LIDIK KRIMSUS RI Berharap BUPATI dan APH Segera Tindak Maraknya PETI Secara Leluasa di SOLOK

 

kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Ijin

Red, policewatch,- Menyingkap Tabir Pertambangan Emas Tanpa Ijin di Kab. Solok Setelah sebelumnya sempat berhenti beroperasi dengan adanya razia besar-besaran oleh Polda Sumatera Barat bersama Polres Solok beberapa bulan yang lalu, PETI (Pertambangan Emas Tanpa Ijin) diKenagarian Talang Babungo, Kabupaten Solok kembali menggeliat. 

Maraknya PETI ini seolah tidak takut hukum karena para pelaku pertambangan terlihat kembali leluasa dalam melaksanakan kegiatan mereka.

 Permasalahan PETI ini merupakan permasalahan menahun yang sampai hari ini tidak ada penyelesaian atau solusi yang dapat menghentikan masalahan ini secara total dan tuntas. PETI ini menjadi sebuah permasalahan yang memunculkan banyak konflik sosial antara masyarakat dengan aparat pengamanan. Selain itu juga memicu kerusakan dan pencemaran lingkungan di sepanjang daerah aliran sungai.

“Diduga dalam hal ini ada pembiaran atau “kongkalingkong” oleh pihak-pihak tertentu dalam memanfaatkan kesempatan untuk memperkaya diri tanpa memikirkan efek negative bagi masyarakat lainnya dan lingkungan, karena mereka terlihat kembali leluasa dalam melakukan aktifitas pertambangan,” ungkap salah satu warga Nagari Talang Babungo yang enggan namanya disebutkan saat diwawancarai.


Warga juga menambahkan, “Sekitar 30 lebih mesin excavator yang beroperasi di lokasi pertambangan Talang Babungo saat ini, dulu sempat ditutup oleh polisi tapi saya tidak tahu juga kenapa sekarang kok bisa beroperasi kembali..??,” herannya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Solok, H. Epyardi Asda, M.Mar saat ditemui langsung menyampaikan bahwa akan menertibkan Tambang Illegal yang ada di Kab. Solok, “Akan kita tertibkan segera, dalam waktu dekat, nanti kita akan komunikasikan bersama Kapolres,” tegas beliau.

“Kalau memang ada peluang untuk investasi besar terkait tambang emas kenapa tidak kita manfaatkan, tentunya dengan mengikuti perijinan yang berlaku, dan kalau itu merupakan tambang rakyat tetap harus mempunyai ijin operasi agar tidak melanggar aturan,” singkatnya, Minggu (19/12/2021).

Adrizal, Wakil Ketua Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi dan Kriminal Khusus Republik Indonesia (Lidik Krimsus RI) DPK Solok menyampaikan, “Ketegasan Bupati Solok untuk menertibkan tambang illegal tersebut patut kita apresiasi namun tentunya akan kita dampingi terus prosesnya sampai ada kepastian tindakannya,” ungkap Adrizal.

“Aktifitas PETI ini sudah pasti melanggar hukum dan undang-undang yang ada, selain itu juga sangat berbahaya bagi lingkungan dan para pelakunya sendiri, dampak negatif seperti pencemaran sungai dan kecelakaan tambang yang sudah pasti tidak akan ada jaminannya, jangan hanya memikirkan keuntungan tanpa memikirkan efek yang akan timbul bagi lingkungan dan masyarakat lainnya,” pungkasnya.


Sementara itu, salah satu pemain tambang yang identitasnya juga minta untuk tidak dipublish menuturkan bahwa selama berperan aktif di dalam dunia tambang illegal banyak prosedur yang harus mereka jalani dalam memuluskan kegiatan mereka dilapangan mulai dari level bawah sampai level tinggi yang melibatkan oknum-oknum tertentu yang diduga membekingi kegiatan PETI ini sehingga mereka harus membayar “upeti” setiap bulannya agar usaha mereka bisa tetap berjalan lancar.

“Setiap bulannya koordinator yang telah ditunjuk akan menyetorkan “upeti” kepada pihak tertentu dengan nominal yang cukup besar untuk memuluskan kegiatan PETI tersebut yang peruntukkannya kamipun tidak tahu itu didistribusikan kemana saja,” pungkasnya.

