dan korban jiwa maupun luka-luka tahun ini lebih banyak dari tahun kemarin.

Lebih lanjut warga mengatakan, kampung yang jaraknya kurang lebih 2 kilometer dari kawah gunung Semeru seperti Desa Renteng kini kebanyak rumah warga tertutupi abu.


"Kami selalu siap waspada jika sewaktu-waktu Semeru mengeluarkan abu panas lagi," tukasnya.


Sementara itu Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Andiani mengatakan, pihaknya tidak meningkatkan status Gunung Semeru ke level selanjutnya. Hal ini didasari aktivitas Gunung Semeru yang tidak terlalu meningkat secara signifikan, meski masih mengeluarkan guguran awan panas.

Perlu diketahui, status waspada atau level II Gunung Semeru sudah ditetapkan sejak 12 Mei 2012. Menurut Andiani, pihaknya belum perlu meningkatkan status Gunung Semeru, tetapi tidak juga menurunkan status waspada.


"Dan status ini kami rasa belum perlu untuk ditingkatkan. Namun demikian, kami rasa juga belum waktunya untuk diturunkan. Karena kejadian guguran awan panas juga sebelum-sebelumnya sudah terjadi, tapi mungkin (dahulu) luncurannya tak sejauh seperti pada tanggal 4 Desember," katanya dalam jumpa pers daring, Senin (6/12/2021). (Dr)

Lantaran Ibunya Lumpuh, Rumini Gadis di Lereng Semeru Rela Mati Bersama Sang Ibu

 

POLICEWATCH.NEWS, LUMAJANG- Ketika Gunung Semeru memuntahkan lava pijar dan awan panas. Pada Sabtu 4/12/2021 yang lalu, Rumini seorang gadis (28) ia tinggal berdua bersama sang ibu lantaran ibunya sakit dan mengalami kelumpuhan ia Tak rela  meninggalkan ibunya saat erupsi Semeru menyerang Desanya, ia bersama ibunya tinggal di Dusun Curah Kobokan, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur. 

Seorang warga yang tinggal Dusun Kobokan Bayu menceritakan, ketika itu Gunung Semeru memuntahkan lava pijar dan awan panas semua warga berlarian meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri sementara itu  Rumini (28) ditemukan meninggal dunia berpelukan dengan sang ibu, Salamah (71) yang sudah renta dan tak sanggup berjalan. Selasa(07/12/2021)

"Mungkin Rumini tak tega meninggalkan ibunya lantaran sang ibu tidak bisa berjalan, Rumini dilema antara lari menyelamatkan diri atau meninggalkan sang ibu,"ujarnya.

Lebih lanjut Bayu Gautama mengatakan, rupanya Rumini memilih untuk mendekap sang ibu berjuang hadapi terjangan erupsi dan material panas Semeru. Jasad keduanya ditemukan tim evakuasi, relawan dan warga di dapur rumah mereka sambil berpelukan.


"Kisah ini saya tuangkan lewat tulisan agar kita bisa mencontoh dari seorang gadis yang bernama Rukmini yang sangat  menyayangi ibunya, ia tak tega meninggalkan ibunya dan rela mati bersamanya. (Dr)

Ribuan Pendukung Susiawan Rahma Kecewa, Gelar Aksi Damai Minta Tunda Pilkades Ulak Pandan

  


Pewarta : Bambang.MD

BREKING NEWS

POLICEWATCH.NEWS - LAHAT - Ribuan Pendukung Susiawan Rahma, dipanggil Wawan, ribuan pendukung  menggelar aksi damai ke sekretariat panitia Pilkades masa long match dari dusun 4 menuju kantor panitia yang terdiri dari emak emak, pemuda, bapak bapak mereka sambil membawa selebaran berisikan tulisan " Tunda Pilkades Desa Ulak Pandan, 

Dalam aksinya mereka menuntut : 

1.menolak diselenggarakan Pilkades pada tanggal 9 Desember 2021,

2. Menunda pemilihan Pilkades Ulak Pandan, 

3.Evaluasi kembali perbup nomor :  45 tahun 2021,

Kordinator Aksi Aswani meneriakkan agar Pilkades Ulak Pandan Ditunda, disambut pendukungnya " Setuju, Aksi ini dikawal oleh aparat kepolisian Polres Lahat, dibantu Dari Polsek Merapi, dan Koranil Merapi, masa berkumpul dikediaman anggota BPD dusun 4, Selasa (7/12/2021)

Sementara Camat Merapi Barat Sumarno ditemui wartawan Selasa ( 7/12) dia menjelaskan aksi boleh menyampaikan pendapat tapi saya minta jangan anarkis, keputusan ada dengan panitia dan BPD, pihak kecamatan sebagai fasilitator saja ucap " Camat.

