Tampilkan postingan dengan label Seputar Polri-TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Polri-TNI. Tampilkan semua postingan

Gagalkan Jaringan Curanmor di Sekotong: Polda NTB Amankan Penadah & Sita 3 Motor, Termasuk Hasil Curian di Masjid

 


 

POLICEWATCH-MATARAM 

Keberhasilan operasi Unit Reaksi Cepat Puma Jatanras Ditreskrimum Polda NTB membongkar jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan penadahan di wilayah Sekotong Barat, Lombok Barat. Tindakan tegas ini dilakukan Rabu dini hari (12/8/2026), menyusul kasus pencurian yang terjadi di area tempat ibadah.

 

Kasus bermula dari laporan warga bernama Drs. Ade Rukman, yang kehilangan sepeda motor Honda Beat hitam dari parkiran Masjid Raudatul Jannah, Pagutan Barat, Mataram, pertengahan April lalu. Pelaku beraksi dengan cara nekat: masuk lewat pintu samping masjid saat korban sedang shalat Ashar, mengambil kunci kontak yang ada di dalam bangunan, lalu membawa kabur kendaraan.

 

Berdasarkan petunjuk dari tersangka utama curanmor berinisial M alias Ram yang sudah diproses di Polsek Mataram, Tim Puma di bawah pimpinan AKP Agus Eka Artha bergerak cepat melacak alur distribusi barang curian. Hasilnya, mereka menemukan terduga penadah berinisial IMA di wilayah Sekotong.

 

Saat penggeledahan di kediaman IMA, petugas tidak hanya menemukan motor milik korban, tetapi juga menyita dua unit kendaraan lain yang diduga hasil kejahatan serupa: Yamaha Mio Soul GT 125 warna ungu dan Honda Beat Street hitam. Seluruh barang bukti beserta tersangka kini diamankan di Mapolda NTB untuk proses hukum dan pengembangan jaringan lebih lanjut.

 

Direktur Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol. Arinsandi, S.H., S.I.K., M.Si, menegaskan keberhasilan ini berkat kerja cepat dan terpadu. Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M, mengimbau masyarakat tetap waspada.

"Jangan lengah mengamankan kendaraan di tempat umum maupun ibadah. Kunci ganda dan jangan tinggalkan kunci atau dokumen penting di tempat mudah dijangkau. Segera lapor polisi jika melihat aktivitas mencurigakan," tegasnya.

 

Polda NTB berkomitmen terus menindak tegas kejahatan demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Mamen

Menyambut HUT ke-81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Yonif 141/AYJP Gelar Perlombaan Olah Raga

 



Muara Enim — policewatch.news // Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Yonif 141/AYJP menggelar kegiatan semarak 17-an yang berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danyonif 141/AYJP Letkol Inf Ratno Edy Putra.dan diikuti oleh seluruh prajurit, Persit Kartika Chandra Kirana, serta anak-anak prajurit Yonif 141/AYJP. Rabu (12/08/2026). 

Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 141/AYJP, Letkol Inf Ratno Edy Putra menyampaikan kepada awak media kegiatan tersebut berbagai perlombaan khas perayaan Hari Kemerdekaan turut memeriahkan kegiatan. Antusiasme dan keceriaan terlihat dari seluruh peserta yang mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat, sportif, dan rasa kebersamaan.

Tidak hanya menjadi ajang hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan kekompakan dan rasa kekeluargaan di antara prajurit beserta keluarga besar Yonif 141/AYJP.

Danyonif 141/AYJP dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh prajurit dan keluarga untuk menjadikan momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI sebagai wujud rasa syukur atas perjuangan para pahlawan sekaligus menanamkan semangat nasionalisme kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.


“Semangat kemerdekaan harus terus kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jaga kekompakan, kebersamaan dan terus memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ungkap Danyonif 141/AYJP.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keceriaan. Sorak-sorai dan tawa anak-anak, Persit, maupun prajurit menambah semarak perayaan 17-an di lingkungan Yonif 141/AYJP.

Melalui kegiatan tersebut, keluarga besar Yonif 141/AYJP menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya diwujudkan melalui upacara, tetapi juga dengan mempererat persaudaraan, menjaga persatuan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan.

(irin dikale)

Polda NTB Intensifkan Patroli Malam: Tim Puma Jatanras Sisir Titik Rawan 3C, Tawuran, dan Balap Liar di Mataram

 


 

Policewatch-Mataram 

Demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, Tim Puma Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB menggelar operasi patroli strong point menyasar sejumlah titik rawan di wilayah Kota Mataram. Kegiatan berlangsung mulai Sabtu malam, 8 Agustus 2026 hingga dini hari Minggu.

 

Dipimpin langsung oleh Kanit Puma Jatanras, AKP Agus Eka Artha S., S.H., personel bergerak menggunakan kendaraan operasional menuju lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi pusat gangguan keamanan, seperti tempat berkumpul yang rawan tindak pidana 3C (pencurian dengan kekerasan/pemberatan/kendaraan bermotor), tawuran antarkelompok, hingga aksi balap liar.

 

Direktur Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol. Arisandi, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa patroli ini merupakan langkah preventif strategis yang diintensifkan pada jam-jam rawan.

 

"Kami tidak hanya hadir untuk memantau, tetapi juga membangun komunikasi langsung dengan warga. Kehadiran personel diharapkan mampu mencegah niat jahat sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat. Sinergi antara kepolisian dan warga adalah kunci utama menjaga wilayah tetap kondusif," tegas Kombes Arisandi.

 

Sekitar pukul 20.00 Wita, tim menyusuri Jalan Langko menuju Jalan Terusan Bung Hatta atau Jalan Baru Monjok. Di sana, petugas berdialog dengan warga serta memberikan imbauan agar tetap waspada dan tidak memfasilitasi kegiatan balap liar atau tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

 

"Kami mengajak para pemuda untuk menghindari hal-hal negatif. Jika masyarakat melihat aktivitas yang mencurigakan, segera hubungi petugas keamanan," tambahnya.

 

Rangkaian patroli berlanjut pukul 21.00 Wita ke kawasan Jalan TGH Faesal, Sweta, Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya. Tim memastikan tidak ada perkumpulan remaja yang berpotensi memicu konflik. Pergerakan dilanjutkan ke Jalan I Gusti Jelantik Gosa hingga ke dalam Kompleks Perumahan Geria Pagutan Indah untuk memantau potensi kejahatan di lingkungan perumahan.

