Para Pemilik Cafe Tak Terima, Terkait Penutupan Paksa Cafe di Desa Nogosari Disertai Pengerusakan Oleh Sejumlah Warga, Mereka Memilih Lapor Polisi

/ 26 Maret 2024 / 3/26/2024 09:22:00 PM

 



POLICEWATCH.NEWS, PASURUAN- Aksi penutupan Cafe di Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan oleh sejumlah warga diwarnai aksi pengerusakan berbuntut panjang, beberapa pemilik Cafe tak terima dengan melaporkan SPKT  Polres Pasuruan. Selasa ( 27/03/2024).

Berawal dari kekecewaan sejumlah warga Desa Nogosari, mereka kesal lantaran Cafe-cafe yang menyediakan Rom Karaoke nekat bukak di bulan suci Ramadhan, berbagai tanggapan dilontarkan beberapa masyarakat di wilayah Kabupaten Pasuruan, ada yang mendukung dan tidak sedikit pula yang mengecamnya karena beberapa warga Desa Nogosari melakukan hal yang anarkis dengan merusak sejumlah fasilat Cafe, kejadian ini terjadi pada Senin malam (27/03/2024)

Salah satu warga Kabupaten Pasuruan mengungkapkan, kami sangat menyangkan penutupan beberapa Cafe tersebut dengan dibarengi aksi kekerasan dan pengerusakan, seharusnya ada cara-cara yang damai untuk melakukan penutupan, apalagi aksi anarkis tersebut ada beberapa petugas Satpol PP dan pihak Kepolisian atau dari Muspicam Pandaan.


"Kami menilai disaat warga mulai anarkis seharusnya Satpol PP dan pihak Kepolisian bisa mencenggahnya karena negara kita negara hukum, ada cara-cara yang lebih elegan dan persuasif untuk menutup Cafe-cafe tersebut, terlepas dari sebelumnya ada kesepakatan antara pihak pengelola Cafe dengan pihak Pemdes Nogosari disaat bulan suci Ramadhan Cafe-cafe dilarang beroperasi atau buka, apapun alasannya tindakan anarkis tidak bisa dibenarkan,"ujar salah satu warga Kabupaten Pasuruan, saat melihat aksi penutupan tersebut.

Sementara itu, Komari salah satu pemilik Cafe Rahayu mengatakan, saat malam atau di bulan suci Romadhon kami memang tetap buka namun bukan menyediakan karaoke seperti yang sebelum-sebelumnya. 

"Saat bulan Romadhon, kami hanya berjualan kopi, Teh dan berbagai macam Es, untuk Rom Karaoke sudah tutup atau tidak ada layanan buat pengunjung, karena kita patuh dan sepakat sama Pemdes Nogosari selama bulan suci Ramadhan tidak ada layanan Karaoke,"ujar pemilik Cafe tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan, seharusnya pihak warga tidak melakukan hal-hal yang anarkis apalagi sampai ada pengerusakan, Bahkan ada beberapa warga memukul saya, dibicarakan secara ke keluargaan kan bisa dan tidak harus dengan caracara kekerasan.

"Kami sangat sayangkan mengapa waktu warga berbuat anarkis dengan mengerusak fasilitas Cafe, Satpol PP, Camat, Kades hanya diam saja, tidak ada yang melerai, ini kan negara hukum dan atas kejadian yang saya alami beserta beberapa pemilik Cafe, hari ini kami resmi melaporkan orang-orang yang membuat keonaran dan pengerusakan ke Polres Pasuruan atas dugaan pengerusakan dan penganiyaan yang kami alami, dan alhamdulilah laporan kami diterima dengan baik, harapan kami pihak Kepolisian bisa menjerat pelaku dengan undang-undang yang berlaku,"tegasnya. (Dr)

Komentar Anda

Berita Terkini