Kapolda NTB Raih Penghargaan Kementerian PPPA


Policewatch-Semarang.

Kapolda NTB Irjen Pol. Djoko Poerwanto, Sabtu (22/7/2023), menerima penghargaan atas komitmennya dalam memastikan dan mendorong percepatan pengungkapan kasus kekerasan terhadap anak.

Penghargaan tersebut diserahkan pada acara "Malam Penganugerahan Apresiasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dan Penghargaan Kepada Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum", yang diadakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Hotel Padma, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Arman A. Syarifuddin, S.I.K., Ahad (23/7/2023), mengatakan jika penghargaan kepada Kapolda NTB itu, atas dua hal utama yang menjadi fokus perhatiannya.

"Pertama, Kapolda NTB berhasil memastikan dan mendorong percepatan pengungkapan kasus kekerasan terhadap anak, termasuk kasus-kasus yang menjadi viral di wilayah hukum Polda NTB dan berhasil terungkap. Kedua, Kapolda NTB menunjukkan perhatian khusus terhadap penanganan kasus yang melibatkan perempuan dan anak," ungkapnya.

Kabid Humas menuturkan jika Kapolda NTB merasa terhormat, atas penghargaan yang diberikan dan berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota Polda NTB.

"Bapak Kapolda berharap penghargaan itu, dijadikan motivasi bagi segenap personel Polda NTB dan polres jajaran, untuk terus berinovasi dalam melanjutkan program-program perlindungan anak di wilayah hukum Polda NTB, maupun seluruh wilayah Indonesia," katanya.

Untuk diketahui, Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, atas upaya perlindungan yang telah dilakukan terhadap perempuan dan anak-anak di Indonesia.

"Kami menekankan pentingnya sinergi dan pengintegrasian program perlindungan anak antarbadan daerah, untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak," katanya.

Dari pantauan media, acara penganugerahan itu dihadiri berbagai pejabat penting, termasuk Menteri PPPA, Gubernur dari beberapa provinsi, Ketua Harian Kompolnas dan Kapolda dari beberapa wilayah, termasuk Kapolda NTB.

Mn

TMMD Ke-117 Kodim Loteng, Tumbuhkan Budaya Gotong Royong Masyarakat


Policewatch-Lombok Tengah

KEGIATAN TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-117 Ta. 2023 di Wilayah Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng) ternyata sanggup membangkitkan budaya gotong royong di kalangan masyarakat. 

Sebagai contoh dalam kegiatan TMMD yang dilaksanakan di Dusun Bongor Desa Batunyala Kecamatan Praya tengah, sebagian besar masyarakat desa setempat sangat kompak bergotong royong melakukan servis atau pembuatan jembatan dan penimbunan jalan usaha tani yang baru dibuka.

"Gotong royong yang dilakukan masyarakat Dusun Bongor sangat kompak. Masing-masing orang mengambil posisi kerja sesuai dengan kompetensi masing-masing, termasuk para ibu-ibu. Yang faham campuran semen langsung ngontrol campuran semen, yang lain bantu timbun jalan," Kata Babinsa Batunyala, Serka Herman Supriadi, Minggi (23/7) di lokasi kegiatan.


Gotong royong menjadikan kehidupan masyarakat lebih sejahtera. Karena budaya yang penuh toleransi antar sesama tersebut menjadikan berbagai permasalahan kehidupan bersama bisa terpecah secara mudah. 

Selain itu, implementasi nilai gotong royong dalam perilaku sehari-hari juga terkandung makna kesetaraan, keadilan, kebersamaan, kepedulian, dan mengacu kepada kepentingan bersama seperti contoh di atas.

Gotong royong dapat diartikan sebagai suatu cara hidup yang identik dengan kerukunan dalam bingkai persatuan. Sarana hasil karya rasa dan cipta masyarakat dalam bingkai persatuan dan gotong royong ini pun telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Kita selaku insan sosial hendaknya dapat menumbuhkan budaya gotong royong yang ada. Sehingga unsur dari kebudayaan itu dapat memberikan identitas positif, memberikan kontribusi yang positif dalam menciptakan nilai-nilai kebersamaan yang khas kepada masyarakat itu sendiri.

