YaGa Yingde Group Memberikan Bantuan Berkelanjutan untuk Masa Depan Cerah IFATIA


 Policewatch-Lombok Tengah

Sebuah momen haru dan penuh harapan terjadi di Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Nusa Tenggara Barat, ketika YaGa Yingde Group menyelenggarakan acara bantuan yang tak terlupakan bagi IFATIA, seorang anak yatim berusia 11 tahun. IFATIA, yang tinggal bersama kakeknya di Berembeng, menerima bantuan berupa uang dan sembako dari tim C yang berasal dari Dusun Lendang Bonter, Desa Barejulat.

Ketua tim C, H Multazam, dengan tulus menyatakan bahwa bantuan ini tidak hanya sekali-kali, melainkan akan diberikan setiap bulan sebesar Rp1.000.000 hingga IFATIA menyelesaikan pendidikan tingkat SMA. Bahkan, harapan besar terpancar dari ketua tim C ini, yang berencana memberikan beasiswa jika IFATIA melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Bantuan ini tidak hanya diberikan kepada siapa saja, melainkan diprioritaskan untuk anak-anak yang tidak mampu namun memiliki prestasi. Dengan demikian, harapan untuk masa depan yang lebih baik pun semakin terbuka lebar.

 


Menurut ahli waris IFATIA, uang yang diterima akan digunakan dengan bijak, terutama untuk kebutuhan belanja dan makanan sehari-hari. Hal ini menunjukkan tanggung jawab dan kesadaran dari penerima bantuan dalam memanfaatkan setiap bantuan yang diberikan.

Tidak hanya itu, tokoh masyarakat setempat, Pak Mahruf, yang juga merupakan anggota tim YaGa Yingde Group, turut menyampaikan dukungan dan apresiasi atas kegiatan ini. Dengan total 12 anggota tim, kepedulian dan kerja sama dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan semakin terasa kuat dan berdampak positif.

Kisah ini tidak hanya sekadar bantuan materi, melainkan juga simbol kepedulian, harapan, dan kesempatan untuk masa depan yang lebih cerah bagi IFATIA dan anak-anak yatim lainnya. Semoga bantuan ini dapat menjadi awal dari perjalanan yang penuh prestasi dan kebahagiaan bagi mereka yang menerimanya.

Nurman MPW

"Aksi Kemanusiaan Tim C YaGa Yingde Group: Bantuan dan Dukungan Mengejutkan bagi Anak Yatim IFATIA di Lombok Tengah"


 Policewatch-Lombok Tengah

Dalam sebuah aksi kebaikan yang memukau, Tim C dari perusahaan YaGa Yingde Group telah menggelar acara bantuan yang tak terlupakan bagi IFATIA, seorang anak yatim berusia 11 tahun di Lombok Tengah. IFATIA, yang tinggal bersama kakeknya di Berembeng Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Nusa Tenggara Barat, telah menerima bantuan dan dukungan besar dari tim tersebut, dipimpin oleh Ketua Tim, H.MULTAZAM.

Dalam penyaluran bantuan tersebut,Tim C YaGa Yingde Group  memberikan santunan sebesar RP 1000.000 dalam bentuk uang tunai dan sembako kepada IFATIA dan keluarganya, tetapi juga terlibat dalam serangkaian kegiatan yang membawa keceriaan dan harapan. Para anggota tim, seperti Abdul Wahab, Muhamad Asyadulloh, H.Mulyadi Sofyan, Muhamad Ali Said, Baehaki, Mahrup, dan lainnya, turut serta dalam memberikan bantuan yang bermakna.

Kunjungan yang dilakukan pada Hari Selasa, 25 Juni 2024, pukul 14.00 WITA, bukan hanya sekadar pemberian materi, tetapi juga melibatkan pengajaran cara mengerjakan PR, sesi wawancara, serta upaya penataan rumah dan kebersihan pekarangan. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi terpancar dari setiap langkah yang diambil oleh Tim C YaGa Yingde Group.

