Policewatch-Lombok Tengah.
Langkah nyata untuk memerangi korupsi dan mendorong transparansi di Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin kuat dengan hadirnya lembaga baru, SAKTI NTB (Solidaritas Anti Korupsi dan Transparansi Nusa Tenggara Barat). Lembaga ini resmi diluncurkan dan diperkenalkan kepada masyarakat, membawa misi mulia sebagai garda terdepan dalam menegakkan integritas dan keadilan di daerah.
Momen peluncuran ini semakin berkesan dengan diperkenalkannya logo resmi SAKTI NTB yang penuh makna. Logo tersebut menampilkan simbol kepalan tangan yang kokoh menggenggam timbangan keadilan—sebuah representasi visual dari komitmen tak tergoyahkan untuk menegakkan hukum dan melawan segala bentuk praktik korupsi, besar maupun kecil. Warna merah yang mendominasi melambangkan keberanian untuk berbicara kebenaran, sementara warna biru mencerminkan kepercayaan dan stabilitas. Tak ketinggalan, elemen bintang dan padi di dalamnya menjadi simbol harapan akan kesejahteraan dan kemakmuran yang merata bagi seluruh masyarakat NTB.
Ketua Umum SAKTI NTB, MAHRUP, SH, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran lembaga ini bukan tanpa alasan. “Kami melihat kebutuhan yang sangat mendesak akan adanya pengawasan independen yang kritis namun konstruktif terhadap penyelenggaraan pemerintahan, terutama dalam pengelolaan anggaran publik dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya tegas.
Menurut Mahrup, SAKTI NTB hadir dengan peran ganda: sebagai mitra kritis pemerintah untuk memastikan tata kelola berjalan bersih, dan sekaligus sebagai wadah bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. “Kami ingin menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah, serta aparat penegak hukum, agar sinergi dalam memerangi korupsi semakin kuat,” tambahnya.
Di bawah kepemimpinan Mahrup, SH, SAKTI NTB telah menyusun sejumlah program strategis yang siap dijalankan. Mulai dari edukasi anti korupsi yang menyeluruh ke berbagai lapisan masyarakat, pendampingan hukum bagi warga yang membutuhkan, hingga penerimaan dan penindaklanjutan laporan dugaan tindak pidana korupsi. Selain itu, lembaga ini juga akan terus mendorong keterbukaan informasi publik di seluruh wilayah NTB, agar masyarakat tahu dan paham bagaimana uang negara digunakan.
Dengan terbentuknya SAKTI NTB, diharapkan semangat anti korupsi semakin menyebar dan mengakar di masyarakat. Lembaga ini mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari pemuda, tokoh agama, hingga warga biasa—untuk bersama-sama mengawal pembangunan daerah. “Mari kita jadikan NTB sebagai daerah yang bersih dari korupsi, di mana setiap kebijakan dan penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan demi kesejahteraan bersama,” tutup Mahrup dengan penuh semangat.
Jurnalis
Mamen

Tidak ada komentar:
Posting Komentar