 

Menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.00 Wita, operasi berlanjut menuju Kompleks BTN Pepabri, Kelurahan Pagutan. Selain berpatroli bergerak, personel juga menyambangi kelompok warga dan pemuda di lapangan terbuka untuk memberikan pendekatan persuasif dan imbauan kamtibmas.

 

Pada pukul 24.00 Wita, tim melakukan konsolidasi dan evaluasi singkat di Markas Komando Polda NTB, namun pemantauan situasi tetap berjalan lancar melalui jaringan komunikasi radio.

 

Arisandi menegaskan pola patroli seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan berdasarkan pemetaan wilayah rawan yang terus diperbarui.

 

"Pemetaan wilayah rawan terus kami lakukan dan dievaluasi. Setiap dinamika di lapangan menjadi acuan strategi kami selanjutnya untuk menjaga NTB tetap aman dan damai bagi seluruh masyarakat," pungkasnya.

 

Situasi di seluruh wilayah pantauan dilaporkan aman, tertib, dan terkendali tanpa hambatan berarti selama kegiatan berlangsung.

 Mamen

JUNGLE Fun Run 2026 Suranadi: Kapolsek Narmada Hadir Langsung, Wujud Polri Dekat di Tengah Warga



POLICEWATCH-LOMBOK BARAT 

Suasana akrab dan penuh semangat menyelimuti kegiatan JUNGLE Fun Run 2026 yang digelar di wilayah Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (8/8/2026). Kehadiran Kepala Polsek Narmada, Ipda I Gede Sarya, menjadi warna tersendiri sekaligus mempererat ikatan silaturahmi antara kepolisian dengan masyarakat luas.

 

Ipda I Gede Sarya hadir tidak hanya untuk memantau keamanan, namun lebih menekankan pada pendekatan kekeluargaan dan kebersamaan di tengah warga serta peserta lari yang antusias. Kehadiran pimpinan Polsek Narmada ini disambut hangat oleh panitia dan warga setempat.

 

Dalam kesempatan tersebut, Ipda I Gede Sarya menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan positif yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana sehat dan gembira.

 

"Kehadiran kami di sini adalah wujud silaturahmi dan kedekatan Polri dengan masyarakat. Kegiatan seperti JUNGLE Fun Run ini sangat bagus, selain menjaga kesehatan juga mempererat persaudaraan. Kami berharap sinergi yang terjalin semakin kuat demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Narmada," ujar Ipda I Gede Sarya di lokasi acara.

 


Kegiatan berlangsung meriah, penuh semangat olahraga, dan tetap terjaga dalam suasana aman serta tertib. Kehadiran Kapolsek Narmada menjadi bukti nyata bahwa kepolisian selalu hadir dan dekat dengan masyarakat dalam setiap kegiatan positif.

 Jurnalis

Mamen

Polsek Narmada Gandeng Pecalang Kawal Rangkaian Ngaben Massal: Ngeroras hingga Ngaskara Berjalan Aman dan Tertib




POLICEWATCH-LOMBOK BARAT 

Pengamanan penuh digelar Polsek Narmada untuk memastikan rangkaian upacara Ngaben Massal, dari prosesi Ngeroras hingga Ngaskara, berjalan aman, lancar, dan khidmat. Pengamanan terpadu bersama pecalang dilakukan di dua lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Narmada, Jumat (7/8/2026).

 

Sejak pagi, personel Polsek Narmada yang dipimpin Ipda I Gede Sarya telah berjaga di Griya Pasraman Siwa Yoga Lemah Tulis, Dusun Pemunut, Desa Suranadi, guna mengamankan prosesi Ngeroras. Bersama pecalang, petugas mengatur arus lalu lintas dan penataan parkir agar aktivitas masyarakat tetap lancar selama prosesi adat berlangsung.

 

Memasuki siang, patroli antisipasi kembali digelar di kawasan Dusun Pemunut. Personel berdialog bersama pecalang sekaligus menyampaikan imbauan keamanan, mengingatkan agar tetap waspada dan memastikan kendaraan serta barang bawaan terjaga. Suasana terpantau tertib, arus lalu lintas lancar, dan parkir tertata rapi.

 

Pengamanan kemudian berlanjut ke prosesi Ngaskara di Dusun Peninjoan. Bhabinkamtibmas Desa Golong bersama personel terus mengawal jalannya upacara hingga seluruh rangkaian berakhir dengan tertib.

 

Kapolsek Narmada, AKP I Kadek Ariawan, S.H., mengapresiasi sinergi yang terjalin rapi antara personel Polri, pecalang, dan dukungan masyarakat.

 

"Kolaborasi Polsek Narmada bersama pecalang mampu menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran seluruh rangkaian Ngaben Massal. Kami juga mengimbau masyarakat tetap peduli terhadap kendaraan dan barang bawaan, agar situasi kamtibmas terus terjaga," ujar AKP Ariawan.

 

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa hambatan berarti. Kehadiran personel di lapangan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang mengikuti prosesi adat tersebut.

 Jurnalis

Mamen

Sertijab Kapolsek Gunungsari: AKP Imran Rosyadi Gantikan IPTU Ida Bagus Adnyana, Kapolresta Mataram Tekankan Adaptasi Cepat & Sinergi Kuat



POLICEWATCH-MATARAM

 Terjadi pergantian Komandan di jajaran Polresta Mataram. Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., M.H., secara resmi memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolsek Gunungsari, Jumat (7/8/2026) di Lapangan Apel Mapolresta Mataram.

 

Dalam prosesi tersebut, pejabat lama IPTU Ida Bagus Adnyana Putra menyerahkan tongkat komando kepada pejabat baru AKP Imran Rosyadi, S.H. untuk memimpin jajaran Polsek Gunungsari ke depannya.

 

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Wakapolresta Mataram, para Pejabat Utama, seluruh Kapolsek jajaran, perwira, bintara, serta Aparatur Sipil Negara di lingkungan Polresta Mataram. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Kapolda NTB, pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara serah terima, lalu ditutup dengan acara kenal pamit di Gedung Wira Pratama Polresta Mataram.

 

Dalam amanatnya, Kapolresta Mataram menyampaikan apresiasi mendalam kepada pejabat lama atas pengabdiannya.

