Jamaludin Alias Jonta Macan kawasan Jababeka II Siap Mengkoordinir Keharmonisan Tokoh Masyarakat Bekasi

 

Kabupaten Bekasi.Policewatch.News: Menanggapi Ramainya Pemberitaan Di Media sosial Dan Beberapa Media Online Jamaludin/Jonta Macan Kawasan Jababeka II menghimbau Bagi yang merasa tokoh Bekasi agar bersama-sama Menjaga Keharmonisan dalam kehidupan Masyarakat Bekasi.


Pasalnya hiruk-pikuk pemberitaan yang berseliweran di dunia Maya mulai dianggap kurang baik bagi keharmonisan masyarakat kabupaten Bekasi Khususnya.


Jamaludin Macan Kawasan Jababeka Mengatakan Kepada Beberapa Awak media Bahwa dirinya Sangat Prihatin dengan Adanya Indikasi Saling Serang hanya Berdasarkan Opini saja Sehingga Jamaludin Macan Kawasan menilai Itu Percuma Saja,Jika Tidak Di tindak Lanjuti sesuai dengan Koridor yang berlaku dan disinyalir hanya seperti tong kosong nyaring bunyi nya.ucap pria yang dipanggil nama sehari-harinya "Jonta"


Ironisnya justru tindakan saling serang di media Sosial Menurut Jamaludin Macan Kawasan Jababeka Hanya Bentuk Keputus asaan segelintir Orang Yang memiliki kepentingan Pribadi


Jamaludin Macan Kawasan Jababeka juga berharap besar kepada tokoh-tokoh Bekasi agar tidak terpancing pada Suasana yang diciptakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.(JG) 

Ini Wajah Baru Kapolres Pasuruan, Dulu Tugas di Metro Bekasi

  



POLICEWATCH.NEWS, PASURUAN - Polres Pasuruan melaksanakan kegiatan Pelepasan pejabat lama Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz, S.I.K., M.Si. menuju ke tempat tugas baru sebagai Wakapolres Metro Bekasi, Rabu (13/07/2022).

Kegiatan tersebut berlangsung pada pukul 08.00 WIB, di halaman depan Mako polres Pasuruan, Lapangan Sarja Arya Racana Polres Pasuruan, dimulai dari kedatangan AKBP Bayu Pratama Gubunagi, S.H., S.I.K., M.Si. beserta Istrinya Ny. Adelia Bayu di pintu masuk penjagaan Polres Pasuruan, selanjutnya disambut oleh Wakapolres Pasuruan Kompol Edith Yuswo Widodo, S.I.K., bersama Ny. Yuyun Edith.

Kemudian AKBP Bayu beserta Istri berjalan menuju Joglo Polres Pasuruan dengan diiringi para perwira yang melaksanakan Pedang Pora, dan sesampainya di Joglo disambut oleh AKBP Erick Frendriz, S.I.K., M.Si. dan Ny. Hilda Erick didampingi para Kapolsek Jajaran beserta Anggota Bhayangkari Cabang Pasuruan.

Berikutnya pada pungkas acara yakni pelepasan AKBP Erick Frendriz, S.I.K, M.Si dan Ny. Hilda Erick dengan menaiki Andong yang di tarik oleh para Perwira Polres Pasuruan.


Kegiatan pelepasan tersebut di antar langsung oleh pejabat baru Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi, S.H., S.I.K., M.Si. dan dihiasi dengan tradisi pedang pora oleh para perwira Polres Pasuruan.


Berikutnya dilanjutkan dengan melakukan jabat tangan sebagai tanda perpisahan kepada seluruh Personil Polres Pasuruan satu persatu di awali dari Waka Polres Pasuruan, Para Pejabat Utama, serta para personil Bintara dan pengurus bayangkari Polres Pasuruan.


Suasana pelepasan tersebut diiringi dengan kata kata puisi dan lagu perpisahan, sehingga suasana nampak haru yang menyelimuti momen pelepasan Kapolres lama untuk menuju ke tempat tugas yang baru dan suasana berlangsung  aman, lancar dan kondusif. (Dr)

Selamat Ulang Tahun Ke 44 ,Ketua TP PKK Kabupaten Lahat Ibu Lidya Wati S.Hut MM

 


LAHAT - POLICEWATCH.NEWS - 

--Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Lahat Lidya Wati S.Hut MM mendapat kejutan kue ultah yang genap berusia ke-44 tahun,  

"Pada saat kegiatan pertemuan rembuk stunting aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di kabupaten Lahat tahun 2022. Bertempat di hotel Bukit Serelo kabupaten Lahat . Rabu (13/07/2022) 


Saat di konfirmasi awak media terkait kejutan Ultah tersebut Lidya Wati Cik Ujang mengucapkan terima kasih atas kejutan kue ultah tersebut " Alhamdulillah sebenarnya setiap tahun tidak merayakan ultah, tetapi di beri kejutan,. Semoga kedepan bisa berbuat lebih banyak lagi untuk kabupaten Lahat.

