Kejati Sumsel Periksa ASN Kementerian PUPR Dugaan Korupsi Pembangunan LRT Senilai Rp 1,3 T

 



POLICEWATCH.NEWS - SUMSEL

 Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan terus mendalami kasus dugaan korupsi pembangunan prasarana Light Rail Transit (LRT) di Sumatera Selatan. Proyek dengan nilai Rp1,3 triliun tersebut diduga mengalami penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara.

Dalam perkembangan terbaru, penyidik Kejati Sumsel memeriksa seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berinisial KKG.

“Hari ini, penyidik korupsi LRT Sumsel memeriksa satu nama berinisial KKG, ASN Kementerian PUPR,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, S.H., M.H., Kamis (31/10/2024).

Vanny menjelaskan bahwa KKG diperiksa sebagai saksi untuk mendalami berkas penyidikan perkara dan menguatkan alat bukti.

“Saksi KKG dari Kementerian PUPR diperiksa selama beberapa jam, mulai pukul 9 pagi sampai dengan selesai,” ujar Vanny

“Dari informasi tim penyidik, yang bersangkutan dicecar sebanyak 45 pertanyaan seputar penyidikan perkara,” tambahnya.

Dugaan Korupsi dalam Perencanaan Pembangunan LRT Sumsel

Vanny menjelaskan bahwa KKG diperiksa terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tiga tersangka lainnya dalam perencanaan pembangunan LRT Sumsel.

Sebelumnya, penyidik Kejati Sumsel telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini, yaitu:

Bambang Hariyadi Wikanta, Direktur PT Perentjana Djaya

Tukijo, Kepala Divisi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk

Ignatius Joko Herwanto, Kepala Divisi Gedung II PT Waskita Karya (Persero) Tbk

Septiawan Andri Purwanto, Kepala Divisi Gedung III PT Waskita Karya (Persero) Tbk

Modus dan Temuan dalam Kasus Korupsi LRT Sumsel

Para tersangka diduga telah melakukan mark-up dalam perencanaan pembangunan LRT Sumsel. Selain itu, diduga terdapat aliran dana berupa suap atau gratifikasi yang mengalir kepada beberapa pihak senilai Rp25,6 miliar.

Penyidik juga telah menyita sejumlah uang senilai Rp2,088 miliar yang diduga merupakan sisa aliran uang yang belum terdistribusi ke beberapa pihak.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).  

Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Korupsi merupakan tindak pidana yang merugikan keuangan negara dan menghambat pembangunan. Pemerintah Indonesia terus berupaya memberantas korupsi melalui berbagai cara, di antaranya adalah penegakan hukum, pencegahan, dan pendidikan antikorupsi.

Kejati Sumsel memiliki peran penting dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi di wilayah Sumatera Selatan. Penanganan kasus korupsi LRT Sumsel ini menunjukkan komitmen Kejati Sumsel dalam memberantas korupsi dan menyelamatkan keuangan negara.

Kejati Sumsel terus mendalami kasus dugaan korupsi pembangunan prasarana LRT Sumsel dengan memeriksa seorang ASN Kementerian PUPR sebagai saksi. Sebelumnya, penyidik telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini. Pemerintah Indonesia terus berupaya memberantas korupsi melalui berbagai cara untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. 


Jurnalis: Bambang MD

Ribuan Anak Muda Kumpul di Sirkuit Manggul Acara Color Run 2024, Dukung Paslon BZ-WIN


POLICEWATCH.NEWS-LAHAT

 Kaum muda melenial sekitar lima ribu anak muda  antusias memeriahkan acara color run 2024, acara ini digelar di sirkuit Manggul Lahat, dihadiri dari berbagai penjuru kawula muda untuk mendukung paslon cabup dan cawabup Lahat nomor urut 2, Bursah Zarnubi dan Widia Ningsih (BZ-WIN). 

Acara yang dipusatkan di sirkuit Manggul itu dihadiri langsung oleh cabup dan cawabup Lahat Bursah Zarnubi dan Widia Ningsih, Minggu 3 November 2024

Kegiatan yang sangat meriah itu, juga menampilkan porformance dari DJ yang menghidupkan suasana kegiatan.

Tak hanya itu saja, sosok kehadiran bupati Lahat 2 periode, Kak Wari tentunya menambah aura kemenangan di tubuh paslon nomor urut 2 BZ-WIN semakin nyata.