 

"Atas nama pimpinan dan keluarga besar Polresta Mataram, saya ucapkan terima kasih atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan. Semoga di tempat tugas yang baru semakin sukses dan senantiasa diberi kelancaran menjalankan amanah," ujar Kombes Pol. Hendro Purwoko.

 

Kepada Kapolsek yang baru, Kapolresta berpesan agar segera beradaptasi.

 

"Selamat bergabung. Segera pahami karakteristik wilayah dan dinamika masyarakat Kecamatan Gunungsari agar pelayanan berjalan optimal tanpa jeda."

 

Kapolresta juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi lintas sektor. Mengingat wilayah Gunungsari berada di bawah administrasi Kabupaten Lombok Barat, koordinasi dengan Pemerintah Daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci utama menjaga keamanan dan ketertiban.

 

Pergantian jabatan ini pun disampaikan sebagai bagian wajar dari pembinaan karier dan regenerasi kepemimpinan, guna melahirkan semangat baru, inovasi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 Jurnalis

Mamen

Wujud Cinta Tanah Air: Ditreskrimsus Polda Kepri Eratkan Ikatan dengan Warga Lewat Bendera & Bantuan Sembako



POLICEWATCH-BATAM

Semangat kebangsaan dan cinta tanah air kian berkobar menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ditreskrimsus Polda Kepri turut menyemarakkan momen istimewa ini dengan turun langsung ke tengah masyarakat, membagikan sekaligus memasang ratusan Bendera Merah Putih beserta tiangnya, disertai penyaluran bantuan paket sembako kepada warga.

 

Kegiatan yang berlangsung Selasa (4/8/2026) ini dipimpin langsung oleh Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Silvester Simamora, S.H., S.I.K., M.H., bersama para pejabat dan personel, dipusatkan di Perumahan Arira Garden, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Jangkauan kegiatan tak hanya di satu titik, melainkan menyasar juga wilayah Pulau Ngenang, TPA Punggur, hingga Sambau.

 

Dalam sambutannya, Kombes Pol. Silvester Simamora menegaskan, pembagian dan pemasangan Bendera Merah Putih bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan sekaligus upaya menumbuhkan semangat nasionalisme, persatuan, dan kesatuan bangsa.

 


"Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan. Polri tidak bisa bekerja sendiri — dukungan dan partisipasi aktif warga adalah kunci terciptanya suasana yang aman dan kondusif," ujarnya.

 

Warga tampak antusias menyambut kedatangan personel. Bersama-sama, bendera Merah Putih dipasang di halaman rumah sebagai simbol kebersamaan dan semangat gotong royong. Pada kesempatan itu, warga juga diperkenalkan dengan Bhabinkamtibmas wilayah masing-masing agar komunikasi dan sinergi antara Polri dan masyarakat semakin erat.

 

Ketua RW 18 Perumahan Arira Garden menyampaikan apresiasi mendalam. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata kedekatan Polri dengan masyarakat, sekaligus mempererat kebersamaan dalam menjaga lingkungan yang aman, tertib, dan damai.

 

Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengingatkan masyarakat untuk terus bersinergi menjaga keamanan. Jika membutuhkan bantuan atau ingin menyampaikan pengaduan, warga dapat memanfaatkan Layanan Kepolisian 110 yang aktif 24 jam secara gratis.

 Erlina

Dari Pulau Seribu Masjid ke Podium Nasional — Polda NTB Ukir Sejarah Gemilang di Kapolri Cup 2026



POLICEWATCH-MATARAM

Kabar membanggakan datang dari ibu kota Provinsi NTB. Tim bulutangkis Polda NTB berhasil menembus jajaran tiga terbaik nasional dan mengamankan medali perunggu pada ajang bergengsi Kejuaraan Bulutangkis Kapolri Cup 2026 yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, 27 Juli–1 Agustus 2026.

 

Diikuti 54 tim se-Indonesia dengan 558 atlet Polri yang bersaing ketat, Polda NTB membuktikan diri bukan sekadar peserta, melainkan kekuatan yang patut diperhitungkan. Menyingkirkan banyak Polda besar, tim NTB akhirnya berdiri di podium bersama Korps Brimob (Juara I) dan Polda Jawa Barat (Juara II), berbagi posisi ketiga dengan Polda Jawa Tengah.

 

Kepala Official sekaligus Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K. yang juga turun langsung menjadi atlet, menyebut prestasi ini buah dari kerja keras dan kekompakan tujuh personel yang terdiri dari unsur Polda NTB, Polres Lombok Barat, dan Polres Lombok Timur.

 

"Prestasi ini lahir dari kerja keras, kekompakan, serta semangat pantang menyerah seluruh pemain. Kami bangga bisa membawa Polda NTB berdiri di podium nasional," ujar AKBP Agus Purwanta, Selasa (4/8/2026).

 

Lebih dari sekadar kemenangan di lapangan, raihan ini menjadi bukti bahwa semangat "Membangun Prestasi untuk Negeri" benar-benar dihayati tim NTB. Hasil ini sekaligus menjadi bekal motivasi untuk terus mengasah kemampuan dan mengharumkan nama NTB di panggung kejuaraan berikutnya.

 

Jurnalis

Mamen

Indikasi Bisnis Haram BBM Ilegal dari Sisa Kapal di Pelabuhan Tikus Sambau, Diduga Dikendalikan Oknum AL Berinisial Rdy

 


BATAM – policewatch.news,- Praktik bisnis bahan bakar minyak (BBM) industri ilegal yang mengambil sumber dari sisa pembuangan atau “kencingan” kapal kini diduga beroperasi leluasa di kawasan pelabuhan tikus, Kampung Dapur Arang, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau

Kegiatan yang jelas-jelas melanggar aturan ini diduga kuat dikelola dan diatur oleh pihak berinisial “Rdy” yang diketahui merupakan oknum dari Angkatan Laut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lapangan, aktivitas ini berlangsung secara tertutup dan memanfaatkan jalur perairan yang minim pengawasan. Bahan bakar yang berasal dari sisa muatan maupun buangan tangki kapal tersebut dikumpulkan, diolah seadanya, lalu diedarkan kembali sebagai BBM industri tanpa melalui prosedur resmi, tanpa perizinan penyimpanan maupun perdagangan, serta tanpa melunasi kewajiban pajak dan pungutan negara yang berlaku.

