Polsek Praya Lakukan Sosialisasi Anti-Bullying di Sekolah Dasar: Cegah Bullying Sejak Dini"


Policewatch-Lombok Tengah 

Kepolisian Sektor Praya Polres Lombok Tengah melakukan langkah preventif dengan memberikan edukasi tentang bahaya perundungan (bullying) kepada siswa SDN Sundil Desa Montong Terep Kecamatan Praya. Kapolsek Praya, IPTU Susan V Sualang, menekankan pentingnya mencegah bullying sejak dini karena dampak negatifnya yang signifikan terhadap korban dan pelaku.

 Menurut Susan, kejadian bullying dapat dimulai sejak jenjang sekolah dasar dan berpotensi menjadi masalah serius saat remaja. Sosialisasi ini bertujuan agar siswa dapat memahami bahaya tindakan merugikan diri sendiri dan orang lain serta mencegah terjadinya bullying.

 Susan juga menyoroti pentingnya kerja sama dan peran aktif sekolah dalam mengatasi bullying. Dengan pemahaman yang diberikan, diharapkan tenaga pendidik dan siswa dapat menghindari tindakan bullying dan memahami konsekuensinya.

Dengan upaya edukasi ini, Polsek Praya berharap para tenaga pendidik dapat memberikan pemahaman yang cukup kepada anak didiknya tentang bahaya perundungan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kasus bullying baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, serta mencegah konflik yang disebabkan oleh perbedaan yang belum dipahami dengan baik.

Mn

"Operasi Penangkapan Sukses: Terungkap! Pelaku Ketiga Kasus Pencurian Tabung Gas di Gudang Narmada"


Policewatch-Mataram 

Terduga pelaku ketiga dalam kasus pencurian tabung gas di Gudang Narmada akhirnya berhasil ditangkap oleh Tim Opsnal Polsek Narmada Polresta Mataram. Pelaku berinisial D (31), yang berasal dari Lombok Tengah, diamankan pada hari Kamis, 11 Juli 2024, di Dusun Mengalon Desa Kuta, Lombok Tengah. Penangkapan ini merupakan kelanjutan dari kasus pencurian yang terjadi pada Rabu, 26 Juni 2024, di PT PUTRA HARAPAN MAKMUR.

Sebelumnya, dua terduga pelaku lainnya telah ditangkap, yaitu berinisial P (50) dan SH (20), juga berasal dari Lombok Tengah. Kapolsek Narmada, AKP Ahmad Majmuk SPd, membenarkan penangkapan terhadap terduga pelaku ketiga ini. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/46/VI/2024/SPKT/Polsek Narmada/Polresta Mataram/Polda NTB, penangkapan dilakukan setelah penyelidikan terhadap terduga pelaku.

Pencurian tersebut terjadi saat penjaga malam, PARHAN, yang sedang bertugas sendirian, diserang oleh 4 orang tak dikenal di Gudang PT PUTRA HARAPAN MAKMUR. Mereka berhasil mencuri 52 tabung gas menggunakan mobil bak terbuka warna hitam, dengan kerugian mencapai Rp 8.320.000. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Narmada untuk ditindaklanjuti.

Tim Opsnal Polsek Narmada dan Tim Resmob Polres Lombok Tengah terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku lain yang masih terlibat dalam kasus ini. Dengan penangkapan terduga pelaku ketiga, diharapkan kasus ini dapat diungkap secara menyeluruh dan keamanan di wilayah tersebut dapat terjaga dengan baik.

