KPK Panggil 3 Direktur Perusahaan Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo

Dok : Kasus Edhy Prabowo


Red, POLICEWATCH,-  Perkembangan kasus suap izin ekspor benih lobster yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) masih terus dilanjutkan dengan pemeriksaan sejumlah saksi, Di antaranya, istri Edhy, Iis Rosyita Dewi, yang diperiksa pada Selasa (22/12). Kemudian, ajudan Edhy, Yudha Pratama pada Rabu (23/12)

Hari ini ada 3 direktur perusahaan yang berbeda yang dipanggil Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster, Senin (28/12).

Mereka adalah Chandra Astan (Direktur PT Grahafoods Indo Pasifik), Untyas Anggraeni (Direktur PT Maradeka Karya Semesta), dan Willy (Direktur Utama PT Samudra Bahari Sukses).

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SJT (Suharjito)" ujar Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Senin (28/12).

Suharjito sendiri merupakan Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) yang telah ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dalam perkara yang menjerat Edhy Prabowo saat menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan.

Penyidik KPK juga sebelumnya telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi lainnya untuk tersangka Edhy Prabowo.

Pewarta : Bamb MD

RAB bangunan posyandu Desa Cipaku di duga pakai RAB bangunan Mewah, cari untung?

                                  

DOK.policewatch.news

Majalengka,Policewatch.news,- Proyek dana desa tahap III Desa Cipaku terkait bangunan posyandu  Di Duga kuat sengaja di buat RAB (rancangan anggaran biaya) bangunan mewah, dengan ukuran bangunan 34,20M2 dengan anggaran Rp 128.966.000 jika di estimasi maka akan muncul angka 3.300.000/m2, sedangkan untuk bangunan standar di majalengka itu adalah 2.500.000/m2, di duga ada kelebihan perbelanjaan untuk meraih keuntungan, estimasi policewatch.news bangunan posyandu tersebut ada kelebihan anggaran sekitar 28 juta, Sedangkan dana desa sifat ny adalah swakelola yang artinya tidak ada profit.

Kepala desa cipaku, Suharja di konfirmasi kamis,(24/12/2020) di balai desa mengaku diri nya tidak paham soal standar belanja daerah, diri nya hanya di tanya mau berapa persen, itu saja menurut nya.

" saya tidak paham soal RAB atau SBD pak. Saya hanya di tawarkan oleh konsultan pembuatan RAB mau berapa persen " ungkap Nya
                             
Dok.policewatch.news

Masih menurut Suharja, bahwa jika memang ada di dug mark up, konsultan nya siap bertanggung jawab

" konsultan siap bertanggung Jawab jika ada masalah " tambah nya

Arief B. Gunawan, aktivis anti korupsi kabupaten Majalengka, Menyayangkan adanya dugaan mark up anggaran di proyek posyandu dana desa cipaku,  dengan bangunan fakta di lapangan tidak bisa di katakan bangunan mewah, namun RAB melebihi SBD (Standar belanja daerah) majalengka.

" saya menyayangkan bangunan posyandu di desa cipaku yang sederhana namun RAB nya ko bisa untuk bangunan mewah, saya menduga ada mark up di situ " jelas Arief

Inspektorat di harapkan jeli ketika melakukan pemeriksaan, karena ada uang negara dari pajak rakyat yang tidak di realisasikan demi keuntungan.

Pewarta

Biro policewatch.news


Minggu IV Desember 2020, Polda Sumsel Ungkap 26 Kasus Narkotika 36 Tersangka



PALEMBANG - POLICEWATCH.NEWS -  Puluhan kasus narkotika Minggu IV Desember 2020 diungkap jajaran Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Selatan. Selain itu, sebanyak 36 tersangka yang terlibat dalam pengungkapan kasus narkoba tersebut juga berhasil ditangkap.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan, untuk ungkap kasus yang dilakukan Ditres Narkoba Polda Sumsel dan Polres/Tabes jajaran berhasil mengungkap 26 kasus narkotika serta menangkap puluhan tersangka.