Dalam kesempatan itu, cabup Lahat nomor urut 2, Bursah Zarnubi mengatakan, dirinya menyambut baik kegiatan color run yang dilakukan oleh anak muda di Kabupaten Lahat

Karena, kata Bursah, hampir 70 persen anak muda di Indonesia menjadi pemilih yang tentunya sebagai harapan penentu dalam Pilkada.

"Kami (Paslon BZ-WIN) sangat mendukung agenda anak muda seperti color run ini. Luar biasa acara ini,"ujar Bursah Zarnubi.


Bursah menyampaikan bahwa dirinya harus banyak belajar dari anak muda. Karena anak muda merupakan harapan besar penerus bangsa. "Aku banyak-banyak belajar dari kalian, karena kalian inilah yang nantinya sebagai penerus masa depan bangsa ini kelak,"bebernya lagi.

"Namun aku dan Widia, minta tolong kepada kalian, bahwa tanggal 27 November mendatang jangan lupa pilih Bursah-Widia nomor urut 2. Insya Allah kita menangkan dulu kami jadi bupati dan wakil bupati Lahat,"tegasnya.

Ditempat yang sama, cawabup Lahat, Widia Ningsih sangat merespon pergelaran color run yang dilaksanakannya oleh anak muda Kabupaten Lahat.

"Acara hari ini luar biasa ramai, ada sekitar lima ribu yang hadir di acara color run. Karena itulah, aku dengan pak Bursah mengucapkan terimakasih kepada anak muda di Kabupaten Lahat"kata Widia.

Tak hanya disitu saja, Widia Ningsih mengatakan bahwa, jika BZ-WIN terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Lahat, tentunya dirinya janji akan menghidupkan lagi hiburan dan kegiatan anak muda di Kabupaten Lahat yang dulunya pernah dilakukan oleh Kak Wari.

"Kami janji, kalu kami terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Lahat, kegiatan anak muda yang dulunya pernah dilakukan oleh Kak Wari, insya Allah akan kita hidupkan lagi.

Seperti menggelar konser, hiburan dan even olahraga. Ini semua akan kami berikan untuk anak muda di Kabupaten Lahat. Tapi ingat, menangkan dulu Bursah-Widia (BZ-WIN) menjadi bupati dan wakil bupati Lahat. Yakni tanggal 27 November nanti untuk mencoblos nomor urut 2 Bursah-Widia,"ujar Widia Ningsih.

Sementara itu, ketua panitia Theresia Ramanda mengatakan, agenda color run yang diikuti oleh anak muda Kabupaten Lahat diikuti sebanyak 5000 peserta.

"Memang color run ini adalah kita sendiri yang menggelarnya, dari anak anak mud. Dimana ada sekitar 5000 peserta yang ikut kegiatan ini,"kata Theresia.

Pihak panitia juga mengucapkan terimakasih kepada Kak Wari yang sudah membuka sirkuit Manggul untuk dijadikan lokasi agenda color run.

"Panitia mengucapkan banyak terimakasih kepada Kak Wari yang sudah memberikan lokasi sirkuit Manggul Lahat ini sebagai tempat digelarnya acara color run. Dan tentunya kami dari anak muda Kabupaten Lahat, berharap agenda konser-konser dengan mendatangkan band papan atas Indonesia yang dulunya pernah dilakukan oleh Kak Wari, kiranya dapat terulang lagi bisa diikuti oleh paslon bupati dan wakil bupati Lahat nomor urut 2 Bursah-Widia. Semoga Bursah-Widia menang di Pilkada Lahat,"pungkasnya.

Nampak hadir dalam acara tersebut diantaranya, panglima kemenangan BZ-WIN, Sudarman, Leman C, para ketua parpol pengusung BZ-WIN, dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Lahat.

jurnalis : Bambang MD

Pasangan Nomor Urut 3 Diprediksi Menang Pilkada Lombok Tengah, Raih Dukungan Luas


 Policewatch-Lombok Tengah 

Pasangan calon nomor urut 3, H. Puaadi dan Legewarman, terus mendapatkan dukungan kuat dari berbagai kalangan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lombok Tengah yang akan digelar pada 27 November 2024. Dukungan tersebut datang dari masyarakat, organisasi, kelompok, dan berbagai perkumpulan, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pasangan calon ini.