Mn

Kapolresta Mataram Membuka Latihan Teknis Binmas untuk Bhabinkamtibmas dalam Persiapan Pilkada 2024


 Policewatch-Mataram 

Kapolresta Mataram, Kombes Pol Dr. Ariefaldi Warganegara SH SIK MM CPHR CBA, memimpin acara Pelatihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) Fungsi Teknis Binmas yang diadakan oleh Polresta Mataram Polda NTB. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Bhabinkamtibmas dalam rangka pengamanan Pilkada Tahun 2024 di wilayah Hukum Polresta Mataram. Acara tersebut berlangsung di Gedung Wira Pratama Polresta Mataram pada Kamis, 11 Juli 2024.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kasat Binmas Polresta Mataram, Kompol Maad Adnan, serta sejumlah perwira dan anggota lainnya, termasuk Bhabinkamtibmas dari jajaran Polresta Mataram. Pembukaan acara dilakukan oleh Kasat Binmas, yang menyampaikan pentingnya kegiatan ini dalam meningkatkan kesiapan pengamanan Pilkada dan pengetahuan Bhabinkamtibmas.

 

Kapolresta Mataram, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang hadir dalam acara latihan tersebut. Beliau menekankan pentingnya peran Bhabinkamtibmas sebagai petarung yang harus memiliki kemampuan komunikasi, deteksi dini, problem solving, pengetahuan hukum, dan pertolongan pertama pada gawat darurat.

 

Lebih lanjut, Kapolresta menekankan bahwa hakikat dari seorang Bhabinkamtibmas adalah deteksi dini dan problem solving, serta pentingnya meningkatkan interaksi dengan masyarakat melalui kegiatan DDS (Door to Door System) untuk memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat. Selain itu, Bhabinkamtibmas juga diminta untuk membina komunitas dan siskamling guna meningkatkan kesadaran akan keamanan lingkungan.

Dalam menghadapi Pilkada yang semakin dekat, Kapolresta juga mengingatkan agar informasi tidak disembunyikan dan masalah segera dilaporkan ke Polsek. Netralitas dalam Pilkada, menjaga persatuan masyarakat, serta membangun sinergi antara tiga pilar dan stakeholder lainnya juga menjadi fokus penting dalam menjaga situasi yang kondusif.

Acara pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada Bhabinkamtibmas dalam menjalankan tugasnya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam konteks pengamanan Pilkada yang akan datang.

MN 

Sigap Polsek Ampenan Memadamkan Kebakaran Lahan Kosong di Kota Mataram


 Policewatch-Mataram 

Dalam sebuah kejadian memprihatinkan, Polsek Ampenan Polresta Mataram dengan sigap dan cekatan berhasil menangani kebakaran yang terjadi di lahan kosong milik seorang warga di perumahan Elit Kota Mataram Asri, Lingkungan Ansor, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Kamis, 11 Juli 2024.

Kapolsek Ampenan, AKP Gede Sukarta SH, membenarkan peristiwa tersebut yang terjadi sekitar pukul 12.10 WITA di BTN Elit Kota Mataram Asri. Sebuah lahan kosong seluas kurang lebih 20 are dilaporkan mengalami kebakaran oleh seorang warga yang berinisial M, seorang pria berusia 43 tahun yang juga merupakan warga di TKP. Menurut keterangan saksi, kebakaran tersebut terjadi saat ia sedang menghadiri acara di sekitar lahan kosong dan melihat kepulan asap yang kemudian diikuti oleh api besar.

Dengan sigap, warga sekitar dan personel Polsek Ampenan bergotong royong dalam upaya pemadaman kebakaran tersebut. Bantuan dari Pemadam Kebakaran yang tiba sekitar pukul 12.40 WITA juga turut membantu dalam memadamkan api. Berkat kerja keras dan kolaborasi semua pihak, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 WITA tanpa menimbulkan korban jiwa atau kerugian yang signifikan.

