Polres Loteng Tingkatkan Patroli Wisata Selama Libur Lebaran


Policewatch-Lombok Tengah

Kepolisian Resor Lombok Tengah meningkatkan patroli dan pengamanan di tempat-tempat wisata pada hari ke empat libur lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah di Kabupaten Lombok Tengah.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, SIK Senin (15/4), mengatakan hal itu dilakukan seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat yang dianggap dapat berpotensi terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Wisata pemandian yang ada di Kabupaten Lombok Tengah mengalami peningkatan pengunjung, maka dari itu personel kami setiap hari selama libur ini melakukan patroli ," katanya.

Kapolres mengatakan disela-sela patroli, para personel tidak henti-hentinya menyampaikan himbauan kepada pengunjung khususnya untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan apalagi bagi mereka yang membawa anak-anak.

Dengan adanya peningkatan jumlah pengunjung tempat wisata pada hari ke empat lebaran Idul Fitri, secara tidak langsung semakin tinggi tingkat kerawanan yang ada di tempat wisata itu sendiri.

Ia menghimbau bagi orang tua maupun keluarga setiap pengunjung agar terus mengawasi keluarganya, khususnya saat sedang bermain di dalam area kolam pemandian.

"Kami selalu menekankan pengunjung untuk terus mengawasi keluarga terutama anak-anak saat berenang dan juga tetap memperhatikan barang bawaannya saat di dalam lokasi wisata guna mencegah terjadinya hal-hal yg tidak diinginkan," kata Kapolres.

Ia mengatakan patroli sekaligus penyampaian himbauan kamtibmas ini, memang telah menjadi salah satu wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam menjaga situasi di wilayah agar tetap aman dan kondusif.

"Ini adalah bukti kehadiran dan kepedulian Polri kepada masyarakat dalam menjaga dan menjamin situasi kamtibmas tetap kondusif selama libur lebaran sehingga masyarakat kita dapat berlibur dengan aman dan lancar," tutup Kapolres.

Mn

Seorang Pria yang Viral Pukul Pemotor Menggunakan Gitar Diamankan Polisi

  


Red,policewatch.news,- MALANG – Aparat Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, mengamankan seorang pria yang diduga melakukan penganiayaan kepada sejumlah pengendara motor yang melintas di Jalan Raya Depan Pabrik Gula Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (13/4/2024).

Video pemukulan tersebut menjadi viral dan tersebar di berbagai kanal media sosial usai salah seorang pengendara yang melintas mengunggah kejadian tersebut ke dunia maya.

Kasihumas Polres Malang, Ipda Dicka Ermantara, mengatakan identitas pria tersebut diketahui berinisial SG (52), warga Jalan S Supriadi Gang VII, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Pria lanjut usia tersebut diamankan tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang pada Minggu (14/4) dini hari.

“Pelaku berhasil kita amankan setelah melakukan penyelidikan di lapangan dan identifikasi melalui video yang beredar di media sosial,” kata Ipda Dicka saat dikonfirmasi di Polres Malang, Minggu (14/4).


Kasihumas menjelaskan, kronologi kejadian bermula saat pihaknya melakukan patroli media sosial untuk mendukung Operasi ketupat Semeru 2024 pada musim mudik lebaran 2024.

Saat itu diketahui terdapat video pemukulan oleh seorang pria menggunakan sebuah gitar kepada dua orang perempuan yang melintas di wilayah Kecamatan Pakisaji.

Dalam video yang beredar, nampak salah satu penumpang perempuan sampai turun dari sepeda motor hingga menangis akibat pukulan yang dilayangkan pelaku.

Perempuan tersebut mengaku dipukul menggunakan gitar mengenai anggota badan korban tanpa alasan yang jelas.

“Usai menerima aduan dari masyarakat di media sosial, kami melakukan penyelidikan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi,” jelasnya.

Pelaku SG akhirnya dapat diamankan di pinggir jalan Simpang Tiga Rumah Sakit Dr Soepraoen, Kecamatan Sukun, Kota Malang

Sebuah alat musik gitar yang dipakai sebagai sarana melakukan pemukulan juga turut dibawa ke Mapolsek Pakisaji guna proses lebih lanjut.

Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui jika pelaku SG pernah mengalami gangguan jiwa dan sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwa Dr Radjiman Wediodiningrat, Kecamatan Lawang pada pertengahan tahun 2023.

Hal ini dibuktikan dengan surat keterangan berobat yang ditunjukkan oleh salah keluarga SG yang turut dimintai keterangan.

Lansia yang hidup sebatang kara itu juga disebut telah lama tidak pulang ke rumahnya dan hidup menggelandang di jalanan.

Keluarga sudah berupaya mencari namun tidak mengetahui keberadaannya hingga kejadian pemukulan tersebut menjadi viral.

“Terduga pelaku SG ini sempat mendapatkan perawatan di RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat di Lawang, sekitar bulan Mei tahun 2023 lalu,” imbuhnya.

Ipda Dicka menyebut, pihaknya masih mendalami kasus tersebut dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kasus tersebut telah ditangani oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Pakisaji.

“Masih dilakukan pendalaman, nanti akan kita sampaikan kelanjutannya,” tutupnya.**Dor**


Waspada 3C, Anggota Polsek Pelabuhan Laut Tano Lakukan Patroli Dialogis


Policewatch-Sumbawa Barat

Dalam mendukung program presisi kapolri nomor urut  2 tentang menjamin keamanan untuk mendukung program pembangunan. 

Anggota Polsek kawasan pelabuhan laut tano telah melaksanakan giat patroli dialogis *MANTAP* (Bermanfaat, Tulus, Amanah dan Profesional ) di areal pelabuhan Poto Tano, dengan sasaran pengguna jasa pelabuhan Poto Tano.

"Kegiatan itu dilakukan pada Jumat, 12 April 2024 pukul 10.30 Wita dengan kekuatan personil 4 orang," kata Kapolres Sumbawa Barat AKBP Yasmara Harahap S. Ik melalui Kasi humas IPDA Eddy Soebandi S. Sos kepada media ini.

Dalam pelaksanaan kegiatan, anggota patroli menyampaikan himbauan  berupa, waspada terhadap 3C, Narkoba, dan selalu menjaga kamtibmas untuk kenyamanan bersama. Jangan percaya dengan berita hoax atau ujaran kebencian di medsos yang belum jelas sumber kebenarannya.

Ia juga mengingatkan untuk tetap berhatai-hati selama dalam perjalanan baik berkendara maupun dalam pelayaran, perhatikan barang bawaan dan kondisi kendaraan serta istirahat jika merasa kelelahan. "Jika ada kejadian menonjol agar segera melapor ke kepolisian terdekat. Kegiatan berjalan aman dan lancar tanpa ganguan apapun," tutupnya. 

Mn

Pendaftaran Terpadu Akpol, Bintara dan Tamtama 2024 Tinggal Beberapa hari Lagi.


Policewatch-Mataram

Pendaftaran penerimaan terpadu Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama tahun 2024 akan segera berakhir. Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Rio Indra Lesmana, S.H., S.I.K., Sabtu (13/4/2024), melalui siaran pers mengonfirmasi jika tanggal 19 April 2024, akan menjadi batas akhir pendaftaran dan verifikasi bagi calon taruna-taruni Akpol. Sedangkan untuk Bintara dan Tamtama akan berakhir pada tanggal 25 April 2024.

"Bagi calon peserta baik Akpol maupun Bintara dan Tamtama tahun ini, dapat memantau setiap informasi melalui laman website resmi www.penerimaan.polri.go.id," ungkapnya.

Dikatakan, selain penerimaan untuk taruna-taruni Akpol, proses rekrutmen juga membuka kesempatan bagi para calon Bintara dan Tamtama. Beragam bidang keahlian pada level Bintara ditawarkan, mulai dari Bintara Tugas Umum hingga Bintara Kompetensi Khusus seperti Tenaga Kesehatan, Hukum, Kehumasan/TI, dan Bintara Kompetensi Khusus Pariwisata. Tak ketinggalan pula rekrutmen juga mencakup Bintara Rekrutmen Proaktif.

"Prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis atau BETAH tetap menjadi landasan proses rekrutmen ini, dan yang terpenting, tidak ada biaya yang dibebankan kepada para calon. Semua proses berjalan tanpa dipungut biaya alias GRATIS," katanya tegas.

Terkait antusiasme masyarakat terhadap penerimaan ini, Kombes Pol. Rio menyampaikan apresiasi yang tinggi.

"Kami melihat minat yang besar dari para calon peserta, yang menandakan semangat dan komitmen mereka dalam bergabung dengan kepolisian," ujarnya.

Bagi yang belum mendaftar, Kabid Humas Polda NTB menyarankan agar segera mengambil langkah untuk melengkapi persyaratan dan mengikuti proses pendaftaran serta verifikasi sebelum waktu yang ditentukan berakhir. Verifikasi dilaksanakan secara _offline_ di Polres/ta masing-masing dan tidak boleh diwakilkan.

"Jangan sia-siakan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari kepolisian yang profesional dan bertanggungjawab," pesannya.

Diharapkan dengan periode penerimaan terpadu ini, akan terpilih para calon Taruna-taruni Akpol, Bintara dan Tamtama yang terbaik, siap mengabdi dan melindungi masyarakat dengan dedikasi tinggi.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, yang telah mendukung proses rekrutmen ini. Semoga muncul generasi penerus yang lebih baik, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," tutupnya.

Mn

Pelaku Curanmor Di Pantai Tanjung Aan,Berhasil Ditangkap Satreskrim Polres Lombok Tengah


Policewatch-Lombok Tengah 

Tim Resmob Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lombok Tengah bersama Polsek Pujut berhasil amankan pelaku inisial M kasus curanmor di Pantai Tanjung Aan Desa Sengkol Kecamatan Pujut, Selasa (9/4).

Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, SIK melalui Kasat Reskrim IPTU Luk Luk il Maqnun, STrK., SIK, di Praya, Sabtu (13/4) mengatakan pelaku M merupakan warga Kecamatan Pujut. 

"Pelaku M, kami amankan di rumahnya di Kecamatan Pujut atas dugaan kasus pencurian satu unit sepeda motor Yamaha N-MAX," katanya.

Ia mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari adanya laporan salah seorang warga mengaku telah kehilangan sepeda motor yamaha N-MAX yang di sewa oleh WNA yang terparkir di Pantai Ann Desa Sengkol Kecamatan Pujut pada hari Selasa (9/4).

Atas laporan tersebut Tim Resmob Sat Reskrim Polres Lombok Tengah dan Polsek Pujut mendatangi kemudian melakukan olah TKP dan melakukan serangkaian penyelidikan.

Setelah mengumpulkan bukti hingga keterangan dari para saksi, Tim Resmob dan Polsek Pujut berhasil mendapatkan informasi terkait keberadaan sepeda motor curian tersebut berada di sebuah rumah di Kecamatan Pujut. 


"Dari hasil introgasi pemilik rumah kendaraan tersebut di beli dari Pelaku M yang beralamat di Kecamatan Pujut," jelasnya. 

Selanjutnya Tim Resmob Sat Reskrim bersama Polsek Pujut langsung menuju lokasi tersebut dan melihat pelaku M melintas menggunakan sepeda motor kemudian Tim gerak cepat melakukan penangkapan terhadap pelaku. 

"Selain kasus pencurian di Lombok Tengah, pelaku juga mengakui pernah melakukan pencurian kendaraan yang sama Yamaha N-MAX di Jalan Bypass Lombok Barat," tuturnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti dibawa dan diamankan di Polres Lombok Tengah guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Mn

Anggota Pos Terpadu Poto Tano Lakukan Pengawasan Ketat Terhadap Pengguna Jasa Penyebrangan


Policewatch-Sumbawa

Kepala Posko Terpadu Pelabuhan Poto Tano Ops Ketupat Rinjani 2024 Polres Sumbawa Barat memimping kegiatan pengaturan sekaligus pemeriksaan kelengkapan terhadap pengguna jasa Penyebrangan laut di Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Jumat (12/04/2024).

