Kampung Tangkal COVID-19 Kelurahan Ngulak Wakili Muba Di Tingkat Provinsi.
Polres Muba Gelar Tes Urin Mendadak Kepada Personil.
Sempat Mangkir Gubernur Bengkulu Dan Bupati Kaur Penuhi Panggilan Penyidik KPK
DIDUGA LETUSAN SENJATA API WARNAI PENYERGAPAN BATU SINABAR BAHAN BAKU MERKURI DI PELABUHAN NAMLEA
BURU, policewatch.news,- Heboh terjadi letusan senjata api di Pelabuha Kelas ll Namlea, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru. Diduga letusan berawal dari kejadian penyergapan pembawa Batu Sinabar (bahan baku Merkuri/Hg) yang diduga dibekingi oknum Anggota, Kamis, (14/01/2021).
Informasi yang berhasil di himpun www.policewatch.new dari berbagai sumber sekitar Pukul: 13.00 WIT masuk mobil Toyota Avansa Putih Nomor Polisi belum diketahui yang dikendarai Oknum Anggota (AT) yang memasuki pelabuha dan sandar didekat tangga naik KM. Doro Londa dan sementara dipantau Anggota Reskrim Polres Pulau Buru karena di curigai akan menaikan Batu Sinabar dan Merkuri (Hg).
Salah satu Anggota Reskrim hendak mendekati mobil yang dikemudikan oknum anggota AT berpangkat AIPDA, namun mobil menghindar lari keluar dari pelabuhan. Setibanya disekitar penampungan Kontainer terdengar lima (5) kali letusan yang diduga bunyi senjata api laras pendek milik oknum Anggota (AT) yang berada di dalam mobil Toyota Avansa putih. Selain bunyi letusan senjata api Oknum Anggot tersebut juga berteriak " Saya Perwira Polisi", sambil melaju mobil Toyota Avansa Putih yang dikendarainya keluar meninggalkan Pelabuhan Kelas ll Namlea.
Pada kejadian penyergapan Batu Sinabar (bahan baku Merkuri) yang diwarnai letusan yang diduga senjata api laras pendek milik Oknum Anggota, Masyarakat yang ada disekitar pelabuhan dan Penumpang KM. Dorolonda tampak kaget, dan cemas, serta bertanya-tanya sebenarnya ada kejadian apa sampai ada bunyi letusa senjata api.
Selain kejadian tersebut diperoleh informasi jika telah diamankan dua orang pembawa batu sinabar dan merkuri T (33 Tahun) dan USD (27 Tahun) dengan barang bawaan Koper berwarna orange, dua (2) buah tas ransel, serta dua (2) buah plastik besar berisi Batu Sinabar.
Sampai berita ini di publikasikan belum ada tanggapan atau klarifikasi resmi yang disampaikan pihak Otoritas Pelabuhan Namlea dan Polres Pulau Buru terkait kejadian tersebut. Humas Polres Pulau Buru yang di Konfirmasi Via pesan Whatsapp pada Minggu, (17/01) belum memberi jawaban, begitu pula Kapolres Pulau Buru yang di hubungi via pesan Whatsapp pribadi, Senin, (18/01) belum merespon konfirmasi Media, terlihat pesan telah terkirim.
Reporter: AP
Kapolsek Dan Camat Cikarang Selatan Giat Operasi Yustisi Dalam Rangka Penegakan Protokol Kesehatan.
Bupati Muba Dodi Reza Latih ASN Hingga Camat ke Pusdiklat BAIS.
ARANG LIMBAH DI SUNGAI TEBU SEMAKIN PEKAT, DI DUGA PT SERVO LINTAS RAYA TIDAK PEDULI KAN DAMPAK LINGKUNGAN DAN WARGA YANG TERCEMAR LIMBAH.

Pademi Covid 19, Kafe Djaja Bagi-bagi Nasi Bungkus Gratis dan Sudah Berjalan Dua Minggu Ini
POLICEWATCH.NEWS, PASURUAN- Banyak cara untuk berkontribusi di tengah pandemi Virus Corona (COVID-19) yang melanda Indonesia. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Cafe Djaja milik mantan Kades Kedungringin Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan ini.
