Ketua PKK Lahat Lidyawati Cik Ujang Silahturami Para Pejuang Veteran Suasana Peringati Hari Pahlawan 10 Nopember
Ibu -Ibu Kader Pos yandu dan Paud Desa Bailangu Kec Sekayu Ikuti Kegiatan Stunting
Kontras: Pangdam berlebihan “Itu bukan ranahnya" TNI
![]() |
| Wakil Koordinator Kontras Rivanlee Anandar. |
“Percuma ada UU Ormas kalau begitu, di mana kewajiban Polisi dan Satpol PP tak diperhatikan,
Red,POLICEWATCH,- Kritik keras terhadap TNI juga disampaikan Wakil Koordinator Kontras Rivanlee Anandar. Menurut dia, tindakan dan pernyataan TNI soal Habib Rizieq dan FPI belakangan jelas berlebihan.
Kata Rivanlee, alasan intelijen untuk melakukan langkah-langkah meredam FPI dan Habib Rizieq, dianggap tidak dibenarkan.
Sebab TNI mesti melalui kewajiban-kewajiban yang ada. Semisal, ada pelaporan terlebih dahulu, ada keputusan politik dulu, dan semua harus dilakukan sesuai koridor.
“Percuma ada UU Ormas kalau begitu, di mana kewajiban Polisi dan Satpol PP tak diperhatikan,” kata dia di Apa Kabar Indonesia, disitat Sabtu 21 November 2020.
Ditanya apakah operasi militer selain perang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan politik, kata dia bisa. Namun harus ada persetujuan Presiden dan DPR.
Tetapi jika itu tidak ada, artinya Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dinilai tidak menjalankan koridor hukum yang ada.
Adapun kandungan arahan Presiden Jokowi baru-baru ini kepada Satgas Covid-19, dan Mendagri, dinilai tak perlu diterjemahkan atas inisiatif Pangdam.
“Itu bukan ranahnya TNI, dia hanya soal kedaulatan dan pertahanan negara. Kalaupun soal pembubaran yang harusnya ngomong bukan Pangdam, bahaya kalau Pangdam yang ngomong itu, bisa jadi ancaman kebebasan berserikat dan berkumpul,” katanya
Mantan Kepala BIN urai sebab kenapa yang tegang kini TNI vs Habib Rizieq
![]() |
Letnan Jendral (Purn) Sutiyoso |
Padahal cukup dilakukan oleh Trantib, kalau kewalahan minta bantuan Polisi, baru TNI. Itu pun status TNI hanya sekadar bantu saja, jangan diakukan sendiri.
Red, POLICEWATCH,- Belakangan ini sejumlah aksi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tengah menjadi sorotan publik. Apa yang dilakukan TNI pun dinilai publik sebagai buntut dari sejumlah sikap tokoh sentral FPI Habib Rizieq Shihab.
Maka tak heran jika kemudian TNI mulai melempar pernyataan tegas untuk menjaga persatuan dan kesatuan hingga pentingnya menjaga diri dari provokasi. Saat mengeluarkan pernyataan soal pentingnya persatuan dan kesatuan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bahkan didampingi jajaran komandan pasukan elite TNI.
Ini tentu memiliki pesan dan kesan kuat tersendiri. “TNI adalah bentengnya persatuan dan kesatuan bangsa, oleh karena itu, dengan profesionalisme kalian, maka kalian harus siap untuk diterjunkan dalam rangka melawan musuh yang mencabik-cabik benteng persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Hadi Tjahjanto.
ak berselang lama, Kamis kemarin, secara mendadak Panglima TNI lalu bersafari dan melakukan sidak pasukan-pasukan elite lintas matra sekaligus. Pertama, yakni Markas Kopassus di Cijantung menjadi tujuan awal Marsekal Hadi.
Selanjutnya Panglima TNI melakukan kunjungan ke markas Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Safari Panglima TNI kemudian dilanjutkan ke Markas Pasukan Khusus TNI AU Kopaska, di Halim, Jakarta Timur.
Lantas pertanyaannya adalah apa makna di balik langkah Panglima TNI ini. Benarkah kondisi Indonesia kini sudah semakin mengkhawatirkan sebagai buntut kesiap-siagaan TNI?
Masalah TNI vs Habib Rizieq
Seperti diketahui, berulang kali pasukan elite menyatakan diri siap mengatasi para perusak persatuan dan kesatuan di Tanah Air. Setidaknya itulah pesan yang disampaikan oleh Panglima TNI.
Terkait hal ini, mantan kepala BIN Sutiyoso pun memberi pandangan. Menurut sosok yang pernah menjadi Pangdam Jaya, dan bagian dari Kopassus ini, memang ada yang perlu dianalisa lebih jauh.
“Kalau kita simak dari pernyataan TNI, akhir-akhir ini kan melakukan sidak, Kopassus, Marinir, Kopaska. Sebelum itu, ada juga pernyataan tegas (Panglima TNI) didampingi komandan pasukan elite plus Pangkostrad yang menekankan untuk jaga persatuan dan kesatuan,” kata dia di Apa Kabar Indonesia, Sabtu 21 November 2020.
utiyoso menilai, TNI memang sudah mulai menggerakkan atau menyiapkan pasukan-pasukan elite itu. Termasuk dengan Kostrad yang jumlah pasukannya sangat besar, dianggap Sutiyoso juga sudah dipersiapkan.
