Hari Kedua, Ibrahim Adakan Pelatihan Bersama Ibu-Ibu Kelurahan Kayuara

MUBA - POLICEWATCH NEWS - Lurah Kayuara H.Ibrahim Lakoni.SP.M.Si mengadakan pelatihan pembuatan mie basah, bertempat di gedung serba guna Kelurahan Kayuara Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin Jum'at (27-11-2020), 

kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut merupakan hari kedua yang  digelar oleh Pemerintah Kelurahan Kayuara dan diikuti sebanyak 40 orang ibu-ibu peserta pelatihan.

H.Ibrahim Lakoni,SP.M.Si. Selaku Lurah Kayuara mengatakan," kegiatan pelatihan pembuatan mie basah tersebut adalah dengan harapan bisa meningkatan kesejahteran keluarga khususnya untuk warga Kelurahan Kayuara ini sendiri, pembuatan Mie Basah ini sendiri menggunakan bahan baku Alami yaitu, tepung terigu, bayam, wortel dan untuk pewarna hari ini kita menggunakan Daun Katu dan Buah Naga, kami tidak menggunakan bahan-bahan pengawet, semuanya alami.

Ibrahim menambahkan" Dimasa Pandemi Covid-19 ini, kita tidak boleh terlena kegiatan ini tetap kita laksanakan dengan mengutamakan Protokol Kesehatan  (PROTOKES) pelatihan hari ini merupakan hari kedua kita laksanakan, kegiatan ini kita buat dua angkatan, satu angkatan 40 orang selama dua hari yaitu Kamis dan Jum'at, jadi jumlah seluruh peserta 80 orang.

Peserta itu sendiri terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan kita juga mengundang tiga pilar, Kamtibmas Polsek Sekayu, Koramil Sekayu dan lainnya, tutupnya.

Pewarta : Wahyudi

Kisah Syekh Subakir Sang Penumbal Tanah Jawa Melawan SABDA PALON


Red,-  Tak banyak orang tahu dan mengenal nama Syekh Subakir. Padahal Syekh Subakir adalah salah seorang ulama Wali Songo periode pertama yang dikirim khalifah dari Kesultanan Turki Utsmaniyah Sultan Muhammad I untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Nusantara, Syekh Subakir konon adalah seorang ulama besar yang telah menumbal tanah Jawa dari pengaruh negatif makhluk halus saat awal penyebaran ajaran Islam di nusantara.
Kisahnya dimulai saat Sultan Muhammad I, bermimpi mendapat wangsit untuk menyebarkan dakwah Islam ke tanah Jawa, Adapun mubalighnya diharuskan berjumlah sembilan orang. Jika ada yang pulang atau wafat maka akan digantikan oleh ulama lain asal tetap berjumlah sembilan.

Sehingga dikumpulkanlah beberapa ulama terkemuka dari seluruh dunia Islam waktu itu. Para ulama yang dikumpulkan tersebut mempunyai keahlian masing-masing. Ada yang ahli tata negara, berdakwah, pengobatan, tumbal atau rukyah, dan lain-lain.

Lalu dikirimlah beberapa ulama ke Nusantara atau tanah Jawa. Namun sudah beberapa kali utusan dari Kesultanan Turki Utsmaniyah yang datang ke tanah Jawa, untuk menyebarkan agama Islam tapi pada umumnya mengalami kegagalan.

Penyebabnya masyarakat Jawa saat itu sangat memegang teguh kepercayaannya. Sehingga para ulama yang dikirim mendapatkan halangan karena meskipun berkembang tetapi ajaran Agama Islam hanya dalam lingkungan yang kecil, tidak bisa berkembang secara luas.

Selain itu konon, Pulau Jawa saat itu masih merupakan hutan belantara angker yang dipenuhi makhluk halus dan jin-jin jahat, Lalu diutuslah Syekh Subakir ulama asal Persia yang ahli dalam merukyah, ekologi, meteorologi dan geofisika ke tanah Jawa.

