BERIKUT INI KINERJA IDHAM AZIS TIGA BULAN PERTAMA JADI KAPOLRI

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis 


JAKARTA, POLICEWATCH,-  Masuk tanggal 1 Februari lalu, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis genap 3 bulan menjabat sebagai Tri Brata 1.

Sekitar 470 ribu orang anggota Polri di seluruh wilayah Indonesia tunduk dalam kepemimpinannya, sikap tegas dan konsistensinya menegakkan hukum menjadi ciri khasnya.

Idham, tetaplah Idham, yang sederhana, lurus dalam menjalani kehidupan ini dengan jujur.

Dalam sebuah kesempatan, Idham  pernah mengatakan “Ilmu akan membimbing kita pada kearifan hidup, tanpa harus mengecilkan arti orang lain”.

Itulah sebabnya, Idham secara tegas mengingatkan anggotanya untuk berlomba mencetak prestasi kerja.

Sehingga, budaya menghadap alias setor muka kepada atasan untuk minta-minta jabatan tidak perlu lagi dilakukan.

Hal ini diungkapkan Idham pekan lalu seusai memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) terhadap 5 anggota Polri berprestasi di bidang olahraga.

“Siapa saja anggota Polri yang berprestasi, saya berharap bapak SDM betul-betul bisa didata dan organisasi Polri harus beri perhatian kepada mereka yang betul-betul berprestasi.

Parameter itu harus paling atas, Bukan yang kasak-kusuk, bukan yang menghadap baru dikasih jabatan,” kata Kapolri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (6/2).

Menurut Idham, saat ini jumlah personel Polri di Indonesia sebanyak 470 ribu orang, dan yang kerap menghadap-hadap ke pimpinan untuk meminta jabatan presentasenya hanya sekitar 0,01 persen.

Penghargaan yang didapat anggota berprestasi ini, diharapkan Kapolri menjadi pemicu semangat bagi seluruh anggota Polri lainya untuk meninggalkan cara rajin menghadap pimpinan guna mendapat jabatan atau pangkat.

Kebijakan Idham yang baru-baru ini juga mendapat apresiasi saat ia memberikan kesempatan bersekolah di Sekolah Inspektur Polisi (SIP) bagi 11 anggota Polri yang menyandang disabilitas (cacat) akibat melaksanakan tugas negara di berbagai operasi.

Adapun ke 11 Peserta tersebut adalah personel Polri telah berjasa menjaga keutuhan NKRI yaitu memberikan pengamanan dalam  Operasi Tinombala (Sulteng), Operasi Cintai Damai (Polda Aceh), Satgas Amole (Papua), Satgas Tegak Rencong (Aceh), Satgas Aman Nusa (Papua), Kontak senjata di Peudada Aceh, dan Laka Lantas dalam rangka pengamnan kunjungan Presiden RI, Satgas Unras di Papua, serta peragaan HUT Brimob.

Kebijakan Idham ini merupakan wujud penghargaan selaku pimpinan Polri dalam memberikan reward alias penghargaan kepada anggota yang telah berjasa melaksanakan tugas Kepolisian dengan mengorbankan jiwa raga.

Ini merupakan pertama kali diberikan kepada para Personel Polri yang menjadi korban dalam Satgas operasi.

Idham juga terus mengingatkan kepada seluruh anak buahnya untuk selalu kerja ikhlas, jujur dan jangan pernah mengabaikan keluarga sebab hanya keluarga tempat terbaik untuk kembali dan mau menerima apa adanya.

Ia juga sering mengingatkan kepada jajaran kepolisian, “Tidak perlu menjadi orang besar, tapi cukup dengan melaksanakan tugas negara dengan sebaik-baiknya”.

Sebab, kata Idham kepada jajaran Kepolisian, sekecil apapun peranmu, itu akan menjadi catatan sejarah yang mewarnai perjalanan karier yang kelak akan diceritakan dengan penuh kebanggaan kepada anak cucu.

Idham sedang terus membuktikan bahwa masa tugasnya yang sangat amat singkat selama 14 bulan menjadi Kapolri, akan terus ia isi dengan melakukan yang terbaik bagi organisasi Polri.

Masih ada waktu sekitar 11 bulan lagi, untuk bisa dimanfaatkan Idham melakukan hal hal baik, publik menunggu kinerja baik, terutama prestasi kerja Polri dibawah kepemimpinan Idham Azis.

Belum lama Polri dapat menangkap buronan KPK yang masuk DPO yaitu Harun Masiku, dan dapat mengungkap siapa dalang utama di balik penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Pewarta : Bambang & Bagus

KOMITE II : REGULASI BIDANG PERTANIAN HARUS MAMPU LINDUNGI DAERAH LUMBUNG PANGAN NASIONAL

dok : policewatch


SURABAYA, POLICEWATCH.NEWS, -   Komite II DPD RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur terkait pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang No. 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan.

Komite II DPD RI berharap agar UU tersebut mampu mendorong kebijakan pemerintah untuk peningkatan produksi pertanian, terutama di daerah-daerah yang menjadi lumbung pangan nasional.

Ketua Komite II DPD RI, Yorrys Raweyai, menilai keberadaan UU 22/2019 dapat memberikan dorongan kepada petani untuk mengembangkan pertanian dan menjadi dorongan bagi pemerintah pusat dan daerah untuk dapat merumuskan kebijakan peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan para petani.

Dirinya berharap agar implementasi UU tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan dapat berjalan dengan baik di Jawa Timur dan menjadi pendorong meningkatnya produksi pertanian yang akan mesejahterakan petani.

