"Jangan Lihat Kertasnya, Tapi Maknanya!" – KJLT Terima Piagam, Janji Jurnalisme Lebih Berkualitas untuk Lombok Tengah

 


 

Policewatch-Lombok Tengah,

30 Desember 2025 – Suasana hangat menghiasi aula Polres Lombok Tengah saat Komunitas Jurnalis Lombok Tengah (KJLT) menerima piagam penghargaan dari Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yismiarto SIK. Penyerahan langsung dilakukan oleh Kabag SDM AKP Agus Purwanto, sebagai wujud apresiasi terhadap kontribusi media dalam membangun komunikasi yang transparan dengan masyarakat.

 

Dalam momen tersebut, Kapolres mengingatkan pentingnya makna di balik setiap apresiasi yang diberikan. "Jangan dilihat dari kertasnya, tapi lihatlah makna dari piagam ini sebagai bukti bahwa kepolisian sangat menghargai peran media dalam menyampaikan informasi yang benar, akurat, dan berimbang," tegas AKBP Eko Yismiarto SIK. Ia juga berharap sinergi antara Polres Lombok Tengah dan komunitas jurnalis dapat semakin erat untuk menangani berbagai isu yang ada di daerah.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua KJLT Didik Supriadi mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih yang mendalam. "Penghargaan ini bukan hanya untuk KJLT, melainkan untuk seluruh rekan jurnalis di Lombok Tengah yang terus berjuang memberikan informasi terbaik bagi masyarakat," ucapnya. Didik juga menyampaikan komitmen konkret: "Kami akan terus meningkatkan standar pemberitaan, menjaga objektivitas dan independensi, serta menjadi mitra yang dapat dipercaya oleh Polres dan masyarakat dalam membangun wilayah yang lebih baik."

 

Acara yang bertepatan dengan akhir tahun ini turut disaksikan oleh para pejabat utama Polres Lombok Tengah serta perwakilan wartawan dari organisasi media besar seperti PWLT (Persatuan Wartawan Lombok Tengah), FWLT (Forum Wartawan Lombok Tengah), dan Formen (Forum Media online). Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa solidaritas antar komunitas media di Lombok Tengah terus terjalin erat untuk kemajuan daerah.

Mamen

KJLT Terima Apresiasi dari Kapolres Lombok Tengah, Solidaritas Media Semakin Kuat



Policewatch-Lombok Tengah

Komunitas Jurnalis Lombok Tengah (KJLT) menerima piagam penghargaan dari Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yismiarto SIK, dalam acara yang berlangsung di aula kapolres pada Selasa, 30 Desember 2025. Piagam tersebut diserahkan langsung oleh Kabag SDM AKP Agus Purwanto.

 

Ketua KJLT, Didik Supriadi, menerima langsung piagam tersebut. Dalam sambutannya, Kapolres Lombok Tengah berpesan agar sinergi antara kepolisian dan media terus ditingkatkan. "Jangan dilihat dari kertasnya, tapi lihatlah makna dari penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kami terhadap peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat," ujarnya.

 

Didik Supriadi menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan. "Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami di KJLT untuk terus meningkatkan kualitas pemberitaan dan menjaga independensi dalam menjalankan tugas jurnalistik," katanya. Ia juga menambahkan bahwa KJLT akan terus berupaya menjadi mitra yang konstruktif bagi Polres Lombok Tengah dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Lombok Tengah.

 

Acara penyerahan piagam ini disaksikan oleh sejumlah petinggi Polres Lombok Tengah serta perwakilan wartawan dari berbagai organisasi media, seperti PWLT, FWLT, dan Formen. Kehadiran berbagai elemen media ini menunjukkan soliditas dan semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

Jurnalis

Mamen

"Jumpa Pers Akhir Tahun Polres Lombok Tengah: Kinerja Meningkat di Tengah Tantangan, Kapolres Ungkap Terobosan Kreatif!"


Policewatch-Lombok Tengah 

 Polres Lombok Tengah menggelar jumpa pers akhir tahun 2025 di aula Mapolres, dipimpin langsung oleh Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K. Didampingi Kabid Humas, Kabag SDM, Kabag Ops, Kasat Narkoba, Kanit Gakkum, dan dihadiri oleh rekan-rekan media, jumpa pers ini memaparkan capaian kinerja Polres Lombok Tengah selama tahun 2025, tantangan yang dihadapi, serta terobosan-terobosan kreatif yang dilakukan.

 

Kapolres Lombok Tengah menyampaikan apresiasi atas peningkatan kualitas SDM penyidik, integritas, dan semangat dalam penyelesaian perkara. "Tidak hanya kasus konvensional, kasus-kasus spesialis seperti narkoba juga berhasil diungkap berkat kerja keras rekan-rekan Sat Narkoba," ujarnya.selasa 30/12/2025

 

Adapun Data Kejahatan di tahun 2025:

 

- Kasus Konvensional: Penganiayaan (110 kasus), Curat (95 kasus), Penipuan (63 kasus). Faktor ekonomi menjadi latar belakang utama.

- Kasus Menonjol: Kasus persetubuhan anak di pesantren (tahap 2), kasus pembunuhan menggunakan potasium (tahap 2).

- Kasus Narkoba: Mengalami kenaikan 17% dibandingkan 2024 (83 perkara vs 66 perkara), penyelesaian meningkat 3% (97 perkara vs 68 perkara). Didominasi sabu dan ganja.

- Jumlah Tersangka Narkoba: 138 tersangka dari 97 kasus.

- Barang Bukti Narkoba: Sabu 1.677,35 gram, Ganja 464,43 gram.

- Operasi Narkoba: Operasi Antik dan kegiatan pembinaan, penyuluhan, sosialisasi, serta penindakan.

- Kasus Menonjol Narkoba: Pengungkapan sabu 992,32 gram di Desa Penujak, Praya Barat (tahap 2), sabu 307,96 gram di Desa Barabali, Batukliang (tahap 2), dan ganja 464,43 gram di Desa Kopang Rembige, Kopang (tahap 2).

 


Di Bidang Lalu Lintas:

 

- Penurunan Tilang: Turun 45% karena larangan tilang manual (berlaku sejak Agustus 2025) dan belum adanya ETLE di Lombok Tengah.

- Teguran Humanis: Program Kapolda NTB melalui aplikasi untuk mencatat pelanggaran dan memberikan notifikasi ke pelanggar, sekolah, atau rumah.

- Laka Lantas: Meningkat 30%, penyelesaian meningkat 8%. Faktor: Kurangnya kesadaran, kondisi kendaraan, sarana prasarana jalan, dan faktor alam.

 

Dalam perekrutan dan Pembinaan Personel:

 

- Sosialisasi Rekrutmen Polri: Animo pendaftar meningkat signifikan (70,52%) dibandingkan 2024.