Selain memberikan bantuan langsung, aksi kebaikan ini juga mencerminkan visi dan misi kuat perusahaan, yang mengutamakan kepentingan tim, memberikan nasihat investasi yang profesional, dan berkolaborasi secara global dalam lingkungan kesetaraan dan inklusivitas. Tim ini berkomitmen untuk menciptakan nilai maksimal bagi pengembangan tim dan wilayah di mana mereka beroperasi.

Dengan kebersamaan dan semangat yang luar biasa, Tim C YaGa Yingde Group telah berhasil memberikan bantuan yang tak ternilai bagi IFATIA dan keluarganya. Semoga aksi kebaikan ini tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menumbuhkan semangat dan harapan baru dalam kehidupan IFATIA serta menginspirasi banyak orang untuk peduli dan membantu sesama.

Nurman MPW

"Aksi Heroik Tim Puma I Polres Bima Kota: Menyergap Jaringan Pencurian, Keamanan Masyarakat Kembali Terjaga"


 Policewatch-Bima Kota

Tim Puma I Polres Bima Kota di bawah pimpinan Katim Puma I Aiptu Abdul Hafid S.H. sukses dalam operasi penangkapan terduga pelaku dan penadah barang curian. Operasi ini dilakukan sebagai respons terhadap kasus tindak pidana pencurian yang telah meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polres Bima Kota. Penangkapan dilakukan pada hari Senin, 24 Juni 2024, di Kelurahan Salama, Kecamatan Rasbar, Kota Bima, dan Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima.

Korban dari kasus ini adalah Asya, seorang ibu rumah tangga berusia 65 tahun dari Desa Rupe, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Terduga pelaku yang berhasil diamankan adalah AS, 24 tahun, sedangkan terduga penadah yang turut diamankan adalah AF, DU, AR, dan WA dengan rentang usia antara 20 hingga 48 tahun.

Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi dua unit handphone, yaitu HP merek Vivo Y16 dan HP merek Oppo A16, beserta nomor IMEI masing-masing. Kejadian pencurian terjadi pada Jumat, 7 Juni 2024, di rumah korban di Desa Rupe, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Pelapor menyimpan handphone di samping tempat tidurnya sebelum tidur, namun saat bangun, handphone tersebut telah hilang.

Tim Puma I melakukan penyelidikan yang berhasil mengarah pada keberadaan barang bukti dan para terduga pelaku. Melalui serangkaian interogasi, Tim berhasil mengungkap jalur peredaran barang curian dan mengamankan pelaku serta penadah secara bertahap. Dengan keberhasilan ini, Polres Bima Kota berharap dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat dan menekan tindak kejahatan di wilayah hukumnya.

Mn

Polres Bima Kota Taklukkan Dit Samapta dengan Skor 3-0 dalam Perebutan Juara Ketiga Turnamen Voli Kapolda Cup

 


Policewatch-Mataram

 Turnamen Bola Voli Kapolda Cup, yang diadakan untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-78, terus bergulir dengan semangat tinggi di Lapangan Bola Voli Bharadaksa Polda NTB Bener Meriah. Hari ini, pertandingan semifinal memperebutkan posisi ketiga mempertemukan dua klub tangguh, yaitu Polres Bima Kota melawan Dit Samapta.

Pertandingan yang digelar pukul 08.00 WIB tersebut berakhir dengan kemenangan gemilang bagi tim Polres Bima Kota, yang berhasil menaklukkan Dit Samapta dengan skor telak 3-0. Kapolres Bima Kota, AKBP Yudha Pranata S.I.K., S.H., melalui P.s Kasubseksi Pidm Sie Humas Aipda Nasrun, menjelaskan jalannya pertandingan yang menunjukkan dominasi Polres Bima Kota sejak set pertama.

