Jumat Bersih Polres Bima Kota: Laksanakan Bersih-Bersih Masjid


Policewatch-Kota Bima

 Dalam upaya mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat, Personil Polres Bima Kota bahu-membahu membersihkan Masjid Nurul Qolbi di Kota Bima. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat pagi, dipimpin langsung oleh Waka Polres Bima Kota, Kompol Herman, dan diikuti oleh sejumlah Personel Polres Bima Kota.

Dengan menggunakan peralatan seperti sapu, sapu lidi, sikat, dan alat pel, para anggota Polres Bima Kota membersihkan setiap sudut halaman masjid, termasuk saluran air di sekitar masjid dan tempat wudhu. Kebersihan lingkungan masjid menjadi prioritas utama dalam kegiatan ini.

Wakapolres Bima Kota, Kompol Herman, dalam kesempatan tersebut mengatakan, "Kegiatan bersih-bersih semacam ini biasa dilaksanakan oleh Anggota Polri, karena Polri selalu menanamkan kepada anggota tentang pentingnya menjaga kebersihan, baik kebersihan pribadi maupun kebersihan lingkungan."

Ia menambahkan, "Dengan kegiatan bersih-bersih Masjid di pagi hari ini, diharapkan masyarakat yang akan melaksanakan Sholat Jumat pada siang harinya akan merasa lebih nyaman dan khusyuk."

Kompol Herman juga menegaskan bahwa selain melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat serta penegakan hukum, Polisi juga berperan aktif dalam bidang sosial masyarakat. "Agar Polisi lebih dekat dengan masyarakat. Apalagi kebersihan juga sebagian dari iman," ujar Wakapolres.

Kegiatan Jumat Bersih ini tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik masjid, tetapi juga sebagai bentuk nyata kepedulian Polri terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Melalui aksi ini, Polres Bima Kota berharap dapat membangun hubungan yang lebih harmonis dan saling mendukung dengan masyarakat setempat.

Mn

Dir Samapta Lakukan Pengecekan Personel Jelang WWF ke-10 di Bali

 


Policewatch-Lombok Utara

Jelang di adakannya  kegiatan  bertarap internasional di Bali serta  menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif, Dir Samapta Polda NTB KBP Deddy Foury M., SH., S.I.K., M.I.K. melaksanakan pengecekan personel yang terseprin di Bangsal Pemenang. KLU,  Jumat, 17/5/2024.

Dir Samapta KBP Deddy Foury menyampaikan kepada awak media di sela-sela  kegiatannya bahwa kegiatan pengecekan ini di lakukan untuk mengetahui jumlah kekuatan personel  yang akan melaksanakan Oprasi Puri Agung 2024 dengan pengamanan imbangan  sehubungan dengan kegiatan   Konferensi Internasional WWF ke-10 tahun 2024 yang akan di selenggarakan  di ITDC Nusa Dua Bali yang akan di mulai besok tanggal 18 mei 2024.

Dalam  kegiatan ini untuk wilayah Kabupatrn Lombok Utara menerjunkan 51 personel diantaranya 28 dari Polres Lombok Utara,  10 personel dari Brimob , 4 personel dari Direektorat Polair Polda NTB dan 9 personel dari Direktorat Pam Obvit.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk pengamanan imbangan,  mengingat besok sudah dimulai kegiatan berharap Internasional yang di adakan di Bali yaitu Worl Water Forum (WWF) ke 10 di Nusa Dua  Bali

Dan  Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Water Forum (WWF) ke-10. Dan kegiatan ini akan di gelar di Bali pada tanggal  18-25 Mei 2024.

World Water Forum (WWF) merupakan  ajang bagi para pemangku kepentingan untuk memecahkan tantangan global  pada sumber daya air. 

Kegiatan WWF tahun ini bertajuk tema Water for Shared Prosperity.

WWF merupakan momen penting sekaligus bergengsi bagi Indonesia. Sebab, Pemerintah Indonesia akan  mengundang puluhan Kepala Negara dan   partisipan atas kegiatan bergengsi ini.