Ditempat yang sama ibu wakil bupati Lahat Sumiyati S,Pd menyampaikan Selamat ulang tahun, " kami selaku dari Tim Penggerak PKK kabupaten Lahat mengucapkan Selamat hari ulang tahun ke-44 tahun ketua TP PKK kabupaten Lahat, Semoga senantiasa bahagia dan sehat, terimakasih kepada ibu Ketua PKK Lahat yang telah hadir dalam kegiatan ini melayani kami dengan baik ,” ucapnya.


Pewarta : Bambang.MD

Gawat Tim Pidkor Kejarii Angkut 1 Koper Dan 1 Kardus Dokumen Dari Hasil Penggeledahan Dinkes Muara Enim


BREAKING NEWS



MUARA ENIM - POKICEWACH.NEWS Seluruh pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muara Enim, mendadak geger. Pasalnya, Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi dari Tim Pidana Khusus (Pidus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Muara Enim melakukan penggeledahan.

Pantauan dil lapangan Tim Pidus Kejari Muara Enim beranggotakan 10 orang dipimpin Kasi Pidus, Arie Prasetiyo, S.H., M.H didampingi Kasi Intel, M Ridho Saputra, S.H., M.H menggunakan mobil Toyota Fortuner warna putih B 615 JPU dan Toyota Avanza warna Silver BG 1757 QX. Tim tiba di halaman parkir Dinas Kesehatan di Jalan dr AK Gani, Kota Muara Enim Rabu (13/7)2022) pukul 09.30 WIB.


Rombongan Tim Penyidik tersebut, langsung melakukan penggeledahan di ruang Keuangan, Perencanaan dan Kearsiapan, serta gudang kearsipan. Selain Gedung Dinas Kesehatan, rombongan Adhyaksa ini juga melakukan penggeledahan ruang obat dan ruang Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan Gedung Farmasi.

Setelah tiga jam melakukan penggeledahan dan pengumpulan barang bukti, tepatnya pukul 11.30 WIB, tim meninggalkan gedung Dinas Kesehatan dangan membawa barang bukti satu koper dan satu kardus dokumen.

Kepala Kejari Muara Enim, Irfan Wibowo, S.H., M.H melalui Kasi Pidus, Arie Prasetiyo didampingi Kasi Intel, M Ridho Saputra, menjelaskan kegiatan ini merupakan penyitaan terhadap dugaan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) di Pusksemas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim.

"Hal ini masih dalam upaya pengumpulan barang bukti bantuan operasional kesehatan di salah satu puskesmas tahun 2020 ujar " Ari Kasi Pidsus 

Dari hasil penggeledahan, pihaknya berhasil mengumpulkan barang bukti berupa dokumen-dokumen sebanyak satu koper dan satu kardus. Ketika ditanya berapa jumlah kerugian, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih rinci.

"Belum bisa kita rilis. Dalam perkara ini masih dalam tahap penyidikan," tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Muara Enim, dr. Eni Zatila MKm, ketika dikonfirmasi wartawan terkait penggeledahan OPD yang ia pimpin, mengatakan penggeledahan oleh Kejari Muara Enim terkait ada dugaan penyalagunaan dana (Bantuan Operasional Kesehatan) di salah Puskesmas di wilayah Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2020.

"Jadi kita menghormati proses hukum yang berlangsung. Termasuk penggeledahan terhadap beberapa dokumen terkait salah satu puskesmas ini," ungkapnya. "Disamping itu, ini merupakan upaya kita untuk melakukan pembenahan ke depan supaya kegiatan pelayanan kesehatan ini terutama proses administrasi penggunaan keuangan, baik itu APBD maupun APBN sesuai aturan yang berlaku " tutupnya


PEWARATA : BAMBANG.MD

Polsek Gunungsari Dampingi Pelatihan Peningkatan Kemampuan Dan Keterampilan Brimob Jungle Warfare.


POLICEWATCH- Lombok Barat.

