POLDA KALBAR Turunkan Tim Ditreskrimsus Razia Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).






BENGKAYANG Kalbar, POLICEWATCH NEWS– Tim Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat dan Puluhan Anggota Brimob berpakaian lengkap di turunkan untuk melakukan Razia Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Wilayah Kabupaten Bengkayang, Tepatnya di Desa Bhakti Mulia di Kecamatan Bengkayang, Kalbar. Kamis (11/2/2021).

Dalam razia tersebut terlihat Anggota kepolisian berpakaian Lengkap dengan Senjata itu dengan ketatnya menjaga Lokasi Razia PETI tersebut. Saat Operasi tersebut diketahui petugas berhasil Mengamankan barang bukti berupa, 2 (dua) buah Potongan Drum, 2(dua) buah kain Kian, 2 (Dua) Buah selang Spiral, 2 (dua) buah dulang, dan 2 (dua) buah alat berat berupa Ekskavator.


"Ya pak kamis kemarin dari Ditreskrimsus Polda Kalbar langsung turun, untuk sekarang para pelaku dan barang bukti di bawa ke Mapolda Kalbar untuk proses lebih lanjut,” ucap Kasat Reskrim Polres Bengkayang saat di Konfirmasi tim Via WhatsApp. Sabtu (13/2/2021).

Sebelumnya Polres Bengkayang juga telah melakukan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral terkait penanganan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) minggu lalu, Kegiatan tersebut di gelar untuk mencari solusi penindakan Kegiatan PETI di wilayah Kabupaten Bengkayang. (TD-TIM) 

Mobil Dinas Patroli UPT-KPH Wilayah Putusibau Utara di Duga di Bakar Pelaku Ilegal Loging.

 




KAPUAS HULU_KALBAR,POLICEWATCH NEWS,-  Sebuah Mobil dinas milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Putussibau Utara hangus, diduga di bakar saat melakukan patroli di lokasi penebangan kayu ilegal di Desa Nanga Awin Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalbar, Sabtu (13/2/21).

Sebagaimana dilansir beberap media, menurut Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT KPH Putussibau Utara, Beri, menyampaikan bahwa kejadian awalnya saat pihaknya melakukan patroli rutin diwilayah lintas Utara, kemudian menemukan ada tumpukan kayu berada dipinggir jalan.

“saat itu tampak kayu akan dimuatkan kedalam mobil truck. Pihaknya pun berhenti dan menanyakan kepada supir truck, kemudian supir truck menelpon kepada pemilik kayu.” Katanya.
Kemudian Tidak lama pemilik kayu datang dan kami pun menanyakan terkait kayu tersebut. “Kemudian pemeriksaan berlanjut kedalam hutan tempat lokasi para pekerja dengan jarak sekitar 1,6 Kilometer dari jalan raya,” jelas Beri.

Setelah itu, saat melakukan proses interogasi di dalam hutan, tiba-tiba pihaknya mendapat informasi melalui HT yang mengatakan jika mobil yang mereka gunakan untuk patroli sudah terbakar di tepi jalan, terangnya.

“Mendengar informasi tersebut, kami pun langsung keluar dari dalam hutan dan melihat benar mobil yang kami gunakan patroli dengan nomor polisi KB 8797 FA sudah terbakar,” tuturnya.

Dugaan kami sementara sih ada unsur kesengajaan, namun kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk menyelidikinya apakah ada unsur kesengajaan atau tidak, ungkapnya.

Saat dihubungi tim beberapa media Sabtu (13/2), Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu, AKP Rando mengatakan, terkait kejadian kebakaran satu unit mobil dinas UPT KPH Kapuas Hulu Utara, pihaknya masih mendalami dengan melakukan penyelidikan.

“Kita masih dalami apakah sengaja dibakar atau tidak, dan kami juga masih memeriksa saksi-saksi terlebih dahulu untuk menentukan penyebab mobil tersebut terbakar,” ungkapnya (TD-TIM) 

Mantan Menteri KKP Edhy Pabowo Modifikasi Mobil Mewah hingga Beli Parfum Ternama

 



POLICEWATCH.NEWS  - JAKARTA Terungkap fakta terbaru di balik kasus dugaan korupsi Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan [KKP]. Edhy Prabowo terkait perizinan ekspor benih lobster [benur].

