Jalan Menuju Montong Are: Warga Bulan Salak Bergotong Royong, Surat Pernyataan Hibah Tandai Semangat Bersama

 



Policewatch-Batu Kliang Utara

8/4/2025..Dusun Bulan Salak, Desa Aik Berik,  mengalami  perubahan  yang  menakjubkan.  Di  tengah  janji  politik  yang  seringkali  terlupakan,  warga  bersatu  padu  menunjukkan  semangat  gotong royong  yang  tak  terbendung.   Mereka  berani  beraksi,  menghidupi  harapan  mereka  sendiri  dengan  membangun  jalan  baru  yang  menghubungkan  Dusun Bulan Salak menuju Dusun Montong Are.  Kisah  ini  bukan  hanya  tentang  pembangunan  infrastruktur,  tapi  juga  tentang  kepedulian,  kebersamaan,  dan  semangat  yang  tak  kunjung  padam  untuk  menghidupi  cita-cita  bersama.

Warga Dusun Bulan Salak, Desa Aik Berik, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menorehkan sejarah baru dengan menandatangani surat pernyataan hibah tanah untuk pembangunan jalan sepanjang 500 meter dan lebar 4 meter yang menghubungkan Dusun Bulan Salak dan Dusun Montong Are.  Pembangunan jalan yang dimulai pada Sabtu, 5 April 2025, ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong warga yang luar biasa,  dilakukan secara swadaya karena janji pemerintah yang tak kunjung terealisasi.  Pada tanggal 8 April 2025, para pemilik lahan,  diantaranya H. Mursidi, Pardi, Muhdin, dan Mahar, secara resmi menyerahkan tanah mereka.  Langkah ini sekaligus menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat yang selama ini kesulitan akses jalan, terutama untuk jalur pemakaman dan akses petani Dusun Montong Are.

Namun, di balik semangat gotong royong tersebut, tersimpan kekecewaan mendalam terhadap janji politik yang tak kunjung ditepati.  Ketua Umum Laskar Rinjani, Hartono, menegaskan bahwa pembangunan jalan ini dilakukan karena jenuh menantikan janji pemerintah, dan setelah jalan selesai,  pemuda dan masyarakat akan menuntut janji-janji tersebut.  Jalan baru ini diharapkan menjadi simbol kebersamaan dan langkah awal peningkatan kesejahteraan, sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah akan pentingnya memenuhi janji politik kepada masyarakat.

Pembuatan jalan baru yang dikerjakan secara swadaya ini terjadi  pada hari Sabtu, 5 April 2025.  Ratusan warga dari  Gubuk Kopang Montong Are, Montong Tanggak,  dan Bulan Salak, Pemotoh Tengah,  bersama-sama  mengerjakan  jalan  dengan  lebar 4 meter dan panjang sekitar 500 meter.

"Pembuatan jalan ini dilakukan tanpa ada biaya dari pemerintah," ujar Ketua Umum Laskar Rinjani, Hartono, yang hadir dalam kegiatan ini. "Kami  mengerjakannya dengan swadaya  karena kami jenuh menantikan janji-janji dari pemerintah."

Hartono menjelaskan bahwa pembuatan jalan ini sangat penting untuk membuka akses bagi masyarakat Dusun Montong Are. Jalan ini  diharapkan menjadi  jalur pemakaman dan akses keluar masuk bagi para petani.

"Selama ini, masyarakat Montong Are  kesulitan untuk mengakses jalan, terutama saat ada warga yang meninggal.  Mereka harus menempuh jalan yang jauh dan terjal,"  ujar Hartono.

Pembangunan jalan ini juga  mendapat dukungan dari  pemilik tanah,  seperti H Mursidi, Pardi, Muhdin, dan Mahar.  H Mursidi, salah satu pemilik tanah, mengungkapkan rasa ikhlasnya dalam menyumbangkan tanahnya.

"Supaya bisa mensejahterakan ekonomi masyarakat kedepan," ujar H Mursidi.  "Saya ikhlas menyumbangkan tanah karena akan meningkatkan harga tanah yang awalnya Rp2 juta.  Setelah jalan ini jadi,  harganya bisa menjadi Rp10 juta."

Warga Dusun Tambing Kekek juga  menyambut antusias pembangunan jalan ini. "Akses jalan ini akan memudahkan anak-anak kami yang berangkat sekolah," ujar Muzakir,  Ketua Umum Laskar Rinjani.

Jurnalis

LR/MN

Kapolsek Iptu Agus Tamin Ajak Jajarannya Jaga Soliditas dan Profesionalisme di Hari Raya Ketupat

 


 Policewatch-Dompu. 

Dalam suasana Hari Raya Ketupat, Kapolsek Pekat Kecamatan Calabai Kabupaten Dompu, Iptu Agus Tamin, menekankan pentingnya menjaga disiplin, kekompakan, dan profesionalisme di lingkungan kepolisian. Senin, 07 April 2025, beliau menyampaikan pesan kepada seluruh anggota agar tetap semangat dan menjaga kesehatan, serta selalu bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Iptu Agus Tamin menyampaikan apresiasinya atas dedikasi dan kinerja seluruh anggota selama ini. Beliau juga mengingatkan pentingnya respon yang cepat dan tepat terhadap setiap laporan dan kebutuhan masyarakat. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kantor dan tempat tugas.

"Lebaran Ketupat ini bukan hanya waktu untuk bersantai dan berkumpul bersama keluarga, tetapi juga momentum untuk merefleksikan kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Iptu Agus Tamin. "Mari kita jaga soliditas dan profesionalisme kita, agar kita dapat terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Dompu."

Lebih lanjut, Iptu Agus Tamin mengajak seluruh anggota untuk tetap waspada dan siaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode libur Lebaran Ketupat. Beliau berharap agar seluruh anggota dapat menikmati libur dengan penuh rasa syukur dan kembali bertugas dengan semangat baru.

Pesan Iptu Agus Tamin ini disambut baik oleh seluruh anggota Polsek Pekat. Mereka berkomitmen untuk tetap menjaga disiplin, kompak, dan profesional dalam menjalankan tugas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Dompu.

Jurnalis 

M.Nurman

Di Solok 'Ilegal Mining' Kini Marak Kembali Walaupun sudàh Menelan korban 13 nyawa



Red, policewatch.news,- Terkenal dengan slogan daerah nya Solok Nan Indah, ternyata dibalik keindahan alam yang mempesona, Kabupaten Solok juga menyimpan kekayaan alam yang melimpah ruah.

Saat moment lebaran, jalan-jalan di Kab. Solok mulai macet oleh para perantau yang pulang kampung maupun wisatawan yang ingin berlibur dan melepas lelah, maka pada hari-hari biasa, bahkan pasca lebaran 1446 H/ 2025 M ini puluhan alat berat justru mulai bertebaran kembali di hutan-hutan belantara di Kab. Solok.

Alat-alat berat berupa ekskavator ini menjelajah hutan tentunya bukan tanpa alasan yang jelas, tetapi puluhan alat berat ini berkeliaran menembus lebatnya hutan untuk melakukan aktifitas tambang emas ilegal, khususnya di sekitaran hutan dan daerah aliran sungai di Nagari Supayang, Kecamatan Payung Sekaki Kab. Solok.

Seperti terpantau oleh beberapa awak media maupun LSM, aktifitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) atau 'Ilegal Mining', dan lebih dikenal dengan tambang emas ilegal di Kab. Solok seakan dapat berlangsung dengan lancar tanpa tindakan tegas dari aparat penegak hukum, yang harusnya paling bertanggung jawab atas berlangsungnya aktifitas tambang-tambang emas liar tersebut, bahkan puluhan alat berat itu seakan bebas lalu lalang di hutan Kab. Solok. 


Tapi mirisnya, beberapa waktu belakangan ini, terkait dengan aktifitas tambang emas ilegal di Kab. Solok itu mulai menyeruak kehadapan publik, yang tersebar luas di media sosial, khususnya aplikasi WhatsApp, dimana salah satu potongan chat antara salah seorang oknum APH  dengan seorang oknum wartawan . Bahkan tidak itu saja, bukti-bukti transferan untuk pengamanan tambang ini juga berhasil diperoleh awak media.

Dimana dalam percakapan singkat yang tersebar itu, secara tidak langsung menegaskan bahwa aktifitas tambang di Kab. Solok sudah berada dibawah kendali dan koordinasi oknum tertentu, bahkan uang koordinasi untuk wartawan pun di sebut-sebut guna kelancaran pengerukan kekayaan alam Kab. Solok tanpa ijin ini.