Keterlibatan oknum yang berwenang dalam menjaga keamanan wilayah perairan justru diduga menjadi tameng bagi berjalannya bisnis haram ini. Hal ini semakin mempersulit penindakan sekaligus mencoreng nama baik institusi, serta menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan dan disiplin di lingkungan tersebut.


Selain merugikan negara akibat hilangnya pendapatan cukai dan pajak yang nilainya tidak sedikit, praktik ini juga membahayakan keselamatan karena penyimpanan dan penanganan bahan bakar yang tidak memenuhi standar keamanan. Di samping itu, keberadaan BBM ilegal ini merugikan pelaku usaha yang beroperasi secara sah dan patuh aturan karena tidak mampu bersaing dengan harga yang tidak memuat kewajiban negara.

Masyarakat dan pihak berwenang diharapkan segera menindaklanjuti dugaan ini dengan pemeriksaan mendalam. Jika terbukti benar, seluruh pihak yang terlibat tanpa terkecuali harus diproses sesuai hukum yang berlaku demi menegakkan keadilan, melindungi pendapatan negara, dan memulihkan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum maupun institusi pertahanan. (Erlina)

Pesan Dan Kearifan Lokal AKBP Hendri Syaputra Di saat Nobar Final Piala Dunia 2026 ,Satukan Semangat Suporter dan Pererat Sinergi dengan Masyarakat

 


Muara Enim – policewatch.news // Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap sepak bola mewarnai kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia 2026 yang digelar di Balai Agung Serasan Sekundang (BASS) Muara Enim, Senin (20/7/2026) dini hari. Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim tersebut berlangsung meriah dan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta ratusan pencinta sepak bola.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Plt. Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si., Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., Danyon 141/AYJP Letkol Inf. Ratno Edy Putra, Wakapolres Muara Enim Kompol Toni Arman, S.H., jajaran Forkopimda, OPD Kabupaten Muara Enim, personel Batalyon 141/AYJP,  personil Polres Muara Enim serta sekitar 500 masyarakat yang antusias menyaksikan laga puncak pesta sepak bola dunia tersebut.

Pertandingan final mempertemukan Spanyol dan Argentina. Laga berlangsung sengit hingga harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Spanyol akhirnya keluar sebagai juara setelah mencetak gol tunggal kemenangan dan menutup pertandingan dengan skor 1-0.


Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, SIK, MH melalui Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM. Situmorang menyampaikan ," Satukan semangat positif dan juga kearifan lokal dalam momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah, Polri, TNI, dan masyarakat," Tutur AKBP Hendri Syaputra,Alumni Akpol Batalyon Setia 38 Tahun 2006.

"Kegiatan nonton bareng Final Piala Dunia ini menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi, kebersamaan, serta sinergitas antara Pemkab Muara Enim, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin harmonis sehingga bersama-sama dapat menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Muara Enim," ujar Kasi Humas Polres Muara Enim.

Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi pemersatu berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang. Pemkab Muara Enim berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan positif yang mendekatkan pemerintah daerah dengan masyarakat.

Kegiatan nonton bareng berlangsung mulai pukul 02.00 WIB hingga selesai sekitar pukul 05.00 WIB. Selama pelaksanaan, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif berkat kerja sama seluruh pihak serta tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Muara Enim berharap semangat sportivitas yang ditunjukkan dalam ajang Piala Dunia dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Bumi Serasan Sekundang.

(irin dikale)

Tak Ada Toleransi bagi Kejahatan Lingkungan, Polda Sumsel Ringkus 11 Pelaku PETI di Kawasan IUP PTBA

 Pewarta : Irin


MUARA ENIM — policewatch.news // Kepolisian Daerah Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan sumber daya alam nasional dengan mengungkap aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Muara Enim. Operasi penegakan hukum yang dilaksanakan pada 8 dan 10 Juli 2026 tersebut berhasil membongkar jaringan tambang batubara ilegal di Desa Penyandingan, Kecamatan Tanjung Agung, sekaligus mencegah potensi kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp95,9 miliar, termasuk potensi kehilangan penerimaan negara dari sektor royalti sebesar Rp8,6 miliar.

Pengungkapan kasus dilakukan oleh Polres Muara Enim jajaran Polda Sumatera Selatan berdasarkan delapan laporan polisi yang berkaitan dengan aktivitas penambangan ilegal di kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Bukit Asam Tbk. Sebanyak 11 tersangka berhasil diamankan dengan peran berbeda, mulai dari pemilik usaha, mandor lapangan, operator alat berat, sopir hingga kernet pengangkut batubara ilegal.

Kasus ini terungkap setelah masyarakat melaporkan maraknya aktivitas pertambangan ilegal beserta lalu lintas angkutan batubara tanpa dokumen resmi di Desa Penyandingan. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., memerintahkan Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP Muhamad Andrian, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., bersama Kanit Pidsus Iptu Muhamad Yusuf Aprian, S.Tr.K., dan tim untuk melakukan penyelidikan intensif.

Operasi pertama dilakukan pada Rabu, 8 Juli 2026, sekitar pukul 18.30 WIB di lokasi stockpile ilegal. Petugas mendapati lima unit truk bermuatan batubara siap diberangkatkan menuju wilayah Jabodetabek serta dua unit ekskavator yang sedang melakukan aktivitas penambangan. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan delapan orang yang terdiri atas lima sopir berinisial EF, S, TS, ES, dan F, pemilik usaha sekaligus pemilik alat berat berinisial MRI, operator alat berat berinisial HSL, serta mandor lapangan berinisial DN.


Pengembangan penyidikan berlanjut pada Jumat, 10 Juli 2026, sekitar pukul 16.18 WIB di kawasan Sungai Bangke, Desa Penyandingan. Tim kembali mengamankan tiga pelaku tambahan, yakni dua operator ekskavator berinisial JP dan BS serta seorang kernet berinisial A. Meskipun beberapa pelaku sempat berupaya melarikan diri, seluruhnya berhasil diamankan berkat kesigapan personel di lapangan.

