Tangkal Dampak Cuaca Ekstrim, Polres Bima Kota Aksi Tanam 1.200 Pohon


Policewatch-Kota Bima.

 Sebagai wujud menangkal dan mengimbangi dampak cuaca ekstrim di wilayah Indonesia, Kapolri mencanangkan penanaman 1 juta pohon.

Nah, di Polres Bima Kota sendiri, ikut berpartisipasi dengan menghijaukan lahan tandus dan kering, dengan menanam sedikitnya 1.200 pohon.

Penghijauan dan penanaman 1.200 pohon tersebut, dipimpin langsung Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi.

Penanaman secara simbolis tersebut 1.200 pohon itu, diawali di Mako Polres Bima Kota dan diteruskan di sejumlah lokasi seperti di Taman Kota dan seluruh wilayah yang tersebar di seluruh wilayah hukum Polsek jajaran.

"Aksi ini juga diharapkan mampu mengurangi dampak cuaca ekstrem yang sedang terjadi di Indonesia, sebagaimana program penanaman pohon yang dicanangkan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo,"kata Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, Rabu pagi ini, disela-sela penanaman pohon di Mako Polres Bima Kota.

1200 pohon di tanam oleh Polres Bima Kota dan Polsek jajaran, jelas AKBP Rohadi, dengan memilih berbagai jenis bibit pohon antara lain kelapa,mahoni, asam dan berbagi macam jenis pohon lainnya

"Penanaman pohon di berbagai titik secara serempak di seluruh Indonesia ini, sesuai program Mabes Polri ditargetkan 1 juta pohon,"singkat Perwira Menengah dengan pangkat Dua Melati di pundaknya ini.

Mn

TGH Najamudin Nobatkan Rachmat Hidayat Sebagai Bapak Pluralisme NTB



POLICEWATCH-MATARAM.

Politisi TGH Najamuddin Mustafa mengungkapkan kekagumannya kepada anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan asal dapil NTB II Pulau Lombok H Rachmat Hidayat. Bagaimana tidak, Najamuddin mengaku H Rachmat Hidayat merupakan sosok politisi senior yang nyaris tidak ada politisi lain yang mampu mengimbangi pemikiran, sumbangsih, dan kinerjanya untuk masyarakat NTB.

Dijelaskan Najam, dalam perjalanan karier politiknya yang secara generasi berada di bawah H Rachmat Hidayat, Najam mengaku mulanya tak begitu tertarik dengan gaya politik H Rachmat Hidayat. 

Sejak dahulu, Najam mengaku jarang sealiran pemikrian di kancah politik dengan H Rachmat Hidayat. Namun, perbedaan itu justru membuat Najam kian penasaran. Akhirnya, dirinya mengamati gerak-gerik dan tingkah-polah politik yang dijalankan H Rachmat Hidayat. 

"Saya mengamaitnya sejak usia belasan tahun, skeitar 1982. Saya mengenal beliau, sering datang ke tempat saya, bertemu kakak saya. Saya tidak pernah membayangkan jadinya akan speerti ini. Yang saya bayangkan Rachmat Hidayat ini orang "jenggo" lah. "Begal" lah gayanya. Apa yang mau saya dpaatkan dari orang smeacam ini. Maka saya ndak mau ikuti," kata Najamuddin di hadapan H Rachmat Hidayat saat santap siang di Prime Park Hotel Mataram pada Selasa (22/8/2023).

Sejak ia amati mulai tahun 1987-1988, hidup H Rachmat Hidayat, kata Najam memang seperti itu. Ia adalah sosok politisi yang lahir dari kelas bawah "akar rumput". H Rachmat Hidayat termasuk target operasi rezim orde baru bersama teman seperjuangannya yang lain semisal Raden Suweno dan Sutomo.

Yang paling berkesan dari figure H Rachmat Hidayat menurut Najam adalah perihal konsistensi dan loyalitas.

"Yang saya lihat di beliau ini soal konsistensi dan loyalitas. Dia berani melawan rezim orde baru, dan cara melawannya kekeh dan tak surut. Hidupnya beliau seperti pengembara. Di kampung saya ndak asing lagi, wara-wiri di Sakre. Dia konsisten membela Megawati di saat orang-ornag lain lari karena gertakan orde baru," ujarnya. 

Dengan pengalaman dan upaya persekusi oleh rezim kala itu, Najam tak membayangkan bahwa sejarah politik H Rachmat Hidayat akan secemerlang ini. Semestinya, dengan keberanian berteriak lantang membela Megawati di saat masa krisis, H Rachmat Hidayat tentu sangat dekat dengan bahaya.

"Rachmat lahir dari golongan yang sangat bawah, tapi sekarang? nyaris tidak ada yang tidak mengenalnya di masyarakat bawah, apalagi politisi-pejabat kelas tinggi. Maka bagi saya politisi baru ini di bawah masa beliau, saya berkesimpulan bahwa beliau memang besar karena tidak pernah pilih-pilih, bergaul dengan semua orang dan kalangan, tidak melihat latar belakang," jelasnya.

TGH Najamuddin yang juga merupakan Putra Kandung salah seorang ulama yang menyebarluaskan ajaran Nahdlatul Ulama (NU) di NTB yakni TGH Mustafa Gazali kelahiran Dusun Batu Sambak Desa Montong Tangi Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur itu mengaku takjub juga dengan aliran pemikiran H Rachmat Hidayat. Salah satu yang paling mencolok menurut Najam adalah H Rachmat Hidayat mampu menjadi pengayom lintas kalangan. 

Kebaikannya tak pandang bulu dan latar belakang manapun. Karakteristik itu, menurut Najam sangat relevan dengan pemikiran Presiden ke IV RI yang juga ulama kharismatik Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. 

Gus Dur dikenal sebagai Bapak Pluralisme Indonesia. Ia dikenal mampu menjadi 'orang tua' di balik keberagaman dan kemajemukan Indonesia.

"Saya pernah beberapa tahun ikut Gus Dur. Di Ciganjur saya kenal dengan Yenni Wahid putri beliau. Saya melihat ada persamaan cara berpikir H Rachmat Hidayat dengan Gus Dur. Saya bilang begini dari hati saya. Beliau ini sangat nasionalis, pluralismenya tinggi. Dia perlihatkan itu dalam setiap tindakannya, pikirannya mencerminkan kebangsaan," jelasnya.

Najamuddin mencontohkan, H Rachmat Hidayat getol sekali membangun saran ibadah bagi umat agama lain semisal Hindu dan Nasrani. Tak hanya tempat ibadah, H Rachmat Hidayat pula membangun sarana pendidikan bagi kelompok masyarakat agama lain di luar dirinya, yakni islam. 

Sikap yang ditunjukkan politisi kharismatik Bumi Gora itu dinilai sangat berpegang teguh pada semangat kemanusiaan. Ia mengeliminasi perbedaan pandangan keberagamaan. Ia rajut itu dalam semangat kebhinekaan yang memiliki kesamaan hak sebagai anak bangsa. 

"Ketika tokoh kita membangun masjid, pesantren, itu biasa. Tetapi ketika ada orang muslim membangun tempat peribadatan bagi orang Hindu, Nasrani, kita ndak salah mengatakan bahwa beliau sangat pluralis," ujarnya.