Mn

Ketua DPC PDIP LAHAT Yulius Maulana,ST Bakal Maju Calon Bupati Lahat Priode 2024 - 2029

 




POLICEWATCH.NEWS - Wakil Bupati Empat Lawang sekarang dipercaya untuk memegang ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP partai berlambang moncong putih pimpinan ibu Megawati Soekarnoputri, siap maju di Pilkada Lahat Tahun 2024,

Yulius Maulana saat dihubungi policewatch.news belum lama ini dia mengaku saya akan Maju di Pilkada Lahat 2024,kita masih menunggu setelah pemilihan legislatif yang digelar pada tanggal 14 February 2024,

Target untuk pileg 2024,kita menargetkan 8 kursi untuk duduk di parlemen kabupaten Lahat, yang jelas saya masih menjabat sebagai wakil bupati Empat Lawang setelah habis masa jabatan tinggal beberapa bulan, kata " YM akan berjuang dulu target 8 kursi setiap dapil ada perwakilan khususnya dapil 1 kota lahat terisi 2 kursi "ucapnya

Mulai beredar issu bahwa YM tidak maju di Pilkada Lahat 2024, issu tersebut ditepis salah satu tim relawan YM, Surya Pendawa, YM tetap Maju di Pilkada Lahat sebagai calon Bupati Lahat, pelaksanaan pileg dulu Pilkada kan bulan Nopember 2024, " nah baru tim relawan seluruh nya akan bergerak untuk mendukung penuh YM, nantinya


" Ditambahkannya, kita lihat dulu PJ Bupati Lahat, sebentar lagi habis CU semoga apa yang diharapkan mudah mudahan nantinya orang yang dipercaya agar Pilkada Lahat aman dan kondusif,

Dan tidak seperti dulu kita tolak " Money Politik alias politik uang" suara rakyat yang menentukan pemimpin masa depan untuk membangun lahat bukan untuk kepentingan sekelompok orang, Saat ini tim lembaga survei independen untuk YM sudah berjalan dan Alhamdulillah popularitas YM 74 persen, tutupnya (Bambang,MD)

Oknum Bacaleg PDIP yang Diduga Memperkosa Anak, Disumpah


Policewatch-Mataram.

Oknum bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) sekaligus Ketua PAC PDI Perjuangan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni S (50) yang diduga menyetubuhi anaknya I (16) disumpah pada Sabtu (22/7/2023).

Pengambilan sumpah dituntun langsung oleh Ketua Baitul Muslimin Indonesia (BAMUSI) Provinsi NTB yang juga Ketua Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB TGH Subki Sasaki bertempat di RSUD Lombok Barat. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPD PDIP NTB yang juga anggota DPR RI Rachmat Hidayat, Ketua DPC PDIP Lombok Barat, Lalu Muhammad, sejumlah, Pengurus DPC PDIP Lobar Lainnya,  kuasa hukum S, serta pihak keluarga. 

TGH Subki menjelaskan, sumpah yang diambil kepada S disebut Sumpah Ibra (terbebas dari tuduhan). Diterangkan, Sumpah Ibra atau sumpah pengakuan dilakukan guna memberikan kesempatan kepada oknum yang tertuduh (S) untuk berani mengatakan bahwa segala tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya tidak benar. 

Namun, jika yang dituduhkan kepada S benar, TGH Subki berujar bahwa akan ada konsekuensi atau akibat atas sumpah (pengakuan) tersebut yang akan diderita oleh S. 

"Sumpah ini selain disaksikan oleh kita, tetapi juga disaksikan oleh Allah SWT dan dia berimplikasi atau ada akibat yang akan Anda tanggung dunia dan akhirat. Apakah Anda siap?" ucap TGH Subki kepada S yang masih berbaring di ranjang rumah sakit. 

"Siap, sangat siap," ujar S selepas mendengar kalimat TGH Subki. 

Usai mendengarkan persetujuan S, TGH Subki memulai prosesi sumpah tersebut. 

Sumpah ini, kata TGH Subki akan memiliki kekuatan psikologis dan transendental karena akan berdampak kepada yang membuat pengakuan baik yang tertuduh dan menuduh, karena Allah SWT langsung yang memberikan petunjuk yang bersifat kontan untuk pembuktiannya.

Jikalau yang dituduhkan tidak benar, maka Allah SWT akan membuka selebar-lebarnya tabir kebenaran. 