Dalam pengungkapan tersebut, penyidik menyita empat unit alat berat ekskavator yang terdiri atas dua unit Kobelco, satu unit Liugong, dan satu unit Caterpillar, lima unit truk Colt Diesel bermuatan sekitar 52 ton batubara ilegal, satu unit sepeda motor Honda Beat, sebelas unit telepon genggam, tiga jerigen kosong, serta empat lembar surat jalan yang diduga digunakan secara tidak sah. Seluruh barang bukti kini diamankan sebagai bagian dari proses penyidikan.

Pengungkapan ini memiliki arti strategis bagi negara karena tidak hanya menghentikan praktik eksploitasi sumber daya alam secara ilegal, tetapi juga menjaga penerimaan negara, melindungi kawasan pertambangan resmi, menjaga iklim investasi, serta mencegah kerusakan lingkungan yang berpotensi menimbulkan bencana ekologis. Langkah tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat tata kelola sektor pertambangan yang transparan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikit pun terhadap praktik penambangan tanpa izin di wilayah hukum Polres Muara Enim.

“Penambangan ilegal merupakan kejahatan yang merugikan negara, merusak lingkungan, dan mengancam keberlangsungan pembangunan. Polres Muara Enim berkomitmen menindak tegas seluruh pelaku tanpa pandang bulu. Kami juga akan terus mengembangkan perkara ini untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat, termasuk pemodal di balik aktivitas pertambangan ilegal tersebut,” tegas Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polda Sumsel akan terus mengedepankan penegakan hukum yang profesional terhadap setiap bentuk kejahatan yang merugikan negara maupun masyarakat.

“Penambangan ilegal bukan hanya persoalan pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman terhadap ketahanan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan masa depan generasi mendatang. Polda Sumatera Selatan berkomitmen menindak tegas seluruh pelaku kejahatan pertambangan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang memberikan informasi sehingga pengungkapan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Para tersangka kini menjalani proses penyidikan di Polres Muara Enim. Lima tersangka yang berperan sebagai pengangkut dijerat Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, sedangkan enam tersangka lainnya yang berperan sebagai pengelola dan operator dijerat Pasal 158 undang-undang yang sama. Penyidik juga terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterlibatan pemodal maupun pihak lain yang memperoleh keuntungan dari aktivitas pertambangan ilegal tersebut.

Polda Sumatera Selatan menegaskan akan terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap seluruh bentuk kejahatan pertambangan sebagai bagian dari komitmen menjaga kekayaan sumber daya alam Indonesia, mendukung program pemerintah dalam tata kelola minerba yang berkelanjutan, serta memastikan pembangunan ekonomi berjalan di atas kepastian hukum, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Usai Temui Korban, Kapolda: Tersangka Segera Ditetapkan, Restitusi Biaya Pengobatan Dikawal Ketat

 


Policewatch-Lombok Tengah. 

Langkah tegas datang dari Polda Nusa Tenggara Barat terkait kasus kekerasan yang menimpa santri di salah satu Pondok Pesantren di Lombok Tengah. Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., turun langsung memantau kondisi korban dan memerintahkan seluruh proses hukum diselesaikan secepat mungkin—tak terkecuali pemenuhan hak ganti kerugian bagi mereka yang menderita.

 

Kunjungan Kapolda dilakukan ke kediaman para korban pada Selasa, disambut dengan rasa haru sekaligus harapan baru. Irjen Kalingga menyampaikan keprihatinan mendalam atas perlakuan tidak manusiawi yang dialami anak-anak tersebut, sekaligus memberikan dukungan moril agar semangat mereka tak padam.

 

"Kami hadir di sini sebagai wujud perhatian nyata negara untuk anak-anak kita. Saya ingin memastikan mereka tetap kuat, berani bangkit, dan tidak kehilangan semangat menjalani hari ke depan," tegas Kapolda di hadapan awak media.

 

Bukan sekadar kunjungan simpati, Kapolda juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako, perlengkapan sekolah, dan alat tulis. "Kondisi sulit ini tak boleh menjadi alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Pendidikan mereka harus tetap jalan," tambahnya.

 

Sisi penegakan hukum pun dikebut. Proses yang semula di Polres Lombok Tengah kini sudah naik ke tahap penyidikan penuh. "Kami targetkan penetapan tersangka segera dilakukan dalam waktu dekat, begitu seluruh alat bukti dan keterangan saksi sudah lengkap dan sah," janji Irjen Kalingga.

 

Poin paling krusial lainnya: Polda NTB akan mengawal langsung hak restitusi korban. Artinya, keluarga berhak memperoleh ganti kerugian untuk menutup seluruh biaya pengobatan, pemulihan fisik hingga psikologis, sesuai aturan hukum yang berlaku. Pendampingan psikologis pun dijamin berlanjut sampai kondisi korban pulih sepenuhnya.

 

Terakhir, Kapolda mengingatkan seluruh pengelola pondok pesantren dan lembaga pendidikan di NTB untuk segera memperketat pengawasan. "Lingkungan sekolah dan pesantren harus menjadi tempat paling aman bagi anak-anak. Semua pihak punya tanggung jawab agar tragedi seperti ini tidak pernah terulang lagi," pungkasnya.

 

Jurnalis

Mamen

Di Tengah Sorotan Hukum: Jejak Kebaikan Brigjen L. Iwan Tetap Terpatra di Hati Warga Dasan Geres



 

POLICEWATCH-LOMBOK BARAT

Nama Brigjen L. Muhammad Iwan Mahardan kini menjadi sorotan luas seiring berjalannya proses hukum yang menjeratnya sebagai tersangka. Namun di sudut Dasan Geres, Kabupaten Lombok Barat, gambaran sosok pejabat negara tersebut tampak berbeda dari apa yang ramai dibicarakan publik. Di mata tetangga dan warga sekitar, ia dikenal sebagai sosok yang sederhana, akrab, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

 

Brigjen L. Iwan—yang kini menjabat Sekretaris Deputi Promosi Badan Gizi Nasional RI—bukan sekadar warga biasa di lingkungannya. Sejak lama, namanya melekat dalam beragam kegiatan kemasyarakatan: turun langsung bekerja bakti bersama warga, menyalurkan santunan bagi anak yatim, hingga berbagi hewan kurban saat hari raya. Bahkan kediamannya kerap terbuka lebar menjadi tempat berkumpul, mulai dari pengajian hingga acara syukuran warga.

