Richard Sudah Kunjungi 200 Desa Di Muba Dalam Program Stunting

MUBA -POLICEWATCH NEWS- Richard sudah mengunjungi 200 desa di kabupaten Musi Banyuasin tepatnya pada hari Kamis ( 26/11/20 ), desa yang ke 200 di kunjungi kepala dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) di desa Tanjung Agung Barat ( TAB) kecamatan Lais.

Kunjungan Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Muba H Richard Cahyadi AP MSi ke Desa - Desa untuk melaksanakan Pelatihan Integrasi PAUD dan Posyandu untuk Optimalisasi Tumbuh kembang Anak Guna Pencegahan Stunting Dana Desa APBN TA  2020.

Dalam pelaksanaan Pencegahan Stunting desa yang ke 200 di kunjungi Richard yaitu desa Tanjung Agung Barat dan pelaksanaan Stunting di SMP N 4 Lais Kecamatan Lais.

Dalam kegiatan Stunting setiap Desanya di ikuti 25 kader-kader Desa yang mayoritas para ibu-ibu dari kader PKK, Kader KPM, kader Pos Yandu, Guru Paud, Bidan Desa dan Ibu balita.

Setiap pelaksanaan Stunting di Desa-Desa yang di kunjungi Richard, para ibu- ibu  sangat antarius dan terkesan banyak yang terkejut bahwa yang dihadapan para ibu- ibu itu adalah pernah menjadi pejabat bupati dan walikota.

Salah satu kader dari Desa Tanjung Agung Selatan bernama Nurma yang pada saat itu mengikuti Stunting ,  mengatakan kami sangat senang sekali dapat nara sumber pak Richard, sebelum dia menyampaikan makala Stunting, beliau menyampaikan salam dari Pak Alex Nourden, dan salam dari Pak Dodi Reza Alex Bupati Muba, serta menyampaikan sosok seorang pemimpin yang menjadi panutan di Muba ini," jelasnya.

Dalam penyampaiannya makala tentang Stunting yang di sampaikan para nara sumber dari dinas PMD, PJOK Kecamatan dan Nara Sumber lainnya kami cepat mengerti dan memahaminya , terutama yang jadi nara sumbernya Pak Richard semua ibu ibu yang mengikuti sangat senang sekali ," jelasnya

Menurut Richard, Pemkab Muba Melalui Dinas PMD Muba mengatakan kegiatan stunting ini untuk menekan agar angka Stunding di Bumi Serasan Sekate ini dapat diturunkan, syaratnya didalam Anggaran Dana Desa harus ada program Stunting.

Lanjut Richard, materi Stunting yang perlu disampaikan meliputi, materi kesehatan serta materi pola hidup sehat serta pola hidup bersih dan sebagainya.

Pemerintah Desa memiliki sumber Dana ada tiga ada yang bersumber dari APBN yaitu dari pusat yang diberi nama Dana Desa dan ada yang bersumber dari kabupaten yaitu ADDK serta dana bersumber dari pendapatan yang lainnya dan semuanya itu sah menurut undang-undang yang akurat yaitu Dana yang diterima oleh pusat dan yang kita bahas hari adalah sumber Dana yang bersumber dari pusat yaitu Dana Desa.

Kalau bicara Stunting kata Richard dihadapan ibu-ibu sekalian dari Dinas Kesehatan tapi kenapa harus PMD karena berkaitan dari dana desa, jelasnya.

Pewarta : Wahyudi / Ril

Proyek Normalisasi Sungai Dawas Diduga Dikerjakan Asal Jadi : LSM GTPK akan Laporkan Kepada Penegak Hukum

 

MUBA -POLICEWATCH NEWS- Niat baik pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin demi menanggulangi bencana banjir yang terjadi di beberapa Kecamatan patut di acungi jempol apalagi  dimusim penghujan seperti sekarang ini
pemerintah Kabupaten Muba melakukan Normalisasi sungai di setiap Kecamatan Desa yang rawan  menjadi langganan  banjir tahunan seperti halnya yang terjadi di Desa Dawas, Kecamatan Keluang.

