351 Warga Rejang Lebong Terinfeksi COVID -19


Rejang Lebong -  policewatch.news Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan jumlah warga daerah itu yang terinfeksi COVID-19 bertambah 18 orang sehingga totalnya menjadi 351 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong Syamsir dalam keterangan tertulis di Rejang Lebong, Selasa (9/12)  menyatakan jumlah warga daerah itu yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 tercatat sejak kasus pertama pada Juni lalu di mana dari jumlah itu sebanyak 288 kasus dinyatakan sudah sembuh, tujuh kasus meninggal dunia dan 56 kasus masih dalam pengawasan.

"Pada hari ini terdapat penambahan 18 kasus baru terkonfirmasi positif sehingga jumlahnya menjadi 351 kasus," kata dia. Lebih lanjut menjelaskan sebanyak 18 kasus baru ini semua pasiennya tengah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan rincian enam orang dari Kecamatan Curup Tengah, tiga orang dari Kecamatan Curup Timur, satu orang dari Kecamatan Selupu Rejang.

Selanjutnya tiga orang berasal dari Kecamatan Curup Selatan, tiga orang dari Kecamatan Bermani Ulu Raya dan dua orang berasal dari Kecamatan Curup Utara.
Selain mencatat ada penambahan 18 kasus baru pihaknya, kata dia, juga mencatat ada penambahan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak empat orang yang semuanya berasal dari Kecamatan Curup Tengah yakni kasus 324, 325, 326 dan kasus 328.
Dia menambahkan, untuk data pelaku perjalanan dari sejumlah daerah zona merah ke wilayah itu tercatat 13.601 orang, suspek 239 kasus, suspek discarded (sembuh) 158 kasus, suspek diisolasi empat kasus, dan probable enam kasus.
Sedangkan untuk sampel tes usap yang telah diperiksa di laboratorium 1.852 sampel dengan hasil dinyatakan positif 360 kasus (sembilan sampel di antaranya titipan Kabupaten Kepahiang), serta 1.492 sampel dinyatakan negatif.     
Kembali dia mengingatkan masyarakat Rejang Lebong agar selalu mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus mematikan ini dengan memakai masker ketika berada di luar rumah, mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir, serta menjaga jarak.

Pewarta : Habib

MUSDA MUI KE X PC SII KAB. GARUT BERIKAN UCAPAN SELAMAT DAN HARAPAN


GARUT-POLICEWATCH.NEWS -Sehubungan dengan penyelenggaraan kegiatan MUSDA X Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Garut yang akan dilaksanakan pada tanggal 08 Desember 2020 di Gedung Pendopo Garut, perlu kami sampaikan hal-hal sebagai berikut;

1. PC. Syarikat Islam Indonesia Kabupaten Garut menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya MUSDA X MUI KAB GARUT.

2. MUSDA X MUI 2020 M ini diharapkan dapat melahirkan kepengurusan MUI Kab.Garut yang solid dan kuat, serta berjalan/bergerak di atas kepentingan ummat.

3 Sebagaimana telah disampaikan Presiden Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo, dalam Munas MUI yang lalu, Bahwa MUI harus bisa menjadi tenda besar ummat Islam.Untuk itu diharapkan MUI Kabupaten Garut dapat menggandeng seluruh komponen Ummat, khususnya ormas Islam yang selama ini eksis dan konsisten dalam membina ummat, namun belum bergabung dalam kepengurusan MUI Kabupaten Garut yang lalu, untuk sama-sama menuntaskan berbagai persoalan keummatan yang kerap terjadi akhir-akhir ini di Kabupaten Garut, sehingga kepengurusan MUI di masa yang akan datang semakin kuat dan kokoh.