 

“Benar sekali, beliau warga kami yang sangat aktif berperan. Mulai dari gotong royong jalan, membantu anak yatim, hingga berkurban, beliau selalu ada dan ikut berpartisipasi,” ujar Lurah Dasan Geres, Umar Syarafudin, saat dikonfirmasi Sabtu (4/7/2026).

 

Kehadiran dan kepeduliannya yang tulus membuat hubungan dengan warga terjalin sangat erat. Maka tak heran, berita penetapan status tersangka yang disandangnya disambut keterkejutan besar di kalangan masyarakat setempat. Bagi mereka, jejak kebaikan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun masih sangat melekat dan sulit dilupakan begitu saja.

 

Menanggapi hal ini, pengamat hukum dan politik Deni Hendrawan, S.H., M.H., mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk tetap berpegang pada asas hukum yang berlaku. Menurutnya, sorotan publik harus tetap berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap proses peradilan yang jujur dan adil.

 

“Praduga tak bersalah adalah pondasi utama keadilan. Seseorang baru bisa dinyatakan bersalah secara mutlak manakala telah ada putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap. Banyak kasus berakhir berbeda setelah seluruh fakta diungkap di ruang sidang,” tegas Deni.

 

Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru memberikan penilaian akhir atau menghakimi di luar jalur hukum. “Biarkan proses berjalan sebagaimana mestinya, biarkan bukti yang berbicara,” tambahnya.

 

Sementara langkah hukum terus berlanjut hingga tahap persidangan nanti, kisah kedekatan dan kepedulian Brigjen L. Iwan di lingkungan tempat tinggalnya tetap menjadi bagian dari catatan tersendiri. Di tengah kabar yang sedang bergulir, warga Dasan Geres tetap menyimpan kenangan sosok tetangga yang sederhana dan gemar berbagi itu dalam ingatan mereka.

 Mamen

Teror akan bunuh wartawan, Polres Simalungun Segera Panggil Askep PTPN IV regional II Unit kebun Mayang

 

SIMALUNGUN, policewatch.news, – Polisi Resort (Polres) Simalungun menegaskan akan segera memanggil Asisten Kepala (Askep) PTPN IV regional II Unit kebun Mayang, Panuturan Marpaung, untuk dimintai keterangan terkait laporan dugaan pengancaman terhadap  wartawan.

Pemanggilan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan yang telah diterima Polres Simalungun. Saat ini, penyidik masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dan bahan pendukung lainnya.

Kepastian itu disampaikan Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, mewakili Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang SIK MSi, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (2/7/2026).

"Rencananya pada Selasa, 7 Juli 2026, kami akan memanggil Panuturan Marpaung. Surat panggilan resmi akan segera kami kirimkan kepada yang bersangkutan," ujar AKP Verry Purba.

Menurutnya, proses penanganan perkara masih berada pada tahap penyelidikan. Meski demikian, Polres Simalungun memastikan laporan tersebut ditangani secara serius dan profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Kami merespons laporan ini dengan cepat. Tidak ada upaya memperlambat proses penanganannya. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan, dan yang bersangkutan akan segera kami panggil untuk dimintai klarifikasi," tegasnya.

AKP Verry menambahkan, setiap laporan masyarakat yang masuk akan diproses sesuai prosedur. Penyidik akan memeriksa seluruh pihak yang berkaitan dengan perkara guna memperoleh fakta secara utuh sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

"Polres Simalungun juga menegaskan komitmennya untuk menangani setiap laporan masyarakat secara profesional, transparan, dan berkeadilan, termasuk laporan yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana terhadap insan pers,'tutupnya.

Sebelumnya, GAHS bersama seorang saksi berinisial TP yang diketahui berprofesi sebagai wartawan telah melaporkan Panuturan Marpaung ke Polres Simalungun atas dugaan tindak pidana pengancaman.

Laporan tersebut berawal dari peristiwa yang terjadi di Huta Marindal, Nagori Pulo Bayu, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun. Dugaan pengancaman disebut terjadi terkait pemberitaan yang dimuat pada salah satu media mengenai Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) 1 di Kebun Mayang PTPN IV Regional II.***Tim***

Sukacita, Personel Polres Muara Enim Rayakan Kenaikan Pangkat dengan Tradisi Guyur Air dan Semprotan AWC

 Pewarta: Irin de kale


policewatch.news- Muara Enim,  2 Juli 2026 // Suasana penuh kebahagiaan dan rasa syukur mewarnai Lapangan Apel Mapolres Muara Enim usai pelaksanaan Upacara Kenaikan Pangkat Personel periode 1 Juli 2026, Kamis (2/7/2026). Sebanyak 66 personel yang resmi menyandang pangkat setingkat lebih tinggi mengikuti tradisi penyiraman air sebagai ungkapan syukur atas amanah yang telah diterima.

Tradisi tersebut disaksikan langsung oleh Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Muara Enim, Ketua Bhayangkari beserta pengurus, serta keluarga para personel yang turut hadir memberikan dukungan dan kebanggaan atas pencapaian tersebut.

Dengan penuh semangat, para personel yang naik pangkat diguyur air kembang sebagai simbol penyucian diri sekaligus harapan agar amanah yang diemban dapat dijalankan dengan baik. Kemeriahan semakin terasa ketika kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) milik Polres Muara Enim turut menyemprotkan air kepada seluruh personel yang naik pangkat. Suasana pun dipenuhi tawa, sorak kebahagiaan, dan rasa haru dari keluarga yang menyaksikan langsung tradisi tersebut.


Kasi Humas Polres Muara Enim AKP R.T.M. Situmorang menjelaskan bahwa tradisi penyiraman air setelah kenaikan pangkat merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah dan kepercayaan yang diberikan kepada setiap personel.

"Kegiatan ini merupakan tradisi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Selain menjadi simbol kebahagiaan, tradisi ini juga mengandung makna agar setiap personel semakin rendah hati, semakin bertanggung jawab, dan semakin profesional dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat," ujar AKP R.T.M. Situmorang.

Menurutnya, kenaikan pangkat bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga amanah yang harus dibuktikan melalui peningkatan disiplin, dedikasi, loyalitas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Tradisi guyur air dan semprotan AWC yang telah menjadi bagian dari budaya di lingkungan Polri ini berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan. Momen tersebut menjadi penutup rangkaian Upacara Kenaikan Pangkat yang sarat makna, sekaligus menjadi penyemangat bagi seluruh personel untuk terus mengabdikan diri dengan profesional, humanis, dan berintegritas sesuai semangat "Polri Untuk Masyarakat."