Pada set pertama, Polres Bima Kota mendominasi lapangan dan menutup set dengan skor 25-20. Kemenangan berlanjut di set kedua, di mana Polres Bima Kota kembali unggul dengan skor 25-21. Set ketiga menjadi penentu kemenangan dengan Polres Bima Kota menunjukkan performa terbaiknya, mengakhiri set dengan skor 25-17.

Dengan hasil akhir 3-0, Polres Bima Kota berhasil menempati posisi ketiga dalam Turnamen Kapolda Cup tahun ini, sementara Dit Samapta harus puas di posisi keempat. Pertandingan berlangsung sengit dan penuh semangat, menunjukkan kualitas permainan yang tinggi dari kedua tim

Adapun laga final turnamen ini akan digelar pada hari Selasa, 25 Juni 2024, yang akan mempertemukan klub Sat Brimobda melawan Polres Sumbawa untuk memperebutkan posisi juara pertama. Turnamen Bola Voli Kapolda Cup ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat hubungan melalui olahraga.

Mn

"Tim Puma 1 Sat Reskrim Polres Bima Kota Berhasil Mengamankan Pelaku dan Penadah Kasus Pencurian yang Meresahkan Masyarakat"


 Policewatch-Bima Kota

Tim Puma 1 Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bima Kota di bawah pimpinan Aiptu Abdul Hafid telah berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku dan satu orang terduga penadah dalam kasus tindak pidana pencurian yang telah meresahkan masyarakat. Penangkapan dilakukan pada hari Rabu, 24 Juni 2024, di Kelurahan Tanjung dan Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Menurut keterangan dari Kapolres Bima Kota, AKBP Yudha Pranata S.I.K., S.H., melalui Kasat Reskrim Iptu Punguan Hutahaean S.Tr.K, S.I.K., terduga pelaku MF (38 tahun) dari Kecamatan Rasanae Barat dan terduga penadah IP (31 tahun) dari Kecamatan Rasanae Barat berhasil diamankan. Korban, Paskalis Santur Raja (21 tahun) dari Kabupaten Manggarai Timur, mengalami kerugian berupa handphone merk OPPO A78 warna hitam dengan nomor IMEI yang telah dilaporkan hilang.

Keberhasilan tim Puma 1 ini bermula dari laporan korban pada tanggal 4 Juni 2024 terkait kehilangan handphone di Pelabuhan Laut Bima. Tim melakukan penyelidikan intensif dan berhasil menemukan informasi terkait keberadaan barang bukti dan terduga pelaku. Dengan cepat, tim berhasil mengamankan terduga penadah beserta handphone yang sesuai dengan laporan korban.

Terduga penadah mengakui bahwa handphone tersebut dibeli dari MF dengan harga Rp 800.000. Setelah penangkapan terduga penadah, tim melanjutkan penyelidikan dan berhasil menemukan MF di Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Rasanae Barat. MF mengakui perbuatannya mencuri handphone tersebut di kapal di pelabuhan laut Bima.

Kedua terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan ke Mako Sat Reskrim Polres Bima Kota untuk proses hukum lebih lanjut. Tindakan tegas ini menunjukkan komitmen aparat kepolisian dalam menangani kasus-kasus kriminal yang meresahkan masyarakat.

Mn

Pengamanan Aksi Unjuk Rasa AHN NTB oleh 348 Personil Polresta Mataram di Gedung DPRD

 


 Policewatch-Mataram 

Kabag Ops Polresta Mataram, Kompol I Gede Sumadra Kerthiawan SH MH, memimpin 348 personil dalam pengamanan aksi unjuk rasa Aliansi Honorer Nasional (AHN) Nusa Tenggara Barat di depan Gedung DPRD Provinsi NTB. Dalam aksi tersebut, sekitar 1000 orang honorer berharap untuk bertemu langsung dengan Ketua DPRD NTB guna menuntut keabsahan dan penetapan menjadi ASN.

