Kampanye Akbar, AHY Ajak Warga Bandung Menangkan Prabowo-Sandiaga


Reporter : Nana S
 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ajak Warga Bandung Menangkan Prabowo- Sandi
Bandung (policewatch.news),-  Calon Presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto memulai kampanye terbuka di Jawa Barat (Jabar), Kamis (28/3). 
Dalamkampanyenya Prabowo ditemani sejumlah tokoh partai koalisi. Mulai dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Sohibul Iman, Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Ini adalah duet pertama kampanye AHY dan Prabowo. AHY pun berkesempatan untuk memberikan orasi politik di hadapan para pendukung Prabowo-Sandi.
"Hari ini kita sama-sama berkumpul di Kota Bandung untuk menangkan 02 Prabowo-Sandi. Saya AHY, mewakili Partai Demokrat yang jadi koalisi pengusung Prabowo-Sandi di pilpres ini," kata AHY di hadapan para pendukung di Lapangan Sidolig, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/3).
AHY menceritakan selama dua tahun terakhir berkeliling untuk mendengar aspirasi masyarakat. Banyak permasalahan yang dihadapi. Dia meyakini Prabowo bisa menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Kami dukung penuh Prabowo-Sandi untuk jadi Presiden di lima tahun mendatang,"
Putra sulung SBY ini juga yakin visi-misi Prabowo-Sandi sejalan dengan 14 program kerja Demokrat. Salah satunya mengurangi kemiskinan. Program-program pro rakyat bakal dijalankan Prabowo Subianto. Dia mencontohkan program yang digagas Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
"Kalau masih dirasakan perlu jangan salah pilih, Pilih 02 dan Demokrat no 14. Kami akan yakinkan akan diwujudkan untuk rakyat," ungkap AHY.
Dia yakin Prabowo-Sandi mampu membawa perubahan untuk Indonesia yang lebih baik.
"Menangkan 02 prabowo Sandi. Saya ajak masyarakat Jawa Barat, Bandung khususnya 17 april nanti datang ke TPS untuk memilih Partai Demokrat, partai rakyat, partai SBY yang sudah terbukti tingkatkan kesejahteraan rakyat," ajak AHY.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga memuji sosok AHY yang cinta kepada Indonesia. Dia mengorbankan kariernya sebagai Perwira TNI dan fokus ke Partai Demokrat.
"Dia korbankan kariernya untuk Indonesia," kata Prabowo.

LEHER DIGOROK, KALUNG DAN GELANG EMAS KORBAN RAIB

Reporter  : Nyaman
Guna penyidikan polisi pasang garis police line Kamis, 28-3-2019

Batang (policewatch.news) Pembunuhan disertai perampokan yang terjadi di Desa Kebondalem Gringsing, pada Kamis (28/3) tergolong sadis. Korban, Hj. Mujiati binti Kasman, yang sudah lanjut usia itu, harus meregang nyawa dengan kondisi leher digorok dan nyaris putus. Kamis, 28-3-2019

Kapolsek Gringsing, AKP Sugiyanto menjelaskan, peristiwa pembunuhan ini diketahui setelah anak korban bernama Sulastri datang ke rumah korban pada Kamis pagi. Kedatangan saksi atau anak korban ini adalah untuk mengantarkan sarapan, seperti biasanya. Karena korban memang hidup sendiri dirumah tersebut, sementara anak-anaknya sudah berpisah dari korban dan membuat rumah sendiri.

Saksi yang merasa curiga karena pintu tak kunjung dibuka oleh korban, dan juga lampu depan rumah masih menyala, akhirnya membobol jendela samping rumah untuk masuk. Namun, betapa terkejutnya Lastri, saat mengetahui ibunya sudah dalam kondisi meninggal dunia dan bersimbah darah.

Saksi kemudian berteriak meminta tolong dan sejumlah tetangga kemudian berdatangan, hingga akhirnya petugas dari Polsek Gringsing yang mendapat laporan langsung tiba di TKP.

Dari hasil olah tkp yang dilakukan petugas, diketahui korban meninggal akibat luka sayatan benda tajam dilehernya. Korban mengalami luka sayatan dileher, hingga dalam kondisi menganga. 

Sementara, sejumlah perhiasan yang biasa dikenakan korban berupa gelang, kalung dan cincin seberat 100 gram, raib. Selain itu, bagian dalam rumah korban juga kondisinya acak-acakan.

Kuat dugaan,  juragan sengon tersebut tewas akibat di bunuh oleh orang yang hendak merampok harta benda korban. Korban dipastikan meninggal lebih dari 10 jam, setelah ditemukan oleh anak korban. Atau dengan kata lain, kejadian perampokan terjadi pada Rabu malam.

Usai dilakukan olah tkp, jenazah korban kemudian dibawa ke puskesmas Subah guna kepentingan outopsi. Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi. 

Kasus ini sedang dalam penanganan satreskrim polres batang.

Coblos Nomor 1 Aris Caleg DPRD Partai Nasdem Dapil 2 Merapi Area


Reporter : Bambang.MD/IWO
Aries Calon anggota DPRD Kabupaten Lahat melalui Partai Nasdem wilayah dapil 2 Merapi 

POLCEWATCH.NEWS - LAHAT - Pileg tinggal hitungan beberapa hari lagi Aries pengusaha Rumah Makan  Rapen Grup mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Lahat periode 2019 - 2024.

Aries mencalonkan dari Partai Nasdem Nomor 1 dari dapil 2 (Merapi Timur.Barat dan Selatan) dari partai Nasdem adalah ketua umum Surya Paloh dengan Restorasi Perubahan jejak rekamnya sudah diakui dan partai yang ektabilitasnya sangat dikenal oleh rakyat tanpa mahar.

Aries mengaku mencalonkan anggota DPRD Kabupaten Lahat melalui Partai Nasdem wilayah dapil 2 Merapi Area ingin menyerap aspirasi dari bawa untuk menuju perubahan yang lebih baik lagi dalam mewujudkan pembangunan di dapil 2 (Merapi Area) seperti Infrastruktur pedesaan dan ekonomi kerakyatan ujar " Aries yang sangat santun dan sederhana dan dia juga kedekatan dengan wartawan.

