POLICEWATCH, Labuhan Batu Selatan,- Gabungan Aliansi Wartawan Labuhanbatu Selatan (Labusel) menggelar rapat konsolidasi pada Kamis (31/7) di Warkop Amalia, Kelurahan Simaninggir, Kecamatan Kota Labusel .
Rapat tersebut dihadiri oleh para ketua dan anggota organisasi wartawan yang ada di wilayah Labusel, antara lain IWO Labusel, IJTI, AWNI, Pro Jurnalis media Siber, dan Aliansi Komunikasi Wartawan (ALKOWAR).
Pertemuan ini merupakan respons atas dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum Ketua Yayasan sebuah sekolah di Desa Hajoran, Kecamatan Sei Kanan, terhadap salah satu awak media saat sedang menjalankan tugas peliputan.
Dalam. rapat tersebut, para wartawan membahas langkah - langkah awal untuk menyikapi insiden tersebut. Salah satu langkah yang direncanakan adalah menggelar aksi damai di depan Mapolres Labusel serta kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat. Mereka menuntut agar pihak kepolisian segera memanggil dan memeriksa Ketua Yayasan yang diduga melakukan kekerasan secara fisik maupun verbal terhadap jurnalis.
Selain itu, aliansi juga meminta klarifikasi terhadap pernyataan pihak yayasan yang menyebut bahwa pemberitaan yang disampaikan oleh awak media merupakan informasi palsu atau hoaks.
"Ini adalah bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis dan kebebasan terhadap Pers. Kami menuntut agar proses hukum dijalankan secara adil dan transparan," ujar salah satu perwakilan aliansi dalam rapat tersebut.
Aliansi Wartawan Labusel menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga mendapat penanganan serius dari aparat penegak hukum. Mereka menilai bahwa tindakan intimidasi terhadap jurnalis tidak bisa ditoleransi dan harus mendapat perhatian dari seluruh elemen masyarakat.
(Ali Usman)