Hitungan Sementara HERO Unggul Dari DH - DS Pilkada Pali

BREAKING NEWS

PALI - policewatch.news - Hari ini rabu 9 desember 2020 Komis Pemilhan Umum menggelar pilkada Kabupaten Pali.

Pasangan Nomor urut  1 ( DH - DS) dan Pasangan nomor urut 2 HERO ( Heri Amalindo - Sumarjono ) 

Ketua tim pemenangan Edi Suprianto,SH melalui juru bicara Sonny Ternando ( Heri Amalindo - Sumarjono ) mengirim pesan washtapp kepada policewatch.news rabu (9/12) untuk saat ini dalam hitungan sementara HERO unggul di TPS 07 Kecamatan Talang Ubi Penukal,Penukal Utara,abab ,tanah Abang, talang ubi ujar " Soni

Masih kata Soni saat ini masih dalam perhitungan disenjumlah tps yang jelas kami seluruh tim pemenangan pasangan HERO berdoa kepada Tuhan agar pilkada pali aman dan damai tegas " Soni

Pewarta : BM

Pemuda Inspiratif Desa Mulyo Asih Berwirausaha Dengan Ketahanan Pangan Ternak dan Perikanan


Muba - policewatch.news -
Pemuda merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan Desa hingga suatu Negara.
Dimana pemuda adalah titik yang memiliki pemikiran yang maju karena mengikuti perkembangan masa kini umumnya dikenal zaman milenial, adapun untuk mengasah kematangan dalam mencari jati diri seharusnya membuatkan wadah agar memiliki dampak positif pada pembangunan sehingga laju pembangunan akan terasa bahkan termotivasi tersendiri bagi pemuda.

Mulyo Asih merupakan Desa yang ada di Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin dukungan yang kuat dari Masyarakat Lembaga Desa BP3K dan Dinas Perikanan serta Dinas Ketahanan Pangan,  hortikultura dan peternakan sehingga terbentuk suatu wadah kelompok atau organisasi yang sudah terdaftar registrasi di Kecamatan dan Kabupaten.
Milenial Mulyo Asih dibentuk pada tanggal 17 November 2020 yang dikukuhkan oleh Kepala Desa setempat Bapak Mujiono dengan pesan" membangun usaha dengan solidaritas yang tinggi akan membentuk usaha besar untuk modal usaha saya siapkan menjadi pendorong semangat penyemangat untuk para pemuda Kelompok Milenial Mulyo Asih baik secara material ataupun tenaga dan pikiran.

Adapun pendamping kelompok milenial Mulyo Asih yakni Bapak Andi Sofian SP sebagai penyuluh dari BP3K mengatakan" saya siap membantu sebagai perantara untuk pengembangan kelompok Milenial Mulyo Asih dalam urusan administrasi di Kabupaten.

Kelompok Milenial Mulyo Asih terdaftar registrasi di Kabupaten Musi Banyuasin pada tanggal 2 Desember 2020 dengan bantuan Korlu Kecamatan Keluang Bapak sunarno SP dengan jumlah anggota 11 orang diketuai oleh saudara Moh Arif Dahnia S.Kom kelompok Milenial Mulyo Asih memiliki gagasan mengenai usaha ketahanan pangan serangga yang memiliki protein tinggi untuk Peternak dan Perikanan.
Hal ini merupakan pakan alternatif yang efektif dan efisien dikarenakan harga relatif lebih murah dan terjangkau Selain itu ketahanan pangan dari Larva serangga dampak positif bagi lingkungan terutama pada pelestarian alam lingkungan rumah tangga karena pemanfaatan limbah organik sebagai pakan pakan Larva serangga.

Kelompok Milenial Mulyo Asih  sudah memproduksi Larva serangga (maggot) dengan skala produksi 3 biopond dari masing-masing biopon lebih kurang 60 kg dan pupuk 5 kg 60 pakan pupuk organik.

Dalam pengembangan atau prospek dengan lahan minimal 2 hektar segala usaha ketahanan pangan Larva BSF (maggot) 100 biopond budidaya ikan, Peternakan dan aqua phonik untuk target Project kedepan.