Kegiatan ini dilakukan mengantisipasi gangguan Kamtibmas dikarenakan akan terjadi lonjakan penumpang pasca Hari Raya Idul Fitri 1445 H yang menggunakan jasa penyebrangan laut Poto Tano.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Yasmara Harahap SIK., melalui Kasi Humas Polres Sumbawa Barat Ipda Eddy Soebandi S.Sos., mengatakan kegiatan pengamanan tersebut dilakukan mengingat arus mudik lebaran sudah mulai terjadi setelah hari kedua Lebaran yang diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan.

Lanjutnya, dalam pelaksanaan tugas, anggota Posko terpadu memeriksa sejumlah kendaraan dan barang bawaan guna memberikan kenyamanan kepada masyarakat serta menjaga Kamtibmas khususnya di kawasan Pelabuhan.

“Kegiatan ini salah satu upaya menjamin kelancaran serta kondusifitas di kawasan pelabuhan dalam rangka pengamanan angkutan lebaran tahun 2024,”ucapnya.

Sementara sasaran dalam kegiatan tersebut adalah masyarakat pengguna jasa penyebrangan untuk mengantisipasi gangguan keamanan seperti terorisme, adanya barang-barang ilegal dan berbahaya serta antisipasi kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat.

Kemudian lanjutnya, petugas memberikan himbauan kepada masyarakat agar berhati-hati dan waspada terhadap barang bawaan, kemudian memberikan teguran kepada para sopir dan kondektur agar tidak melanggar aturan lalu lintas seperti menaikan penumpang melewati kapasitas, penumpang diatas atap mobil ataupun penumpang pada mobil cup terbuka.

“Kami juga mengimbau agar para sopir mengutamakan keselamatan penumpang. Dan bagi masyarakat, jika menemukan hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas segera dilaporkan ke petugas atau pos - pos terdekat,”pungkasnya. 

Mn

Tiga Terduga Pelaku Persetubuhan Terhadap 2 Orang Anak Di Bawah Umur Diamankan Petugas


Policewatch-Lombok Tengah 

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Tengah amankan tiga orang terduga pelaku persetubuhan terhadap anak berinisial MIH (16), MMR (15) dan MY (16) yang dilakukan pada Rabu, (10/4) pukul 23.30 Wita di Kecamatan Praya Tengah. 

Terduga pelaku di amankan dirumahnya di wilayah Kecamatan Praya Tengah. Ketiganya diduga melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Praya Tengah terhadap  anak dibawah umur berinisial BEA (14) dan BG (14) merupakan warga Kecamatan Kopang.

Kasat Reskrim Polres Loteng IPTU Luk Luk il Maqnun, STrK., SIK, saat dikonfirmasi Sabtu (13/4), mengatakan, ketiga terduga pelaku diamankan setelah adanya laporan dari orang tua korban.

IPTU Luk Luk menerangkan kejadian tersebut terjadi hari Rabu (10/4) sekitar pukul 20.00 Wita dimana saat itu korban dijemput oleh ketiga terduga pelaku di simpang empat Desa Darmaji Kecamatan Kopang. 

Kemudian korban diajak keliling menuju seputaran Kota Praya. Usai mengajak korban keliling, terduga pelaku kemudian membawa korban kerumah MY di Kecamatan Praya Tengah. 

"Korban sempat diancam oleh terduga pelaku akan di ditinggalkan dijalanan sepi apabila tidak melakukan hubungan intim dengan para terduga pelaku," tutur Kasat Reskrim. 

Sekitar pukul 23.30 wita korban selanjutnya dibawa kerumah terduga pelaku MY untuk disetubuhi oleh para terduga pelaku. 

"Dan setelah pagi hari korban baru diantar oleh para terduga pelaku dimana tempat awal terduga pelaku dan korban bertemu," terang Kasat Reskrim. 

Saat ini ketiga terduga pelaku MIH, MMR dan MY diamankan di Mapolres Lombok Tengah untuk dimintai keterangan. 

"Untuk kepentingan penyidikan, ketiga pelaku kami amankan di Mapolres Lombok Tengah," tutup Kasat Reskrim.