Dengan adanya kegiatan tersebut  ada 3 wilayah yang terlibat dan pengamanan WWF ke 10 di Bali , yang pertama wilayah Bali itu sendiri, Jawa Timur dan NTB.

Mengingat NTB juga termasuk daerah yang terlibat pengamanan khususnya di Lombok Utara yang berdekatan dengan Bali  yaitu adanya transportasi laut yaitu Past Boat yang  tidak menutup kemungkinan akan mengunjungi daerah wisatawan di Lombok Utara, maka perlunya menjaga kndusifitas wilayah agar tetap terjaga dengan  baik  Ulasnya.

Dir Samapta menyampaikan bahwa Lombok Utara merupakan daerah penunjang kegiatan event internasional  yaitu WWF ke -10 di Bali , perlunya di lakukan pengamanan imbangan guna mengantisipasi adanya potensi gangguan dan perlunya menciptakan  situasi aman dan nyaman .

Dir Samapta  menyampaikan kepada anggota yang terseprin agar dalam pelaksanaan lakukan dengan penuh  rasa tanggung jawab  dan melakukan tugas di lapangan secara inclusif dengan mengajak peran serta masyarakat  serta steakholder  yang ada untuk bersama - sama menjaga situasi yang aman 

 sehingga kegiatan WWF di Bali dapat  berjalan dengan aman dan sukses. Pungkasnya.

Mn

Ratusan Personel Polda NTB Siap Lakukan Tugas Pengimbang Pengamanan WWF Ke-10


Policewatch-Mataram

Menjelang pelaksanaan forum internasional World Water Forum (WWF) ke-10, Polda NTB sebagai penyangga pengamanan WWF ke-10 di Provinsi Bali, menyiapkan ratusan personel untuk menjaga pintu masuk ke Pulau Dewata, Bali, demi suksesnya gelaran WWF ke-10.

Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda NTB Kombes Pol. Suprayitno, usai Apel Gelar Pasukan Pengamanan di Lapangan Bhara Daksa Mapolda NTB, Rabu (15/5/2024), menyampaikan jika Polda NTB sebagai pengimbang pengamanan memastikan kesiapan ratusan personel, untuk ditugaskan menjaga beberapa titik pintu masuk selama kegiatan WWF ke-10 yang akan digelar tanggal 18-25 Mei 2024.

"Kami di Polda NTB dan di Polda Jawa Timur melaksanakan giat imbangan. Pengamanan dilaksanakan di empat lokasi," ungkapnya.

Disebutkan, empat titik yang menjadi konsentrasi pengamanan personel Polda NTB diantaranya Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Pelabuhan Lembar, Gili Mas dan Pelabuhan Teluk Nara di Kabupaten Lombok Utara. termasuk beberapa pelabuahan kecil yang tersebar di beberapa titik.

"Kami mengantisipasi potensi sesuai kerawanan. Tugas kami preemtif dan preventif," ucapnya.

Adapun fokus pengamanan Polda NTB, Dirpamobvit mengatakan jika pengamanan difokuskan pada kemungkinan-kemungkinan adanya aksi terorisme, termasuk antisipasi masuknya Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang akan ke Bali saat acara WWF ke-10 berlangsung.

"Khususnya terorisme, di NTB ini kan rawan. Jangan sampai mereka melakukan aktivitasnya di Bali dan masuknya lewat NTB. Termasuk AMP jangan sampai mereka unjuk rasa di Bali saat acara itu," tegasnya.

Karena itu, para personel yang bertugas melakukan pengamanan diminta agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

"Terlebih yang bertugas di Pelabuhan Lembar, karena di sana penyeberangannya 24 jam," sebutnya.

Menurutnya, meski dimungkinkan penyeberangan dan penerbangan tidak ramai, namun pengamanan dan pengecekan harus dilakukan dengan ketat, karena WWF ke-10 di Bali menjadi potret Indonesia di mata dunia.