Pewarta : Yudi

Kapolda Sumsel Salurkan Logistik Jalur Tengah Muara Lakitan Pilkada Muratara


Musi Rawas - policewatch.news - Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr. Eko Indra Heri, setelah melakukan peninjauan lokasi gudang Logistik PPK Muara Lakitan, selanjutnya akan menyalurkan logistik di Jalur Tengah Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Mura, Selasa (8/12/2020).

Adapun jalur tengah tersebut meliputi, Kelurahan Muara Lakitan, Desa Prabumulih I, Desa Prabumulih II, Desa Semeteh, Desa Sungai Pinang, Desa Muara Rengas, Desa Anyar, Desa semangus, Desa Semangus Lama dan Desa Pendingan.

Dalam kesempatan tersebut, dihadiri juga, Kapolres Mura, AKBP Efrannedy, Kapolsek Muara Lakitan, Iptu M Romi serta langsung di kawal oleh Panwascam Zona HTI, Trisko, perwakilan KPU Mura, Rinaldo Siregar dan petugas pam TPS Polri yang telah tersprint di wilayah HTI.

"Ya, khusus di Jalur Tengah, nantinya akan disalurkan langsung, Bapak Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr. Eko Indra Heri, yang tebagi dalam 9 desa dan satu kelurahan di Kecamatan Muara Lakitan," kata Kapolres Mura, AKBP Efrannedy didampingi Kapolsek Muara Lakitan, Iptu M Romi.

Kapolres menjelaskan, untuk Zona HTI yakni ada enam desa diantaranya, Desa Bumi Makmur, Desa Tri Anggun Jaya, Desa Sindang Laya, Desa Mukti Karya, Desa Harapan Makmur dan Desa Pian Raya.
Serta dua desa yakni Desa Semangus meliputi dua dusun diantaranya Dusun Panglero dan Dusun Sopa di HTI. Kemudian, Zona Transubur meliputi Desa Lubuk Pandan, Desa Pelita Jaya, Desa Sidomulyo dan Desa Marga Baru, semua logistiknya sudah disalurkan.

"Zona HTI dan Zona Transubur meliputi 11 desa dan dua dusun, saya sendiri yang menyalurkannya," jelas Kapolres.

Lebih lanjut, kapolres menjelaskan, pendistribusian logistik untuk dua Zona dalam wilayah hukum Polsek Muara Lakitan berjalan aman dan kondusif dan di kawal oleh Pers Polri Pam TPS dan PPS setempat serta perwakilan Panwascam.

Saat ini Personil PAM Gudang Logistik standby untuk mengamankan sisa logistik untuk jalur tengah yang belum di kirim.

"Kedua Zona yang telah di berangkatkan Logistiknya ini untuk mempercepat sampainya logistik tersebut ke desa yang jarak tempuh dan kondisi jalannya rusak dan menghindari hujan mengingat kondisi medan yang berlumpur," papar Kapolres.

Pewarta : Bambang.IWO

Budaya gotong Royong masih melekat bagi Warga istiadat Semende

  



Semendo M.Enim Police Watch News, - Masih terlihat adat istiadat Budaya gotong royong yang di lakukan oleh masyarakat Semendo Umum nya walaupun sekarang di era internet Five G namun tidak menggoyahkan budaya semendo ini  masih terjaga di sejumlah wilayah di Kecamatan Semende darat Ulu ( SDU) , salah satunya di Desa Segamit yang bergotong royong membangun jalan Atar kampung dari kampung (6) lima sampai kampung (7) tujuh Seperti hari  Selasa kemari (8/ 12/2020)) masyarakat berbondong-bondong melaksanakan pembangunan jalan yang biayanya berasal dari patungan warga dan donatur.

Tahuri (45)salasatu warga Segamit mengatakan, warga selalu antusias sekali  ketika melaksanakan gotong royong dalam pembangunan infrastruktur. Seperti Jalan desa  Karena harapan warga ingin semua akses jalan bisa diperbaiki untuk peningkatan perekonomian.


