Diduga Oknum Wartawan Bekingi Perangkat Desa Lecari Terkait Dugaan Pungli Pengurusan Surat Akte Kelahiran

/ 1 Mei 2021 / 5/01/2021 12:09:00 PM

 



POLICEWATCH.NEWS, PASURUAN,- Tugas seorang wartawaadalah melaporkan dan menulis tentang berbagai topik atau berita. Lalu mempublikasikannya ke media massa seperti televisi, surat kabar dan stasiun radio berita yang mana tugasnya adalah mengumpulkan berita tentunya dengan kode etik sebagai seorang wartawan.


Terkait berita penayangan berita edisi kemarin yang berjudul diduga oknum perangkat desa Lecari tarik biaya pengurusan Akte Kelahiran Sebesar 150.00 ribu rupanya membuat oknum wartawan yang bekerja di salah satu media online kebakaran jenggot.


Purwohadi wartawan dari Media Gesah Kita. com menceritakan bahwa dirinya di telephone Kepala Desa Lecari Didik untuk datang ke Balai Desa Lecari Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan, bertujuan untuk menyudahi permasalahan ini.


Dalam pertemuan tersebut juga di hadiri Busro nara sumber, Purwohadi, Muchdor, Bakir, Zainal perangkat Desa Lecari dan kepala Desa Didik, ia mengatakan sudah lah mas jangan di buat panjang untuk permasalahan ini kalau memang warga saya yang mengurus akte kelahiran tidak punya uang ya ngomong ke saya pasti saya gratiskan atau nanti saya yang bayari buat biro jasanya gk perlu memanggil LSM ataupun Media untuk masalah kecil ini,"ujarnya. Kamis (29/04/2021).

Lain halnya dengan Busro, narasumber ia bilang kalau keluhanya beberapa hari yang lalu di respon dengan baik pastinya permasalahan ini tidak sampai ke luar Desa.

"Saya kan sudah pernah bilang pada beberapa hari yang lalu di rumahnya pak Kades saat setelah sholat subuh kalau si (Ik) inisal,  tidak punya uang 150.000 untuk mengambil akte kelahiran yang sudah jadi tersebut,"ucapnya.

Sementara itu Kades, Didik dalam musyawarah tersebut  dirinya membantah kalau pak Busro pernah membicarakan permasalahan tentang akte namun dirinya mengaku kalau pak Busro membicarakan soal irigasi persawahan,"ucapnya.

"Kapan anda pernah bilang pak Busroh, anda datang ke rumah saya cuma membahas soal irigasi persawahan, kalau memang anda pernah bahas masalah akte kelahiran mohon maaf mungkin saya kurang konsentrasi, maklum saya masih mengantuk pada saat itu,"ujar kades.


Selang satu hari dari pertemuan di balai Desa tiba-tiba ada pesan masuk dan memperkenalkan diri kalau dirinya wartawan dan sebagai ketua salah perkumpulan wartawan online di Kabupaten Pasuruan, dalam isi pesan singkat tersebut ia mengatakan untuk tidak melaporkan ke pihak yang berwajib masalah dugaan pungli yang diduga di lakukan oknum perangkat Desa Lecari tersebut. Jumat (30/04/2021).

"Mana no Pimred u, suru pelajari undang-undang pungli minimalnya berapa.

Oknum wartawan itu juga mengatakan, dalam pesan singkatnya, Pur Pak Didik Kades Lecari ternyata saudaranya Pak Sutris TDS NOL, aku gak enak dengan Pak tris yang membantu AWxxx dulu ketika deklarasi di Pesanggrahan Prigen itu. Tolong permasalahan ini jangan sampai di lanjut  ini saran aku.


Tidak sampai di situ saja di duga dalam pesan singkatnya oknum wartawan tersebut melontarkan nada ancaman dengan mengatakan, tolong teman kamu jangan sampai membuat pengaduhan ke Polres, ramai lho nanti, yang penting aku sebagai ketua AWxxx sudah memberi saran turuten. oke.

Sementara itu ketua LSM Gerakan Anti Korupsi (GERAK) Mas Hudi menanggapi masalah ini dirinya mengatakan akan segera mengambil langkah-langkah hukum dengan segera membuat surat aduan ke tiem saber pungli Polres Pasuruan karena yang namanya pungli itu bukan di lihat dari besar kecilnya atau nominalnya,"ujarnya.

Mas Hudi juga mengatakan seharusnya  Tugas  dan fungsi seorang wartawan adalah melaporkan dan menulis tentang berbagai topik atau berita. Lalu mempublikasikannya ke media massa  tentunya dengan menjaga kode etik sebagai seorang wartawan, bukanya malah melarang teman satu profesi wartawan di media lain untuk tidak meneruskan dugaan adanya pungli di Desa Lecari, apalagi dia mengaku sebagai ketua persatuan wartawan AWxx di Kabupaten Pasuruan tersebut, seharusnya ia menjadi contoh yang baik buat rekan-rekannya sesama profesi," tukasnya .(dor)

Komentar Anda

Alangkah lebih menarik kalau media mengungkap pembangunan gapura kantor desa lecari itu (gapura, gambar dalam berita diatas), dimana dg anggaran yg fantastis tetapi bentuk dan hasil dr gapura cuma seperti itu, daripada membahas dugaan pungli yang yang sulit dibuktikan dan receh.

Berita Terkini