Saya apabila nanti terpilih dan dipercaya oleh rakyat kata Aris jangan lupa Coblos nomor 1 cari nama Aris dari Partai Nasdem pada Pileg tanggal 17 April 2019 tinggal beberapa hari lagi " Sekali lagi datangi TPS cari nama Aris Coblos Nomor 1 ada gambar Partai Nasdem ungkap" Aris.

Dan apabila saya dipercaya oleh masyarakat saya akan memperjuangkan aspirasi konstituen saya menuju Restorasi Perubahan sesuai apa yang diamanatkan oleh ketua umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Yang jelas saya Terus bersosialisasi kepada Tim saya yang ada di Merapi untuk memenangkan dalam Pileg yang sebentar lagi digelar dan saya selaku kader Partai Nasdem akan memenangkan Jokowi dan Ma'ruf Amin Capres Nomor urut 1 kata " Aries putra dari Ajis Rapen pengusaha dan Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Muara Enim kebetulan Ayah saya caleg dapil 1 Kota Muara Enim Tutur "  Aries

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan Pendeta Cantik Asal Nias

Reporter : Yandi Robert
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara
Palembang, (policewatch.news)- Berkat kerjasama tim gabungan Polres Ogan Komering Ilir (OKI) di back-up Polda Sumsel berhasil mengungkap kasus pembunuhan dan pemerkosaan pendeta cantik Melinda Zidemi, yang diberitakan sebelumnya ditemukan oleh warga dalam kondisi tewas dengan busana setengah telanjang, tangan dan kaki terikat ban bekas, Selasa (26/03/2019) di tengah areal perkebunan sawit PT. PSM Divisi III Blok  F 19, Sungai Baung Bukit Batu Kabupaten OKI, sekitar pukul 04.30 Wib
.
Pendeta cantik Melinda Zidemi tewas dengan busana setengah telanjang, tangan dan kaki terikat ban bekas, Selasa (26/03/2019)
Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra, SH, SIk, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (28/03/2019) mengatakan penangkapan tersangka setelah pihaknya melakukan olah TKP dan penyelidikan terkait kasus pembunuhan korban dengan memeriksa para saksi di lokasi tempat kejadian.

"Dari pemeriksaan inilah diketahui jika ketika kejadian ada masyarakat yang melihat kedua pelaku melintasi lokasi kejadian, sehingga kami mengamankan keduanya untuk dilakukan pemeriksaan, "kata Kapolres.
Kemudian, saat dilakukan pemeriksaan, awalnya kedua pelaku tidak mengakui, namun dengan pendalaman penyelidikan yang dilakukan pihaknya ditemukan barang bukti yang membuktikan jika keduanya merupakan pelaku pembunuhan korban.
Kedua pelaku Nang (20) dan Hendri (18),

"Kedua tersangka dan barang bukti sudah kami amankan di Polres OKI, dan nanti akan dibawa ke Mapolda untuk dirilis langsung oleh Kapolda, "ungkap Kapolres.

Sementara, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi saat ditemui awak media di Mapolda, Kamis (28/03/2019) mengatakan kedua pelaku sudah ditangkap dirumahnya saat akan kabur oleh tim gabungan Subdit Jatanras Polda Sumsel dan Reskrim Polres OKI, dua pelaku tersebut tinggalnya tidak jauh dari tempat lokasi kejadian.

"Pelakunya sudah ditangkap dua orang, Nang (20) dan Hendri (18), kedua pelaku juga ditembak di bagian kaki dan sekarang langsung dibawa ke Mapolda, dan untuk motif lebih jelasnya akan disampaikan langsung oleh pak Kapolda dalam konfrensi pers, Jumat (29/03) besok, "terangnya.

Sementara, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (28/03/2019) membenarkan jika Polres OKI di back up Polda Sumsel kini telah berhasil menangkap kedua pelaku.

"Iya, Alhamdulillah hanya sekitar 48 jam kedua pelaku sudah ditangkap, dan Jumat besok (29/03/2019) kira-kira pukul 15.00 Wib kita rilis, setelah barang bukti dan tersangka dibawa ke Polda Sumsel, "jelas Kapolda.

KPK: Uang Pecahan 20 ribu dan 50 ribu Sekitar Rp 8 Miliar di 84 Kardus untuk Serangan Fajar Pemilu 2019









Reporter : Bambang MD
 KPK sita sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang telah dimasukkan dalam amplop-amplop dalam 84 kardus.

JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menyayangkan kembali tertangkapnya seorang anggota DPR RI. KPK baru saja menetapkan Anggota DPR RI Komisi VI Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka suap terkait dengan kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpus Transportasi Kimia (HTK). 

Diduga politisi Partai Golkar itu telah mengumpulkan uang dari sejumlah penerimaan penerimaan terkait jabatan yang diopersiapkan untuk ”serangan fajar" pada Pemilu 2019 nanti.

Dalam tangkap tangan yang dilakukan pada Rabu (27/3) sore hingga Kamis (28/3) dini hari, tim KPK awalnya mengamankan Rp 89,4 juta dari Indung yang merupakan orang kepercayaan Bowo. Transaksi tersebut terjadi di Kantor HTK, saat Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti memberikan uang yang disimpan dalam amplop coklat. KPK menduga suap yang diberikan kepada Bowo bukanlah transaksi pertama. KPK pun terus menelusuri transaksi dengan melakukan penggeledahan di sebuah lokasi di Jakarta.

Setelah dilakukan penelusuran, karena diduga adanya penerimaan-penerimaan sebelumnya disimpan di sebuah lokasi di Jakarta, maka tim bergerak menuju sebuah kantor di Jakarta. Dari lokasi tersebut mengamankan uang sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang telah dimasukkan dalam amplop-amplop dalam 84 kardus.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengungkapkan amplop-amplop berisi uang diduga dipersiapkan oleh Bowo untuk "serangan fajar" pada Pemilu 2019. Uang tersebut diduga terkait pencalonan Bowo sebagai anggota DPR RI di Daerah Pemilihan Jawa Tengah II.
"Jumlah kardus yang diamankan ada sekitar 400 ribu amplop dalam kardus-kardus ini berisikan uang. Kami duga tentu dari bukti-bukti yang sudah kami dapatkan itu akan digunakan untuk pendanaan politik dalam "serangan fajar" pada Pemilu 2019 pada 17 April nanti," kata Febri.
"Ini kami amankan dan dibawa ke kantor KPK karena ada sebagian dari uang yang diduga sudah pernah diterima sebelumnya sekitar enam kali, penerimaan itu sudah tergabung dalam amplop-amplop," tambah Febri.