 

Kapolres menambahkan bahwa meskipun tilang manual ditiadakan, penindakan tetap dilakukan jika pelanggaran kasat mata. Program teguran humanis dan tindakan disiplin internal terus digalakkan. Ia juga menekankan pentingnya edukasi safety riding dan pemahaman aturan lalu lintas, terutama bagi pelajar.

 

"Kami akan terus berupaya meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Lombok Tengah. Dukungan dari media sangat kami harapkan," pungkas Kapolres.

 Jurnalis

Mamen

110 Anak Usia Dini Antusias Ikuti Latihan Beladiri Gratis dari Ditpolairud Polda NTB di Pantai Cemara

 


 

POLICEWATCH-LOMBOK BARAT

Pantai Cemara, Lembar menjadi tempat berkumpulnya sekitar 110 peserta usia dini yang dengan penuh semangat mengikuti kegiatan latihan beladiri yang digelar pada Senin (29/12/2025). Kegiatan yang dipandu langsung oleh personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat ini tidak hanya memberikan ilmu pertahanan diri, tetapi juga fokus pada pembentukan karakter positif sejak dini.

 

Pelatihan yang dipimpin oleh Senpai Aipda I Nyoman Getas, S.H menyajikan berbagai materi yang disesuaikan dengan usia peserta, mulai dari pengenalan dasar beladiri, teknik pertahanan diri dasar, hingga latihan konsentrasi dan kedisiplinan. Semua sesi dijalankan dengan pendekatan edukatif, aman, dan menyenangkan agar anak-anak dapat menikmati setiap proses pembelajaran.

 

"Kegiatan ini kita gelar secara rutin dua kali seminggu, yakni hari Senin dan Kamis sore, dan tidak dipungut biaya sama sekali. Saat ini sudah ada 110 anak yang aktif mengikuti," ungkap Aipda I Nyoman Getas.

 

Direktur Polairud Polda NTB, KBP Boy FS Samola, SIK, MH menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian institusi kepada masyarakat, khususnya anak-anak di wilayah pesisir. "Kita ingin membina generasi muda agar memiliki mental yang kuat, sikap disiplin, rasa tanggung jawab, serta mampu menjauhi perilaku negatif di lingkungannya," ujarnya.

 

Melalui program ini, Ditpolairud Polda NTB berharap tidak hanya dapat mendekatkan Polri dengan masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang sehat jasmani dan rohani, berkarakter baik, serta siap berprestasi di masa depan.

 Mamen

Wakapolda NTB Tutup Tahun 2025 dengan Memusnahkan Ratusan Gram Narkoba, Ungkap 1.010 Kasus

 


 

Policewatch-Mataram

29 Desember 2025 – Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menutup tahun 2025 dengan aksi konkret melawan narkoba melalui jumpa pers akhir tahun yang diiringi pemusnahan barang bukti. Kegiatan yang dipimpin Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, S.I.K., di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, menjadi bukti komitmen kuat dalam perang melawan zat adiktif yang mengancam generasi muda.

 

Dalam kesempatan tersebut, aparat memusnahkan barang bukti berupa sabu seberat 339,643 gram, ganja 2.491,47 gram (sekitar 2,4 kilogram), dan 46 butir ekstasi – seluruhnya telah memenuhi syarat hukum untuk dimusnahkan.

 

Data kinerja yang dipaparkan menunjukkan capaian luar biasa: selama Januari hingga 28 Desember 2025, Ditresnarkoba Polda NTB bersama jajaran Polres/Polresta mengungkap sebanyak 1.010 kasus dengan 1.453 tersangka. Barang bukti yang disita mencakup berbagai jenis narkoba, antara lain sabu 17.141,23 gram, ganja 42.944,32 gram beserta 15 pohon, ekstasi 511,5 butir, hingga magic mushroom 712,38 gram.

 

“Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti perjuangan untuk melindungi masa depan bangsa dari ancaman serius narkoba,” tegas Hari Nugroho. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor, mengapresiasi dukungan dari kejaksaan, BNNP NTB, Bea Cukai, serta elemen masyarakat dan media.

 

Pemusnahan barang bukti ini diharapkan dapat memberikan pesan kuat kepada publik agar bersama-sama menjaga NTB tetap bersih dari narkoba.

 

 

Jurnalis

OPERASI LILIN RINJANI 2025 GELAR "GARIS KEAMANAN" NATAL-TAHUN BARU, SATLANTAS POLRESTA MATARAM SIAPKAN SERTAI BANTUAN DARURAT

 


 

Policewatch-Mataram 

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mataram resmi menghidupkan Operasi Lilin Rinjani 2025 mulai hari Sabtu (20/12/2025) hingga Kamis (2/1/2026), dengan fokus utama menjaga kelancaran lalu lintas dan keamanan masyarakat selama momen perayaan Natal dan Tahun Baru yang penuh makna.


Kepala Polresta Mataram, Kombes Pol Hendro Purnoko S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa pihaknya menyiapkan lebih dari 250 personel yang akan ditempatkan di 35 pos pengamanan dan pos bantuan sepanjang jalur strategis di wilayah Mataram. "Kita tidak hanya fokus pada penertiban, tapi juga pada pelayanan. Setiap pos dilengkapi dengan petugas medis, alat bantu jalan seperti dongkrak dan ban cadangan, serta komunikasi yang terintegrasi untuk menangani segala kemungkinan kendala dengan cepat," ujarnya saat peluncuran operasi, disertai dengan gerakan salam tangan dan sapaan ramah kepada masyarakat yang hadir.

 

Tak hanya itu, beberapa titik rawan kemacetan seperti Simpang Lima Mataram, Jalan Ahmad Yani, dan sekitar kawasan wisata Pantai Senggigi (yang menjadi tujuan utama wisatawan lokal dan mancanegara) akan mendapatkan perhatian khusus. Rombongan patroli keliling juga akan aktif selama 24 jam untuk mengantisipasi arus balik mudik yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.


Kasat Lantas Polresta Mataram, AKP Muhamad Puteh Rinaldi S.I.K., M.Sc., menekankan sejumlah poin penting yang harus diperhatikan oleh seluruh pengguna jalan. "Kami mengimbau secara tegas untuk tidak mengemudi dalam kondisi mabuk atau mengonsumsi zat adiktif, karena hal ini menjadi penyebab utama kecelakaan selama periode liburan. Selain itu, pastikan kendaraan Anda telah melalui pemeriksaan berkala – mulai dari kondisi ban, rem, hingga lampu yang harus berfungsi dengan baik," jelasnya.