"Sesuai amanah Kabaharkam, kamera CCTV, dokumentasi dan pengecekan jangan sampai ada yang lolos," tandasnya.

Mn

Pelaku Persetubuhan 2 Anak di Bawah Umur Terancam 15 Tahun Penjara


Policewatch-Lombok Utara

Dua anak di bawah umur berinisial V asal Kecamatan Pemenang dan M asal Kecamatan Tanjung diduga menjadi korban dugaan pelecehan seksual.

Kedua korban yang masih berusia 12 tahun awalnya diiming-imingi uang oleh lima remaja berinisial JA, S, SR, RH dan TM sebelum melakukan aksi bejatnya.

"Pengungkapan kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur ini diketahui pertama kali oleh orang tua korban," ujar Kasat Reskrim Polres Lombok Utara IPTU Gufron Subeki,SH saat mewakili Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K, M.Si. Pada Kamis (16/5/2024 )

Gufron menjelaskan, kelima terduga  pelaku yang berumur 17 - 21 tahun.

Lanjut Gufron menjelaskan, kasus adanya dugaan pelecehan seksual berawal dari JA menjemput V pada 08 Mei 2024 dan dibawa ke rumah pondok milik JA di Kecamatan Pemenang dimana pada saat saudara JA dan korban V tiba di pondok  sudah ada saudara S, SR, RH dan TM.

"Sesampai di rumah pondok, korban V diajak masuk kedalam kamar, setelah berada di dalam, JA melakukan persetubuhan terhadap V dengan iming-iming diberikan uang," jelasnya.

Sekitar pukul 23.00 Wita JA dan V keluar dari dalam kamar kemudian pergi menjemput korban M, dan sekitar pukul 24.00 Wita JA kembali ke rumah pondok bersama V dan M.

Sekitar pukul 24.30 Wita terduga pelaku TM mengajak V untuk masuk kedalam kamar dan melakukan persetubuhan terhadap V.

Sementara pelaku lainnya JA, S, SR dan RH melakukan persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap korban M dengan menjanjikan imbalan berupa uang. 

"Setelah puas melakukan hal bejat tersebut korban V dan M diantar pulang oleh JA dan diberikan uang sebesar Rp 300 ribu," katanya.

Dan dari laporan Kasus tersebut Sat Reskrim Polres Lombok Utara  sudah meningkatkan kasus tersebut ke tahap penyidikan.

Atas perbuatan tersebut, para pelaku di jerat dengan  pasal 81 ayat (1) jo 76 d  UU no. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, ancaman hukuman paling singkat 5 tahun  paling lama 15 tahun. Tutup Kasat Reskrim

Mn

Pelaku Pengoplos Gas Subsidi Ditangkap Satreskrim Polres Bima Kota


Policewatch-Kota Bima

 Personel Polres Bima Kota berhasil mengungkap tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan atau niaga bahan bakar gas bersubsidi di RT 01 RW 01 Lingkungan Lela, Kelurahan Jatibaru Barat, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Dalam operasi ini, AR (25) ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga memindahkan isi tabung LPG 3 kg bersubsidi ke tabung gas non-subsidi dan mencampurnya dengan benda lain untuk dijual.

Wakapolres Bima Kota, Kompol Herman, dalam konferensi pers mengungkapkan bahwa AR melanggar Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas, yang telah diubah ketentuannya pada Pasal 40 angka 9 UU RI No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

Kronologi kejadian bermula ketika anggota Unit Tipidter Satuan Reskrim Polres Bima Kota menerima informasi dari masyarakat tentang kegiatan ilegal di rumah AR. Setelah melakukan penyelidikan, petugas mendapati AR sedang mengangkut tabung gas LPG non-subsidi hasil oplosan ke dalam mobil Suzuki New Carry. Polisi kemudian membuntuti AR hingga Pasar Senggol Kota Bima, di mana AR diamankan bersama mobil yang memuat gas oplosan dan dibawa kembali ke rumahnya untuk pengembangan kasus.