Dengan sikap konsisten itu, anggota DPRD NTB itu mengaku tak salah jika dirinya memberikan label "Bapak Pluralisme NTB" kepada H Rachmat Hidayat. 

"Maka saya berkesikpulan orang ini saya nobatkan sebagai Bapak Plurasilme NTB. Dari hasil kinerjanya, sangat paham keberagaman. Kalau Gusdur Bapak Plurasilme Indonesia, Rachmat Hidayat  yang Bapak Pluralisme di NTB," bebernya. 

"Saya ini tokoh NU, saya melihat bahwa seorang H Rachmat Hidayat sangat layak menjadi panutaa kita. Baik dari sisi prilaku dan ketokohan (senioritasnya). Cocok jadi Bapak bangsa kita di NTB," sambungnya. 

Tak hanya melihat dari pandangan mata saja, Najam mengaku kiprah H Rachmat Hidayat juga diakui oleh kelompok umat agama lain. Najam mengaku sering bertanya kepada kawannya soal apa yabg telah diperbuat H Rachmat Hidayat. 

Menurut Najam, perhatian dan sumbangsih H Rachmat Hidayat telah diakui dan diacungi jempol. Taj hanya oleh kelompok masyarakat muslim, melainkan juga non-muslim. 

"Saya juga bertanya kepada teman-teman Budha, dikatakan Rachmat orang baik, pengayom kita, bukan hanya islam. Di teman-teman China dan Nasran, apa respon mereka? Beliau itu orang bagus. Sangat perhatian ke kita. Kalau orang kami mengatakan bagus, kenapa kita tidak," ulasnya. 

"Ketika ada orang yang membangun tempat pendidikan agama lain, itu sangat luar biasa bagi saya. Bukan saya menyanggung, ngapain. Tapi ini bentuk perhatian dan kecintaaan saya berdasarkan pandangan dan kacamata empirik dari apa yang beliau lakukan. Ini diakui nurani dan barin saya," imbuh anggota Komisi I DPRD NTB itu. 

Di NTB, kata Najam tidak ada politisi dan tokoh publik sekelas H Rachmat Hidayat. Secara pribadi, Najam mengaku tak akan mampu mengimbangi apalagi menyamai apa yang telah didharma-baktikan H Rachmat Hidayat kepada masyarakat NTB, khususnya Pulau Seribu Masjid. 

"Tokoh NTB tidak ada yang seperti beliau. Saya sendiri ndak mampu mengimbangi pekerjaan beliau. Karena saya masih punya rasa takut, beliau punya tingkat keagamaan tang tinggi (makrifat) tidak peduli pandangan manusia. Ini makomnya lain. Ini bedanya beliau dengan tokoh-tokoh kita yang lain. Ini jadi pelajaran, tauladan kita semua," jelasnya. 

Terkahir, Najam mengakui bahwa kemampuan dan ketajaman pemikiran yang dimiliki H Rachmat Hidayat tak diraih atau _by given_ dari orang lain. Melainkan itu buah dari sejarah kehidupan panjang yang dijalaninya secara otodidak.

"Ini tidak mudah saya sampaikan. Dia ini menurut saya tidak dapat ilmu dari orang, dia dapat ilmu dari dirinya, perjalanan hidupnya dia dapat ilmu dari alam. Maka saya bangga, serius saya bangga," jelasnya.

Dalam konteks NTB, Najam mengakui akan sangat sulit menemukan lagi tokoh seperti H Rachmat Hidayat. Butuh waktu ratusan bahkan ribuan tahun lagi untuk melahirkan sosok yang dapat mengimbangi apa yang telah diperbuat H Rachmat Hidayat.

Mn

Dua Tersangka Kasus Poltekes Kemenkes Mataram Ditahan Polda NTB


Policewatch-Mataram NTB .

Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyalahgunaan wewenang dan jabatan yang dilakukan Pegawai Negeri pada Poltekkes Kemenkes Mataram dalam kegiatan pengadaan Alat Laboratorium Penunjang Belajar Mengajar (APBM) Pendidikan Poltekkes Kemenkes Mataram tahun anggaran 2016 yang ditangani Subdit 3 Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda NTB dalam waktu dekat segera dilimpahkan ke kejaksaan.

Pengungkapan kasus tersebut berdasarkan LP nomor 250 tertanggal 16 Agustus 2021 dimana ada dugaan penyalahgunaan wewenang dalam proses pengadaan APBM di Poltekkes Kemenkes Mataram.

Berdasarkan hasil penyelidikan, penyidik Dit Reskrimsus Polda NTB telah menetapkan dua tersangka sesuai alat bukti yang berhasil diperoleh. Kedua tersangka tersebut HAD (59) selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan ZF, (47) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

"Kedua tersangkanya adalah KPA dan PPK berdasarkan fakta-fakta yang dikumpulkan oleh Penyidik,"ungkap Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Command Center Polda NTB, Selasa (22/08/2023).

Dikatakan Jenderal Bintang dua ini, bahwa penyidik telah mengumpulkan fakta-fakta yang menetapkan keduanya (KPA dan PPK) menjadi tersangka, dimana HAD selaku PPK terbukti menyalahgunakan kewenangan kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan DENGAN SENGAJA menetapkan dan menentukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Spesifikasi barang/jasa APBM sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term Of Refrence (TOR) tanpa proses verifikasi, evaluasi dan penyusunan perencanaan anggaran oleh tim perencanaan program.

Kemudian pada proses perencanaan anggaran menurut Mantan Penyidik KPK ini, tidak melakukan proses perencanaan yang tepat dan benar dan tanpa melalui proses usulan kebutuhan barang/jasa APBM oleh masing-masing Prodi selaku pengguna APBM sesuai kurikulum program studi Poltekkes Kemenkes Mataram sehingga didapati 4 item alat, 14 unit alat Laboratorium yang tidak dibutuhkan dan bahkan tidak terdapat dalam standar Laboratorium sesuai dengan kurikulum prodi jurusan.

Sementara ZF selaku PPK sesuai fakta-fakta terbukti menyalahgunakan kewenangan Jabatan / Kedudukan dengan Sengaja menentukan/menetapkan HPS dan spesifikasi APBM yang diadakan tahun 2016 dengan besar HPS Rp. 19.377.216 .163,00 berdasarkan KAK/TOR yang disahkan Direktur Poltekkes Kemenkes Mataram selaku KPA. 

Padahal lanjutnya, Diketahui RAB dari APBM KAK/TOR tidak dilakukan evaluasi, verifikasi dan kajian kebutuhan oleh tim perencana program dan perencana anggaran serta tanpa melalui proses usulan oleh masing-masing Prodi jurusan selaku pengguna sesuai Kurikulum yang ada untuk pengadaan APBM pendidikan Poltekkes Kemenkes Mataram tahun anggaran 2016.

Dijelaskan pula bahwa berdasarkan data yang diterima bahwa pada tahun anggaran 2016 Poltekkes Kemenkes Mataram mendapatkan anggaran yang bersumber dari DIPA APBN Kemenkes sebesar Rp. 22.214.197.000 sesuai kode mata anggaran 532111 tanggal 7 Desember 2016.

"Dengan demikian ditemukan kerugian negara sebesar Rp. 3.242.571.504,"tutupnya. 