Dalam rangka berlangsungnya kegiatan pelatihan peningkatan kemampuan dan keterampilan Brimob Jungle Warfare Anggota Kompi 1 Batalyon Pelopor Sat Brimob Polda NTB, Polsek Gunungsari Polresta Mataram melakukan pendampingan pengawalan dan pengamanan di seputaran lokasi bertempat di Desa Dooang dan Desa Jeringo, Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Rabu, (13/07).

Dalam kegiatan tersebut kapolsek Gunungsari AKP Agus Eka Artha Sudjana SH  bersama anggota Polsek Gunungsari menyambangi titik lokasi start dan kegiatan tersebut di mulai pada pkl 11.00 wita, dan masing-masing bhabinkamtibmas yang wilayahnya di gunakan untuk pelatihan peningkatan kemampuan dan keterampilan Brimob Jungle Warfare, melekat dan sekaligus monitor kegiatan di desa masing-masing.

Kapolresta Mataram melalui Kapolsek Gunungsari AKP Agus Eka Artha Sudjana SH mengatakan bahwa kegiatan pelatihan tersebut dilangsungkan selama 2 hari, pada hari Rabu dan Kamis tanggal 13 dan14 Juli 2022  lokasi Latihan kebun dan lahan kosong di Desa Dopang dan Desa Jeringo Kec. Gunungsari, ujarnya. 

" Diikuti oleh 60 personel  Kompi 1 Batalyon Pelopor Sat Brimob Polda NTB, Instruktur dari Anggota Brimob Polda NTB dengan penganggungjawab pulatihan Danyon A Pelopor Sat Brimob Polda NTB  AKBP Hariyanto, SH, SIK "

Kapolsek menjelaskan materi latihan yang akan di selenggarakan dilapangan yakni, Dril Kontak, Purpa, Danggopoh, Bahaya Garis, Patroli Tempur dan menembak menggunakan peluru hampa, tandasnya.

 Rencana pelatihan dimulai dari lokasi Start pada pkl 11.00 wita di Lapangan Dsa Tamansari, dilanjutkan  kearah timur menuju kantor Desa Dopang, ke timur menuju simpang tiga bukit Korea, ke utara menuju Bukit segembong lahan kosong/ kaplingan (bermalam), selanjutnya ke timur dengan melintasi perkembunan warga menuju lapangan Desa Jeringo (lokasi Penutupan) "

Selama Kegiatan Pelatihan berlangsung seluruh peserta pelatihan akan bermalam di lokasi kegiatan selama 1 (satu) malam yakni di lahan kosong di Bukit segembong Ds. Dopang berjalan dengan aman dan lancar, tutup AKP Agus Eka."MN".

Menyambut HUT RI ke-77, Rosano Gelar Turnamen Catur Antar Aktivis dan Jurnalis

 


BATAM,policewatch.news - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, aktivis senior dan juga pemerhati kebijakan publik 

Provinsi Kepri, Ahmad Rosano menggelar turnamen antar Aktivis (LSM, Ormas dan Okp) dan Jurnalis. 

Sesuai rencana, turnamen bertajuk Silaturahmi dan Happy Fun ini akan memperebutkan tropi, piagam dan uang pembinaan dengan total belasan juta rupiah.  

Dan berdasarkan hasil rapat terakhir panitia, Selasa (12/7/2022) sore, turnamen non gelar tersebut akan digelar selama empat (4) 

hari, masing-masing babak penyisihan pada tanggal 29 dan 30 Juli, kemudian babak semifinal dan final di tanggal 5 dan 6 Agustus 2022. 

Sponsor utama turnamen, Ahmad Rosano mengatakan bahwa kegiatan ini ditujukan sebagai ajang silaturahmi antara jurnalis dengan aktivis yang ada di kota Batam, baik itu aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), aktivis Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) maupun aktivis Organisasi Kepemudaan (Okp).

"Tujuan utama kita silaturahmi, sehingga tidak ada gelar apa-apa yang diperebutkan dalam turnamen ini," ungkap pria yang akrap disapa Rosano ini, Jumat (12/7/2022) sore di bilangan Batam Centre. 

Karena tujuan silaturahmi tersebut, lanjut Rosano, setiap peserta pada turnamen ini tidak dipungut biaya pendaftaran. Namun 

demikian yang namanya pertandingan tentu menggunakan peraturan yang mengadopsi aturan dari induk organisasi, dalam hal ini adalah Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Batam. 

"Kami akan koordinasi dengan Percasi sebagai induk olahraga yang akan kita pertandingkan," terang Rosano. 