Beberapa waktu lalu di lokasi tambang illegal lainnya yakni di Kenagarian Surian, Kec. Pantai Cermin, Kab. Solok, Polisi mengamankan satu buah alat berat di lokasi tambang dengan menyita komputer alat tersebut, namun yang menjadi pertanyaan disini kenapa hanya satu buah alat yang diproses, sementara ada 3 (tiga) buah alat berat yang beroperasi di lokasi tersebut, Kamis (09/12/2021) malam.

Hal ini sudah ditanggapi oleh Kanit III Polres Solok, IPDA Habib, “Kita diperintah atasan untuk melakukan penertiban seluruh mesin yang beroperasi disana (Surian,red), namun cuaca yang kurang bersahabat sehingga hanya satu buah komputer alat berat yang bisa kami amankan saat itu,” singkatnya, Jum’at (10/12/2021). (tim/bersambung)

Delapan Puluh Rumah di Mayahan Grobogan Rusak Diterjang Angin Kencang

 Pewarta : Agung W




Grobogan, policewatch,-  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 80 rumah warga di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah mengalami kerusakan imbas angin kencang pada Minggu (29/12) pukul 16.00 WIB.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut, rata-rata kerusakan terjadi pada bagian atap.

"Sebanyak 80 rumah warga mengalami kerusakan ringan yang sebagian besar terjadi pada atap rumah," kata Abdul dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/12).

Ia mengatakan berdasarkan laporan BPBD setempat, angin kencang terjadi bersamaan dengan hujan lebat. Saat itu, lanjutnya, BPBD segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa untuk melakukan kaji cepat rumah rusak.

Abdul menyebut, setelah angin mereda, warga lantas segera memperbaiki rumah secara bergotong royong. Selain itu, mereka juga membersihkan material atap yang berserakan.

Sampai saat ini, pihaknya belum menemukan adanya korban yang mengalami luka-luka imbas angin kencang tersebut.

"Tidak ada laporan korban luka-luka akibat peristiwa ini," ujarnya. 

Pihaknya pun mengimbau agar pemerintah daerah setempat dan pihak pihak terkait agar tetap waspada. Sebab, berdasarkan prakiraan cuaca pada hari ini, Senin (20/12) masih berpotensi diguyur hujan.

"Terpantau wilayah Kecamatan Tawangharjo masih berpotensi hujan ringan hingga lebat, sedangkan esok hari (21/12) cuaca terpantau berawan hingga hujan sedang," ucapnya.

"Menyikapi situasi selama musim hujan, pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk tetap siaga dan waspada, khususnya menghadapi puncak musim hujan pada Januari 2021 hingga Februari 2022," imbuhnya.

Pihaknya menyarankan, apabila potensi angin kencang itu benar terjadi, warga diimbau untuk berlindung di tempat yang aman seperti di dalam rumah atau bangunan yang kokoh.

"Hindari berteduh di bawah pohon atau pun baliho saat angin kencang terjadi," ucapnya.

Musyawarah Besar(Mubes) Ke 2 Organisasi Paguyuban Himpunan Keluarga Nenek Sangga(HikNesa)

 Pewarta : Sukmawaty (Litbang)

SULAWESI SELATAN.POLICEWATCH.NEWS:

Musyawarah Besar(MuBes) ke-2 Himpunan Keluarga Nenek Sangga atau yg biasa disingkat  HikNeSa,dengan Tema "Mapaccing ati lako Puang Allah Ta'ala,lako padanta rupa tau na lako batang kaleta dalam Nuansa Sipakamojak,Sipakario,na Sipakatau(Dalam Bahasa Daerah Kabupaten Enrekang-Provinsi Sulawesi Selatan)yang berarti "Bersih Hati terhadap Tuhan Allah SWT,Sesama Orang Keturunan yang ada di dalam diri,dalam nuansa Saling Menyayangi,Saling Bergembira,dan Saling Kenal Mengenali. Dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut(Tanggal 18-19 Desember 2021) di Gedung Lestari 45 Sossok-Mataran,Kabupaten Enrekang-Provinsi Sulawesi Selatan.Yang Tanggal 18 Desember(untuk Pembukaan)dan Tanggal 19 Desember (untuk Penutupan).Yang Kegiatan Musyawarah Besar ini adalah Kegiatan yang diadakan setiap 5 Tahun sekali,seperti halnya pelaksanaan-pelaksanaan MuBes yang lain nya Dalam Rangka memilih & menetapkan para Pengurus Baru dalam suatu Struktur Organisasi