Beliau diutus secara khusus menangani masalah-masalah gaib dan spiritual yang dinilai telah menjadi penghalang diterimanya Islam oleh masyarakat Jawa ketika itu, Berdasarkan Babad Tanah Jawa, setelah sampai ke nusantara, Syekh Subakir yang menguasai ilmu gaib dan dapat menerawang makhluk halus mengetahui penyebab utama kegagalan para ulama pendahulu dalam menyebarkan ajaran Islam karena dihalangi para jin dan dedemit penunggu tanah Jawa.

Para jin, dedemit dan lelembut tersebut bisa merubah wujud menjadi ombak besar yang mampu menenggelamkan kapal berikut penumpangnya dan menjadi angin puting beliung yang mampu memporakporandakan apa saja yang berada di depannya, Selain itu para jin kafir dan bangsa lelembut tersebut juga bisa berubah wujud menjadi hewan buas yang mencelakakan para ulama pendahulu tersebut.

Untuk mengatasi hal tersebut, konon Syekh Subakir membawa batu hitam dari Arab yang telah dirajah, Lalu batu dengan nama Rajah Aji Kalacakra tersebut dipasang di tengah-tengah tanah Jawa yaitu di Puncak Gunung Tidar, Magelang. Karena, Gunung Tidar dipercayai sebagai titik sentral atau pakunya tanah Jawa.

Efek dari kekuatan gaib suci yang dimunculkan oleh batu hitam tersebut menimbulkan gejolak, Alam yang tadinya cerah dan sejuk, matahari bersinar terang, damai dengan kicau burung. Tiba-tiba berubah drastis selama tiga hari tiga malam.

Cuaca mendung, angin bergerak cepat, kilat menyambar menimbulkan hujan api. gunung-gunung bergemuruh tiada henti, Lelembut, setan, siluman lari menyelamatkan diri. Jin, peri, banaspati, kuntilanak, jailangkung, semua hanyut dalam air karena tak kuat menahan panasnya pancaran batu hitam tersebut. Makhluk halus yang masih hidup pun mengungsi ke lautan.

Sebagian jin yang lain ada yang mati akibat hawa panas dari tumbal yang dipasang Syekh Subakir tersebut Melihat hal itu, konon Sabda Palon, raja bangsa jin yang telah 9.000 tahun bersemayam di Puncak Gunung Tidar terusik dan keluar mencari penyebab timbulnya hawa panas bagi bangsa jin dan lelembut, Sabda Palon lalu berhadapan dengan Syekh Subakir. Sabda Palon lalu menanyakan maksud pemasangan batu hitam tersebut.

Sang ulama menyatakan, maksud dia, menancapkan batu hitam itu untuk mengusir bangsa jin dan lelembut yang mengganggu upaya penyebaran ajaran Islam di tanah Jawa oleh para ulama utusan khalifah Turki Utsmaniyah, Setelah terjadi perdebatan mereka segera mengadu kesaktian. Konon pertempuran antara keduanya terjadi selama 40 hari 40 malam, hingga Sabda Palon yang juga dikenal sebagai Ki Semar Badranaya sang Danyang tanah Jawa ini merasa kewalahan dan menawarkan perundingan.

Sabda Palon mensyaratkan beberapa point dalam upaya penyebaran Islam di tanah Jawa.
Isi kesepakatan antara lain, Sabda Palon memberi kesempatan kepada Syekh Subakir beserta para ulama untuk menyebarkan Islam di Tanah Jawa, tetapi tidak boleh dengan cara memaksa.

Kemudian Sabda Palon juga memberi kesempatan kepada orang Islam untuk berkuasa di tanah Jawa—Raja-raja Islam—namun dengan catatan, Para Raja Islam itu silahkan berkuasa, namun jangan sampai meninggalkan adat istiadat dan budaya yang ada. Silahkan kembangkan ajaran Islam sesuai dengan kitab yang diakuinya, tetapi biarlah adat dan budaya berkembang sedemikian rupa. Syarat-syarat itu pun akhirnya disetujui Syekh Subakir.


Dalam versi lain diceritakan untuk membersihkan wilayah Gunung Tidar dari bangsa jin, Syekh Subakir membawa senjata pusaka berupa Tombak Kiai Panjang.