Pewarta : Dera Taopik

Kapolres Kepahiang Terjunkan 391 personel Gabungan Amankan Pilkada Serentak

 
Kepahiang - policewatch.news - Kepala Kepolisian Resor Rejang Lebong, Polda Bengkulu AKBP Puji Prayitno menyebutkan pengamanan Pilkada Serentak 2020 di wilayah itu melibatkan 391 personel gabungan dari TNI dan Polri.
"Jumlah keseluruhan personel gabungan TNI dan Polri yang diterjunkan untuk pengamanan Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Rejang Lebong kali ini sebanyak 391 personel," kata dia bertempat di Mapolres Rejang Lebong, Selasa (9/12)

Dia menjelaskan personel gabungan pengamanan Pilkada Serentak ini terdiri dari sebanyak 301 personel dari Polres Rejang Lebong, kemudian 60 orang personel dari Batalyon A Pelopor Brimob Polda Bengkulu serta 30 personel TNI dari Kodim 0409/Rejang Lebong.
Pada pengamanan pilkada kali ini, kata dia, anggota TNI dan Polri yang bertugas di lapangan memiliki tugas ganda yakni selain sebagai personel pengamanan juga sebagai personel yang bertugas untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 mengingat pemungutan suara dilakukan di tengah pandemi COVID-19.
Dia mengimbau petugas gabungan yang melaksanakan pengamanan di TPS ini agar selalu berkoordinasi dengan panitia pemungutan suara di desa dan kelurahan masing-masing agar dalam proses pelaksanaannya selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Selain itu, jika dalam pelaksanaannya ditemukan ada pemilih yang terindikasi terpapar COVID-19 agar segera ditangani dan dilakukan pemungutan sesuai prosedur yang telah ditentukan. "Aman Pilkada Tahun 2020 ini menjadi tanggung jawab kita semua yang hadir di sini yang memiliki tanggung jawab untuk keamanan sehingga Pilkada Serentak 2020 ini dapat terlaksana seperti yang diharapkan," harap dia.

Dia juga mengingatkan kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan untuk tetap menjaga netralitas guna menjamin Pilkada yang bersih, aman dan sehat.

Pewarta : Habib

JPU KPK Dipersidangan Fakta Baru disebut Juarsah Diduga Menerima Aliran Dana Fee Proyek APBD 2019

BREAKING NEWS
                            Ilustrasi

Pewarta : Bambang.MD 
Palembang - policewatch.news - Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK akan berkordinasi dengan tim penyidik terkait adanya temuan fakta baru alias nouvum dalam sidang perkara suap 16 paket proyek Muara Enim tahun anggaran 2019. 
Jaksa KPK kembali menyebut nama Juarsah Plt Bupati Muara Enim diduga menerima sejumlah uang dalam kasus tersebut yang saat ini masih bergulir dipersidangan di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Palembang, Selasa (8/12/2020).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Rikhy BM menjelaskan, pihaknya banyak menemukan fakta baru dalam persidangan. Namun, dikarenakan tim JPU KPK masih fokus pembuktian terhadap kedua terdakwa Aries HB dan Ramlan Suryadi, pihaknya akan membahas lagi dengan penyidik Deputi penindakan KPK.

"Kalau temuan-temuan fakta baru selama proses persidangan ini ada, nanti akan kita ekspose ketingkat penyidikan dan penyelidikan dari KPK. Nanti akan kita bahas lagi dengan penyidik apakah akan ditindak lanjuti fakta baru itu atau tidak, karena saat ini kami tim JPU sedang fokus dengan proses sidang terhadap dua terdakwa Aries HB dan Ramlan Suryadi,

Masih ujar " Rikhi kepada awak media kalau faktanya pihaknya tetap dengan sesuai dakwaan yang mana dari saksi - saksi sebelumnya menjelaskan memang ada aliran dana kesejumlah anggota DPRD dan Wakil Bupati Muara Enim Juarsah.

"Kami sesuai dengan dakwaan saja, memang benar ada uang yang diterima oleh para anggota dewan ada juga uang yang kata beberapa saksi sebelumnya memberikan sejumlah uang kepada wakil bupati Juarsah," ujarnya.