“Alhamdulillah warga semuanya sangat antusias berterima kasih termasuk warga  dalam melaksanakan gotong royong. Pembangunan jalan lingkungan ini selain program prioritas, juga merupakan harapan masyarakat. Sehingga kita realisasikan Patungan warga untuk pembangunan jalan lingkungan,” imbuh nya  
 saat dimintai keterangan pada semua awak media  (09/12/2020)).


Sinwani selaku kepala Desa ( kades), Desa Segamit  yang ikut berperan dalam gotong royong Pembagunan yang dilaksanakan atas swadaya masyarakat  dan sumbangan dari Donatur kontraktor lokal Semende Bahran Nazip (40)menunjukkan bahwa masyarakat desa mampu membangun daerahnya sendiri.dan beharap kepada pemerintah semoga kedepan jalan ini bisa benar benar di realisasikan karena selain untuk menumpang perekonomian juga bisa memajukan tempat pariwisata yaitu danau deduhuk yang sanggat mempesona yg tidak kalah dengan pantai Bali.Ujar Nya

Sementara itu kades segamit mengatakan " Pembangunan itu sendiri sudah lama didambakan masyarakat sekitar. Dan permintaan warga langsung diamini oleh salasatu donatur yang engan disebutkan namanya selaku donatur, dengan menggunakan cor beton sepanjang kurang lebih 600 km × 2,5m.

“Dengan cara sederhana dan swadaya, Donatur serta masyarakat bahu-membahu bergotong – royong membangun badan jalan. Ya kita harap setelah jalan tersebut jadi, kita sama sama merawatnya,” Tegas nya

(Ir/hr) mpw M.E

Orang Tua Laskar MRS Tantang Kepolisian Lakukan Sumpah Mubahalah

 

SUHADA orang tua dari Faiz, salah satu anggota Front Pembela Islam (FPI)


Red, POLICEWATCH,-  SUHADA orang tua dari Faiz, salah satu anggota Front Pembela Islam (FPI) yang ditembak mati menantang aparat kepolisian untuk bermubahalah untuk membuktikan siapa sebenarnya yang bersalah dalam peristiwa tersebut.

Mubahalah adalah, sumpah antara dua pihak untuk saling memohon dan berdoa kepada Allah SWT, supaya melaknat dan membinasakan atau mengazab pihak yang batil (salah) atau menyalahi pihak yang benar.

“Seandainya mereka memahami syariat Islam kami siap bermubahalah. Kalian datangkan keluarga kalian, saya datangkan keluarga saya. Kita bermubahalah, benarkah anak saya membawa senjata atau tidak, nanti siapa yang dilaknat oleh Allah SWT. Jadi itu salah satu kami berusaha meyakinkan putra-putra kami tidak membawa senjata, senjatanya darimana,” ujarnya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (8/12/2020)

Menurut Suhada jika mereka menyerang polisi, pertanyaannya darimana mereka tahu itu polisi. Apalagi mereka sedang mengawal ulama mengapa melakukan penyerangan kepada orang lain.

“Kan dia ngawal ulama, ada apa ini? Saya juga sangat tidak terima bila putra saya dan keenam para mujahid ini dikatakan membawa senjata. Kami tahu persis dan kami tahu dia aktif dimana. Artinya, mereka tidak akan pernah membawa senjata,” katanya.

Suhada berharap negara menegakkan hukum secara benar. Sebagai sebuah negara yang beradab berasaskan kemanusiaan yang adil dan beradab, tindakan ini sangat biadab dan tidak beretika.

“Itu kan di Karawang, polisi mabes, polisi polda ngapain di situ? Nguntit Habib Rizieq? Kalau nguntit Habib Rizieq, tersangka pun bukan, aturan mana mereka bisa menguntit, menginteli aturan mana itu? Mau bikin aturan sendiri? Ini negera berdasarkan aturan konstitusi kesepakatan kita bersama. Lalu mengapa kalian buat aturan sendiri? Bubarkan saja Negara,” katanya.