Lalu tombak pusaka tersebut ditancapkan tepat di Puncak Tidar sebagai penolak bala. Dan benar, tombak sakti itu menciptakan hawa panas yang bukan main bagi para lelembut dan bangsa jin yang berdiam di Gunung Tidar.

Mereka pun lari tunggang langgang meninggalkan Gunung Tidar. Sebagian pengikut Sabda Palon dari bangsa jin melarikan diri ke timur dan konon hingga sekarang menempati daerah Gunung Merapi yang masih dipercaya sebagian masyarakat sebagai wilayah yang angker.

Tombak itu sekarang masih dijaga oleh masyarakat dan ditempatkan di Puncak Gunung Tidar dengan nama Makam Tombak Kiai Panjang.
Karena keberhasilannya menumbal tanah Jawa lalu penyebaran Islam oleh Wali Songo periode pertama menjadi menjadi lancar, pada tahun 1462 Masehi, Syekh Subakir pulang ke Persia, Iran.

Selanjutnya setelah Syekh Subakir wafat posisinya digantikan oleh Wali Songo lainnya yaitu Sunan Kalijaga.

Wallahualam bissawab.
Penulis : M Rodhi irfanto SH


Melihat Sejarah dan Makam Ki Ageng Selo Si Penakluk Petir


Red,- Kisah manusia yang mampu menaklukkan petir tercatat dalam legenda di Indonesia. Tokoh dalam kisah itu adalah Ki Ageng Selo, yang makamnya terletak di Desa Selo, Tawangharjo, Grobogan, Jawa Tengah. Lokasi makam berjarak sekitar 10 kilometer dari Kota Purwodadi. Jejak Ki Ageng Selo tercatat sejarah. Sosoknya disebut sebagai keturunan raja terakhir Majapahit, Brawijaya, dari garis Ki Getas Pandawa. Ki Ageng Selo juga diketahui sebagai guru pendiri Kesultanan Pajang, Sultan Adiwijaya Dikenal sebagai orang bijaksana dengan ilmu kanuragan yang tinggi, Ki Ageng Selo tak pernah tinggi hati. Ia menjadi pendengar yang baik dan mau membantu kesulitan yang dihadapi para petani. Sebagai desa yang subur dan lumbung padi, suatu ketika keresahan petani muncul disebabkan lahan bertani menjadi lokasi sambaran petir. Akibatnya, hasil panen padi berkurang dan petani merasa was-was mengolah lahannya. Suatu hari, saat sedang menggarap lahan sawahnya, cuaca mendung dan turun hujan. Lalu, petir menyambar Ki Ageng Selo. Dengan ilmu kanuragannya, Ki Ageng Selo menangkap petir yang berwujud naga, kemudian diikat pada pohon Gandrik di sekitar lahan sawahnya. Ketika dibawa ke rumah, wujud naga itu disimpan dalam lemari yang kini bisa dilihat di area belakang pondok makam. Hingga kini masyarakat Jawa percaya bila hujan turun dan muncul petir, mereka akan terhindar dari sambaran petir bila berucap “Gandrik anak putune Ki Ageng Selo (Gandrik anak cucunya Ki Ageng Selo)” Saat dibawa ke Sultan Demak, petir berupa naga berubah wujud menjadi seorang kakek, yang dikerangkeng dan ditempatkan di alun-alun. Seorang nenek mendekati kerangkeng dan menyemburkan air dari kendi yang dibawanya ke arah si kakek. Petir menggelegar, wujud kakek dan nenek itu menghilang tiba-tiba. Dalam satu foto yang dipajang di pendopo sebelah kanan selasar menuju makam, pengunjung bisa melihat gambar wujud naga dari petir yang ditangkap Ki Ageng Selo. Gambar tersebut dilukis oleh Ki Ageng Selo dengan judul “Lawang Bledeg” dan terpahat di pintu utama Masjid Agung Demak.