"Dari 36 tersangka yang ditangkap, 22 tersangka diantaranya merupakan pengedar narkoba, sedangkan 14 tersangka lainnya merupakan pemakai barang haram tersebut. Untuk barang bukti yang disita yakni sabu sebanyak 495,4 gram, ganja Nihil dan pil ekstasi sebanyak 278 butir," ujar Supriadi, Senin (28 /12/2020).

Dijelaskan Supriadi, dari segi kuantitas banyaknya Laporan Polisi (LP) yang diungkap, Polrestabes Palembang menjadi yang terbanyak dengan 5 LP dan 6 tersangka, lalu dari Polres Ogan Komering Ulu dengan 4 LP dan 4 orang tersangka, serta dari Polres Banyuasin dengan 2 LP dan 3 tersangka.

"Kemudian dari Polres Muba  2 LP dan 2 Tersangka Polres  Oki 1 LP dengan 1 tersangka

,Polres Lahat 1 LP dengan 1 tersangka,Polres Prabumulih 2 LP dengan 3 Tersangka ,Polres Okus  Linggau 2 LP dengan 3 tersangka , Polres Okut 2 LP dengan 3 tersangka,Polres Lubuk linggau 1 LP dengan 1 tersangka Polres Mura 1 LP dengan 3 tersangka Polres Empat lawang 1 LP dengan 1tersangka ,Polres Pali 1 LP dengan 1 tersangka Polres Muratara 1 LP dengan 3 tersangka sedangkan Dit Narkoba Polda sumsel 1 LP dengan 1 tersangka ,

Sementara itu, lanjut Supriadi, terdapat Tiga Polres yang tidak melakukan pengungkapan kasus narkotika di Minggu IV Desember 2020 ini yakni dari Polres Ogan ilir,Polres Pagar Alam  dan Polres Muara Enim

Menurutnya, dari barang bukti narkoba yang disita seperti narkotika jenis sabu, ganja dan ekstasi setidaknya aparat kepolisian telah menyelamatkan 3.528 anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba.

"Dengan terungkapnya peredaran sejumlah kasus tersebut, Polda Sumsel tidak henti-hentinya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu melakukan pengawasan terhadap anak dan keluarga masing-masing dari pengaruh buruk narkoba yang dapat merusak generasi penerus bangsa," ujarnya.

Pewarta : Bambang.MD

Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Sidoarjo Mengucapkan Selamat Natal dan Tahun baru 2021

 


Kepala dinas kelautan dan perikanan IR.M. BACHRUNI ARYAWAN.MM. beserta Jajaran mengucapkan selamat natal dan tahun baru 2021

Cak Nun: Tidak Ada Islam Radikal, melainkan pemerintah itu sendiri Yang Radikal..!

 

Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun

Red, POLICEWATCH,- Ceramah Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun mengenai paham Islam radikal di Indonesia kembali ramai diperbincangkan. Pada kesempatan itu, Cak Nun mengatakan, ada pihak atau kelompok tertentu yang hendak membangun narasi seakan-akan Islam mengerikan, padahal tidak.

Dikutip dari video berjudul ‘Cak Nun Marah ketika Islam Disebut Radikal’ di saluran Youtube Masyarakat Maiyah, dia menilai, tidak ada tanda yang membuktikan bahwa Islam itu radikal. 

Sejauh ini, kata dia, Islam acap menghadirkan kebaikan, keadilan, serta rasa syukur bagi para penganutnya.


“Islam yang mengajarkan rasa syukur dan rasa syukur itu tidak ada di luar Islam. Dunia ini seharusnya bertengkar terus, tapi karena orang Islam pintar bersyukur, maka dunia menjadi aman. 

Indonesia sangat butuh Islam kalau ingin aman, karena orang Islam sangat pandai bersyukur,” ujar Cak Nun, dikutip Rabu 23 Desember 2020.