 

Untuk pengendara sepeda motor, pihaknya juga mengingatkan untuk selalu menggunakan helm standar SNI dan tidak membawa muatan berlebih atau penumpang di luar kapasitas. Bagi pengemudi mobil, disarankan untuk melakukan istirahat setiap 2-3 jam perjalanan dan mematuhi batas kecepatan yang berlaku di setiap ruas jalan.

 

Operasi Lilin Rinjani 2025 tidak hanya dilakukan oleh Satlantas Polresta Mataram saja, melainkan juga bekerja sama dengan dinas perhubungan kota Mataram, badan SAR lokal, petugas pemadam kebakaran, serta beberapa organisasi masyarakat. "Kita juga bekerja sama dengan pengusaha usaha mikro seperti pedagang makanan dan minuman di sekitar pos pengamanan untuk menyediakan sarana istirahat yang nyaman bagi pengguna jalan yang berhenti," tambah Kombes Hendro.

 

Untuk mendukung akses informasi, Satlantas Polresta Mataram akan secara berkala mengupdate kondisi lalu lintas melalui akun media sosial resmi @lantasrestamataram di Instagram, Twitter, dan Facebook. Masyarakat juga dapat menghubungi nomor hotline bantuan lalu lintas yang telah disediakan yaitu 0812-xxxx-xxxx untuk melaporkan kendala atau meminta bantuan kapan saja.

 

HARAPAN UNTUK PERAYAAN YANG TENANG

 

"Dengan seluruh upaya yang telah kami siapkan, kami berharap momen Natal dan Tahun Baru tahun ini dapat dirayakan dengan penuh kebahagiaan, kedamaian, dan tanpa adanya kejadian yang tidak diinginkan. Masyarakat adalah bagian penting dari keberhasilan operasi ini – mari kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban untuk kesejahteraan bersama," pungkas Kombes Hendro dengan senyum ramah, disertai dengan gerakan salam "Salam Sehat, Salam Lancar, Salam Aman" bersama jajaran petugas.

 

Mamen

"Kuta Bebas Tambang Ilegal! Aksi Cepat TNI Selamatkan Masa Depan Pariwisata"

 


 

Policewatch-Lombok Tengah

 Impian Kuta sebagai surga pariwisata yang lestari semakin dekat dengan kenyataan. Kodim 1620/Lombok Tengah bersama aparat gabungan berhasil mengawal penutupan tambang emas ilegal di Gunung Dundang, Desa Kuta, Rabu (10/12/2025). Tindakan tegas ini disambut gembira oleh warga dan pelaku pariwisata yang selama ini khawatir dengan dampak buruk aktivitas penambangan.

 

Dandim 1620/Loteng, Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti, menyatakan bahwa keterlibatan TNI adalah wujud nyata dukungan terhadap pelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat. "Kuta adalah aset kita bersama. Jangan biarkan tambang ilegal merusak keindahan alam dan mengancam keselamatan," tegasnya.

 

Penutupan tambang ilegal ini dilakukan secara komprehensif. Aparat gabungan menutup lubang-lubang galian, memasang tanda larangan, dan memblokir akses ke lokasi penambangan. Kepala Desa Kuta, Mirate, bersama rombongan juga turun langsung memberikan imbauan kepada para penambang liar yang berjumlah sekitar 40 orang untuk segera menghentikan aktivitas dan meninggalkan lokasi.

 

Warga sekitar sangat mengapresiasi langkah cepat pemerintah dan TNI. Mereka berharap, dengan penutupan tambang ilegal ini, Gunung Dundang dapat segera pulih dan menjadi daya tarik wisata yang lebih baik lagi. Kuta kini memiliki harapan baru untuk masa depan pariwisata yang berkelanjutan.

Mamen

Eks Direktur Pertamina Tuding Nicke dan Ahok Harus Bertanggung Jawab Terkait Pengadaan LNG

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, serta mantan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati. H


Red, policewatch.news, -Mantan Gas PT Pertamina (Persero), Hari Karyuliarto gigit dua nama mantan petinggi Pertamina, harus bertanggung jawab dalam perkara korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) tahun 2011-2024 yang merugikan negara  US$ 113,8 juta, atau setara Rp1,8 triliun.

Mereka adalah mantan Komisaris Utama (Komut)  Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, serta mantan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati. Hal itu disampaikan Hari lewat kuasa hukumnya, Wa Ode Nur Zainab.

Menurut Wa Ode, keterangan Ahok dan Nicke dinilai penting lantaran keduanya adalah pihak yang bertanggung jawab dalam penentuan pengadaan serta penjualan LNG yang dinilai KPK merugikan negara sepanjang 2020-2021.

"Berdasarkan dakwaan penuntut umum (KPK), kerugian terjadi pada 2020-2021. Saat itu, siapa yang menjadi pengambil keputusan penting? Yang punya decision untuk pembelian dan penjualan LNG? Ya mereka berdua," kata Wa Ode, Jakarta, dikutip Jumat (26/12/2025).

Keduanya, menurut Wa Ode, menjadi pihak yang saat itu memiliki otoritas sebagai pengambil keputusan pengadaan dan penjualan LNG di Pertamina.

Tentu mereka belum tentu melakukan korupsi, tapi harus ada yang bertanggung jawab dong. Sedangkan klien saya pada saat terjadi kerugian negara, sudah tidak lagi menjabat di Pertamina," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menjabarkan, kerugian negara yang dipersoalkan KPK dalam perkara ini, terjadi pada 2020 dan 2021. Sementara itu, Hari Karyuliarto pensiun dari Pertamina sejak 2014.

Sehingga, lanjutnya, pihak yang harus bertanggung jawab adalah jajaran direksi dan komisaris Pertamina yang menjabat saat terjadi kerugian negara. "Ini bentuk kriminalisasi yang tidak boleh dibiarkan," ungkapnya.

Sementara Direktur Eksekutif dari Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman menyebut 2 mantan Dirut Pertamina, yakni Dwi Soetjipto dan Nicke Widyawati, serta Ahok, harus dimintai keterangan dalam dugaan korupsi pengadaan LNG.

Sebab, SPA (perjanjian jual-beli) yang dibuat Karen pada 2013, telah diamandemen secara  keseluruhan pada 2015 oleh mantan Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto. Sedangkan realisasi kargo LNG dari Corpus Cristi terjadi pada 2019. Saat itu, Dirut Pertamina dijabat Nicke Widyawati dan Komutnya Ahok," ungkapnya.

Pada Selasa (23/12/2025), dua terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) Corpus Christi Liquefaction LLC (CCL) di PT Pertamina (Persero) periode 2011-2021 dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat (Jakpus).

Mereka adalah  Direktur Gas Pertamina periode 2012-2014, Hari Karyuliarto dan Senior Vice President Gas & Power periode 2013-2014, Yenni Andayani, diduga merugikan negara senilai US$113,84 juta atau setara Rp1,77 triliun.