"Di rumah tersangka, kami menemukan alat dan bahan untuk mengoplos gas LPG, termasuk 34 tabung gas 3 kg subsidi kosong, 1 tabung gas 12 kg non-subsidi kosong, 5 regulator kopling, segel tabung gas, dan berbagai alat lainnya," jelas Kompol Herman.

Barang bukti yang disita antara lain:Mobil Suzuki New Carry hitam dengan Nopol EA 8220 SE, 9 tabung gas 12 kg non-subsidi, 4 tabung gas 5,5 kg non-subsidi, 35 tabung gas 3 kg subsidi kosong, 5 regulator kopling, 1 paket segel gas 12 kg non-subsidi, 50 plastik segel warna merah, 70 segel gas 3 kg subsidi warna merah, 33 segel gas LPG 3 kg subsidi dengan plastik segel, Ember berisi plastik es batu dan Timbangan, potongan baliho, dan berbagai alat lainnya.

Modus operandi AR adalah membeli gas 3 kg subsidi dari pengecer di Kota Bima dan mengumpulkannya di rumah. AR kemudian membeli tabung gas non-subsidi kosong ukuran 5,5 kg dan 12 kg. Dengan menggunakan regulator kopling, gas dari tabung 3 kg dipindahkan ke tabung non-subsidi yang lebih besar, menggunakan es batu untuk mendinginkan proses transfer gas. Setelah tabung non-subsidi terisi, AR memasang segel yang dibeli secara online dan menjual gas oplosan tersebut dengan harga lebih tinggi di wilayah Rasbar dan Raba.

"Setelah tabung non-subsidi terisi, dia memasang segel yang dibeli secara online dan menjual gas oplosan tersebut dengan harga lebih tinggi di wilayah Rasbar dan Raba," ungkap Kompol Herman.

Dari setiap tabung gas oplosan 12 kg non-subsidi, AR mendapatkan keuntungan sebesar Rp 55.000, sementara dari tabung 5,5 kg non-subsidi dia mendapat untung Rp 20.000 per tabung.

"Kini AR beserta barang bukti sedang diproses di Polres Bima Kota untuk ditindaklanjuti hukum lebih lanjut," tambah Kompol Herman.

Dengan terungkapnya kasus ini, Polres Bima Kota berkomitmen untuk terus memberantas praktik ilegal yang merugikan masyarakat dan negara demi menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Bima Kota.

Mn

Kapolda NTB Buka Secara Resmi Rapim Polda NTB TA 2024


 

Policewatch-Mataram

Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. R. Umar Faroq SH., M.Hum., membuka secara resmi Rapat Pimpinan (Rapim) Polda NTB Tahun Anggaran 2024 yang berlangsung di Ballroom Hotel Lombok Raya Mataram, Rabu (14/05/2024). 

Selain berlangsung terpusat Rapim Polda NTB TA. 2024 diikuti oleh seluruh Polres Jajaran Polda NTB secara virtual di Mapolres/ta masing-masing. 

Rapim yang bertemakan "Polda NTB Yang Presisi Siap Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi Yang Inklusif dan Berkelanjutan untuk Terwujudnya Indonesia Maju". 

Hadir dalam Kegiatan tersebut Kapolda NTB, Pj. Gubernur NTB, Danrem 162/WB, Wakapolda NTB, Irwasda Polda NTB, Danlanud ZAM, Danlanal Mataram, Kepala BNN NTB, Segenap PJU Polda NTB, Seluruh Kepala Dinas Pemda Provinsi NTB, Seluruh Kapolres/ta Jajaran Polda NTB serta Para Undangan Lainnya. 

“Rapim yang kita laksanakan ini merupakan tindak lanjut Rapim Polri yang diselenggarakan bulan lalu,”ungkap Kapolda NTB dalam sambutannya sesaat sebelum Rapim Polda NTB di Buka secara Resmi. 