Setelah kebakaran berhasil dipadamkan, Kapolsek Ampenan beserta anggota melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. Diduga, kebakaran tersebut disebabkan oleh oknum warga masyarakat yang membakar ranting atau daun kering, dipicu oleh angin kencang saat itu. Hal ini membuat warga sekitar menjadi panik.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Ampenan memberikan himbauan kepada masyarakat sekitar untuk lebih waspada dan berhati-hati terhadap cuaca saat ini yang sudah memasuki musim kemarau. Selain itu, warga yang hendak membakar sampah diingatkan untuk memastikan bahwa api benar-benar padam setelah proses pembakaran.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kesigapan dan kerjasama dalam menghadapi bencana kebakaran, serta perlunya kesadaran akan keamanan dan kehati-hatian dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Mn

Penutupan Pendidikan Bintara Polri Gelombang I TA 2024: Wakapolda NTB Tekankan 3 Hal Penting

 


 Policewatch-Mataram

Pada Kamis, 11 Juli 2024, Wakapolda NTB Drs. Ruslan Aspan memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I T.A 2024 di Lapangan Apel Sekolah Polisi Negara (SPN) Belanting Polda NTB, Belanting Lombok Timur. Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat, tokoh masyarakat, dan orangtua para Bintara Polri yang akan dilantik.

Dalam upacara tersebut, dilakukan pernyataan penutupan pendidikan, prosesi pemasangan tanda efektif, pengalungan medali, pengambilan sumpah dan janji, serta penandatanganan sumpah dan janji Polri. Wakapolda NTB memberikan 3 pesan utama kepada para anggota Bintara Polri yang baru dilantik, yaitu menjunjung tinggi aturan dan nilai moral, tidak meremehkan sekitar, dan menghindari pemaksaan.

Selain itu, dalam amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang disampaikan melalui inspektur upacara, terdapat 6 hal yang harus dijaga oleh anggota Bintara dan tamtama Polri Gelombang I T.A 2024. Antara lain, menjaga keimanan, memegang teguh Tribrata dan catur prasetiya, menjaga nama baik keluarga, institusi, daerah, bangsa, dan negara, menjadi teladan bagi masyarakat, menjalin kebersamaan dengan TNI dan lembaga lainnya, serta menjadi pembela kebenaran untuk masyarakat.

Upacara penutupan juga dirangkaikan dengan penandatanganan berita acara penyerahan siswa Bintara Polri Gelombang I T.A 2024 yang telah dilantik kepada Direktur SDM Polda NTB. Selain itu, Batalion Eka Panca Abirawa SPN Belanting Polda NTB menampilkan atraksi yang menggambarkan kepiawaian dan kemampuan para Bintara Polri.

Mn

"Polres Lombok Utara Terima Kunjungan Tim Ombudsman RI untuk Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik"


 Policewatch-Lombok Utara

Polres Lombok Utara menerima kunjungan Tim Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis, 11 Juli 2024. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik. Kedatangan Tim Ombudsman RI disambut oleh Kapolres Lombok Utara, AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K, M.Si di Bale Mempolong Merenten Polres Lombok Utara.

Kapolres menyambut kedatangan tim dengan harapan agar dapat memberikan masukan kepada personel terkait untuk meningkatkan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Tim Ombudsman, yang terdiri dari Ida Ayu Wayan Meriawira Sendidevi, Arya Wiguna, dan Ahmad Fahmi Raharja, melakukan peninjauan dan pengecekan langsung ke berbagai fungsi pelayanan seperti SPKT, SKCK, SIM, dan SIWAS.

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa pelayanan publik Polres Lombok Utara secara umum sudah baik, dan personel yang bertugas di Unit Pelayanan telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Tim Ombudsman juga melakukan wawancara langsung dengan masyarakat yang sedang berurusan di fungsi pelayanan untuk memahami tanggapan langsung dari mereka.

Kapolres Lombok Utara menegaskan komitmen Polres dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Dia juga menyatakan bahwa penilaian dari Ombudsman RI tahun sebelumnya menjadi acuan untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan. Semoga upaya ini berdampak positif bagi masyarakat di Kabupaten Lombok Utara.

Mn

"Skandal Korupsi Mengguncang Kabupaten Dompu: Lima Tersangka Diamankan oleh Polda NTB"


 Policewatch-Mataram 

Kasus korupsi yang mengguncang Kabupaten Dompu menjadi sorotan utama setelah Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil mengamankan lima tersangka terkait tindak pidana tersebut. Skandal ini terungkap setelah Subdit 1 Ditreskrimsus Polda NTB melakukan penangkapan terhadap para terduga pelaku yang terlibat dalam kasus korupsi di Rumah Sakit Pratama Kecamatan Manggalewa.