Lalu apakah aktifitas tambang emas ilegal di Kab. Solok akan terus berlanjut, atau memang aktifitas tambang ini sudah tidak bisa diberantas lagi ???

Tentunya ini menjadi tanda tanya besar bagi setiap orang yang mengetahuinya.

Memang sulit sich....karena disatu sisi, tambang emas ilegal ini adalah sumber pendapatan bagi sebagian kecil masyarakat Kab. Solok, tetapi tentu tidak sebesar pendapatan para investor, yang datangnya tidak dari Kab. Solok saja. 

Tetapi yang perlu di ingat adalah, Indonesia merupakan negara hukum yang punya aturan jelas pada setiap aspek kehidupan bangsa ini. Siapapun yang ingin melakukan kegiatan usaha, apalagi melakukan aktivitas tambang emas, seharusnya ada ijin yang melekat pada usaha tersebut,  jika tidak ada izin resmi maka itu adalah kegiatan ilegal yang perlu mendapatkan ganjaran secara hukum. Karena ada alam yang mesti dijaga kelestariannya, ada potensi konflik ekonomi dan konflik sosial yang akan terjadi di tengah masyarakat.. 

Serta berbagai potensi masalah lain nya yang akan timbul di kemudian hari. 

Terlepas dari masalah itu semua, pertanyaan nya apakah aktifitas tambang emas ini akan terus berlangsung bebas di Kab. Solok ????

Apakah benar kegiatan penambangan liar ini sudah membayar atau menyetorkan sejumlah uang pengamanan kepada APH setempat ??

Pertanyaan selanjutnya apakah kegiatan tambang ini juga melibatkan orang-orang berpangkat? bisa jadi...., karena tidak mungkin kegiatan penambangan liar tersebut dapat berjalan lancar tanpa diketahui oleh aparat penegak hukum di Kab. Solok. Dan sangat tidak mungkin juga aparat penegak hukum tidak punya nyali untuk melibas kegiatan penambangan illegal tersebut, kecuali memang "main mata".(Red)

Kapolres Lombok Tengah Hadiri Halal Bihalal di Ponpes Manhalul Ma'arif, Berikan Bantuan Al-Quran dan Semen

 


 Policewatch-Lombok Tengah. 

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., menghadiri acara halal bihalal di Yayasan Pondok Pesantren Manhalul Ma'arif Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Sabtu (5/4).  Kedatangannya disambut langsung oleh pimpinan pondok pesantren, TGH. Ma'arif Makmum Diransa.

Dalam sambutannya, Kapolres menekankan pentingnya momen halal bihalal untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkokoh persatuan di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pondok pesantren.  Beliau juga mengapresiasi peran penting pondok pesantren dalam membentuk karakter generasi muda penerus bangsa.

AKBP Eko Yusmiarto turut menyinggung program rekrutmen anggota Polri khusus jalur santri yang digagas Kapolri.  Program ini, menurutnya, merupakan wujud nyata untuk memberikan kesempatan kepada santri yang memiliki kemampuan menghafal Al-Quran untuk mengabdi kepada negara.  Ia berharap program ini dapat meningkatkan kualitas Polri di masa mendatang.

Sebagai bentuk dukungan, Kapolres memberikan bantuan berupa Al-Quran dan semen kepada pengurus yayasan pondok pesantren.  Bantuan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para santri dalam memperdalam ilmu agama dan mendukung kelancaran pembangunan di lingkungan pondok pesantren.

Acara halal bihalal tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Dandim 1620/Loteng, Sekda Kabupaten Lombok Tengah, Wakil Bupati Lombok Tengah, serta para tuan guru dan alim ulama.

 Hasbi

Keluhan Warga Desa Aik Berik Menyoroti Ketimpangan Kebijakan di Lombok Tengah, H. Humaidi: “Perhatian Pemerintah Harus Merata!”

 


 

Policewatch-Batu Kliang Utara.

5/5/2025. Air adalah  hidup,  setidaknya  begitu  yang  diyakini  warga  Desa  Aik  Berik,  Lombok Tengah.  Mereka  mengalami  kekecewaan  mendalam  terhadap  kebijakan  pemerintah,  khususnya  di  Lombok  Tengah,  yang  terkesan  tidak  memperhatikan  kebutuhan  masyarakat  di  wilayah  hulu.  Mereka  mengungkapkan  keprihatinan  terhadap  potensi  kekeringan  yang  mengancam  jika  sumber  air  di  wilayah  mereka  tidak  diperhatikan.

H Humaidi,  tokoh  masyarakat  Desa  Aik  Berik,  menjelaskan  bahwa  desa  mereka  merupakan  wilayah  hulu  yang  kaya  akan  sumber  air  tawar.  "Di  Dusun  Pemotoh  saja  ada  lima  sumber  air  besar,"  ujar  humaidi.  "Air  Salat,  air  Waru,  air  Goa,  dan  air  Peluncing  mengalir  ke  sungai  Pemotoh,  yang  kemudian  mengalir  ke  sungai  Tendak  dan  menyiram  lahan  irigasi  di  wilayah  lain  seperti  Dusun  Ranjoh,  Desa  Aik  Berik,  Aik  Berik  Timur,  Dusun   Slewatt,  Dusun   Jengguar,  dan  hampir  seluruh  Desa  di Batukliang utara dan Batukliang"

  H Humaidi menjelaskan  bahwa  sumber  air  ini  sangat  penting  untuk  kehidupan  masyarakat  di  Lombok  Tengah.  "Jika  sumber  air  ini  kering,  maka  masyarakat  di  bagian  tengah  dan  selatan  akan  mengalami  kekeringan  yang  parah.  Untuk  minum  ternak  saja  akan  sulit,  apalagi  untuk  bertani,"  ujarnya. 

 


Humaidi" menyebutkan  bahwa  selama  ini  pemerintah  Lombok  Tengah  terkesan  kurang  memperhatikan  sumber  air  tawar  di  wilayah  hulu.  "Anggaran  ratusan  miliar  selalu  di  gunakan  untuk  masyarakat  di  kawasan  pantai,"  keluh  Sahbianto.  "Tidak  pernah  ada  perhatian  bagi  masyarakat  di  kawasan  hulu,  seperti  kita,  yang  merupakan  sumber  air  bagi  seluruh  Lombok  Tengah."

Ia mengungkapkan  kekecewaan  nya  terhadap  kebijakan  pemerintah  yang  terkesan  menganaktirikan  wilayah  hulu.  "Kami  tidak  pernah  mendapat  bantuan  untuk  mengembangkan  sumber  air  ini.  Tidak  ada  bantuan  seperti bibit ikan  atau  kolam  ikan,  padahal  sumber  air  tawar  sangat  penting  untuk  perikanan  air  tawar,"  jelasnya.  "Sementara  masyarakat  nelayan  di  pantai  mendapat  bantuan  ratusan  miliar  rupiah."

Subianto tokoh masyarakat yang cukup dikenal di Lombok Tengah,  mengungkapkan  pendapatnya  terkait  keluhan  warga  Desa  Aik  Berik.  “Perhatian  pemerintah  harus  merata,  tidak  bisa  hanya  fokus  di  satu  kawasan  saja,”  tegas Subianto.  “Sumber  air  tawar  di  wilayah  hulu  sangat  penting  untuk  kelangsungan  hidup  masyarakat  Lombok  Tengah,  dan  perlu  diperhatikan  secara  serius.”

 

Subianto  menambahkan,  “Saya  mendukung  apa  yang  diutarakan  oleh  H Humaidi.  Pemerintah  harus  membantu  masyarakat  di  wilayah  hulu  untuk  mengelola  sumber  air  dengan  baik,  dan  memberikan  bantuan  yang  diperlukan  untuk  mengembangkan  potensi  perikanan  air  tawar.”

Ia mengungkapkan  harapannya  agar  pemerintah  Lombok  Tengah  memberikan  perhatian  yang  sama  kepada  masyarakat  di  wilayah  hulu.  "Semoga  setidaknya  10%  sampai  15%  dari  anggaran  Dinas  Pertanian,  Dinas  Perikanan,  dan  Dinas  Pariwisata  bisa  dialokasikan  untuk  mengembangkan  sumber  air  di  wilayah  hulu,"  harap  Sahbianto.

 Jurnalis

LR /Mamen

"Irundia" Kades Terpilih Desa Aik Berik, Komitmen Turun Tangan Bangun Jalan Menuju Montong Are

 



Policewatch-mbBatu Kliang Utara

Kegiatan pembukaan jalan baru di desa Aik Berik Batukliang Utara disambut antusias oleh warga dari lima dusun di Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah 5/5/2025.