“Sistem budi daya tanaman perlu memberikan kontribusi pada pembangunan pertanian yang mensyaratkan peningkatan produktivitas dan efisiensi agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Yorrys dalam pertemuan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Timur hari Selasa (11/2).

Dalam rapat tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Jawa Timur, Ardo Sahak, mengatakan jika Jawa Timur disebut lumbung pangan nasional karena produksi pertanian dan peternakannya mengalami surplus, dan itu bisa menopang kebutuhan pangan di provnsi lain di Indonesia. “Jawa Timur banyak menyuplai hasil pertanian dan peternakan ke provinsi lainnya,” jelas Ardo.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Pemprov Jatim, Hadi Sulistyo, produksi pertanian di Jawa Timur didominasi oleh padi, jagung, dan kedelai. Pada tahun 2019 mengalami surplus sebesar 2,3 juta ton dan jagung mengalami surplus sebesar 4,3 juta ton.

“Kontribusi tanam pangan di Jawa Timur, untuk tahun 2018, padi menyumbang 18,6 persen, jagung 21,8 persen. Untuk 2019, padi 19,27 persen, jagung 22,46 persen, kedelai 33,83 persen. Jadi ada kenaikan di tiap tahunnya,” jelas Hadi.

Hadi juga mengungkap beberapa permasalahan yang dihadapi pertanian di Jawa Timur pada tahun 2020 ini, Yaitu menurunnya alokasi pupuk bersubsidi ke Jawa Timur dan permasalahan alih fungsi lahan pertanian yang produktif menjadi lahan lain.

Untuk pupuk bersubsidi, dirinya mengungkapkan pada tahun 2019, Jawa Timur mendapat alokasi 2,6 juta ton pupuk, dan  di 2020, dari usulan 4,9 juta, disetujui 1,3 juta ton. Terkait pencegahan alih fungsi lahan, Hadi mengatakan bahwa Pemprov Jatim sudah mengeluarkan Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), namun saat ini baru 14 dari 29 kabupaten/kota yang telah membuat perdanya.

Senator dari Jawa Timur yang hadir dalam pertemuan tersebut, Adilla Azis, berharap kepada Pemprov Jawa Timur untuk memberikan pelatihan keahlian di desa Sumberejo, Malang. Tujuannya agar masyarakat di desa tersebut dapat sejahtera seiring dengan adanya peningkatan produksi pertanian di bidang holtikultura,  Mereka sekarang ini menginginkan adanya pelatihan. Karena di desa ingin menjadi ikon penghasil beras organik, harap Adilla.

Senator dari Jawa Tengah Denty Eka Widi Pratiwi, Senator dari Kalimantan Timur Aji Mirni Mawarni, dan Senator dari Kalimantan Tengah Yustina Ismiati, meminta agar Pemprov Jatim benar-benar berupaya untuk mencegah adanya alih funsi lahan pertanian. Menurut mereka, banyaknya alih fungsi lahan tersebut akan berdampak pada keberadaan Jatim sebagai lumbung pangan nasional, yang juga turut berdampak pada provinsi lain yang bergantung pada Jatim terkait suplai bahan pangan.

Sementara itu, Senator dari Provinsi Jambi, Ria Mayang Sari, meminta agar Pemprov Jatim juga bekerjasama dengan pemerintah desa dalam peningkatan produktivitas pertanian. Apalagi desa telah memiliki dana desa yang bisa digunakan untuk mengembangkan pertanian dan menyejahterakan masyarakat petani di desa tersebut. Karena selama ini, salah satu masalah yang dihadapi petani di desa adalah masalah permodalan dan pemasaran hasil pertanian.

“Anggaran dana desa itu sangat besar, apakah Pemprov Jawa Timur sudah pernah mencoba (berkoordinasi) kepada pemerintah desa setempat untuk meningkatkan produktivitas dan penyuluh pertanian di desa?” ungkap Ria.

Saat menutup pertemuan, Yorrys mengatakan hasil kunjungan kerja ini akan disampaikan ke Pemerintah. Untuk selanjutnya akan dibuatkan program pilot project yang diusung DPD RI dengan Kementerian terkait.

“Hasil pertemuan ini akan kami jadikan bahan untuk merumuskan program pilot project kerja sama DPD RI dengan kementerian-kementerian mitra Komite II. Program itu akan diterapkan di setiap daerah Anggota DPD RI, sehingga hasilnya akan benar-benar dirasakan,” tutup Yorrys yang juga Senator dari Provinsi Papua.

Kunjungan kerja Komite II DPD RI ke Jawa Timur tersebut juga dihadiri oleh Anggota Komite II Edwin Pratama Putra, Christiandy Sanjaya, Muhammad Afnan Hadikusumo, Riri Damayanti, Aa Oni Suwarman, dan Dharma Setiawan.

Pewarta : (Bagus)


Renungan Untuk Aktivis dan Pejuang Dakwah

Dede Rahmat Taopik Spdi Ka Biro Garut



Red, policewatch,-   Renungan Untuk sahabat2ku, teman ngaji, aktivis dan pejuang dakwah 
Mungkin dunia ini terlalu sedikit memberi waktu kita untuk bertemu dan bercanda,  tapi semoga Syurga yang luas mempertemukan kita., Jalan dakwah ini masih panjang, karena hanyalah surga tempat peristirahatan....

Ayo kita berbenah diri, memperbaiki hubungan kita dengan Allah, memohon ampunan kepadanya, agar Allah memperbaiki hubungan kita dengan sesama kita....