Sementara Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol  Nasrun Pasaribu S.I.K., yang turut hadir mendampingi Kapolda dalam konferensi pers tersebut menjelaskan bahwa berkas perkara kasus Tipikor tersebut telah rampung, dan dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke kejaksaan.

"Pelimpahan tersangka berikut barang bukti (tahap 2) ke Kejaksaan  akan kami lakukan dalam waktu dekat ,"ucapnya .

"Ada sebanyak 15 item yang terdiri dari berkas dan alat /barang sebagai barang bukti yang turut pula kami limpahkan. Kemudian untuk melengkapi berkas perkaranya penyidik telah memeriksa sebanyak 50 saksi dalam perkara ini,"tambahnya menutup penjelasan.  

Mn

Polda NTB Segera Limpahkan Dua Tersangka Korupsi Marching Band tahun 2017 di Dikbud NTB

 


Policewatch-Mataram NTB.

Dua terduga pelaku Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Pengadaan Peralatan Kesenian Marching Band pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB tahun anggaran 2017 yang ditangani Subdit 3 Tipidkor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB telah P21.

Hal ini disampaikan Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto dalam Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Tipidkor di Command Center Polda NTB, Selasa (22/08/2023).

Didampingi Direskrimsus Polda NTB, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda NTB dan Kasubdit 3 Tipidkor Ditreskrimsus Polda NTB, Kapolda NTB memaparkan bahwa Kedua terduga yang telah ditetapkan menjadi tersangka dan sesuai hasil Penyidikan  kini kasusnya sudah P21.

Kedua tersangka berinisial MI, (50) yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan LB Alias Ading (50) selaku Pelaksana Pekerjaan.

Dalam keterangan yang disampaikan Kapolda NTB bahwa fakta-fakta yang dilakukan tersangka MI adalah tidak melakukan survey harga sebelum menyusun harga perkiraan sendiri (HPS). Kemudian terbukti telah memerintah LB untuk melakukan survey harga. Kemudian menyusun HPS berdasarkan harga yang diperoleh dari calon penyedia barang / jasa (LB). Kemudian mencantumkan Merk dan type dalam dokumen spesifikasi dan teknis sehingga tidak memberikan kesempatan kepada calon penyedia lain untuk ikut dalam lelang. Dan fakta terakhir bahwa yang ditunjuk sebagai pemenang lelang adalah CV. Embun Emas milik Baiq Yanti Susanti, namun PPK (MI) terbukti dengan sengaja memberikan pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh tersangka LB.

Kemudian Fakta-fakta yang dilakukan tersangka LB dalam perkara tersebut adalah, bahwa LB melakukan survey harga berdasarkan permintaan tersangka MI selaku PPK. Kemudian secara bersama-sama dengan MI menyusun HPS berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan LB. Kemudian melaksanakan kegiatan pengadaan dengan menggunakan perusahaan milik orang lain (milik adik Kandungnya), dan terahir telah menerima dan mengelola hasil pembayaran serta keuntungan dari pengadaan barang tersebut.

Berdasarkan fakta tersebut menimbulkan kerugian negara sebesar Rp. 702.278.574,00 sesuai laporan hasil audit dalam rangka perhitungan kerugian keuangan negara atas dugaan kasus Tipidkor pada pengadaan peralatan kesenian Marching Band (Belanja Modal) dan pekerjaan pengadaan peralatan kesenian Marching Band (Belanja Hibah) pada Dikbud Provinsi NTB tahun 2017.

"Bukti-bukti yang berhasil diamankan berupa berkas-berkas surat sebanyak 33 jenis berkas, kemudian ada 34 saksi yang telah dimintai keterangannya terkait kasus ini,"ucap Kapolda NTB.

Terhadap kedua tersangka dinyatakan telah melanggar pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipidkor Jo pasal 55 (1) KUHP dengan ancaman minimal 4 tahun penjara dan denda paling sedikit 200 Juta rupiah.

Sementara itu Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Nasrun Pasaribu S.I.K.,mengatakan pemberkasan kasus tersebut sudah hampir rampung untuk selanjutnya akan dilimpahkan ke Kejaksaan.

"Berkas perkara sudah hampir rampung, rencana hari ini akan kami lakukan tahap 2 pelimpahan ke Kejaksaan "tutupnya. 

Mn

Konsisten Perjuangkan Pendidikan Berkualitas dan Ekonomi Kerakyatan, Ini Profil Lalu Muhyi

 


POLICEWATCH-LOMBOK BARAT.

Dr TGH Lalu Abdul Muhyi Abidin atau akrab disapa Mamiq Muhyi menyatakan maju sebagai Caleg DPRD NTB Dapil 2 Lombok Barat dan Lombok Utara dari Partai Gerindra.

Mamiq Muhyi yang berdomisili di Desa Bajur Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat dikenal sebagai pribadi santun dan ramah. 

Sederet pengabdian telah dibuktikan oleh Mamiq Muhyi dengan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan pembinaan sosial dan Keagamaan dalam berbagai organisasi. 

Sejak mahasiswa, ia telah aktif dalam berbagai organisasi. Saat mengeyam pendidikan di Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Quran Jakarta ia telah aktif menjadi Aktivis Kemahasiswaan di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DKI Jakarta.

Saat menjadi Mahasiswa Pasca Sarjana di Universitas yang sama ia didaulat menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda NW.

Pasca menyelesaikan Program doktoralnya di Universitas Negeri Jakarta Mamiq Muhyi diangkat menjadi Sekertaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) pada masa kepemimpinan Umi Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid. Saat ini ia menjadi Katib Am Dewan Mustasyar PBNW. 

*Pengabdian dalam Dunia Pendidikan*

Sesuai dengan hajat perjuangannya untuk memperjuangkan pendidikan yang berkualitas, Mamiq Muhyi telah banyak berkiprah dan mengabdi dalam dunia pendidikan.

Saat ini ia menjabat sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Selama menjabat sebagai Rektor Ia menyediakan banyak program Beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu maupun yang berprestasi diantaranya Beasiswa Pahlawan, Beasiswa Hafidz, beasiswa berprestasi dan Beasiswa Maulanasyaikh.

Mamiq Muhyi juga mendirikan Pondok Pesantren Zainuddin Atsani di Desa Sesela Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pondok Pesantren ini fokus untuk mendidik anak-anak tidak mampu yang berkeinginan melanjutkan pendidikan.

Ia juga konsisten membangun dan membina Pondok Pesantren dengan menjadi Dewan Pembina dan Penasihat di beberapa Ponpes di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara. 

Pada tahun 2021 ia ikut menulis dan menerbitkan 2 Jurnal Ilmiah diantaranya :

Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dengan Bio Tekhnologi EM4 (Efektif Mikroorganism) untuk Pengolahan Limbah Ternak di Kelompok Pemuda Mandiri Bug-bug Lombok Barat. 

Revitalisasi Moral Generasi Muda dan Penekanan Angka Pernikahan Dini Melalui Sosialisasi Penguatan Nilai-nilai Agama dan Budaya di Desa Bagik Payung Timur, Lombok Timur.

Sementara dalam dunia Politik, Mamiq Muhyi pernah 2 periode sebagai anggota DPD-RI dan anggota DPRD NTB mewakili Dapil Lobar-KLU pada tahun 2014

Pada Kontestasi pemilu 2024 mendatang Mamiq Muhyi mencalonkan diri dari Partai Gerindra dengan nomor urut terakhir no 12.