Lebih jauh, TGH Subki menegaskan bahwa pengambilan sumpah merupakan salah satu perintah Nabi Muhammad SAW dalam membuktikan kebenaran suatu perkara dalam islam, sesuai dengan prosedur hukum dalam islam yakni:


"Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Seandainya setiap manusia dipenuhi tuntutannya, niscaya orang-orang akan menuntut harta dan darah suatu kaum. Namun, penuntut wajib datangkan bukti dan yang mengingkari dituntut bersumpah." (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Al-Baihaqi seperti ini dan sebagiannya ada dalam Bukhari dan Muslim) [HR. Al-Baihaqi, no. 21201 dalam Al-Kubro seperti ini, sebagiannya diriwayatkan dalam Shahihain, yaitu Bukhari, no. 4552 dan Muslim, no. 1711].

Pengambilan sumpah menurutnya dilakukan untuk tujuan kebaikan bersama.

"Mengambil sumpah ini untuk kebaikan kita bersama, ini agar personal yang bersangkutan tidak tercemar, partai tidak dirugikan, terbuka mana yang asli mana yang hoaks, mana yang benar dan tidak benar, biar Allah SWT yang menjadi hakimnya," bebernya. 

*PDIP Pasang Badan untuk Kader* 


Terpisah, Ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat mengaku pengambilan sumpah dilakukan agar publik dapat melihat secara lebih jernih persoalan yang membuat gaduh di tengah masyarakat tersebut.

Selain pengungkapan kasus dari sisi formal (hukum), pihaknya berupaya untuk memberikan perspektif dari sisi kerohanian. 

"Saya selaku Ketua DPD PDIP NTB yang bergama islam dan kebetulan yang menjadi tertuduh ini juga orang islam, maka saya yakinkan diri saya sebagai orang islam dan ketua DPD, dengan cara saya melalui agama yang saya yakini dengan sumpah di bawah Al Quran, baru saya percaya," beber Rachmat. 

Rachmat menegaskan, pihaknya siap pasang badan terhadap nasib kadernya. Apalagi nanti jika sampai terbukti tuduhan yang diberikan kepada kadernya tersebut ternyata tidak benar. 

Rachmat meminta, seluruh pihak yang berusaha merendahkan kader PDIP secara personal dan partai secara umum agar bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kalau orangnya tidak bersalah, maka kita harus angkat derajatnya," ungkap Rachmat.

Dalam kasus tersebut, Rachmat mengulang seruan yang sering disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri yakni Satyam Eva Jayate yang artinya "Kebenaran itu pasti akan berjaya dan akan menang. Akan terang benderang"..

"Itu pegangan partai, pegangan kader. Jadi jangan coba-coba berbuat salah, siapaun dia, termasuk saya. Ndak ada toleransi, tapi kalau benar, kita bela sampai dimanapun. Oleh akrena itu, kita minta hukum ditegakkan, maka kita menganut azaz praduga tak bersalah," bebernya. 

Sebagai infomasi, oknum S saat ini telah dipindahkan perawatannya dari RSUD Lombok Barat ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB.

Di RSUP NTB, S menempati ruangan VIP agar mendapatkan penanganan maksimal dan kondisi keamanannya dapat lebih terjaga. Adapun biaya perawatan selama di RSUD Lombok Barat sebesar Rp 4 juta dan biaya ambulance ke RSUP NTB sebesar Rp 200 ribu ditanggung DPC PDIP Lombok Barat

Sementara untuk perawatan lebih intensif di RSUP NTB, akan ditanggung DPD PDIP NTB.

M

Rumah Bonsai Indonesia akan menjadikan poros bonsai dunia sebagai yang masih usia 6 tahun dengan cabang sudah 100 cabang se-Indonesia

 


Policewatch, News.Ngawi - Gelaran event Festival Bonsai Nasional dengan tema Spirit Of Java dengan peserta bonsai bonsai kelas Nasional hadir mulai Jakarta-Bali dengan total pesertabsekitar 924 pohon eksotis, mewah dan bagai menampilkan indah nya pohon di alam sekarang berpindah ke alun alun dan Pendopo Wedya Graha pada tanggal(19/7/2023). Dan bonsai yang dipertandingkan nilai jual sampai berkisar harga 1,5 Milyar rupiah milik Mas Karebet jenis Sianci dari Lamongan juga dari Bekasi milik Ketua Umum RUBI(Rumah Bonsai Indonesia) Profesor Zudan Arif jenis Louhansung turut menyemarakkan kejuaraan mulai dari kelas Konsep hingga Platinunm beserta disediakannya doorprize mobil di Ngawi.