Kita hilangkan noktah2 hitam dalam hati kita, tidak ada hasad, tidak ada dendam...bersinergi merajut yang terkoyak, mengais asa yang tersisa

Kita obati yang terluka
Kita sambung yang terputus
Kita bangun yang roboh
Kita hibur yang sedih
Kita suburkan semangat yang layu
Kita tolong yang membutuhkan
Kita damaikan yang bertikai
Kita ishlah yang bercerai...

Kita........
Ayo berprasangka baik sesama pejuang, karena dengan pertikaian membuat kita semakin jauh dari puncak keberhasilan....

Saling mendoakan sesama  pejuang, jadikan malam-malam itu bersaksi bahwa doa-doa kita bersatu menembus awan...demi merajut tali persaudaraan Islam...
Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara....
Jangan biarkan kapal dakwah ini pecah dihempas gelombang
Jangan biarkan bahtera dakwah ini karam ketika badai datang menerjang
Ayo melangkah melaju bersama memperbaiki umat....
Jadilah orang yang berkepribadian besar, berjiwa besar dan dengan tanggung jawab yang lebih besar....

Hal itu memerlukan pula pengorbanan yang sangat besar...
Dan semua itu harus dibalut dengan keikhlasan yg tertanam..
lillah wa fillah...

hanya karena Allah dan di jalan Allah....
Mungkin dunia ini terlalu sedikit memberi waktu kita untuk bertemu dan bercanda.... tapi semoga Syurga yang luas mempertemukan kita.
Aku mencintai kalian, wahai saudaraku seperjuangan.11/02/2020 **

Penulis Dede Rahmat Taopik Spdi


Kabag Umum Heri Dadi Hadir Sebagai Saksi Di Persidangan Terkait Mobil Mewah Lexuz

Kabag Umum Heri Dadi

PALEMBANG - POLICEWATCH.NEWS -  Sidang Terkait mobil mewah Toyata Lexuz pembelian Robi Okta Palevi untuk Ahmad Yani Bupati Muara Enim non aktif digelar di PN.Tipikor Palembang selasa (11/2/2020)

Sidang menghadirkan saksi Kabag Umum Heri Dadi dan beberapa saksi, namun disini yang menjadi perhatian dalam  persidangan keterangan saksi agak berbelit saat ditanya salah satu anggota hakim kepada Heri Dadi, soal mobil mewah bahwa pengakuan dari Heri Dadi saya di panggil oleh pak yani melalaui via telpon ajudan bupati sdr, Reza saya diperintahkan untuk membawa ke Full kendaraan khusus operasional bagi tamu VVIP Bupati,  namun soal ditanya hakim soal surat menyurat hanya sebatas STNK mobil Lexuz terkait masalah surat menyurat pinjam pakai dijawab oleh Heri Dadi sebagai Kabag Umum dia tidak tahu menahu hanya ada STNK jelasnya

Heri Dadi sedikit berbelit pertanyaan dari hakim mobil itu untuk siapa, dan ditanya hakim apakah mobil mewah pemberian dari robi menggunakan BG 1  DZ, dijawab Heri Dadi iya, mobil tersebut digunakan bupati benar ujar " Hakim ketua benar dijawab oleh Heri didepan majelis hakim.

Heri Dadi Sebelumnya Di Bapedda sekarang diposisikan sekretariat daerah kabag Umum. Hari Dadi dipanggil sebagai saksi atas nyanyian ajudan bupati bernama Riza beliau saat memberikan keterangan sebagai saksi pada tanggal 4 februari 2020 bersama Ediyansyah PUPR dan saksi lainya
Sementara Kabag Umum Heri Dadi saat dihubungi wartawan selasa (11/2/2020) melalui ponselnya ke nomor 082127127XXX dijawab cukup dari kesaksian dipersidangan tadi sambil mengelak untuk ditemui.

Reporter : Bang / Her

Peduli Lingkungan Bukit Asam Tanam 2020 Pohon Kayu Putih

Kegiatan Penanaman 2020 Pohon Kayu Putih ini dibuka oleh Direktur Utama Bukit Asam, Arviyan Arifin, Selasa (11/2).


TANJUNG ENIM - POLICEWATCH.NEWS,-  Dalam rangka HUT ke-39, PT Bukit Asam Tbk melakukan kegiatan Penanaman Pohon Kayu Putih di lahan pasca tambang Backfilling Pit 3 Banko Barat, Tanjung Enim. Sebanyak 2020 pohon Kayu Putih akan ditanam dalam kegiatan ini.

Kegiatan Penanaman 2020 Pohon Kayu Putih ini dibuka oleh Direktur Utama Bukit Asam, Arviyan Arifin, Selasa (11/2).

Penanaman pohon yang didukung oleh Komunitas Tanjung Enim Bersih ini diikuti oleh ratusan peserta dari karyawan Bukit Asam, jajaran pemerintah Kabupaten Muara Enim, hingga para siswa di Tanjung Enim.

Melalui kegiatan Penanaman 2020 Pohon Kayu Putih ini, Bukit Asam mengajak masyarakat untuk terus menjaga kelestarian alam dengan menanam pohon. Selain itu, melalui kegiatan ini, Bukit Asam juga mengenalkan secara langsung kepada masyarakat cara yang ditempuh oleh perusahaan dalam upayanya untuk menjaga lingkungan dengan mengemablikan fungsi lahan pasca tambang dengan penanaman pohon.

“Sesuai dengan komitmen dan visi perusahaan, seluruh lahan pasca tambang pasti akan kami kembalikan fungsinya seperti sedia kala.


Kami akan terus berupaya dan terus berkomitmen untuk menjaga alam,” ujar Arviyan.

Bukit Asam telah lama membudidayakan pohon Kayu Putih pada lahan pasca tambangnya. 


