L. Herman Budiana Mengalah Demi Bersatu: H. Serimin, S.Pd. Sambut Dukungan dengan Rendah Hati — Kunci Kemajuan Barabali Ada di Kerja Sama Bersama



Policewatch-Barabali

 

Suasana penuh kedewasaan, ketulusan, dan persatuan menyelimuti kediaman bakal calon Kepala Desa Barabali, H. Serimin, S.Pd., Minggu (30/8/2026). Tokoh masyarakat sekaligus bakal calon L. Herman Budiana, yang justru lebih dulu mendeklarasikan niatnya untuk maju, datang berkunjung secara khusus untuk menyampaikan sikap tulusnya — mengalah dan memberikan dukungan penuh kepada H. Serimin, S.Pd., demi kesatuan dan kemajuan Desa Barabali.

 

Di hadapan warga yang turut hadir, L. Herman Budiana menyampaikan alasan kehadirannya di kediaman H. Serimin dengan hati yang terbuka:

 

“Jamaah, hadirin sekalian. Sebenarnya sayalah — L. Herman Budiana — yang lebih dulu mendeklarasikan diri untuk mencalonkan menjadi Kepala Desa Barabali. Namun, setelah saya perhatikan dan berkenan datang berkunjung ke kediaman beliau hari ini, saya melihat ketulusan dan semangat yang sama — dan di sinilah letak keputusan saya. Mengapa saya hadir di sini, padahal saya duluan deklarasi? Ini adalah bentuk mengalah untuk bersatu. Mengalah bukan berarti kalah, justru mengalah itu lebih mulia dan lebih bijaksana demi kebaikan desa kita semua,” ujar L. Herman Budiana disambut haru warga.

 

Beliau menjelaskan, sebelum mengambil keputusan ini, sempat ada komunikasi singkat namun bermakna dengan H. Serimin, serta atas saran dan masukan dari para tokoh Lingsir yang biasa di sapa Pak Muh Syar'i,yang juga menyarankan untuk mengalah demi menjaga kesatuan — karena dikhawatirkan jika tetap maju berdua, suara masyarakat bisa terpecah dan justru melemahkan peluang untuk kemajuan desa.

 

“Para tokoh Lingsir berpesan: ‘Mengalah dulu, nanti kalau suara terbagi, yang dirugikan justru kemajuan desa kita’. Saya sadar, kemungkinan besar suara bisa terpecah, dan justru yang berkurang adalah manfaat untuk masyarakat. Maka saya putuskan — saya mengalah, bukan karena tak mampu, tapi karena saya cintai Barabali lebih dari jabatan ini,” tegasnya.

 

“Terkait niat dan tujuan beliau — memang tadi yang disampaikan semuanya searah dengan pemikiran saya. Apa yang beliau sampaikan, itu juga yang saya inginkan untuk Barabali. Bukan berarti saya ikut-ikutan, tapi memang kita satu visi: membangun desa yang jujur, transparan, dan sejahtera. Kita hidup ini, biarpun tidak terkenal, biarpun tidak dipuji — yang penting kita tidak berbuat dosa, tidak berbuat curang. Setidaknya sampai nanti, di bulan Ramadan atau di hari tua, masyarakat masih mengenang kita dengan kenangan yang baik.”

 

“Apapun visi-misi yang disampaikan beliau — sebaik apa pun itu, jangan berani bilang pasti berjalan 100%. Tidak akan bisa berjalan tanpa kita dukung bersama. Di mana pun itu — di perusahaan, di instansi pemerintah — seorang pimpinan tidak akan bisa maju tanpa dukungan semua pihak. Maka ayo — mari kita sama-sama bangun desa. Siapa pun yang dipercaya nanti, itulah pemimpin kita, dan kita semua wajib membantu. Jangan lagi kita perpecahkan. Sekarang yang penting: bagaimana cara kita membangun Barabali bersama-sama sampai berhasil.”

 

Mendapat dukungan tulus dan sikap mulia dari L. Herman Budiana, H. Serimin, S.Pd., menyampaikan tanggapan dengan penuh rasa syukur dan kerendahan hati:

 

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak L. Herman Budiana. Keputusan beliau untuk mengalah dan memberikan dukungan ini bukanlah kekalahan, melainkan kemenangan besar bagi Desa Barabali. Sikap beliau membuktikan bahwa yang diutamakan adalah kepentingan desa, bukan kepentingan pribadi. Semoga Allah SWT membalas ketulusan hati beliau dengan kebaikan yang berlipat ganda,” ujar H. Serimin, S.Pd., terlihat terharu.

 

Beliau menegaskan, jika nanti dipercaya memimpin, beliau tidak akan bekerja sendirian — dan pengalaman serta pemikiran L. Herman Budiana sangat dibutuhkan untuk membangun desa.

 

“Saya sadari sepenuhnya, sebagaimana yang disampaikan Bapak Herman tadi — seorang pemimpin tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa dukungan seluruh masyarakat. Kalau nanti saya dipercaya, saya tidak akan memimpin atas nama diri sendiri saja, tapi atas nama seluruh warga Barabali — termasuk atas nama Bapak L. Herman Budiana dan semua yang telah mendukung. Pemikiran, pengalaman, dan semangat beliau adalah kekayaan desa yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.

 

H. Serimin kembali menegaskan niat ikhlas dan prinsip kejujuran yang dipegangnya:

“Saya berniat ikhlas, dan saya tidak punya uang. Yang saya miliki hanyalah niat tulus untuk mengabdi dan semangat untuk bekerja bersama-sama. Ingatlah: korupsi ini bermula dari tingkat bawah. Kalau makin mampu kita, makin harus jujur, bukan makin mengambil. Kejujuran dimulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil, baru sampai ke yang besar. Tanpa kejujuran, sehebat apa pun rencana, tidak akan bertahan lama.”

 

Di akhir tanggapannya, H. Serimin mengajak seluruh warga untuk menjaga persatuan yang telah ditunjukkan oleh sikap L. Herman Budiana dan nasihat para tokoh Lingsir.

 

“Mari kita jadikan momen hari ini sebagai awal persatuan kita, sebagaimana yang diharapkan oleh para tokoh Lingsir dan ditunjukkan oleh Bapak L. Herman Budiana. Perbedaan pendapat itu biasa, tapi kebersamaan itu yang utama. Semoga kita semua bisa meneladani ketulusan ini. Insya Allah, dengan kerja sama dan kejujuran, Barabali akan menjadi desa yang Aman, Sejahtera, Religius, dan Indah — bersama-sama. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.”

 

 

 


Jurnalis 

Mamen