Jaksa penuntut umum dari KPK, Yoga Pratomo mengungkapkan, keduanya telah melakukan perbuatan hukum, sehingga memperkaya Dirut Pertamina (Persero) periode 2009-2014, Galaila Karen Kardinah atau Karen Agustiawan senilai Rp1,09 miliar dan US$104.016, serta memperkaya CCL sebesar US$113,84 juta.***MRI***

#Ahok  #Pertamina  # Korupsi


Kecewa Dengan SP3 yang Dikeluarkan KPK LIDIK KRIMSUS RI Akan Surati KEJAGUNG

Pewarta: Bam Uban
Editor: MRI
Copyright © policewatch.news 2025




Red, policewatch.news,- Sikapi Keputusan KPK, yang menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman, Ketua Harian Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi Dan Kriminal Khusus Republik Indonesia (LIDIK KRIMSUS RI) M Rodhi Irfanto S. H, Menyesalkan Sikap dan Keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memberhentikan penyidikan kasus dugaan korupsi pemberian izin kuasa pertambangan eksplorasi, eksploitasi, serta izin usaha pertambangan operasi produksi nikel di Kabupaten Konawe Utara pada 2007-2014. Ungkap Rodhi 18/2/25 di jakarta

Rodhi mengatakan, kasus itu sebenarnya sudah memiliki tersangka, yakni mantan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman, yang mana KPK menetapkan mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman, sebagai tersangka pada 3 Oktober 2017 lalu, Mantan penjabat Bupati periode 2007-2009 itu diduga menerima suap Rp 13 miliar. Ujar Rodhi

Perbuatannya juga diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp 2,7 triliun, Suap Rp 13 miliar diduga diterima Aswad terkait pemberian izin kuasa pertambangan eksplorasi, eksploitasi, serta izin usaha pertambangan operasi produksi nikel di Kabupaten Konawe Utara pada saat itu, indikasi penerimaan itu terjadi dalam rentang waktu 2007-2009, atau pada saat yang bersangkutan menjadi penjabat bupati," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di Gedung KPK, Selasa (3/10/2017) waktu itu

Awalnya, pada 2007, Aswad diangkat menjadi penjabat Bupati Konawe Utara. Sejak saat itu, Aswad diduga secara sepihak mencabut kuasa pertambangan milik PT Antam yang berada di Kecamatan Langgikima dan Kecamatan Molawe, Konawe Utara.

Dalam keadaan pertambangan masih dikuasai PT Antam, Aswad menerima pengajuan permohonan kuasa pertambangan eksplorasi dari delapan perusahaan pertambangan. Selanjutnya, Aswad secara sepihak juga diduga menerbitkan 30 SK kuasa pertambangan eksplorasi.

Diduga, pada saat itu Aswad sudah menerima uang dari masing-masing perusahaan, Kabupaten Konawe Utara merupakan wilayah pemekaran di Provinsi Sulawesi Tenggara. Konawe Utara memiliki potensi hasil tambang nikel, yang mayoritas dikelola oleh PT Antam

Namun, ketika Aswad hendak ditahan, dia disebut sengaja sakit, sehingga batal ditahan KPK

Sekarang Aswad sangat sehat, terbukti mampu berdiri dan beli mobil baru pasca tidak jadi ditahan KPK," 

Saya menyesalkan penyetopan ataupun Pemberhentian kasus itu, karena dulu sudah diumumkan tersangkanya itu bahkan diduga menerima suap. 

Dan ketika tersangkanya (mantan bupati), ketika mau ditahan, menyakitkan diri sehingga tidak jadi ditahan. Padahal saya punya data dan Dokumentasi dia habis itu bisa ikut kampanye, bisa test drive mobil toyota," ujar

Dengan ini LIDIK KRIMSUS RI sangat menyayangkan dan menyesalkan KPK yang menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus izin tambang tersebut, lebih lanjut Rodhi menyatakan sikap kekecewaan dan menyayangkan juga menyesalkan Keputusan KPK yang menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus izin tambang tersebut.

 LIDIK KRIMSUS RI akan berkirim surat ke Kejaksaan Agung (Kejagung) agar mereka saja yang menangani perkara tersebut. "Yang kedua, saya sudah berkirim surat dengan Kejagung untuk menangani perkara ini. Untuk memulai penyidikan baru atau mulai penanganan baru," Pungkas Rodhi






BERSAMA BHABINKAMTIBMAS, WARGA DUSUN PAOK TAWAH GELAR GOTONG ROYONG BANGUN MASJID BAITURRAHMAN – TOKOH MASYARAKAT AJAK SINERGI UNTUK KEMAJUAN UMUM

 


 

POLICEWATCH-LOMBOK TENGAH

28 DESEMBER 2025 – Suasana hangat meriah memenuhi lokasi pembangunan Masjid Baiturrahman di Dusun Paok Tawah, Desa Bunut Baik, Kecamatan Praya. Ratusan warga berkumpul untuk melaksanakan gotong royong pembangunan rumah ibadah, yang diisi juga dengan silaturahmi makan bersama bersama Aipda Anto (Bhabinkamtibmas wilayah tersebut) serta pengurus masjid.

 

Pada kesempatan tersebut, tokoh masyarakat Abdul Majid menyampaikan pesan penting tentang makna gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. "Masjid bukan hanya tempat beribadah semata, tetapi juga pusat kegiatan kemasyarakatan yang bisa menjadi motor penggerak kemajuan. Melalui gotong royong ini, kita tidak hanya membangun bangunan bata dan semen, tetapi juga memperkokoh tali silaturahmi dan kesatuan antarwarga," ujarnya dengan penuh semangat.

 

Abdul Majid menambahkan, pembangunan Masjid Baiturrahman direncanakan akan menjadi sarana pendidikan agama dan pelatihan keterampilan bagi anak muda serta ibu rumah tangga di wilayah tersebut. "Kita berharap, setelah masjid selesai dibangun, bisa diadakan berbagai kegiatan positif seperti pengajian rutin, kursus komputer, dan pelatihan memasak agar warga bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi bersama," jelasnya.

 


Aipda Anto yang turut serta membantu proses pembangunan dan berbagi makanan dengan warga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat. "Kami sebagai aparatur kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga mendukung setiap upaya kemajuan masyarakat. Semangat gotong royong seperti ini patut dicontoh dan diperkuat agar kita bisa bersama-sama membangun daerah yang lebih baik," ucap Aipda Anto.