Dipilihnya Pohon Kayu Putih ini bukan tanpa sebab. Pohon Kayu Putih dinilai memiliki ketangguhan dibanding dengan pohon lainnya karena pohon kayu putih dapat bertahan pada tempat dan lahan yang kering dan tandus. Pohon kayu putih juga tahan terhadap panas, sehingga jika pohon kayu putih terbakar, dia dapat tumbuh kembali.

Selain ketahanan pohon itu sendiri, kayu putih juga memiliki manfaat lain. Melalui penanaman ribuan pohon kayu putih ini, diharapkan nantinya Bukit Asam dapat berkontribusi untuk masyarakat dengan melakukan pemberdayaan dalam pengolahan Pohon Kayu Putih menjadi Minyak Kayu Putih.

Repoter : Bambang.MD

Berikut nama 25 anggota DPRD Muara Enim yang disebut A.Elfin Mz Muchtar menerima aliran dana suap dari terdakwa Robi Okta Fahlevi



Breaking News
ilustrasi

PN.TIPIKOR PALEMBANG - POLICEWATCH.NEWS - Sejumlah nama anggota DPRD Muara Enim diduga menerima aliran dana fee proyek aspirasi yang disebut A.Elfin MZ Muchtar didalam persidangan di PN.Tipikor Palembang.11/02/2020

Berikut Nama - Nama dan Jumlah Nominal Uang yang di sebut A Elfin  Mz dalam Persidangan  : 
1. Indra Gani sebesar Rp.300 juta sebelum pileg dan Rp 150 juta setelah pileg.
2. Ishak Juarsah Rp.300 juta sebelum pileg
3. Hendly sebelum pileg Rp.90 juta 160 juta sesudah pileg
4. Darain 200 juta
5. Ari Yoga Setiadi 200 juta sesudah pileg
6. Ahmad Reo Kusuma 200 juta sesudah pileg
7. H Marsito sebelum pileg 200 juta (15 April 2019)
8. Mardalena 200 juta sebelum pileg
9. Umam Fajri 200 juta sesudah pileg
10. Wiliam Husin 200 juta sesudah pileg
11. Mardiansyah 200 juta sesudah pileg
12. Faizar Anwar 500 juta sebelum pileg
13. Eksa Heriawan 200 juta sebelum pileg
14. Muhardi 250 juta sebelum pileg
15. Akhmad Fauzi 200 juta sebelum pileg
16. Fitriansyah 200 juta sebelum pileg
17. Agus firmansyah  100 sebelum pileg
18. Subhan 200 juta setelah pileg
19. Irul 200 juta sesudah pileg
20. Erizon 200 sesudah pileg
21. Cik Melan 200 juta setelah pileg
22. Samudra Kelana 200 juta sebelum pileg
23. Misran 200 juta setelah pileg
24. Tiardi 200 juta sebelum pileg
25. Vera Erika 200 juta sebelum pileg.

itulah daftar nama dan jumlah uang rakyat atau masyarakat yang di  korupsi  oleh para dewan di muara enim.

Repotter ::Bambang.MD

SI JAGO MERAH MENGHABISKAN SATU RUMAH WARGA

DOK : POLICEWATCH


Garut, POLICEWATCH, -  Telah terjadi musibah kebakaran Kobaran sempat membuat panik warga, sebuah rumah milik Edih, warga kampung Cibitung RT01,Rw 04, Desa Barusuda, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut hangus dilalap api, Selasa (11/02/2020).

Dari informasi yang dihimpun, kebakaran diketahui telah membesar. Semunya menurut warga sekitar, awalnya titik api muncul dari dapur rumah tersebut. Pemicu kebakaran diduga dari korsleting instaasi lisrik dari pompa air.

Untuk memadamkan kobaran api, warga menggunakan pompa air yang ada milik petani ,2 unit mesin pompa air di gunakan . Api baru bisa dijinakan, beberapa jam kemdian, setelah tim relawan bahu-membahu bersama warga memadamkannya.

Kepala desa Barusuda Kec Cigedug,Kabupaten Garut, Iman Rustaman, kejadian kebakaran memang benar terjadi di wilayahnya, yakni Desa Barusuda.(Dera taopik)

JAGA KONDUSIFITAS KAMTIBMAS JELANG PILKADES DAN PILKADA, POLRESTA SIDOARJO LUNCURKAN DUA TIM KHUSUS

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho, saat melaunching Tim Delta Squad dan Tim Satgas Anti Botoh, Selasa (11/2/2020) pagi.

SIDOARJO, POLICEWATCH,-  Menghadapi dua agenda di tahun 2020, yakni Pilkades serentak pada 19 April 2020 dan Pilkada Kabupaten Sidoarjo pada 23 September 2020. Polresta Sidoarjo melaunching dua tim guna mengamankan situasi kamtibmas di Kabupaten Sidoarjo tetap aman dan kondusif.

“Menjelang Pilkades serentak dan Pilkada Kabupaten Sidoarjo, kami membuat tim Delta Squad dan tim Satgas Anti Botoh Polresta Sidoarjo. Tujuannya adalah agar situasi kamtibmas Kabupaten Sidoarjo tetap aman dan kondusif dalam rangka menyambut dua agenda besar tersebut,” ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho, saat melaunching Tim Delta Squad dan Tim Satgas Anti Botoh, Selasa (11/2/2020) pagi.

Tim Delta Squad berjumlah 63 personel, bertugas sebagai tim reaksi cepat guna memberikan rasa aman kepada masyarakat. Misalnya melakukan patroli malam hari, mencegah terjadinya tindakan curanmor, curas dan curat, serta patroli balap liar, maupun tindakan kejahatan lainnya.