H. Puaadi dan Legewarman dianggap sebagai sosok yang tepat untuk memimpin Lombok Tengah. Keduanya memiliki pengalaman panjang dalam berpolitik, terbukti dengan pernah menjabat sebagai wakil rakyat baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memimpin daerah dan memahami kebutuhan masyarakat.

Sejumlah tokoh berpengaruh di Lombok Tengah menyatakan dukungannya kepada pasangan nomor urut 3. Mereka menilai H. Puaadi dan Legewarman memiliki visi dan misi yang sejalan dengan aspirasi masyarakat.

 

Dalam beberapa berita, pasangan nomor urut 3  dilaporkan berhasil mengungguli pasangan calon lainnya. Hal ini semakin memperkuat prediksi bahwa H. Puaddi dan Legewarman akan memenangkan Pilkada Lombok Tengah.

Seorang tokoh berpengalaman dalam berpolitik, yang namanya tidak disebutkan dalam berita, menyatakan keyakinannya bahwa H. Puaddi dan Legewarman akan menjadi Bupati Lombok Tengah. Ia menilai berdasarkan bulan dan hari pencoblosan, serta antusiasme masyarakat yang tinggi dalam mendukung pasangan ini, kemenangan mereka sudah di depan mata.

Dengan dukungan yang kuat dan pengalaman yang mumpuni, H. Puaddi dan Legewarman siap memimpin Lombok Tengah menuju masa depan yang lebih baik.  Pilkada Lombok Tengah tinggal menghitung hari, dan masyarakat diharapkan dapat memilih pemimpin yang terbaik dan amanah untuk membangun daerah. 

Jurnalis Nurman MPW 

Diduga Nama Organisasi IWO Dicatut, Ketua PD IWO Lahat Akan Tempuh Jalur Hukum

    

    Ketum DPP.Teuku Yudistira Adi       Nugraha

 

POLICEWATCH-LAHAT

Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Lahat, Daud, menyatakan akan menempuh jalur hukum terkait dugaan pencatutan nama organisasi oleh oknum wartawan online di wilayah tersebut.

Daud menjelaskan bahwa  sejak SK PD IWO Kabupaten Lahat diterbitkan pada 20 September 2024,  struktur organisasi  telah ditetapkan dengan jelas.  Daud sendiri menjabat sebagai Ketua, Heri Susanto sebagai Sekretaris, dan Sri Mulyani sebagai Bendahara.

"Kami telah mendapatkan Surat Keputusan Nomor: 072.B/Skep-PD/PP-IWO/IX/2024 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IWO, Tengku Yudistira Adi Nugraha.M.I Kom, dan Sekretaris Jenderal M.Darwinsyah.SE.MM," ujar Daud.

Daud mengungkapkan bahwa informasi mengenai pencatutan nama IWO muncul saat acara Cooling System yang digelar oleh Polres Lahat Polda Sumsel di Hotel Santika Kabupaten Lahat pada Kamis (31/10/2024).  Beberapa oknum wartawan online yang hadir mengaku sebagai anggota IWO, padahal mereka tidak terdaftar dalam struktur organisasi resmi.

"Kami sangat menyesalkan kejadian ini.  Tindakan mereka  merugikan nama baik IWO dan  menimbulkan keresahan di kalangan wartawan," tegas Daud.

Rainaldy Stanza, Ketua Wilayah IWO Provinsi Sumsel,  mengungkapkan bahwa berdasarkan instruksi Pengurus Pusat IWO,  setiap oknum yang menggunakan logo atau mengatasnamakan IWO tanpa izin harus segera dilaporkan ke pihak berwajib.

"Tindakan mereka  merupakan  tindak pidana penipuan,"  tegas Rainaldy.

Daud  menekankan bahwa  IWO akan  terus  berkomitmen untuk  memperjuangkan  profesionalitas  jurnalistik  dan  menjaga  nama  baik  organisasi.  Ia  juga  mengajak  seluruh  anggota  IWO  untuk  bersama-sama  mengatasi  permasalahan  ini.

 

Jurnalis: Bambang MD

 


Akses Pantai Terbatas .Warga Sekitar Dilarang.Turis diistimewakan.