Ditempat yang sama, Ketua pelaksana turnamen Catur Rosano Cup I, Aldi Braga menjelaskan bahwa turnamen ini sebagai wadah 

silaturahmi sekaligus unjuk kebolehan bagi jurnalis dan juga para aktivis yang punya hobby bermain catur sehari-hari, namun belum punya panggung prestasi. 

"Kami ingin memfasilitasi teman-teman semua, sekaligus ajang silaturhami bagi kita semua," ungkap Aldi. 

Sesuai rencan, lanjut Aldi, turnamen ini akan mulai menerima pendaftaran selama 10 hari kalender, yakni dari 15 Juli hingga 25 Juli mendatang.

Untuk pendaftaran, dipersilahkan menghubungi panitia di nomor 085279011506 (aldi) dan 085363335477 (amir) di jam kerja. 

"Kami menunggu partisipasi anda, untuk bersama-sama bersilaturahmi sekaligus uji kemampuan bermain catur," pungkasnya. (r)

Cegah Resiko Fatalitas Kecelakaan, Satgas Ops Patuh Rinjani Polresta Mataram Bagikan Brosur

 


POLICEWATCH- Mataram.

Dalam Kegiatan Operasi Patuh Rinjani 2022 Polresta Mataram, di hari ketiga yang mengedepankan cara humanis, memberikan himbauan kepada pengguan jalan terkait dengan Kamseltibcar Lantas, para petugas membagikan brosur himbauan. Rabu, (13/07)

Kapolresta Mataram melalui Kasat Lantas Kompol Bowo Tri Handoko SE SIK  menekankan bahwa cara bertindaknya masih sama mengedepankan humanis dan edukasi hari ini kita melaksanakan di jalan Arya Banjar Getas, tepatnya di depan Polsek Ampenan selain tindakan    pelanggaran kasat mata, kita bagikan brosur, ujarnya


“ Sebanyak 250 brosur kita bagikan sehingga nantinya masyarakat mengetahui adanya Ops Patuh Rinjani 2022 dan penindakan prioritas dalam rangka meminimalisir terjadinya kemacetan dan fatalitas Kecelakaan bisa kita laksanakan ,” katanya.

Brosur tersebut dari Div Humas Polri tentang Membangun Budaya Tertib Berlalu Lintas serta himbauan penerapan protokol kesehatan dan 7 (tujuh) sasaran operasi Patuh Rinjani 2022 "

“ Adapun 7 (tujuh) sasaran prioritas yakni

1. Menggunakan ponsel saat berkendara

2. Pengemudi / Pengendara Dibawah Umur

3. Berboncegan lebih dari 1 (satu) orang

4. Pengendara tidak menggunakan helm / Safety belt.

5. Pengendara/pengemudi dalam pengaruh Alkohol.

6. Pengendara/Pengemudi Melawan Arus dan,

7. Pengendara melebihi kecepatan.

Dengan harapan bentuk kegiatan memberikan himbauan kamseltibcar lantas dan penindakan pelanggaran kasat mata serta membagikan brosur petunjuk keselamatan berlalulintas kepada pengguna jalan raya, bisa dirasakan, tutup Kompol Bowo"MN".

Sabu 4,46 Gram Netto Dimusnahkan Sat Narkoba Polresta Mataram

 


POLICEWATCH- Mataram.

Sesuai yang diamanatkan dalam undang-undang tentang Pemusnahan barang bukti narkotika, Polresta Mataram melalui Sat Resnarkoba melaksanakan kegiatan pemusnahan barang bukti berupa Sabu sebanyak 4,46 gram netto.

Kegiatan pemusnahan tersebut dilaksanakan di ruang Satresnarkoba Polresta Mataram, (13/07) yang dihadiri oleh para saksi yakni kedua tersangka pelaku HQM, pria 28 tahun, alamat Ampenan kota Mataram dan MYA, pria 22 tahun, alamat Monjok, Selaparang kota Mataram.

Pemusnahan yang dipimpin Penyidik Sat Resnarkoba Polresta Mataram IPDA Kadek Angga Nambara SH ini dihadiri pula oleh kuasa hukum tersangka, Pejabat kejaksaan, Pengadilan serta di saksikan oleh beberapa personil Satresnarkoba, Kasi Humas Polresta Mataram serta para rekan media.

Pemusnahan barang bukti berupa narkoba jenis sabu kali ini atas hasil pengungkapan yang dilakukan Tim opsnal Sat Resnarkoba Polresta Mataram terhadap hadap dua tersangka yang disebut diatas pada 24 Juni 2022.