Ini tentu meninggalkan kesan ke permukaan atau ke masyarakat kalau TNI memang serius menghadapi masalah bangsa. Lantas, apa masalah bangsa yang sedang dihadapi Indonesia sekarang ini?
Menurutnya pertama tentu menghadapi pandemi covid-19. Kata Sutiyoso, Pemerintah dinilai sudah sangat serius menanganinya, termasuk melibatkan semua kekuatan yang ada, baik Kementerian, Pemerintah Daerah, TNI-Polri, masyarakat, sukarelawan.
“Sudah all aot dikerahkan. Namun tentu bukan masalah ini berarti kan (kesiapsiagaan TNI),” katanya.
Sementara masalah bangsa yang dihadapi selanjutnya adalah, pasca kepulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Di mana kepulangannya menimbulkan kehebohan di mana-mana. Mulai dari penjemputan di bandara, maulid, pernikahan putrinya, hingga kemudian sukses mengumpulkan massa yang sangat besar.
Ini tentu bertentangan dengan protokol kesehatan. Nah, berkaitan dengan tupoksi TNI, memang cuma tunggal, yakni soal pertahanan. Kapan TNI bergerak, kata Sutiyoso kalau diserang lawan.
Namun hingga kini tidak ada indikasi akan diserang lawan, bahkan sampai 10 tahun ke depan. “Tapi memang TNI bisa diberikan tugas lain.”
Tidak tepat
Tetapi soal pencopotan baliho Habib Rizieq, TNI dianggap tidak tepat. Sebab kata dia, inilah pemicu stigma kini kalau yang tegang berhadapan adalah TNI. Padahal jika pencopotan baliho tidak dilakukan TNI, stigmanya tidak demikian sekarang ini.
“Terjawab saat Kodam Jaya bersihkan baliho yang memuat gambar dari HRS. Inilah, menurut pandangan saya, padahal cukup dilakukan oleh Trantib, kalau kewalahan minta bantuan Polisi, baru TNI. Itu pun status TNI hanya sekadar bantu saja, jangan diakukan sendiri.”
“Makanya kini seolah yang berhadapan TNI vs HRS, padahal TNI ada di kelompok masyarakat kita juga,” katanya***(M R I)
Jumra Jefri MPD Bendahara PD IWO Lahat Lepas Masa Lajangnya
Diduga Direktur CV. Adhi Djojo Gelapkan Uang Perusahaan, Kini Ia Resmi di Laporkan Ke Polres Kediri
POLICEWATCH.NEWS,KEDIRI-
Kuasa Hukum CV. Adhi Djojo, Bagus Setyo Nugroho Purwoko SH. Resmi melaporkan Muchammad Karim jabatan Direktur CV. Adhi Djojo, alamat Desa Babatan RT 05 RW 02 Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres Kediri dengan dugaan tindak pidana penggelapan.(18-11-2020)
"Kami telah melaporkan saudara Muhammad Burhanul Karim dengan dugaan penggelapan uang perusahaan CV. Adhi Djojo karena uang sudah di kuasai dan di miliki karim sehingga perusahaan mengalami kerugian 4 Milyar.
Lebih lanjut Bagus selaku Kuasa Hukum Perusahaan mengatakan klienya sudah melakukan klarifikasi ke bagian administrasi perusahaan, terkait pengeluaran dan keuntungan yang di dapat perusahaan tetapi bukanya perusahaan mendapatkan untung malah perusahaan mengalami kerugian itu di ketahui di pembukuaan sehingga perusahaan mengalami divisit 4 Milyar dan itu tidak di ketahui oleh Komisaris dan klien kami,"ujarnya.
Bagus menambahkan manejemen perusahaan meminta laporan kerja masa bulan Agustus 2019 sampai Maret 2020 kepada Muhammad Burhanul Karim selaku Direktur Perusahaan namun hingga kini belum pernah bisa di pertanggung jawabkan. Perlu di ketahui dalam catatan manegemen Agustus 2019 hingga Maret 2020 terdapat omzet 11 Milyar, "tegasnya.
Karena itu saya selaku kuasa hukum CV. Adhi Djojo melaporkan ke polres Kediri saudara Muhammad Burhanul Karim karena berkali-kali kami sudah layangkan somasi tetapi Karim tidak pernah memperdulikan hal ini.
Benar berkali-kali kami layangkan somasi karena tidak ada itikat baik dari Muhammad Burhanul Karim atau secara kekeluargaan terpaksa kami melaporkanya ke pihak yang berwajib saat menggelar rilis di Luv Kitchen & Lounge Kediri, Senin 16-11-2020. (Dor)
CAMAT WAEAPO SERAHKAN SK PEJABAT KEPALA DESA PERSIAPAN INDRAPURA
![]() |
| Dok :MPW |
DPD Perindo Gelar Pembelajaran Politik
Warga Masyarakat Memohon Ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Rehap Total Bangun SD Negeri Sukaraya 04
SERING TRANSAKSI SABU- SABU DI GREBEK TEAM COBRA SAT RES NARKOBA MUARA ENIM