 "Saya akan turun tangan langsung untuk membantu pembangunan jalan baru ini," tegas Irun, kepala desa terpilih Desa Aik Berik, yang belum dilantik,  saat  mengunjungi  lokasi  pembangunan  jalan  di  Dusun  Pemotoh Tengah. "Program dana desa akan saya prioritaskan untuk  menyelesaikan  pembangunan  jalan  ini  secepat  mungkin."ucap Irundia

Irun  mengungkapkan  kekagumannya  terhadap  semangat  gotong  royong  warga  Dusun  Bulan  Salak  yang  telah  berinisiatif  membangun  jalan  menuju  Dusun  Montong  Are  secara  swadaya.  "Ini  adalah  bukti  nyata  bahwa  masyarakat  peduli  terhadap  kebutuhan  dan  kesejahteraan  mereka  sendiri,"  ujar  Irun.

"Irun"  menjelaskan  bahwa  pembangunan  jalan  ini  sangat  penting  untuk  meningkatkan  aksesibilitas  masyarakat  Dusun  Montong  Are,  terutama  sebagai  jalur  pemakaman  dan  akses  keluar  masuk  bagi  para  petani.  "Selama  ini,  masyarakat  Montong  Are  kesulitan  untuk  mengakses  jalan,  terutama  saat  ada  warga  yang  meninggal.  Mereka  harus  menempuh  jalan  yang  jauh  dan  terjal,"  ujar  Irun.


"Irun"  juga  menyatakan  bahwa  dia  akan  berkomitmen  untuk  menjalankan  program  pembangunan  yang  merata  di  seluruh  desa,  termasuk  di  bagian  utara  yang  sering  terlupakan.  "Kita  harus  bergabung  menjadi  satu  untuk  mempermudah  pembangunan,"  tegas  Irun.  "Harapan  saya  jalan  ini  bisa  segera  diselesaikan  agar  dapat  dipakai  oleh  masyarakat."

Kegiatan gotong  royong  di  Dusun  Bulan  Salak  ini  mencerminkan  kepedulian  dan  semangat  warga  di  Lombok  Tengah.  Mereka  tak  hanya  menunggu  janji  pemerintah,  tapi  juga  berani  beraksi  untuk  mewujudkan  impian  bersama.  Semoga  jalan  baru  ini  menjadi  symbol  kebersamaan  dan  langkah  awal  untuk  meningkatkan  kesejahteraan  masyarakat  di  sekitarnya.

Jurnalis 

 


irundia" Berkomitmen Menurunkan Program Dana Desa di Pemotoh Tengah Desa Aik Berik Untuk Pembangunan Jalan Baru.

 


Policewatch-Batu Kliang Utara. 

Dusun Bulan Salak, Desa Aik Berik,  mengalami  perubahan  yang  menakjubkan.  Di  tengah  janji  politik  yang  seringkali  terlupakan,  warga  bersatu  padu  menunjukkan  semangat  gotong royong  yang  tak  terbendung.   Mereka  berani  beraksi,  menghidupi  harapan  mereka  sendiri  dengan  membangun  jalan  baru  yang  menghubungkan  Dusun Bulan Salak menuju Dusun Montong Are.  Kisah  ini  bukan  hanya  tentang  pembangunan  infrastruktur,  tapi  juga  tentang  kepedulian,  kebersamaan,  dan  semangat  yang  tak  kunjung  padam  untuk  menghidupi  cita-cita  bersama.

Pembuatan jalan baru yang dikerjakan secara swadaya ini terjadi  pada hari Sabtu, 5 April 2025.  Ratusan warga dari  Gubuk Kopang Montong Are, Montong Tanggak,  dan Bulan Salak, Pemotoh Tengah,  bersama-sama  mengerjakan  jalan  dengan  lebar 4 meter dan panjang sekitar 500 meter.


"Pembuatan jalan ini dilakukan tanpa ada biaya dari pemerintah," ujar Ketua Umum Laskar Rinjani, Hartono, yang hadir dalam kegiatan ini. "Kami  mengerjakannya dengan swadaya  karena kami jenuh menantikan janji-janji dari pemerintah."

Hartono menjelaskan bahwa pembuatan jalan ini sangat penting untuk membuka akses bagi masyarakat Dusun Montong Are. Jalan ini  diharapkan menjadi  jalur pemakaman dan akses keluar masuk bagi para petani.


"Selama ini, masyarakat Montong Are  kesulitan untuk mengakses jalan, terutama saat ada warga yang meninggal.  Mereka harus menempuh jalan yang jauh dan terjal,"  ujar Hartono.



Pembangunan jalan ini juga  mendapat dukungan dari  pemilik tanah,  seperti H Mursidi, Pardi, Muhdin, dan Mahar.  H Mursidi, salah satu pemilik tanah, mengungkapkan rasa ikhlasnya dalam menyumbangkan tanahnya.

"Supaya bisa mensejahterakan ekonomi masyarakat kedepan," ujar H Mursidi.  "Saya ikhlas menyumbangkan tanah karena akan meningkatkan harga tanah yang awalnya Rp2 juta.  Setelah jalan ini jadi,  harganya bisa menjadi Rp10 juta."

Warga Dusun Tambing Kekek juga  menyambut antusias pembangunan jalan ini. "Akses jalan ini akan memudahkan anak-anak kami yang berangkat sekolah," ujar Muzakir,  Ketua Umum Laskar Rinjani.

Sahbianto,  mantan  calon  kepala  desa,  menunjukkan  kekagumannya  terhadap  semangat  warga  yang  berinisiatif  membangun  jalan  sendiri.  "Ini  luar  biasa,  justru  ini  yang  kita  harapkan.  Kalau  kita  lihat  yang  jadi  pemimpin  kita  sebelumnya,  gerakannya  tidak  seperti  ini.  Mereka  tidak  pernah  menyentuh  masyarakat,  tidak  pernah  melihat  situasi  masyarakat  apa  yang  dibutuhkan  masyarakat."

Sahbianto  menyebutkan bahwa  60% masyarakat  Dusun  Pemotoh Tengah  mengandalkan  kebun durian,  mata air,  dan  kebun pisang  sebagai mata pencaharian.  "Selama ini,  pemerintah tidak pernah memperhatikan bagaimana kebutuhan masyarakat di sini.  Bahkan,  untuk mengangkut hasil kebun,  mereka harus  memikulnya.

Sahbianto  mengungkapkan harapannya terhadap  kepala  desa  terpilih.  "Harapan kita kepada kepala desa terpilih adalah  agar  kita memiliki visi misi,  pendapat,  dan  gerakan  yang  sama  dalam  pembangunan  secara  merata  di desa  ini,  khususnya  di bagian  utara.  Jangan  hanya  bagian  selatan  saja yang diperhatikan.  Kami  siap membantu.  Kami  harus bergabung menjadi satu untuk mempermudah pembangunan.  Sebagai Dewan Pakar PKS,  insya Allah kami akan usulkan supaya jalan ini cepat bisa dilewati masyarakat."


Sahbianto juga  menyebutkan kemungkinan untuk maju  di  legislatif  di  masa  mendatang.  "Kita lihat dulu.  Insya Allah,  kalau memang ada ridho Allah,  kita akan maju di legislatif.  Intinya,  siapapun  yang  menjadi  pemimpin  kita  harus  ajak  kolaborasi  atau  kerjasama  dengan  baik  untuk  membangun  desa  kita, tutupnya."
 .LR/Mamen

Jalan Sejuta Harapan di Dusun Bulan Salak: Warga Gotong Royong, Dewan Diminta Tuntaskan Janji

 



POLICEWATCH-Batu Kliang.

Semangat gotong royong  menyeruak di Dusun Bulan Salak, Desa Aik Berik, Kecamatan Batu Kliang Utara, Lombok Tengah. Warga  bersatu padu membangun jalan baru yang menghubungkan Dusun Bulan Salak menuju Dusun Montong Are. Kisah ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tapi  menceritakan tentang harapan,  kesulitan yang dihadapi, dan semangat  meningkatkan kesejahteraan bersama,  di tengah janji  politik yang tak kunjung terpenuhi.

Pembuatan jalan baru yang dikerjakan secara swadaya ini  terjadi pada hari Sabtu, 5 April 2025.  Ratusan warga  berkumpul dari Gubuk Kopang Montong Are, Montong Tanggak,  dan Bulan Salak, Pemotoh Tengah, untuk  mengerjakan jalan dengan lebar 4 meter dan panjang sekitar 500 meter.