Pewarta: Rudi/begex

Sidang Kasus Suap PUPR Muara Enim Hadirkan Saksi Ahli




Palembang-Polioce Watch.News,- Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kembali lanjutkan sidang perkara dugaan suap fee 16 paket proyek yang menjerat dua terdakwa yakni ketua DPRD Muara Enim nonaktif Aries HB

dan mantan Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli pidana yang meringankan untuk terdakwa Ramlan Suryadi, Selasa (8/12/2020).

Saksi ahli yang dihadirkan kehadapan majelis hakim Tipikor Palembang yang diketuai Erma Suharti SH. MH adalah ahli hukum pidana dari Universitas Sumatera Utara (USU) DR. Mahmud Mulyadi SH MHum.

Dalam keterangannya, saksi ahli pidana DR. Mahmud Mulyadi SH. MHum, menguraikan secara mendalam soal pasal yang menjerat terdakwa Ramlan Suryadi.

“Pasal yang menjerat terdakwa Ramlan Suryadi sebagaimana di dakwakan oleh KPK itu yakni pasal 12 huruf a atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang

Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001”, jelasnya.

Pria yang pernah menjadi saksi ahli Setya Novanto ini juga menguraikan bahwa Pasal 12a itu adanya pemufakatan jahat yang dilakukan pegawai negeri

atau penyelenggara pemerintah yang menerima hadiah atau janji untuk menggerakkan supaya pegawai negeri itu melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya.

“Karena penyuapan itu terjadi adanya pemufakatan dalam istilahnya is take to tango atau butuh lebih dari satu orang untuk menari tango, jika hanya satu saja tidak akan terjadi perbuatan melawan hukum itu,” ungkapnya.

Dia menilai jerat pasal yang tepat untuk terdakwa atas perbuatannya itu adalah pada pasal 11 dikarenakan tidak ada pemufakatan jahat, hanya menerima hadiah dengan kekuasaan atau jabannya selaku penyelenggara negara.

“Dalam hal itu juga terdakwa mengakui memang menerima hadiah namun dirinya tidak ada intervensi apapun terhadap pekerjaan yang berada di wilayah kewenangannya”, jelasnya.

Terpisah, Husni Chandra SH MHum selaku kuasa hukum terdakwa Ramlan Suryadi mengatakan masih akan menghadirkan saksi ahli pakar hukum pidana.

“Seharusnya tadi kita hadirkan dua saksi ahli pakar hukum pidana, namun karena pak Azwar Agusnya berhalangan hadir maka akan kita hadirkan kembali pada sidang pekan”. Singkatnya.

Terpisah tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Rickhy BM, SH menjelaskan, bahwa dalam sidang lanjutan ini kuasa hukum kedua terdakwa menghadirkan saksi meringankan untuk kedua terdakwa.

“Masing-masing kuasa hukum terdakwa menghadirkan saksi meringankan kehadapan majelis hakim, kuasa hukum terdakwa Ramlan Suryadi menghadirkan saksi ahli pidana yakni DR. Mahmud Mulyadi, SH. MH dari Universitas Sumatera Utara (USU).

Sementara kuasa hukum terdakwa Aries HB menghadirkan dua saksi meringankan yakni satu tetangga terdakwa Aries HB di Palembang dan satunya saksi yang tinggal dirumah terdakwa di Muara Enim,” terang JPU KPK Rickhy.

Dia menambahkan, untuk agenda sidang pekan depan masih akan dihadirkan saksi ahli oleh kuasa hukum terdakwa Ramlan Suryadi.
(Hr/Tim)

Satu Minggu PAM Benakat tidak Mengalir Warga Resah dan sangat di Rugikan


ilustras


M.Enim.Police Watch.News,-  Warga 6 Desa Di Kecamatan Benakat Muara Enim Merasa Resah ini di akibatkan sudah seminggu ini tidak mengalir nya Air Bersih PDAM Lematang Enim Cabang Benakat (9/12)Permasahan nya masyarakat belum diketahui nya.