Ditanya dengan keterangan saksi ahli yang dihadirkan dalam sidang lanjutan ini Rikhi menjelaskan masing-masing kuasa hukum terdakwa menghadirkan saksi meringankan.

"Untuk Aries HB hari ini selasa kuasa hukumnya menghadirkan dua orang saksi meringankan, pertama saksi yang merupakan tetangga terdakwa Aries HB yang rumahnya berdekatan di Palembang. Saksi yang dihadirkan yakni orang yang tinggal dirumah Aries HB di Muara Enim," jelasnya.

Lebih lanjut bahwa  keterangan saksi - saksi meringankan yang dihadirkan justru menguatkan dakwaan, hal itu dikarenakan bahwa dalam keterangannya saksi memang pernah melihat ada Robby waktu lebaran haji kerumah terdakwa Aries HB.

"Kalau dibilang meringankan bagi kami malah sebaliknya menguatkan dakwaan JPU karena dalam keterangan saksi pertama menyatakan bahwa memang ada Robby selaku penyuap kerumah pak Aries HB. Selain itu juga saksi melihat terpidana Robby datang di posko pemenangan Aries HB di muara enim," bebernya.

Berdasarkan keterangan saksi - saksi itulah pihaknya menilai bahwa ada hubungannya antara terpidana Robby dan terdakwa Aries HB ungkapnya

Pelaku Ketangkap basah Hendak Curi Mobil Milik Kades Prabumenang kini diamankan Di Polres Lahat


Lahat, policewatch.news - Festival Batik Kabupaten Lahat yang diselenggarakan Dinas Pariwisata hari ini, Selasa (08/12/2020), terjadi kegaduhan di halaman parkir. Kericuhan bermula tatkala seorang kepala desa yang diketahui merupakan Kepala Desa Prabu Menang Kecamatan Merapi Timur, Station Sulistian, hendak masuk ke mobilnya dan kedapatan seorang tidak dikenal sedang didalam mobil miliknya 

Mengetahui hal itu, sang kepala desa langsung berteriak "maling" berulang kali hingga mengundang massa untuk datang ke lokasi. pelaku yang panik karena ulahnya ketahuan langsung melarikan diri dan melemparkan sebuah kunci leter Te
Hingga sempat terjadi kejar-kejaran dengan massa hingga akhirnya pelaku ditangkap. Pelaku sempat mengaku saya orang Medan baru kali ini " pak saya melakukan kata pria yang diamankan masa
dia ketahuan mencuri mobil yang diparkir milik kades prabumenang saat diintrograsi warga lagi ramai ada kegiatan festival batik 2020

Salah seorang massa yang turut menangkap pelaku, Prima Ramadhan, pelaku berlari ke arah persawahan saat ditangkap massa.

"Dalam mengejar pelaku ada juga dari pihak kepolisian (Walpri), Pol PP, dan beberapa undangan yang hadir," ujar Prima.
Saat ini, pelaku sudah diamankan dan dibawa ke Mapolres Lahat.

Pewarta : Bambang/ IWO

Si jago Merah Hangus kan 2 Rumah Warga Di Desa PARAPAU Semende Darat Laut Kecamatan Semende Kabupaten Muara Enim.

 



 Muara Enim Police Watch News - Kebakaran Yang Terjadi Di Desa perapau kecamatan semende darat laut kabupaten muara enim
Pada malam rabu,8 / 12- 2020  sekira pukul 11.30 WIB

Di duga asal kebakaran tersebut dari dua rumah  yang berasal dari pondok gudang mesin di samping rumah bapak burni (60),sehingga di senyalir api tersebut terbawa angin dan merayap ke rumah bapak burni sendiri

Dan pada saat ini dua rumah atas nama rumah bapak burni dan rumah bapak dahyan habis di lalap si jago merah  sampai tak ada yang tersisa