POLDA KEPRI LAKSANAKAN UPACARA KORPS RAPORT KENAIKAN PANGKAT PERSONEL PERIODE 1 JULI 2026

 



policewatchnews, Batam - Polda Kepri melaksanakan Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Personel Periode 1 Juli 2026 yang berlangsung di Lapangan Bhayangkara Polda Kepulauan Riau, Rabu (1/7/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., serta dihadiri Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., Irwasda Polda Kepri, para Pejabat Utama Polda Kepri, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Kepri beserta para Pengurus Bhayangkari Daerah Kepri, serta seluruh personel yang menerima kenaikan pangkat.

Pada periode ini, berdasarkan data kenaikan pangkat personel Polda Kepulauan Riau dan satuan wilayah (Satwil), sebanyak 567 personel melaksanakan Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juli 2026. Jumlah tersebut terdiri dari:

- Satker Polda Kepri: 250 personel
- Satwil jajaran Polda Kepri: 317 personel 

dengan rincian:
- Perwira: 26 personel
- Bintara: 520 personel
- Tamtama: 21 personel 

Dalam doorstop usai pelaksanaan upacara, Kapolda Kepri menyampaikan bahwa pada hari ini Polda Kepri melaksanakan Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat bagi personel Polda Kepri. Kapolda Kepri mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar.


Kapolda Kepri berharap kenaikan pangkat yang diterima menjadi penyemangat bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja, dedikasi, profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kapolda Kepri juga mengucapkan selamat kepada seluruh personel yang menerima kenaikan pangkat dan berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Pelaksanaan Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Personel Polda Kepri Periode 1 Juli 2026 berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan penuh khidmat.**erlina**

Kepercayaan Rakyat Harta Paling Berharga – Amanat Presiden Prabowo Kepada Anggota Polri



Polivewatch-Cikeas

Rabu, 01/07/2026, Dalam upacara peringatan ke‑80 Hari Bhayangkara di Lapangan Satuan Latihan Korps Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan enam pesan pokok yang menjadi arahan utama bagi seluruh insan Kepolisian Republik Indonesia. Di hadapan ribuan anggota kepolisian, Kepala Negara menegaskan kembali posisi dan peran strategis Polri sebagai pelindung sekaligus pelayan masyarakat.

 

Poin pertama dan paling mendasar menurut Presiden adalah menjaga kepercayaan rakyat sepenuhnya. “Kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi,” tegasnya. Selanjutnya, beliau mengingatkan agar setiap petugas senantiasa hadir di tengah masyarakat, dekat dengan warga, mendengar keluh kesah, serta melayani dengan sebaik‑baiknya. Presiden mengingatkan bahwa segala sarana dan fasilitas yang dimiliki kepolisian berasal dari rakyat, sehingga kewajiban utama adalah melindungi dan tidak menyusahkan masyarakat.

 

Dalam hal penegakan hukum, Presiden meminta keberanian dan keadilan yang setara bagi siapa saja. “Tegakkan hukum dengan adil, bela kebenaran, lindungi yang lemah. Jangan takut pada siapa pun, kecuali kepada Tuhan Yang Maha Esa,” demikian pesan tegas beliau.

 

Presiden juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas diri dan kemampuan petugas seiring perkembangan zaman. Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi mutakhir hingga kecerdasan buatan menjadi keharusan agar Polri mampu mengimbangi dan menindak berbagai bentuk kejahatan masa kini maupun masa depan.

 

Selain kemampuan mandiri, sinergi antarlembaga juga ditekankan. Polri tidak bisa berjalan sendiri, harus senantiasa bersatu dan bekerja sama erat bersama TNI, instansi pemerintahan, tokoh masyarakat, ulama, kalangan akademisi, media, pelaku usaha, hingga seluruh lapisan masyarakat demi menjaga keamanan bersama.

 

Terakhir, Presiden mengajak seluruh jajaran Polri untuk senantiasa berbenah diri, tidak sombong, dan bersikap rendah hati. “Semakin berisi semakin menunduk. Institusi yang besar adalah yang mau mendengar, yang kuat adalah yang berani berubah, dan yang dicintai rakyat adalah yang selalu rendah hati,” ujarnya mengakhiri amanat.

 

Keenam arahan ini menjadi landasan pembangunan Polri ke depan—menuju lembaga penegak hukum yang makin profesional, modern, berwibawa, dan selalu berpihak pada kepentingan serta keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

 Mamen

Wujudkan Kerukunan Umat Beragama: Ditpolairud Polda NTB Bersihkan dan Beri Bantuan Tiga Tempat Ibadah Sekaligus

 


 

Policewatch-Mataram. 

Menyemarakkan peringatan Hari Bhayangkara ke‑80 dengan semangat pengabdian dan kebersamaan, jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat menggelar aksi bakti sosial istimewa. Pada Selasa (30/6/2026), petugas turun langsung bergotong royong membersihkan sekaligus menyerahkan bantuan perlengkapan kebersihan ke tiga tempat ibadah berbeda di wilayah Ampenan, Kota Mataram.

 

Kegiatan dilaksanakan secara serentak di Masjid Baitul Iman Pondok Perasi, Gereja Santo Antonius, serta Pura Segara. Personel kepolisian bekerja sama membersihkan halaman, ruang utama ibadah, hingga fasilitas penunjang lainnya agar tempat tersebut bersih, rapi, dan nyaman digunakan umat beribadah. Selain tenaga, pihak kepolisian juga menyerahkan seperangkat alat kebersihan kepada pengurus masing‑masing tempat ibadah guna mendukung pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan.

 

Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol. Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., menjelaskan kegiatan ini merupakan wujud nyata tema besar peringatan kali ini: “Polri untuk Masyarakat”. Langkah ini sekaligus memperkuat toleransi dan persaudaraan antarwarga yang berbeda keyakinan.

 

“Kami ingin kehadiran Polri benar‑benar dirasakan bermanfaat di tengah masyarakat. Tempat ibadah adalah rumah damai bagi kita semua; menjaga kebersihannya sama halnya menjaga kerukunan dan keharmonisan bersama. Semoga langkah sederhana ini semakin mempererat ikatan persaudaraan antara aparat dan seluruh warga NTB,” ujar Kombes Boyke.

