Bentrok Dua Perguruan Silat di Mojokerto Kembali Terjadi, Dua Orang Dilarikan ke Puskesmas

/ 18 Mei 2021 / 5/18/2021 01:57:00 AM

 Pewarta : Dor


POLICEWATCH.NEWS, MOJOKERTO - Kembali terjadi bentrok dua kubu perguruan silat di Mojokerto tepatnya di wilayah Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jatim. Dua orang terluka akibat insiden tersebut, sementara 15 orang diamankan

Bentrokan tersebut melibatkan puluhan oknum dua perguruan silat, yakni anggota Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti serta anggota Persaudaraan Setia Hati (PSHT). Belum diketahui penyebab atau motif bentrokan tersebut, namun saat ini kasus tersebut sudah ditangani pihak Polsek Dawar Blandong.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Dawarblandong Aiptu Agus Sadikin mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, insiden bentrokan tersebut bermula dari seorang anggota PSHT terlibat permasalahan dengan anggota IKSPI Kera Sakti di Kecamatan Balong Panggang, Kabupaten Gresik. Ketika itu, oknum tersebut bermaksud balas dendam

"Ia kemudian pun mencari anggota perguruan silat lainnya itu hingga ke wilayah Kabupaten Mojokerto. Dia mau balas dendam di Balong Panggang tapi tidak ketemu, akhirnya pokoknya bertemu anak arek IKSP, dia mau balas dendam," kata Sadikin, Senin (17/5/2021).

Ketika sampai wilayah di jalan Dusun Beru, Kecamatan Dawar Blandong, salah seorang anggota PSHT itu melihat dua orang pemuda yang tengah melintas. Dua remaja tersebut berisinal HN (20) dan AD (20) yang belakangan diketahui anggota IKSPI Kera Sakti. Tanpa pikir panjang, oknum-oknum anggota PSHT itu kemudian menganiaya dua pemuda tersebut hingga bapak belur.

Diketahui dua pemuda itu berasal dari Desa Banyulegi, Kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto. Keduanya harus menjalani perawatan di puskesmas karena mengalami sejumlah luka pukulan di kepala dan punggung akibat dihajar sejumlah anggota PSHT.

"Korban mengalami luka memar dan sudah mendapatkan perawatan medis. Saat ini kondisinya sudah mulai membaik," imbuhnya.

Aksi pengeroyokan itupun kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas Polsek Dawar Blandong dibantu anggota Polresta Mojokerto langsung turun ke lapangan untuk mencari para pelaku pengeroyokan. Hasilnya sebanyak 15 orang pendekar dari PSHT diamankan petugas untuk dimintai keterangan.

"Delapan statusnya penggembira tidak tahu permasalahannya. Kalau yang tujuh, dengan dua diantaranya perempuan sudah dibawa ke Polresta untuk pemeriksaan lebih lanjut," terang Sadikin.

Insiden pengeroyokan itu nyaris membuat kedua perguruan silat ini bentrok lagi. Lantaran tersiar kabar jika ada anggota PSHT yang menjadi korban pengeroyokan. Tak pelak, puluhan pendekar PSHT dari wilayah Gresik dan Mojokerto nyaris menggeruduk Desa Temu Ireng, Kecamatan Dawar Blandong.

"Padahal kejadian itu tidak ada. Anak (PSHT) sini tidak ada masalah sekali dengan anak IKSP. Tapi karena terbawa hasutan dari oknum anak Benjeng tadi beritanya menyebar mau menyerang anak tadi, padahal kejadianya itu tidak ada,"ungkap Sadikin.

Beruntung berita hoaks itu mampu dengan cepat diredam. Hingga akhirnya kedua anggota perguruan silat itu mengurungkan niat mereka. Sejauh ini, polisi masih belum menetapkan tersangka dalam kasus pengeroyokan ini. Selain mengamankan 15 orang, petugas juga menyita empat unit sepeda motor, sebuah samurai, serta kayu balok.

"Ini masih kita dalami, belum ada yang kami tetapkan sebagai tersangkanya. Untuk selanjutnya penanganan perkara dilimpahkan ke Mapolresta Mojokerto," tandas Sadikin.

Komentar Anda

Berita Terkini