Brigjen Lalu Iwan: Dari Medan Kepolisian ke Birokrasi, Jejak Niat Baik yang Tetap Bersinar



 Policewatch-Nusa Tenggara Barat

Kenaikan pangkat Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.IK., M.M. menjadi Brigadir Jenderal Polisi bukan sekadar kabar prestasi, melainkan catatan perjalanan seorang perwira yang tumbuh dari akar, menempa diri di berbagai medan, dan meninggalkan jejak niat baik di balik kesunyian tugas.

 

Lulusan AKABRI 1994, lahir di NTB pada 22 Januari 1972, Sapaan akrab Mamiq memulai karir di Korps Brimob Kalimantan Barat, mempelajari disiplin dan dinamika masyarakat di lapangan. Kariernya melengkapi pengalaman di Jakarta sebagai Kapolsek di Jagakarsa, Kelapa Gading, Penjaringan, dan Setiabudi, kemudian memimpin Polres Dharmasraya Sumatera Barat. Di tingkat nasional, ia menjabat di Sops Polri, Baharkam Polri, STIK Lemdiklat Polri, dan Itwasda Polda NTB, serta bertugas sebagai Liaison Officer di ASEAN Games 2018, LO Polri KPU, dan pengamanan Pemilu Jepang 2019—menunjukkan peran polisi yang melampaui keamanan, menyentuh diplomasi dan koordinasi lintas lembaga.

 

Pendidikan menjadi bekal kuat: PTIK, Sespimmen, pelatihan internasional di Italia dan Thailand, serta bahasa Mandarin di Beijing. Kemampuan berbahasa Inggris, Sasak, dan Jawa memudahkan komunikasi, sementara deretan Satyalancana mencatat konsistensi pengabdian.

 

Namun, bagi jurnalis di NTB, momen tak terlupakan adalah saat ia menjabat Plh. Kabid Humas Polda NTB selama tiga bulan. Ia menggagas perkumpulan wartawan hukrim, yang disambut positif oleh puluhan jurnalis. Musyawarah digelar, struktur kepengurusan hampir rampung—sayangnya, pergantian jabatan membuat forum gagal terbentuk. Meski tak tercatat di laporan resmi, jejak kolaborasi itu tetap terpatri.

 

Kini, ia mengemban amanah baru sebagai Sekretaris Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional RI, setelah menjabat Kepala Biro Hukum dan Humas BGN RI. Meskipun jauh dari hiruk-pikuk kepolisian, semangat humanis dan kerja bersama tetap hidup. “Menjadi polisi bukan sekadar profesi, tapi jalan pengabdian untuk menjaga bangsa dengan hati,” ucapnya—kalimat yang mencerminkan sikap tenang, terbuka, dan berpihak pada kolaborasi yang ia tinggalkan.

 Mamen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Terkini