Kementerian PPN/Bappenas : IDF 2019 Diantaranya Menciptakan Peluang Kerja Inklusif

/ Jumat, 22 Maret 2019 / 18.45



Reporter : M. Taufiq.Sapta
 
Dari kiri : Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Bappenas, Oktoroaldi no 7 dari kiri dia damping Kepala Bappeda Jateng, Prasetyo Ari Wibowo no 9 dari kiri. Foto : M. Taufiq.



Semarang, ( Police Watch.News ),- Indonesia Development Forum (IDF) adalah Konferensi Internasional yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional ( Bappenas) dengan dukungan dari Pemerintah Australia melalui Knowledge Sector Initiative (KSI) sejak pertama kali diadakan pada 2017 .

IDF mempertemukam para Pemimpin dari Pemerintah, sector swasta, Akademisi serta masyarakat sipil untuk membahas solusi tantang utama PemabangunanIndonesia.

Sebagai rangkaian pelaksanaan Indonesia Development Forum (IDF) 2019, Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan kegiatan road to IDF 2019 yang bertujuan untuk menjaring ide dan gagasan terkait tantangan pembangunan Indonesia utamanya dalam kerangka tdema IDF 2019,” Mission Possible ,Memanfaatkan Peluang Dalam Pekerjaan Masa Depan Untuk Mendorong Pertumbuhan Inklusif “.

Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas , Drs.Oktorialdi Mengatakan, Sebagai pusat bisnis yang prospektif di Wilayah Jawa Tengah.Semarang, harus terus meningkatkan kualitas dan produktifitas Sumbr daya manusia (SDM) . “ Kami sepakat bahwa pendidikan adalah salah satu amunisi utama untuk mempersiapkan para pekerja masa depan utamanya menghadapi Revolusi Industri 4,0 ,

Reformasi system pendidikan vokasi ,dalam hal pengembangan Sumber Daya manusia (SDM. Perlu dijadikan salah satu prioritas utama ,”Ucapnya.
Lanjut, Oktorialdi, Road to IDF melibatkan Kementrian/ Lembaga, Pemerintah Daerah, Ormas, Akademisi, Perguruan Tinggi dan mitra pembangunan untuk membahas 4 sub tema pilihan yaitu : 1. Percepatan Transformasi Struktural 2. Reformasi system pendidikan dan pelatihan vokasi (TVET) untuk pekerjaan masa depan, 3. Penciptaan peluang kerja yang Inklusif dank e 4, Pembinaan para pelaku usaha sosial,” pungkasnya.saat memberikan sambutan dalam Gekar Diskusi di Semarang dengan poko bahasan Bappenas gali gagasan kejar peluang kerja masa depan dan pertumbuhan inklusif, yang digelar di Hotel PO jalan Pemuda no 118 Semarang, Kamis, 21/3/2019.

Selain di semarang road to IDF 2019 juga telah diadakan di Batam pada bulan februari 2019 dan selanjutnya akan diselenggarakan di Balikpapan dan Sorong pada bulan april 2019 mendatang.

Dalam sesi khusus IDF 2019 akan diselenggarakan pada 22 – 23 juli 2019 di Jakarta
Conventional Center (JCC).

Sementara itu Kepala Bappeda Jateng, Prasetyo Ari Wibowo, menandaskan bahwa bagimana perluasan kesempatan kerja dan penurunan kemiskinan ini konteksnya 2 hal saya menurut saya
harus kita perangi. Jawa Tengah mepunyai PR 7 atau 8 , diantaranya aspek peningkatan kompetensi, perluasan kesempatan kerja . Bapak Gubernur Jateng juga mengintroduksi Sekolah tanpa sekat artinya pendidikan kita tidak hanya menekankan aspek formal tapi juga non formal, bagaimana membangun hubungan dengan industry. Saya ambilkan contoh di Boyolali Pans Brothers membutuhkan tenaga kerja sampai 12000 orang, namun yang tercukupi hanya sekitar 7000 – 8000 tenaga kerja saja masih belum tercukupi sekitar 4000 pekerja, nah kenapa ? karena kompetensi untuk bisa dipenuhi itu belum siap di boyolali, kalau dari daerah lain masuk kan juga  problem termasuk mereka harus kost dan sebagainya. Jadi banyak persoalan.,”tutur Ari
 
Kepala Bappeda Jateng ,Parasetyi Ari Wibowo, saat memberikan keterangan seputer IDF 2019 kepada awak media di Hotel PO Semarang, Kamis, 21/3/2019, Foto : M. Taufiq


Ari Wibowo menambahkan, selain sekolah tanpa sekat kita tanggulangi diantaranya ketahanan pangan ,energy, memperbaiki kualitas hidup masyarakat, kesehatan, Rumah Sakit tanpa dinding ,artinya bagaimana membangun gerakan promotif kesehatan masyarakat, banyak program yang kita dorong untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia nya, ‘Pungkasnya.
Komentar Anda

Berita Terkini