Edhy Prabowo dilaporkan mengalokasikan dana yang diduga diperoleh dari hasil korupsi ekspor benih lobster [benur]untuk memodifikasi mobil mewah pribadinya.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] ,Ali Fikri pada Jumat, 12 Februari 2021.

Fakta tersebut diperoleh dari hasil penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] terhadap salah satu saksi, Ken Widharyuda Rinaldo yang merupakan karyawan swasta.

Dana yang dipakai untuk modifikasi mobil mewah Edhy Prabowo itu diduga diperoleh dari para eksportir yang mendapat izin ekspor benur.

Sebagaimana dikutip dari SeputarTangsel.com dalam artikel "Terungkap! Ternyata Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo Gunakan Dana Korupsi Izin Ekspor Benur untuk Hal Inii", Ali Fikri kemudian membeberkan hasil penyelidikan KPK.

"Ken Widharyuda Rinaldo dikonfirmasi terkait dengan dugaan pembayaran sejumlah uang oleh AF [Ainul Faqih] dan AM [Amiril Mukminin] untuk keperluan memodifikasi mobil milik EP [Edhy Prabowo], sumber uangnya diduga dari kumpulan uang yang berasal dari para eksportir yang mendapatkan izin ekspor benur di KKP," ungkap Ali Fikri, seperti dikutip dari PMJ News.

Selain memodifikasi mobil mewah, uang 'panas' tersebut diduga juga telah digunakan oleh tersangka Edhy Prabowo untuk membeli sejumlah barang mewah hingga tanah.

Hal itu diketahui oleh tim penyidik saat memeriksa Heryanto yang juga berprofesi sebagai karyawan swasta.

"Heryanto didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan aliran sejumlah uang yang peruntukannya membeli berbagai aset dan barang mewah di antaranya tanah dan parfum dengan merek ternama untuk Edhy Prabowo," ujar Ali.[ Bambang] 

CAMAT SUKAWANGI IKUT SERTA MENYIAPKAN BANTUAN UNTUK KORBAN BANJIR DI KEC SUKAWANGI




Kab Bekasi // Policewatch.news,-  Kalau bicara banjir mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat yg tiap tahun nya menjadi langganan banjir.Sabtu 13 Februari 2021.

Parno Martono S.ap.M.si camat sukawangi, membatu karang taruna yg sedang menyiapkan bantuan untuk korban banjir yg berada di kec sukawangi..

Dari informasi yg di dapat tim policewatch.news dan di benarkan oleh Darta ketua karang taruna kec sukawangi.

Bahwasanya camat Sukawangi memang selalu membantu kegiatan karang taruna apapun kegiatan nya.

Camat sukawangi benar-benar sigap dan selalu membantu kegiatan apapun yg di lakukan karang taruna. Kata Darta ketua karang taruna kec sukawangi..

Darta pun mengatakan belakangan ini karang taruna kec sukawangi sedang di sibukkan oleh bencana banjir yg melanda beberapa desa yg berada di kec sukawangi.

Sudah hampir seminggu teman-teman anggota karang taruna kec sukawangi membuka posko banjir untuk korban banjir di kec Sukawangi dan poskonya pun berada di kec sukawangi.

Alhamdulillah berkat ke gigihan teman-teman anggota karang taruna dan bantuan dari teman-teman komunitas yg tidak bisa di sebutkan satu persatu nya karna memang lumayan banyak yg berpatisipasi di posko banjir kec Sukawangi.


Hari ini teman-teman anggota karang taruna kec sukawangi beserta camat Sukawangi menyiapkan  atau mempaking bantuan untuk di salurkan langsung ke desa2 yg memang terdampak banjir.kata Darta ketua karang taruna kec sukawangi.

Darta dan anggota karang taruna kec sukawangi mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada semua pihak yg telah ikut berpartisipasi dalam penggalangan bantuan untuk korban banjir yg berada di kec sukawangi.

Pewarta // *Andri mayadi*

KASUS PUNGLI DI SEKOLAH DASAR KEMBALI TERJADI

ILUSTRASI


Police Watch, Kab. Bandung,-  Dugaan pungutan liar di jenjang pendidikan dasar kembali terjadi. Padahal ditengah kondisi pandemi Covid 19 dimana para orangtua dilanda kesusahan di bidang ekonomi. Namun para pendidik tidak melihat hal tersebut hanya memperhatikan kepentingan pribadi semata.