Pada acara pada malam pembukaan event dan tanggal(22/juli/2023) tersebut Presiden RUBI Prof Zudan pada sambutanya mengatakan " Rumah Bonsai Indonesia akan menjadikan poros bonsai dunia sebagai yang masih usia 6 tahun dengan cabang sudah 100 cabang se-Indonesia, ucap Ketum Rubi.

Disampaikan Ucapan selamat atas berdirinya cabang Ngawi setelah  pelantikan, dalam berbonsai bisa menjadkan ekonomi kreatif, wisata, serta bisa menjadikan ajang silaturahmi disekitar lingkungan atau Nasional, tambah Prof Zudan 

Pada acara Seremonial yang di buka langsung oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dengan program agar bersama wisata bonsai di Ngawi aja mengatakan "Ayo kita sosialisasikan kegiatan positif bonsai dengan pepatah pekerjaan yang enak adalah hobi yang di bayar, jadi ayo bertanam dan budidaya bonsai. Ucap Bupati 


Dalam kesempatan lain peserta event dari Lamongan yang menghadirkan ganco atau jagoanya dari jenis Sianci dengan siize XL saat di wawancarai Awak media mengatakan "saya datang kan Sianci dan sudah ada yang tawar 1.5 mikyar oleh salah satu pengusaha tetapi tidak saya jual sementara ini karena susah payah orisinil didatangkan langsung dari Taiwan maksimal dapat predikat beat in Show" ucap Ketua Cabang Lamongan.(sy)

Pererat Tali Silaturrohmi Kapolres Lotara Kunjungi Tokoh Agama


Policewatch-Lombok Utara.

 Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro S.I.K M.Si  melaksanakan  kunjungan dan silaturahmi ke  Tokoh Agama dan tokoh masyarakat  ke Rumah DR TG H.  Namun  Ahyar, SH, MH.bertempat di Kediamannya  Dusun Jeruk manis, Desa Menggala, Kecamatan. Pemenang, Lombok Utara.Sabtu 22/07/2023

Kunjungan Kapolres Lombok Utara tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus memperkenalkan diri pejabat Kapolres Lombok Utara yang baru, pengganti dari  AKBP I Wayan Sudarmanta SIK MH SUDARMANTA, S.I.K., M.H.

Dalam kunjungannya Kapolres ke  Tokoh Agama pimpinan ponpes Darul iman Menggala  serta  merupakan tokoh politik di Kabupaten Lombok Utara dan Kecamatan Pemenang khususnya. guna mempererat silaturahmi serta hubungan antara Kepolisian dengan tokoh agama di wilayah Lombok Utara guna mengajak bersama - sama membangun   harkamtibmas agar terciptanya kondusifitas wilayah di Kabupaten Lombok Utara menjelang kontektasi Politik di tahun 2024 yang akan datang.

Turut hadir dalam  kunjungan Kapolres Lombok Utara  tersebut sekaligus yang di dampingi oleh  Kasat Intelkam polres Lombok Utara AKP Majmuk S.Pd. dan Kapolsek Pemenang AKP L. Eka Arya Mardiwinata SH, MH. beserta personil Polres Lombok Utara dan personil Polsek Pemenang yang melaksanakan pengamanan dan pengaturan lalulintas. 


Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K, M.Si di konfirmasi oleh wartawan di sela-sela kegiatannya   membenarkan tentang kegiatan yang dilaksanakannya mengunjungi dan bersilaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat  ke kediaman  DR TGH Najmul Ahyar , SH, MH. Dqn beliau juga merupakan tokoh agama dan pimpinan  Ponpes Darul iman Menggala  yang bertempat di  Dusun Jeruk Manis, Desa Menggala, Kecamatan. Pemenang, Lombok Utara.

Kapolres Lombok Utara menambahkan bahwa kunjungannya tersebut untuk mempererat silaturahmi serta memperkenalkan diri serta untuk dapat bertatap muka langsung dengan tokoh agama ataupun tokoh masyarakat  yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Utara ini.

Dan sekaligus saya bisa mengetahui wilayah dan Batas Lombok Utara serta masyakarat yang ada di wilayah tersebut dengan beraneka ragam agama dan suku yang mendiami wilayah itu, " saya tidak mau hanya mendengar  dari informasi saja tentang keanekaragaman suku dan budaya serta agama di wilayah saya sendir akan tetapi saya harus mengetahui karakteristik masyarakat kami ucap Kapolres yang baru dilantik kamis kemarin.