Melihat kenyataan tersebut, Cak Nun mengingatkan, jangan pernah sekali pun menjelek-jelekkan Islam dengan menyebutnya sebagai agama radikal. Bahkan, seandainya hal itu terus dimainkan, Cak Nun tak segan mengadukannya pada Sang Pemilik Agama.

“Jadi, jangan selalu menjelek-jelekkan Islam. Lama-lama saya hilang kesabaran, ini saya masih sabar sampai sekarang. Kalau kamu selalu menjelek-jelekkan Islam, nanti saya laporkan pada yang punya (Tuhan). Bila tak ada Islam, (orang-orang) pasti berantem terus,” tegasnya.

Cak Nun berujar, istilah ‘radikal’ yang acap dialamatkan kelompok tertentu pada Islam, sebenarnya bermula dari politik kanan di Amerika Serikat dan China. Sebab, mereka takut Islam kembali berjaya dan menguasai dunia.

Parahnya, kini narasi tersebut juga dimainkan di dalam negeri, di mana mayoritas penduduknya bahkan beragama Islam.

Cak Nun meminta, polisi dan pemerintah sebaiknya tak ikut memainkan narasi tersebut. Sebab, kalau pun ada radikalisme di Indonesia, maka pelakunya bukan Islam, melainkan pemerintah itu sendiri.

“Jadi tolong Pak Polisi, pemerintah, jangan terlalu ikut arus menjelek-jelekkan Islam, sebelum nantinya saya marah. Sebab, ada saatnya saya tidak diam seperti sekarang.”

“Tidak ada di sini, Pak, tidak ada, tidak ada (Islam radikal)! Yang radikal itu pemerintah, memaksakan pendapatnya terus! Bila saya teruskan, saya mau berdebat nasional tentang ini,” kata dia

Sumber : Kanal Youtube Masyarakat Maiyah

Pewarta: M Rodhi irfanto

MENGERUCUT SATU NAMA KOMJEN POL AGUS ANDIANTO CALON KUAT PENGGATI IDHAM AZIZ

           Kepala Baharkam komjen Pol Agus Andrianto

JAKARTA - POLICEWATCH.NEWS - Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto. Calon pengganti Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri mulai bermunculan. Ada tiga nama yang digadang-gadang akan menggantikan posisi Idham Azis. 

Salah satunya Komjen Pol Agus Andrianto pria Kelahiran Blora, Jawa Tengah, 16 Februari 1967; umur 53 tahun) adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 6 Desember 2019 menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri.Hingga Sekarang Sosok yang low profil jendral bintang tiga ini termasuk salah satunya bursa calon pengganti kapolri Idham Aziz adalah Kepala Baharkam Komjen Pol Agus Andrianto yang ramai di perbincangkan dimedia online nasional 

Agus Adrianto memiliki sejumlah prestasi dan penghargaan seperti dilansir dari laman miliknya wikpidia pribadinya jabatanya saat ini tugasnya Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi pembinaan keamanan yang mencakup pemeliharaan dan upaya peningkatan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka mewujudkan keamanan dalam negeri. Baharkam Polri dipimpin seorang Kepala Baharkam (Kabaharkam) berpangkat Komisaris Jenderal Polisi. Saat ini, Kabaharkam dijabat oleh Komjen Pol Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. 

1.Riwayat Pendidikan Sunting
AKABRI (1989)
PTIK (1995)
SESPIM
SESPIMTI (2012) 

2.Riwayat Jabatan : 