Kompol I Gede Sumadra Kerthiawan menekankan pentingnya pelaksanaan tugas dengan semangat dan profesionalisme. Unit Intelkam melakukan deteksi dini dan personel lainnya, termasuk dalmas dan Polwan, melaksanakan peran masing-masing untuk menjaga situasi agar tetap kondusif.

Dalam upaya menjaga Kamtibmas, Kabag Ops menekankan soliditas personel dalam bekerjasama untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin timbul dari para pengunjuk rasa. Pengamanan dilakukan dengan tujuan memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polresta Mataram.

Semua personel diingatkan untuk melakukan identifikasi dengan baik, mengantisipasi provokasi, dan menyelesaikan tugas dengan tuntas agar tidak berlanjut ke hari berikutnya. Harapan besar agar pengamanan berjalan lancar dan aman disampaikan sebagai fokus utama dalam pelaksanaan tugas tersebut.

Mn

Kapolda NTB Tabur Bunga di Laut Sekotong untuk Memperingati Hari Bhayangkara Ke-78


 Policewatch-Lomnok Barat.

Polda NTB, pada Senin (24/6/2024), menggelar upacara tabur bunga di laut sebagai bagian dari persiapan peringatan Hari Bhayangkara ke-78 yang akan jatuh pada 1 Juli 2024. Acara yang berlangsung khidmat ini diadakan di perairan Pelabuhan Damai Sejahtera, Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Kapolda NTB, Irjen Pol. R. Umar Faroq, S.H., M.Hum., memimpin prosesi tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam menjalankan tugasnya.

Dalam sambutannya, Kapolda NTB menekankan pentingnya mengenang jasa para pahlawan dan menjaga semangat pengabdian yang telah diwariskan. "Kami mengenang dan menghormati para pahlawan yang telah berjuang demi keamanan dan ketertiban bangsa ini. Semoga semangat mereka terus hidup di hati kita dan menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas kepolisian," ujar Kapolda.

Setelah upacara tabur bunga, dilakukan peresmian Kapal Type C-2 Ditpolairud Polda NTB. Kapal ini diresmikan dengan sukacita oleh Kapolda NTB dan diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan pengamanan perairan di wilayah NTB. Kapal Type C-2 dilengkapi dengan teknologi terbaru untuk meningkatkan efektivitas pengawasan laut.

Acara peresmian kapal tersebut diiringi dengan doa dan harapan agar kapal baru dapat beroperasi dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat NTB. Kehadiran kapal ini juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat atas peningkatan kapasitas kepolisian dalam menjaga wilayah perairan.

Upacara tersebut diwarnai oleh suasana kekeluargaan dan semangat kebersamaan, menjadi momen penting dalam rangkaian perayaan Hari Bhayangkara ke-78. Acara tersebut mencerminkan dedikasi Polri dalam melindungi dan melayani masyarakat dengan baik.

Mn

"Kesiapan Optimal Polresta Mataram dan Polda NTB Amankan Event Bergengsi MXGP Lombok 2024"


 Policewatch-Mataram 

Dalam menghadapi perhelatan prestisius MXGP Lombok 2024, Polresta Mataram dan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengambil langkah proaktif dengan melibatkan 800 personel keamanan. Kapolresta Mataram, AKBP I Wayan Sudarmata, SH, MH, menegaskan komitmen mereka untuk memastikan kelancaran acara tersebut.

Ditengah tingkat kerawanan yang lebih tinggi pada tahun 2024 dengan adanya dua seri balapan, Wakapolresta Mataram menyoroti pentingnya kewaspadaan dan kerjasama lintas sektor. Sementara itu, Kabag. Binops. Polda NTB, AKBP Rohadi, S.I.K., menekankan urgensi jadwal yang tepat dan komunikasi yang efektif antara panitia dan pihak kepolisian.