Jumlah barang bukti Sabu yang berhasil diamankan 11,12 gram netto. Kemudian di pisahkan 2,0 gram netto untuk uji Laboratorium, kemudian dipisahkan sebanyak 4,66 gram netto untuk pembuktian perundangan. Sementara yang dimusnahkan dalam kegiatan kali ini sebanyak 4,46 gram netto.

Pemusnahan Sabu tersebut dilakukan dengan cara memblender yang dicampur dengan cairan pembersih dan air. Kemudian setelah hancur dibuang kedalam kloset toilet.

Kegiatan pemusnahan ini di tandai dengan penandatanganan berita acara yang dilakukan oleh Penyidik, kuasa hukum tersangka, kedua tersangka, pejabat Kejaksaan, pejabat Pengadilan, serta para saksi lainnya."MN".

Acara Pisah Sambut Kapolresta Mataram Digelar Di Pendopo Walikota Mataram

 


POLICEWATCH- Mataram.

Seiring telah dilaksanakan serah terima jabatan Kapolresta Mataram dari Kombes Pol Heri Wahyudi SIK MM kepada Kombes Pol Mustofa SIK MH. Senin, (11/07) di Lapangan Bharadaksa Polda NTB dan kini dilaksanakan Acara Pisah Sambut bertempat di Pendopo Kantor Walikota Mataram Jalan Pejanggik Nomor 16 A, Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang Kota Mataram. Selasa, (12/07) malam.

Acara tersebut dihadiri oleh Walikota Mataram H. Mohan Roliskana S.Sos, MH, Wakil Walikota Mataram Tgh. Mujiburahman, Kapolres Kota Mataram Kombes Pol Mustofa SIK MH, Kombes Pol Heri Wahyudi SIK MM, Komandan Kodim 1606/Lobar Letkol Arm. Arif Rahman S.Sos MM, Komandan Lanal Mataram Kolonel Laut (P) Djawara Heny Twies Whimbo, Komandan Lanud ZAM Mataram Kolonel Pnb R. Endri Kargono, M.Han, Ketua DPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi, S.H, Kepala Kejaksaan Negeri Mataram Ivan Jaka M.W, Ketua Pengadilan Negeri Mataram Kelas 1A Sri Sulastri S.H.,M.H. dan Direktur RSUD Kota Mataram dr.Hj. Eka Nurhayati, SpOG (K)-FER.,M.Kes.,M.Sc beserta seluruh PJU Polresta Mataram.

Kombes Heri Wahyudi SIK MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa secara pribadi dan juga keluarga merasa sangat terhormat sekali bisa menjadi bagian daripada keluarga Mataram, ini merupakan suatu hal kebahagiaan bagi kami berdua di mana banyak sekali suka dukanya kenangan yang manis pada saat kami menjabat sebagai Kapolresta Mataram. Tidak lupa, secara pribadi dan keluarga juga mohon maaf apabila mungkin dalam saya bertutur kata maupun dalam bertindak ataupun dalam perbuatan banyak sekali saya berbuat salah ataupun kurang sopan terhadap bapak/ibu sekalian. Secara pribadi mohon maaf yang sebesar - besarnya, kemudian juga saya berharap saya mohon untuk didoakan, ujarnya yang akan menjabat sebagai Kasubdit Sosbud Baintelkam Mabes Polri.



Selanjutnya Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa SIK MH yang menyampaikan bahwa selaku warga baru  di kota Mataram ijin bergabung dengan bapak ibu sekalian. Kami mohon bimbingan mohon arahan Walikota, Wakil Walikota beserta rekan - rekan berkaitan nanti dengan tugas di kota Mataram. Nantinya selama kami bertugas bilamana ada hal yang memang kami salah atau apapun mohon diingatkan, sambutnya

Walikota Mataram dalam sambutannya bahwa atas nama pemerintah kota Mataram, pribadi dan warga masyarakat kota Mataram menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kombes Pol Heri Wahyudi SIK.,MM, yang selama ini memberikan dukungan kepada kami, kota Mataram dan melaksanakan tugas - tugas umum pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Kota Mataram di apresiasi oleh pemerintah pusat melalui menteri kesehatan pada saat itu kita masuk dalam 10 besar penanganan Covid terbaik di Indonesia. Semoga karir dan prestasi terus membaik kemudian juga Allah memberikan kemudahan dalam upaya bapak terus membangun karir di institusi yang saat ini bapak berada di dalamnya, tandas H. Mohan Roliskana.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata kepada Kombes Pol Heri Wahyudi SIK MM oleh Walikota Mataram, serta dari Forkopimda Kota Mataram secara bergiliran dan selanjutnya acara ramah tamah dan ditutup dengan sesi foto bersama."MN".