- Sunting
Pamapta Polres Dairi (1990)
- Kapolsek Sumbul (1992)
- Kapolsek Parapat (1993)
- Kapolsek Percut Seituan (1995)
- Mahasiswa PTIK (1995)
- Kapuskodalops Polres - - - Lampung Selatan (1997)
-Kasat Serse Poltabes Medan (1999)
-Kasubag Binops Bag Serse Ek Polda Jatim (2001)
-Kasubag Binops Bag Serse Um Polda Jatim (2001)
-Wakapolres KP3 Tanjungperak (2003)
-Pamen Polda Jatim (2005)
-Kasat I/Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya (2006)
-Kapolres Tangerang (2007)
-Kapolres Metro Tangerang (2008)
-Dir Reskrim Polda Sumut (2009)
-Kabagresmob Robinops Bareskrim Polri (2011)
-Analis Kebijakan Madya bidang Pidkor Bareskrim -Polri (Dlm Rangka Dik Sespimti)[1] (2012)
-Kabagbinlatops Robinops Sops Polri (2013)
-Dir Psikotropika dan Prekursor Deputi Bid -Pemberantasan BNN (2015)
-Dirtipidum Bareskrim Polri[2] (2016)
-Wakapolda Sumut (2017)
-Kapolda Sumut (2018)
- Kabaharkam Polri (2019)

Sejumlah penghargaan yang disandang calon Kapolri Komjen Pol Agus Andrianto. SH.MH

Diantaranya Penghargaan Sunting
Tanda Jasa Sunting
Bintang Bhayangkara Pratama
Bintang Bhayangkara Nararya
SL. Pengabdian XXIV
SL. Pengabdian XVI
SL. Pengabdian VIII
SL. Jana Utama
SL. Ksatria Bhayangkara
SL. Karya Bhakti
SL. Bhakti Pendidikan
SL. GOM VII
SL. GOM IX
SL. Seroja
SL. Dharma Nusa
SL. Bhakti Nusa
SL. Operasi Kepolisian
SL. Kebaktian Sosial
France Medal
Brevet Sunting
Brevet Pelopor Brimob
Brevet Selam Polri
Brevet Para Penerjun
Brevet Penyidik 
 
Ia salah satunya disebut dibeberapa pemberitaan di media online nasional adalah Komjen Pol Agus Andrianto.SH.MH yang disebut sebut calon kuat menggatikan Kapolri Idham Azis untuk menduduki jabatan Kapolri tahun 2021 

Reporter : Bambang.MD

Ade Kaca Sambangi Korban Bencana Garut Selatan, Berharap Pemda Koordinasi Dengan Pemprov Jabar

 
GARUT,POLICEWATCH.NEWS - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat asal Dapil XIV, Ade Kaca SE, meninjau lokasi tanah longsor di Tebing Gunung Pipiti, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Longsor terjadi Kamis pekan lalu. 

Dalam kesempatan kunjungannya, Ade Kaca SE menyampaikan rasa duka yang mendalam atas terjadinya bencana. 

Ade Kaca juga meminta para korban supaya tabah dalam menghadapi ujian.

“Semoga warga masyarakat di sini selalu diberi kesabaran dan ketabahan serta selalu dalam lindungan Allah yang Maha Kuasa,” ungkap Ade Kaca.

Dikatakan, setelah menempuh perjalanan 6 jam dari Garut sampai ke desa Ciroyom, akhirnya Ade Kaca dapat melangsungkan pertemuan dengan warga sekaligus memberikan bantuan sembako.
“Alhamdulillah 2 hari ini saya berada di lokasi meski dengan menempuh perjalanan selama 6 jam dari Garut. Kami berangkat ba'da subuh. Rasa lelah dan cape menempuh jarak ratusan kilo meter terobati dengan sampainya di tempat yang saya tuju dan bertemu langsung dengan warga,” tutur Ade Kaca. Minggu (27/12/2020)

Saat tiba di tujuan, di posko bencana, lanjut Ade Kaca, dirinya diterima oleh kepala posko bencana yang dengan segera memperlihatkan beberapa dokumen terkait bencana tersebut.

“Saya diterima oleh kepala posko bencana, kemudian dia memandu saya sambil memperlihatkan beberapa dokumen terkait bencana tersebut," terang Ade Kaca. 