Dalam konferensi pers yang disampaikan oleh Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol. Nasrun Pasaribu, pada Kamis (11/7/2024), diketahui bahwa kasus ini ditangani oleh Unit 2 Subdit 3 Tipikor dan melibatkan anggaran senilai Rp15 miliar. Lima tersangka yang berhasil ditahan termasuk seorang narapidana yang tengah menjalani hukuman atas kasus lain.

Para terduga terlibat dalam peran yang berbeda dalam kasus korupsi ini, dengan M sebagai PPK atau KPA, MKM Direktur PT. Sultana Anugrah sebagai penyedia barang dan jasa, BR sebagai pemodal, CA sebagai konsultan pengawas, dan F alias H sebagai pelaksana pekerjaan perencana dan pengawasan. Mereka diduga melakukan korupsi dengan cara memanipulasi tender dan anggaran proyek pembangunan Rumah Sakit Pratama Kecamatan Manggalewa.

Menurut Nasrun, para terduga pelaku ini melanggar Pasal 2 dan/atau Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Ancaman hukuman bagi para terduga mencakup minimal empat tahun penjara hingga maksimal 20 tahun penjara, serta denda mulai dari 200 juta hingga 1 miliar rupiah.

Dalam upaya penegakan hukum, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB akan menyerahkan kasus ini kepada Kejaksaan Tinggi untuk proses lebih lanjut. Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Rio Indra Lesmana, menegaskan komitmen pihak kepolisian dalam memberantas korupsi dan menjaga integritas serta transparansi dalam setiap proyek pemerintah. Dengan terungkapnya kasus ini, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku korupsi lainnya dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum.

Mn

Babinsa Kopang Rembiga Dukung Pengembangan UMKM Emping Jagung untuk Meningkatkan Potensi Ekonomi Lokal

 


 Policewatchombok Tengah

Babinsa Kopang Rembiga, Serka Abdul Aziz, terus aktif dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah dusun Ngorok, desa Kopang Rembiga, kecamatan Kopang Lombok Tengah. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan potensi ekonomi lokal dan mendukung kemandirian perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. Serka Aziz menekankan pentingnya pengembangan emping jagung sebagai produk khas yang potensial dari daerah Kopang Rembiga.

Dalam upaya pengembangan UMKM lokal, Babinsa Kopang Rembiga memberikan dukungan dalam peningkatan kualitas, kemasan, dan pemasaran produk. Hal ini diharapkan dapat mempersiapkan UMKM lokal untuk bersaing di pasar lokal maupun nasional. Dukungan dari Babinsa telah membantu pemilik usaha emping jagung, seperti Hidayanti dari Darelina, dalam meningkatkan produksi, pengemasan, dan pemasaran produknya.


Hidayanti menyoroti pentingnya manajemen usaha, pengembangan keterampilan, dan pemahaman akan proses pemasaran emping jagung yang efektif. Sejak tahun 2011, berbagai varian rasa emping jagung diproduksi dan dipasarkan hingga ke pulau Sumbawa, menunjukkan adaptasi produk lokal terhadap pasar yang kompetitif. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat dan mendukung inklusi ekonomi serta mengurangi disparitas ekonomi antarwilayah.

Komitmen Babinsa dalam mendukung UMKM emping jagung di Kopang Rembiga mencerminkan upaya pemerintah dalam mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan bersama. Diharapkan program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memajukan UMKM lokal dan memberikan kontribusi signifikan dalam perekonomian daerah.

Mn

Kolaborasi Sukses Babinsa dan Petani di Desa Sisik: Meningkatkan Ketahanan Pangan Wilayah


 Policewatch-Lombok Tengah

Sebuah kisah kolaborasi yang menginspirasi antara Babinsa dan petani di Desa Sisik, Lombok Tengah, telah menjadi sorotan utama dalam upaya memperkuat ketahanan pangan wilayah. Dalam sebuah langkah strategis, Serda Lalu Hasan Jaelani dari Koramil 1620-09/Pringgarata terus aktif membantu petani dalam proses panen padi di sawah sebagai bagian dari komitmen TNI AD untuk mendukung ketahanan pangan lokal.