Kadispora Lahat Berikan Ucapan 5 Pemuda Lahat Mendapatkan Penghargaan Jambore Daerah Di Palembang


PALEMBANG - POLICEWATCH.NEWS - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jhon Tito, SH atas prestasi yang diraih utusan dari Lahat, dalam mengikuti Jambore Pemuda Di Palembang kata " Tito kepada policewatch.news junat (27/11)

Saya selaku Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga sangat bangga atas prestasi 5 pemuda lahat yang mengikuti jambore daerah  di palembang, dengan meraih penghargaan mengharumkan Di " Bumi Seganti Setungguan " semoga lahat semakin BERCAHAYA " ucapnya

Sekali lagi saya ucapkan  " Selamat kepada pemuda lahat mendapat lima penghargaan dalam Jambore Pemuda Daerah, semoga Lahat Bercahaya

Pewarta : Bambang/ IWO

Penyidik KPK Periksa 4 Kontraktor Terkait Paket Proyek PUPR Ogan Ilir Ada 17 M Dan 12 M

BREAKING NEWS

POLICEWATCH.NEWS - OGAN ILIR - Penyidik KPK pada Hari ketiga melakukan pemeriksaan terkait 2 proyek jalan di Desa Pelabuhan Dalam-Inderalaya senilai Rp17miliar dan Desa Tanjung Miring Kecamatan Muarakuang lebih dari Rp12miliar, sedikitnya 4 orang kontraktor yang diduga mengerjakan proyek tersebut hadir memenuhi panggilan KPK di Ruang Posko Operasi Kepolisian Mapolres OI dan Ruang Pidum/Reskrim, Kamis (26/11)
 
Pantauan ada lebih dari 7orang petugas KPK yang bertugas melakukan penyidikan baik, ada yang berbaju batik maupun berbaju kameja. Petugas KPK tersebut ada yang laki-laki dan perempuan. Mereka terlihat keluar masuk ruangan. Bahkan salah satu petugas KPK yang masih muda dan terlihat ganteng mengatakan tidak ada pemeriksaan apapun
 
“Tidak ada mbak info dari mana itu? Bukan disini barangkali pemeriksaanya mungkin disana,”ujarnya menjelaskan. Saat didesak berapa jumlah petugas KPK yang bertugas dan jumlah orang yang diperiksa ia mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu itu,”jelas pria berbaju biru yang merupakan petugas KPK. 
Sementara itu ada salah satu kontraktor hadir tepat pukul 10.00wib di Mapolres OI, mereka terlihat duduk-duduk sambil menunggu masuk keruangan untuk dilakukan pemeriksaan. 

Salah satu pemilik perusahaan PT BSM Sarif mengatakan kedatangan saya kesini ke Mapolres OI untuk memenuhi panggilan KPK terangnya 
 
“Ya saya kesinikan untuk memberikan keterangan, soalnya PT BSM saya cuma dipinjam oleh KTF yang juga merupakan sahabat karib saya. Kalau untuk fee-nya ya cara sahabatlah. PT saya digunakan untuk proyek jalan Desa Pelabuhan Dalam - Inderalaya senilai lebih dari Rp17miliar. Yang jelas saya ada kuasa direktur jadi saya hanya mendampingi KTF untuk memberikan keterangan, ”tegasnya usai keluar dari pemeriksaan pukul 12.00wib. Disinggung soal siapa yang menandatangani kuasa direktur terhadap perusahaan yang dipinjamnya, ia enggan menjawab.
 
Sementara CV MLTK  juga dipanggil namun dirinya mengaku bingung. “Saya ini bingung mengapa saya dipanggil terkait proyek jalan di Desa Pelabuhan Dalam - Inderalaya padahal saya tidak ada proyeknya. Karena itu saya mau menjelaskan mau klarifikasi,”katanya enggan menyebutkan nama
 
Terpisah oknum KTF yang diduga meminjam PT untuk pengerjaan proyek tersebut mengaku dirinya pasrah terkait persoalan tersebut,”saya pasrah saja, jalani saja. Saya taat hukum,”ujarnya. 