Sementara Basaria mengungkapkan, secara keseluruhan KPK telah memproses 236 para wakil rakyat, yang terdiri dari 71 anggota DPR sebagai tersangka selain kasus ini, dan 165 anggota DPRD di seluruh Indonesia. Para anggota dewan yang seharusnya menjadi wakil rakyat yang menjaga amanah, tidak sepatutnya melakukan hal hal yang malah meruglkan rakyat.

"Oleh karena itu, KPK kembali mengajak masyarakat untuk mengingat dan memahami slogan 'Pilih yang Jujur" sebagai sikap yang harus kita ambil dalam Pemilu 2019 ini," tegas Basaria.

Warga Dihebohkan dengan Air Terjun yang Muncul di Dinding Kawah Gunung Galunggung


Reporter : Abucek



Tasikmalaya (policewatch.news) - Warga Tasikmalaya sekitar lereng Gunung Galunggung dihebohkan dengan kemunculan aliran air mirip air terjun yang keluar dari tebing kawah Galunggung di Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (28/3/2019) sore.  
dari kejauhan air terlihat mengalir seperti benang putih Kamis (28/3/2019) sore. 
Bahkan, video kemunculan air air tebih itu sudah menyebar luas dari aplikasi chating dan Facebook.

Fahmi Muzaki, salah satu warga Kecamatan Sukaratu mengatakan, kemunculan air dari tebing di kawah Galunggung terlihat sore hari saat cuaca disekitar Galunggung mendung. Melihat fenomena tersebut warga heboh dan ada sebagian warga yang mengadikan dengan handphone.

"Sudah tiga hari ini hujan terus mengguyur wilayah Sukaratu dan sekitarnya. Kami juga kaget dengan kemunculan itu. Makannya sekarang warga merasa khawatir dan bertanya-tanya akan fenomena tersebut, " 

Dari kejauhan,  aliran air dari tebing kawah Galunggung terlihat sangat jelas seperti benang putih. Warga khawatir hal tersebut menimbulkan air kawah meluap dan banjir.

"Warga khawatir jika terus menerus hujan, aliran air semakin besar dan mambuat air di kawah ikut bertambah debitnya. Begitu juga dengan air di sungai Cibanjaran dan Cikunir juga ikut membesar, " 

Sementara itu, kepala Pos Pengamatan Gunungapi Galunggung Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gradita Trihadi melalui sambungan telepon mengakui adanya aliran air yang turun dari tebing barat daya. Aliran air itu sudah lama terjadi, hal ini diprediksi terjadi adanya penggerusan dinding oleh aliran air kawah Guntur yang berada diatas dinding.

"Sebetulnya aliran air dari atas sana sudah berlangsung dari dulu, cuman saat ini debit air lebih besar dikarenakan musim hujan, " papar Gradita.

Ditanyakan apakah akan kemungkinan berdampak ke pemukiman, Gradita mengatakan sangat kecil. Tetapi pihaknya mengimbau kepada warga untuk tidak turun ke kawah karena potensi longsor cukup tinggi.

"Air yang mengalir itu tidak langsung masuk ke sungai Cikunir dan Cibanjaran tapi masuk ke area kawah Galunggung, " pungkas Gradita.

Tiga Wartawan Dianiaya Warga Saat Peliputan

Reporter : Yandi Robert
Lagi-lagi Kriminalisasi terhadap Wartawan terjadi di OKI Kamis (28/03/2019)
OKI, (policewatch.news)- Peristiwa tragis yang dialami tiga wartawan Ogan Komering Ilir (OKI) bernama Wahid Ariyanto (35), Mat Bodok (40), dan Safriawan (43), mengalami luka memar robek di bagian kepala dan bibir, saat melakukan tugas peliputan rapat dikantor Desa Celikah Kecamatan Kayu Agung Sumsel, Kamis (28/03/2019) 

sore sekira pukul 16.00 Wib. Rapat tersebut membahas sanksi adat bagi dua warga setempat yang kepergok selingkuh pada Rabu (27/03/2019) dini hari pukul 02.00 Wib di kediaman sang wanitanya.

Beruntung, ketiga wartawan media cetak dan online ini berhasil kabur dari kepungan ratusan warga yang hadir dalam rapat tersebut, namun ketiganya mengalami luka memar di bagian kepala dan robek di bagian bibir akibat pukulan massa.

Menurut keterangan dari salah satu rekan wartawan Wahid Ariyanto (35) yang menjadi korban, awalnya mereka datang ke kantor desa Celikah hendak meliput berita rapat membahas sanksi adat bagi pasangan yang kepergok selingkuh, namun ada warga yang menyodorkan absensi dan ditolak karena bukan termasuk warga Celikah.

"Absensi itu untuk warga Celikah yang menghadiri rapat desa, jadi saya tolak. Kemudian warga lainnya melihat saya mainkan Hp berteriak sudahlah, jangan nak ngetik-ngetik, dan saya jawab tidak, karena memang tidak sedang ngetik berita, tapi lihat facebook, "ungkap Wahid Aryanto usai melakukan visum di RSUD Kayu Agung.

Kemudian lanjut Wahid, warga lainnya berteriak usir saja wartawan itu, dan seketika warga di lokasi langsung mengepung kami bertiga sembari melakukan pemukulan. Sempat kena pukulan di bagian kepala, Wahid Aryanto yang merasa nyawanya terancam langsung kabur ke dalam Puskesmas Celikah yang berseberangan dengan kantor desa.
 Namun puluhan warga juga melakukan pengejaran terhadap mereka, Safriawan dan Mat Bodok yang juga mengalami pemukulan di bagian pipi dan bibir ini diselamatkan warga setempat yang pro agar permasalahan perselingkuhan itu diberikan hukuman adat dan diarak keliling kampung, sementara warga yang melakukan penganiayaan terhadap wartawan diduga warga yang kontra terhadap sanksi adat.