Kolaborasi ini bukan hanya sekadar upaya rutin, namun merupakan langkah progresif untuk mewujudkan ketahanan pangan wilayah secara bertahap dan berkelanjutan. Dengan memberikan bimbingan teknis tentang praktik panen manual tanpa mesin, Babinsa tidak hanya memperkuat keterampilan petani tetapi juga memastikan efisiensi dalam proses pertanian.

Selain membantu dalam panen padi, Babinsa juga terlibat dalam berbagai tahapan pertanian, mulai dari membersihkan lahan hingga memberikan saran selama proses pertumbuhan tanaman. Kehadiran dan dukungan langsung dari Babinsa telah memberikan motivasi tambahan bagi petani untuk meningkatkan hasil pertanian mereka.

Diharapkan, melalui kerjasama erat antara Babinsa dan petani, produksi padi di Desa Sisik, Kecamatan Pringgarata, akan mengalami peningkatan signifikan. Hal ini tidak hanya akan berdampak positif pada ketahanan pangan lokal tetapi juga pada kesejahteraan ekonomi masyarakat petani.

Inisiatif konkret ini menegaskan peran vital TNI AD, melalui Babinsa, sebagai mitra handal dalam memperkuat ketahanan pangan wilayah. Semoga kolaborasi yang inspiratif ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan produksi pangan secara berkelanjutan dan berdaya tahan.

Mn

"Kuliah Kerja Partisipatif UIN Mataram: Membangun Desa Digital Ramah Perempuan dan UMKM Halal di Desa Barabali


 POLICEWATCH-Batukliang

Sebuah program Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) yang diadakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram telah menarik perhatian masyarakat Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. 

Dengan tema "Pendampingan Desa Digital Ramah Perempuan dan UMKM Halal", program ini telah dimulai sejak tanggal 3 Juli 2024 dengan serah terima pada tanggal 1 Juli 2024. Sebanyak 15 orang terlibat dalam program ini, terdiri dari 10 perempuan dan 5 laki-laki, yang akan dibimbing oleh Dosen Pembimbing bernama Sukardi, MPd.

Masa kegiatan program KKP ini berlangsung selama 45 hari, dimulai dari tanggal 3 Juli hingga 22 Agustus 2024. Ade Putra Jinalih dan Sulis Susantri, dua di antara peserta program, telah memberikan tanggapannya terkait dengan potensi desa dan pengembangan sumber daya serta UMKM di Desa Barabali. 

Ade Putra Jinalih menyoroti pentingnya melihat potensi desa melalui program KKP, sementara Sulis Susantri menekankan pada pengembangan dan pelestarian sumber daya serta UMKM di desa tersebut.

 Mereka juga menegaskan nilai moral keagamaan yang dijunjung tinggi melalui kegiatan KKP ini, sebagai upaya untuk membangun Desa Barabali yang lebih baik.

Program KKP UIN Mataram di Desa Barabali menjadi momentum penting dalam upaya mengembangkan desa secara digital, ramah perempuan, dan mendukung pertumbuhan UMKM yang halal.

 Diharapkan program ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat desa dan menjadi contoh inspiratif bagi program serupa di tempat lain.

Dalam perkembangan terkini, Muhamad Nurman, yang juga menjabat sebagai Kordes Bapang Desa Barabali, turut serta dalam pembagian beras sebagai bagian dari upaya kesejahteraan masyarakat desa.

M Nurman, sebagai warga dan Kordes Bapang, menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa yang terlibat dalam program KKP atas kontribusi dan dukungan mereka dalam memajukan Desa Barabali. Hal ini menunjukkan kolaborasi yang erat antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih baik.

Nurman MPW