Perlu Wujudkan Sinergitas antar lembaga / instansi dan stakeholder terkait  untuk dapat melaksanakan dan menyelesaikan program-program pemerintah yang telah direncanakan.

Menurut Jendral Bintang dua ini,  Rapim Polda NTB yang kita laksanakan ini salah satu wujud nyata sinergitas yang telah terbangun antar Polri, TNI, instansi / Lembaga Pemerintah dan stakeholder yang ada di Nusa Tenggara Barat telah solid. 

“Ini perlu dipertahankan dan dipelihara sehingga apa yang dilakukan dapat terselesaikan dengan baik atas dukungan seluruh stakeholder yang ada, “ ucapnya. 

Sementara itu Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Rio Indra Lesmana SIK., dalam keterangannya kepada media ini menyatakan bahwa Rapim yang diselenggarakan Polda NTB ini sebagai sarana berdiskusi guna membahas bagaimana program-program pemerintah yang telah direncanakan dapat terlaksanakan dengan baik sehingga memberikan kemanfaatan kepada masyarakat NTB. 

Untuk mewujudkan pelaksanaan program pemerintah itu dengan baik maka seperti yang dikatakan Kapolda NTB dalam sambutannya diperlukan sinergitas antar seluruh stakeholder yang ada baik Polri, TNI, Pemerintah maupun kelompok masyarakat. 

Kita berharap, lanjut Pria yang kerap disapa  Rio ini, melalui Rapim Polda NTB TA 2024 semua yang kita rencanakan dapat terlaksana dengan baik sesuai harapan, maka untuk mewujudkan hal itu perlu adanya kerjasama yang baik, tutupnya.

Mn

Polda NTB Dukung Polres Lobar Dalam Menangani Kasus Monton


Policewatch-Mataram

 Peristiwa penyerangan yang menimpa warga Montong Buwuh Desa Meninting Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa waktu lalu menjadi atensi Polda NTB dan Polres jajaran. Tindakan cepat pun segera dilakukan untuk melakukan penegakan hukum dan menjaga situasi tetap kondusif.

Berbagai upaya penyelesaian dengan kehati-hatian terus dilakukan, dengan harapan kejadian serupa tidak terulang kembali. Terlebih beberapa bulan ke depan, Indonesia termasuk NTB akan digelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak.

Kapolda NTB Irjen Pol Drs Umar Faruq melalui Kabid Humas Kombes Pol. Rio Indra Lesmana, S.H., S.I.K., di sela Rapat Pimpinan lingkup Polda NTB, Rabu (15/5/2024), menegaskan terkait beredarnya informasi di masyarakat jika kasus Montong dipindahkan penanganannya ke Polda NTB.

"Kami ingin menjelaskan bahwa tidak ada pemindahan kasus ke Polda NTB. Namun begitu, kami tetap memberikan dukungan dan memback-up Polres Lombok Barat dalam penanganan kasus ini," tegasnya.

Kombes Pol Rio juga menambahkan, "Kami akan tetap mengikuti proses hukum dan mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu yang beredar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,".

Selain itu, Kombes Pol Rio mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Ia juga menegaskan jika tindakan penutupan jalan atau perilaku anarkis tidak akan ditoleransi.

"Kami sangat menentang penutupan jalan raya karena hal itu mengganggu aktivitas masyarakat lain," tandasnya.

Karena itu, pihaknya sangat mengharap kerjasama antara masyarakat dan kepolisian, untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

Mn

Ratusan Gram Sabu Di Empang Berhasil Disita Satresnarkoba Polres Sumbawa


Policewatch-Sumbawa Besar

Sat Resnarkoba Polres Sumbawa Nesar berhasil mengungkap tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukum sumbawa besar.

Dalam pengungkapan tersebut, Dua orang pria berinisial MS (39) warga desa Empang Bawah dan CO (30) warga Desa Empang Bawah berhasil diringkus tim Opsnal Satres narkoba Polres Sumbawa di Desa Empang Bawa, Kecamatan Empang, Selasa 14 Mei 2024 pukul 20.00 WITA.