Mn

Tasyakur Tahun Baru Islam 1445 Hijriah, RW 02 laksanakan Tebus Murah

 


Baleendah.-policewatch.news-Tasyakur Tahun Baru Islam 1445 Hijriah, RW 02 laksanakan Tebus Murah bekerja sama dengan Bank Aladin Syariah.(23/06)

Pada Hari Ahad, 23 Juli 2023 telah dilaksanakan Tebus Murah bersama Bank Aladin Syariah bertempat di Rumah Teh Aneng dipadati oleh masyarakat.

Program tersebut adalah bentuk karya dari kepengurusan RW 02 dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat RW 02.

"Progam ini adalah langkah kecil kami untuk memberikan manfaat kepada masyarakat." Ujar Bu RW 02

Ketua Pelaksana, Rizky A.R menyatakan bahwa kegiatan ini akan terus digaungkan agar terciptanya kemerataan manfaat dikalangan masyarakat.

"Masyarakat butuh kehadiran pengurus RW dan peranan aktif dari pemuda sehingga insyaallah program ini akan terus dilaksanakan diberbagai RW dan juga desa." Ujar Mahasiswa Universitas Kebangsaan RI tersebut.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan kembali pada hari Sabtu, 29 Juli 2023 bertempat di Kantor RW 02.

(Dera)

CARUT MARUT DAN ASAL ASALAN PENGERJAAN PELENGSENGAN YANG DIKERJAKAN CV DIPERUSAHAAN

 




Policewatch.news, Pasuruan – Pelaksanaan Rekonstruksi jalan Kabupaten di Dusun Ketuwon, Desa Sumberejo wilayah 1 Kecamatan Purwosari berupa pembangunan pelengsengan  dengan total anggaran 172.883.700.00 dari Dinas PU Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan yang di kerjakan CV. TRI BAYU PERKASA sebagai pelaksananya dan CV.MUKTI PRATAMA CONSULTANT sebagai konsultan pengawasan Namun berdasarkan keterangan H.ABDUL MALIK  rekan rekan Lembaga Investigasi Negara dan media, saat dilokasi menyebutkan terkesan asal-asalan dalam progres pekerjaannya, Rabu (19/7/2023).

Hal ini diungkapkannya (H.Abdul Malik LIN dan Media) saat di lokasi pekerjaan menjumpai tidak adanya pengawas pekerjaan. Menurut H.Abdul malik, nampak jelas pekerjaan tersebut dilakukan secara sembrono tanpa berpedoman pada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk tehnis dan K3 tidak ada(pakai) sedangkan dipapan disebutkan dilindungi program BPJS.


” Saat dilokasi pekerjaan, saya tidak menjumpai adanya pengawas pekerjaan, hanya ada tukang dan kuli bangunan. Alhasil dari temuan kami dilokasi, pekerjaan pembangunan pelengsengan itu dikerjakan secara sembarangan. Pemasangan batu dan rabat asal asalan dan perbandingan campuran pasir dan semen 1 banding 5 argo pasir. Bagi saya pribadi rekanan semacam ini tidak amanah, serta para pekerja dilapangan nampak masa bodoh atas teguran kami selaku anggota LIN Dan Media yang turut andil dalam memantau jalannya pembangunan. Yang kami ketahui anjuran dari dinas terkait adalah hasil yang maksimal sesuai petunjuk tehnis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang mengacu pada rencana anggaran belanja (RAB),” tegas H.ABDUL MALIK.pungkasnya.


Namun, H.Abdul Malik selaku Lembaga Investasi Negara mengharapkan hal ini menjadi evaluasi penting bagi Dinas PU Bina Marga dan Bina Konstruksi dalam menggandeng rekanan untuk melakukan progres pembangunan dimasa mendatang.

Sampai berita ini di turunkan, awak media belum mendapatkan keterangan dari CV.TRI BAYU PERKASA selaku Pelaksana dihubungi melalui pesan WhatsApp seakan menghindar dan tidak pro-aktif,.(sy)

Polsek Pemenang Cek TKP Kebakaran TPS di Gili Trawangan


Policewatch-Lombok Utara.

Polsek Pemenang melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran yang berlokasi di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Dusun Gili Trawangan Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara, Jumat, 21/7/2023.