Sedangkan Tim Satgas Anti Botoh berjumlah 144 personel, menurut Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho bertugas untuk memberantas praktik politik uang hingga penyalahgunaan informasi melalui media sosial, yang semua itu dapat mengganggu situasi kamtibmas selama gelaran Pilkades dan Pilkada nanti.

“Kami juga telah mensosialisasikan tugas dan peran dua tim ini. Serta diharapkan kepada para calon dapat mematuhi segala peraturan tata tertib Pilkades maupun Pilkada. Sehingga situasi kamtibmas di wilayah kita tetap terjaga aman dan kondusif,” himbau lulusan Akpol 1997 ini.

Sumber    : Humas Resta
Pewarta   : Bagus

Vina Seret Ilham Sudiono Beli Rumah Di Alam Sutera. Bela Belikan Ramlan Suryadi minta HP Samsung Note 10 dan Terima Sejumlah Uang


Breaking News 
Dok : Policewatch

# Ramlan Suryadi Plt Kadis PUPR Minta dibelikan HP merek Samsung Note 10 seharga Rp 12 juta #

PALEMBANG.- POLICEWATCH - Sebelum sidang digelar kelima saksi Ari ( Kabag Umum) Bella adik kandung Robi, Budiman Hambali pemilik mobil Lexuz Vina Mulyani (properti )  dan Hendra asal Lampung mereka dihadirkan didalam persidangan dan mereka sebelum sidand  diambil sumpah menurut agamanya masing-masing di depan hakim.

Saksi pertama sdr. Heri Dadi  (kabag umum) di sekretariat daerah Kabupaten muara enim,  dicecar pertanyaan oleh Ketua Hakim Herman Suharti agak berbelit belit apa yang dijawabnya seputar mobil merek Toyota Lexus RX nopol B 226 KS  pemberian dari Robi Okta Palevi untuk Ahmad Yani Bupati Non Aktif sdr Ari anda selaku Kabag Umum dia mengaku mengetahui ada kendaraan VVIP Mobil Lexuz warna hitam B 226 KS pembuatan tahun 2016, memang saya menerima titipan mobil lexuz setelah mendapay telpon dari ajudan bupati sdr, Reza saya diperintahkan untuk menghadap Bupati (ahmad yani red).

Setelah  Mobil saya terima langsung saya serahkan sama sopir bernama pak Udin, beserta STNK dan kuncinya  kata " Ari saat ditanya hakim Herman Suharti, dalam sidang selasa (11/2/2020)

Selanjutnya ditanya tentang Mobil Tata warna putih dijawab Ari " tahu dan saya kerumah dinas bupati untuk mengambil mobil tersebut di bawa full juga terang " Ari Kabag Umum Sekda Muara Enim, diakui ari tidak ada perjanjian  pinjam pakai mobil lexuz dan tata,
Yang Menarik dalam persidangan di PN.Tipikor Palembang sdr, Vina asal Jakarta menerangkan bahwa 
perumahan mewah di ALAM SUTERA didaerah Tangerang, menurut Vina  rumah yang dibeli oleh Ilham Sudiono untuk  pak Alfin dan Pak Ilham Sudiono, rumah tersebut dibeli seharga 2, 9 milyar langsung dibayar oleh pak Ilham Sudiono terang "  saksi Vina Mulyani dalam saksi di persidangan dan  pembayaran pembelian rumah tersebut, diakui Vina saya bertemu pak Ilham Sudiono satu kali dan rumah di Alam Sutera  sudah dibayar lunas oleg Ilham Sudiono tegas " Vina Mulyani menerangkan kepada anggota Hakim " Abu Hanifah


Sementara Budiman Hambali pemilik mobil Lexuz TIPE RX nopol  B 226 KS pengakuan didalam persidangan mobil tersebut  dijual dengan Pak Robi Okta Palevi seharga 1,125 M. terang Budiman pemilik mobil Lexuz asal Jakarta saat tiba di PN.Tipikor menggunakan Taxi Bandara sekitar pukul 08.30 wib dia turun dari taksi bersama Vina Mulyani Pengusaha Properti dari jakarta hadir di persidangan saksi terdakwa Ahmad Yani Bupati Non Aktif

Selanjutnya saksi bernama Bela ditanya hakim Bela adalah adik kadung Robi, mengaku saya membeli HP merek Samsung Note 10 seharga Rp 10 juta lebih dibeli di Palembang Squre atas permintaan Robi untuk diberikan kepada Ramlan Suryadi Plt Kadis PUPR
HP langsung saya berikan kepada pak Ramlan di Palembang untuk dan menyerahkan sejumlah uang ada titipan uang dari Robi nilainya tidak tahu akunya lagi saya yang menyerahkan uang kepada pak Ramlan Suryadi
Kepala Bappeda Muara Enim dia juga menjabat Plt PUPR, yang dijelaskan oleh saksi Bela
kepada anggota hakim dalam persidangan.


Sidang digelar mendengar saksi yang hadir ada lima orang dan dua orang tidak hadir pada selasa (11/2/2020)
Sidang ini dipimpin oleh Hakim ketua Herman Suharti, anggota Abu Hanifah, dan Junaidah. Panitera Mahesa dalam perkara no: 33 /pidsus - TPK/2019/PNPLG
Sedangkan  Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi  Budi Nugraha, M.Asri Irwan dan MD.Ridwan

Reporter : Bang / Her

PAKAR INDONESIA LAMPUNG DAN RIAU KOMPAK BANTU PENGOBATAN RISKA RAMADILA



DOK :MPW

PEKANBARU,POLICEWATCH,-  Atlit andalan bola Volli SMAN 1 Riska Ramadila (17) anak dari pasangan Herianto dan Muzarniati, Terpaksa harus berhenti sekolah karna sakit yang di deritanya sejak September 2019.