 

Melalui kegiatan ini, Ditpolairud menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif hadir di tengah masyarakat, mewujudkan Polri yang Presisi, berjiwa kemanusiaan, serta semakin dicintai dan dipercaya rakyat.

 Mamen

Pernah Terjerat Kasus Serupa, Pengelola LPK Kembali Diperiksa; Polda NTB Buka Jalur Pengaduan Korban


Policewatch-Mataram.

Modus penipuan penyaluran tenaga kerja ke luar negeri kembali terungkap. Direktorat PPA dan PPO Polda NTB berhasil mengungkap praktik ilegal perekrutan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berkedok lembaga pelatihan kerja di wilayah Kota Mataram. Seorang pengelola lembaga tersebut kini resmi ditetapkan sebagai tersangka, setelah terbukti meraup keuntungan ratusan juta rupiah dari korbannya.

 

Pengungkapan ini diumumkan langsung dalam jumpa pers yang digelar Senin (29/6/2026). Direktur PPA dan PPO Polda NTB, Kombes Pol. Ni Made Pujewati, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa status tersangka ditetapkan setelah penyidik mengantongi alat bukti yang cukup dari serangkaian pemeriksaan saksi, penelusuran lokasi pelatihan hingga penampungan, serta penyitaan dokumen penting.

 

"Dari hasil penyelidikan, pelaku terbukti merekrut sedikitnya enam orang calon pekerja. Setiap orang diminta membayar biaya mulai Rp12,5 juta hingga Rp22,5 juta. Secara total, kerugian yang dialami korban maupun keuntungan yang diperoleh pelaku mencapai sekitar Rp95 juta," papar Kombes Pujewati.

 

Pelaku beraksi dengan menjanjikan pekerjaan di sektor pertanian Jepang. Agar korban percaya, diselenggarakan pelatihan bahasa, dibagikan seragam dan kartu identitas peserta. Namun janji keberangkatan tak kunjung terwujud; sebaliknya para calon pekerja justru dipindah-pindahkan ke lokasi penampungan berbeda-beda sejak kegiatan berlangsung mulai tahun 2025.

 

Fakta lain yang mengkhawatirkan, tersangka ternyata pernah terlibat dan diproses hukum atas kasus serupa, serta saat ini sedang menjalani masa penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Mataram. Dalam berkas perkara sebelumnya pun tercatat ada tujuh korban dengan pola kejahatan yang persis sama.

 

Berdasarkan keterangan korban di lokasi penampungan, jumlah orang yang ditampung dan menjadi sasaran perekrutan bisa mencapai lebih dari 40 orang. Oleh sebab itu, pihak kepolisian membuka seluas-luasnya akses pelaporan dan jalur pengaduan bagi siapa saja yang merasa pernah menjadi korban praktik serupa.

 

Tersangka kini dijerat ketentuan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia serta ketentuan tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara beserta denda sesuai aturan yang berlaku.

 

Polda NTB mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dan teliti. Jangan mudah tergiur janji kerja cepat ke luar negeri. Pastikan lembaga penyalur memiliki izin resmi dan terdaftar. Jika menemukan hal mencurigakan atau merasa dirugikan, segera laporkan ke pihak kepolisian.

 

Mamen

Operasi Jaran Rinjani 2026 Berbuah Hasil Gemilang: Polda NTB Ungkap 163 Kasus 3C, Ratusan Pelaku Diringkus



 

Policewatch-Mataram.

Gencar menindak kejahatan pencurian yang meresahkan masyarakat, jajaran Polda Nusa Tenggara Barat melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum mengumumkan hasil luar biasa dari pelaksanaan Operasi Jaran Rinjani 2026. Sebanyak 163 kasus kejahatan jenis 3C berhasil diungkap dalam kurun waktu sebulan lebih, dan ratusan pelaku telah diamankan.

 

Paparan hasil penindakan hukum ini disampaikan secara langsung dalam konferensi pers yang digelar di Tribun Bhara Daksa, Senin (29/6/2026). Direktur Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol. Arisandi, S.H., S.I.K., M.Si., menjelaskan langkah besar ini berjalan mulai 21 Mei hingga 27 Juni 2026 lewat penyelidikan mendalam dan penindakan tegas aparat.

 

"Dari seluruh rangkaian kegiatan kepolisian, tercatat 163 laporan polisi berhasil kami selesaikan dengan penangkapan sebanyak 212 orang tersangka. Rinciannya meliputi 97 kasus pencurian dengan pemberatan, 16 kasus pencurian dengan kekerasan, serta 45 kasus pencurian kendaraan bermotor," jelas Kombes Arisandi.

 

Kejahatan yang diungkap menyebar di berbagai wilayah, mulai pencurian kendaraan bermotor di Lombok Tengah dan Lombok Barat, perampasan gawai di Kota Mataram, hingga penjambretan di jalan raya. Para pelaku bergerak berkelompok, ada yang bertugas melaksanakan tindak pidana, ada pula yang berperan sebagai penadah barang curian. Kebanyakan beraksi saat malam hari atau di tempat sepi dan minim penerangan, memanfaatkan kelalaian warga.

 

Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian juga menyerahkan kembali sejumlah sepeda motor kepada pemilik sahnya. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen aparat untuk mengembalikan hak-hak masyarakat yang dirugikan sekaligus menegakkan hukum secara tegas.

 

Seluruh tersangka kini menghadapi proses hukum dan dijerat pasal sesuai perbuatannya, mulai pasal pencurian hingga penadahan barang bukti. "Kami tidak memberi ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan yang mengganggu ketertiban umum. Penindakan akan terus berjalan hingga rasa aman masyarakat benar-benar terjaga," tegasnya.

 

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB yang diwakili Ipda Mohammad Hatta menegaskan keterbukaan informasi ini sebagai wujud kerja nyata kepolisian. Ia pun mengimbau seluruh warga NTB untuk lebih waspada: kunci kendaraan dengan baik, amankan tempat tinggal, hindari jalan sepi di malam hari, dan segera laporkan hal mencurigakan ke pihak berwajib.

 

"Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Jangan beri celah bagi penjahat untuk beraksi, dan mari kita jaga wilayah NTB tetap aman dan damai," ajak Ipda Hatta.

 Jurnalis

Mame