Akibat dari kebakaran Tersebut di kirakan kan kerugian hampir mencapai ratusan juta rupiah di karenakan  semua habis  ikut terbakar tanpa ada yang tersisa dari bahan pokok prabotan rumah tangga sampai dengan kendaraan milik rumah

Korban yang saat ini belum bisa di mintai keterangan  karena masih sangat sok, namun yang menyebabkan kebakaran sementara persilnya masih di selidiki pihak yang berwenang dan  lebih ensetif

Kepala desa  wayan anggara,  juga mengatakan "masih akan kita telusuri lagi asal penyebab  terjadinya kebakaran dua rumah milik warganya, namun  wayan anggara selaku kepala desa turut berbela sungkawa yang sangat mendalam. atas kebakaran yang menimpa warganya tersenut"

Dan  Pihak kepolisian resor polsek semende begerak cepat datang ke lokasi kebakaran yang dipimpin oleh kanit  Ardiansyah serta tim yang ikut  bergabung memadamkan api yang melalap rumah warga  karna di takut kan  api akan merambat ke rumah warga yang lain, dan  bersama sama dengan warga desa perapau kecamatan semende darat laut kabupaten muara enim memadam kan api yang sedang berkobar

Namun  dalam kejadian ini warga parapau dengan bapak " nawi mengatakan  sangat menyayang kan ke terlambatan mobil damkar yang datang setelah api sudah padam.  Katanya.*


Irin / mpw M.E

Waka Polres Muara Enim Pimpin Apel Keberangakatan BKO Amankan Pilkada Pali

 



Muara Enim Police Watch News-  Waka Polres Muara Enim Kompol Agung Adhitya Prananta S.H., S.I.K. M.H memimpin apel keberangakatan 50 Personil BKO Polres Muara Enim ke Kabupaten Pali untuk pengamanan pemilihan Kepala Dearah (Pilkada), Senin (07/12/2020)

Apel keberangkatan dilaksanakan di lapangan apel Polres Muara Enim diikuti oleh 31 Personil BKO Polres Muara Enim dan selanjutnya akan dilaksanakan apel ke dua diPolsek Rambang Dangku dengan tambahan personil 21 Personil BKO dari Polsek Jajaran Polres Muara Enim, selajutnya 50 Personil BKO Polres Muara Enim menuju ke Polres Pali.

Sebelum keberangkatan ke Polres Pali ke 50 Pesonil BKO Polres Muara Enim dilakukan rapid test untuk memastikan kesehatan personil dan antisipasi covid-19 selama personil polres Muara Enim yang BKO di Polres Pali.


Dalam apel keberangkatan tersebut Waka Polres Muara Enim mengamanatkan kepada personil yang akan diberangkatkan agar dapat melaksanakan tugas dengan baik, selalu siap siaga dan menjaga Netralitas, menjalin koordinasi yang baik dengan panitia pelaksana Pilkada di Kabupaten Pali agar berlangsung dengan baik, aman dan damai. Tambahnya 

Dikatakan, Pildaka ini berbeda dengan Pilkada sebelumnya karena dilaksanakan pada masa Pendemik Covid-19 oleh karena itu ditempat tugas nanti selalu mengutamakan protokol kesehatan saat bertugas, tambahnya, ungkapnya

Kami titip adek-adek kepada senior tolong saling menjaga dan mengiatkan dan untuk adek-adek junior untuk selalu menghormati dan menghargai seniornya saat bertugas di Pali nanti. Pesan Waka Polres Muara Enim diakhir amanatnya

Irin /mpw M.E

Istansi Terkait Tutup Mata Terkait Adanya Bangunan Dekat Sungai Segok Bangil Yang Diduga Belum Kantongi IMB


 

POLICEWATCH.NEWS. PASURUAN– Bangunan konstruksi beton dan rangka baja bertingkat di dekat Sungai Segok, Kelurahan Gempeng Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan tergolong rumah mewah. informasi yang berhasil di himpun awak media dari warga setempat rumah tersebut milik pengusaha pengelolah udang yang sempat di demo warga sekitar karena menimbulkan bau busuk.