"Pembuatan jalan ini dilakukan tanpa ada biaya dari pemerintah," ujar Ketua Umum Laskar Rinjani, Hartono, yang hadir dalam kegiatan ini. "Kami  mengerjakannya dengan swadaya  karena kami jenuh menantikan janji-janji dari pemerintah."

Hartono menjelaskan bahwa  pembuatan jalan ini penting  untuk membuka akses bagi masyarakat Dusun Montong Are,  terutama sebagai jalur pemakaman dan akses keluar masuk bagi para petani.

"Selama ini, masyarakat Montong Are  kesulitan untuk mengakses jalan, terutama saat ada warga yang meninggal.  Mereka harus menempuh jalan yang jauh dan terjal,"  ujar Hartono.

Pembangunan jalan ini juga  mendapat dukungan dari  pemilik tanah,  seperti H Mursidi, Pardi, Muhdin, dan Mahar.  H Mursidi, salah satu pemilik tanah, mengungkapkan rasa ikhlasnya dalam menyumbangkan tanahnya.



"Supaya bisa mensejahterakan ekonomi masyarakat kedepan," ujar H Mursidi.  "Saya ikhlas menyumbangkan tanah karena akan meningkatkan harga tanah yang awalnya Rp2 juta.  Setelah jalan ini jadi,  harganya bisa menjadi Rp10 juta."

 

Dukungan pun datang dari Muzakir, Ketua Umum Laskar Rinjani, yang melihat semangat gotong royong yang kuat dari warga lima dusun.

 

"Masyarakat sangat antusias mendukung pembuatan jalan baru ini,  karena akses jalan ini akan memudahkan anak-anak yang berangkat sekolah di Dusun Tambing Kekek," jelas Muzakir.

 

Namun,  di balik semangat gotong royong ini,  tersimpan kekecewaan  terhadap  janji  politik  yang  tak  kunjung  terwujud. "Memang  dari  dulu  jalan  ini  akan  dibangun,  namun  terhalang  oleh  oknum  yang  tidak  jelas.  Kami  menuntut  janji  Dewan  yang  didukung  oleh  warga  Desa  Aik  Berik  baik  yang  lalu  maupun  yang  sekarang," tegas Hartono.  "Setelah jalan ini selesai dikerjakan,  pemuda dan masyarakat akan menuntut janji mereka."

  Semoga jalan baru ini  menjadi  symbol  kebersamaan dan  merupakan  langkah  awal  untuk  meningkatkan kesejahteraan  masyarakat  di  sekitarnya.  Warga  berharap  agar  Pemerintah  baik  eksekutif  maupun  legislatif  tidak  tutup  mata  terhadap  janji  politik  yang  seringkali  terlupakan  setelah  pemilu.  Janji  politik  bukan  sekadar  kata-kata,  melainkan  harapan  yang  harus  diwujudkan  untuk  kesejahteraan  masyarakat.tutup hartono

Jurnalis

LR/MN

Semangat Gotong Royong Warga Dusun Bulan Salak: Membuka Akses Menuju Montong Are, Menyentuh Harapan dan Menghidupkan Ekonomi

 


Policewatch-Batu Kliang Utara

 Semangat gotong royong  menyeruak di Dusun Bulan Salak, Desa Aik Berik, Kecamatan Batu Kliang Utara, Lombok Tengah. Warga  bersatu padu membangun jalan baru yang menghubungkan Dusun Bulan Salak menuju Dusun Montong Are.  Kisah ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tapi  menceritakan tentang harapan,  kesulitan yang dihadapi, dan semangat  meningkatkan kesejahteraan bersama.

Pembuatan jalan baru yang dikerjakan secara swadaya ini  terjadi pada hari Sabtu, 5 April 2025.  Ratusan warga  berkumpul dari Gubuk Kopang Montong Are, Montong Tanggak,  dan Bulan Salak, Pemotoh Tengah, untuk  mengerjakan jalan dengan lebar 4 meter dan panjang sekitar 500 meter.

"Pembuatan jalan ini dilakukan tanpa ada biaya dari pemerintah," ujar Ketua Umum Laskar Rinjani, Hartono, yang hadir dalam kegiatan ini. "Kami  mengerjakannya dengan swadaya  karena kami jenuh menantikan janji-janji dari pemerintah."

Hartono menjelaskan bahwa  pembuatan jalan ini penting  untuk membuka akses bagi masyarakat Dusun Montong Are,  terutama sebagai jalur pemakaman dan akses keluar masuk bagi para petani.


"Selama ini, masyarakat Montong Are  kesulitan untuk mengakses jalan, terutama saat ada warga yang meninggal.  Mereka harus menempuh jalan yang jauh dan terjal,"  ujar Hartono.

Pembangunan jalan ini juga  mendapat dukungan dari  pemilik tanah,  seperti H Mursidi, Pardi, Muhdin, dan Mahar.  H Mursidi, salah satu pemilik tanah, mengungkapkan rasa ikhlasnya dalam menyumbangkan tanahnya.

"Supaya bisa mensejahterakan ekonomi masyarakat kedepan," ujar H Mursidi.  "Saya ikhlas menyumbangkan tanah karena akan meningkatkan harga tanah yang awalnya Rp2 juta.  Setelah jalan ini jadi,  harganya bisa menjadi Rp10 juta."

Dukungan pun datang dari Muzakir, Ketua Umum Laskar Rinjani, yang melihat semangat gotong royong yang kuat dari warga lima dusun.

"Masyarakat sangat antusias mendukung pembuatan jalan baru ini,  karena akses jalan ini akan memudahkan anak-anak yang berangkat sekolah di Dusun Tambing Kekek," jelas Muzakir.

Acara pembuatan jalan ini  dihadiri  oleh warga dari 5 dusun,  termasuk Ketua Umum Laskar Rinjani, Muzakir dari Montong Tanggak, dan  pemilik tanah.

Ini  mencerminkan  kepedulian  dan  semangat  gotong royong warga di  Lombok Tengah.   Semoga jalan baru ini  menjadi  symbol  kebersamaan dan  merupakan  langkah  awal  untuk  meningkatkan kesejahteraan  masyarakat  di  sekitarnya.

Jurnalis 

L Rahman"

DPP Lidik Krimsus RI Sumbar dan Riau Dampingi Korban Dugaan Penipuan Ke Polisi

 


Red, policewacth.news,- Merasa ditipu dan dirugikan senilai Rp.60 juta atas transaksi jual beli, seorang pengusaha Jual Beli Kambing asal Nagari Cupak, Kec. Gunung Talang, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, “ER” didampingi Tim Pedamping Hukum dari Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi dan Kriminal Khusus RI (Lidik Krimsus RI) DPP Riau, Sofyan, S.H dan DPP Sumbar laporkan “RK” warga Payakumbuh yang berdomisili di Ujung Batu, Kab. Rokan Hulu, Provinsi Riau ke Polsek Tandun, Polres Rohul, Riau, Rabu (26/03/2025) sekira pukul 18.30 WIB sampai selesai.

Rohul, Riau Berawal dari transaksi jual beli 50 ekor kambing yang terjadi antara ER dan RK senilai Rp80 juta pada, Sabtu, 13 Januari 2025 lalu yang baru dibayarkan oleh RK senilai Rp20 juta dengan janji akan melunasinya dua minggu paling lama, namun setelah beberapa bulan berjalan RK tak kunjung melunasi sisa pembayaran tersebut meski berbagai upaya mediasi telah dilakukan agar RK melaksanakan janjinya, namun RK selalu berkilah.

Hal itu disampaikan ER kepada awak media yang turut mendampingi ER saat menyampaikan laporannya di Polsek Tandun, Polres Rohul dikarenakan saat transaksi tersebut dilaksanakan di wilayah hukum Polsek Tandun.

“Beberapa kali saya sudah upayakan agar RK segera melunasi sisa pembayaran tersebut karena ini berdampak sangat besar dengan usaha saya yang menjadi macet gegara kejadian ini,” ulas ER.

“Dapat dibayangkan kerugian yang saya alami disini dengan ulah RK ini, belum lagi waktu dan biaya yang harus saya habiskan untuk sampai ke Riau ini dari Solok, Sumbar, seharusnya RK punya itikad baik, namun sekarang hal ini kita serahkan kepada Aparat Penegak Hukum yang sudah kita bikinkan laporannya, dan saya berharap mendapatkan kepastian hukum yang adil serta kerugian saya ini bisa dikembalikan,” imbuhnya. 