Tepatnya di SDN Bojongbubu Desa Padamukti Kecamatan Solokan Jeruk Kabupaten Bandung, terkuak pungutan ke orang tua murid SDN Bojongbubu 1. Hal itu bermula dari tulisan whats up kepala sekolah Bojongbubu 1, 

Bu Lilis ke gurunya dengan bunyi ; "Ass punten aya pengumuman aya biaya kanggo ngagaleuh rapot pangaosna 50 rb, wayahna ieu mh wajib sadayana Hatur Nuhun" dilanjutkan dengan " Bu pami tiasa mh teu kedah ngabring kempelkeun wh di delika pm ts kempel nembe kabaran ibu ".

Bunyi pesan whatsAPp itu menggambarkan ; Kepala sekolah SDN Bojongbubu 1 memerintahkan anak buahnya para walikelas untuk memungut uang rapot sebesar 50 ribu ke anak didiknya. 


Pungutan tersebut diambil dan dikumpulkan dulu di salah siswa yang bernama Delika. Baru setelah kumpul semua baru diinformasikan ke guru/wali kelas untuk selanjutnya diserahkan ke Bu Lilis, Kepala Sekolah Dasar Bojongbubu 1.

Jelas dan tegas dalam 16 asnap BOS (Biaya Operasional Bos) , pembelian rapot tidak diperbolehkan dipungut ke orang tua siswa. 

Ketika hendak diklarifikasi oleh MPW ( 11/02 ) ternyata sekolah tersebut dalam keadaan tutup, malah digembok dengan pagar besi yang tinggi.

Hal tersebut bisa dikategorikan pungli dapat dijerat dengan Undang Undang No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan pidana korupsi, khususnya pasal 12E dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun. Pelaku pungli juga bisa dijerat dengan pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun. Tim

CURAH HUJAN CUKUP TINGGI JALAN GUMAY LEMBAK TERJADI AMBLAS KEDALAMAN 30 METER



LAHAT | POLICEWATCH.NEWS -   Bencana kembali menerpa Bumi Seganti Setungguan. Kali ini, jalan lintas Gumay Lembak Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat mengalami amblas cukup dalam. Sehingga, membuat pengendara roda empat yang mengular.

Amblasnya jalur tersebut, terjadi pada Sabtu [13/02/2021] kemarin, sekitar pukul 00.00 WIB, akibat dari peristiwa ini, membuat puluhan sampai ratusan unit mobil mengalami kemacetan.

Firdaus warga Lahat dibincangi tim Awak Media mengaku, selain tanah jalan mengalami keretakan juga faktur utama amblasnya jalan ini diduga akibat cuaca hujan yang tak menentu, sehingga, membuat tanah tak labil dan akhirnya ambrol.

Ia menceritakan, amblasnya jalur ini diperkirakan mencapai 30 meter, dan sisi separuh jalan telah masuk kedalam serta membentuk seperti anak tangga, yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan terutama kendaraan umum roda empat.


"Untuk lokasi TKP diperkirakan jaraknya sekitar 500 meter dari Tugu Perbatasan Desa Gumay Lembak dari arah Lahat menuju kearah Kota Pagaralam. Kemacetan sendiri telah menggular," katanya dibincangi wartawan dengan napas letih usai lolos dari lokasi kejadian.

Kepastian ambrolnya jalan diakui Firdaus K dirinya tidak berani berspekulasi terhadap kejadian yang ada. Akan tetapi, secara lantang dikatakannya, saat Ia bersama tiga orang temannya sedang berjalan menuju Kecamatan Kota Agung Lahat, sekitar pukul 21.30 WIB, kondisi jalan masih terlihat seperti biasa.

"Nah, usai dari Kota Agung kami pulang. Setiba dilokasi kejadian, kendaraan khususnya roda empat sudah mengular. Lalu, saya turun dan mendekat, terlihat jalan lintas sudah mengalami keretakan sepanjang 30 meter dan amblas cukup dalam.