BALADA PRIA 70 TAHUNAN



_Assalamualaikum warahmatullahih wabarokatuh_

Sahabat Nitizen Rabo ini  13/07/22 kita akan Muhassabah /Introspeksi diri Usia dan Umur kita, se iring terus bergulirnya waktu,dulu kita kecil,remaja lanjut dewasa namun tak terasa kita menua atau sudah di panggil Kakek..

Dalam Hitungan Detik ,Jam ,siang malam Hari demi hari Bulan berlalu  &Tahun demi  Tahun

waktu begitu cepat berlalu Usia kita pun terus berkurang.

 Umur kita bertambah diantara kita sebahagian bertambah dari 40 an sampai 50 an bahkan ada yg 60an Tahun Pun diantaranya sudah sampai di umur 70 tahunan..

Rasanya belum lama, ternyata sudah 70 tahun umurnya

Anak-anak yang dulu kecil, tak terasa besar dengan sendirinya, mereka sudah jadi sarjana dan kerja, sudah punya anak yg lucu lucu. Kita kita sudah punya cucu, kita sudah tidur dengan nenek², tapi ada teman² kita yg anaknya belum kawin karena telat kawinnya.

Bahagianya dekat cucu, karena dulu dengan anak tak dekat, tak banyak waktu, saat itu sedang berat-beratnya bekerja, kurang waktu untuk mereka.


Rasanya belum lama, ternyata sudah 70 tahun umurnya.

Burung yg dulu perkasa, sekarang sudah kurang berdaya, kalaupun bisa: _may be yes, may be no_, malah ada yang sudah disfungsi.

Semakin tua, istri juga mulai malas melayani, kalau melayani setengah terpaksa, menopause bikin susah menikmatinya. Akibatnya kena prostat. Tapi kalau lihat barang bening, mata masih nakal, fikiran masih binal, tapi hanya sampai disitu. Maksud hati memeluk gunung, apa daya gunungnya meletus.

Rasanya belum lama, ternyata sudah 70 tahun umurnya.

Sudah mengalami pahit manis getirnya dunia, asin hambar kecut gurihnya bumi.

 Dulu banyak yg orang tuanya melarat, moto orang tua dulu: banyak anak banyak rezeki. Ternyata tidak begitu, hidupnya jadi berat dan melarat. 


Bisa kuliah di Universitas, itu sebuah keberuntungan. Kebanyakan kuliah dengan biaya sendiri, sambil kuliah ngajar/ngasih les, sambil kuliah nyopir taksi, sambil kuliah bikin skripsi, sambil kuliah jual beli: (jual celana beli nasi). Hehe

Bekerja keras, bertahan hidup, alhamdulilah lulus, lalu merangkak dari bawah, berjuang menjadi kepala kereta api, menggeret gerbong keluarga, membiayai saudara agar lulus sarjana, membiayai orang tua yg kehabisan dana. Tak mengeluh dan mengaduh, menjalaninya dengan ikhlas dan gembira.

Rasanya belum lama, ternyata sudah 70 tahun umurnya.

Momen paling bahagia adalah ketika diterima di Universitas, ketika lulus jadi sarjana: yang pinter jadi peneliti atau dosen, yang malas dan nyontekan malah jadi bos. Yg jadi wiraswasta, mentalnya harus jadi orang kaya, modalnya nyali dan doa, harus berani ngomong besar, harus kerja keras, tidak siang tidak malam, kerja, jatuh, bangun lagi, jatuh, bangkit lagi, hingga kurang waktu untuk anak², kurang waktu untuk isteri.

Ada yg beruntung sukses, ada yg tidak beruntung nyungsep, rezeki tak bisa dikejar, kalau waktunya tiba, rezeki datang sendiri, tapi kalau tanpa usaha, mana mungkin rezeki menghampiri. Alhasil sejak umur empat puluhan, banyak yg sudah mulai terjaga: rumah mobil tanah sudah ada, piknik keluar negeri, makan mahal dan nginap di hotel berbintang, nonton musik dan nyawer.


Rasanya belum lama, ternjata sudah 70 tahun umurnya.