Mn

Polres Loteng Tingkatkan Patroli Rumah Kosong Yang Di Tinggal Mudik Pada Malam Hari


Policewatch-Lombok Tengah

Kepolisian Resor Lombok Tengah tingkatkan patroli rumah kosong pada malam hari yang ditinggal mudik ke kampung halaman oleh pemiliknya untuk merayakan Idul Fitri 1445 Hijriah guna mencegah terjadinya aksi pencurian rumah kosong

"Polres Lombok Tengah dan Polsek jajaran selama libur lebaran intens melaksanakan Patroli Mobile dan sambang ke daerah pemukiman antisipasi pencurian rumah kosong yang ditinggal mudik lebaran oleh pemiliknya ke kampung halaman," kata Kapolres AKBP Iwan Hidayat, SIK saat dikonfirmasi di Praya, Sabtu (13/4).

Iwan mengharapkan masyarakat yang melaksanakan mudik lebaran sudah mengecek dengan teliti keadaan rumah dan memastikan rumah dalam keadaan terkunci dan juga agar mematikan instalasi listrik dan melepas selang kompor agar menghindari korsleting arus listrik dan kebocoran gas yang dapat menyebabkan kebakaran

"Titipkan rumah kepada Ketua RT dan warga sekitar/tetangga yang tidak melaksanakan mudik agar mudah diawasi," ujarnya. 

Selain itu kata Iwan, bagi para pemudik agar tetap jaga kesehatan selama perjalanan, dan apabila lelah di perjalanan maka istirahat agar kondisi tubuh dalam keadaan sehat sampai tujuan.

Patroli Mobile yang dilaksanakan Polres Lombok Tengah dan jajarannya akan terus dilakukan selama libur lebaran baik pagi, siang dan malam hari. Pihaknya juga menyampaikan himbauan kepada warga yang tidak mudik agar selalu menjaga keamanan lingkungan.

Apabila ada kejadian, permasalahan atau tindak kriminal di lingkungan tempat tinggal, masyarakat dapat segera menghubungi petugas kepolisian dalam hal ini Bhabinkamtibmas atau langsung melapor ke kantor kepolisian terdekat seperti Polsek untuk segera di tindaklanjuti.

"Mari kita sama-sama menjaga keamanan di lingkungan sekitar dan antisipasi pelaku kejahatan rumah kosong maupun kejahatan lainnya yang cenderung terjadi saat libur lebaran agar masyarakat kita yang melaksanakan mudik lebaran merasa aman," tutup Iwan.

Mn

Waspada 3C, Anggota Polsek Pelabuhan Laut Tano Lakukan Patroli Dialogis



Policewatch-Sumbawa Barat 

Dalam mendukung program presisi kapolri nomor urut  2 tentang menjamin keamanan untuk mendukung program pembangunan. 

Anggota Polsek kawasan pelabuhan laut tano telah melaksanakan giat patroli dialogis *MANTAP* (Bermanfaat, Tulus, Amanah dan Profesional ) di areal pelabuhan Poto Tano, dengan sasaran pengguna jasa pelabuhan Poto Tano.

"Kegiatan itu dilakukan pada Jumat, 12 April 2024 pukul 10.30 Wita dengan kekuatan personil 4 orang," kata Kapolres Sumbawa Barat AKBP Yasmara Harahap S. Ik melalui Kasi humas IPDA Eddy Soebandi S. Sos kepada media ini.

Dalam pelaksanaan kegiatan, anggota patroli menyampaikan himbauan  berupa, waspada terhadap 3C, Narkoba, dan selalu menjaga kamtibmas untuk kenyamanan bersama. Jangan percaya dengan berita hoax atau ujaran kebencian di medsos yang belum jelas sumber kebenarannya.

Ia juga mengingatkan untuk tetap berhatai-hati selama dalam perjalanan baik berkendara maupun dalam pelayaran, perhatikan barang bawaan dan kondisi kendaraan serta istirahat jika merasa kelelahan. "Jika ada kejadian menonjol agar segera melapor ke kepolisian terdekat. Kegiatan berjalan aman dan lancar tanpa ganguan apapun," tutupnya. 