Kemudian guna menanggulangi banjir tahunan di Desa Dawas terbuat. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) melakukan kegiatan Normalisasi Sungai Biduk Desa Dawas dengan mengunakan anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P) yang di kerjakan oleh PT.SAMUDERA PERKASA KONTRUKSI dengan nilai anggaran Rp2.946.943.000; dengan waktu pengerjaan 90 hari kalender.

Akan tetapi sangat di sayangkan, proyek Normalisasi Sungai Biduk Desa Dawas tersebut diduga di kerjakan asal jadi. "Hal tersebut di katakan Masyarakat Desa Dawas, sebut saja TA saat di konfirmasi awak media, kamis(26/11/2020) 

Lanjut TA , "Bahwasanya kegiatan tersebut diduga cuma merapikan bibir sungai saja pengerukan hanya alakadar saja tidak menambah volume kedalam sungai dan tidak membuang lumpur yang ada di dalam sungai dengan nilai anggaran yang sefantastis itu seharusnya di lakukan pengerukan tanah dasar di dalam sungai dengan merata setau kami kalau yang nama nya normalisasi ini hanya alakadar terlihat sendiri bekas pengerukan tanah tidak ada di bibir sungai," cetusnya.

Menyoroti  hal tersebut , Agung yang selaku Wakil Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gabungan Trisula Pengungkap Kabar (GTPK) menjelaskan kepada awak media pada jumat (27-11-2020) jika kegiatan Normalisasi sungai tersebut memang diduga dikerjakan asal jadi,  kami akan mengirim surat dan melaporkan kepada aparat penegak hukum guna menindaklanjuti permasalahan tersebut," jelas Agung.

Agung juga membahkan "Apalagi nilai anggaran kegiatan tersebut sangat fantastis dengan menelan anggaran hampir 3 Miliar yang berasal dari APBD-P, pengerjaaan dan hasil yang tidak sesuai dengan nilai anggaran, apalagi kegiatan tersebut diduga pengerjaan nya hanya merapikan bibir sungai saja bukan mumbuang lumpur atau menambah kedalaman sungai supaya volume nya bisa cukup untuk menampung air, dan kami menduga kegiatan tersebut di jadikan ajang korupsi," imbuhnya.

Sementara itu, H.Herman Mayori selaku Kepala Dinas PUPR melalui Padli Kepala Bidang Pembangunan saat di mintai tanggapannya melalui VIA WhatsApp mengenai Normalisasi Sungai Dawas sampai berita ini di terbitkan oleh  awak media  tidak ada jawaban.(Tim)

Tidak Ada Istilah Berlebihan, Respons Ketua KPK Atas Pernyataan Menko Luhut

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri 


Red,- Policewatch,-  Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri merespons pernyataan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan selaku menteri KKP ad interim yang meminta KPK jangan berlebihan memeriksa Edhy Prabowo

Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap izin ekspor baby lobster di KPK. Politikus Partai Gerindra ini juga telah menandatangani surat pengunduran diri sebagai menteri KKP.

"Pemeriksaan tidak ada istilah berlebihan, pemeriksaan dilakukan dalam rangka mengungkap keterangan yang sebenar-benarnya," kata Firli Bahuri di Gedung KPK Jakarta, Sabtu (28/11).

Mantan Kapolda Sumatera Selatan ini menjelaskan, pemeriksaan seseorang di KPK tidak bisa diukur dengan lamanya waktu, melainkan sejauh mana keterangan yang disampaikan sesuai dengan keterangan saksi-saksi lain. 

"Kita tidak bisa apakah pemeriksaan cukup hanya satu jam, apa cukup dua jam, apa cukup tiga jam bukan itu, tetapi yang paling esensial sejauh mana keterangan yang disampaikan ada kesesuaian dengan keterangan saksi yang lain," jelas Firli

Selain itu Firli juga menegaskan bahwa kasus yang menjerat Menteri KKP nonaktif Edhy Prabowo (EP) dkk tidak ada kaitannya dengan politik.