Waktu kerja dulu adalah waktunya mencari dan menyimpan, waktu sudah tua, waktunya pensiun berhenti kerja, waktunya menjaga harta dan melepas perlahan sesuai kebutuhan agar di masa tua aman, bisa mencukupi semua kebutuhan, syukur bisa memberi warisan, bisa mengurus kebutuhan sendiri tanpa mengganggu anak, karena anak kita punya kebutuhannya sendiri.

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 70 tahun umurnya.

Sudah saatnya fikirkan masa depan bila diberi hidup 10 tahun lagi, berapa kebutuhan 10 tahun ke depan, berapa dana yang harus disimpan, taruh dana di deposito, pilih bank meyakinkan, walau kecil tanpa bunga tapi aman. Dana cadangan tunai harus cukup, apalagi kalau tak ada asuransi, bila ada yang sakit dibutuhkan, bila ada kebutuhan mendadak, diperlukan.

Investasi di masa tua dihindari, salah salah habis merugi, salah salah mewariskan hutang.

 Siapkan dana tunai yang cukup, aset yg ada dijual, berlian, emas kalau perlu dijual, rumah yg besar dan luas, kalau terpaksa dijual juga lalu beli rumah yang dibutuhkan, bukan yang diimpikan, atau tinggal di apartemen, bahkan tinggal di panti jompo, toh kembali pokok, tinggal berdua, anak anak sudah meninggalkan rumah, sudah 4 L: lu lagi, lu lagi.

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 70 tahun umurnya.

Harus bersiap tinggal di panti jompo, tidak perlu gengsi, tidak perlu malu, jaman sudah berubah, tak perlu dengar gunjingan orang karena akan banyak panti jompo bagus, di situ ada banyak fasilitas lengkap: ada suster, dokter yg setiap saat bertugas, ada menu makanan sehat berkualitas, karena anak anak belum tentu punya waktu mengurus, seperti saat mengurus mereka.

Bukankah sekarang terasa rumah membebani, biaya listrik, air dan iuran sarana, besar.

 Ketika pembantu tak ada, sopir tak ada, baru terasa beratnya urusan rumah. Padahal capai sedikit badan sudah menjerit, malah malah bisa jatuh sakit. Biaya kesehatan makin besar, seperti memelihara mobil tua. Ternyata makin tua, makin kaya, makin kaya penyakit.

Kesehatan jadi urutan pertama, sehat ukurannya gampang, tidur nyenyak, makan enak, dan lancar BAB.

Rasanya belum lama, ternyata sudah 70 tahun umurnya.

Saatnya jangan terlalu pelit untuk diri sendiri, sudah cukup cinta dan materi, kepada anak, isteri, orang tua dan saudara, kita beri. Saatnya memperhatikan diri. Siapkan duit untuk kebutuhan ini. Celakanya, saat muda mau makan enak duit tak ada, saat tua, duit ada, makan enak tak bisa. Itu namanya apes. 

Polisinya istri dan anak², mereka galak semua. Ini dilarang, itu dilarang, ketika lemes, pusing dan sakit²an, dibilang dokter kurang gizi. Alamak!.

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 70 tahun umurnya.

Celaka, kita masih memikirkan masa depan anak² kita, bahkan cucu kita. Ingin membantu keuangan mereka, merasa itu tanggung jawab kita. Kita jadi stres sendiri, kita bisa stroke malah bisa out. Bukankah anak anak punya rezeki masing masing? 

Kita tidak boleh terlalu protektif, bisa bisa mereka tidak mandiri. Tugas kita sebagai orang tua adalah mengenalkan anak² ke Sang Pencipta, memberi panutan dan tuntunan, mengajarkan moral dan budi pekerti, membiayai anak jadi sarjana, bisa membiayai perkawinan mereka, bisa kasih uang muka rumah sederhana, yang terpenting memberi waktu, perhatian dan cinta.

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 70 tahun umurnya.

Anak anak keluar rumah, mereka sudah berkeluarga, di rumah tinggal berdua, rumah besar yg dimimpi, sudah ada dan nyata, tapi sunyi.

Di rumah ada isteri, teman bercanda, berbagi rasa, teman dalam untung dan malang, partner berbincang juga partner perang, bisa perang mulut atau perang bisu, kata orang, itu buahnya pernikahan. 

Semua itu tidak mengapa, itu biasa, selama menyempurnakan rumah tangga, asal menambah kemesraan dan cinta.

Isteri tambah tua, tambah pula bawelnya, tambah pula bobotnya, tambah banyak cemburunya. Itu dari sononya, terima saja. Kita juga begitu, gampang tersinggung, gampang marah, merasa mau menang, padahal kurang memberi uang, malah kadang ngutang.