Dalam kampanyenya Ia berkomitmen untuk terus memperjuangkan Pendidikan Berkualitas dan Ekonomi Kerakyatan di NTB khusunya di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara dengan cara pengawalan terhadap proporsi APBD NTB dan pengawasan yang partisipatif dengan OPD Pemprov NTB terkait.

Mn

Pasar Tradisional Tak Boleh Tergerus Zaman, Ini Kata Rannya Kristiono



POLICEWATCH-MATARAM.

Pasar Tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar. Bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar.

Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan buah, sayur-sayuran telur, daging, kain, pakaian, barang elektronik dan lain-lain.

Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, termasuk juga di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Bagi kebanyakan orang, keberadaan pasar tradisional menjadi hal yang lazim dari waktu ke waktu. Semua mengalir dengan sendirinya. Tapi tidak bagi politisi muda Gerindra, Rannya Agustyra Kristiono.

Rannya menilai potensi Pasar Tradisional sangat strategis dalam menggerakan perekonomian masyarakat dan daerah.  Apalagi jika revitalisasi dan kolaborasi pasar dengan sektor pariwisata bisa dilakukan.

"Saat ini kan, setidaknya sudah ada 8 pasar tradisional di Indonesia yang jadi destinasi wisata. Nah, di Lombok hal ini bukan mustahil untuk dilakukan juga," kata Rannya, Selasa 22 Agustus 2023. 

Ia mencontohkan, pasar Beringharjo Yogyakarta, pasar Apung Banjarmasin, pasar Mama-Mama Papua, pasar Gede dan pasar Klewer di Solo, juga pasar Sukowati di Bali, semua tadinya adalah pasar tradisional biasa, namun berubah menjadi destinasi setelah disentuh.

Menurut putri mendiang HBK ini, Lombok memiliki keunikan tersendiri jika dilihat dari sisi lokasi pasar tradisional. Sepanjang jalan nasional dari Ampenan, Kota Mataram hingga Labuhan Lombok, Lombok Timur, bisa dijumpai belasan hingga puluhan pasar tradisional di sisi ruas jalan negara.

"Bayangkan kalau salah satunya bisa menjadi destinasi wisata.Tentu ini akan berdampak bagus pada Lombok dan NTB umumnya yang sudah terbranding sebagai destinasi wisata internasional," katanya.

Rannya juga mengajak generasi muda [ baca : Milenial dan Gen Z ] untuk mengubah mindset tentang pasar tradisional. Apalagi di era persaingan global dimana gerai pasar modern sudah banyak tersedia termasuk di Lombok ini.

Ia mengatakan, gerai pasar modern memiliki pangsa pasar masyarakat perkotaan, ekonomi menengah ke atas. Sementara pasar tradisional terstigma menjadi pangsa ekonomi menengah ke bawah.

Padahal, papar dia, sejatinya gerai pasar modern berkaitan dengan investasi dan modal kapital. Sementara pasar tradisional digerakan oleh masyarakat lokal.

"Pasar modern bisa menyumbang lapangan kerja sebagai karyawan, sementara pasar tradisional bukan saja membuka lapangan kerja tapi juga kesempatan dan wadah berwirausaha," ujarnya.

Gagasan Rannya tentang pasar tradisional ini tak lepas dari semangat dan cita-cita mendiang ayahandanya, HBK. Masyarakat Lombok dan NTB umumnya sangat paham jika almarhum HBK sangat serius bekerja mewakili rakyat di DPR RI, terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama para petani.

Menurut Rannya, bukan saja pada aspek produksi dan pengolahan pasca panen, petani juga harus punya akses pemasaran yang lebih terbuka dan maksimal. Salah satu yang paling make sense adalah pasar tradisional.

Namun untuk semua ini, papar dia, mindset masyarakat dan pedagang di pasar tradisional pun harus mulai diubah sedikit-demi sedikit. Mulai dari bagaimana kebersihan dan kenyamanan pasar, hingga bagaimana memberikan pelayanan dan hospitality yang ramah bagi pengunjung.

"Sehingga nantinya pasar tradisional bukan saja menampung hasil para petani, tetapi juga menjadi tempat yag nyaman dikunjungi, bahkan bisa menjadi destinasi wisata baru di Lombok ini," katanya.

Saat ini, Rannya Kristiono mulai aktif membangun jejaring dan membuka ruang diskusi dengan kelompok muda di Lombok. Salah satu yang terus dibahas adalah bagaimana generasi muda bisa ikut mendorong pengembangan pasar tradisional.

"Banyak rekan-rekan kita generasi muda Lombok yang fresh graduated, ada sarjana ekonomi, ada pertanian dan ada juga pariwisata. Mereka bisa kembali ke kampung untuk mengaplikasikan keilmuannya untuk masyarakat," tukas Rannya 

Kunjungannya ke pasar tradisional Kopang, Lombok Tengah, membuat Rannya optimistis. Bisa menghadirkan pasar tradisional yang merujuk destinasi wisata. Apalagi lokasi pasar tradisional Kopang tepat disisi jalan negara.

Menurut Rannya, dengan revitalisasi pasar dan mengkolaborasikannya dengan aspek pariwisata, akan mentrigger pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat, terutama para pedagang pasar dan para petani, peternak, dan juga nelayan.

Di sisi lain, sebagai destinasi baru, pasar tradisional juga akan memperkaya khasanah potensi wisata di NTB ini.

"Kalau sekarang wisatawan masih banyak belanja di gerai modern, ke depan pasar tradisional bisa menjadi pilihan yang tak kalah menarik," pungkasnya

Mn

Polda NTB Hadirkan 18 Parpol Pada Acara Deklarasi Pemilu Damai Yang Diinisiasinya


POLICEWATCH-MATARAM.

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menggelar Deklarasi Pemilu Damai di Tribun Lapangan Bhara Daksa, Polda NTB, Selasa (22/8/2023).

Deklarasi Pemilu Damai yang diinisiasi Polda NTB  dihadiri 18 pimpinan partai Politik di NTB, yang akan terlibat dalam pemilihan umum tahun 2024 mendatang.

Kegiatan tersebut diisi dengan pernyataan  sikap oleh semua partai politik yang akan terlibat dalam Pemilu tahun 2024 mendatang.

Pernyataan sikap tersebut dipimpin langsung oleh ketua Bawaslu NTB Itratip dan diikuti oleh para pimpinan Partai yang hadir.

Usai menyampaikan pernyataan sikap, 18 pimpinan partai politik yang hadir, menandatangani papan naskah komitment bersama yang disiapkan Polda NTB.

Selain 18 partai politik, juga hadir Gubernur NTB,Kapolda NTB,Danrem 162/WB Ketua Bawaslu, Ketua KPU dan  turut menandatangani naskah tersebut.

Isi naskah komitmen yang ditanda tangani oleh 18 partai politik tersebut ada 4, antara lain:

1. Berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan NKRI dengan tidak melakukan politisasi SARA.

2. Mewujudkan Pemilu sebagai sarana integritas bangsa dan menolak segala bentuk pelanggaran dengan alasan apapun.

3. Melaksanakan pemilu tahun 2024 yang langsung, umum, bebas rahasia, jujur dan adil.

4. Saling menghargai dan menghormati hak serta perbedaan masing-masing peserta pemilu tahun 2024.

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Kapolda NTB) Irjen Pol Djoko Poerwanto mengatakan, kegiatan Deklarasi Pemilu Damai itu diselenggarakan untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman dan kondusif saat Pemilu tahun 2024 mendatang berlangsung.