Sehubungan adanya informasi tentang  kejadian kebakaran di Tempat pembuangan Sampah (TPS) di Dusun Gili Trawangan, Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro S.I.K M.Si  melalui Kapolsek Pemenang Akp Lalu Eka Arya Mardiwinata SH MH menyampaikan kepada awak media  melalui saluran telphone dan menerangkan bahwa pada hari Jumat, 21 juli 2023, telah terjadi kebakaran di Tempat pembuangan sampah terpadu (TPST)  di Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang KLU.

Sehubungan dengan kejadian tersebut anggota Polsek Pemenang  bersama anggota Polsubsektor Gili Termeno

melakukan cek TKP di  lokasi kebakaran dan melakukan kordinasi  dengan instansi terkait sebagai upaya untuk memadamkan api bersama masyarakat.

Adapun luas  lokasi kebakaran kurang lebih seluas 20 are, mengingat angin yang cukup  kencang  dan tumpukan sampah yang cukup tinggi maka sampai  saat ini api terpantau masih mengeluarkan asap tebal di TKP dan merembet ke lahan kosong yang ada di sekitarnya, Dan masih di upayakan untuk dilakukan pemadaman akibat minimnya stok air yang ada di lokasi.

Dan atas kejadian tersebut tidak ada korban jiwa hanya  kerugian materiil saja yang belum bisa di akumulasikan jumlahnya dan atas kejadian tersebut masih dilakukan penyelidikan.

Kapolsek menghimbau kepada warga masyarakat, mengingat cuaca akhir -akhir ini cukup extrim baik gelombang maupun angin yang cukup kencang, bagi masyarakat yang melakukan pembakaran sampah baik di rumah maupun di ladang agar tetap di awasi hingga bara api benar-benar padam baru ditinggalkan guna mengantisipasi kejadian yang tidak kita inginkan , apalagi di musim sekarang ini cuaca cukup panas dan angin kencang yang bisa memancing terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Tutup Kapolsek.

Mn

Lima Bulan Jadi DPO Komplotan Pencuri Perhiasan & Uang Sukses Digulung Petugas


Policewatch-Kota Bima, NTB.

"RA" satu dari tiga kompolotan maling perhiasan emas dan uang jutaan rupiah, berhasil digulung Tim Puma 1 Sat Reskrim Polres Bima Kota.

DPO yang sejak lima bulan lalu kabur dari kejaran dan tangkapan Tim Puma 1 dibawah pimpinan Katim Aipda Abdul Hafid dan anggotanya ini, berhasil diringkus pada Jum'at (21/7/2023) sekira pukul 18.00 Wita di Kelurahan Tanjung Kota Bima.

Begitu kabar disampaikan Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi melalui Kasi Humas AKP Jufrin, malam ini.

Selain meringkus RA,  sebut Kasi Humas, Tim Puma 1 juga mengamankan seorang penadah barang curian komplotan ini.

Sebelumnya, jelas AKP Jufrin, pihaknya telah lebih dulu meringkus dua dari tiga kompolotan maling perhiasan emas dan uang serta handphone ini.

Komplotan Pencurian dengan pemberatan (Curat) ini, urai Kasi Humas menceritakan kronologi pencurian, pada sekitar 10 Januari lalu, komplotan ini menyelinap masuk kos-kosan korban saat terlelap tidur.

Ketiganya, kata AKP Jufrin berhasil menggondol perhiasan emas seberat 3,5 gram, yang tunai Rp 10 juta dan dua unit handphone, milik pasangan suami isteri yang menjadi korban pencurian ini.

"Saat ini RA dan seorang penadah, telah diamankan di Mako Polres Bima Kota untuk ditindaklanjuti sebagaimana hukum yang berlaku,"pungkasnya.

Mn



Transformasi Luar Biasa Dari Desa Terisolir hingga Desa Berkembang



Policewatch-Lombok Tengah.

Berada di balik pegunungan yang eksotis, sebuah desa terisolir di Loteng telah menjadi panggung aksi perubahan luar biasa melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-117. Dengan kehadiran anggota Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) yang penuh semangat, serta dukungan masyarakat setempat, desa tersebut mengalami transformasi yang menakjubkan. 

Sebelumnya, desa tersebut hampir terlupakan oleh perkembangan modern dan akses transportasi yang terbatas. Warga desa harus menghadapi medan berat dan jauh untuk mencapai dunia luar. Namun, semuanya berubah ketika Program TMMD ke-117 tiba di sana. 