Setiap hari jam 11.00 Cafe Djaja Pimpinan Viki Alianto yang juga mantan Kades ini membagikan ratusan paket nasi bungkus secara gratis kepada pengguna jalan. Kegiatan bagi-bagi nasi bungkus gratis itu dilakukan di depan Pabrik pengelolahan kayu Piravid atau tepatnya di Jalan Gunung Gangsir- Gempol.
Adi ketua pelaksana pembagian nasi bungkus gratis menuturkan, kegiatan ini terlaksana sebagai bentuk rasa prihatin berlarut-larutnya masa pademi-19 di tanah air kita khususnya di wilayah Kabupaten Pasuruan, “Kegiatan ini dikomandani oleh mantan Kedes Kedungringin yang juga pemilik Cafe Djaja yang berlokasi di bundaran Gempol arah menuju Porong, Viki Alianto . Hari ini kegiatan sudah berjalan Dua Minggu, kami membagikan 200 paket nasi bungkus kepada pengguna jalan tiap harinya,” ujar Viki, Senin (18/01/2021).
“Sasaran kegiatan ini adalah pekerja jalanan baik tukang becak maupun pemulung. Untuk sumber dananya dari kantong pribadi saya sendiri dan untuk siapa pun juga boleh menyumbang atau naruh nasi bungkus nanti kita yang bagikan.” paparnya.
Meski membagikan makanan gratis kepada warga yang melintas, Viki memastikan jika kegiatan ini tetap memperhatikan protokol kesehatan penanggulangan COVID-19 sebagaiman ditetapkan pemerintah.
“Sedapat mungkin kami hindari kerumunan. Petugas yang membagikan paket makan siang pun diatur betul jaraknya dan kami bekali dengan APD (Alat Pelindung Diri) seperti masker, hand sanitizer dan sarung tangan,” katanya.
Menurut Viki, selain memiliki nilai amal yang besar, berbagi di tengah situasi bencana merupakan spririt yang mendasari pergerakan Kami.
“Di saat pemerintah memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar, warga mematuhinya dengan tetap tinggal di rumah. Warung-warung dan pertokoan pun ikut tutup. Sementara mereka yang tetap bekerja di jalan kesulitan mencari warung makan. Kami hadir mengisi celah kosong tersebut,” katanya. (dor)
Kapolda Sumsel Sampaikan Hasil Uji Lab Spesimen Covid 19 Dengan Biorad CFX96 Real-Time System
Kapolda mengatakan bahwa menindaklanjuti surat dari RS Bhayangkara Palembang perihal uji konfirmasi laboratorium pemeriksaan spesimen Covid-19 berdasarkan hasil uji konfirmasi Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan maka didapatkan hasil uji konfirmasi spesimen positif 100% (20/20) dan spesimen negatif 100% (10/10).
Hasil ini didapat langsung dari Manajer Teknis Laboratorium Virologi, Bapak Subangkit, M. Biomed yang dipertegas oleh keterangan dari Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Dr. dr. Vivi Setiawaty, M. Biomed.
Istilah baru “terkait pemeriksaan spesimen” ini, baru muncul beberpa waktu belakangan untuk memastikan diagnosis Corona (Covid-19) yang sebelumnya ada beberapa jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan yaitu tes cepat (rapid test) dan tes usap atau metode reaksi rantai polimerase (PCR), imbuhnya.
Kapolda menginformasikan bahwa RS Bhayangkara palembang dapat melakukan pemeriksaan spesimen pada suatu bagian dari keseluruhan (sampel), yang diambil dengan metode tertentu, jika dikerucutkan pada prosedur diagnosis corona saat ini, pemeriksaan spesimen mengacu pada tes usap atau PCR dalam pengambilan sampel atau spesimennya dikarenakan PCR adalah satu-satunya metode efektif untuk mendiagnosis Covid-19 yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga saat ini, tandasnya.(Herman/Bamb)