Organisasi Paguyuban Keluarga Nenek Sangga ini yang memiliki 10 Orang Anak yang terdiri dari: Nya'Pu,Tjarra,Siwang,Riwa,Mandang,Randia,H.Pandi,Salloko,Lecce,dan Damaru. Yang kemudian setelah 10 Orang Anak Nenek Sangga ini, masing-masing telah menikah & memiliki keturunan pula,yakni keturunan Anak dan Cucu pula,yang membuat Anak Cucu Keturunan dari Nenek Sangga ini menjadi besar,sampai berjumlah Ratusan Orang,yang tersebar di hampir seluruh Provinsi yang ada di Wilayah Republik Indonesia ini,bahkan ada yang tinggal dan mencari nafkah di Luar Negeri,diantaranya; di Negeri Kincir Angin-Belanda,di Negeri Singa Singapura,dan di Negeri Jiran-Malaysia. Dengan tujuan utama dibentuk dan di dirikan nya Organisasi Paguyuban Keluarga Nenek Sangga ini adalah untuk mempertemukan,mempersatukan,dan untuk saling kenal mengenali antar sesama Keturunan Nenek Sangga yang tersebar dimana-mana ini,yang sebelum berdirinya Organisasi HikNeSa ini,banyak yang tidak saling mengenali,yang melalui Paguyuban Keluarga inilah yang telah dapat mempertemukan antar keturunan dari Nenek yang satu dengan Nenek yang lainnya untuk dapat menjalin Silaturahmi dengan menghadiri kegiatan-kegiatan Paguyuban Keluarga ini,stlh saling kenal mengenali

reganisasi Himpunan Keluarga Nenek Sangga(HikNeSa)ini di Ketuai oleh Seorang Perwira Tinggi(PaTi) TNI yang sebentar lagi memasuki masa pensiun nya dari Dinas di TNI, BrigJen TNI Edi Imran,SH,MH,M.si,sebagai keturunan ke-4 (Cicit Nenek Sangga) dari Nenek Tjara,yang juga BrigJen Edi Imran,telah terpilih kembali secara Aklamasi untuk memimpin Organisasi HikNeSa ini hingga 5 Tahun mendatang pada Periode 2022-2026.

Dalam Sambutannya,BrigJen TNI Edi Imran,SH,MH,M.si,sebagai Ketua terpilih menyampaikan bahwa MuBes ke-2 HikNeSa kali ini adalah yang paling ramai jika dibandingkan dengan MuBes pertama HikNeSa di 5 Tahun yang lalu itu yang diadakan di Buntu Sumbang-Kabupaten Enrekang.Karena MuBes ke-2 kali ini mampu mengumpulkan seluruh Perwakilan dari 10 Nenek yang membuat kegiatan Silaturahmi Keluarga menjadi lengkap sebagai rangkaian acara pada pelaksanaan MuBes ke-2 HikNeSa ini

Mubes ke 2 Hiknesa ini dihadiri pula oleh camat Anggeraja yang diwakili oleh ibu megawati sebagai kepala seksie kesejahtraan masyarakat kecamatan Anggeraja yang sekaligus membuka  secara resmi Acara Mubes 2 Hiknesa ini. Yang ternyata ibu megawati juga adalah garis keturunan dari nenek Sangga ini

Pada Sambutan Laporan Panitia, Drs.Aspa Salloko,M.si yang bertindak sebagai Ketua Panitia dalam Penyelenggaraan MuBes II HikNeSa ini,menyampaikan bahwa Jumlah Dana yang terkumpul pada Kas Organisasi untuk pelaksanaan MuBes ini adalah sebesar Rp 71 Juta lebih yang murni berasal dari kontribusi urungan keluarga yang tergabung dalam Paguyuban HikNeSa ini. Yang pada kesempatan MuBes ini pula,Ketua Panitia juga membagikan Buku Silsilah kepada 10 Orang Perwakilan Nenek yang menjadi Keturunan Nenek Sangga,agar supaya saling mengetahui letak Silsilahnya masing-masing dalam Keluarga (Red)

Seorang Tukang Sapu di Pasar Bertais Digelandang Polisi Polres Mataram.


POLICEWATCH-Mataram NTB.