"Kita ingin Pemilu tahun 2024 mendatang, berjalan dengan aman, nyaman dan damai," ungkap Djoko dalam sambutannya.

Kegiatan itu disambut baik oleh semua pihak, terutama KPU sebagai penyelenggara dan Bawaslu sebagai pengawas pemilu.

"Kami ucapkan terimakasih kepada Polda NTB yang telah menginisiasi kegiatan ini, semoga Pemilu 2024 mendatang berjalan aman, damai dan kondusif," ungkap Ketua KPU NTB Suhardi Sout dalan sambutannya.

Ucapan terimaksih untuk Polda NTB juga datang dari Ketua Bawaslu NTB Itratip dan juga Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr Zulkieflimansyah.

Mn

Sambut Danrem Cup 2023: Kodim Loteng Siapkan Sejumlah Fasilitas


Policewatch-Lombok Tengah.

Dalam rangka menyambut ajang olahraga bergengsi turnamen Volley Ball Danrem 162/WB Cup 2023, se Bali Nusra yang akan digelar pada 10 September mendatang, Komando Distrik Militer (Kodim) 1620 Lombok Tengah mempersiapkan sejumlah fasilitas yang akan mendukung kelancaran acara. 

Danrem Cup, turnamen olahraga tahunan yang diselenggarakan oleh Kodim 1620/Loteng dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 78, menjadi sorotan para pecinta olahraga dari berbagai daerah yang akan di gelar di Volley Ball Babreto Desa Jelantik Lombok Tengah, Selasa (22/8/2023). 

"Pada tahun ini, Kodim Loteng berkomitmen untuk menjadikan ajang ini sebagai momentum penting dalam mempromosikan potensi olahraga dan pariwisata daerah secara merata," ujar Dandim 1620/Loteng Letkol Kav Andi Yusuf. 

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kodim Loteng adalah dengan meningkatkan fasilitas pendukung bagi para atlet dan peserta. Mereka telah mempersiapkan lapangan olahraga yang standar, termasuk fasilitas arena, ganti pakaian yang nyaman serta ruang istirahat maupun fasilitas untuk penonton. 


Selain itu, fasilitas medis juga telah disiapkan guna memberikan pelayanan terbaik bagi atlet yang memerlukan perawatan apabila ada insiden yang tidak diinginkan yang di alami para peserta saat bertanding. 

"Kami sangat antusias dalam menyambut Danrem Cup tahun ini. Persiapan fasilitas telah kami lakukan dengan sebaik mungkin untuk memastikan semua peserta merasa nyaman dan puas dengan pengalaman mereka selama berada di wilayah Kodim Loteng," kata Dandim. 

Tidak hanya itu, Kodim Loteng juga telah mempersiapkan langka langkah keamanan, baik keamanan peserta maupun keamanan penonton yang akan menyaksikan turnamen pertandingan Vollely ball. 

Diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi olahraga yang meriah, tetapi juga mampu mempererat tali persaudaraan dan kerjasama antara peserta dari berbagai wilayah. 

"Dengan upaya maksimal yang dilakukan oleh Kodim Loteng, acara ini diharapkan akan sukses besar dan memberikan manfaat positif bagi semua pihak yang terlibat,"tegasnya.

Mn

Demi Kepuasan Masyarakat, Kapolres Pasuruan Cek Kesiapan Petugas Pelayanan SIM

 



PASURUAN - Satpas Polres Pasuruan merupakan salah satu unit Pelayanan Publik dalam bidang penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM). Sebagai salah satu unit Pelayanan Publik yang terdapat di Polres Pasuruan, kesiapan untuk melayani Masyarakat tetap harus diperhatikan.

Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi, S.H., S.I.K., M.Si. rutin melakukan pengecekan di Kantor Satpas Polres Pasuruan. Dalam kegiatan ini Kapolres Pasuruan melaksanakan pengecekan terkait Standar Pelayanan, Mekanisme Pelayanan, serta Mekanisme Waktu sebagai wujud komitmen Polres Pasuruan untuk melayani Masyarakat secara maksimal agar Masyarakat merasakan kepuasan yang diberikan oleh Polres Pasuruan.

AKBP Bayu di sela pengecekan mengungkapkan bahwa upaya peningkatan kualitas Pelayanan Publik terus dilakukan oleh Polres Pasuruan terutama di bidang penerbitan SIM.


"Maka dari itu pembenahan di berbagai sektor telah dilaksanakan guna terciptanya hasil kepuasan masyarakat yang optimal. Pengawasan melekat pun terus kami laksanakan, kesiapan petugas pelayanan terkait sikap tampang pun tak luput dari pengecekan ini. Petugas Pelayanan SIM juga kami wajibkan untuk selalu menerapkan budaya "5S" (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) dalam melayani masyarakat," ungkap AKBP Bayu, Senin (21/08/2023).

"Pegecekan ini rutin kami lakukan sebagai wujud tanggung jawab kami kepada masyarakat agar dapat terlayani dengan baik, serta untuk memastikan kesiapan dan kesesuaian petugas dalam melaksanakan Pelayanan kepada Masyarakat," tandasnya.

Kapolres Pasuruan mengharapkan dengan dilaksanakan pengecekan secara rutin di Kantor Pelayanan Satpas Polres Pasuruan dapat menjadikan sebuah budaya Pelayanan dan Pengayoman terbaik kepada Masyarakat, khususnya di bidang penerbitan SIM. (Dr)

Warga Desa Banjir Sari Rencana Mengadu Ke Hotman Paris dan Menkopolhukam Terkait Lahan 300 ha, diduga Diserobot PT.BGG

 



POLICEWATCH.NEWS - LAHAT - Sudah hampir empat tahun lahan milik warga desa Banjarsari, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat diduga telah Diserobot oleh pihak PT.Bumi Gema Gempita (BGG) dan sudah dilakukan ekplorasi seperti diataran tenuk, kungkilan, pusawan, Ajung Ajung, dan kutean paska kejadian 2012, sempat dibakar warga Banjarsari sampai sekarang salah satu warga sudah melaporkan kepihak KPK,Kata " Yamudin kepada policewatch.news Senin (21/8/2023)

surat balasan dari komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nomor : R- 946/PM - 00. 01/30-35/03/2021 tanggapan laporan masyarakat, 

Yamudin juga mengungkapkan bahwa kami sudah melaporkan kasus ini kepada Presiden RI, bahkan ke Kapolri, dan saya juga didatangi dari mabes polri, waktu itu saya diajak ke lokasi ke PT.BGG, ditanya benar nama bapak Yamudin " dijawab" benar setelah dilokasi aparat dari mabes polri dan saya, ada mantan kades Banjarsari Mulyadi ikut ke lokasi di IUP PT.BGG namun belum ada tindak lanjut Bahakan lahan saya seluas 4 ha sudah digusur dan ditambang oleh perusahaan milik grup Bumi waras, ucap " Yamudin.