Kita sekamar tapi nonton TV nya beda. Kita suka film action, dia suka drama Korea, manusia diciptakan berbeda, justru itulah keindahannya, seperti pelangi di cakrawala, indah karena kombinasi berbagai warna.

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 70 tahun umurnya.

Dulu waktu muda, semua sibuk, di luar sibuk kerja, ada isteri kerja, ada isteri jadi ibu rumah tangga, waktu berdua terbatas karenanya.

Saat tua ada baiknya, banyak waktu bersama, berjalan, bergandengan tangan, beribadah, ziarah dan piknik bersama, saling memberi saling melayani, saatnya menambal luka.

Saatnya mesra, saatnya berbagi suka, karena sejatinya, istri adalah garwo, sigaraning nyowo. Istri adalah pembawa rejeki kita.

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 70 tahun umurnya.

Ketika berhenti kerja, saatnya bisa mengisi hari hari, mencari passion kita.

Yang hobi menulis, menulislah, yang hobi melukis, melukislah, yg hobi membaca, membacalah, yang hobi tanaman, bertanamlah, yang hobi menyanyi, menyanyilah, yang hobi kerja, bekerjalah, boleh kerja tapi yang ringan saja. Raga harus aktif, pikiran harus dilatih stay happy,. Otak harus on, seperti naik sepeda, kalau berhenti, jatuh bangun lagi.

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 70 tahun umurnya.

Teman teman berguguran, kita antri menunggu panggilan, yang alim, dermawan dan baik, biasanya duluan.

Waktunya bertobat, belum terlambat, waktunya dengan Allah, kita dekat. Waktunya taat beribadah, waktunya banyak amal kita buat, waktunya kita membuat wasiat, membagi warisan untuk anak kita, supaya tidak menjadi bencana, bila terjadi sesuatu pada kita. Semua tahu semua terencana, karena warisan itu bermata dua: bisa jadi hadiah, bisa jadi musibah, setidaknya kita bisa mengantisipasi.

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 70 tahun umurnya.

Anak-anak sekarang bukan seperti kita dulu, nurut sama orang tua. Mereka kini punya pendapat sendiri, kadang kita tidak mengerti. Kita tidak bisa memaksa, hanya bisa mengarahkan dan memberikan nasehat bila didengar. Belum tentu anak kita mau melanjutkan usaha kita, yang nyata sudah terbukti hasilnya. Bila anak lelaki kita kawin, kita harus siap kehilangan, bila anak perempuan kita kawin, mudah mudahan ia masih kita miliki, harta berharga kita hanyalah melihat anak.

Maka bagi kita yang masih dtambahkan umur dan Hidup,alangkah indah dan bagusnya bila kita mengikuti,Tunduk dan Patuh Perintah Allah SWT...

Allah ta’ala berfirman,

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).

Surat Al ‘Ashr merupakan sebuah surat dalam Al Qur’an yang banyak dihafal oleh kaum muslimin karena pendek dan mudah dihafal. Namun sayangnya, sangat sedikit di antara kaum muslimin yang dapat memahaminya. Padahal, meskipun surat ini pendek, akan tetapi memiliki kandungan makna yang sangat dalam.

 Sampai-sampai Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,

لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّوْرَةَ لَوَسَعَتْهُمْ

”Seandainya setiap manusia merenungkan surat ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk mereka.” [Tafsir Ibnu Katsir 8/499].

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, ”Maksud perkataan Imam Syafi’i adalah surat ini telah cukup bagi manusia untuk mendorong mereka agar memegang teguh agama Allah dengan beriman, beramal sholih, berdakwah kepada Allah, dan bersabar atas semua itu. Beliau tidak bermaksud bahwa manusia cukup merenungkan surat ini tanpa mengamalkan seluruh syari’at. Karena seorang yang berakal apabila mendengar atau membaca surat ini, maka ia pasti akan berusaha untuk membebaskan dirinya dari kerugian dengan cara menghiasi diri dengan empat kriteria yang tersebut dalam surat ini, yaitu beriman, beramal shalih, saling menasehati agar menegakkan kebenaran (berdakwah) dan saling menasehati agar bersabar” [Syarh Tsalatsatul Ushul].

Para nitizen policewatch.news, Jika anak² & cucu² kita bahagia, kita ikut bahagia. Tapi, semua pencapaian kita, akan tidak berarti ketika anak² dan cucu² kita gatot alias Gagal Total teu puguh juntrungannya

      Team Redaksi
H.Abd.Wakid Irvanto
     13/07/2022