Ossie Gumanti, Ketua Umum Lidik Krimsus RI di tempat berbeda saat dimintakan keterangannya menyampaikan agar Aparat Penegak Hukum memproses sesuai dengan hukum berlaku dan se adil-adilnya, Jum’at (03/04/2025).

“Saya berharap Aparat Penegak Hukum untuk memproses ini dengan seadil-adilnya karena perbuatan ini mengangkangi hukum berlaku di NKRI ini, tipu-tipu seperti ini sering kita jumpai di lapangan, semoga klien kami mendapatkan kepastian hukum dan bagi terlapor untuk segera diperiksa lebih lanjut,” harap Ossie.

“Pendamping Hukum dari Riau dan Sumbar memang kita tugaskan untuk mengawal kasus ini, karena Lembaga kami ini bergerak dari lapisan manapun yang membutuhkan pendampingan baik di bidang hukum maupun lainnya yang berpihak kepada rakyat banyak yang tentu saja sesuai ketentuan dan hukum berlaku,” terangnya.

“Saya sekali lagi meminta agar APH memproses dengan se adil-adilnya hingga ada kepastian hukum, serta yang bersalah diberikan hukuman setimpal dengan perbuatannya,” tegas Ossie.

Sementara dari pihak Polsek Tandun melalui Aipda M Al Azhar saat menerima laporan tersebut menyampaikan akan segera menindaklanjuti dan memanggil RK untuk dimintakan keterangannya. (red)

Hati-hati Libur Lebaran! Polres Loteng Larang Mobil Bak Terbuka Angkut Penumpang

 



Policewatch-Lombok Tengah

Polres Lombok Tengah menghimbau masyarakat untuk tidak menggunakan mobil bak terbuka seperti pick up dan truk untuk membawa penumpang saat berlibur ke lokasi wisata pada libur lebaran.

"Kami imbau masyarakat untuk tidak menggunakan mobil bak terbuka saat pergi berwisata saat libur lebaran karena dapat membahayakan keselamatan penumpangnya," kata Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K melalui Kasat Lantas AKP Puteh Rinaldi, SIK saat dikonfirmasi, Kamis (3/3).

AKP Puteh Rinaldi menjelaskan bahwa  pada hari kedua usai lebaran, banyak masyarakat yang memanfaatkan waktu untuk berkunjung ke tempat wisata.  Namun, pihaknya menemukan bahwa masih ada masyarakat yang menggunakan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut keluarga.

"Tentunya itu sangat berbahaya bagi keselamatan para penumpang, karena mobil bak terbuka didesain untuk mengangkut barang bukan mengangkut orang, sesuai dengan undang-undang nomor 2 tahun 2009 tentang lalu-lintas dan angkutan jalan," jelasnya.

Pihaknya juga mengingatkan agar masyarakat  berhati-hati saat berkendara serta mengecek kendaraan sebelum digunakan.

"Kami berharap masyarakat dapat bekerjasama untuk menciptakan lalu-lintas aman dan nyaman selama lebaran, keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.

Mamen

Jalan Rusak di Pengadang: Korban Jiwa Menanti, Pemerintah Kabupaten "Lepas Tangan"?

 


Policewatch-Lombok Tengah

 Jalan rusak di Desa Pengadang, Lombok Tengah, bukan hanya sekadar masalah infrastruktur, tetapi ancaman nyata bagi keselamatan warga.  Lubang menganga yang tersebar hampir setiap 15-20 meter di sepanjang jalan utama desa ini telah menyebabkan kecelakaan dan kerugian, bahkan mengancam jiwa.  Kekecewaan warga semakin memuncak karena pemerintah kabupaten dinilai "lepas tangan"  dari tanggung jawab perbaikan jalan tersebut.

Rizal Samsul Mujahidin, perwakilan pemuda Desa Pengadang, mengungkapkan keprihatinan mendalam.  "Jalan ini adalah urat nadi perekonomian dan kehidupan warga.  Kerusakannya bukan hanya menghambat aktivitas, tetapi juga telah menyebabkan kecelakaan dan kerugian materi.  Kami khawatir akan ada korban jiwa jika pemerintah tidak segera bertindak," ujarnya dengan nada tegas.

Aksi protes warga dengan menanam pohon pisang di jalan rusak menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakpedulian pemerintah.  Aksi ini menunjukkan betapa frustasinya warga yang telah berulang kali menyampaikan keluhan, namun tak kunjung mendapat respon nyata.

Kepala Desa Pengadang, saat dikonfirmasi awak media policewatch, mengakui parahnya kerusakan jalan tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa jalan tersebut berada di bawah wewenang pemerintah kabupaten.  Pernyataan ini menimbulkan kecurigaan warga akan adanya pembiaran dan pengalihan tanggung jawab.  Warga merasa dilempar antara pemerintah desa dan kabupaten, sementara keselamatan dan kesejahteraan mereka terancam.

Kondisi jalan di Desa Pengadang menjadi cerminan buruknya pengelolaan infrastruktur di Lombok Tengah.  Ketiadaan tindakan nyata dari pemerintah kabupaten di tengah ancaman korban jiwa semakin memperparah situasi.  Tuntutan warga akan perbaikan jalan bukan hanya sekedar perbaikan fisik, tetapi juga perbaikan sistem pemerintahan yang responsif dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan masyarakat.

Mamen

Jalan Rusak di Pengadang "Makan Korban"! Warga Tanam Pisang, Tuntut Pemerintah Bertindak!

 



Policewatch-Lombok Tengah 

Kondisi jalan di Desa Pengadang, Lombok Tengah, semakin memprihatinkan.  Kerusakan jalan yang parah, dengan lubang menganga hampir setiap 15-20 meter, telah memakan korban dan mengancam keselamatan warga.  Kekecewaan warga memuncak hingga mereka melakukan aksi protes simbolik dengan menanam pohon pisang di jalan yang rusak.

Rizal Samsul Mujahidin, pemuda Desa Pengadang, mengungkapkan keprihatinannya.  "Jalan ini merupakan akses utama warga. Kerusakannya sangat membahayakan, terutama pengendara sepeda motor. Penanaman pohon pisang ini adalah simbol perlawanan terhadap ketidakpedulian pemerintah," tegas Rizal.

Ia menambahkan bahwa kerusakan jalan telah menghambat aktivitas warga dan mengakibatkan kerugian.  Rizal mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki jalan dan memberikan solusi konkret, bukan hanya janji-janji.  "Kami menuntut perbaikan jalan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.  Kami berharap pemerintah segera bertindak sebelum ada korban jiwa lebih banyak lagi," serunya.

Sementara itu, Kepala Desa Pengadang, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, menyatakan bahwa jalan tersebut memang dalam kondisi rusak parah. Namun, ia menyatakan bahwa jalan tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten, bukan pemerintah desa.  Pernyataan ini semakin menambah kekecewaan warga yang merasa dilempar tanggung jawab di antara instansi pemerintah.

Kondisi jalan yang memprihatinkan di Desa Pengadang ini menjadi sorotan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.  Aksi protes warga dengan menanam pohon pisang menjadi bukti nyata keresahan dan tuntutan mereka akan perbaikan infrastruktur yang layak dan aman.

Jurnalis 

Mamen

Kapolres Loteng Ajak Tahanan Halal Bihalal: Momen Lebaran untuk Menebar Kemanusiaan

 


 

Policewatch-Lombok Tengah

Dalam suasana Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah,  Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K,  menunjukkan kepedulian kepada para tahanan dengan mengajak mereka  Halal Bihalal bersama personel Polres Lombok Tengah. Acara yang berlangsung pada Selasa (1/4) ini  menjadi momen penuh kebahagiaan dan kedekatan antara jajaran kepolisian dan para tahanan.

AKBP Eko Yusmiarto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Lombok Tengah terhadap para tahanan yang tidak dapat merayakan Lebaran bersama keluarga mereka.

“Meskipun mereka sedang menjalani proses hukum, bukan berarti mereka kehilangan hak untuk merasakan kebahagiaan di hari kemenangan ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres  membagikan makanan kepada para tahanan sebagai simbol  kepedulian sambut hari lebaran.

“Kami ingin mereka juga merasakan suasana Idul Fitri dengan penuh kedamaian. Ini juga sebagai bentuk rasa kemanusiaan dan pengingat bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri,” tambahnya.