Sementara itu masih kata Yamudin selaku ketua dari masyarakat Desa Banjarsari ada 100 ha lebih lahan warga yang sudah digusur dan ditambang hingga kini belum dibebaskan, makanya kami akan mengadu ke pengacara Hotman Paris meminta bantuan kepada " pak Hotman nasib kami melawan mafia tanah, dan kami mewakili pemilik lahan rencana siap berangkat ke jakarta menemui Hotman Paris, namun kami masih minta bantuan ketua harian LIDIKKRIMSUS RI Rhodi Irfanto, SH sebagai pendamping untuk menemui pengacara kondang Hotman Paris, i" mbuhnya 

Terpisah ketua harian LIDIKKRIMSUS RI Rhodi Irfanto SH kami sebagai lembaga siap mendampingi pemilik lahan warga desa Banjarsari, Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat,dan siap untuk mempertemukan dengan bang Hotman Paris di kopi Joni tempat mangkal pengacara kondang itu " kata Rodhi (Bambang MD) 

Bersambung

H Lalu Hadrian Irfani Dorong Pengembangan Pariwisata dan Pertanian Terintegrasi

 


POLICEWATCH-MATARAM.

Pengembangan sektor pertanian dan sektor pariwisata di NTB dinilai perlu mulai dikolaborasikan agar bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya para petani.

Anggota DPRD NTB, H Lalu Hadrian Irfani yang juga Ketua DPW PKB NTB  mengatakan, dua sektor unggulan ini bisa berjalan berdampingan secara terintegrasi dan berkesinambungan.

"Ke depan perlu ada inisiatif untuk mendorong kolaborasi dan elaborasi sektor pariwisata dan sektor pertanian secara luas" kata H Lalu Hadrian Irfani, politisi  yang bakal maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Pulau Lombok, Senin, 21 Agustus 2023. 

Hadrian mengatakan, salah satu konsep yang bisa dikembangkan untuk menjembatani sektor pariwisata dan pertanian adalah agrowisata.

Agrowisata merupakan sebuah aktivitas yang mengkombinasikan sektor pariwisata dan sektor pertanian dalam satu bentuk usaha, sebagai upaya sektor pertanian meningkatkan kualitas hidup kaum tani.

Menurutnya, agrowisata merupakan tuntutan akan pariwisata yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab. Agrowisata adalah pemanfaatan alam sebagai atraksi wisata, pariwisata berwawasan pertanian yang memanfaatkan usaha pertanian sebagai objek.

"Sebagai pariwisata dengan peminatan khusus, agrowisata dapat dipandang sebagai pariwisata alternatif ketika sektor pariwisata melibatkan petani dalam usaha pariwisata. Keterlibatan petani dalam pengembangan pariwisata merupakan syarat utama keberlanjutan pembangunan agrowisata," urai Ketua DPW PKB NTB yang gemar bertani ini. 

Hadrian memaparkan, keterlibatan ini terkait dengan partisipasi, pemberdayaan ataupun perencanaan partisipatif melalui pengembangan sektor pertanian dan sektor pariwisata menciptakan model agrowisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Melalui pengembangan agrowisata, petani diyakinkan untuk mampu menjadi pemangku kepentingan yang proaktif.

"Potensi untuk agrowisata di Lombok ini sangat besar. Agrowisata bisa dikemas sesuai dengan ruang lingkup dan potensi daya tariknya, seperti agrowisata tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, dan kehutanan," ujarnya.

Menurut dia, masing-masing jenis agrowisata tersebut memiliki karakter yang berbeda sehingga memerlukan pengelolaan yang berbeda pula. Agrowisata tanaman pangan dan hortikultura menyajikan berbagai kreasi dan proses kegiatan mulai dari pra panen, pasca panen berupa pengolahan hasil, sampai kegiatan pemasarannya. 

Daya tarik objek wisata yang ditawarkan bisa berupa bunga-bungaan, yakni menampilkan nilai kekhasan bunga Indonesia, cara pemeliharaan yang masih tradisional, seni keindahan bunga seperti merangkai bunga, pameran bunga, taman bunga dan sebagainya.

Atau, buah-buahan. yakni dengan menampilkan kebun buah-buahan pada umumnya di desa atau pegunungan dan mempunyai pemandangan alam sekitar yang indah, memperkenalkan asal kota khas buah tersebut, cara tradisional pemetikan buah, pengelolaan buah. Bisa juga sayuran, yakni menampilkan kebun sayuran pada umumnya di desa atau pegunungan yang mempunyai pemandangan alam sekitar yang indah, cara tradisional pemeliharaan dan pemetikan sayuran, teknik pengelolaan serta budidaya sayuran. Dan, kebun tanaman obat-obatan atau jamu.

Sementara itu, agrowisata perkebunan menawarkan daya tarik historis dari areal perkebunan tersebut, pemandangan dan udara segar, cara konvensional dalam pola tanam, teknik pengolahan ataupun proses pengemasan hasil produk olahan. 

"Pengembangan agrowisata ini akan berdampak pada aspek sosio-psikologis, aspek ekonomis, aspek lingkungan. Aspek sosiopsikologis dari agrowisata untuk memberikan keterampilan, wirausaha, pengalaman, dan profesi baru bagi petani kita," tandas Hadrian. 

Dipaparkan, aspek ekonomis dari agrowisata untuk menstimulasi pengembangan fasilitas akomodasi, pengembangan pertanian, penyediaan kesempatan kerja, dan mengurangi pengangguran. Aspek lingkungan dari agrowisata untuk peningkatan perlindungan sumber daya alam dan lingkungan, pengembangan infrastruktur lokal, pemanfaatan sumber daya manusia.

"Agrowisata dapat memunculkan peluang bagi petani lokal untuk meningkatkan pendapatan dan meningkatkan taraf hidup serta kelangsungan usaha mereka," tegas Hadrian 

Saat ini, papar Hadrian, sektor pariwisata di Lombok dan NTB pada umumnya sudah cukup maju dan berkembang. Terlebih dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah.

Hanya saja, multiplier efect atau efek domino pariwisata belum bisa dirasakan masyarakat secara maksimal. Padahal jika dikelola dengan baik dan terintegrasi, pariwisata bisa sangat mendukung pertanian.

Ia mencontohkan, kebutuhan sayuran dan buah-buahan di perhotelan, saat ini masih dominan didatangkan dari luar. Padahal di daerah Lombok dan NTB secara umum hal itu tersedia.

Sehingga selain agrowisata, pola kemitraan petani dengan sektor pariwisata pun harus mulai didorong sejak sekarang.

"Jangan sampai pariwisata kita sangat maju dan mendunia, tetapi masyarakat khususnya petani hanya jadi penonton," imbuhnya.

Hadrian mengakui, produk pertanian lokal memang perlu ditingkatkan dari sisi mutu dan pengelolaan pasca panen. Sebab perhotelan juga memiliki standar tertentu untuk bisa menerima produk pertanian seperti sayuran dan buah buahan.

Ke depan hal ini yang akan diperjuangkan Lalu Hadrian Irfani jika diberi amanah untuk mewakili masyarakat Lombok du kursi Senayan.

"InshaAllah, ini yang akan saya perjuangkan. Sehingga dua sektor unggulan kita bisa berkembang dengan kolaborasi dan berkesibambungan. Muaranya jelas untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani," Pungkasnya..