Karena Kebutuhan hidup yang mendesak, salah seorang  tukang sapu di Lingkungan Pertokoan pasar buah Bertais, yang juga sebagai ketua RT Lingkungan Karang Rundung, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram nekad berbisnis Sabu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Perihal pengungkapan tukang sapu bisnis Sabu tersebut, disampaikan Kasat Narkoba Polresta Mataram Akp I Made Yogi Purusa Utama, SE, SIK Senin, (20/12) di ruangannya.


Menurut Kasat yang biasa disapa " Yogi "mengatakan pengungkapan ini berawal dari informasi yang di terima dari masyarakat, bahwa di lingkungan sekitarnya kerap terjadi transaksi Narkoba sehingga menimbulkan keresahan terhadap masyarakat sekitar. 

"Berdasarkan informasi tersebut kami memerintahkan anggota Tim Opsnal Resnarkoba untuk menindaklanjuti informasi yang di terima tersebut. Maka berhasil mengamankan sdr. LA pria 51 tahun, alamat lingkungan Pertokoan lonceng Mas, Sandubaya, Kota Mataram" ,ungkap Yogi.


Pria yang telah 7 kali menikah dan mempunyai 10 anak ini ditangkap dirumahnya pada hari  Sabtu (18/12). 

Dan pada saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan aparat Lingkungan setempat ditemukan beberapa klip Narkoba jenis sabu seberat 25,34 gram brutto. Disamping barang sabu tersebut diamankan pula alat komunikasi serta peralatan konsumsi sabu berikut uang tunai 2.375.000.

"Semua hasil penggeledahan terhadap tersangka LA telah diamankan di Polresta Mataram bersama tersangka LA guna kebutuhan penyidikan dan kelengkapan berkas perkara," jelasnya. 

Atas tindakan dari pria paruh baya ini disangkakan pasal 114, (1) dan 112, (1) UU nomor 35 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling minim 7 tahun penjara."MN".

TAJ YASIN SANGAT MENDUKUNG PENGAJAR QIRAATI SESUAI CITA CITA JATENG BERDIKARI

 

SEMARANG POLICEWATCH NEWS - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendukung para Kiai dan santri untuk menjadi insan mandiri. Hal itu, menurutnya, sesuai dengan cita-cita Jawa Tengah "Sejahtera dan Berdikari".

Dukungan tersebut diwujudkan oleh Taj Yasin dengan mengikuti peletakan batu pertama Pembangunan Gedung Pusat Kegiatan (Koordinasi) Qiraati Indonesia di Kabupaten Semarang, Sabtu (18/12/2021).

Taj Yasin memberikan apresiasi atas upaya pengajar Al Quran Metode Qiraati yang membangun gedung secara swadaya. 

"Artinya metode Qiraati benar-benar ingin mandiri. Saya senang pembangunan ini dilakukan secara swadaya. Tanah disediakan sendiri. Metode (Qiraati) ini sudah mandiri. Dan sesuai cita-cita Jateng 'Jateng Berdikari' direfleksikan oleh kawan-kawan Qiraati," kata Taj Yasin usai acara peletakan batu pertama.

Taj Yasin menjelaskan pihaknya mendukung upaya pembangunan tersebut. Oleh karena itu, pihaknya telah memfasilitasi pembangunan melalui pengurusan izin. Dia berharap, gedung yang dibangun tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat. 


"Pemerintah hanya memfasilitasi, maka kemarin ketika perizinan dari Kabupaten kok nggak keluar, ya kita bantu segera dikeluarkan. Sehingga alhamdulillah saat ini sudah keluar dan tinggal pembangunan saja,"


Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gedung, Zainal Marlis, mengaku bahwa pertemuan Qiraati di tingkat nasional sebelumnya, selalu terkendala pada masalah tempat. Oleh karenanya, dia beserta pengurus lainnya telah mengupayakan pembangunan gedung pusat koordinasi bersama-sama.


"Ini nanti untuk pusat koordinasi Qiraati Se Indonesia, nanti di sini. Rencana pembangunan setahun lalu, pengadaan lahan," imbuhnya.


Lebih jauh, Marlis menegaskan bahwa pihaknya selalu menekankan untuk mampu mandiri tanpa menunggu bantuan dari pihak lain. Dia merasa senang mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 


Pada tahap pertama, lanjut Marlis, pembangunan akan difokuskan pada gedung pertemuan dan rumah tinggal. Kemudian pada tahap berikutnya akan dibangun gedung koordinasi nasional.


