Diserang Belakang & Dikeroyok 20 Orang: Pemuda 19 Tahun dan Ayahnya Jadi Korban, Terduga Pelaku Sebut "Bawa Cater"



 POLICEWATCH-LOMBOK TENGAH,


Dua anggota keluarga menderita luka fisik berat dan trauma mendalam setelah menjadi sasaran kekerasan beruntun di Dusun Gubuk Bangsal, Desa Mekar Bersatu, Kecamatan Batukliang, Sabtu (12/7/2026) sekitar pukul 17.00 Wita. Peristiwa ini bermula dari serangan terhadap seorang remaja, lalu berlanjut menjadi keroyokan massal saat ayahnya datang meminta kejelasan.

 

Semuanya bermula saat korban berinisial GR (17 tahun) hendak pergi memancing bersama temannya berinisial AJ. Sebelum berangkat, mereka berniat membeli air minum di warung sekitar. Saat melintas di pinggir jalan, GR dipanggil sekelompok warga dari wilayah Gunung Jae yang sedang berkumpul. GR menjawab akan segera menghampiri setelah selesai membayar belanjaannya – namun jawaban itu justru memicu tindakan kekerasan dari terduga pelaku berinisial DK.

 

"Tanpa peringatan sama sekali, DK langsung menyerang GR dari belakang dan memukulinya berkali-kali. Padahal GR tidak pernah berdebat atau menyakiti siapa pun. Ia terus dianiaya meski sudah terhuyung tak berdaya," cerita GR, saksi sekaligus korban awal kejadian.

 

Sempat dua orang lain berinisial TR dan PN menghalangi DK agar berhenti memukul, namun alasan serangan itu tak pernah dijelaskan. Sebaliknya, terduga pelaku justru memberikan ancaman keras kepada GR: "Panggil AJ bersama orang tuanya ke sini! Suruh bawa cater juga! Kalau tidak datang, kamu dapat yang lebih parah lagi!"

 

Bingung sekaligus khawatir, GR segera pulang dan menceritakan semuanya kepada AJ beserta ayahnya yang berinisial LH. Tak terima anaknya diancam tanpa alasan yang jelas, LH langsung bergegas ke lokasi kejadian untuk meminta penjelasan secara baik-baik.

 

Namun sesampainya di sana, bukan jawaban yang didapat. Seketika sekitar 20 orang lebih mengelilingi LH dan AJ. Tanpa bicara panjang lebar, mereka langsung memukuli LH secara beramai-ramai.

 

"Saya lihat sendiri ayah saya ditahan dari belakang oleh sekelompok orang, lalu dipukul keras ke wajah dan tubuhnya. Mata kanannya terkena pukulan hebat hingga kini bengkak besar dan hampir tak bisa dibuka. Saat ayah jatuh ke tanah karena tak berdaya, mereka malah menginjak tubuhnya bergantian," ungkap AJ dengan suara gemetar.

 

Kedua korban akhirnya berhasil dibawa pulang kerabat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Kurang lebih pukul 18.00 Wita, keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polsek Batukliang.

 

Merespons peristiwa ini, Kapolsek Batukliang melalui Kanit Reskrim memberikan konfirmasi resmi kepada media, Minggu (12/7/2026) lewat sambungan telepon WhatsApp.

 

"Benar, laporan peristiwa kekerasan ini sudah masuk ke kami semalam. Saat ini kami sudah mencatat keterangan korban dan saksi, selanjutnya kami akan segera memanggil seluruh pihak yang terlibat untuk dimintai keterangan secara sah," tegas Kanit.

 

Penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap motif kejadian serta memproses hukum seluruh terduga pelaku sesuai aturan yang berlaku.


 Jurnalis

Mamen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Terkini