 "Kasus yang terjadi di KKP adalah tindak pidana korupsi murni, tidak ada kaitannya dengan politik," tegas Firli.

Menurutnya, kasus Edhy tersebut bersifat perseorangan meskipun yang bersangkutan merupakan pengurus partai politik.

Karena itu Firli meminta agar jangan ada pihak-pihak yang menyeret lembaganya ke ranah politik.

 "Jadi, jangan kita (KPK-red) diajak masuk ke dalam ranah politik. 

Kalaupun ada orang-orang yang terlibat dan dia merupakan pengurus partai, tetapi terkait kasus tindak pidana adalah berlaku orang per orang," jelas pria asal Sumatera Selatan ini.

Pewarta : Bamb Md

Diduga Kuat Adanya Korupsi Pelaksanaan Pembangunan RSUD Kabupaten Labuhanbatu Selatan

Dok : Pembangunan RSUD Kabupaten Labuhanbatu Selatan 2017

Anggaran  Tahun 2016 - 2018, Hingga Telan Biaya Sebesar 4,2 Milyar 
DiKabupaten Labuhanbatu Selatan.


POLICEWATCH, Sum-ut,-  Memang sudah sering terjadi diIndonesia khususnya tentang hal korupsi. Bahkan sangat viral seolah olah bagai tradisi yang jadi kebiasaan buruk bagi oknum serakah. Seperti di wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, propinsi Sumatera Utara. Tampak terlihat di lokasi turut hadir Direktur RSUD dr. Febry Harahap beserta Ormas dan OKP juga segenap jajaran masyarakat Labuhanbatu Selatan. Adapun maksud dan tujuan dalam kunjungan DPRD Turun kelapangan atas kesepakatan bersama dari kelanjutan pada Rapat dengar pendapat ( RDP ) pada tanggal 25 Nopember 2020, dalam sidak DPRD Kelapangan melihat banyak kejanggalan bahkan menimbulkan dugaan kuat adanya korupsi diarea bangunan RSUD Kabupaten Labuhanbatu Selatan. termasuk salah satunya Pembangunan pagar dengan ruangan Isolasi mandiri untuk  masyarakat yang terpapar virus covid 19 Atas Permohonan pihak RSUD Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Propinsi Sumatera Utara.

Karena bangunan RSUD Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang bangunannya bertingkat 4 namun belum maksimal dan juga diduga belum layak untuk difungsikan. Sebab Masih banyak lagi kekurangan kekurangan  yang perlu di siapkan pada bangunan RSUD Labusel. Ada dugaan dari jajaran DPRD labuhanbatu selatan yaitu menduga dengan jelas Bangunan RSUD Labuhanbatu Selatan yang terletak di Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan menjadi ajang bisnis para pemangku jabatan. Sangat jelas sekali bahwa hal ini tidak terlepas dari tanggung jawab seorang Bupati Labuhanbatu Selatan sebagai penanggung jawab anggaran, ucap H. Hefrin harahap memperjelas keterangannya.

Kesimpulan sidak DPRD Labuhanbatu Selatan dilapangan tidak menunjukkan ada hasil yang relefan dan memuaskan sehingga tim sidak dari DPRD Labuhanbatu Selatan perlu mengadakan kajian ulang kembali dalam pelaksanaan pembangunan RSUD Labusel. dan DPRD meminta agar Direktur RSUD Kabupaten Labusel dan PPK yang bersangkutan menyerahkan Dokumen RKA tahun 2017 dan juga 2018 Terkait tentang hal pelakaanaan dan pembangunan gedung RSUD Kota Pinang, Kabupaten Labuhambatu Selatan.