Dalam perjalanan menuju desa, anggota Wasev dan rombongan Dandim 1620/Loteng, Letkol Kav Andi Yusuf Kertanegara, harus menempuh rute berliku dengan penuh tantangan. Namun, semangat juang mereka tidak pernah surut, karena keyakinan bahwa perubahan yang lebih baik menanti di ujung perjalanan, Jum'at (21/7/2023). 


Sampai di desa, Wasev dan rombongan disambut hangat oleh warga desa yang penuh harapan. Masyarakat merasa terhormat karena desa mereka menjadi tujuan proyek TMMD yang bergengsi. Mulai dari hari pertama, tim bekerja sama dengan warga untuk merencanakan pembangunan jalan baru dan memperbaiki fasilitas PAUD dan TPA yang sudah ada. 

Perjalanan pembangunan jalan baru sepanjang 5000 meter tidaklah mudah. Mereka harus melewati sungai, lereng curam, dan tanah berlumpur. Namun, dengan semangat gotong-royong dan kebersamaan, setiap rintangan dihadapi dengan penuh keyakinan. 

"Apa yang kami lakukan di sini adalah bukan hanya membangun jalan, tetapi juga harapan dan masa depan bagi masyarakat desa ini," ujar Brigjen TNI Supriyanto, yang terlihat begitu antusias. 

Tidak hanya itu, anggota TNI juga memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat, seperti cara mengelola sampah dan pertanian berkelanjutan. Dalam waktu singkat, hasilnya mulai terlihat. Masyarakat desa merasa terinspirasi dan semakin percaya diri untuk menerapkan perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari. 



Keberhasilan proyek TMMD ke-117 di Loteng tidak hanya terlihat dari pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga dari perubahan mental dan semangat masyarakat. Desa yang tadinya terisolir dan tertinggal kini menjadi desa yang berkembang dan menjadi contoh bagi desa-desa sekitarnya. 

"Saya merasa bangga dengan desa kami sekarang. Semua ini berkat kerja keras bersama dengan TNI dan semangat gotong-royong kami," ucap Ibu Ningsih, salah satu warga desa yang turut aktif dalam proyek. 

Perjalanan emosional proyek TMMD ke-117 di Loteng ini telah menyentuh hati banyak orang. Transformasi luar biasa yang terjadi di desa tersebut mengajarkan kepada kita tentang kekuatan persatuan dan semangat perubahan. Semoga cerita inspiratif ini menjadi contoh bagi upaya membangun desa-desa lainnya, dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah dan berdikari bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Mn

Diduga Korupsi Dana Pembangunan Sekolah 358 Juta Akhirnya Mantan Kepala Dan Ketua Komite SMAN 19 Dijebloskan ke Penjara

 .



SUMSEL - POLICEWATCH.NEWS - Tim jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Palembang, Sumatera Selatan telah menetapkan dua mantan pejabat, yakni mantan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 19 Palembang, berinisial SL, dan mantan Ketua Komite SMA Negeri 19 Palembang, berinisial AR, sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi dana pembangunan sekolah senilai total Rp358 juta.

Pengumuman penetapan status tersangka bagi SL dan AR dilakukan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Palembang, Fandie Hasibuan, dalam konferensi pers di Palembang pada hari Kamis. Keputusan ini diambil setelah tim jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Palembang mengumpulkan bukti-bukti yang cukup kuat, termasuk keterangan dari 24 orang saksi dan ahli.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, barang bukti yang ditemukan antara lain adalah buku rekening perbankan Komite SMA Negeri 19 Palembang. Selain itu, ditemukan pula beberapa dokumen catatan hutang-piutang, pengeluaran rutin, rekap inventaris barang, dan undangan kepada wali murid dari kelas X, XI, dan XII (25 kelas) yang dikeluarkan oleh mantan Kepala dan Ketua Komite SMA Negeri 19 Palembang.

Menurut Fandie, barang bukti yang berhasil dikumpulkan oleh penyidik sudah cukup kuat untuk menjelaskan peran dan perbuatan para tersangka. Dugaan penyimpangan dilakukan oleh SL dan AR secara bersama-sama dalam pengelolaan dan pemanfaatan dana komite untuk pembangunan SMA Negeri 19 Palembang selama periode tahun 2021 hingga 2022.

Ahli yang terlibat dalam proses penyidikan menyatakan bahwa perbuatan para tersangka selama periode tersebut telah menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp358 juta.