Mn

Wujud Rasa Syukur Keberadaan Polwan, 7 Personil Polwan Polda NTB Ikut Napak Tilas di Kota Bukittinggi Sumatera Barat


Policewatch-Mataram.

Sebanyak 7 Personil Polisi Wanita (Polwan) Polda NTB mengikuti Napak Tilas yang diselenggarakan oleh panitia  Pusat Napak Tilas di Bukittinggi  dalam rangka Memperingati HUT Polwan RI ke 75 tahun 2023 yang dilaksanakan di Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat, (21/08/2023).

Kegiatan yang bertemakan "Polri Presisi Untuk Negeri Polwan siap Mendukung Pemilu Damai Menuju Indonesia Maju" di hadiri oleh ibu Pakor Polwan RI Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol. Desy Andriani, dan dihadiri pula Kapolresta Bukittinggi, Walikota Bukittinggi dan segenap Forkopimda Kota Bukittinggi.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda NTB Kombes Pol. Arman Asmara Syarifuddin SIK., dalam siaran pers resmi yang dikeluarkan Bidang Humas Polda NTB, Senin (21/08/2023).

Dalam siaran pers tersebut dijelaskan, bahwa kegiatan Napak tilas tersebut dilaksanakan sebagai wujud penghargaan dan mengingat kembali perjuangan para pendahulu yang telah berhasil membesarkan nama baik Polwan sebagai bagian dari Kepolisian RI sesuai tema yang disebutkan diatas.

Ada 3 rangkaian kegiatan dalam Napak Tilas yang dilaksanakan tersebut yakni pertama, Pemberian Bantuan Sosial (Bansos) kepada masyarakat Kota Bukittinggi yang membutuhkan, kemudian yang kedua melakukan perjalanan (Napak Tilas) dari Mapolresta Bukittinggi menuju Monumen Polwan dan kembali lagi ke Polresta Bukittinggi, terakhir melaksanakan Doa bersama di Monumen Polwan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Polwan hingga berusia ke 75 tahun ini.

Ketujuh Perwakilan Polwan Polda NTB yang turut serta dalam acara Napak Tilas adalah AKBP Dra. Tri Budi Pangastuti M.M., AKBP Ni Made Pujewati SI.K., M.M., Kompol Pratiwi Nofiani, SH., SI.K.,M.M, AKP Rosita Novianty Unu., Iptu Nur Imansyah SH., Ipda Baiq Dewi Yusnaeni SH., dan Ipda Fania Eka Yululestari SH.,M.H.

Pada kesempatan tersebut, Perwakilan Polwan Polda NTB menyerahkan Buku Profil dan harapan Polwan Polda NTB kepada Pakor Polwan RI Brigjen Pol. Dra. Desy Andriani.

"Kehadiran Polwan Polda NTB mewakili rekan-rekan Polwan lainnya sebagai bentuk rasa syukur atas keberadaan Polwan sebagai bagian dari Polri dalam rangka ikut serta membantu membangun bangsa dan daerah,"tutup Kabid Humas dalam siaran Pers tersebut.

Mn

Tim Volley Putra Polda NTB Berhasil Lolos ke Babak 8 Besar Turnamen Volleyball Kapolri Cup 2023


Policewatch-Mataram NTB.

Tim Volley putra Polda NTB berhasil lolos ke babak 8 besar turnamen Volleyball Kapolri Cup 2023 dalam rangka Hari Bhayangkara ke 77 serta HUT Kemerdekaan RI ke 78 tahun 2023.

Perwakilan Polda NTB tersebut pastikan timnya maju ke babak selanjutnya setelah pertandingan terakhir babak 16 besar zona Indonesia barat antara Tim Volley Putra Polda NTB Vs Tim Volley Putra Polda Sumsel dimenangkan NTB dengan skor 3 : 2,  yang berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Darma, Gresik, Jawa Timur 18 Agustus 2023.

Dengan demikian Tim Volley Putra Polda NTB bersama 7 Tim Volley Putra lainnya dari wilayah timur yakni Jawa Timur, Sumatera selatan,  Kalimantan Barat, Bali, Jawa Tengah, Riau dan DKI Jakarta akan melanjutkan pertandingan di GOR Pangsuma, Pontianak, Kalimantan Barat mulai 21 Agustus 2023.

"Saat ini Tim Volley Polda NTB sudah Berangkat ke Pontianak untuk melanjutkan pertandingan pada Babak 8 Besar. Ada 14 Atlit, 1 tenaga medis, kemudian 1 pelatih, 1 ofisial dan 2 pendamping / manager yang sudah berangkat hari Minggu tanggal 20 Agustus 2023 kemaren,"ungkap Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin SIK., saat di konfirmasi via telephon oleh media, Senin (21/08/2013).

Tim Volley Putra perwakilan Polda NTB menjadi salah satu dari 4 Tim Volley Putra yang lolos ke babak 8 besar dari zona Indonesia Timur piala Kapolri Cup 2023. Tim tersebut adalah Jawa Timur, Bali, NTB dan Sumsel, mereka akan bergabung dengan 4 Tim lainnya dari zona Barat.

Menurut Kabid Humas, bahwa pertandingan babak 8 besar yang berlangsung di Pontianak, Kalbar tersebut dari 8 Tim Volley akan di bagi menjadi dua Pool, dimana NTB berada di Pool A bersama Jatim, Sumsel dan DKI Jakarta, sementara Tuan Rumah Kalbar, Riau, Jateng dan Bali berada di Pool B.

"Keempat Tim akan saling berhadapan dengan nilai Point. Juara dan Runnerup dari masing-masing ( Pool A dan B) akan bertemu di babak Semifinal,"ucap Kabid Humas.

"Kami mohon Doa restu dan dukungan Masyarakat NTB agar perwakilan Polda NTB ini dapat membawa  mengharumkan nama  Polda NTB khususnya dan Nusa Tenggara Barat pada umumnya,"tambahnya sembari menutup percakapan.

Mn

Tingkatkan Kesiapsiagaan Wilayah, Kodim Loteng Menerima Kedatangan 64 Pasukan Komcad


Pilicewatch-Lombok Tengah.

Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan wilayah terhadap berbagai ancaman dan bencana alam, Kodim 1620/Loteng menerima kedatangan 64 orang pasukan Komando Cadangan (Komcad) dari berbagai kecamatan se kabupaten Lombok Tengah. 

Kedatangan Komcad di Kodim Loteng tersebut untuk memberikan laporan kedatangan dan memastikan kesiapan serta pengecekan alat maupun perlengkapan yang di pakai setelah selesai melaksanakan pendidikan militer. 

Kepala Staf Kodim (Kasdim)1620/Loteng, Mayor Inf Lalu Muhammad Syukur mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kesiapsiagaan wilayah, khususnya di wilayah Lombok Tengah. 

"Kami ingin memastikan bahwa setiap komcad memiliki pemahaman yang baik tentang tugas dan tanggung jawab mereka dalam menghadapi situasi darurat, serta dapat berkoordinasi dengan efektif dengan pihak-pihak terkait," ujar Kasdim Senin (21/8/2023). 


Selain itu, Komcad juga diminta untuk memperbarui pengetahuan mereka mengenai penanganan bencana alam, evakuasi darurat, serta koordinasi dengan instansi terkait. 