 

Pengurus Masjid Baiturrahman, yang diwakili oleh Nawawi Hirjan, menjelaskan bahwa pembangunan telah memasuki tahap struktur utama dan diharapkan bisa selesai dalam waktu 3 bulan ke depan. "Kita sangat berterima kasih atas kontribusi tenaga dan materi dari seluruh warga serta dukungan dari pihak berwenang. Makan bersama kali ini menjadi momen yang sangat berharga untuk menyatukan hati dan pikiran kita dalam menyelesaikan pembangunan ini," ungkap Nawawi Hirjan.

Acara makan bersama yang menggunakan bahan makanan khas daerah sepert Tahu, plecing kangkung dan sayur bening,menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga dari berbagai kelompok usia. Banyak warga yang turut  bersama, mempertegas semangat kekeluargaan yang kuat di Dusun Paok Tawah.

 Jurnalis

Mamen

LIDIK KRIMSUS Soroti Rehab Kantor Camat Kikim Selatan Hamburkan Uang Negara Capai Rp 4,8 M,

 



POLICEWATCH.NEWS -  JAKARTA Pemerintah (Pemkab) Lahat menganggarkan sumber dana APBD Tahun 2025 sebesar Rp 4,8 miliar untuk rehab pembangunan Kantor Camat Kikim Selatan, Kabupaten Lahat.

Ketua Harian LIDIKKRIMSUS RI Rodhi Irfanto.SH saat dimintai tanggapannya ini hanya menghamburkan uang negara, masih banyak yang perlu diperbaiki seperti Sarana belajar, RKB, dan fasilitas lainnya kata " Irfanto kepada wartawan Sabtu (27/12/2025)

Pembangunan ini perlu dikaji ulang dengan anggaran hampir Rp 5 M, pekerjaan tidak akan selesai di bulan Desember 2025, dan indikasi ada dugaan tidak akan rampung yang dikerjakan oleh pemborong nakal, akhirnya putus kontrak, proyek yang dikerjakan tempo 148 hari ujar Rodhi 

Hal ini diketahui dari Papan Informasi Proyek, paket kegiatan Renovasi Kantor Camat Kikim Selatan Desa Pagar jati, Kecamatan Kikim Selatan Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang Kabupaten Lahat.

Kini menjadi sorotan publik dan sarat tanda tanya serta patut diduga mengandung unsur kesengajaan.

Lidik krimsus RI mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan atas dugaan adanya tindak pidana yang terstruktur dan masif dalam pelaksanaan proyek pembangunan kantor camat Kikim Selatan,

Seperti dilihat pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkab Lahat dikutip, Sabtu (27 Desember 2025). Tender ini memiliki kode 10055251000  dan nomor RUP 59617727.

Tender dibuat pada 4 juli 2025, satuan kerja Dinas PUPR Proyek ini dikerjakan Kontraktor PT.Mas Negara Jln.letnan mukmin No.05 RT.017 RW.005, bukit kecil Palembang Sumsel.

"Nilai pagu paket Rp.5,000.000.000,00 nilai HPS paket Rp 4,999.999.000,00," demikian tertulis di LPSE.

Pengerjaan bangunan Renovasi ini  berlokasi di  Desa Pagarjati Kikim Selatan, Kecamatan Kikim Selatan,Kabupaten Lahat. Tender selama 148 hari kerja. Pungkas " Rhodi (Bambang MD)

LIDIK KRIMSUS RI Soroti Maraknya Aktifitas penimbunan BBM jenis solar subsidi di Serang



Red policewatch.news, Serang- Gudang yang di duga tempat penimbunan BBM jenis solar subsidi di jalan Tasikardi Desa Margasana Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang, kegiatan yang sudah sangat jelas merugikan konsumen dan negara.26 /12/25

 Terkait adanya dugaan  lahan kosong yang dijadikan gudang penimbunan BBM jenis solar subsidi berlokasi di JL raya serang, cilegon, Pelamun, Kecamatan Kramatwatu pemilik berinisial TD dan PWT,  penimbunan BBM jenis solar subsidi 

Dari keterangan yang di sampaikan salah satu anggota Krimsus Polda Banten Saudara yoga ke awak media beliau mengatakan bahwa lahan gudang tersebut yang berada di jalan raya Serang Pelamun, kami pihak polisi sudah kelokasi dan tempat tersebut sudah kosong tidak ada aktifitas. tegas yoga

Sementara itu Ketua Harian Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi Dan Kriminal Khusus Republik Indonesia (LIDIK KRIMSUS RI) M Rodhi Irfanto S. H, Sangat disayangkan jika memang para pelaku usaha ilegal tersebut nyatanya masih beroperasi dan hanya berpindah lokasi saja yang masih di wilayah hukum Polda Banten. paparnya

Sungguh sangat di sayangkan Berarti pihak kepolisian khususnya Polda Banten benar benar kecolongan oleh para pelaku penimbun BBM jenis solar subsidi yang nyata nyata masih beroperasi.


Dari hasil investigasi di lapangan mereka mengisi BBM subsidi solar lalu ditampung oleh mobil transporter yang setiap hari bulak balik masuk ke gudang tersebut ,terkait kegiatan ilegal ini  sangat merresahkan dan merugikan banyak pihak, maka dari itu LIDIK KRIMSUS RI akan segera melaporkan penemuan ini ke Polda Banten ataupun Bareskrim Mabes Polri agar segera di tindak lanjuti tegas Rodhi

"Hampir semua masyarakat sekitarnya tau tentang kegiatan ini, tetapi tidak ada satupun yang berani melaporkannya kemungkinan boos ilegal ini kebal hukum, ada apa dengan boos solar ilegal ini kok tidak bisa tersentuh APH.

Padahal undang-undang penimbun solar ilegal itu sudah jelas tindakan pidana.

Penimbunan solar ilegal merupakan pelanggaran hukum berat di Indonesia yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. 

Jerat Hukum =

Pelaku penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi (termasuk solar) dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan: 

Pasal 55 UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi: Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah). 

Ketentuan ini berlaku bagi individu maupun badan usaha yang melakukan kegiatan penimbunan, pengangkutan, atau niaga BBM ilegal tanpa izin yang sah, terutama yang berkaitan dengan BBM bersubsidi yang merugikan masyarakat.(red bersambung...!) 

LIDIK KRIMSUS RI: Diduga Sungai Tebu Ajang Bisnis Lendir dan Miras, juga Narkoba

 


Suasana Kawasan Sungai Tebu, Muara Lawai, di malam hari

Red,policewatch.news,- Suasana Kawasan Sungai Tebu, Muara Lawai, di malam hari, dapat kita dengar hingar bingar irama musik remix ditempat hiburan yang ada disana. nampak juga wanita wanita penghibur Tebar pesona untuk mencari mangsa , hal ini membuat geram sejumlah masyarakat yang mana telah mencoreng nama Kabupaten tersebut.