Memang diduga kuat ada oknum yang dengan sengaja mencari keuntungan pribadi diri sendiri dalam hal pengerjaan proyek bangunan RSUD Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Propinsi Sumatera Utara. Menurut dari pandangan anggota Dewan Labusel yang saat itu juga ikut turun kelokasi bangunan bahwa bangunan RSUD Kota Pinang tidak sesuai dengan anggaran yang digunakan oleh oknum pelaksana pembangunan dan pemegang anggaran. Memang saat ini sedang menuai pro dan kontra ataupun polemik dari berbagai element. Bahwa diduga kuat ada oknum pemangku jabatan yang mengambil atau mengeruk keuntungan untuk memperkaya diri sendiri atas terlaksananya pengerjaan proyek bangunan RSUD kabupaten Labuhanbatu Selatan, Propinsi Sumatera Utara. Sehingga dengan tidak memikirkan kemaslahatan umat manusia maka mutu bangunan pun bisa jadi berkurang demi keuntungan pribadi semata.  ( Alex Wijaya ).

Seorang Pengendara Sepeda Kayuh Tewas Tertabrak Bus Jurusan Malang-Probolinggo

 

Dok:istimewa

POLICEWATCH.NEWS,PASURUANTabrakan kembali terjadi kali ini Bus dari arah Malang menuju Pasuruan menabrak pengendara sepeda kayuh tak ayal sang pengendara tewas, Bus juga akhirnya terjun ke sungai.Sabtu (28-11-2020)

Naas menimpah seseorang pengendara sepada kayuh ia tertabrak Bus dari arah malang menuju Pasuruan tepatnya di Jalan Raya Wonorejo di depan kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan saksi mata yang tak jauh dari tempat kejadian mengatakan, Bus yang membawa penumpang itu melaju dari arah Malang menuju Pasuruan tiba-tiba oleng saat menghidari pengayuh sepeda sehingga bus menabrah pohon hingga akhirnya nyebur ke sungai.

Iptu Marti, Kanit Laka Polres Pasuruan membenarkan kejadian laka lantas tersebut dan ia mengatakan, dari arah berlawanan ada seorang pengendara sepeda kayuh yang akan menyeberang.


Tak ingin terjadi tabrakan, bus bernopol N 7573 UG yang membawa penumpang tersebut malah oleng dan sebelum terjun ke sungai bus sempat menabrak pohon dan satu pengendara sepeda kayuh menjadi korban dalam kecelakaan ini. Ia meninggal di lokasi kejadian. “Satu pengendara sepeda kayuh meninggal di tempat,” tutur Marti.

Saat ini pihak ke polisian masih melakukan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban yang meninggal juga belum di ketahui identitasnya sang supir juga belum bisa di mintai keterangan akan peristiwa kecelakaan ini. Tunggu perkembangan lebih lanjut kami masih proses penyelidikan, "ujarnya. (Do

TIM PENGGERAK PKK KAB.OKI KUNJUNGI KEC.SP PADAN



POLICEWATCH.NEWS, Kayuagung Oki, - Tim penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berkunjung ke wilayah Kecamatan Sirah Pulau Padang (Jum'at, 27/11/2020).

Kunjungan Kerja (KUNKER) ini dilakukan dalam rangka melakukan pembinaan program kegiatan Supervisi, Monitoring dan Evaluasi bagi Kader PKK yang ada di Desa-Desa dalam Kecamatan tersebut.

Di Balai Serba Guna Kantor Kecamatan SP Padang, rombongan TP PKK OKI dipimpin Wakil Ketua TP PKK Kab.OKI  Hj. SITI ROHANI DJA'FAR SHODIQ, disambut seluruh ketua PKK Desa beserta pengurusnya.

Dengan mematuhi Protokol Kesehatan, pada kesempatan itu masing-masing kelompok kerja (POKJA) memberikan pembinaan dan pendampingan dalam wujudkan 10 program pokok PKK kepada para kader PKK.