Para tahanan tampak antusias dan terharu dengan kegiatan ini. Salah satu tahanan mengungkapkan rasa syukur dan berterima kasih kepada Kapolres dan jajarannya atas perhatian yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih karena masih diperhatikan, meskipun kami dalam kondisi seperti ini,” ucap salah satu tahanan.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan doa bersama dengan harapan kedepannya dapat diberikan keberkahan dan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

''Kami berharap para tahanan dapat lebih termotivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik serta memahami bahwa hukum ditegakkan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan,'' jelas Kapolres.

Mamen

Momen Istimewa: Keluarga Bani Habibun Rayakan Halal Bihalal di Situbondo

 


 

Piolicewatch-Sitobondo. 

Suasana haru dan penuh keakraban mewarnai Halal Bihalal keluarga besar Bani Habibun yang diselenggarakan di kediaman Hajah Sri Arwiyati/Haji Anas di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa (1/4/2025).  Acara ini mempertemukan keluarga besar dari berbagai penjuru, termasuk dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan berbagai daerah di Jawa Timur, bahkan luar Jawa Timur.  Kehadiran Sugeng, finalis Dangdut Academy Indosiar 2017, turut menambah semarak acara tersebut.

Halal Bihalal, tradisi yang begitu melekat dalam budaya Indonesia, khususnya masyarakat Madura pasca Idul Fitri, menjadi momen istimewa untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi.  Hajah Sri Arwiyati, dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran seluruh keluarga besar Bani Habibun.  Ia memanjatkan doa agar Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada mereka semua.

Dengan penuh kerendahan hati, Hajah Sri Arwiyati mewakili keluarga besar Bani Habibun memohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan dan kekhilafan.  Ia menekankan komitmen keluarga untuk senantiasa menjaga silaturahmi, saling mendukung, dan mengingatkan dalam kebaikan.  Harapannya, keluarga Bani Habibun dapat menjadi pribadi yang lebih baik, penyayang, dan saling pengertian.

Acara ditutup dengan doa dan harapan agar Halal Bihalal tahun depan dapat kembali dilaksanakan, semakin mempererat ikatan kekeluargaan, meningkatkan saling pengertian, dan memperkuat kasih sayang di antara mereka.  Ungkapan "Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin" menjadi penutup yang khidmat dan menyentuh.

 Mamen

Kapolres Bangka bersama Forkopimda Lakukan Patroli Bersama Untuk Menciptakan Suasana Kondusif

 



Policewatch-Bangka Belitung 


Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra bersama Forkopimda Bangka melakukan patroli untuk memantau langsung malam takbiran perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Minggu malam (30/3).

Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra mengatakan, kegiatan patroli dilakukan diseputaran kota Sungailiat untuk memastikan malam takbiran perayaan Idul Fitri berjalan dengan aman dan lancar.

"Patroli pemantauan malam takbiran perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 hijriah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap kondusif di seputaran kota sungailiat", ujar AKBP Deddy Dwitiya Putra.

Lebih lanjut AKBP Deddy Dwitiya Putra mengatakan, kehadiran Polri dan juga Forkopimda Bangka sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Bangka selama perayaan Hari Raya Idul Fitri.

"Kami ingin memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman saat merayakan Hari Raya Idul Fitri tahun ini,"  jelas AKBP Deddy Dwitiya Putra.

Untuk kelancaran arus lalu lintas pada malam takbiran, pihaknya telah menurunkan ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait.

"Selama bulan Ramadhan kita terus melakukan pengamanan baik saat pasar takjil, sholat tarawih serta patroli subuh hingga dengan malam takbiran perayaan menyambut Hari Raya Idul Fitri ini berjalan dengan aman dan lancar," jelas AKBP Deddy Dwitiya Putra

Dalam kesempatan ini Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra mengucapkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah kepada seluruh masyarakat Bangka yang merayakan.

Minal aidzin Wal Faidzin 

Mohon Maaf Lahir Dan Bathin.




Hendi okfriansyah

Media Policewatch Klarifikasi Berita Sengketa Lahan Lombok Tengah: Kesalahpahaman dan Pelajaran Penting

 

 



Lombok Tengah, NTB -  Pimpinan redaksi Media policewatch.news, M Rodhi Irfanto SH, menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan sengketa lahan di Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah.

Media Policewatch sebelumnya memberitakan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum pengacara berinisial ND terhadap dua petani, M dan S. Namun, setelah mendapatkan klarifikasi langsung dari ND, terungkap bahwa berita tersebut mengandung kesalahpahaman.

"Kami telah menegur anggota kami yang bertanggung jawab atas berita tersebut dan menegaskan bahwa proses konfirmasi harus dilakukan dengan lebih teliti," tegas Rodhi 

Anggota redaksi Media Policewatch, NTB, M Nurman, menjelaskan bahwa berita tersebut dibuat berdasarkan informasi dari pengacara korban, Achmad Syaifullah SH MH, dan pertemuan langsung dengan pelapor yang sedang menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polsek Praya Barat Daya.

"Saat itu kami memang mendapatkan nomor kontak ND, namun ternyata nomor tersebut tidak akurat," jelas M Nurman. "Keesokan harinya, kami mendapatkan nomor yang benar dari rekan wartawan dan langsung menghubungi ND melalui WhatsApp, namun tidak mendapat respon. 

Rodhi menambahkan Tepatnya malam minggu, 29/03/2025 saya selaku Pimred dihubungi oleh ND melalui telepon dan beliau menjelaskan panjang lebar terkait pemberitaan yang telah kami publikasikan.  

Kami pun saling memahami dan sebagai Pimred, saya meminta maaf atas keteledoran anggota saya," tambah M Rodhi Irfanto S.H.

"Kami mohon maaf atas ketidakakuratan informasi yang telah terjadi. Kami juga mengapresiasi kesigapan ND dalam memberikan klarifikasi," tambah M Rodhi Irfanto. "Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk meningkatkan profesionalitas dan ketelitian dalam menjalankan tugas jurnalistik."

Media policewatch.news akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas jurnalistik dan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya. Pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab kepada publik.pungkasnya




Policewatch: Minal Aidin Wal Faizin, Semoga Idul Fitri 1446 H Membawa Kedamaian dan Keadilan di Negeri Ini

 


 Policewatch-Jakarta 

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Di tengah gemerlap kemenangan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, yang bertepatan dengan tanggal 31 Maret 2025,  seluruh keluarga besar policewatch.news ingin menyampaikan ucapan selamat dan minal aidin wal faizin kepada seluruh masyarakat Indonesia.  Semoga Idul Fitri tahun ini membawa kedamaian, keberkahan, dan semangat baru bagi kita semua.

Momentum Idul Fitri, yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan,  bukan hanya sekadar perayaan kemenangan atas perjuangan menahan hawa nafsu selama sebulan penuh.  Lebih dari itu, Idul Fitri adalah waktu yang tepat bagi kita untuk merefleksikan diri, membersihkan hati, dan memperbaharui komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Sebagai media yang fokus pada pengawasan dan pemberitaan terkait penegakan hukum, policewatch.news senantiasa berkomitmen untuk memperjuangkan keadilan dan transparansi di Indonesia.  

Kami percaya bahwa penegakan hukum yang adil dan transparan merupakan pilar penting bagi terciptanya kedamaian dan kesejahteraan masyarakat.

Di hari yang fitri ini, mari kita sama-sama berdoa agar Indonesia selalu dirahmati Allah SWT, dijauhkan dari segala bencana dan musibah, dan senantiasa dilimpahi keberkahan.  

Semoga semangat persatuan dan kesatuan tetap terjaga,  dan kita semua dapat terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik, adil, dan makmur.

Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita selama bulan Ramadan dan mengampuni segala dosa-dosa kita.  Taqabbalallahu minna wa minkum.

Hormat kami,
M Rodhi Irfanto, S.H.
Pimpinan Redaksi policewatch.news

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar." (QS. At-Taubah: 119)

 

Lombok Tengah Siaga: 620 Personel Gabungan Jaga Pawai Takbiran Idul Fitri

 


 

Policewatch-Lombok Tengah. 

Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, bersiap menyambut malam takbiran Idul Fitri dengan penuh khidmat dan keamanan.  Sebanyak 620 personel gabungan dari TNI-Polri dan berbagai instansi terkait dikerahkan untuk mengamankan pawai takbiran yang akan berlangsung.  Apel kesiapan pengamanan digelar di Mapolres Lombok Tengah pada Minggu (30/4), dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K.  Hadir pula Bupati Lombok Tengah, L. Pathul Bahri, SIP., MA, dan Dandim 1620/Lombok Tengah, Letkol Inf. Andi Yusuf Kertanegara, serta unsur Forkopimda lainnya.