"Ketua PWI OKI Lidia Sinaga didampingi Bambang Samudera, SH, dan Sekjen IWO Romi Maradona, SH, menyatakan akan membawa masalah ini ke jalur hukum, usai visum ketiga korban kita dampingi ke Polres OKI untuk melaporkan kasus ini, karena tugas peliputan juga diatur oleh undang-undang, tidak ada yang bisa melarang, apalagi sampai melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap rekan wartawan, "tegasnya.

Bambang Wuragil Kembali Nahkodai DPD Asdamkindo Jateng Masa Bakti 2019 – 2024



Reporter : M. Taufiq.Sapta
 
 Bambang Wuragil, no 5 dari kiri saat poto bersama dalam pembukaan Seminar dan Musda II DPD Asdamkindo Provinsi Jawa Tengah Di Hotel Santika Premiere Semarang. Foto: M. Taufik




Semarang, (policewatch.news )-
DPD Asosiasi Sumber Daaya Manusia dan Konstruksi Indonesia ( Asdamkindo) Jawa tengah menggelar seminar dan Musyawara Daerah ( Musda II ). Acar yang di hadiri oleh 100 anggota Asdamkindo dengan mengusung tema “ Peningkatan mutu SDM guna strategi Pemenangan Tender “ yang diselenggarakan di ruang Borobudur, Hotel Santika Premiere
Semarang jalan Pandanaran no 116 – 120, Pekunden Semarang, Rabu, 27/3/2019.

Ketua DPD Asdamkindo Jateng, Ir. Bambang Wuragil Untung,MM.M.Sc mengatakan di Asdamkindo kita memiliki tenaga ahli dan tenaga terampil. Di Jateng Asdamkindo memiliki tenaga ahli dan tenaga terampil sejumlah 2000 orang,karena keterbatasannya tempat maka untuk acara seminar dan Musda II Asdamkindo Jateng di wakili oleh perwakilan masing masing daerh yang semua 100 peserta, ucapnya.

Ketum DPP Asdamkindo, Ir. Hartony,ST.MM dalam sambutannya ,menuturkan,” Kegiatan Seminar dan Musda ini merupakan suatu perwujudan nyata dari komitmen dan konsisten serta upaya kerja keras dari pimpinan Asdamkindo pada struktur kepengurusan dalam menyempurnakan legalitas dan legitimasinya sebagaimana tuntutan AD/ART Asdamkindo dan peraturan perundangan yang berlaku . Pemberlakuan UU no 2 tahun 2017 tentang jasa konstruksi menjadi satu penantian cukup panjang.

“ Berbagai harapan mengemuka sebagai sikap optimisme menyambut UU No 2 tahun 2017.berbagai persiapan telah dilakukan termasuk peraturan turunannya sedang uji publik di berbagai wilayah dan melibatkan berbagai stakeholder di Jawa Tengah, tujuannya adalah agar UU No 2 tahun 2017 dapat diimplementasikan dan menjadi solusi atas berbagai persoalan yang ada termasuk kaitannya dengan SDM konstruksi.” Ucapnya

Menurut Hartony, berdasarkan data Kementerian PUPR bahwa semua SDM terserap di sektor konstruksi mencapai 8.140.000 jiwa ,dari jumlah tersebut 4.000.880. orang adalah SDM Konstruksi yang belum bersertifikat. Sementara SDM konstruksi yang sudah bersertifikat baru 519.000, jadi baru sekitar 10,15 persen , jadi tugas masih panjang. Dari jumlah SDM konstruksi yang belum bersertifikat menjadi risau karena dalam UU no 2 tahun 2017 dinyatakan dengan jelas bahwa pembangunan konstruksi wajib dilakukan oleh SDM konstruksi bersertifikat, Oleh karenanya Pemerintah telah mencanangkan peningkatan SDM Konstruksi bersertifikat dalam Deklarasi di Bali 6 juni 2018, pungkasnya.

Sementara itu Agus Supriyanto mewakiliGubernur Jateng dalam amanat sambutannya, mengatakan, menyambut posisif dalam pelaksanaan Musda II ini sebagai sarana komunikasi dan konsolidasi para anggota dalam upaya peningkatan kinerja organisasi .Oleh Karena itu dalam kesempatan yang baik ini untuk mendiskusikan dan membahas kebijakan dan rencana rencana organisasi.

Menurutnya, Semua persoalan serap masukan sebanyak banyaknya dan diskusikan untuk mendapatkan solusinya yang terbaik. Persoalan infrastruktur selalu menjadi isyu yang seksi ditengah masyarakat ketika pembangunan dilaksanakan oleh Pemprov Jateng. Agus menambahkan, Pemprov jateng membuka akses komunikasi dengan masyarakat, keluhan terbanyak adalah tentang buruknya infrastruktur, terutama jateng, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi dan sering menjadi pemicu terjadinya kecelakaan . maka komitmen pemimpin terus kita kuatkan agar pembangunan infrastruktur memiliki keberhasilan pada setiap periode Kepala Daerah yang memimpin Jateng,” pungkasnya.
 
Ketum DPP Pusat Asdamkindo,Ir.Hartony,ST.MM saat melantik serta pengucapan janji
Pengurus baru DPD Asdamkindo Jateng masa bakti 2019 - 2024 Foto ; M. Taufik.


Pada sesi terkahir dengan Pelantikan Ketua DPD Asdamkindo dalam hal ini secara aklamasi bulat menetapkan kembali Ir. Bambang Wuragil,MM.M.Sc sebagai Ketua DPD Asdamkindo Jateng masa bakti 2019 – 2024. Dan Ketua Asdamkindo Jateng yang baru ,dilantik oleh Ketum DPP Pusat Asdamkindo, Ir. Hartony.ST.MM

Cuaca Buruk Prabowo Batal hadir, Ribuan Pendukung asal Tasela tetap Semangat ikuti kampanye Terbuka.