Dari hasil diagnosa RSUD Arifin Achmad kota pekanbaru - Riau, Riska di nyatakan mengidap penyakit kanker tulang di lututnya, yang kemudian semakin buruk dan terus membesar.

Menurut A. Teddy Haryanto Kurniawan melalui WhatsApp, Riska hanya bisa terbaring lemah di dalam rumah kayunya yang berada di RT/RW:03/03 kayu mas kelurahan lipat kain, kecamatan Kampar kiri, Kota Pekanbaru, Riau.

Melihat kondisi Riska, Pejuang Pergerakan Aktivis Perempuan  PAKAR INDONESIA Pekanbaru Aprilis Zen, merasa prihatin dan merespon positif, terangnya.

Ketua PAKAR INDONESIA Provinsi Lampung Ahmad Muslimin dan Ketua Kornas Peduli Anak Sakit A.Teddy Haryanto Kurniawan mendampingi  Aprilis Mengunjungi rumah Herianto dan muzarniati yang tidak jauh dari kantor kelurahan lipat kain.

Kedatangan tim, di sambut baik oleh  keluarga Riska Ramadila, melihat kondisi Riska yang memprihatinkan,
Aprilis Zen mengevakuasi Riska ke RS Awalbros Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan sementara sebelum di bawa ke RSUPN DR.Cipto Mangunkusumo di DKI Jakarta.

Saat ini Riska dirawat inap di kamar no:822, lantai 8, RS Awalbros.
Pada hari ini juga Bu aprilis mengurus dokumen yang di butuhkan untuk rawat inap Riska di RSUPN DR.Cipto Mangunkusumo, DKI Jakarta.

Welly Widadi pengurus PAKAR Indonesia DKI Jakartapun merespon baik, dengan semangat mengurus/memboking rumah singgah di RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo untuk tempat menginap keluarga Riska, ketika nanti Riska telah rawat inap di RSUPN DR.Cipto mangunkusumo pada beberapa hari kedepan nanti.

Keberangkatan Riska ke Jakarta untuk rawat inap akan di dampingi oleh keluarganya, serta Relawan Aprilis Zen, dan Ketua Pejuang Pergerakan PAKAR INDONESIA Lampung
A Tedy Haryanto, Hj. Eka Suwandi, Ahmad Muslimin, dan beberapa orang lainnya.

Kehadiran Keluarga Riska Ramadila serta PAKAR INDONESIA Lampung dan Riau di sambut oleh salah satu Pendiri PAKAR Indonesia Dr.Andi Talman, MPP PAKAR INDONESIA yang juga akan berkoordinasi dengan KEMENKES RI dan KSP RI, selanjutnya akan audensi dengan MENKES RI dan Kepala KSP RI di Istana.

Kami atas Nama seluruh anak-anak bangsa dan Pejuang Pergerakan Relawan dan Aktivis PAKAR INDONESIA sangat berterima kasih atas sumbangsih semua pihak untuk membantu pengobatan Riska. Tegas Teddy.

(Bagus)

LAKA LANTAS DIJALAN YOS SUDARSO MEDAN ANTARA TRUK CONTAINER DENGAN SEPEDA MOTOR.

dok : MPW

Policewatch.news Sumatera Utara,  Telah terjadi kecelakaan lalu lintas dijalan Yos Sudarso simpang seruwey kota Medan. Kecelakaan tersebut antara truk container dengan sepeda motor beat. Korban kecelakaan lalu lintas adalah seorang anggota Tentara yang mengendarai sepeda motor jenis beat warna hitam dengan nomor plat polisi BK 4865 ACU, korban meninggal dunia dilokasi kejadian.Senin ( 10/02/2020 ).

Korban kecelakaan merupakan seorang anggota TNI AL yang berpangkat SERMA Marinir Turimin. Kejadian terjadi pada saat pukul 11:15 WIB, menurut informasi dari warga setempat yang tidak ingin disebut namanya menyebutkan bahwasannya pada saat itu ada sebuah truk container menyalip lewat sebelah kiri yang kemudian menabrak sepeda motor beat warna hitam dengan plat polisi bernomor BK 4865 ACU yang dikendarai korban sehingga mengakibatkan korban terjatuh dibawah ban sehingga terlindas oleh ban truk container.


 Supir truk container yang menabrak korban tersebut berinisial OM umur 51 tahun telah diamankan dan diserahkan ke pihak berwajib. 

Pada saat ini supir truk container tersebut sudah ditahan di Satlantas Polres Pelabuhan Belawan untuk pemeriksaan lebih lanjut. ( Alex wijaya )

OKNUM KEPALA DUSUN DESA BANTARUJEG DIDUGA LAKUKAN PUNGLI KE PEDAGANG

ilustrasi

Majalengka ,- Policewatch.news ,-  Pungutan liar atau pungli adalah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang atau pegawai negeri atau pejabat negara dengan cara meminta bayaran yang tidak sesuai atau tidak berdasarkan  aturan yang berkaitan dengan pembayaran tersebut. Hal ini sering disamakan dengan perbuatan pemerasan , penipuan dan korupsi .

Ditengah tengah pemerintah yang kini sedang gencar memberantas praktek pungli yang banyak terjadi di masyarakat dengan membentuk tim saber pungli ( sapu bersih pungutan liar ) baik di tingkat daerah maupun pusat , namun masih saja ditemukan praktek pungli tersebut.