Menurut informasi yang berhasil didapat dilapangan menyebutkan, selain dari fakta tumburan hujan belakangan,  membuat tanah dibadan jalan menjadi labil. Diperparah, kendaraan milik perusahaan PT SERD yang membawa barang dengan kapasitas ratusan ton, melintas di TKP dan mendapat pengawalan dari Satlantas Polres Lahat. Informasi didapat, saat ini, kemacetan jalan lantaran mobil besar yang kapasitas ratusan ton itu, terlintang dibadan jalan. Beruntung mobil Patroli Satlantas Polres Lahat masih berada dilokasi.

Hal senada juga dijelaskan Cek Mar warga Pagaralam menyampaikan, harus bagaimana lagi, hari terus turun hujan jalur lintas mengalami kelongsoran. Sehingga, membuat pria murah senyum ini, hanya duduk berdiam diri didalam mobil.

"Kami juga tidak tahu pak penyebabnya apa, kok tiba tiba jalur ini longsor dan membuat kemacetan R4 mengular, karena terjebak. Seperti film warkop, maju kena, mundurpun kena. Jadi, sudah tinggal diam saja," ujarnyanya dengan nada sedikit kesal.

Entah sampai kapan, sambungnya, bantuan untuk memperbaiki jalan ini datang dari Pemkab Lahat, agar semua pengendara khususnya R4 kembali bisa jalan seperti semula.

"Ya, mau di apai lagi. Hujan memang kita sudah kehujanan. Tapi, setidaknya akibat bencana seperti ini, harusnya pihak Pemkab Lahat lebih cepat tanggap dan mendapat laporan dan dapat segera bertindak agar kemacetan tidak mengular seperti saat ini," paparnya.

Ketika disinggung wartawan, ambrolnya jalan yang ada tidak lepas dari melintasnya kendaraan yang berkapasitas ratusan ton diduga milik PT SERD ditambahkannya, terus terang saya tidak tahu secara pasti. Namun, saat dilokasi dirinya mendengar berbagai selentingan bahwa, amblasnya jalur ini, saat bertepatan dengan kendaraan besar yang melintas di TKP.
Pewarta : Irin Bamb

Mobil Pajero Warna Putih Yang Ditumpangi 11 Orang Ringsek Tertabrak kereta Api di Perlintasan Yonkav Beji




POLICEWATCH.NEWS, PASURUAN – Sebelas orang penumpang mobil Pajero warna putih yang di duga satu keluarga dihantam kereta api (KA) saat melewati perlintasan tak berpalang di perlintasan Yonkav 8, Beji, Kabupaten Pasuruan.

Peristiwa itu terjadi pada jumat petang (12/02/2021) sekitar pukul 18. 00. Beruntung sebelas penumpang dikabarkan selamat namun sang sopir mengalami luka berat.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, insiden bermula saat sebuah mobil Pajero warna Putih berpelat nomor W 1 CPB yang sedang melintas di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu di asrama Militer Yonkav Beji, Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Tanpa diduga sang pengemudi, sebuah KA melintas. Akibatnya, mobil Pajero yang di dalamnya berpenumpang sebelas orang itu pun terhempas usai disasak Kereta Api.

Terlihat, petugas dengan dibantu warga berusaha melakukan evakuasi korban. “Ada sebelas orang di mobil. Beruntung korban semua selamat dan di ketahui berasal dari Krian Kabupaten Sidoarjo,” kata Darto, warga setempat. (dor)

Badan Kesbangpol Aceh Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan di Aceh Timur


Dr Darmawan Ali staf ahli bupati Bupati bidang kestimewaan Aceh, Timur.( M.Alimin)


ACEH TIMUR - POLICEWATCH.NEWS -Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Aceh Timur menyelenggarakan Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, di Aula Dinas Syariat Islam Aceh Timur Selasa (10/2/2021).

Tema Kegiatan Ini "Kepedulian dan kebersamaan di era adaptasi kebiasaan baru dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa".

Adapun peserta sosialisasi seluruhnya berjumlah 50 orang terdiri dari Camat, Geuchik, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda.

Kegiatan ini dibuka Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H.M. Thaib, SH melalui staf ahli Bupati bidang keistimewaan Aceh,sumber daya manusia dan kerjsama Dr. Darmawan Ali. M.SID


Dr Darmawan dalam sambutan dan arahannya, dirinya mengapresiasi Pemerintah Provinsi melalui Badan Kesbangpol Aceh yang menyelenggarakan sosialisasi Pembauran Kebangsaan ini.