Beberapa tahun yang lalu Sungai tebu yang berlokasi di Desa Muara lawai, Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim termasuk wilayah Kabupaten Muara Enim kini sudah masuk wilayah Kabupaten lahat.

Sungai tebu adalah sebuah tempat yang sangat tidak asing lagi bagi warga Muara Enim, karena dilokasi ini saat ini sudah menjadi pemukiman tempat hiburan malam yang ramai dikunjungi. 

Maraknya Penyakit Masyarakat yang ada  bahkan lokasi tesebut sudah dijadikan surganya para pemuja kenikmatan yang menjadikan lokasi itu Diduga sebagai tempat dugem, Pesta Miras juga narkoba bahkan tak luput juga adanya dugaan praktek Open Boking yang kemungkinan besar terjadi di tempat seperti itu , papar Ketua Harian Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi Dan Kriminal Khusus Republik Indonesia (LIDIK KRIMSUS RI) M Rodhi Irfanto S. H, 26/12/25


Informasi Warga Sebut saja  Mr X (53 th) yang tak ingin di sebut namanya menyampaikan, ya dari dulu kawasan sungai tebu ini sudah lama ada warung remang remang yang di duga di jadikan tempat pesta miras, Narkoba dan postitusi. Setiap malam ramai terus penggunjung yang datang, suara musiknya pun keras, sampai kedengaran dari jauh.

“Entah sampai kapan tempat kumuh ini terus di biarkan oleh pemerintah setempat, yang mana sangat meresahkan,” keluhnya.

“Lanjutnya, bila kita memasuki lokasi Sungai Tebu malam hari, dapat kita dengar hingar bingar irama musik remix ditempat hiburan yang ada disana. nampak juga wanita wanita penghibur yang sedang menunggu tamu yang ingin minta ditemani.

Ramainya tempat ini, ditambah lagi dentuman music irama remix yang keras, banyaknya wanita wanita penghibur ditempat ini. saat ini keberadaan tempat ini sudah sangat meresahkan warga sekitar.

”Kami anggap hal ini sudah sangat menggangu ketenteraman dan kenyamanan warga sekitar,, keadaan di Sungai Tebu saat ini, apakah pihak pihak yang terkait mengetahuinya atau memang tidak mengetahuinya,, karena lokasinya ada dipinggir Muara Enim dan di ujung batas wilayah Lahat, atau pura pura tidak tahu ”tutur MR X.

”Kami juga ingin mengetahui, apakah memang sudah ada izinnya, sehingga dibiarkan beroperasi setiap malam.

”Kami kwatir kalau lokasi ini tidak ditertibkan oleh para APH dan  pemerintah setempat atau yang terkait, tempat ini akan berdampak sangat buruk bagi lingkungan sekitar serta akan merusak generasi penerus bangsa, karena terus terang banyak sekali pengunjung tempat ini para kawula muda lelaki dan prempuan, sementara ditempat itu diperjual belikan miras, bisnis lendir dan juga diduga narkoba,’‘Jelasnya.

Keberadaan Cafe-cafe yang terletak di kawasan Sungai Tebu (STB), Muara Lawai, Kabupaten Muara Enim, menjadi sorotan dan perbincangan hangat, yang mana keberadaan Cafe-cafe di STB tersebut, kini mulai menjadi hiburan bak diskotik, dengan penuh kebebasan.

Hal ini sangat menyesalkan didugan adanya pembiaran para APH maupun Para Pihak yang berwenang seakan tutupmata atau mungkin ada koordinasi terselubung, Rodhi  mengungkapkan keprihatinannya atas fenomena yang kini terjadi dikawasan Sungai Tebu (STB). Saya beberapa kali berkunjung kesana dan Saya merasa aneh, kok cafe seperti diskotik? Seharusnya, kalau memang cafe, tidak mungkin di dalamnya ada hiburan seperti itu, dengan pengunjung bergoyang tanpa henti. Ini mungkin ada doping yang membuat para pengunjung terus bergoyang,” ungkap Rodhi

Lidik Krimsus RI , Mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menertibkan tempat hiburan malam yang dianggap menyimpang dari konsep cafe biasa tersebut. Pungkas Rodhi  *** TIM***


100 Personel Brimob NTB Terjun ke Aceh Tamiang, Siap Tangani Beragam Tugas Bencana

 


 

Policewatch-Mataram, 26/12/2025 .Sebanyak 100 personel Satuan Brimob Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) telah diberangkatkan pada Jumat (26/12) menuju Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bentuk kepedulian Korps Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terhadap warga terdampak bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Pulau Sumatera.

 

Pengiriman pasukan yang tergabung dalam satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) ini merupakan tindak lanjut instruksi langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan, S.H., S.I.K., yang melepas langsung keberangkatan di Markas Brimob Polda NTB, menyatakan bahwa tujuan utama penugasan kali ini adalah Aceh Tamiang, meskipun bencana juga terjadi di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

 

“Brimob NTB dikenal aktif dan responsif dalam penanganan bencana, baik di dalam maupun luar wilayah NTB. Jiwa kemanusiaan yang tinggi menjadi dasar Kapolri menugaskan satuan ini,” ujarnya.

 

Personel Brimob akan mengemban berbagai tugas kemanusiaan, mulai dari membantu evakuasi korban, memastikan pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, hingga membangun jembatan darurat untuk membuka jalur bantuan. Durasi penugasan belum ditentukan dan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan serta kebutuhan masyarakat, bisa berkisar dari satu minggu hingga satu bulan.

 

“Mereka berangkat dengan fokus pada sumber daya manusia, sementara dukungan anggaran telah disalurkan terlebih dahulu. Nantinya akan berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah setempat untuk menangani kebutuhan kesehatan dan masyarakat secara menyeluruh,” jelas Irjen Hadi.

 

Ia juga menekankan pentingnya pemetaan wilayah terdampak agar tidak ada warga yang terisolasi atau luput dari bantuan, serta mengungkapkan bahwa Polda NTB siap mengirimkan personel tambahan jika diperlukan untuk mendukung proses pemulihan.