Menurut salah satu warga setempat bahwa bangunan yang berdiri hampir satu tahun tersebut belum memiliki surat izin mendirikan bangunan (SIMB) sebagaimana diatur Perda No 15 tahun 2012 tentang Retribusi Mendirikan Bangunan. Yang merupakan payung hukum bagi Pemkab meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Rumah yang sedang di bangun ini tampak jelas tidak adanya plank IMB tidak ada dipampangkan sebagaimana aturan biasanya kata salah satu warga yang tak mau di sebut namanya.Senin (07/12/2020)
Ia pun menuturkan sejak awal memulai galian pondasi seharusnya pemilik rumah harus lebih dulu mengurus ijin IMB seperti yang sudah di atur  dengan Perda, saya slalu mengamati proses pengerjaan hingga hampir rampung tidak ada upaya pemiliknya untuk memasang plank IMB. Jika ditaksir nilai bangunannya bisa mendekati milyaran rupiah.

“Kita heran, apakah karena pemiliknya seorang pengusaha kaya ràya sehingga suka suka melanggar peraturan Perda.

Arfian selaku Kepala kantor Kelurahan Gempeng saat dikonfirmasi diruang kerjanya membenarkan kalau bangunan bekas pengolahan udan dan rumah itu milik H. Arip seseorang pengusaha udang.
Iya memang bangunan itu belum memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) "Silahkan kalau mau menginformasikan ke satuan Polisi Pamong Praja sebagai Penegak Perda, " tutupnya. 

Sementara itu sang pemilik rumah saat di konfirmasi melalui pesan singkat Whatshap beliaunya tidak menjawab meski tanda baca sudah terlihat.

Pewarta : Dor

Diduga Dari Hasil Hubungan Gelap Mayat Bayi Laki-Laki Dibuang Ibunya ke Aliran Sungai


POLICEWATCH.NEWS. MOJOKERTO–Seorang anak umur 7 tahun menemukan sesok mayat bayi laki-laki mengambang di saluran sungai Desa Gayaman, Kecmatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Senin (7/12/2020).

Bayi laki-laki itu diduga sengaja dibuang oleh ibu kandungnya hanya beberapa saat setelah lahir di sebuah WC umum, 
dugaan tersebut menguat dari jejak ceceran darah di wc umum yang tak jauh dari sungai.

Devi 7 tahun saksi mata pertama kali melihat sosok bayi mengambang di sungai, saat itu Devi bersama kedua orang tuanya sedang buang air besar di WC umum. Saat sedang mengenakan bajunya kembali di temani ibunya, dari atas jembatan dia melihat sesosok bayi yang mengapung di sungai dan menunjukkannya kepada sang ibu, Yuli Arum (28).
Yuli sontak terkejut ketika melihat mayat bayi yang ditunjuk putrinya. Ia pun bergegas minta tolong dan membertahu warga dusun setempat untuk melihat ke lokasi. 

Keterangan Adi (34), ayah Devi memperkuat dugaan pembuangan bayi yang baru lahir di WC Umum. Ia mengatakan, sempat melihat ceceran darah di salah satu ruangan toilet, "kata adi.

Warga yang berdatangan bersama anggota polisi datang ke lokasi langsung mengevakuasi jasad bayi dan memasukkannya ke dalam kantong plastik biru. Ketika diangkat, tali pusar masih terkait di jasad bayi.
Sementara itu Kapolsek Mojoanyar AKP Airlangga Pharmady mengatakan ke awak media, mayat bayi kami bawa ke RS Byangkara Porong untuk divisum untuk pennyelidikan lebih lanjut.

"Saya menduga, bayi berbobot 2,7 Kg dan panjang 47 cm memang sengaja dibuang sesaat setelah dilahirkan di WC umum. “ Secepatnya akan kami telusuri pelakunya,” ujarnya. 