Diakui Ade Kaca, sebagai putra daerah Garut Selatan, dirinya merasa terharu mengetahui kejadian musibah tersebut. 

Diharapkan Ade Kaca, bencana serupa tidak terulang kembali di Kecamatan Cisewu, dan peristiwa tersebut menjadi bahan instropeksi bagi semua pihak sehingga dapat lebih menjaga dan peduli terhadap alam, menjaga serta lestarikannya.

 “Semoga bencana ini yang terakhir kali di Kecamatan Cisewu, dan semoga ujian ini, khususnya bagi warga Kecamatan Cisewu, Desa Ciroyom dan Kecamatan Cikelet menjadi bahan intropeksi diri. Kita semuanya menjadi sadar, betapa pentingnya kita menjaga kelestarian hutan di daerah kita secara arif dan bijaksana," papar Ade Kaca. 

Terkait peristiwa bencana tersebut, Ade Kaca mengimbau, Pemda Garut agar berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi untuk menangani daerah rawan bencana dalam upaya mencari solusi untuk tidak terulang lagi bencana, juga jangan sampai terdapat lagi alih pungsi lahan, dari hutan menjadi lahan pertanian.

“Saya berharap kepada Pemda Garut segera melakukan langkah langkah kongkrit untuk menyelamatkan warga agar masyrakat mendapatkan ketenangan dan kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari. Saya juga berharap Pemda Garut harus melakukan kordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, guna mencari solusi yang tepat untuk menangani prihal bencana ini," tutur Ade Kaca. 

Terakhir ditegaskan Ade Kaca, pihaknya tegaskan akan selalu mendorong agar Pemda Garut memiliki keselarasan dengan Pemprov Jabar. 

“Saya sebagai putra daerah akan selalu mendorong agar Pemda Garut dan Pemprov Jawa Barat bisa selaras dalam mengambil setiap kebijakan untuk kebaikan semua warga,” pungkas Ade Kaca. 

Pewarta : Dera

Sungguh Miris Jembatan Darurat Gunakan Papan Kayu Sebagai Akses Jalan Warga Minta Diperbaiki


MUARA ENIM - POLICEWATCH.NEWS -  Akses jalan menuju penghubung ke rumah warga yang melewati sungai Ayek Puteh, miris lebih kurang lima tahun masih memakai jembatan kayu. Lokasi tersebut berada di Sungai Ayek Puteh RT. 06 RW. 08, Kelurahan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (26/12/2020).

Awak media saat turun kelapangan berhasil membincangi Rt.06 Yanto menyampaikan keluh kesah warganya, lebih kurang lima tahun lamanya jembatan yang di buat oleh warga sendiri, yang terbuat dari kayu dan papan kondisi sekarang ini sungguh sangat memperhatinkan.

"Hari demi hari jumlah warga khususnya Rt.06, Rw. 08 makin bertambah, maka dari itu saya berharap kepada instansi terkait atau pemerintah khusunya Kabupaten Muara Enim agar dapat membangun jembatan beton, demi kenyamanan dan kelancaran warga kami untuk beraktivitas sehari - hari," katanya.

Lanjutnya, tak hanya itu warga Sungai Ayek Puteh juga berharap untuk melihat kondisi yang mana selama ini, ketika turun hujan lebat Sungai Ayek Putih membanjiri Rumah warga," ungkap Yanto.

"Masih kata Yanto, rencananya saya mewakili warga Sungai Ayek Putih RT. 06 kami memang akan mengusulkan atau mengajukan proposal agar dapat di bangun Jembatan dan meminta realisasi agar kedepanya dapat mencegah terjadinya banjir," pintanya.

Senada juga dikatakan Irma kami berharap ada perhatian dari pemerintah agar tahun depan bisa dibangun yang permanen  demi kelancaran kami untuk menjalankan aktivitas sehari - hari" ujarnya

Ketika kami menyeberangi jembatan yang terbuat dari papan kayu, terkadang kami jatuh bahkan motor pun ikut terjatuh, akibat licinya papan jembatan tersebut akunya

"Kami berharap agar pemerintah khususnya Kabupaten Muara Enim dapat segara membantu atau memperhatikan untuk segera di bangun jembatan beton," pungkasnya.