Pewarta : Bambang/ Thamrim

Operasi Lilin 2020, Polri Terjunkan 190 Ribu Personel

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono

POLICEWATCH.NEWS  – Polri menggelar Operasi Lilin 2020 dalam rangka pengamanan Natal dan tahun baru 2020. Sebanyak 191.584 anggota Polri diturunkan untuk mengamankan operasi kemanusiaan tersebut.

“Ada 191.584 personil yang akan dilibatkan dalam operasi. 4.216 pos pelayanan dan pos pengamanan. Itu yang kita siapkan di dalam operasi khusus kepolisian terpusat, operasi lilin,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Rabu (25/11/2020).

Operasi Lilin Alan dimulai sejak 23 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021. Selain menerjunkan anggota di lapangan. Polri juga menyiapkan 4.216 pos pelayanan yang tersebar di berbagai daerah.

“Ada operasi khusus kepolisian terpusat dengan sandi Operasi Lilin yang diselenggarakan 23 Desember sampai 4 Januari,” sebutnya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Operasi Lilin kali ini dilaksanakan di tengah pandemi virus Covid -19. Sehingga, nantinya polisi pun akan mengesampingkan penindakan yang sifatnya represif dan lebih mengedepankan humanis.

“Untuk kegiatan mengedepankan kegiatan simpati yang kita utamakan dan kemudian tidak ada represif. Jadi simpati kita kedepankan misalnya ada masyarakat yang menggunakan kendaraan yang melintas di jalan seandainya tidak gunakan masker nanti kepolisian bekerjasama dengan instansi terkait kita akan menyediakan dan memberikan masker contohnya seperti itu, maupun hand sanitizer ataupun nanti ada sembako yang akan kita berikan,” ungkapnya.

Pewarta : Bambang

Terkait Vidio Pernyataan Ujaran Kebencian Oknum APDESI, Forum Wartawan Lebak Kunjungi Mapolres Sukabumi


Red, Policewatch,- Pernyataan Wakil APDESI Kabupaten Sukabumi yang Melukai hati terhadap LSM dan media yang dianggap mengobok-Obok Kades, membuat sejumlah LSM Media Geram Dalam Pernyataan Video Viral berdurasi 26 detik,Kamis (26-11-2020).

Kedatangan LSM KOMPAK bersama Forum Wartawan Lebak(FORWAL) Lebak Banten ke Polres untuk menanyakan terkait kasus pernyataan oknum di APDESI Kabupaten Sukabumi, yang dinilai tidak bisa di tolerir lagi sebab telah mencemarkan nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan pada hari Selasa, 24-11-2020

Ketua DPD LSM KOMPAK (Lembaga Suadaya Masyarakat Koalisi Masyarakat Pengawal Konstitusi)
H .Ayi Suhendi Mengatakan “Perbuatan oknum di APDESI telah melukai hati LSM dan Wartawan,maka hukum harus di tegakan sesuai UUD yang berlaku di Indonesia. Kami akan terus menggiring kasus ini sampai tuntas dan terus mengawal penyelesaian secara hukum, kami tidak akan berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan kode etik, kami menyerahkan semua kasus ini, kepada pihak yang berwenang.” Ucap Ayi Suhendi

Masih ucap Ayi “Kata maaf saja tidak cukup tapi jalur hukum tetap berlanjut.”pungkas Ayi Suhendi.

Sementara itu AKP Simangunsong Karenbag OPS Reskrim Polres Sukabumi menyampaikan “Kasus ini terus terus kami dalami, rekan-rekan Wartawan dan LSM mohon bersabar, kami tidak diam dan tahap demi tahap terus berproses, hasilnya tentu akan kita ketahui bersama.” Paparnya

Masih di tempat yang sama warsa komara perwakilan FORWAL mengungkapkan “Kami yang tergabung dalam forum wartwan lebak (Forwal) Lebak Banten, mengecam keras atas ucapan yang di lontarkan oknum di APDESI yang teah melukai hati insan Media dan LSM.Kami meminta pihak hukum mengusut dan menindak tegas, kata maaf saja tidak cukup tapi jalur hukum tetap berlanjut dan kami akan mengawal terus kasus ini hingga selesai.” tandasnya


Biar Jera, Pengadilan Negeri Bangil Jatuhi Mucikari Kawasan Tretes Hukuman Denda 15 Juta

 


POLICEWAT. NEWS, PASURUAN- Guna  memberi efek jera, Pengadilan Negeri Bangil memberikan sanksi tegas kepada para mucikari dan PSK (Penjaja Seks Komersial) yang masih beroperasi di tengah pademi Covit 19 di Kabupaten Pasuruan.