"Sehingga upaya penanganan bencana dapat berjalan lebih efisien dan terkoordinasi dalam membantu masyarakat di saat urgen maupun tidak," jelas Kasdim. 

Menurutnya, dengan peningkatan pengetahuan yang dimiliki Pasukan komcad diharapkan masyarakat Lombok Tengah akan lebih siap dan tanggap dalam menghadapi bencana alam serta situasi darurat lainnya. 

Sehingga kedepan, akan membawa manfaat yang besar bagi keselamatan masyarakat Lombok Tengah dalam menghadapi berbagai situasi yang di alami masyarakat di wilayah," ucapnya. 

Dari 64 pasukan Komcad yang diterima Makodim Loteng semua kegiatan dan pergerakan Komcad akan di atur oleh Kodim 1620/Loteng sebagai penanggung jawab penggunaan pasukan dalam membantu segala kegiatan yang lakukan masyarakat. 

"Karena sewaktu waktu mereka akan kita lakukan pemanggilan kembali ketika di butuhkan, namu saat ini seluruh Komcad akan kita kembalikan ke status awal mereka sebagai masyarakat dengan pengawas dilakukan oleh Babinsa setempat," tandas Kasdim.

Mn

WARGA KUNTILI GADOG RW 01 MEMERIAHKAN KARNAVAL HUT RI KE 78 DI SUMPIUH

 





Kab.Banyumas.policewatch.news: Perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ( HUT RI) yang ke 78 dimeriahkan dengan kegiatan Karnaval 20-08-2023 Ratusan kendaraan hias dan iring-iringan ribuan peserta mulai dari warga masyarakat, Pelajar tingkat SLTP, SMK,BURUH,dan Komunitas, Paguyuban, perwakilan, Ormas, serta Masyarakat hingga para pelaku UMKM mengikuti parade mulai dari Sekolah Yayasan SMK MA'ARIF Sumpiuh kab.Banyumas dengan berjalan kaki, ada yg bersepeda berkendara baik roda 2 maupun roda 4 serta dengan memakai  berbagai pakaian tradisional maupun pakaian layaknya pejuang 45 baik TNI, POLRI, Guru, anak sekolah, atau pakaian lainya secara serentak berbaris rapih berjalan hingga lapangan sampai Pasar Sumpiuh kab.banyumas. untuk peserta pawai Baris-berbaris, sedangkan untuk karnaval kendaraan hias kembali finish di jalan raya pasar Sumpiuh. Dihadiri langsung oleh  Camat Sumpiuh dan Unsur Forkopimda ,

Pasar Sumpiuh Kecamatan Sumpiuh  Kabupaten Banyumas  turut serta memeriahkan dengan mengikuti pawai Karnaval dengan peserta 14 Desa sekecamatan  Sumpiuh  diantaranya:

1.Desa Lebeng

2.Desa Ketanda

3.Desa Selanegara

4.Desa Bogangin

5.Desa Banjarpenepen

6.Desa Sumpiuh

7.Desa Kradenan

8.Desa Kebokura

9.Desa Pandak

10.Desa Kuntili

11.Desa Kemiri

12.Desa Karanggedang

13.Desa Selandaka

14.Desa Nusadadi


Acara tersebut langsung d hadiri serta di buka di atas panggung kehormatan oleh camat Sumpiuh Bapak Ahmad Surianto  dan di kordinir oleh masing masing kades atau lurah di masing² desanya untuk mensuport acara karnaval menyambut dan mengisi HUT RI 78 sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan yg telah mendahului kita semua, dan tugas kita dengan mengisi dan terus berkarya demi terciptanya Indonesia maju   20-08-2023

Suratno salah satu peserta yg mewakili RW 01 dari 4 RW yang berada di wilayah Desa kuntili menyampaikan sangat bangga bisa mengikuti Karnaval ini ,alhamdulilah disinilah sangat nampak kekompakkan kami rasa lelahpun tak terasa.Semangat dan Sukses selalu untuk kecamatan Sumpiuh   semoga kedepannya lebih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang positif demi memajukan Seluruh masyarakat sekecamatan Sumpiuh ,”ujarnya”.


Suratno saat di hubungi .awak media menyampaikan  saya sangat mengapresiasi kegiatan karnaval ini yang diikuti oleh perwakilan desa dari empatbelas dari masing² desa yang berada dikecamatan  Sumpiuh, Kab.Banyumas   Provinsi Jawa Tengah .

Dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang ke 78 ini Kekompakkan dan kesolidtan antar desa dapat terjalin dengan turut andilnya dalam memeriahkan Karnaval yang dikordinir langsung oleh  Para pejabat pemerintah desa, kecamatan,  Kapolsek dan Koramil Sumpiuh , ada yg unik dalam acara kegiatan karnaval Tahun ini salah satu desa ataupun masyarakat yg masih peduli dengan nilai² sejarah salah satunya d desa kuntili kec.sumpiuh salah satu membuat hiasan atau peraga yg bertuliskan Lanting desa kuntili sejak Tahun 1940 Yang menandakan bahwa di desa kuntili kecamatan Sumpiuh adalah salah satu cikal bakal adanya masyarakat sebagai pembuat serta menjadi bagian sumber penghasilan warga dari hasil usaha pembuatan lanting yg berbahan pokok Singkong atau ketela, selain dari singkong sebagai bahan dasar yaitu bumbu dasar seperti bawang, merica, garam dan penyedap rasa, serta pewarna makanan yang digunakan untuk jenis lanting Kuning dan  juga banyak jenis dan macamnya serta warna maupun rasa yang sampai sekarang masih trus terjaga walaupun sdikit nya ada penurunan masyarakat yg berusaha dari usaha pembuatan lanting tersebut namun sampai hari ini bahwa lanting masih terus berproduksi dan bahkan bnyak d gemari masyarakat lokal maupun mancanegara maka dari itu bagi masyarakat Indonesia khususnya bagi yang penasaran dan bilamana butuh jajanan yg bernama lanting tdk usah bingung bisa datang langsung ke desa Kuntili kec.sumpiuhpasyi akan bertemu dengan pembuat nya langsung khususnya berada di desa Kuntili Gadog RW 01, 

Lanting di desa kuntili masih konsisten dan ttp d jaga kelestariannya dan masih banyak sumber penghasilan yg gali dari masyarakat desa kuntili baik Pembuatan Tempe mendoan serta jajanan  makanan khas asli Sumpiuh Banyumas dan  UMKM dll, yg d tunjukkan dan di tampilkan dalam acara karnaval tersebut untuk lebih meriah  ikut berpartisipasi dalam acara karnaval sekecamatan Sumpiuh.yang dalam hal ini desa Kuntili di wakili oleh RW 01 Kuntili Gadog semoga kekompakkan sesama antar perangkat baik desa kuntili serta desa lainya yg berada di kecamatan Sumpiuh terus terjaga dan  menjaga kelestarian sumber daya alam maupun sumber penghasilan yg ada untuk menghormati para leluhur nenek moyang yg Telah meninggalkan warisan demi anak cucu dan dijaga kelestariannya, Sumpiuh kab.banyumas khususnya  tidak hanya sampai disini dan dapat diapresiasikan dalam kehidupan sehari-hari dimasyarakat masing-masing,”ujarnya “.(Amun/Gobang)