Senada juga disampaikan Pjs Kades Ulak Pandan Hakman, dia mengaku saya tidak diberi tahu dan semuanya ada keputusan oleh panitia dan BPD, ucapnya.


Terpisah salah satu pendukung Wawan kami menginginkan Susiawan  Wawan bisa maju di pilkades, Namun kami tidak tahu permasalahan kok bisa gugur, sambil semangat dan ia sudah  banyak prestasi membangun desa Ulak pandan,  semenjak dipimpin Wawan kata salah satu pendukung setianya.

Kapolsek Praya Tengah Terjun langsung Melaksanakan Penanganan Dan Penebangan Pohon Tumbang.


POLICEWATCH- Lombok Tengah. NTB.

Kegiatan anggota piket KASPKT II yang di pimpin langsung oleh Kapolsek Praya Tengah, Polres Lombok Tengah Polda NTB, pada hari Senin  tanggal 06-12-2021 dari pkl 17.00 wita,  melaksanakan Penanganan dan penebangan pohon tumbang di Jalan raya Gerantung Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah.

Adapun yang ikut mendampingi Kapolsek Praya Tengah adalah AIPDA Rahmat Hidayat SPKT II Polsek Praya Tengah, AIPDA Didik Wahyudi PS. Kanit Bimas Polsek Praya Tengah dan Anggota Shabara Polres Lombok Tengah.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono, SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Praya Tengah IPDA Geger Maspanji Suringgana menyampaikan bahwa pelaksanaan penanganan serta pemotongan pohon tumbang di jalan raya Gerantung bersama Anggota Sabhara Polres lombok Tengah sebagai upaya mengantisipasi gangguan Lalulintas dan menghindari terjadinya korban baik berupa jiwa maupun material bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar. 

" Hal ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dan kewaspadaan, mengingat beberapa hari ini kita lihat beberapa informasi baik di media sosial cetak dan elektronik musibah yang melanda, akibat intensitas hujan yang cukup tinggi" ungkap Geger.

Kapolsek terjun langsung kelokasi pemotongan kayu di bantu oleh beberapa Anggota baik dari Polsek maupun dari Polres dengan menggunakan senso, di lanjutkan pembersihan terhadap kayu kayu yang sudah terpotong.

Sementara dari hasil pantauan kondisi lalu lintas aman, lancar serta tidak ada terdapat korban jiwa maupun material dari kejadian pohon tumbang tersebut."MH".


            

Tim Pidsus Kejari Muara Enim Geledah 3 Kantor OPD Terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan 1,2 M, Diduga Tidak Sesuai Spek Dan Volume

 


Pewarta : Bambang.MD

POLICEWATCH.NEWS - MUARA ENIM - Tim penyidik dari Kejaksaan Negeri Muara Enim Melakukan penggeledahan di 3 tempat, kantor Operasi Perangkat Daerah, Dinas PUPR, Bagian ULP Dan Kantor PPKAD, di Sekretariat Daerah Kabupaten Muara Enim Senin (6/12)

Penggeledahan ini berlangsung dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian Polres Muara Enim, berseragam didepan pintu masuk di tempat penggeledahan berlangsung,

Tim penyidik dari Kejari Muara Enim, mencari sejumlah dokumen proyek  pekerjaan jalan sumber dana APBD Tahun 2020, senilai 1,2 M, di Desa Segamit dan Pulau Panggung diduga adanya berbau aroma korupsi, berdasarkan laporan dari masyarakat, 


Usai dilakukan penggeledehan di 3 tempat tim penyidik kejaksaan membawa dokumen kertas proyek jalan yang bermasalah diangkut ada 1 koper, yang dimasukan ke bagasi mobil dibawa sebagai barang bukti untuk penyelidikan tim pidsus Kejari Muara Enim,


Tim Pidana Khusus Kejari Muara Enim Usai melakukan penggeledahan Ari Prasetyo memberikan keterangan kepada awak media Senin (6/12) penggeledahan di tiga kantor untuk mencari dokumen proyek yang bermasalah itu, yang saat ini kita tangani terang " Ari


Lebih lanjut ia menjelaskan pihaknya sudah memeriksa 19 saksi untuk di mintai keterangannya terkai proyek jalan diduga tidak sesuai volume dan spek " ucapnya


Namun pihak kita belum menetapkan tersangka kini masih kita dalami masih pengumpulan data dan bahan keterangan guna penyelidikan tim kami " pungkas nya

Tebing di Selong Belanak Longsor, Polisi Bantu Evakuasi

 


POLICEWATCH-Lombok Tengah.