 Policewatch-Lombok Tengah 

Pada tanggal 2 November 2024, ratusan warga dari Desa Selong Belanak dan Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, dihalangi oleh petugas keamanan PT Sinar Rowok Indah saat hendak membersihkan pantai di wilayah Rowok, Desa Mekar Sari. Warga yang datang secara bersama-sama dihentikan di gerbang depan plang PT Sari Indah Rowok dengan alasan tidak boleh masuk tanpa izin dari perusahaan. 

Petugas keamanan yang berjaga menyatakan bahwa mereka akan tetap menghalangi warga, meskipun mereka memaksa, karena tidak berani melanggar perintah. Perdebatan pun terjadi antara warga dan petugas keamanan.  


Yang membuat warga geram adalah ketika seorang turis asing datang dan diizinkan masuk setelah membayar Rp 5.000, sementara warga sekitar tetap ditahan.  

 Salah satu warga mengatakan bahwa mereka bersedia membayar seperti aturan yang diterapkan petugas keamanan, yaitu Rp 5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 10.000 untuk kendaraan roda empat, namun tetap ditolak.  

Kekecewaan warga memuncak, sehingga mereka akhirnya menerobos masuk dan melakukan pembersihan pantai.  

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang aksesibilitas pantai bagi warga sekitar.  

Desa Selong Belanak dan Desa Mekar Sari terletak di pesisir pantai selatan Lombok Tengah dan memiliki beberapa pantai yang terkenal dengan keindahannya.    Salah satunya adalah Pantai Telawas di Desa Mekar Sari yang menjadi destinasi wisata populer. 

Pantai Selong Belanak sendiri merupakan salah satu destinasi wisata wajib di Lombok.  [4]  Harga tiket masuk untuk kendaraan roda dua adalah Rp 5.000 dan untuk kendaraan roda empat adalah Rp 10.000. 

Peristiwa ini menunjukkan adanya potensi konflik antara warga dan perusahaan yang mengelola kawasan pantai. 

Warga merasa bahwa mereka memiliki hak untuk mengakses dan membersihkan pantai di wilayah mereka, sementara perusahaan tampaknya menerapkan kebijakan yang diskriminatif.  [1]  Peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya dialog dan komunikasi yang baik antara pihak perusahaan dan masyarakat sekitar.

 Perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah PT Sinar Rowok Indah memiliki hak pengelolaan atas pantai tersebut dan apakah kebijakan yang diterapkan perusahaan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penting juga untuk memastikan bahwa aksesibilitas pantai bagi warga sekitar tetap terjaga dan tidak diskriminatif.  

Mn

"Cuma Modal HGB, Tapi Lupa Hak Warga!": Aksi Bersih Pantai Berujung Konflik, Warga Rowok Desak PT SRI Buka Akses!



Policewatch-Lombok Tengah

 Kekecewaan dan kemarahan mewarnai  ratusan warga Desa Mekar Sari dan Selong Belanak yang hendak membersihkan pantai Rowok  pada Sabtu (02/11).  Mereka dihadang  oleh sekuriti PT Sinar Rowok Indah (SRI)  yang  mengatakan  bahwa  wilayah  tersebut  berada  di  bawah  Hak Guna Bangunan (HGB)  milik  perusahaan.

"Ini pantai kami!  Kami dilarang masuk  padahal hanya ingin membersihkannya,"  ujar  R (35),  salah satu warga 

 "Warga  di sini  sudah  lama  menempati  dan  mengelola  wilayah  pantai  ini.  PT  Sinar  Rowok  Indah  hanya  memiliki  HGB,  bukan  pemilik  tanah  yang  sebenarnya,"  tambahnya.

Walaupun  warga  menjelaskan  bahwa  mereka  akan  bersih-bersih  pantai  dan  tidak  bermaksud  merusak  atau  mencuri  apapun,  sekuriti  tetap  menolak  dan  menyatakan  bahwa  mereka  hanya  menerima  perintah  dari  pihak  perusahaan.

"Kami  hanya  menjalankan  tugas  dan  tidak  berani  menentang  perintah  ,"  ujar  securiti  tersebut  dengan nada  tegas.