"Atas nama Pemerintah Aceh Timur Saya menyambut baik dengan dilaksanakannya acara pada hari ini.
Untuk mendukung dan memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa,pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah membentuk forum pembaruan kebangsaan (FPK) dimana fungsi utama forum ini adalah untuk memberikan pencerahan dan pendidikan akan pentingnya pembaruan kebangsaan bagi masyarakat,juga memberikan sejumlah rekomendasi kepada kepala daerah dalam pemeliharaan pembaruan kebangsaan," Kata Dr Darmawan

harapannya, dengan dilaksanakan acara ini dapat terciptanya wahana pertukaran informasi dan menambah wawasan berkaitan dengan pembaruan kebangsaan di kabupaten Aceh Timur

"Saya berharap kepada tokoh yang hadir agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,hindari terjadinya gesekan yang menimbulkan disharmoni dalam kehidupan beragama,jalin komunikasi yang intensif baik vertikal,horizontal sampai masyarakat paling bawah,saya juga berharap kegiatan ini tidak berakhir sampai disini,tetapi ada follow up dari kita semua guna terciptanya kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di kabupaten Aceh Timur," Pinta Dr Darmawan

Sementara itu,kepala Kesbangpol Aceh Drs Mahdi Efendi melalui Kabid bina ideologi wawasan kebangsaan dan karakter bangsa Munarwansyah SE MM dalam sambutanya mengharapkan dengan terlaksanakan kegiatan ini dapat bekerjasama secara harmonis,sinergis,efektif dan esfisien dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.

"Sebagai kepala Kesbangpol Aceh,saya berharap program pembaruan kebangsaan dapat dilakukan secara terus menerus,mengingat tingkat kemajemukan masyarakat Aceh sangat tinggi,untuk itu mari kita merapatkan barisan menyambung ukhuwah dan memperkecil kesenjangan sehingga dapat terciptanya kedamaian antara etnis,suku,ras,budaya dan adat istiadat sehingga dapat meninggkatkan hitmat dan martabat dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang pluaralisme ini," Ujar Munawarnsyah SE MM

Hadir dalam acara tersebut Kepala kesbangpol Aceh Timur Amiruddin,staf ahli bupati Bupati bidang kestimewaan Aceh,sumber daya manusia dan kerjsama Dr. Darmawan Ali. M.SID,perwakilan Kesbangpol Aceh,Keuchik,tokoh masyarakat,tokoh agama,tokoh adat,tokoh pemuda,tokoh perempuan dan anggota FPK dalam beberpapa kecamatan di Aceh Timur(M.Alimin)


KPM BPNT Desa Lame keluhkan daging keras dan jeruk asam dari E-warong Ce'ot


ilustrasi



Majalengka, policewatch.news,-   komoditi Program BPNT (bantuan pangan non tunai) di Desa lame dari e-warong milik ce'ot alias tatang di keluhkan keluarga penerima manfaat (nama di rahasiakan) terutama soal daging sapi yang keras (tidak bisa di makan) serta buah jeruk yang rasa nya asam

" daging sapi nya keras pak, tidak bisa di makan, terus jeruk nya rasa nya asam ga enak di mulut " ungkap salah seorang KPM ketika di hubungi via ponsel, selasa (9/2) 

daging sapi yang keras tersebut di duga daging impor yang telah lama di bekukan, sedangkan jeruk asam tersebut menurut ce'ot ketika di konfirmasi pada Rabu(10/2) di area kantor kecamatan leuwimunding adalah jeruk chino yang menurut nya rasa nya memang begitu.

ada hal menarik tentang ce'ot yang di sebut-sebut beberapa kalangan media sebagai bandar BPNT karena di duga menyuplai komoditi di luar desa, Salah satu nya di desa mindi, 

policewatch.news coba mencari kebenaran soal informasi yang di terima dari narasumber dengan mendatangi e warong di depan balai desa mindi pada selasa (9/2), di e warong tersebut ada seorang yang mengaku karyawanya ce'ot, namun mengaku tidak tahu apa-apa soal program BPNT 

Kaur Kesra desa mindi, Pirman, di temui di balai desa pada selasa itu juga, membenarkan bahwa e warong di depan kantor desa pemilik nya adalah ce'ot untuk melayani kebutuhan KPM di desa mindi, 

PEDUM (pedoman umum) program BPNT jelas mengatur soal e-warong di larang  menjadi suplier komoditi untuk desa lain, padahal di desa mindi ada e-warong lain milik warga mindi yang justru mirisnya harus berbagi KPM dengan e-warong milik nya ce'ot

informasi terbaru pada jumat, (12/2) yang di dapat policewatch.news ce'ot alias tatang membuat bantahan di sebuah media online, namun di duga wartawan media tersebut  yang mewawancarai ce'ot di duga tidak menerapkan 5W 1H karena hanya menulis keterangan dari ce'ot saja dan tidak investigasi ke KPM soal isu daging keras serta jeruk yang rasa nya asam.