 Mamen

PEMBERITAHUAN......! STOP PRES Ka. Biro Policewatch Muara Enim

 Red, POLICEWATCH,- Pemberitahuan untuk segenap  institusi TNI & Polri  maupun instansi baik Negeri, sipil maupun Swasta bahwa sejak hari ini Jumat 26 Des 2025, bahwa atas nama : 

               HAIRIN SYAH          Jabatan : Kepala Biro          Wilayah: Kab. Muara Enim SUM-SEL






Dari Redaksi  Media Police Watch.news  Kami memberitahu kan Terhitung mulai Hari ini Jumat 26 Desember 2025    Bahwa Nama di atas Sudàh Bukan Anggota Media Kami

Apabila menjumpai orang tersebut diatas masih menggunakan KTA atau ATRIBUT Media Policewatch.news untuk di pergunakan Demi kepentingan Pribadi nya, Jelas sangat melanggar Hukum, silahkan laporkan kepada Pihak yang berwajib, karena orang tersebut sudah bukan anggota media kami

Dengan ini Manajemen Redaksi Media PoliceWatch.news  menyampaikan, bahwa Wartawan, baik itu Reporter, Jurnalis, Kontributor maupun IT & Desain Grafis adalah yang tertera di dalam struktur organisasi di kolom redaksi website kami. (cek di sini    ( https://www.policewatch.news/p/redaksi.html )

Selain nama-nama di struktur, BUKAN bagian dari internal manajemen kami. Apabila ada orang yang mengatasnamakan bagian dari Redaksi Media Police Watch.news   namun namanya tidak tercantum di struktur, BUKAN bagian dari kami. Dan kami tidak bertanggungjawab atas segala hal yang dilakukannya, HODLINE 08128222280

Demikian informasi ini disampaikan demi kenyamanan bersama.

Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh….

Jakarta 26 Des 2025

 

Hormat kami,
M Rodhi irfanto SH
Dirut/Pemimpin Redaksi

Kapolres Loteng Tekankan Pelayanan Humanis dan Toleransi Beragama dalam Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru

 


 

Policewatch-Lombok Tengah 

Kepala Kepolisian Resor Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., menekankan agar seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Lilin Rinjani Tahun 2025 menjalankan tugas pengamanan perayaan Natal dan malam pergantian Tahun Baru dengan menggabungkan fokus pada keamanan objek, orang, serta penegakan hukum, dengan pelayanan masyarakat yang penuh perhatian dan kehangatan.

 

"Dalam operasi tahun ini, kami menghadirkan personel yang tidak hanya profesional dalam menjaga keamanan, tetapi juga humanis, responsif, dan siap memberikan bantuan apa pun kepada masyarakat – baik dalam aktivitas ibadah Natal maupun perayaan pergantian tahun," ujar Kapolres dengan tegas.

 

Selain menekankan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), sistem kerja berpasangan (buddy system), dan kewaspadaan yang tinggi, Kapolres juga mengeluarkan instruksi khusus bagi personel yang bertugas di tempat ibadah dan gereja: menggunakan tutup kepala berupa peci. Langkah ini tidak hanya untuk membangun citra positif institusi kepolisian, tetapi juga sebagai bentuk nyata penghormatan dan perwujudan toleransi beragama yang kuat – menunjukkan bahwa umat Muslim di Lombok Tengah, khususnya dari Polres Loteng, sangat menghargai aktivitas ibadah saudara-saudara umat Nasrani.

 

"Kehadiran personel Muslim dalam pengamanan gereja juga memiliki makna strategis penting dalam pencegahan kejahatan terorisme. Dengan keberadaan mereka yang dekat dan penuh rasa hormat, diharapkan dapat memutus segala niat buruk pelaku teror untuk mengganggu kedamaian perayaan, termasuk saat malam pergantian tahun," jelasnya.

 

Dalam langkah yang mencerminkan perubahan paradigma, Kapolres mengungkapkan bahwa pola pengamanan Operasi Lilin kini beralih dari orientasi hanya menjaga keamanan, menjadi berorientasi pelayanan masyarakat – dengan tujuan utama menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

"Kami berharap Polres Lombok Tengah dapat menjadi contoh nyata bagaimana toleransi beragama dan kebersamaan bisa menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketertiban dan kedamaian daerah," pungkasnya, sambil menambahkan bahwa seluruh personel juga diminta untuk memberikan kesan positif melalui pelayanan yang ramah di setiap Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) yang tersebar di berbagai lokasi.

Mamen

"Angin Harapan Datang dari Segala Arah – Bantuan Rp10 Juta per KPM Bakal Turun, Rakyat Menanti Tindakan Nyata Bukan Janji Kosong!"


 Policewatch-Nusa Tenggara Barat

26/12/2025 – Seperti angin yang bisa bertiup dari darat ke laut atau sebaliknya, harapan bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kini menyebar luas dari berbagai arah. Kabar tentang bantuan sebesar Rp10.000.000 per KPM telah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, yang tidak hanya menginginkan kabar gembira tetapi juga tindakan nyata yang segera terealisasi.

 

Banyak kalangan masyarakat yang telah menunggu dengan penuh kesabaran, bahkan dalam kondisi yang tidak mudah. Mereka mengaku telah memberikan dukungan penuh terhadap proses yang berjalan, dengan harapan bahwa bantuan yang dijanjikan benar-benar sampai ke tangan mereka yang membutuhkan – bukan hanya menjadi janji-janji semata yang menghilang seiring waktu.

 

Sebelumnya, dana yang diharapkan sempat mengalami beberapa tahapan penanganan yang memerlukan waktu, namun kini sebagian besar proses terkait telah ditangani oleh pihak berwenang. Wakil-wakil dengan jaminan pribadi bahkan telah melakukan pertemuan langsung dengan Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk melaksanakan proses take over dana yang dijanjikan, tidak hanya bagi KPM tetapi juga 3 sasaran lainnya. Dalam pertemuan tersebut, telah disampaikan urgensi untuk segera mewujudkan bantuan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi rakyat.

 

Meskipun proses hukum dan administratif masih berjalan – yang dianggap sebagai bagian dari tahapan yang harus ditempuh dengan penuh kesabaran seperti petani yang menanti masa panen setelah bekerja keras merawat tanamannya – doa dan harapan rakyat terus mengalir deras. Mereka berharap para penguasa dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret, tidak lagi menunda-nunda. Semoga kebaikan hati dan kepedulian terhadap kesulitan rakyat menjadi prioritas utama, sehingga rizki yang telah lama dinantikan bisa segera sampai ke tangan yang berhak menerimanya dan memberikan perubahan nyata bagi kehidupan mereka.

 Jurnalis

Mamen

Gudang Toserba Cirebon Jebol Dihantam Banjir, Berbagai Barang dan Makanan Hanyut ke Pemukiman Warga

Pewarta:MRI
Editor: MRI
Copyright © policewatch.news 2025


Red,policewatch.news,- Viral Video Sebuah fenomena banjir yang tidak biasa terjadi di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, pada Selasa sore, 23 Desember 2025. Banjir kali ini tidak hanya membawa air keruh, sampah, atau material biasa, melainkan juga ratusan kemasan popok bayi dan makanan ringan dalam kaleng yang berhamburan di aliran air.