Mn

Maraknya Dugaan Jasa Kurir Fiktif Pihak Shoope,

  


Red,policewatch.news,- Shoope ternyata melayani konsumennya tidak dengan fasilitas kurir sendiri. Pihaknya melakukan kerjasama dengan J&T dan J&T memakai jasa kurir dari pihak perusahaan lain sebagai vendor (arti: pihak pemasok barang atau layanan jasa). Itu artinya, barang yang sampai ke konsumen, tidak murni diantar langsung oleh tenaga kurir Shoope, tetapi ada dua saluran jasa lagi setelah itu.

Simpang siur kurir Shoope tersebut diprediksi memberikan peluang ‘bermain’ bagi oknum kurir dari Vendor J&T yang dipercaya Shoope. Persada Post mendapatkan temuan dilapangan, salah-seorang oknum karyawan PT. Catur Mandala Nusantara (Vendor J&T dari Shoope) yang berkantor di Salemba, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, kedapatan oleh konsumennya melakukan upaya pengantaran fiktif dengan cara mengakses aplikasi Shoope.


Oknum PT. Catur Mandala Nusantara berinisial ‘GR’ tersebut telah mengakui perbuatannya, dengan membuat surat pernyataan pada tanggal 23 Februari 2024 kemarin, tidak lama setelah perbuatan pengantaran fiktif itu ketahuan ia lakukan.

Dalam surat pernyataannya, yang berhasil diperoleh, bahwa berturut-turut pada tanggal 20, 21, 22 dan 23 Februari, ia melakukan return paket sebanyak 4 paket yang berbeda, tanpa mendatangi lokasi serta tanpa konfirmasi ke costumer/ pelanggan/ konsumen, sesuai laporan yang ia buat di Aplikasi Shoope.

Cara kerjanya; dengan return barang yang dilakukan GR, dimana ia tetap memperoleh jasa kurirnya setiap item barang yang tercatat untuk diantarkan. Walaupun konsumen itu tidak ia ditemui dan barang pesanan nya tidak di antarkan tapi  ia tetap memperoleh pembayaran uang jasa kurirnya dan mengembalikan barang pesanan konsumen ke gudang untuk dikembalikan lagi kepada penjual.

Itu artinya, ada dua pihak yang dirugikan dalam hal ini; yakni penjual yang sudah memakai layanan Shoope dan konsumen yang juga memakai layanan yang sama.

Dari penelusuran , Andi Agustin selaku Manager Divisi PT. Catur Mandala Nusantara, mengakui sudah melakukan upaya perdamaian antara konsumen dan GR. Tetapi, ketika di konfirmasi kepada konsumen yang bersangkutan, penyelesaian yang dimaksud Andi Agustin ternyata hanya sekadar pertemuan saja, tanpa adanya penyelesaian konkrit.

“Ini saya benar-benar dirugikan dari pihak kurir Shoope, yang diketahui ternyata memakai perusahaan vendor lain. Empat kali, barang pesanan saya di return oleh kurir yang sama dan ini adalah skandal IT (karena menggunakan aplikasi dan akses e-comerce) yang sangat masif dan bisa jadi sudah ada pula konsumen yang lain yang mengalami nasib yang sama dengan saya. Masak iya, sekelas Shoope tidak safety dalam hal jasa kurirnya, sementara kalau kita lihat iklannya okelah, fakta dilapangan tidak demikian adanya,” ungkap sumber, yang tidak mau disebutkan namanya itu, Minggu (07/04/2024).

Disaat konfirmasi, Persada Post juga mendatangi Gudang dan Kantor J&T dan PT. PT. Catur Mandala Nusantara di Salemba, namun Andi Agustin tidak berada ditempat. Parahnya lagi, setelah dihubungi berkali-kali, Andi Agustin juga tidak merespon kedatangan Redaksi Persada Post tersebut, untuk investigasi lebih mendalam, karena apa yang dilakukan GR berpotensi juga dilakukan oleh yang lainnya dan merugikan konsumen lainnya juga.

Maka, dapat disimpulkan, terdapat tiga pihak yang bertanggungjawab dalam kejadian itu, yakni: Shoope, J&T dan PT. Global Bintang Timur Ekspress. Selain dapat terjerat Undang-Undang IT, perbuatan GR dan perusahaannya juga disinyalir dapat dijerat Pidana Penipuan dan advokasi dari lembaga perlindungan konsumen sesuai hukum yang berlaku. (Team)