"Gedung pertemuan akan dibangun selama enam bulan. Tahap kedua itu, kira-kira setahun," katanya.

(Sus)

Percepat Vaksinasi Wakapolres Polres Bangka Barat Ajak Masyarakat Untuk Vaksin

 


Bangka Belitung.PoliceWatch.News:

Apel pagi jam Pimpinan yang di pimpin oleh  Wakapolres Bangka Barat Kompol Johan wahyudi,SH, dalam arahan apel pagi Perintahkan anggotanya untuk mengajak masyarakat Vaksin di gerai vaksin terdekat , Senin (20/12/2021).

“Vaksinasi di gelar di beberapa tempat dan Masing-masing jajaran Polres Bangka Barat telah menyiapkan tempat untuk melaksanakan kegiatan vaksinasi , kepada seluruh anggota agar mengajak masyarakat untuk membantu percepatan vaksinasi.” Ujar Wakapolres Bangka Barat.


Kegiatan vaksinasi Covid-19 massal ini sebagai bentuk mendukung program Pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19 .


Wakapolres Bangka Barat menekankan kepada masyarakat yang belum melaksanakan vaksin agar Bhabinkamtibmas yang berada di desa masing-masing agar berkoordinasi dengan pemerintah setempat.



Hendy Okfriansyah

Gala Dinner Memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Dihadiri Langsung Menteri Sosial Tri Rismaharini.

 


      Bangka Belitung Police Watch News

Dalam rangka memperingati hari kesetiakawanan sosial republik Indonesia yang diselenggarakan oleh kementerian sosial bekerjasama dengan pemerintah provinsi Bangka Belitung satu persatu selesai dan berjalan lancar.

Malam ini kementerian sosial RI menyelenggarakan malam gala dinner hari kesetiakawanan sosial republik Indonesia di gale-gale ballroom kabupaten Bangka tengah provinsi Bangka Belitung (19/12/2021).

Malam gala dinner memperingati hari kesetiakawanan sosial republik Indonesia dihadir langsung oleh menteri sosial tri Rismaharini,staf ahli,dan jajaran PJU kementerian sosial republik Indonesia.


Hadir juga gubernur Babel,wakil gubernur Babel,sekda Babel,ketua DPRD Belitung timur,dan forkopimda tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota se-bangka Belitung.


Kementerian sosial republik Indonesia juga memberi sejumlah bantuan seperti sound,piano untuk penyandang disabilitas bernama Okta yang sebelumnya bertemu Mensos di rumah dinas walikota Pangkalpinang.


Dalam kesempatan itu kementerian sosial republik Indonesia juga memberi penghargaan kepada beberapa tokoh,perusahan dan lembaga BUMN,berikut nama-nama yang mendapat penghargaan.


Chandra lie,arbi Leo,h.m fitno,Johan Riduan,PT steelindo wahana perkasa,PT rajawali rimba,PT angkasa pura 2,CV sumber jadi,PT perusahaan listrik negara,PT refined Bangka tin,PT jasa Raharja, Sriwijaya airlanes,PT bersahaja,PT Timah,PT pos Indonesia,Suzuki Jagorawi,bank Sumsel Babel cabang pangkalpinang,bank Sumsel Babel cabang koba,bank Sumsel Babel cabang toboali,bank Sumsel Babel cabang mentok,bank Sumsel Babel cabang Tanjungpandan,bank Sumsel Babel cabang Manggar,bank BRI cabang pangkalpinang,bank sentral Asia,bank mandiri ,bank tabungan negara,aksi cepat tanggap (ACT),PT busana auto finance,yayasan metropolitan peduli,Asia muslim charity foundation dan PT Telkom Witel Babel.


Hendy Okfriansyah/Andre Pascal

EDI SUDIYANTO,SH,SECARA RESMI DILANTIK MENJADI KETUA RT.07/024,KELURAHAN HARAPAN JAYA

 

Laporan:Amun JG

Kota Bekasi.Policewatch.News:  Edi Sudianto.SH.terpilih menjadi Ketua Rt.07/ Rw.024 Kelurahan Harapan Jaya,pada tanggal.21/09/2021,dihadiri oleh warga masyarakat sekitar,yaitu warga Rt.07/Rw.024 yaitu mendapatkan peralihan suara sebanyak 80% dari pemilihan suara.