Kapolres Sumbawa AKBP Heru Muslimin S.I.K, M.I.P, melalui Kasat Narkoba AKP Tamrin S.Sos., membenarkan hal tersebut, pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat,bahwa di rumah terduga pelaku di wilayah Empang kerap dijadikan lokasi untuk transaksi narkotika jenis sabu.

"Berdasarkan informasi tersebut, kami kembali melakukan penyelidikan mendalam sehingga berhasil melakukan pengungkapan dan menangkap para pelaku beserta barang bukti" ungkap Kasat.

Lanjut Kasat, Bahwa dalam penangkapan tersebut, Pihaknya berhasil mengamankan 20 poket kristal putih yang diduga sabu dengan berat bruto total 108,40 gram.

Selain itu barang bukti terkait sabu juga turut diamankan berupa 3 bendel klip obat kosong, 1 buah skop plastik,2 buah korek gas,2 unit HP android,1 lembar kantong plastik hitam dan uang tunai Rp. 1.125.000.

Berdasarkan keterangan salah satu  terduga pelaku MS bahwa sabu tersebut di dapatnya dari seseorang berinisial R yang beralamat di kecamatan Lape yang di pesan melalui telepon dan di antarkan ke rumah  terduga pelaku MS.

Selanjutnya, Kedua terduga pelaku beserta seluruh barang bukti di bawa dan diamankan ke Mapolres Sumbawa guna proses hukum lebih lanjut. 

Mn

Anggota Polsek Tanjung Monitoring Korban Paska Gempa Melanda Kabupaten Lombok Utara

 


Policewatch-Lombok Utara

Akibat gempa yang terjadi di wilayah Kabupaten Lombok Utara,  Anggota Polsek Tanjung melaksanakan monitoring  ke beberapa Desa yang ada di Kecamatan Tanjung KLU

Dan atas kejadian tersebut ada beberapa bangunan warga  yang ada di wilayah Kecamatan Tanjung mengalami kerusakan yang di akibatkan gempa bumi yang  terjadi sore ini. Selasa,14/5/2024.

Sehubungan dengan kejadian tersebut Kapolsek Tanjung AKP Remanto SH  menyampaikan kepada media saat mewakili Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro S.I.K. M.Si., menyampaikan bahwa berdasarkan info   resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia, gempa bumi bahwa gempa  kekuatan 5.5 Skala Richter mengguncang wilayah Kabupaten Lombok Utara pada pukul 16:11 wita, dengan guncangan gempa yang cukup keras mengakibatkan  bangunan warga Kecamatan Tanjung mengalami kerusakan.

Adapun akibat gempa tersebut  ada beberapa bangunan yang mengalami kerusakan diantaranya: 


Bangunan dapur milik saudara Yodi Aprianto, 25 th

Alamat : Dusun Karang Nangka Desa Sokong mengalami kerusakan dengan kerusakan diperkirakan kurang lebihsebesar (Rp. 1.500.000)

Kemudian di Desa Jenggala  warung  milik saudari   Khadijah 62Thn

Alamat  Dusun Nyangget Desa Jenggala Kec. Tanjung, kerugian (-+ Rp. 500.000)

Di Desa Medana bangunan dapur milik saudara Sulaiman ,44 Thn,Alamat  Dsn. Jambianom Desa Medana Kec. Tanjung, kerugian diperkirakan  (-+ Rp. 2.000.000),

Desa Tegal Maja  ada korban luka robek atas nama  Inaq Takanep , 61 Thn, Alamat : Dusun Medain Desa Tegal Maja, mengalami luka sobek pada bagian kepala  yang di  akibatkan terkena runtuh batak akibat gempa. Dan sudah di lakukan perawatan medis  di PKM Tanjung. Ulasnya

Kapolsek menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan bersama - sama mencari informasi yang resmi , jangan mendengar berita yang belum jelas kebenarannya yang bisa membuat suasana di masyarakat menjadi gaduh yang bisa di manfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tutup Kapolsek.