Pewarta : Dor

NETA PANE MINTA JOKOWI COPOT KAPOLRI DAN KABAINTELKAM KOMJEN POL RYCKO AMELZA

BREAKING NEWS
SIARAN PERS IPW: 
Jakarta  - Policewatch.news  - Presiden Jokowi harus segera mencopot Kapolri Jenderal Idham Azis dan Kabaintelkam Polri Komjen Rycko Amelza, sehubungan terjadinya kasus penembakan yang menewaskan enam anggota FPI di Tol Cikampek, Jawa Barat pada Senin 7 Des 2020 subuh.

Selain itu, Ind Police Watch (IPW) mendesak agar segera dibentuk  Tim Pencari Fakta Independen untuk mengungkapkan, apa yg terjadi sebenarnya. Sebab antara versi Polri dan versi FPI sangat jauh berbeda penjelasannya. Polri mengatakan, anggotanya ditembak Laskar Khusus FPI yang mengawal Rizieq. Apakah benar bahwa Laskar FPI itu membawa senjata dan menembak polisi? Agar kasus ini terang benderang anggota Polri yg terlibat perlu diamankan terlebihdahulu untuk dilakukan pemeriksaan. Sebab menurut Siaran Pers FPI, rombongan Rizieq lah yang lebih dulu dihadangan sekelompok orang yang berpakaian sipil, sehingga mereka menduga akan dirampok orang tak dikenal di jalan tol.

Dalam kasus Cikampek ini muncul sejumlah pertanyaan. Pertama, jika benar FPI mempunyai laskar khusus yang bersenjata, kenapa Baintelkam tidak tahu dan tidak melakukan deteksi dan antisipasi dini serta tidak melakukan operasi persuasif untuk "melumpuhkannya". 

Kedua, apakah penghadangan terhadap rombongan Rizieq di KM 50 Tol Cikampek arah Karawang Timur itu sudah sesuai SOP, mengingat polisi penghadang mengenakan mobil dan pakaian preman. Ketiga, jika Polri menyebutkan bahwa anggotanya ditembak lebih dulu oleh Laskar Khusus FPI, berapa jumlah tembakan itu dan adakah bukti bukti, misalnya ada mobil polisi yang terkena tembakan atau proyektil peluru yg tertinggal. 

Keempat, dimana TKP tewas tertembaknya keenam anggota Laskar Khusus FPI itu karena menurut rilis FPI keenam anggotanya itu diculik bersama mobilnya di jalan tol. Kelima, keenam anggota FPI yang tewas ditembak itu bukanlah anggota teroris, sehingga polisi wajib melumpuhkannya terlebih dahulu karena polisi lebih terlatih dan polisi bukan algojo tapi pelindung masyarakat. 

Keenam, jalan tol adalah jalan bebas hambatan sehingga siapa pun yang melakukan penghadangan di jalan tol adalah sebuah pelanggaran hukum, kecuali sipengandara nyata nyata sudah melakukan tindak pidana. Ketujuh, penghadangan yang dilakukan oleh mobil sipil dan orang orang berpakaian preman, patut diduga sebagai pelaku kejahatan di jalan tol, mengingat banyak kasus perampokan yang terjadi di jalanan yang dilakukan orang tak dikenal. Jika polisi melakukan penghadangan seperti ini sama artinya polisi tsb tidak promoter.

Dengan tewas tertembaknya keenam anggota FPI itu, yang paling bertanggungjawab dalam kasus ini adalah Kapolri Idham Azis. Tidak promoternya Idham Azis dalam mengantisipasi kasus Rizieq sudah terlihat sejak kedatangan pimpinan FPI itu di Bandara Soetta, yang tidak diantisipasi dengan profesional tapi terbiarkan hingga menimbulkan masalah.

Salam
Neta S Pane
Ketua Presidium Ind Police Watch