Reporter ; (Yat'S biro Tasikmalaya).
KAMPANYE TERBUKA MASYARAKAT TETAP ANTUSIAS WALAU PRABOWO BATAL HADIR KARENA CUACA BURUK.Kamis (28/3/2019) 

TASIKMALAYA (Policewatch news) - Kampanye terbuka pasangan capres Cawapres Prabowo-sandi di lapangan karangmeker kec. Karangnunggal kabupaten Tasikmalaya batal hadir.

Ketua panitia pelaksana istigosah 283, Ogi Yogaswara, mengatakan: ketidak hadiran Bapak Prabowo Subianto dalam kampanye terbuka diwilayah Tasela pada Kamis (28/3/2019) dikarenakan cuaca buruk, sehingga akan  membahayakan keselamatan penerbangan.

Ogi pun menyatakan permintaan maaf kepada semua pendukung setia pasangan Prabowo-Sandi agar sabar dan tetap semangat.

Acara tersebut hanya di hadiri Djoko santoso ( ketua Badan pemenangan nasional) dan Bahtiar Chamsah (pembina BPN) dan juru kampanye lainya.

Djoko santoso dalam kesempatan ini menyampaikan sejumlah program yang di usungan pasangan Prabowo-sandi yang mengedepankan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat indonesia, selain itu  ajakan memilih pasangan no 02 karena seluruh program yang di usung seluruhnya program yang mengedepankan kepentingan rakyat.

Dalam kesempatan ini pula, Djoko Santoso mengaku sangat terharu dengan besarnya dukungan masyarakat tasik selatan kepada capres 02. 

" mari kita dukung dan kawal proses demokrasi ini demi perubahan dan kemenangan Prabowo-Sandi sebagai presiden dan wakil presiden RI 2019-2024," tegas Djoko.

Sementara salah satu pendukung capres 02 asal Kecamatan Cibalong, Hendri kepada awak media (PolicewatchNews) mengaku sedikit kecewa karena Prabowo tak jadi hadir dalam kegiatan ini, namun demikian kampanye terbuka tetap berjalan sukses bahkan seluruh pendukung yang hadir di lapangan rancabukung ini bertahan sampai acara selesai.

" kami paham, beliau (Prabowo) adalah aset bangsa yang harus dijaga keselamatannya" jelas Hendri. 

Anggota DPR "Bowo Sidik Pangarso di Tetapkan Sebagai Tersangka" oleh KPK


Reporter : Bambang MD
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (28/3).

Jakarta (POLICEWATCH.NEWS),-KPK menetapkan anggota DPR Komisi VI Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka. Bowo diduga terlibat dalam praktik suap distribusi pupuk di PT Pupuk Indonesia Logistik.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara dengan menetapkan 3 orang tersangka yaitu BSP (Bowo Sidik Pangarso), IND (Indung), ASW (Asty Winasti)," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (28/3).

Dalam kasus ini, Bowo ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Indung selaku pejabat PT Inersia dan Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti.

Politikus partai Golkar itu diduga menerima suap Rp 8,2 miliar dan USD 85.130, atau total sekitar Rp 9,4 miliar, dari Asty melalui Indung yang merupakan orang kepercayaan Bowo.
 
anggota DPR Komisi VI Bowo Sidik Pangarso Politikus partai Golkar
Status tersangka diberikan terhadap Bowo usai KPK melakukan pemeriksaan selama 1x24 jam.
Diketahui dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Kamis (28/3) dini hari, KPK mengamankan 9 orang termasuk Bowo.

Selain mengamankan total 9 orang, penyidik pun turut mengamankan uang yang terdiri dari pecahan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. KPK menduga uang itu terkait dugaan suap distribusi pupuk.

Akibat perbuatannya, Bowo dan Indung sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan/atau Pasal 12 B Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncro Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPjuncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara itu Asty sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan deak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.


Volume Truk di Jembatan Timbang Subah Anjlok Sejak di Bukanya Jalan tol Trans Jawa


Reporter  : Heru 
Kondisi volume truk angkutan barang yang melintas di Jembatan Timbang Subah, Kabupaten Batang, Jateng, turun drastis seiring dengan beroperasinya jalan Tol Trans Jawa. Kamis, 28 Maret 2019 

Batang (policewatch.news) - Volume truk pengangkut barang yang melalui Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan bermotor (UPPKB) Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, turun 74 persen seiring dengan dibukanya jalan Tol Trans Jawa sejak 1 Januari 2019.

Kepala UPPKB Jembatan Timbang Subah, Batang, Arif Munandar di Batang, mengatakan bahwa volume kendaraan truk pengangkut barang sejak Januari 2018 hingga akhir Maret 2018 sebanyak 82.211 kendaraan, kemudian turun menjadi 20.994 kendaraan pada periode  yang sama tahun 2019., Kamis 28/03

"Demikian pula, jumlah penindakan terhadap truk pengangkut barang yang melebihi batas tonase pada 2018 sebanyak 8.044 truk atau turun menjadi 2.832 truk pada 2019. Ini semua akibat beroperasinya jalur tol Trans Jawa," katanya.

Menurut dia, para sopir truk pengangkut barang yang diduga melebihi batas tonase yang berasal dari arah timur (Semarang) menuju Jakarta (barat) lebih memilih melintas jalur Tol Transjawa mulai dari pintu masuk tol Weleri, Kabupaten Kendal dan keluar tol depan Pasar Grosir Setono, Kota Pekalongan.

"Para sopir truk sengaja menghindari penindakan di Jembatan Timbang Subah sehingga mereka memilih melintas jalan tol. Kami berharap ada solusi pengawasan terhadap angkutan barang yang melebihi batas tonase, " katanya.

Berdasar pantauan, banyak angkutan truk bersumbu dua dan sumbu tiga dari arah timur (Semarang), saat sampai di perbatasan jalan nasional memilih masuk pintu masuk tol Weleri.

Namun, kemudian keluar tol setelah sampai di pintu keluar tol Kandeman Kabupaten Batang dan pintu keluar tol depan Pasar Grosir Setono, Kota Pekalongan.