Kapolres Eko Yusmiarto menekankan pentingnya sinergitas TNI-Polri dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama pawai takbiran.  Ia menginstruksikan seluruh personel untuk mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif kepada masyarakat,  mengutamakan persuasi dan mengurangi tindakan represif.  "Berikan sikap yang humanis, edukasi masyarakat tentang aturan yang harus ditaati selama kegiatan berlangsung," tegas Kapolres.

Selain itu,  Kapolres juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban, seperti menyalakan petasan,  minuman keras, atau mengonsumsi narkoba.  "Siapapun yang melanggar akan ditindak tegas,"  tegasnya.  Pihaknya berharap pawai takbiran dapat berjalan lancar, aman, dan damai,  dengan seluruh masyarakat memprioritaskan keselamatan diri dan keluarga.  Apel pengamanan ini menjadi bukti komitmen pemerintah dan aparat keamanan untuk menciptakan suasana kondusif dan penuh kekeluargaan dalam merayakan Idul Fitri.

Mamen

Tenang Mudik Lebaran! Polres Loteng Tawarkan Penitipan Kendaraan Gratis

 



Policewatch-Lombok Tengah

  Merayakan Lebaran di kampung halaman menjadi impian banyak orang. Namun, kekhawatiran akan keamanan kendaraan yang ditinggalkan kerap menghantui. Nah, untuk meringankan beban masyarakat Lombok Tengah, Polres Loteng memberikan layanan istimewa!

Polres Lombok Tengah membuka layanan penitipan kendaraan GRATIS bagi warga yang akan mudik Lebaran. Layanan ini bertujuan untuk mengurangi risiko pencurian kendaraan bermotor (curanmor) selama pemiliknya merantau ke kampung halaman.

"Kami ingin masyarakat dapat mudik dengan tenang tanpa perlu khawatir soal keamanan kendaraannya," ujar Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K.

Layanan penitipan ini tersedia untuk sepeda motor maupun mobil, dan bisa diakses di Polres Lombok Tengah dan seluruh Polsek Jajaran.

Syaratnya pun mudah! Anda hanya perlu membawa dokumen kepemilikan kendaraan, seperti fotocopy STNK/BPKB dan KTP pemilik.

Kapolres juga mengingatkan pentingnya memastikan rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggal mudik. "Matikan listrik yang tidak diperlukan dan pastikan pintu serta jendela terkunci dengan baik," pesan Kapolres.

Jadi, tunggu apa lagi? Manfaatkan layanan penitipan kendaraan gratis ini dan nikmati Lebaran bersama keluarga tercinta dengan tenang!

MN

SELURUH PENGURUS DAN JAJARAN DPP LIDIK KRIMSUS RI SUMATERA UTARA MENDUKUNG PENUH RUU TNI. TNI KUAT NEGARA BERDAULAT DAN BERMARTABAT SERTA RAKYATNYA SELAMAT




Policewatch.news, Medan-Sumut. Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Sumatera Utara(DPP SUM-UT)Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi dan Kriminal Khusus Republik Indonesia(LIDIK KRIMSUS RI), Bang H.Syahril Sitepu,.SE.SH.MFA(Ust Turqi) Menyampaikan dan Menegaskan kepada awak media Policewatch, ddzBahwa Dirinya dan Seluruh Pengurus serta Jajarannya Sepakat Mendukung Penuh Rencana Undang-Undang TNI(RUU TNI). Dikarenakan Menurut beliau isi daripada yg dibentuk dibuatkan dan disahkan RUU TNI tersebut adalah sangat Positif yg bertujuan untuk kepentingan Bangsa dan Negara kita, salah satunya tentang kekuatan Hukum Penjagaan Kedaulatan dan Keamanan Jajaran TNI di Perbatasan Perbatasan yg ada di Negara kita ini yg sudah begitu lama berlangsung namun tidak adanya kekuatan hukum untuk memperjelas keberadaan mereka disana yg berdasarkan Undang-Undang yg berlaku. Berapa Banyak Prajurit TNI kita yg Gugur dalam Menjaga Kedaulatan Negara dan Bangsa kita ini...Apakah kita Pernah Memikirkan Hal itu?..Jadi bukan untuk kepentingan institusi yg bersangkutan ataupun untuk kepentingan pribadi dan tidak bernuansa Politik. Dan juga diPastikan bukan untuk Mengembalikan sejarah lama yakni Dwi Fungsi ABRI. Sebab semua kita mengetahuinya bahwasannya TNI dan POLRI sudah tidak bersama lagi atau satu management akan tetapi sudah lama berpisah dan tidak satu Management serta 2 Kepemimpinan, TNI dgn Pucuk Pimpinannya adalah Bernama PANGLIMA TNI dan KAPOLRI adalah Pucuk Pimpinan dari POLRI.

Sementara ABRI dgn satu Pucuk Pimpinannya yg bernama PANGLIMA ABRI(Pucuk Pimpinan TNI dan POLRI)pada saat itu. Jadi kami berharap kepada semua saudara kita sebangsa dan setanah air untuk bijaklah dalam berpikir dalam menilai RUU TNI tersebut. Jangan kita mudah  terprovokasi atau dapat ditunggangi oleh oknum oknum yg tidak bertanggungjawab lainnya dalam mengambil sebuah keputusan dan tindakan. Jadi menurut hemat saya kalau kita inginkan perubahan maka baiknya kita juga harus berubah cara berpikir dan menilai sesuatunya sebelum mengambil langkah untuk membuat suatu keputusan dan Tindakan. Karena sejatinya kita ini satu yakni satu bangsa dan satu bahasa yakni bangsa dan bahasa Indonesia. TNI Kuat, Bangsa Berdaulat dan Bermartabat serta Rakyat akan Selamat. 

Marilah kita Bersama mengambil Hikmah dari semua ini dgn baik dan bijaksana, karena ini bulan baik, bulan suci, maka sucikanlah seluruh jasad dan Ruh kita agar apa yg kita lakukan kedepannya menjadi sesuatu perbuatan yg baik kepada siapapun. Apalagi kepada bangsa dan negara yg kita cintai ini. Sebut Bung H.Syahril/Ust Turqi 

(Policewatch SS.)

Kapolres Loteng Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas Jelang Nyepi dan Idul Fitri: Toleransi dan Kesadaran Bersama Jadi Kunci

 



Policewatch-Lombok Tengah

 Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri yang berdekatan, Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, SIK, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan antarumat beragama serta keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Lombok Tengah.

Dalam keterangannya pada Jumat (28/3),  Kapolres Eko menekankan pentingnya toleransi dan saling menghormati antarumat beragama dalam menghadapi dua hari besar keagamaan ini. Ia mengingatkan bahwa kerukunan merupakan kunci utama dalam menciptakan suasana yang kondusif dan damai di tengah masyarakat.

"Menjaga kerukunan dan toleransi adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan saling menghormati dan memahami perbedaan, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga Lombok Tengah," ujar AKBP Eko Yusmiarto, SIK.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam menjaga kamtibmas selama hari besar keagamaan umat Hindu dan Muslim. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam mencegah potensi gangguan keamanan.

"Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, memperkuat rasa kebersamaan, serta saling mengayomi satu sama lain," tambahnya. 

AKBP Eko Yusmiarto, SIK  juga memberikan imbauan khusus kepada masyarakat untuk tidak merayakan kedua hari besar keagamaan ini secara berlebihan, seperti menggunakan petasan atau kembang api yang dapat mengganggu ketenangan, serta menghindari konvoi kendaraan yang dapat menyebabkan kemacetan atau kecelakaan.

"Mari kita rayakan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri dengan penuh khidmat tanpa mengganggu ketertiban umum. Kepatuhan terhadap aturan yang berlaku dapat menciptakan suasana yang kondusif bagi kita semua," tegasnya.

 Mn

Kapolsek Woja Pimpin Langsung Pengamanan Ketupat 2025, Terminal Ginte Kata Aman Lancar!

 


Policewatch-Dompu. 

27/03/2025.Pada hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat 2025, Kapolsek woja, Iptu Agus Tamin, secara langsung memimpin dan mengawasi pos pelayanan yang berada di Terminal Ginte Kata.  Beliau memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan lancar dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang memanfaatkan fasilitas terminal tersebut, khususnya selama periode arus mudik dan balik Lebaran.