Perselisihan  ini  memanas  hingga  akhirnya  warga  paksa  masuk  ke  wilayah  pantai  tersebut.  Salah  satu  warga  mengungkapkan  dengan  nada  kecewa,  "Jelas  ada  kepentingan  mereka  menahan  kami  di  luar.  Mereka  dibayar  untuk  melakukan  hal  itu."

Z,  salah  satu  warga  yang  ikut ,  menambahkan  bahwa  PT  Sinar  Rowok  Indah  memiliki  HGB  atas tanah yang luasnya  sekitar kurang lebih 100 hektar  lahan  di  pantai  tersebut,  namun  sebagian  dari  lahan  tersebut  masih  digarap  oleh  warga  sekitar 4 hektar .



"PT  itu  pernah  berjanji  akan  membangun  bangunan  di  lahan  tersebut,  namun  sampai  saat  ini  sudah  20  tahun  tidak  ada  bangunan  yang  dibangun,"  ujar  Z.  "Jika  mereka  hanya  bermodal  HGB  tetapi  tidak  memanfaatkan  lahan  tersebut  dengan  baik,  apakah  mereka  masih  berhak  menghalang-halangi  akses  kami  ke  pantai  ini?"

H. L. S. H (32),  yang  merupakan  keturunan  warga  yang  sudah  lama  menempati  lahan  tersebut,  mengatakan,  "Kami  ingin  mendapat  manfaat  dari  pantai  ini.  Misalnya  berjualan  di  sekitar  pantai  Rowok.  Kami  hanya  ingin  memperbaiki  keadaan  pantai  agar  kebersihannya  terjaga  dan  nyaman  bagi  wisatawan  yang  datang."

Warga  menginginkan  klarifikasi  dari  PT  Sinar  Rowok  Indah  terkait  klaim  HGB  mereka  dan  permintaan  agar  perusahaan  tersebut  mempertimbangkan  hak  warga  setempat  untuk  mengakses  pantai.

Aksi  protes  ini  menjadi  bukti  betapa  pentingnya  transparansi  dan  dialog  antara  perusahaan  dan  masyarakat  dalam  mengelola  sumber  daya  alam  di  wilayah  tersebut.  Harapannya,  perselisihan  ini  dapat  diselesaikan  dengan  baik  melalui  jalan  musyawarah  agar  hak  warga  setempat  tidak  terabaikan  dan  kerjasama  antara  masyarakat  dan PT SRI.

MN

Mantan Bupati Lahat 2 Priode Aswari Hadir Bersama Masyarakat Kikim Area Kita Dukung BZ dan WIN Menang di Pilkada Lahat 2024


POLICEWATCH.NEWS - LAHAT.

 Kerinduan masyarakat Kikim Raya terhadap sosok H. Syaifudin Aswari Rivai, mantan Bupati Lahat dua periode, terungkap kuat dalam acara tasyakuran ngunduh mantu dan syukuran pelantikan Edwar sebagai anggota DPRD Kabupaten Lahat, bertempat di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Kikim Selatan kabupaten Lahat, sabtu (02/11/2024).

Dalam kesempatan ini, Aswari atau yang akrab disapa “Kak Wari” hadir bukan hanya untuk merayakan acara, tetapi juga memberikan dukungan penuh kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lahat, Bursah Zarnubi dan Widia Ningsih (BZ-Win).

Di hadapan masyarakat yang antusias menyambutnya, Kak Wari menyampaikan rasa syukur atas undangan yang diterimanya. 

“ Hari ini aku datang ucapkan syukur, sekalian mendampingi Bursah-Widia ,” ungkapnya dengan penuh semangat. 

Dalam pesannya, Kak Wari mengajak masyarakat untuk bersatu dan kompak mendukung pasangan Bursah-Widia agar dapat memenangkan Pilkada Lahat 2024. 

“Aku ingatkan kita kompak, Bursah-Widia kita jadikan bupati,” tegasnya, diiringi tepuk tangan meriah dari warga.

Kak Wari menekankan bahwa inilah waktu yang tepat bagi masyarakat Lahat untuk membawa perubahan demi kemajuan daerah. “Aku yakin, inilah saatnye kita bawa perubahan. Aku percayaa BZ-Win jadi, Kabupaten Lahat yang maju,” ujarnya penuh keyakinan. 