Sopir truk Bayu Daryanto mengatakan dirinya sengaja melalui masuk jalan Tol Weleri sebagai upaya menghindari pemeriksaan beban berat barang yang ada pada truknya.

"Disamping, faktor lebih cepat sampai pada tujuan, kami sengaja tidak melalui jembatan timbang karena takut ditilang oleh petugas," katanya.


Divisi Propam Mabes Polri Sidak Ke Mapolres Prabumulih

Reporter : Yandi Robet
Divisi Propam Mabes Polri Tim Operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Polres Prabumulih, Rabu (27/03/2019).

Sumsel Prabumulih, (policewatch.news)- Divisi Propam Mabes Polri Tim Operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) dipimpin oleh Sesro Provos Mabes Polri Kombes Pol Parimin Warsito, bersama tim dari Bid Propam Polda Sumsel, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Polres Prabumulih, Rabu (27/03/2019).

Kunjungan Tim Operasi Gaktibplin Divisi Propam Mabes Polri ke Polres Prabumulih diterima oleh Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, Wakapolres Prabumulih Kompol Harris Batara, serta pejabat utama Polres Prabumulih.

Sesro Provos Mabes Polri, Kombes Pol Parimin Warsito saat dibincangi awak media Rabu (27/03/2019), mengatakan inspeksi mendadak ke Polres Prabumulih dalam rangka melihat kedisiplinan personel anggota polisi, adapun sasarannya pemeriksaan mulai dari Kartu Tanda Anggota (KTA), KTP, surat menyurat kendaraan, perlengkapan gampol, serta sikap tampang dan rambut personel Polres Prabumulih, sekaligus melakukan tes urine mendadak, bersama rombongan didampingi personel Propam Polda Sumsel dan Sie Propam Polres Prabumulih.

"Kedatangan Tim Ops Gaktibplin Div Propam Mabes Polri ini dalam rangka melakukan pemeriksaan kelengkapan personel dan sikap tampang meliputi, kerapian pakaian dan rambut, apalagi sekarang mau menghadapi Pemilu sekaligus tes urine bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan narkotika serta obat-obat terlarang di kalangan kepolisian, "ungkapnya.

Selanjutnya, Kombes Pol Parimin Warsito menyampaikan dalam gelaran tes urine ini, Divisi Propam Mabes Polri mengajak dua orang personel Bidang Dokkes langsung dari Mabes Polri serta bekerja sama dengan personel Bidang Dokkes Polda Sumsel.

Dari 190 personel hasilnya negatif tidak ditemukan personel yang diduga positif menggunakan narkoba.
Operasi Gaktibplin yang dipimpinnya tersebut tidak hanya dilakukan terhadap personel Polres Prabumulih saja, tetapi juga dilakukan di tujuh wilayah hukum Polres jajaran Polda Sumsel.

"Hasil dari pemeriksaan tes urine ini akan kita laporkan kepada pimpinan, termasuk kepada Kapolda Sumsel. Bagi mereka yang positif terlibat penyalahgunaan narkoba, ya jelas langsung kita masukkan ke sel dan akan menjalani sidang disiplin, serta akan dikenakan sangsi sesuai tingkatan bahkan hingga pemecatan, "tegasnya.

PENYAMBUTAN KAPOLSEK BARU DAN TASYAKURAN

Reporter:Nyaman
Tasyakuran 

Kendal (policewatch.news)-  Acara yang di hadiri Forkompincam dan Koramil dan ormas kemasyarakatan Weleri,Kamis tggl :28-3-2019

"Forkompincam dalam sambutannya mengajak Bpk Kapolsek IPTU IRSANTO yang baru untuk saling bergandeng tangan untuk memberi keamanan dan kenyamanan di kecamatan Weleri. 

"IPTU IRSANTO.. memperkenalkan diri untuk masyarakat Weleri, blio mengucapkan banyak terimakasih kepada rekan2nya yang menghantarkan  dari Kendal sampe polsek Weleri, semogga saya di Weleri bisa  bersinergi sama forkompincam dan ormas kemasyarakatan Weleri. supaya saya bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

Dari tokoh agama  ustadz Gostaqim" Dalam sambutannya memberi ceramahan kepada Kapolsek yang baru, supaya kegiatan kemasyarakatan yang sudah di lakukan Kapolsek yang lama bisa di teruskan menjaga dan mengayomi masyarakat Weleri.

''Tasyakuran dan ramah tamah di adakan supaya bisa menjalin  keakraban kepada anggotanya  yang baru, forkompincam, ormas dan tokoh agama , supaya di beri keselamatan dalam menjalankan tugasnya  yang baru.

Golkar tunggu penjelasan KPK Terkait kabar OTT Kadernya


Reporter : Fauzyah
Politikus Golkar Ace Hasan Syadzily

Jakarta (policewatch.news)
- Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan partainya menunggu penjelasan resmi Komisi Pemberantasan Korupsi soal kabar operasi tangkap tangan terhadap salah satu kadernya di Jakarta, Rabu.

"Kami menunggu penjelasan resmi dari KPK terkait dugaaan OTT itu," kata Ace dihubungi di Jakarta, Rabu malam.

Pernyataan Ace itu menyikapi pemberitaan berbagai media yang menyebut salah satu kader Golkar terjaring OTT KPK, menurut Ace pihaknya ingin menerima informasi resmi dari KPK lebih dulu terkait kepastian OTT itu.

"Kami tidak mau berspekulasi terlalu jauh terkait peristiwa OTT KPK, dalam kasus apa dan bagaimana peristiwanya. Kita tunggu keterangan resmi dari KPK," kata Ace.

Dia menekankan bahwa Golkar di bawah kepemimpimam Airlangga Hartarto akan bersikap tegas bagi setiap kader yang melakukan korupsi.

"Yang jelas kami akan bersikap tegas bagi siapapun kader yang melakukan korupsi," ujar Ace.

Sebelumnya diberitakan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo membenarkan ada kegiatan dari tim penindakan di Jakarta, Rabu malam.