Karena dari pihak PDAM Lematang Enim Cabang Benakat tidak memberitaukan kepada Masayakat sebagai konsumen.

Hal ini yang mana di sampaikan oleh salah satu toko Aktivis Benakat yang mewakili Warga setempat Bastian mengatakan

"Sudah seminggu ini PAM kami dari 6 desa ini tidak mengalir kami tidak tau apo penyebab nya.keluh Nya
Apo lagi katek nian pemberitauan dari pihak PAM,ujar nya lagi"

Saya berharap kepada pihak Pam untuk segera memberi taukan kepada masyarakat Benakat Ini agar tidak menimbulkan gejolak dan buat resah warga.keluh nya lagi

Warga dudah beberapa kali mengajak.aksi demo ke kantor Cabang PDAM cabang Benakat ini.namun saya belum mau.karena saya mau tau dulu apa penyebab nya Air Pam kita ini tidak Mengalir.Tegad Bastian yang di dampingi Mursalir

Ditempat terpisah Pihak PDAM Lematang Enim kantor Pusat Muara Enim.Jhon Iskandar Yang di dampingi oleh kepala IKK Benakat Cabang Ujan Mas Zakaria Ihkrom   yang di mintai penjelasan nya
Mengatakan tentang persoalan kenapa.Air PDAM Lematang Enim IKK Benakat sudah satu minggu ini tidak mengalir ini di akibatkan sumur yang menampung air baku dari sungai lematang tidak sampai lagi  Sehingga.sedang mengupayakan untuk mengatasi nya.jelas Jon Iskandar Via Telvon pagi ini (9/12)

"Inshaallah hari ini petugas Pam setempat akan.bekerja semaksimal mungkin agar persoalan terdebut bisa di atasi jika malam ini sudah beres dan bisa di perbaiki akan kita alirkan kembali kepada pihak konsumen"terang nya

Warga tidak perlu resah dengan kejadian ini karena air Pam tidak Mengalir. Kami dari Pihak PDAM memohon mintak Maaf atas ketidak nyamanan pelayan dari pihak kami (PAM Benakat) kami berjanji untuk kedepan akan melayani pihak konsumen sebaik baik mungkin jelas Jon Iskandar yang di dampingi oleh Zakaria Ihkrom kepala IKK Benakat Cabang PDAM lematang Enim Ujan Mas
(Hr)

Kedatangan Jenazah Laskar FPI yang Menjadi Korban Penembakan

Promosi Gambo Muba Mendunia, Petani Gambir mengeluh


Muba - policewatch.news 
Batik Gambo (Gambir) Muba yang menjadi Icon kebanggaan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sampai ke panggung Nasional dan internasional hingga mendunia namun kenyataan dilapangan puluhan petani gambir di Desa Toman Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatra Selatan mengeluh. Pasalnya, mereka selalu dijadikan percontohan apabilah ada kunjungan dari pihak yang punya kepentingan namun selepas kegiatan serimunial, mereka tidak pernah diperhatikan seperti diberikan bantuan secara merata.

Dari hasil investigasi wartawan media ini dilapangan,  Senin (07/12/2020)  kebun Gambir di Kabupaten Musi Banyuasin hanya terdapat di Desa toman, itupun hanya segelintir warga yang menjadi petani gambir. menurut mitos yang turun temurun beredas di masyarakat, Gambir itu tidak akan subur kalau ditanam di tanah Desa lain entah mengapa tidak ada getahnya, tidak seperti yang di tanam di Desa Toman.

Menurut salah seorang petani Gambir warga Desa Toman yang tak ingin disebutkan namanya dengan alasan keselamatan itu bahwa  dia orang yang pertama menjadi petani Gambir sejak dari kakek nya  "Kebun gambir kami cuma  sekitar satu hektar itupun kami tige badik yang bakebon ikak , ( logat Sekayu, red) dan dia juga menunjukan lokasi kebunnya.