Iptu Agus Tamin menyampaikan, "Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keamanan serta kenyamanan masyarakat yang menggunakan jasa transportasi di Terminal Ginte Kata.  Personel kami telah dikerahkan untuk melakukan pengamanan secara maksimal, mulai dari pengawasan arus lalu lintas hingga pemeriksaan barang bawaan penumpang."

Selain itu, Iptu Agus Tamin juga menekankan pentingnya kerjasama antara pihak kepolisian dengan instansi terkait lainnya, seperti Dinas Perhubungan dan petugas kesehatan, dalam memberikan pelayanan yang terintegrasi.  "Kerjasama yang solid sangat penting untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran," tambahnya
Dalam kunjungannya, Kapolsek woja Iptu Agus juga berkesempatan untuk berdialog langsung dengan para penumpang dan petugas terminal.  Beliau mendengarkan keluhan dan masukan yang disampaikan, serta memberikan arahan agar pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan.

Suasana di Terminal Ginte Kata terpantau kondusif dan aman.  Para penumpang tampak antusias dan merasa nyaman dengan kehadiran petugas kepolisian yang berjaga.  Operasi Ketupat 2025 di Terminal Ginte Kata diharapkan dapat berjalan lancar hingga akhir periode Lebaran.

"Jurnalis"

MNurman

Mabes Polri Pantau Langsung Operasi Ketupat Rinjani 2025 di NTB, Pastikan Lebaran Aman dan Lancar



Policewatch-Mataram

Tim Supervisi Operasi Ketupat Mabes Polri tidak main-main dalam memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri di Nusa Tenggara Barat (NTB).  Rabu (26/03/2025), Tim langsung melakukan monitoring pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani 2025  di ruang Command Center Polda NTB.

Pantauan langsung ini meliputi berbagai titik penting di NTB,  termasuk Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), serta pelabuhan penyeberangan.  Tujuannya?  Agar situasi  tetap  kondusif  menjelang  Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

"Hari ini,  Tim dari Mabes Polri memantau situasi di wilayah NTB secara real-time melalui CCTV di Command Center Polda NTB,"  jelas  Kabid Humas Polda NTB,  Kombes Pol. Mohammad Kholid, SIK.  "Kegiatan ini juga  merupakan  ajang  evaluasi  untuk  mengidentifikasi  kekurangan  dan  mencari  solusi  yang  cepat  dan  tepat."

Monitoring ini  bukan  sekadar  formalitas.  Ini  merupakan  bagian  dari  pengawasan  ketat  untuk  memastikan  setiap  rangkaian  Operasi  Ketupat  Rinjani  2025  berjalan  dengan  aman  dan  lancar,  terutama  dalam  menghadapi  peningkatan  arus  mudik  dan  balik  di  NTB.

"Intinya,  kami  memantau  pelaksanaan  Operasi  Ketupat  secara  menyeluruh  untuk  memastikan  pengamanan  Hari  Raya  Idul  Fitri  berjalan  optimal  dan  masyarakat  merasa  aman  selama  perjalanan  maupun  beraktivitas,"  tegas  Kombes  Pol.  Mohammad  Kholid.

Dengan  dukungan  teknologi  dan  koordinasi  langsung  dengan  Mabes  Polri,  diharapkan  Operasi  Ketupat  Rinjani  2025  di  NTB  dapat  berjalan  secara  efektif  dalam  menjaga  kondusivitas  wilayah,  khususnya  di  masa  arus  mudik  dan  perayaan  Lebaran.

 Jurnalis

MN

Laskar Rinjani Berbagi Kebahagiaan, Buka Puasa dan Santuni 20 Anak Yatim di Batukliang Utara

 


Policewatch-Batukliang Utara

LSM Laskar Rinjani  menyelenggarakan acara buka bersama dan santunan anak yatim di Dusun Pemotong Tengah, Gubuk Kopang, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara pada tanggal 26 Maret 2025. Acara ini  merupakan bentuk kepedulian LSM Laskar Rinjani dalam berbagi kebahagiaan dengan anak yatim di bulan Ramadan.

Ketua Umum LSM Laskar Rinjani, Suhartono, dalam sambutannya menyampaikan pesan tentang pentingnya berbagi dengan sesama, terutama kepada anak yatim yang membutuhkan uluran tangan. Beliau  menekankan  bahwa  kebahagiaan  akan  lebih  bermakna  jika  dibagikan  dengan  orang  lain.

"Mari kita  bersama-sama  menebar  kebaikan  di  bulan  Ramadan  ini,  khususnya  kepada  anak-anak  yatim  yang  membutuhkan  perhatian  kita,"  ujar  Suhartono.

Penasehat LSM, Abdul Hayyi, dalam sambutannya  mengajak  anak-anak  yatim  untuk  tetap  semangat  dan  bersemangat  dalam  menjalani  hidup. Beliau  menekankan  pentingnya  mencari  ilmu  dan  berbakti  kepada  orang  tua.


"Kalian  adalah  generasi  penerus  yang  akan  membangun  bangsa  ini.  Jangan  pernah  menyerah  dan  teruslah  berusaha  untuk  mencapai  cita-cita  kalian,"  pesan  Abdul  Hayyi.

Kades terpilih, Erin Dian, turut hadir dalam acara ini dan menyampaikan apresiasinya atas inisiatif LSM Laskar Rinjani. Beliau  menekankan  pentingnya  peran  LSM  dalam  mendukung  program  pembangunan  di  desa,  terutama  dalam  menangani  masalah  sosial  seperti  kepedulian  terhadap  anak  yatim.

"Saya  sangat  mengapresiasi  kegiatan  ini  dan  berharap  LSM Laskar Rinjani dapat  terus  berkolaborasi  dengan  pemerintah  desa  dalam  membantu  masyarakat,  khususnya  anak-anak  yatim  yang  membutuhkan  perhatian,"  ujar  Erin  Dian.

Warga setempat juga memberikan sambutan yang positif  dan mendukung kegiatan positif ini. Mereka  menghargai  kepedulian  LSM Laskar Rinjani terhadap anak yatim  dan  berharap  kegiatan ini  dapat  terus  berlangsung  di  masa mendatang.

Dalam acara tersebut, 20 anak yatim mendapatkan santunan yang diharapkan  dapat  membantu  meraih  kebahagiaan  dan  menjalani  bulan Ramadan  dengan  lebih  bermakna.

Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk  terus  menebar  kebaikan  dan  membantu  sesama,  terutama  anak-anak yatim  yang  membutuhkan  perhatian  dan  dukungan.

Jurnalis

Mamen

Judi Tembak Ikan di Mandasari, Simalungun, Diduga Dikawal Oknum Aparat



Policewatch-Simalungun

Perjudian tembak ikan di Mandasari, Nagori Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, semakin meresahkan warga.  Aktivitas perjudian ini berlangsung terang-terangan dan diduga dibiarkan beroperasi tanpa tindakan tegas dari pihak berwajib.

Warga setempat mengungkapkan kekhawatiran mereka atas maraknya perjudian ini yang telah berlangsung cukup lama.  "Kami merasa tidak nyaman di kampung ini karena banyaknya pemain yang lalu lalang," ungkap seorang warga pada Rabu (26/3/2025).  Mereka menambahkan bahwa para pemain tidak hanya berasal dari Tangga Batu, tetapi juga dari luar daerah. "Banyak pemain yang datang dari luar, jadi kami semakin tidak nyaman," tegas warga lainnya.

Kekecewaan warga semakin besar karena dugaan ketidaktegasan aparat penegak hukum dalam memberantas perjudian tersebut.  "Kalau memang tidak ada 'setoran', kenapa polisi tidak menindak?  Kalau dibilang tidak tahu, kami rasa itu tidak mungkin," ujar seorang warga yang merasa frustasi.

Informasi yang beredar menyebutkan pemilik usaha perjudian tembak ikan ini berinisial Situmorang, warga Kota Pematang Siantar.  Lebih mengejutkan lagi, Situmorang dikabarkan memiliki banyak kerabat yang merupakan aparat penegak hukum di wilayah hukum Polsek Tanah Jawa.  Dugaan keterlibatan oknum aparat ini semakin memperkuat kecurigaan warga akan adanya perlindungan terhadap bisnis ilegal tersebut.

Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kanit Reskrim Polsek Tanah Jawa, Japen Situmorang, S.H., hanya memberikan balasan singkat, "Mksh Pak, saya perintahkan anggota mengeceknya."  Jawaban tersebut dinilai kurang memuaskan dan tidak memberikan jaminan akan adanya tindakan tegas dalam waktu dekat.

 AS