"Benar ada kegiatan KPK di Jakarta," kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Dalam kegiatan penindakan itu, KPK dikabarkan turut mengamankan anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Adapun Komisi VI membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM dan BUMN serta standarisasi nasional.

Namun, KPK belum menjelaskan lebih lanjut kasus apa dalam kegiatan penindakan kali ini.

"Tunggu konpers (konferensi pers) besok saja," ucap Agus.


Tujuh Orang Terjaring OTT KPK di Jakarta


Reporter : Bambang MD
Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat menyampaikan keterangan kepada awak media di gedung KPK, Jakarta, Kamis dini Hari (28/3/2019)

Jakarta (policewatch.news) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total mengamankan tujuh orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Rabu (27/3).

"Kami konfirmasi memang ada sejak sore tadi kegiatan tim KPK di Jakarta. Jadi, ada tim yang ditugaskan setelah kami menerima informasi dari masyarakat tentang akan terjadinya penyerahan sejumlah uang melalui perantara," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis dini hari.

Lebih lanjut, Febri menyatakan bahwa setelah menerima informasi itu kemudian ditindaklanjuti ke lapangan dan mengamankan total tujuh orang.
"Jadi, total yang dibawa ke kantor KPK adalah tujuh orang. Ada yang dari unsur direksi BUMN kemudian ada pengemudi, dan swasta," ungkap Febri.

Selain itu, KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang dalam pecahan rupiah dan dolar AS.

"Nanti informasi lebih detil terkait jumlah dan juga pecahan-pecahannya akan disampaikan lebih lanjut pada konferensi pers," kata dia.

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentutkan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut.


Polres OKU Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba



Reporter ; Yandi Robet
Pres Rilis Polres Ogan Komering Ulu (OKU)(27/03/2019)

OKU Baturaja, (policewatch.news)- Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Ogan Komering Ulu (OKU) berhasil menangkap 2 tersangka pelaku pengedar narkoba jenis ganja seberat 1 kg lebih dari tangan pelaku Heriyanto alias Egel (27 th) warga Kebon Jeruk Kecamatan Baturaja Barat Kab OKU dan Farry Charnedy (32 th) warga Kebon Jati Kec Baturaja Barat Kabupaten OKU Sumsel.(27/03/2019)

Kapolres OKU AKBP. Dra. Ni Ketut Widayana Sulandari didampingi Kasat Narkoba AKP. Widhi Andika Darma, SH, SIk, dan Kanit Ipda Carli Simanjuntak dalam gelar press release di halaman Mapolres OKU Baturaja, Rabu (27/03/2019), mengatakan penangkapan kedua pelaku pada hari Selasa malam Rabu dini hari berdasarkan informasi dari masyarakat yang sudah lama curiga dengan aktifitas pelaku dalam transaksi jual beli narkoba, dan kedua pelaku kesehariannya berprofesi sebagai tukang ojek serta residivis yang pernah masuk penjara kasus narkoba.

Berawal dari hasil pengembangan tersangka Farry Charnedy yang beberapa jam sebelumnya lebih dulu ditangkap, karena kedapatan membawa 1 paket kecil ganja siap pakai dan edar seharga Rp.50.000, yang disimpan di dalam sebuah bungkus rokok.

"Penangkapan Farry Charnedy berawal dari informasi masyarakat yang sudah lama curiga, setelah digeledah dari tangan tersangka didapati satu bungkus ganja paket kecil, dan pelaku mengakui mendapat barang haram tersebut dari Heriyanto alias Egel, "ungkap Kapolres.

Kemudian kata Kapolres, melalui hasil pengakuan Farry Charnedy pihaknya langsung melakukan pengembangan dan menelusuri asal ganja tersebut dengan mendatangi rumah Heriyanto alias Egel.
"Berkat kesigapan anggota, tersangka Heriyanto alias Egel juga langsung berhasil kita tangkap di rumahnya, setelah dilakukan penggeledahan didapati bungkusan ganja dengan ukuran lumayan besar 1 kg lebih, disimpan di dalam sebuah ember bekas cat di dalam kamarnya beserta 2 buah paket kecil ganja siap edar dan 1 linting ganja siap pakai, "terangnya.

Lebih lanjut, Kapolres OKU menyampaikan berdasarkan pengakuan tersangka Heriyanto ganja tersebut ia pesan dari Kota Palembang, diantar langsung ke rumahnya oleh orang yang tidak ia kenal dengan harga Rp.3,5 juta untuk 1 kg ganja, dengan keuntungan yang didapat mencapai Rp.2 juta dalam perkilonya.

Adapun barang bukti yang berhasil kita amankan yaitu 1 kg ganja dan 3 paket kecil ganja siap edar beserta 1 linting siap pakai, ditambah satu buah ember cat tempat penyimpanan ganja, 1 buah Hp strawbery warna hitam dan 1 unit motor bebek milik pelaku Farry Charnedy yang sering dipakai untuk transaksi narkoba.

"Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku yang kini mendekam di sel tahanan Mapolres OKU, akan dikenakan Pasal Premier 114 ayat (1) Subsider Pasal 111 ayat (1) UU Narkoba No. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, "tegas Kapolres.

Kemenko PMK tekankan pentingnya Transparansi,Namun 17 OPD Muratara Belum Implementasikan.

Reporter : Julianto Putra
 Nyoman Shuida
Muratara.(policewatch.news),- Siapa yang tak kenal Nyoman Shuida,ia merupakan  Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembanguna Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang sangat menekankan Transparansi dan semangat integritas dalam mengelola anggaran yang ditujukan untuk pembangunan daerah harus dikedepankan untuk mencegah peluang terjadinya kasus korupsi di Indonesia.Namun,hal tersebut jelas saja sontak saat mendapatkan temuan di Kabupaten Muratara yang msih sangat tertutup,sebab Implementasi kebijakan pengadaan barang dan jasa pemerintah, dalam mewujudkan Pemerintahan yang transparan dan akuntabel, nampaknya masih diragukan disejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten  Musirawas Utara (Muratara),karena hingga menjelang akhir bulan maret 2019 ini dimana Pengguna Anggaran (PA) dan Kuasa Penggunan Anggaran (KPA) disejumlah 17 OPD belum mengumumkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) pada portal Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), padahal  hal ini sesegera mungkin  wajib dilakukan.
Kamis,28-Maret-2019.