Pewarta
Tim policewatch majalengka

Polisi Ungkap Penyelundup Sabu 353 Kg Jaringan Internasional




JAKARTA | POLICEWATCH.NEWS – Anggota Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus penyelundupan 353 kilogram (kg) narkoba jenis sabu jaringan Internasional Timur Tengah (Timteng)-Malaysia-Aceh. Dalam penggrebekan tersebut, polisi menangkap 11 orang.

Dir Tipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar meneranagkan pengungkapan perkara ini dilakukan di tiga lokasi berbeda. Antara lain, di Pelabuhan Rakyat Desa Matang Bangka, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh; Desa Blang Mee Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen dan Desa Meusanah Tambo, Kecamatan Jeunieb, dan Kabupaten Bireuen.

“Waktu penangkapan yaitu Rabu [27/1/2021] pagi, sekitar pukul 06.00 Wib serta Selasa [2/1/2021] siang dan malam, pukul 14.30 Wib dan 19.00 Wib,” ungkap Krisno dalam pernyataan resminya, Jakarta, Kamis [11/2/2021].

Adapun 11 orang tersangka itu antara lain, KM (37) sebagai orang kapal, MD (23) sebagai kapten kapal, ES (35) dan napi Lapas Lhokseumawe MA (36) sebagai pengendali. “Sebagai penerima antara lain SI (50), SN (53), KR (23), IZ (40), MR (25), SY (63) dan SB (41),” beber Krisno menambahkan.

Lebih jauh Krisno menuturkan, kasus ini berawal adanya informasi dari masyarakat yang menyebut akan ada penyelundupan barang haram tersebut dengan jumlah yang besar yang menggunakan kapal ikan melalui jalur laut dari Malaysia menuju perairan Bireuen, Aceh.

“Kemudian dibentuk tim gabungan tdd DitIpidnarkoba Bareskrim Polri-Ditresnarkoba Polda Aceh dan Polres Bireuen dan dilakukan proses penyelidikan selama satu bulan,” beber Krisno.

Berikutnya, pada 27 Januari 2021, petugas melakukan pengintaian di lokasi yang dicurigai sebagai tempat pendaratan atau bersandarnya kapal di Pelabuhan rakyat Desa Matang Bangka, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh.

“Saat kapal akan memasuki kuala, para pelaku kabur dengan cara melompat dan berenang melarikan diri. Selanjutnya tim gabungan melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan para tersangka yang melarikan diri tersebut,” jelasnya.

Dari sana, polisi bersama personel gabungan menemukan banyak karung yang diduga berisi sabu yang dikemas dalam 343 kotak tupperwaee, alat komunikasi HP Satelit, tiga HP GSM dan dokumen kapal.

“Kemudian penangkapan tersebut dikembangkan, akhirnya tim gabungan berhasil menangkap beberap tersangka lainnya berikut BB di TKP 2 dan 3 yang telah menerima sabu dari anggota sindikat yang tertangkap sebelumnya,” lanjutnya.

Adapun barang bukti yang diamankan dalam penangakapan di lokasi (TKP) pertama yaitu 343 kotak tupperware yang diduga berisi sabu berat brutto 343.380 gram, satu unit handphone Satelit Merk Thuraya, tiga unit ponsel GSM dan dokumen kapal.

“Di TKP 2, anggota menyita 120,96 gram sabu, 1 neraca digital merk Scale dan 1 unit HP merk Nokia warna putih. Di TKP 3 itu 6,66 kilogram sabu, 1 unit HP merk Xiaomi dan 1 unit becak motor. Sehingga total BB sabu yang disita 353 kilogram,” kata Krisno.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Subsider Pasal 113 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 lebih subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.[ bambang.md]