Kehadirannya di acara tersebut pun menjadi momen untuk meyakinkan masyarakat memilih pasangan nomor urut 2, Bursah-Widia. “Aku hadiri sini nampakakh diri, yakinkan masy pilih nomor urut 2, BZ-Win. Aku mohon kita kompak,” tuturnya, mengajak seluruh masyarakat Kikim Raya untuk bersatu dalam dukungan mereka.

Suasana semakin hangat ketika Kak Wari tak hanya memberi sambutan, tetapi juga menghibur masyarakat dengan menyanyikan lagu, yang langsung disambut antusias oleh para hadirin. Suaranya yang merdu dan kehangatannya saat berada di tengah-tengah masyarakat menambah suasana kekeluargaan yang sudah terasa di acara tersebut. Bagi warga, momen ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga pengingat akan kepemimpinan Kak Wari yang dekat dan peduli pada rakyatnya.

Bagi banyak orang yang hadir, kehadiran Kak Wari seolah menghidupkan kembali semangat kepemimpinan yang pernah ia bawa selama dua periode di Kabupaten Lahat. Warga yang telah lama merindukan sosoknya merasa semakin optimis bahwa pasangan Bursah-Widia dapat menghadirkan perubahan nyata bagi Lahat, meneruskan visi dan semangat yang telah Aswari mulai.

Jurnalis: Bambang MD

Misteri Kematian Fajri di Trans Kalimantan: Keluarga Pertanyakan Kebenaran



Policewatch-Kalteng 

Duka mendalam menyelimuti keluarga Fajri (Alm) menyusul ditemukannya jasadnya di kilometer 1 Trans Kalimantan, Hampatung, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah pada tanggal 21 Oktober 2024.  Keluarga mempertanyakan penyebab kematian Fajri, yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan tanpa busana, hanya mengenakan celana pendek, dan terdapat luka sayatan di sekujur tubuhnya.

"Kami menduga ini bukan kecelakaan lalu lintas," tegas ADN, ayahanda Fajri. "Tubuh Fajri penuh sayatan, bahkan di pangkal pahanya terdapat sayatan berbentuk kotak persegi panjang," tambah Idun, ibu Fajri.

Aparat kepolisian dari Polres dan Polsek Barimba Kapuas, serta Polda Kalteng, langsung turun ke lokasi kejadian. Jenazah Fajri diotopsi sebelum dimakamkan.

"Sampai saat ini kami masih menunggu hasil penyelidikan," ungkap ADN kepada media MPW. "Kami berharap Polres Kapuas dapat menemukan hasil dan pelaku sebenarnya."

Harapan keluarga Fajri tersebut disampaikan langsung kepada awak MPW pada tanggal 30 Oktober 2024.  Kepercayaan masyarakat, khususnya keluarga Fajri, kepada Institusi Polri masih terjaga.

Tim Investigasi Police Watch terus memantau perkembangan kasus ini dan akan memberikan informasi terbaru kepada publik.

Team.

 

Masyarakat Kikim Barat Dukung BZ dan WIN Apabila Terpilih Bangun Pabrik CPO


POLICEWATCH.NEWS – LAHAT 

Dukungan untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lahat nomor urut 2, Bursah Zarnubi dan Widia Ningsih (BZ-WIN), semakin menguat. Hal ini terlihat dalam acara kampanye dialogis yang digelar di SP 1 Desa, Wanaraya Kecamatan Kikim Barat kabupaten Lahat, Jum’at 1 November 2024.

Dalam kegiatan tersebut, warga berkumpul untuk mendengarkan langsung visi, misi, dan program-program strategis yang ditawarkan BZ-WIN untuk membawa perubahan di Kabupaten Lahat.

Melalui dialog yang berlangsung hangat, Bursah Zarnubi dan Widia Ningsih memaparkan rencana mereka dalam menyejahterakan masyarakat Lahat, khususnya bagi warga yang bergerak di sektor pertanian.

Dalam sambutannya, Bursah Zarnubi mengakui bahwa mayoritas masyarakat terkhusus di Kikim Raya bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit. Ia menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga sawit dan memberdayakan para petani agar tidak mudah dipermainkan oleh pihak luar.

“Kami berencana membangun pabrik CPO di Kikim, supaya harga sawit tetap stabil dan para petani bisa menikmati hasil jerih payah mereka dengan lebih baik,” ujar Bursah.