Di sela kesibukannya mengelola daun gambir hingga menjadi getah, petani gambir itu mengeluhkan bahwa sampai saat ini belum pernah mendapat bantuan apa pun dari pemerintah.

"Kami nih dak pernah dapat bantuan apa pun, kalau bantaun dari pemerintah ada kami dengar-dengar, kadang uang, kadang berupa alat produksi, tapi ya itu, yang dapat orang itu-itu saja"

"Kami sama sekali tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah adapun hasilnya kami jual dengan agen dengan harga yang tidak menentu tergantung harga pasaran agen itu. "Katanya.

Menurut sumber tadi bulan November kemarin baru saja dibentuk kelompok baru tapi kami tidak ikut dan percuma saja bergabung dengan kelompok dari dulu kami tidak pernah mendapat bantuan apa saja dari pemerintah.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa batik jumputan gambo yang mendunia itu, nyata nya tidak lah dari getah gambir melainkan menggunakan limbah pengelolaan Gambir untuk pewarnaan saja. 

Sementara itu, Kepala Dinas DisDagPerin Azizah saat di konfirmasi wartawan Selasa (08-12-2020) via pesan   whatsappnya, sampai berita ini di unggah belum memberi tanggapan (Tim)

Warga Empat Desa Yang Tergabung Dalam DAS Wrati Pasuruan, Menolak Keras Pipanisasi Lima Perusahaan


POLICEWATCH. NEWS. PASURUAN - Warga 4 Desa yang tergabung dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Wrati Sinergi, tolak Pemasangan pipanisasi 5 perusahaan sebab warga menilai adanya Pipanisasi sungai mereka berbau busuk karena 5 limbah perusahaan yang ada di Desa Wonokoyo, Kec. Beji Kabupaten Pasuruan. langsung membuang limbahnya ke aliran sungai Wrati melalui pipa-pipa yang menjulur, itu dianggap sangat merugikan bagi masyarakat di 4 Desa.

Henry Sulfianto perwakilan 4 Desa yang juga sebagai ketua DAS Wrati  mengecam pipanisasi limbah yang akan di lakukan 5 perusahaan, pihaknya dan sejumlah warga langsung bertindak dengan membentangkan beberapa spanduk berukuran 5 meter di atas sungai Dusun Selorawan, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, sebagai bentuk penolakan.

"Kita tidak setuju dan menolak keras adanya pipanisasi dari 5 perusahaan yang limbahnya akan dialirkan langsung ke sungai Wrati selain dapat merusak lingkungan dan menimbulkan bau busuk serta dapat mengancam kehidupan biota-biota air.

Hery menambahkan dengan adanya pipanisasi 5 perusahaan di mana pipa-pipa itu langsung menjulur ke aliran sungai, masyarakat akan susah mengontrol baku mutu limbah cair itu, dirinya dan juga warga takut di salah gunakan oknum-oknum perusahaan nakal yang membuang limbah bekas produksinya tanpa adanya proses baku mutu yang baik" ujar Henry Sulfianto. Selasa (7/12/2020).

Hery sangat berharap Muspika Kecamatan Beji dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bisa mencarikan solusi bagi warga kalau bisa di hentikan secara permanen sebelum warga geram akan hal ini.

Sementara itu Muspika Beji yang juga hadir di tengah-tengah warga yang menolak pipanisasi, Muspika Beji sempat menanyakan maksud dan tujuan kegiatan yang dilakukan sejumlah warga. Setelah warga menjelaskan, Muspika Beji sangat mendukung warga dan akan memanggil pihak-pihak perusahaan untuk duduk bersama pada haru Jumat lusa.

"Pasti kami dan DLH akan duduk bersama dan memanggil pihak-pihak perusahaan yang IPAL nya di buang langsung ke alairkan ke sungai untuk di mintai keterangan akan hal ini, " ujar Goni yang juga sebagai Camat Beji.

Perlu diketahui, DAS Wrati Sinergi merupakan gabungan dari warga terdampak dari limbah perusahaan, yakni Desa Cangkringmalang, Desa Kedungringin dan Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. 

Pewarta : Dor