Dimana terlebih dahulu, Wakil Ketua TP PKK OKI Hj. SITI ROHANI DJA'FAR SODHIQ ungkapkan bahwa kunjungan ke Kecamatan merupakan kagiatan rutin untuk mengevaluasi dan pembinaan sekaligus bertemu langsung dengan para pengurus dan kader PKK yang ada.

"Disamping itu juga untuk melihat secara langsung pelaksanaan 10 program pokok maupun berbagi program yang telah ditetapkan di setiap Pokja" kata dia.

Sementara itu, CAMAT Sp Padang SYAWAL HARAHAP mengatakan, Kami mendukung sepenuhnya kegiatan TP PKK OKI melakukan Supervisi, Monitoring da Evaluasi dalam rangka mewujudkan Visi Misi OKI MANDIRA.

Disamping itu, kata dia, dengan kegiatan ini komunikasi aktif antara pengurus Kabupaten dan pengurus Kecamatan, beserta para kader akan semakin memperkuat pelaksanaan program TP PKK, sebagai Mitra Pemerintah dalam membangun Pemberdayaan Masyarakat hingga ketingkat bawah.

"Kunjungan ini menjadi Media Silaturahmi dan juga membangun komunikasi aktif dalam mengoptimalkan program kerja PKK", tandasnya.

Pewarta : Tamrin

Polsek Bayung Lincir Bersinergi Bantu Korban Banjir


MUBA -POLICEWATCH NEWS- Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak bencana banjir, jajaran Polsek  Bayung Lincir yang langsung di komandoi Kapolsek Bayung Lincir Iptu A. Firman SH.MH, Sabtu (28/11/2020) , meninjau langsung kelokasi terdampak banjir, Curah hujan yang deras akhir-akhir ini yang mengguyur Wilayah Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, khusus nya di Kecamatan Bayung Lincir, menyebabkan tiga  Desa yang terendam akibat meluapnya arus Sungai Bayat dan Sungai Lalan, adapun Desa-Desa yang terdampak banjir yaitu, Desa Pangkalan Bayat, Bayat Ilir dan Pagar Desa.

Iptu A. Firman SH.MH mengatakan" hujan deras yang mengguyur wilayah Bayung  beberapa hari terakhir membuat air Sungai meluap dan berdampak pada warga disekitar bantaran sungai, ketinggian air mengalami kenaikan setiap harinya dan sebagian rumah sudah terendam banjir, Sebagai bentuk kepedulian kami pun turun ke lapangan membantu warga dengan memberikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat yang terdampak, "ujarnya.

Lebih lanjut Iptu Firman Mengatakan" Adapun masyarakat yang terdampak banjir Di Desa Bayat ilir  57 KK, Pangkalan Bayat 34 KK dan Pagar Desa 20 KK, semuanya bertempat tinggal di bantaran sungai, dan kami Jajaran Polsek dan Forkompimcam selalu menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kondisi air yang cenderung debit air naik apalagi di malam hari, tetap memperhatikan anak-anak yang  bermain air, dan menyimpan barang-barang berharga agar di amankan di tempat yang lebih aman. 

Kami pun sudah berkoordinasi kepada pihak PLN untuk antisipasi aliran listrik jangan sampai menyentuh air, jelasnya.

Sebagai laporkan kepada Pemerintah Kabupaten" Dengan tingginya Intensitas curah hujan di Kecamatan Bayung selama Bulan November 2020 dan dapat diprediksi :

1. Desa maupun masyarakat terdampak banjir akan terus bertambah di Kecamatan Bayung Lencir. 

2. Ketinggian air akan tetap cendrung mengalami peningkatan dan bertambah tinggi. 

3. Masyarakat terdampak banjir tidak menutup kemungginan akan terjangkit penyakit,  membutuhkan bantuan sosial berupa sembako serta pembuatan Posko Penanggulangan Bencana alam disekitar terjadinya Banjir, tutupnya.(Wahyudi)

