Jam'iyyah Ahli Thoriqoh Mu'tabaroh Indonesia (Jatmi) Serukan Untuk Menjaga NKRI

/ Sabtu, 10 Maret 2018 / 20.14



Pembukaan muktamar Jam'iyyah Ahli Thoriqoh Mu'tabaroh Indonesia (Jatmi)
Pati-(MPW,Jateng),-- Pembukaan muktamar Jam'iyyah Ahli Thoriqoh Mu'tabaroh Indonesia (Jatmi) yang kesebelas di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an AKN Marzuqi, Desa Selempung, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu (10/3).Pati 

Jam`iyyah Ahli Thoriqoh Mu`tabaroh Indonesia (Jatmi) menyerukan persatuan umat demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kata juru bicara Jatmi Rangga.

"Persatuan umat tengah diuji dalam pusaran isu perpecahan. Oleh karena itu, guru mursyid yang tergabung dalam Jarmi siap menjadi wadah penyatuan bangsa," ujarnya saat pembukaan muktamar yang kesebelas di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur`an AKN Marzuqi, Desa Selempung, Kecamatan Dukuhseti, Pati, Jawa Tengah,

Pada kesempatan tersebut, lanjut dia, para ulama dan guru mursyid yang tergabung dalam Jatmi sepakat mendukung pemerintahan yang sah karena pemerintah akan fokus untuk menyejahterakan rakyat bila mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Selain itu,  Jatmi juga akan meningkatkan kebangkitan persatuan umat.

"Muktamar kali ini, Jatmi konsen pada upaya peningkatan kebangkitan ukhuwah yang bisa menyatukan bangsa dalam bingkai NKRI, termasuk kebangkitan umat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan," ujarnya.

Menurut Rangga ada alasan yang menjadi dasar bagi Jatmi dalam mendukung pemerintahan yang sah.Salah satunya, yakni hadis Nabi yang menyebutkan bahwa Allah akan memuliakan bangsa yang memuliakan pemimpinnya.

"Sebaliknya, Allah akan merendahkan suatu bangsa yang merendahkan pemimpinnya," ujarnya.

Karena itu, lanjut dia, Jatmi memastikan akan konsisten mengawal dan mendoakan pemerintahan yang sah untuk kebaikan rakyat.

"Pemerintahan harus didukung, masyarakat tidak boleh bughat atau melawan pemerintah yang sah. Itu komitmen kami yang diteguhkan dalam muktamar kesebelas ini," imbuhnya.

Muktamar Jatmi kesebelas diikuti ribuan peserta yang terdiri dari guru mursyid, muqoddam, khalifah dan pejabat negara.

Sementara semua pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jatmi dari berbagai provinsi di Indonesia juga ikut memeriahkan muktamar.

Pada muktamar tersebut, juga akan dilakukan pemilihan ketua umum dan rais aam.

Sederet nama yang dicalonkan menjadi ketua umum Jatmi, yakni Rafiudin yang merupakan cucu Syekh Nawawi Banten, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang, Imam Besar Masjid Istiqlal Kiai Nasaruddin Umar, dan Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) As`ad Ali.

Untuk kandidat rais aam, di antaranya Syekh Gozali dari Medan, Syekh Rasyid dari Bengkulu, dan Syekh Samsul Bayan dari Padang.B.Jun)

Komentar Anda

Berita Terkini