Tebing di Jalan Tujat-tujat Dusun Serangan Desa Selong Belanak Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah dikabarkan longsor.

Terjadinya longsor di tebing tersebut akibat curah hujan yang cukup tinggi selama 2 hari terakhir ini dan akibat dari longsor tersebut menghalangi jalan raya.

Begitu mengetahui adanya longsor, Jajaran Polres Lombok Tengah datang melakukan evakuasi.

"Kami telah lakukan evakuasi dan membersihkan material longsor," kata Kapolres Loteng, AKBP Hery Indra Cahyono, SH, SIK, MH, didampingi Kapolsek Praya Barat, AKP Hery Indrayanto, SH, Pada Senin 6 Agustus 2021.

"Kami turunkan alat berat dan mobil Dum Truk untuk membersihkan bongkahan tanah guna memperlancar arus lalulintas," terangnya.

Pihaknya menghimbau masyarakat sekitar agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap dampak curah hujan yang terus menerus.

"Kami juga melakukan koordinasi dengan pihak  BPBD Loteng guna mengantisipasi dampak cuaca yang akhir-akhir ini cukup ekstrem," pungkas Kapolres."FR".


            

Oknum Samapta dan Oknum Propam Tulungagung Diduga Halang-Halangi Tugas Jurnalis

 



POLICEWATCH NEWS, TULUNGANGUNG- Oknum samapta dan oknum propam polres Tulungagung diduga intimidasi salah Jurnalis online maupun Cetak dengan menghalang-halangi tugas jurnalis saat meliput, saat kejadian ada konvoi salah satu perguruan silat, dimana di saat itu ada sekelompok pemuda yang baru melakukan demo di Polsek Bandung memukuli 2 orang yang tidak di kenal di wilayah Tulungagung.

A inisial menceritakan, saat dirinya mau meliput dan melihat 2 orang yang tidak di kenal di hadang dan di pukul oleh puluhan pemuda yang baru melakukan aksi demo di Polsek Bandung, tepatnya di Desa Talapan sebelah selatan pom bensin Beji, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungangung. Senin (06/12/2021)

"Saat saya sedang mengambil gambar kejadian tersebut, tanpa saya sangka- sangka datang 1 orang oknum polisi yang di dadanya ada nama Refa yang menanyakan kamu dari mana, tujuannya apa kok merekam kejadian ini, ucap oknum tersebut. merasa di tanya anggota Kepolisian A langsung menjawab dan memperkenalkan diri bahwa dirinya seorang Jurnalis dan menunjukan Id Card, belum selesai menjawab selang beberapa detik datang 2 orang lagi yang satu memakai seragam Propam dan yang satu memakai seragam Propam dan yang satu pakai baju sipil,"ujar A.

Lebih lanjut A menceritakan ke awak media Policewatch.news orang tersebut anehnya menyuruh saya untuk menghapus rekaman dan menghapus vidio yang saya dapat untuk bahan pemberitaan, padahal saya sudah menunjukan tanda pengenal sebagai jurnalis namun saya malah di bentak oleh oknum polisi yang memakai seragam propam tersebut.

"Foto beserta vidio saya di suruh menghapus padahal saya sudah menunjukan tanda pengenal sebagai jurnalis,"tukas A.

Sementara itu melalui kasi Propam Polres Tulungagung IPDA M. Samsun saat di temui wartawan Policewatch di sela-sela makan siangnya dirinya mengatakan, akan melakukan cek ke anggota nya, maklum mas tidak semua anggota kami paham kode etik jurnalistik,"

"Akan saya cek ke anggota saya mas,"ujarnya.