Ketua Pengadilan Negeri Bangil, Akhmad Fazrinnoor Dewantoro, S.H, M.H mengatakan akan memberikan denda yang tinggi untuk para mucikari dan psk sesuai dengan Perda no 03 tahun 2017 pasal 19 ayat 1 tentang pelacuran.Rabu (26-11-2020)
 
Karena saya nilai masih maraknya praktek prostitusi di tengah pademi Covid 19 di Kabupaten Pasuruan membuat kami aparat penegak hukum geram akan hal ini, makanya kami jatuhi dengan hukum berat untuk mucikari dan penjajah sex komersial biar ada efek jera buat mereka.

”Dalam isi Perda no 03 tahun 2017 pasal 19 ayat 1 sudah jelas tertulis untuk sanksinya 3 bulan kurungan penjara atau denda maksimal 50 juta rupiah. Apalagi kondisi pandemi seperti ini para pelaku bisnis syahwat masih aja tetap beroperasi. Maka dari itu kami memberikan denda yang sangat tinggi yakni untuk mucikari kami beri sanksi denda 15 juta, untuk PSK 2 juta dan untuk bisnis miras kami beri sanksi denda senilai 5 juta rupiah. Agar semuanya bisa menjadi efek jera,” jelasnya.

Lanjut Dewantoro yang juga sebagai Wakil Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan sangat heran dengan para mucikari dan para PSK yang masih saja  beraktifitas meski di tengah pandemi.

“Jikalau aktifitas prostitusi dibiarkan tanpa ada tindakan tegas, dikhawatirkan akan memunculkan klaster baru. Khususnya di Kawasan Tretes, " ujarnya.

Sebelumnya Pengadilan Negeri Bangil menghukum berat terhadap dua mucikari dan 16 PSK di Kabupaten Pasuruan yang terjaring razia oleh Satpol PP beberapa hari yang lalu di  kawasan wisata Tretes, Kecamatan Prigen, Kabuapaten Pasuruan.

Pewarta : Dor

Apel Kesiapan, Simulasi Dan Pemberian Materi Dalam Rangka BKO Polres Muara Enim di TPS Pilkada Pali 2020

 



Muara Enim police watch News,- Polres Muara Enim menggelar apel kesiapan, simulasi dan pemberian materi terhadap personil Polres Muara Enim yang akan di BKO dalam pengamanan TPS Pilkada Pali tahun 2020. Kamis (26/11/2020)

Dalam apel kesiapan ini Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Syaputra S.H., S.I.K., M.M., mengambil langsung apel Kesiapan dan membuka pemberian Materi serta simulasi Pam TPS Dalam Rangka BKO Polres Muara Enim di TPS Pilkada Pali 2020.

Personil yang akan di BKO kan dalam kegiatan tersebut sebanyak 50 personil BKO Polres Muara Enim yang dipimpin oleh Iptu Yeri Gunawan 


Dalam amanatnya Kapolres Muara Enim berpesan agar anggota yang di BKO kan dapat menjaga sikap dan tampang serta kesehatan dalam bertugas. 

Laksanakan tugas dengan baik dan ikuti pelatihan simulasi dan materi yang akan diberikan nanti supaya paham dalam pelaksanaan tugasnya saat Pam di TPS nantinya.

Selanjutnya kegiatan pemberian materi terhadap personil Polres Muara Enim yang akan di BKO dalam pengamanan TPS Pilkada Pali tahun 2020 oleh Kasi Propam Polres Muara Enim, Kasat Intelkam Polres Muara Enim, Kasat Reskrim Polres Muara Enim dan Kasat Sabhara Polres Muara Enim.


Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Peragaan Pengamanan di Pos simulasi TPS di Pimpin oleh Kabag Ops Polres Muara Enim Kompol Ricky Nugraha, S.I.K. yang diikuti oleh personil Polres Muara Enim yang akan di BKO kan di TPS Pilkada Pali 2020

Rasweli / MPW M.E

Kapolda Sumsel Tandatangani MOU Dengan PT.Bukit Pembangkit Inovatif Lahat


POLICEWATCH.NEWS - PALEMBANG - Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S., MM Melaksanakan Acara Penandatanganan MOU Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dengan PT. Bukit Pembangkit Inovatif yang Terletak Didesa Sirah Pulau, Merapi Timur Kabupaten Lahat bertempat di Ruang Promoter Lantai II Mapolda Sumsel, Kamis (26/11).

Direktur Utama  PT. Bukit Pembangkit Inovatif Lahat Wibisono dalam sambutannya  mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin dalam pengamanan objek vital nasional antara Polda Sumsel dan PT. Bukit Pembangkit Inovatif Lahat. 

Masih Ujar Wibisono Alhamdulillah MOU ini dapat terwujud pada hari ini dan tentu saja ini tidak terlepas dari dukungan dari Kapolda Sumsel dan jajarannya.
Sesuai dengan SK Menteri ESDM Nomor: 77K/ 90/ MMN / 2019 PLTU Banjarsari Lahat telah mendapatkan SK penunjukan sebagai Objek Vital Nasional dan menurut kami sangatlah penting untuk menindaklanjuti hal - hal yang terkait dalam SK tersebut. Dimana ketentuan - ketentuan yang ada didalamnya perlu bekerja sama dengan Polda Sumsel sebagai yang mendapatkan amanah untuk mengamankan Objek Vital Nasional, ujarnya.

PLTU Banjarsari telah beroperasi sejak tahun 2015 namun memang baru ditetapkan sebagai objek vital nasional baru ditahun 2019. PLTU Banjarsari PT. Bukit Pembangkit Inovative Lahat adalah memang pembangkit swasta yang sahamnya dimiliki oleh PT. Bukit Asam dan memiliki kontrak selama 30 tahun dengan PLN untuk memasok listrik ke PLN di pusat pengatur beban sumatera sebesar 2 x 110 Mega Watt. 

Pihak Karyawan dari PT.BPI yang hadir dalam acara MOU di Mapolda Sumsel :

1.Direktur Utama Wibisono
- Ishvandono Yunaini: 

2. Direktur Produksi & Niaga Hairul Aswad 

3.Direktur Keuangan & Umum - Arie Hendriana 

4.Sekretaris Perusahaan 
Rahmat Qodriansyah 

5.EVP PLTU Banjarsari dan
Manager Umum Faza Ikwana
 
6.Staff Keamanan, CSR & Umum : Tomi Sahara

Untuk itulah hal - hal yang terkait continue operasional ini perlu kita perlu dukung bersama sehingga distribusi dan kebutuhan energi di   Sumsel ini sesuai dengan kontrak dapat kita siapkan dan penuhi, imbuhnya.
Kapolda menyambut baik kerja sama ini karena ini sesuatu yang harus kita lakukan karena memang kehadiran Polri khususnya Polda Sumsel harus memberikan rasa aman dan nyaman ditengah masyarakat serta pelaku usaha apalagi mengingat saat ini kita masih dalam masa pandemi covid-19, tandasnya.

Listrik merupakan hal yang sangat penting dan menjadi kebutuhan dan komoditi utama bagi masyarakat apalagi seperti saat ini semuanya itu tergantung pada listrik. Kalau tidak ada listrik kita akan mengalami kesulitan dan dampaknya juga sangat besar terhadap kehidupan kita. Besar harapan saya kedepan kita dapat saling bekerja sama untuk menjaga dan menciptakan situasi dan kondisi yang aman di wilayah sumsel dan pelaksanaan tugas pengamanan objek vital nasional ini dapat berjalan dengan baik, " pungkasnya.

Pewarta : Bambang.MD