Mn

Hadiri Dharma Santi 2024, Kapolda NTB : Jadikan Acara ini Momen Evaluasi Diri


Policewatch-Mataram 

Kapala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Drs. R. Umar Faroq SH., M.Hum., menghadiri Dharma Santi Ikatan Kluarga Besar Hindu (IKBH) Polda NTB yang berlangsung di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, Selasa (14/05/2024). 

Acara Dharma Santi tahun 2024 dengan tema “Implementasi Dharma Agama dan Dharma Negara Dalam Mewujudkan Polri Presisi Menuju Indonesia Maju” dihadiri Wakapolda NTB, segenap PJU Polda NTB,  Ketua PHDI NTB, Ketua IKBH Polda NTB, erta seluruh Personil keluarga besar Hindu Polda NTB. 

Dalam Sambutannya, Ketua IKBH Polda NTB AKBP. Wayan Budiarsa S.Pd myampaikan ucapan terimakasih kepada Kapolda NTB, Waka Polda NTB, Irwasda Polda NTB, PJU Polda NTB serta seluruh Keluarga Besar IKBH Polda NTB yang telah berkesempatan hadir pada Acara Dharma Santi IKBH Polda NTB. 

Menurutnya acara seperti ini merupakan salah satu agenda tahunan yang rutin dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan silaturahmi antar seluruh Keluarga besar IKBH Polda NTB. 

“Kegiatan ini merupakan rangkaian Kegiatan Hari Raya Nyepi 1946 caka, tahun 2024 yang gunanya untuk meningkatkan tali persaudaraan / silaturahmi antar seluruh Keluarga besar IKBH Polda NTB,”tutupnya..

Sementara Itu dalam sambutannya, Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. R. Umar Faroq, SH.,MHum menyorot tentang sejauh mana Peran Anggota Polri dalam memelihara masyarakat, alam dan Negara Indonesia dalam rangka mewujudkan Polri yang Presisi menuju Indonesia maju sesuai tema yang diangkat pada kegiatan Dharma Santi IKBH Polda NTB tahun 2024.

Jenderal bintang Dua ini pun mengambil contoh dengan munculnya bencana alam Elnino yang diakibatkan oleh rusaknya alam suatu wilayah /Daerah, salah satunya di NTB seperti yang dirasakan saat ini di pulau Sumbawa. 

“Elnino ini muncul karena perbuatan manusia terhadap alam sehingga terjadi peningkatan suhu seperti yang terjadi di daerah pulau Sumbawa,”tegasnya.

Kapolda Berharap, Momen  Dharma Santi dapat dijadikan sebagai waktu untuk merefleksikan diri, bagaimana dengan Tuhan Yang Maha Kuasa, kemudian  sebagai Anggota apa yang sudah di lakukan serta bagaimana  hubungan kita dengan Alam. 

“Bagaimana manusia dengan alam, dan karena manusia banyak melakukan aktivasi yang tidak benar terhadap alam seperti penebangan pohon dan lain-lain,  maka muncul reaksi dari alam itu sendiri yakni Elnino yang saat ini kita rasakan,”jelas Kapolda. 

Hutan sebagai paru-paru dunia, maka harus dipelihara dengan baik. 

“Bila kita sudah melaksanakan Dharma seluruh nya ( Dharma Agama dan Dharma Negara ) maka semua yang kita lakukan sesungguhnya haruslah mengandung nilai manfaat bukan justru menimbulkan masalah, “ucapnya.

Semoga Dharma Santi ini dapat menjadikan pembelajaran dan evaluasi bagaimana Polri bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat, Alam dan negara dengan sebaik-baiknya sehingga peran Polri khususnya dalam mewujudkan Indonesia maju dapat tercapai,”pungkas Jenderal Bintang Dua ini.

Mn