Dilain tempat awak media mencoba mengkonfirmasi akan hal ini ke Kasat Samapta Polres Tulungagung namun sayang beliaunya sedang tidak ada di tempat hingga berita ini di tayangkan. Bersambung....(Ad)

Kurang Dari 24 jam Tim Sat Reskrim Polres Kendal Berhasil Bekuk Pelaku Pembunuhan

  


policewatch.news. KENDAL- Kurang dari 24 jam Sat Reskrim Polres Kendal yang dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Kendal AKP Daniel Tambunan berhasil membekuk pelaku pembunuhan dengan korban seorang pemuda berinisial IAM (21) yang ditemukan tergeletak dengan posisi tertelungkup di selokan jalan Balok Kecamatan Kendal Kota, pada Sabtu (4/12/2021).

Dalam waktu kurang dari 24 jam jajaran Sat Resktim Polres Kendal berhasil membekuk pelaku yang tak lain adalah teman korban berinisial MMU (20) warga Dukuh Tegalsari Desa Wonosari  Kecamatan Patebon, Kendal. 

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto SH SIK MH, saat jumpa pers di halaman Mapolres Kendal, Senin (6/12/2021).


Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto SH SIK MH kemudian menjelaskan bahwa motif pelaku tega menghabisi nyawa temannya itu adalah karena masalah asmara. Menurut pengakuan pelaku, setelah terjadi perselisihan di halaman Gor Bahurekso Kendal kemudian pelaku bersama korban mengendarai sepeda motor ke arah Patebon, sesampainya di TKP Balok pelaku serta korban berhenti setelah itu pelaku memukul korban dan korban jatuh ke dalam selokan lalu dicekik serta kepalanya dibenamkan ke dalam air sehingga korban lemas dan kehabisan nafas selanjutnya pelaku meninggalkan korban begitu saja", jelas AKBP Yuniar Ariefianto.


"Alhamdulillah, berkat kejelian tim Sat Reskrim Polres Kendal dalam melakukan olah TKP, penyelidikan dan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,  maka kurang dari 24 jam tersangka berhasil di amankan beserta beberapa barang bukti,” ujar Kapolres Kendal.


Barang bukti yang diamankan berupa satu buah Handphone merk OPPO A37F warna putih gold, satu unit sepeda motor Honda Beat nopol H 6049 AFD milik tersangka serta satu unit sepeda motor Honda nopol H 5272 AND dan Handphone merk OPPO A5s milik korban.


Atas perbuatan tersangka yang telah menghilangkan nyawa orang lain Polres Kendal menjerat dengan pasal pembunuhan 338 KUHPidana dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.


(Nyaman).

Gawat Lagi Lagi Kantor PUPR Muara Enim Kembali Digeledah Tim Pidsus Terkait Proyek Di Segamit

 


Pewarta : Bambang.MD

OLICEWATCH.NEWS -  MUARA ENIM – Kantor PUPR Muara Enim, Kini di hebohkan Sebelumnya KPK geledah Di PUPR, Kini Tim Pidana Khusus Kejari Muara Enim, melakukan penggeledahan dibeberapa ruangan di PUPR, penggeledahan ini didampingi dari pihak kepolisian Polres Muara Enim, pada Senin siang sekira pukul 10: 30 wib (6/12) 


Dari informasi di lapangan, diketahui kedatangan sejumlah anggota dari Kejari dan Kepolisian ini untuk mengusut kasus dugaan penyalahgunaan dana APBD di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.


Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Muara Enim, Muhamad Ridho Saputra SH, selaku ketua tim penyidik. Ia mengatakan, kedatangan pihaknya merupakan pengembangan kasus baru yang sedang diusut oleh tim Kejari Muara Enim.


“Ini merupakan kasus baru, terkait pembangunan jalan di Desa Segamit, Kecamatan Semendo, ujar Ridho, memberikan keterangan kepada awak media, usai melakukan penggeledahan


Ridho menambahkan, bahwasanya kasus tersebut masih dalam tahap proses dan tim penyidik saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti lainnya guna proses hukum lebih lanjut,

“Masih dalam proses dan pengumpulan bukti-bukti lainnya,” terang Ridho.


Hingga berita ini ditayangkan belum bisa di konfirmasi lanjutan kepada pihak berwenang di Dinas PUPR terkait kedatangan sejumlah anggota Kejari tersebut, lantaran sejumlah pejabat di lingkungan dinas PUPR sedang tidak berada ditempat.