Karomah ~Syekh Abdullah Mudzakkair~Makamnya Mengapung di Tengah Laut


Red,POLICEWATCH,-Nama Syekh Abdullah Mudzakkir cukup dikenal di kalangan santri di wilayah Demak dan sekitarnya. Syekh Abdullah Mudzakkir atau akrab dipanggil Mbah Mudzakkir merupakan salah satu ulama besar yang menyiarkan Islam di kawasan Pantai Sayung, Demak. Bahkan ulama yang lahir di Dusun Jago, Desa Wringinjajar, Kecamatan Mranggen tahun 1869 itu disebut sebut sebagai pencetak kader para kiai muda di Demak dan sekitarnya.

Sebelumnya Syekh Abdullah Mudzakkir banyak berguru kepada ulama dari berbagai daerah salah satunya dengan Syekh Soleh Darat. Sekitar tahun 1900 Dia menetap di Tambaksari, Bedono menikah dengan Nyai Latifah dan Nyai Asmanah. Beberapa waktu kemudian dia menikah lagi dengan Nyai Murni dan Nyai Imronah. Dari empat istrinya Mbah Mudzakir dikaruniai 18 anak.
Salah satu karomah yang diberikan Allah kepada Syekh Abdullah Mudzakkir adalah makamnya tidak terendam air laut, padahal berada di Pantai Sayung Demak. Bahkan makam beberapa anggota keluarganya terdiri dari istri dan anak-anaknya juga tidak terendam air laut.
Sebenarnya dahulunya Dusun Tambaksari tempat dimana makam Mbah Mudzakkir berada adalah daratan. Namun karena terus – menerus terkena banjir rob air laut lama – kelamaan daratan itu mengalami abrasi sehingga keberadaan makam Mbah Mudzakkir berada di tengah laut.

Sehingga makam Syekh Abdullah Mudzakkir dan keluarganya tersebut dianggap keramat lantaran tidak terkikis dan tenggelam diterjang pasang surut air laut. Ketika hendak berziarah menuju ke makam Mbah Mudzakkir, peziarah harus berjalan sepanjang 700 meter yang samping kanan kirinya adalah air laut.
Konon Syekh Abdullah Mudzakir yang sehari-hari menjadi petani tambak itu juga menguasai ilmu kanuragan dan kebal dari berbagai macam senjata. Dia kerap dimintai orang untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Kendati demikian, dia tak mengharapkan imbalan dari pertolongannya itu. Tak dipungkiri, keahlian dan keikhalasannya membuat nama Syekh Mudzakir kian dikenal orang dan sangat mendukung upayanya dalam melakukan syiar Islam. Pada tahun 1950 Mbah Mudzakir meninggal dunia dalam usia 81 tahun.

Berkembang mitos bahwa makam Syekh Abdullah Mudzakkir itu “mengapung” sehingga tidak akan tenggelam kendati pasang air laut tinggi.Hal tersebut diyakini masyarakat dikarenakan keluhuran budi Syekh Abdullah Mudzakkir semasa hidupnya yang melakukan syiar di wilayah tersebut dan sangat berjasa dalam pembangunan akhlak warga setempat, baik dalam hal ilmu agama maupun tradisi yang diajarkan.
Tak heran bila banyak santri yang datang untuk berziarah. Mereka tidak hanya dari Demak, tetapi juga luar daerah seperti Kudus, Wonosobo, Bogor, Bandung, bahkan Kalimantan. Sudahkah anda berkunjung ke makam terapung Syekh Mudzakir, di Desa Bedono, Kec. Sayung Demak?
Penulis : M Rodhi irfanto

Lagi-lagi, SatRes Narkoba Polres Muba Bekuk Pengedar Sabu

MUBA -POLICEWATCH NEWS- Polres Kabupaten Musi Banyuasin terus berperang melawan Narkoba,  ini SatRes Narkoba Polres Muba berhasil membekuk dua orang pengedar Narkoba Jenis Sabu - Sabu dirumah masing - masing, Dari hasil penggeledahan terhadap kedua pelaku Polisi berhasil menyita beberapa barang bukti. 