Ini artinya sosokTerpilihnya Ketua Rt.07/Rw.024,adalah sosok yang humanis,Humorisdan bisa persuasif ke masyarakat,serta membawa angin segar untuk warga sekitar,karena sesuai dengan visi dan misi yang nantinya akan dilaksakan dan digenjot langsung untuk mensejahterakan warga dan mensosialkan masyarakat yang ada lingkungan warta Rt.07/Rw.024 Kelurahan Harapan Jaya ini.

Adapun visi dan misinya yang terpenting adalah,untuk menyatukan dan kekompakan dan mengompakan lapisan dimasyarakat di semua lapisan dalam hal pembenahan untuk pembangunan lingkungan,dengan motto 'Bersama Kita Bisa'

Edi Sudianto adalah sosok pemimpin yang bermasyarakat di lingkungannya.dan beliau juga menjadi Koordinator Pembina Security yang ada di  lingkungan RW.024 Kelurahan Harapan Jaya,"ujar salah satu anggota satpam di lingkungan RW.024.

"tadi secara resmi saya telah di Lantik oleh Lurah Harapan Jaya,dan banyak tugas-tugas yang harus saya  laksanakan untuk membuat program-program kerja terutama untuk membuat Kantor Sekretariat Rt, dan terus bersinergi dengan Pemerintah Koota Bekasi terutama di  Kelurahan Harapan Jaya,"ungkap  Edi selaku ketua RT.terpilih."Minggu,19/12/2021.


 Sugiarto selaku Ketua Rw.024.Kelurahan Harapan Jaya Kota Bekasi,mengucapkan banyak terimakasih atas terselenggaranya acara pelantikan dan pengukuhan pengurus Rt,secara serentak di lingkungan RW. 024.dan terlaksana secara aman dan kondusif,,dan di hadiri oleh Lurah Harapan Jaya  Sholeh.Se,Ketua Forum Rw Senan, Pamor Rw.024 Rizki,Kelurahan Harapan Jaya,Kecamatan Bekasi Utara Utara,Kota Bekasi,Jawa Barat.


Edi Sudiyanto juga sangat senang sekali,karena diberikan kepercayaan oleh warga khususnya Rt.07/Rw.024,yang mana sudah diberikan kepercayaan penuh,untuk memimpin warganya,yang nantinya beliau juga akan selalu menjaga kerukunan dan kedamaian khususnya diwilayah yang sekaran beliau pimpin,dan Lurah harapan jaya Soleh juga mengapresiasikan terpilihnya Edi Sudiyanto menjadi Ketua Rt.07/Rw.024,yang kedepannya bisa menjadi panutan bagi Rt-Rt yang lain,khususnya diwilayah Kelurahan Harapan Jaya,Kecamatan Bekasi Utara ini,"ujarnya.

WAKIL WALI KOTA BEKASI RESMIKAN TAMAN RAMAH ANAK DI ALUN-ALUN WISMA ASRI

 Minggu, 19 Desember 2021



KOTA BEKASI.POLICEWATCH.NEWS:Wakil Wali Kota Bekasii Tri Adhianto  resmikan taman ramah anak sekaligus dirangkai dengan senam bersama kelompok senam warga wisma asri Kelurahan Teluk Pucung Kecamatan Bekasi Utara, Minggu (19/12/2021).

Kehadiran Wakil Wali Kota Bekasi disambut meriah oleh warga wisma asri dan peserta kelompok senam yang hadir diacara peresmian tersebut.

Usai melakukan senam bersama, pria yang akrab disapa Mas Tri memberikan tantangan kepada peserta yang hadir, dengan memberikan hadiah Al-Quran, Raket Bulutangkis, Bola Basket, Bola Volly dan Bola sepak kepada peserta yang dapat menjawab tantangan tersebut.


Acara berlanjut dengan memberikan sambutan kepada FKRW Teluk Pucung dan peserta yang hadir, dalam sambutannya Tri menyampaikan apresiasi kepada FKRW yang telah bersinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun, menjaga dan merawat lingkungan khususnya diPerum. Wisma Asri Teluk Pucung.