Ia menambahkan bahwa dengan adanya pabrik ini, masyarakat Kikim tidak perlu lagi bergantung pada tengkulak dari luar, yang sering kali memanfaatkan situasi untuk menentukan harga semaunya.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Bursah berencana mengundang para direktur perusahaan sawit guna memastikan pendirian pabrik ini bisa segera terwujud

“Saya akan undang direktur perusahaan sawit, agar kita bisa duduk bersama dan menetapkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Dengan adanya pabrik di Kikim, kita tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tapi juga mampu mengentaskan kemiskinan yang selama ini membelenggu masyarakat kita,” lanjutnya.

Sementara itu Widia Ningsih, sebagai calon Wakil Bupati, menyoroti potensi kopi yang selama ini menjadi andalan Kabupaten Lahat. Dalam sambutannya, ia menekankan rencana pembangunan pabrik kopi di daerah-daerah yang menjadi sentra perkebunan kopi.

“Kita memiliki kopi yang berkualitas, tapi selama ini hasil kopi kita hanya dijual mentah dan tidak memiliki nilai tambah. Dengan adanya pabrik kopi, kita bisa memproses hasil panen langsung di Lahat, menciptakan produk berkualitas, dan membuka pasar lebih luas. Ini akan menambah nilai jual kopi kita, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” jelas Widia

Pasangan BZ-WIN yakin bahwa dengan program-program ini, mereka bisa mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan yang selama ini menjadi tantangan besar di Kabupaten Lahat.

“Intinya, program yang kami siapkan berfokus pada peningkatan ekonomi masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja, menstabilkan harga hasil pertanian, dan memberikan peluang bagi warga Lahat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Dalam acara ini, tidak hanya warga Wanaraya akan tetapi dihadiri juga desa Sukarami, Desa Wonorejo, Desa Lubuk Seketi dan Desa Suka merindu yang semakin mantap untuk memberikan dukungan mereka kepada pasangan BZ-WIN. 


Jurnalis : Bambang MD

Jalan Asal Jadi, Masyarakat Geram! LSM Tri Nusa Desak Evaluasi Kontraktor Nakal di Muara Gembong

 



Policewatch-Bekasi

 Kemarahan memuncak dikampung sungai keramat  rt 001/014 desa pantai harapan jaya kecamatan muara gembong kabupaten bekasi,LSM Tri Nusa dan masyarakat setempat  menegur keras  kinerja kontraktor  yang mengerjakan proyek pembangunan jalan di daerah tersebut.  Hasil investigasi dan pengecekan di lapangan  mengungkap fakta  mengerikan:  pekerjaan jalan  terkesan asal jadi,  tak sesuai RAB, dan abaikan aturan!

"Jalan bergelombang, ukuran tidak sesuai,  dan terkesan  buru-buru  dikerjakan.  Ini jelas  merugikan uang rakyat dan  menunjukkan  ketidakseriusan kontraktor dalam menjalankan tugasnya,"  tuduh perwakilan LSM Tri Nusa dengan nada geram.

LSM Tri Nusa dan masyarakat setempat  menuding  pekerjaan tersebut  tak  sesuai dengan  kalender kerja dan  menuntut  Dinas Pekerjaan Umum, konsultan, dan pelaksana kerja  untuk turun langsung ke lapangan  dan  melakukan  penyelidikan  mendalam.

"Kontraktor ini harus dievaluasi,  bahkan  diberikan  sanksi  tegas  jika  ditemukan  pelanggaran  yang  merugikan negara,"  desak  LSM Tri Nusa.  Masyarakat  juga  menuntut  agar  plang kegiatan dan anggaran proyek dipasang  agar  informasi  transparan  dan  tidak  terjadi  ketidakjelasan  lagi.

"Kami tidak akan tinggal diam.  Kami akan terus mengawal  proses  evaluasi  dan  penanganan  kasus ini  sampai  keadilan  ditegakkan,"  tegas  LSM Tri Nusa.

Kasus ini menjadi  sorotan  tajam  dan  menunjukkan  betapa  pentingnya  pengawasan ketat  terhadap proyek pembangunan  agar  uang rakyat  benar-benar  dimanfaatkan  untuk  kepentingan  masyarakat  dan  tidak  dipergunakan  untuk  kepentingan  pribadi  atau  kelompok  tertentu.

JG