Dalam penangkapan dan penggerebekan pertama polisi berhasil meringkus terhadap laki - laki yang diketahui bernama HANAPIAH, 57, warga Dusun II Desa Kasmaran Kecamatan Babat Toman  Kabupaten Muba,  Pelaku ditangkap didalam rumah nya sendiri, Rabu, (25/11/2020) sekira pukul 14.00 Wib.

Kapolres Muba AKBP ERLIN TANGJAYA, SH, S.ik. Melalu Kasat Narkoba Polres Muba AKP JONRONI mengatakan" Sebelum kita grebek, kita sudah menerima informasi dari masyarakat akan adanya pengedar yang meresahkan, Setelah dilakukan penangkapan, dari tangan pelaku Hanapia Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 20 (Dua puluh) paket yang diduga Narkotika Jenis Sabu dengan berat bruto 4,56 (Empat koma lima puluh enam) Gram.
• 1 (Satu) Buah Hp Nokia untuk transaksi dan 1 (Satu) Ball klip plastik bening.

Setengah Jam kemudian, Jarak empat rumah dari pelaku pengedar Hanapia, polisi juga menggerebek rumah pelaku pengedar bernama SARDIANTO, 35, warga Dusun II Desa Kasmaran Kecamatan Babat Toman  Kabupaten Musi Banyuasin,. tambah Kasat.

Lebih lanjut AKP Jonroni mengatakan" Dari hasil penggeledahan terhadap Tsk SARDIANTO, barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu berhasil disita sejumlah 23 ( Dua Puluh Tiga ) paket yang diduga Narkotika jenis sabu dengan berat bruto 3,15 ( Tiga Koma Lima Belas ) gram dan HP untuk transaksi. 

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap keduanya, mereka mengakui barang haram tersebut miliknya yang siap edar dengan keuntungan yang lumayan besar. 

"Jadi keduanya kita jerat dengan Pasal 112 ayat 1 Sub Pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika" Jelasnya. 

Pewarta : Wahyudi / Ril

KPK OTT Wali Kota Cimahi Terkait Suap Pembangunan RS Cimahi.

 Breaking News


"Ada uang yang kita sita. Yang Jumlahnya Sedang dihitung"

Red, POLICEWATCH,-  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menciduk Walikota Cimahi, Jawa Barat Ajay Muhammad Priatna pada Jumat (25/11/2020) sesaat setelah terjadi transaksi dugaan suap terkait dengan pembangunan RS Cimahi.

Ketua KPK Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri membenarkan bahwa tim KPK memang melakukan kegiatan penindakan berupa operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Cimahi, Jawa Barat. 

Saat OTT, kata Firli, benar ada Walikota Cimahi dan sejumlah orang yang ikut diamankan oleh tim KPK. Firli tidak membantah saat disinggung oleh jurnalis bahwa penangkapan dilakukan sesaat setelah terjadi transaksi dugaan suap.

"Dugaan Walikota melakukan korupsi dalam proyek pengadaan pembangunan RS di Cimahi," ujar Firli saat dikonfirmasi para jurnalis, di Jakarta, Jumat (27/11/2020) pagi.

Sumber internal Bidang Penindakan KPK menyatakan, Walikota Cimahi Ajay Muhammad Priatna dan beberapa orang lain dibekuk sekitar pukul 10.00 WIB Jumat (27/11/2020). Penangkapan dilakukan memang sesaat setelah terjadi transaksi dugaan suap.

"Ada uang yang kita sita. Sedang dihitung," ujar sumber.

Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri belum memberikan respon saat dikonfirmasi apakah Walikota Cimahi Ajay MuhammadPriatna masih berada di Cimahi atau sudah berada di Gedung Merah Putih KPK maupun jumlah total pihak yang diciduk hingga jumlah nominal uang diduga suap***

Pewarta: Bamb / Dani