Berdasarkan Rekapitulasi RUP Tahun Anggaran 2019 di web site resmi siRUP sejauh ini dari 44 OPD yang ada di Muratara  ada sebanyak 17 OPD belum sama sekali mengumumkan RUP diantaranya pada tabel di bawah ini:

Kewajiban mengumumkan RUP bagi OPD tidak bisa ditawar lagi. Tidak tanggung-tanggung sanksi yang diterapkan bagi OPD yang tidak mengumumkan RUP dikenai dengan perbuatan melawan hukum berdasarkan ketentuan Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.Ganjarannya, pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 2.000.0000.000
Selain UU Nomor 11 tahun 2008, tidak mengumumkan RUP juga bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.


SIRUP yang dikembangkan Pemerintah ini diharapkan bisa membantu proses perencanaan pengadaan serta membantu monitoring dan evaluasi yang dilakukan Tim Evaluasi dan Percepatan Penyerapan Anggaran (TEPRA) dari Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).
Sesuai dengan perintah di Perpres 70 2012, RUP hanya berisi 4 hal yaitu : Nama dan alamat PA/KPA, nama paket, lokasi pekerjaan, dan perkiraan besar biaya.

Untuk diketahui, mengumumkan RUP merupakan salah satu tahapan dalam pengadaan barang/jasa di instansi pemerintah, nilai atau derajat setiap tahapan adalah sama. Apabila salah satu tahapan saja dilanggar maka dianggap melanggar peraturan pengadaan barang/jasa secara keseluruhan. Apabila ada yang melanggar pada satu tahapan saja maka sudah kategori melanggar hukum. Besar kecilnya hukuman tergantung hasil penyelidikan aparat hukum apakah ada kegiatan yang sistematis untuk menyembunyikan paket pekerjaan ini

Dalam rillis nya,Nyoman Shuida mengungkapkan,“Alokasi anggaran yang diberikan untuk pembangunan daerah sangatlah besar dan para pejabat di daerah harus benar-benar menggunakan anggaran ini dengan transparan serta juga mengedepankan nilai integritas sehingga pembangunan di daerah dapat berjalan dengan baik dan terhindar dari potensi tindak pidana korupsi” ujar Nyoman Shuida.

Dilanjutakannya,“Gerakan Indonesia Melayani memiliki keterkaitan langsung dengan pelayanan publik dan pengelolaan anggaran pembangunan daerah yang transparan dan akuntabel. Hal inilah yang harus diterapkan sebagai langkah pencegahan potensi tindak pidana korupsi” papar Nyoman.

Agar dalam menjalankan tugas dan fungsinya seluruh PA & KPA dapat sepenuhnya memahami esensi dari semangat melayani dan menerapkan nilai integritas serta pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel.Sehingga nantinya pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi seluruh rakyat serta tidak ada pembangunan daerah yang tertunda.” pungkasnya. 

Harapan kedepannya,kepada PA & KPA di 17 OPD Kabupaten Muratara agar sesegera mungkin mengekspost RUP  yang terdapat pada instansi masing-masing sebelum ada laporan dari Lembaga-lembaga kontrol sosial.

Pelantikan Serentak 222 Kades " se-Kabupaten Grobogan oleh Bupati

Reporter : Rifai
Pelantikan Kades Oleh Bupati di Pendopo kab-Grobogan.27/03

Grobogan (policewatch.news) Sebanyak 222 orang secara resmi dilantik menjadi kepala desa (Kades) periode 2019-2025 di pendapa kabupaten, Rabu (27/3/2019). 

Mereka yang dilantik ini sebelumnya sudah dinyatakan sebagai kades terpilih dalam Pilkades serentak yang dilangsungkan bulan November 2018 lalu.

Dari 222 kades yang dilantik tersebut, sebanyak 111 orang adalah incumbent dan 111 orang lainnya merupakan wajah baru. Kemudian, dari 222 kades yang dilantik tersebut, sebanyak 22 orang adalah perempuan.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kades dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni. Acara pelantikan juga dihadiri para pimpinan FKPD dan camat se-Kabupaten Grobogan.

“Sejak pelantikan hari ini, maka saudara-saudara telah secara sah sebagai kepala desa yang  melekat dengan segala tugas, wewenang, kewajiban dan haknya, untuk masa jabatan selama enam tahun kedepan,” ungkap Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Usai menyampaikan kata selamat, Sri Sumarni meminta kepada para kades yang baru dilantik agar segera bekerja dengan sungguh-sungguh. Sebab, banyak tugas dan pekerjaan yang mesti dipersiapkan atau diselesaikan secepatnya.

“Dalam waktu dekat, ada pelaksanaan Pemilu. Saya minta, semua kades ikut menyukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi ini dengan mendorong warganya untuk menggunakan hak pilihnya,” tegasnya..

Sri Sumarni juga  meminta agar semua kades selalu memperhatikan aspirasi masyarakat dan berupaya keras untuk memajukan desanya masing-masing. Caranya, dengan membuat kreasi dan inovasi yang disesuaikan dengan potensi yang dimiliki.

”Perlu diketahui, tugas menjadi seorang kades itu tidak ringan. Saya berharap semua kades ini bisa bekerja dengan baik dan menjadikan desanya makin maju,” katanya.

Acara pelantikan kades mendapat penjagaan puluhan aparat keamanan Polres Grobogan dan Satpol PP. Sebelum dilakukan pelantikan, dua pintu masuk menuju pendapa sudah ditutup petugas. 

Mereka yang tidak berkepentingan dengan acara pelantikan atau keperluan di kantor setda tidak diijinkan masuk, hingga prosesi pelantikan selesai.

Sementara di luar pendapa atau di sekitar kawasan Alun-alun Purwodadi, tampak ada ratusan orang yang duduk bergerombol. Mereka ini adalah kerabat serta pendukung kades yang sengaja diajak untuk melihat acara pelantikan mesti dari kejauhan.