Berangkat dari laporan pedagang disekitar terminal desa Bantarujeg kecamatan Bantarujeg kabupaten Majalengka , yang mengatakan kepada tim media bahwa mereka dipungut sebesar Rp 70.000 dengan alasan untuk pembuatan SKU ( surat keterangan usaha ) dan SKD ( surat keterangan domisili ) oleh oknum kadus ( kepala dusun ) desa Bantarujeg .

Seperti yang diungkapkan seorang pedagang makanan sebut saja Aa yang mengatakan kepada tim media bahwa dirinya diminta untuk membuat SKU dan SKD oleh oknum kadus desa Bantarujeg yang belum jelas tujuannya .
" saya diminta untuk membuat SKU dan SKD oleh oknum kadus dan harus membayar sebesar Rp 70.000  , dan beberapa pedagang lainnya juga sama diminta bayaran seperti dirinya " , ujar Aa yang tidak ingin namanya disebutkan . 

Menindak lanjuti dari keterangan Aa , tim mencoba mewawancarai pedagang yang lainnya , dan ternyata keterangan pedagang lainnya juga sama seperti apa diungkapkan Aa.

Hari itu juga senin 10/02/2020 tim media Police Watch mencoba mengkonfirmasi perihal tersebut kepada kepala desa Bantarujeg yang baru terpilih H. Agus Bahagia S.H diruang kerjanya guna untuk penyeimbangan pemberitaan .
Agus mengatakan dirinya tidak pernah memungut bayaran kepada masyarakat yang membutuhkan surat keterangan , " saya tidak pernah meminta bayaran kepada masyarakat yang membutuhkan surat keterangan , tidak tahu kalau bawahan saya mungkin  yang meminta " ujarnya . 

Beliau mengatakan akan menanyakan perihal pungutan tersebut kepada para bawahannya dan berterima kasih kepada awak media yang telah memberikan masukan kepada dirinya , lanjutnya lagi .

Terlepas dari itu semua pungutan tanpa dasar hukum yang jelas maka dapat dikategorikan pungli. 

Pewarta : ( Y2, DR )

Pemkab Muara Enim Terima Perwakilan Demonstran Menolak Omnibus Law

dok : MPW


Muara Enim,Policewacth,- Para Demonstran yang berasal dari Konpederasi Persatuan Buruh Indonesia Sumsel ( DPW KPBI SUMSEL ) Menyampaikan Aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim, 

Mengenai penolakan Omnibus Law dan RUU Cipta Lapangan Kerja (CILAKA), bertempat di Ruang Rapat Serasan Sekundang Kantor Bupati Muara Enim, Senin (10/02/2020).

Para Demonstran diterima langsung oleh Plt. Bupati Muara Enim diwakilkan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, H. Teguh Jaya dan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Perekobang), Amrullah Jamaluddin, SE serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Nino Andrian, dan Ketua Komisi IV dan I DPRD, serta Anggota.

“Saya mengapresiasi dan menyambut baik atas kedatangan DPW KPBI Sumsel untuk menyampaikan aspirasi terkait dengan penolakan Omnibus Law dan RUU Cipta Lapangan Kerja (CILAKA). Untuk lebih lanjut dikarenakan draf UUD yang baru keluar kemarin dan merupakan kewenangan Pemerintah Pusat maka kami selaku Pemkab Muara Enim akan menyampiakan Aspirasi tersebut, dan semua tergantung keputusan dari Pemerintah Pusat,”Ucap Teguh Jaya Saat Memimpin Rapat.

Nino Andrian mengatakan dari pihak DPRD Muara Enim akan siap mendukung upaya penyampaian Aspirasi yang disampikan terkait penolakan RUU Cipta Lapangan Kerja (CILAKA), secepatnya kami akan berkonsultasi dan mengirimpak laporannya kepada DPRD Provinsi dan akan diteruskan ke Pemerintah 

Pewarta : (Hr)

KAPOLRES METRO JAKSEL BORONG PENGHARGAAN MURI DAN LEPRID



dok : policewatch

JAKARTA, POLICEWATCH,-  Pada Hari Senin, 10 Februari 2020 Pukul 08.00 WIB di Lapangan Mapolres Metro Jakarta Selatan,  Kombes Pol. Bastoni Purnama, S.I.K Kapolres Metro Jakarta Selatan  memimpin Apel Rutin bersama Anggota.

Namun ada yang berbeda dalam suasana Apel Pagi Hari ini, dimana Inspektur Upacara sekaligus sebagai Inspektur Acara Penyerahan Penghargaan, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol. Bastoni Purnama, S.I.K., memberikan Penghargaan Kepada Personel Polres Metro Jakarta Selatan diantaranya mantan Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Dr. Andi Sinjaya Ghalib berikut anggotanya.

Kasat Narkoba Polres Metro Jaksel, Kompol Vivick Tjangkung beserta Personel Satnarkoba, dan Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Indra Ranudikarta atas raihan prestasi pengungkapan kasus menonjol di wilayah hukum polres Metro Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan yang sama Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dan Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) menganugerahkan penghargaan kepada Kapolres Metro Jakarta Selatan atas raihan Prestasi Polres Metro Jakarta Selatan.

Adapun Penghargaan yang diraih diantaranya MURI diberikan kepada Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Bastoni Purnama, SIK., dan Kasatreskrim Polres Metro Jaksel, AKBP Moch. Irwan Susanto, SIK., SH., MH., atas Rekor Penanganan Kasus Anak Terbanyak.