Pewarta : Irin

JH Pelaku Pembunuhan diburu Polres Lahat Serahkan Diri Pada Dini Hari


LAHAT - POLICEWATCH.NEWS - Setelah Bekerja keras selama 27 hari Satuan Reskrim polres Lahat berhasil ringkus JH alIas Anas Bin Hamdani (41) pelaku pembunuhan terhadap (Alm) Zakani Rizal warga Pasar Ulu Keluragan Pasar Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang

Kronologis kejadian Kasus pembunuhan ini yang dikakukan oleh pelaku terhadap korban yang terjadi Pada hari Jumat tanggal 04 Desember 2020 sekira pukul 08.30 Wib,di Kebun milik korban dipinggir jalinsum antara Desa Tanjung Aur dan Desa Sungai Laru kecamatan Kikim tengah Kabupaten Lahat, 

Pada awak media Kapolres Lahat AKBP Achmad Gusti Hartono,Sik melalui Kaur Humas Polres Lahat Aiptu Liespono,SH mengatakan, Pelaku diserahkan oleh pihak keluarga pada hari Sabtu  26 Desember 2020 sekira jam 02.30wib.

" Pelaku ini menyerahkan diri dan diantar oleh pihak keluarga diterminal Lahat pada hari Sabtu (26/12) sekira pukul 02.30 wib," Ujar kaur Humas Polres Lahat.
Dikatakannya lagi,Pelaku saat ini sudah di bawa kepolres guna penyidikan lebih lanjut.

" Guna penyidikan lebih lanjut pelaku saat ini sudah kita bawa ke polres Lahat guna penyidikan lebih Lanjut," Tutup Aiptu Liespono.

Pewarta : Bambang/ IWO

Ngaku Ustadz, Pria Bawa Golok Dibungkus Kain Putih Diciduk Polsek Balaraja

 


POLICEWATCH,Banten,- Seorang pria terciduk membawa senjata tajam yakni sebilah golok, saat hendak bepergian ke wilayah Cilegon, Banten. Dia nekat membawa golok dengan alasan untuk menjaga diri. 

Hal itu berawal saat petugas Polsek Balaraja menerima laporan masyarakat yang curiga terhadap gelagat pria tersebut.

Pria yang mengenakan baju gamis putih  itu membawa tas dan kantong plastik saat berada dalam bus tujuan Cilegon. Bus itu berhenti di Jalan Raya Serang Kilometer 25, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Jumat (25/12/2020).

Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan memeriksa pria mencurigakan tersebut. Saat diperiksa, polisi menemukan sebilah golok yang diselipkan di pinggangnya. 

Pria yang diketahui bernama Ade Samsudin itu mengaku ustadz asal Kampung Neglasari, Desa Cipaten, Cihampelas, Bandung Jawa Barat. 

"Saat ini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan. Kita masih mendalami apa tujuannya membawa sajam (senjata tajam)," ujar Panit Reskrim Polsek Balaraja Aipda Jajang kepada SuaraBanten.id, Sabtu (26/12/2020).

Saat diinterogasi, pelaku mengaku membawa sajam dengan alasan untuk menjaga diri karena akan pergi ke wilayah Cilegon, Banten. 

"Yang bersangkutan dari Bandung membawa sajam untuk menjaga diri pergi ke rumah adiknya di wilayah Cilegon. Keterangan sementaranya seperti itu," ungkapnya. 

"(Tentu) alasan itu kita masih akan menggali keterangannya lagi untuk didalami," sambungnya. 

"Goloknya tuh di pinggang sebelah kiri dibalut kain putih. Kemudian, yang bersangkutan membawa tas berisi Al Quran dan kantong plastik berisi pakaian," pungkasnya.