"saya apresiasi betul kepada FKRW Teluk Pucung yang telah bersinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun, menjaga dan merawat lingkungan, karena kemajuan suatu wilayah dapat dilihat dari seberapa banyak pembangunan infrastruktur yang terealisasi, dan jika sudah terbangun tinggal sama-sama menjaga dan merawatnya, agar kebersihan dan keasrian lingkungan tetap terjaga, dan dapat dinikmati oleh masyarakat" Pungkas Tri Adhianto.


Tri Adhianto juga menyampaikan kepada warga masyarakat yang hadir agar selalu bersinergi dengan Pemerintah, TNI-Polri. sinergisitas 3 pilar harus tetap terjaga, selalu berhati-hati dengan berita hoax dan paham radikalisme, agar situasi diwilayah tetap dalam keadaan kondusif. Tutup Tri.

Petani di Pebayuran Apresiasi Pemkab Bekasi Bangun Jembatan Untuk Ke Persawahan

 

Laporan:Amun JG

   KABUPATEN BEKASI.POLICEWATCH.NEWS:

Para petani di wilayah Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi Jawa Barat mendukung penuh pembangunan jembatan yang baru selesai dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi Jawa Barat 

Sejak lama jembatan tersebut dinantikan oleh para petani diwilayah tersebut untuk mempermudah dalam melakukan akses penyebrangan alat perontok padi, traktor untuk membajak sawah dan mengangkut padi hasil panen, bahkan untuk akses ke jalan ke pemakaman.

Kini jembatan yang dibangun dari sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi Tahun 2021 itu menjadi kebanggaan para petani setempat, Karena

Sebelumnya jembatan tersebut dibuat secara gotong royong oleh para petani memakai batang bambu selain mudah rusak juga membayakan bagi pengguna nya

Menurut H.Cindil (60) Petani warga Kampung Cibulus Rt.05/02 Desa Karangpatri, Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi mengatakan, dengan dibangunnya jembatan untuk akses lahan pertanian itu sangat membantu para petani dan warga setempat, maka dirinya sangat mengapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh Petani


"Alhamdulillah saya sangat berterima kasih dengan dibangun nya jembatan untuk akses ke lahan pertanian, selain sangat bermanfaat, untuk untuk lintasan traktor, mesin perontok juga untuk akses ke pemakaman warga,"ujarnya. Senin (20/11/2021).


Selain itu Rusman (50) petani warga Desa Karangpatri, menambahkan, jembatan tersebut sangat dinantikan dan banyak sekali manfaatnya.


"Saya dan para petani lainnya yang ada diwilayah Desa Karangpatri sangat berterimakasih dengan dibangunnya jembatan untuk akses para petani, memang kami selaku petani sangat menantikan jembatan ini, apalagi untuk para tukang ojek yang mengangkut padi, karena peruntukannya jelas akses kelahan pertanian, wajar jika lahan pertanian dibangun jembatan karena kami juga para petani membayar pajak,"ungkap Rusman.


Tidak hanya warga pebayuran, Kemin (45) petani warga Kampung Cibulakan Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya Kabupaten Bekasi yang memiliki sawah di wilayah Kecamatan Pebayuran, sebelum dibangun jembatan APBD akses pertanian memakai Jembatan Bambu.


"Saya warga Cibulakan yang memiliki sawah di Kecamatan Pebayuran mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi yang sudah membantu para petani, membuat akses jembatan. Karena sebelumnya jembatan-jembatan akses para petani terbuat dari bambu, kekuatannya setahun sekali dan kini Alhamdulillah sudah dibuatkan oleh pemerintah,"katanya.


Dikatakan Royadin (42) anak seorang petani, dirinya tahu persis lahan pertanian di wilayah Pebayuran yang memang membutuhkan akses jembatan.


"Memang betul jembatan tersebut bukan penghubung antara  kampung dengan kampung dan bukan akses Pulau dengan Pulau, namun jembatan tersebut memiliki peranan penting bagi para petani di wilayah Pebayuran, dan sementara ini para petani itu luput dari perhatian pemerintah, karena tidak ada yang mengajukan,"ucapnya.


Atas nama petani dirinya berharap, semoga Pemerintah Kabupaten Bekasi bisa terus melakukan pembangunan yang terbaik kepada para petani dan masyarakat Kabupaten Bekasi.


"Kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi khususnya dinas terkait, agar terus gencar mengalokasikan anggaran untuk membuat jembatan akses pertanian yang berda di wilayah Kabupaten Bekasi,"tutupnya.