Duh! Kelamaan Gak Masuk Sekolah, di Garut Anak SD Marak Jadi Badut Jalanan
Sebuah Counter Hanphone Milik Warga Kejayaan Habis Terbakar, Diperkirakan Kerugian Puluhan Juta Rupiah
POLICEWATCH.NEWS, PASURUAN- Diduga akibat konsleting listrik, sijago merah mengamuk di sebuah konter milik warga Sladi di Dusun Sidomulyo, Desa Sladi, tepatnya di jalan Raya Kejayan No. 29 Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Kebakaran itu menghanguskan bangunan Counter Handphone beserta isinya.
Warga menuturkan Counter Hanphone tersebut di ketahui seorang pengusaha bernama Andrei.
Andre pemilik Counter menuturkan saat dirinya melihat api muncul dari atap Counter miliknya. Secara langsung dia menghubungi pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pasuruan. Tidak beselang lama tiem Damkar dengan 2 unit datang ke lokasi kebakaran beserta petugas pemadam di bantu anggota TNI secara sigap mengambil tindakan cepat dengan memadamkan api tersebut agar tidak menjalar ke rumah warga disekitar tempat kejadian. Sabtu (30/01/2021)
" Kejadiannya jam 06.00 pagi saya kaget ketika saya keluar rumah untuk membuka konter, baru beberapa langkah dari rumah saya," jarak rumah saya tidak jauh dari konter, tiba-tiba atap konter terlihat ada asap yang keluar begitu besar di sertai api, sontak saya langsung hubungi pemadam kebakaran.
Masih kata Andrei, musibah kita tidak tau kapan datangnya saya ikhlas memang ini musibah dan saya tidak ingin ini terjadi. Konter milik saya beserta isinya habis di lalap si jago merah, untuk kerugian saya perkirakan jutaan rupiah, tapi saya masih bersukur api tidak sampai menjalar ke rumah warga dan tidak menimbulkan korban jiwa," ujarnya kepada awak media. (dor)
Ditengah Pandemi Covid-19 "Mulai 1Februari" Sri Mulyani Memajaki Pulsa Hingga Token
![]() |
| Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati |
"Di negara lain justru ada subsidi besar-besaran dari pemerintahnya kepada pelaku usaha dan masyarakat. Sementara kok Indonesia berkebalikan,"
Red, POLICEWATCH,-Kebijakan baru Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang memajaki penjualan pulsa, kartu perdana hingga token dan vouher mendapat kritik dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef)
Dugaan Penyimpangan Dana Desa ADD Desa Telatang, JPKP Desak Usut Sampai Tuntas
Walikota Setujui Pelantikan & Jalankan Program IWO di Pagaralam
Ketum IWO Ikut "Ngopi" di Kompas TV
KINERJA GM WS2JB PATUT DIPERTANYAKAN, YLKI LAHAT MINTA DIRUT PLN EVALUASI
Kapolres Grobogan Perintahkan kapolsek dan anggota bhabinkamtibmas setempat untuk memberikan imbauan kepada warga terkait meluapnya air sungai Lusi
POLICEWATCH, GROBOGAN, – Ketinggian air sungai Lusi terus meningkat sejak Kamis (28/1/2021). Puncaknya sejumlah wilayah di Kecamatan Purwodadi tergenang air pada, Jumat (29/1/2021).
Beberapa daerah yakni Desa Karanganyar, Desa Nambuhan, Desa Nglobar, Kedungrejo, Lingkungan Kuripan, Lingkungan Jengglong, Lingkungan Jetis, dan Lingkungan Banaran tergenang banjir. Kisaran ketinggian air mencapai 20-70 centimeter.
Sebanyak 12 rumah warga di Desa Karanganyar dikabarkan terendam banjir akibat elevasi Sungai Lusi tersebut. Sementara luapan air menggenangi jalan di Dusun Sowan, Desa Nambunan dan Dusun Cangak, Desa Nglobar.
Tidak hanya itu, luapan air juga menggenangi pemukiman warga di Desa Nglobar, Desa Nambuhan dan beberapa wilayah di Kelurahan Purwodadi. Banjir juga merendam satu unit sekolahan di SDN 1 Nambuhan.
Hingga kini, belum diinformasikan adanya korban jiwa akibat banjir. Namun, warga diimbau berhati-hati saat berada di area yang tergenang banjir.
Peristiwa meluapnya air sungai Lusi ini dibenarkan Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan. Pihaknya mengatakan kapolsek dan anggota bhabinkamtibmas setempat untuk memberikan imbauan kepada warga yang berada di sekitar area banjir.
“Kapolsek dan Bhabinkamtibmas masing-masing desa sudah stand by di lokasi sambil memantau situasi kondisi,” ujarnya.
Sementara itu, Kabag Ops Kompol Sugiyanto mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di areal yang terendam banjir untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Termasuk berenang di lokasi banjir, khususnya bagi anak-anak. Oleh karena itu, kami mengingatkan para orangtua dan perangkat desa untuk dapat memperketat pengawasan di lokasi banjir serta melarang anak-anak berenang,” imbaunya.
Selain itu, Ia juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat sewaktu-waktu ketinggian air bisa meningkat.
Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Endang Sulistyaningsih juga mengimbau agar warga waspada dan berhati-hati dengan adanya genangan air tersebut. Mereka dminta untuk tetap menggunakan alas kaki.
“Kami imbau kepada masyarakat supaya waspada dan berhati-hati, ketika terjadi genangan. Tetap patuhi prokes, jaga kesehatan yang jelas selalu pakai alas kaki disaat kondisi banjir,” imbaunya.