Kemudian atas Prestasi Pengungkapan Kasus Perempuan dan Anak Terbanyak, Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) Memberikan Penghargaan kepada Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Bastoni Purnama, SIK, Wakapolres Metro Jaksel, Choiron El-Atiq, SH., SIK., MH, Kasatreskrim Polres Metro Jaksel, AKBP Moch. Irwan Susanto, SIK., SH., MH.
dan Kanit PPPA Polres Metro Jaksel, AKP Nunu Suparmi, SH., MH.

Atas Prestasi Pengungkapan Kasus Ganja dan Sabu Terbanyak dalam 1 Tahun, LEPRID juga memberikan penghargaan kepada Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Bastoni Purnama, SIK, Wakapolres Metro Jaksel, Choiron El-Atiq, SH., SIK., MH dan Kasat Narkoba Polres Metro Jaksel, Kompol Vivick Tjangkung, S.Sos., M.I.Kom.

Dalam sambutanya baik MURI DAN LEPRID sangat mengapresiasi Kapolres Metro Jakarta Selatan dengan Kepemimpinannya meraih Prestasi Rekor Luar Biasa, Rekor Pengananan Kasus Anak Terbanyak, sebanyak 960 kasus dalam kurun waktu 1 Tahun, Rekor Penanganan Kasus Perempuan dan Anak sebanyak 1.996 Kasus Dalam 1 Tahun dan Rekor Pengungkapan Kasus Ganja dan Narkoba 1.980 Kg (1 Ton 980 Kg) dalam 1 Tahun.

Adapun penghargaan dari MURI di serahkan Awan Rahargo, selaku Senior Manager MURI dan dari LEPRID diserahkan oleh Paulus Pangka, SH., Direktur LEPRID.

Dalam amanahnya, Kapolres Metro Jakarta Selatan menghaturkan terima kasih kepada MURI dan LEPRID serta para personel atas kerja kerasnya anggota Polres Metro Jaksel sehingga mendapat penghargaan.

"Penghargaan ini bukan untuk Saya atau Pak Waka atau Para Kasat, ini adalah hasil kerja keras rekan-rekan anggota personel yang gigih dan tanpa putus asa dalam melaksanakan tugas dan mengungkap kasus.

Acara Apel Rutin sekaligus Apel Penghargaan tersebut berjalan khidmat dan lancar.

Untuk diketahui bahwa Pada Tanggal 12 Februari 2020 Polres Metro Jaksel juga akan mendapatkan Penghargaan MURI lagi atas Rekor Penemuan Senjata Api Ilegal Terbanyak yang rencanaya  akan diberikan langsung oleh Ketua Umum MURI, Bapak Jaya Suprana Kepada Kapolres Metro Jaksel, Kombes Pol. Bastoni Purnama, SIK., dan Mantan Kasatreskrim Polres Metro Jaksel, AKBP Dr. Andi Sinjaya Ghalib, SH., SIK., MH.

Pewarta : (Bagus)

WALIKOTA SURABAYA MEMINTA BONEX UNTUK PERCAYAKAN PENANGANAN GENGSTER KE POLISI


Dok : Policewatch

SURABAYA, POLICEWATCH,-Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) meminta suporter Persebaya (bonek) untuk percaya kepada pihak kepolisian dalam menangani para gangster, kepolisian sudah dilengkapi senjata lengkap ketika bertugas menghalau para gangster tersebut.

Risma pun melarang bonek untuk ikut serta menghalau para gangster di Surabaya,

"Jangan, nanti kalau ada apa-apa yang rugi nanti keluarganya", Percayalah kepada petugas kepolisian, kita juga akan rutin patroli,” tutur dia, Rabu, 5 Februari 2020.

Risma memastikan, saat ini tidak bisa intervensi untuk membantu para gangster yang tertangkap oleh pihak kepolisian. Ia mengatakan, sudah berkali-kali mempertemukan kedua gang ini, tapi tidak dihiraukan dan terjadi lagi saat ini.

Pemkot Pasang Kamera Pengenal Wajah Cegah Maraknya Gangster di Surabaya, Kalau sudah seperti ini, saya sudah serahkan ke kepolisian.

Kalau kemarinnya saya masih bisa intervensi, tapi sekarang saya tidak akan intervensi lagi, karena kalian tidak nurut,” ujar dia.

Risma memastikan saat ini pihaknya sudah memiliki data seluruh anak Surabaya baik wajah maupun sidik jarinya. Sebab Pemerintah Kota Surabaya mendata sejak 2019, sehingga kalau ketangkap kamera, akan sangat mudah untuk diketahui identitasnya.

"Tolong nanti anak-anak tidak menyalahkan siapa pun, itu risikonya macam-macam. Ada tahanan anak, ada yang dikeluarkan sekolah. Kita juga sering keliling ke sekolah-sekolah untuk melakukan intervensi, tapi ini pengaruhnya dari luar, jadi begini,” kata dia.

Selain itu, Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya mengambil sejumlah langkah untuk mencegah terjadinya gangster. Salah satu dengan memasang kamera face recognition yang dapat mendeteksi wajah seseorang.

"Kami sudah pasang kamera recognition. Jadi, nanti kalau sudah ditangkap tidak ada lagi yang ngeles bahwa saya tidak ikut di situ (gangster) karena ini juga sudah tersambung dengan kependudukan," ujar Risma.

Pemkot Surabaya dengan pihak kepolisian juga akan rutin menggelar patroli gabungan. Bahkan nanti apabila kamera pemkot menangkap sesuatu atau wajah pelaku gangster itu, akan langsung diserahkan kepada pihak kepolisian. "Sudah kita attack, kalau kita menemukan apa, kita langsung laporan ke polres," ujar dia.

(Bagus)