Peristiwa yang langsung menghebohkan warga dan viral di jagat maya ini bermula ketika gudang sebuah Toko Serba Ada (Toserba) jebol diterjang derasnya arus banjir kiriman. Video yang diunggah warga ke media sosial dengan jelas memperlihatkan puluhan kaleng biskuit dan kemasan popok baru yang hanyut terbawa arus deras sungai.

Dalam keriuhan, sejumlah warga terlihat mengambil barang-barang tersebut, ada yang langsung memungut dengan tangan dan ada pula yang menggunakan serokan ikan dari atas jembatan. 


Suara teriakan, "Gudang Surya jebol, gudang Surya jebol!" terdengar dalam salah satu rekaman, mengonfirmasi asal muasal barang-barang yang tidak biasa tersebut.

Bupati Cirebon, Imron, yang meninjau langsung lokasi kejadian, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengaku pertama kali mengetahui kejadian ini dari viralnya video di media sosial.

“Kita tadi meninjau, toserba ini kemarin kebanjiran dan banyak barangnya yang hanyut,” ujar Bupati Imron, Rabu, 24 Desember 2025.

Menurut penjelasannya, banjir yang terjadi merupakan banjir kiriman dari wilayah Kabupaten Kuningan, meski saat itu hujan deras juga mengguyur kawasan Cirebon. Karakter banjir kiriman ini, kata Imron, adalah air yang datang dan surut dengan cepat.

“Ini banjir kiriman, karena airnya cuma lewat dan tidak lama,” katanya.

Kejadian ini langsung mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Bupati Imron menegaskan perlunya pencarian solusi agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari. Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah daerah masih belum dapat memastikan besaran kerugian material yang dialami oleh pihak toserba akibat gudangnya yang jebol dan barang dagangan yang hanyut

Kondisi toserba yang dimaksud masih dalam keadaan tutup. Seluruh karyawan tampak sibuk terlibat dalam proses pembersihan area gudang dan berusaha menyelamatkan sisa barang yang masih bisa diamankan dari kerusakan.

Peristiwa banjir di Cirebon ini menjadi perhatian nasional, seiring dengan berita banjir bandang yang juga melanda empat kecamatan lain di Cirebon seperti diberitakan dalam kanal berita. Insiden ini menyoroti kembali kerentanan kawasan terhadap bencana hidrometeorologi, terutama di musim penghujan, serta pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha, dalam mengamankan aset mereka.

KPK Telah Info dari Publik Lakukan follow the money Terkait Aliran Duit RK"

 



Red,policewatch.news,- KPK masih terus menelusuri aliran dana nonbujeter pengadaan iklan Bank BJB, yang diduga turut mengalir ke Ridwan Kamil (RK) semasa menjabat Gubernur Jawa Barat. KPK akan menelaah informasi dari masyarakat terkait aliran uang dari RK ke pihak-pihak lain.

"Informasi-informasi dari masyarakat seperti ini, tentu ini menjadi pengayaan bagi penyidik dan ini penting. Nanti kami akan cek validitas dari informasi tersebut," kata Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (24/12/2025).

Budi meminta masyarakat melapor jika mendapatkan informasi terkait aliran dana dalam kasus ini. Nantinya, kata Budi, KPK akan menindaklanjutinya.

Dan jika masyarakat memiliki data ataupun informasi awal yang valid, silakan bisa disampaikan kepada kami," kata dia.

"Nanti kami akan cek, dan tentunya nanti bisa dilakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang bisa menjelaskan terkait dengan informasi tersebut," tambahnya.

Budi menjelaskan KPK menggunakan metode follow the money dalam mencari aliran uang terkait kasus ini. KPK akan menelusuri siapa saja yang menerima aliran uang itu.

"KPK tidak berhenti di Pak RK saja. KPK melakukan follow the money, ada dugaan bahwa aliran uang tersebut tidak berhenti di Pak RK saja. Nah, ini kemudian ditelusuri," ujarnya.

Budi menjelaskan KPK menggunakan metode follow the money dalam mencari aliran uang terkait kasus ini. KPK akan menelusuri siapa saja yang menerima aliran uang itu.

"KPK tidak berhenti di Pak RK saja. KPK melakukan follow the money, ada dugaan bahwa aliran uang tersebut tidak berhenti di Pak RK saja. Nah, ini kemudian ditelusuri," ujarnya.

Nama Lisa Mariana sempat muncul dalam pemeriksaan terkait aliran dana dalam kasus ini. Adakah nama-nama lainnya?

Budi Prasetyo yang ditanya perihal itu belum bisa memberikan jawaban pasti. Namun dia memastikan KPK bekerja dengan prinsip follow the money di mana siapa pun yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani maka bisa saja dimintai keterangan.

"Belum bisa kami sebutkan. Mungkin ada, ini masih terus didalami aliran ke mana saja," ujar Budi di KPK, Selasa (23/12). Budi menjawab pertanyaan adakah pihak selain LM yang menerima aliran duit dari RK.

"Pemanggilan seseorang dalam proses penyidikan perkara khususnya terkait dengan perkara BJB ini tentu berbasis pada informasi ataupun bukti awal yang kemudian menjadi basis penyidik untuk meminta keterangan kepada pihak-pihak yang diduga mengetahui terkait dengan konstruksi perkara maupun terkait dengan aliran-aliran uang tersebut," imbuhnya.

RK sendiri diperiksa sekitar 6 jam lamanya oleh KPK pada Selasa (2/12). Saat itu, RK menyebut pemanggilan oleh KPK menjadi hal yang ditunggunya.

"Ya jadi pertama saya sangat bahagia karena ini momen yang ditunggu-tunggu, berbulan-bulan ingin melakukan klarifikasi kan ya. Nah hari ini saya sudah melakukan klarifikasi sebagai penghormatan pribadi pada supremasi hukum, tanggung jawab sebagai warga negara, memberikan keterangan seluas-luasnya, tanggung jawab pribadi sebagai anak bangsa untuk menunjukkan transparansi dan akuntabilitas," kata RK kepada wartawan seusai pemeriksaan.

KPK sendiri telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Yuddy Renaldi selaku eks Dirut Bank BJB; Widi Hartono (WH) yang menjabat Pimpinan Divisi Corporate Secretary Bank BJB; serta Ikin Asikin Dulmanan (IAD), Suhendrik (S); dan Sophan Jaya Kusuma (RSJK) selaku pihak swasta.

Perbuatan kelimanya diduga telah menimbulkan kerugian negara hingga Rp 222 miliar. KPK menduga duit tersebut masuk sebagai dana pemenuhan kebutuhan nonbujeter.

Para tersangka saat ini belum ditahan. KPK sudah minta Ditjen Imigrasi mencegah mereka ke luar negeri selama enam bulan dan bisa diperpanjang sesuai dengan kebutuhan penyidikan.***Bam Uban***