Dengan harapan agar event MXGP Lombok 2024 menjadi sukses dan membawa dampak positif bagi daerah NTB, Polresta Mataram dan Polda NTB menegaskan kesungguhan mereka dalam memastikan keamanan dan ketertiban sebagai kunci utama kesuksesan event internasional ini. Dengan persiapan matang dan koordinasi yang sinergis, diharapkan event ini akan menjadi momentum penting bagi masyarakat dan daerah NTB secara keseluruhan.

MN 

"Misteri Kasus Penganiayaan Santri: Antara Fakta dan Mitos di Ponpes Al-Aziziyah"

 


Policewatch-Mataram 

Sebuah misteri mengelilingi kasus penganiayaan yang terjadi di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, ketika seorang santriwati mengalami cedera serius pada mata. Informasi viral di media sosial memperkuat cerita ini, dengan korban, seorang perempuan asal NTT, saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Kabupaten Lombok Timur.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Porusa Utama, mengungkapkan bahwa orang tua korban telah mengajukan laporan dugaan penganiayaan di ponpes tersebut. Pihak kepolisian sedang merencanakan pengumpulan barang bukti dan keterangan untuk mengkaji status laporan tersebut.

Keluarga korban memberikan keterangan bahwa korban diduga dianiaya oleh rekan-rekannya setelah mengikuti tahfiz di ponpes tersebut. Cedera serius pada mata korban memaksa dirinya dirawat di rumah sakit. Namun, pengasuh asrama pria ponpes, Ustadz Amiruddin, menyangkal informasi yang beredar. Ia menyatakan bahwa korban memiliki penyakit bawaan yang mungkin menjadi penyebab sakit mata, bukan karena penganiayaan.

Kasus ini menarik perhatian publik dengan pertanyaan yang mengambang tentang kebenaran di balik cerita penganiayaan santri. Dukungan untuk penyelesaian kasus ini secara transparan dan akurat dari pihak berwenang sangat diharapkan untuk mengungkap kebenaran di balik misteri kasus penganiayaan santri di Ponpes Al-Aziziyah.

Mn

"Kasus Korupsi Masker NTB: PMII Bali Nusra dan Polresta Mataram Bergerak Bersama Menuju Keadilan"


Policewatch-Mataram 

Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bali Nusra melakukan hearing dengan tim penyidik Polresta Mataram terkait dugaan korupsi pada pengadaan masker dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB pada tahun 2020. Kasus ini baru muncul pada tahun 2022 dan menimbulkan indikasi kerugian negara yang signifikan.

Dalam pertemuan tersebut, PMII Bali Nusra ingin memperoleh informasi langsung mengenai penyelesaian kasus korupsi masker ini. Mereka telah melakukan hearing dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) provinsi NTB sebelumnya, namun terdapat perbedaan keterangan antara BPKP dan Polresta Mataram.

Polresta Mataram menyatakan bahwa bukti indikasi kerugian negara dalam kasus ini sudah lengkap dan berkasnya telah diserahkan ke BPKP NTB. Namun, dalam hearing dengan BPKP, masih diperlukan data dan bukti tambahan sehingga Polresta Mataram diminta untuk melengkapinya.

Ketua II PKC PMII Bali Nusra, Rafial Alnazir, menyatakan kebingungannya atas perbedaan keterangan antara Polresta Mataram dan BPKP. Mereka berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga tersangka korupsi masker ini terungkap.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Porusa Utama, menyambut baik kedatangan PMII sebagai agen pengontrol kebijakan pemerintah. Mereka berusaha menjelaskan proses penanganan kasus korupsi masker ini secara transparan dan berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan baik.

Yogi juga menyampaikan bahwa jika BPKP NTB tidak mampu melakukan audit, pihaknya akan mengupayakan audit melalui lembaga lain seperti BPK, Inspektorat, atau Akuntan Publik. Mereka berharap dukungan dan doa dari masyarakat, termasuk PMII, untuk menyelesaikan kasus korupsi ini dengan baik.

Mn