Tim jaksa menjerat SL dan AR dengan dakwaan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3, Juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 2019 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 65 ayat (1) ke-1 KUHP.

Fandie menambahkan bahwa perbuatan yang diduga dilakukan oleh para tersangka juga sekaligus melanggar Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi nomor 75 tahun 2017 tentang dana komite sekolah.

Akibat tindakannya, kedua tersangka kini ditahan di Rumah Tahanan Klas 1 A Pakjo Palembang mulai dari hari ini dan akan berlangsung selama 20 hari ke depan, demikian yang diungkapkan oleh Fandie.(red)

Siap Siap Bakal Ada Tersangka Kasus Dana Hibah KONI Sumsel

 


SUMSEL - POLICEWATCH.NEWS - Dalam Keterangan Konferensi Pers Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Sarjono Turin,SH.MH menerangkan bahwa tidak lama lagi akan ada penetapan tersangka dugaan Korupsi, kolusi dan Nepotisme (KKN) di KONI Sumsel terkait pencarian deposito dan uang atau dana hibah Pemerintah Daerah Provinsi Sumsel serta pengadaan barang dan jasa sumber dana APBD Tahun anggaran 2021.

Hal ini disampaikan dalam konferensi Pers Capaian kinerja Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Priode bulan Januari - Juli tahun 2023, " 

Sedangkan untuk tersangka menurut Kejati Sumsel Sarjono Turin tidak lama lagi bakal ada penetapan tersangka setelah gelar ekspose oleh tim jaksa penyidik bidang tindak Pidana khusus,

Nanti kita akan dilaksanakan ekspose gelar perkara, setelah itu baru dilakukan penetapan tersangka kata" Sarjono Turin, 

Diketahui tim penyidik Kejati Sumsel masih terus berkoordinasi dengan pihak BPKP guna mencari besaran potensi kerugian negara dalam hal kasus ini.

Pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera telah melakukan penggeledahan di Kantor KONI Sumsel dari penggeledahan tim penyidik telah mengamankan 2 boks kontainer dan 6 dus berkas dan 1 flashdisk yang berisikan dokumen guna mencari alat bukti penyidikan (Bambang MD)

Mangkraknya Pekerjaan Proyek Pasar Cinde Kejati Sumsel naikkan status ke Tahap penyidikan




SUMSEL - POLICEWATCH.NEWS - Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Sarjono Turin,SH.MH mantan Jaksa KPK kasus Pembangunan Proyek Pasar Cinde Palembang ditingkatkan menjadi penyidikan dalam keterangan pers di media center Kejati Sumsel Jumat (21/7/2023)

Sarjono Turin saat ini pihaknya telah melakukan penyelidikan dan adanya temuan dugaan penyimpangan dalam pembangunan pasar Cinde tahun 2016 - 2018 yang pembangunan mangkrak sehingga kita tingkatkan tahap penyidikan

Untuk kasus dugaan korupsi pembangunan proyek pekerjaan pasar Cinde sudah naik ketahap penyidikan kata " Sarjono Turin.

Lebih lanjut setelah kasus ini dari penyelidikan kita tingkatkan status ke penyidikan, " yang akan ditangani oleh tim penyidik dari aspidsus Kejati Sumsel, dan kedepannya akan kita agendakan pemanggilan saksi saksi " ucapnya (Bambang MD)

Ironi..!! Pemasangan PJU di Beberapa Wilayah Kecamatan Wonorejo Tumpang Tindih Atau Dobel Kabel

 



POLICEWATCH.NEWS, PASURUAN- Penerangan jalan umum atau PJU memang sangat di perlukan untuk keselamatan bagi pengguna jalan, juga sangat berguna untuk meminimalisir tindak kejahatan di jalanan, namun kalau pemasangananya ada dua atau tumpang tindih di tempat yang sama, timbul di benak masyarakat pertanyaan yang sangat besar, baik anggaran maupun efektifitasnya, sedangkan di Desa-desa lain yang masih di wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa timur lain belum terpasang PJU atau boleh di bilang ada ketimpangan sosial dimana masyarakat selama ini, karena sama-sama membayar tagihan Pajak Penerangan Jalan ( PPJ ) sebesar 10% pertagihan rex listrik.

Hal ini di sorot oleh salah satu aktifis di Kabupaten Pasuruan yang tergabung dalam wadah "BANGJO", Wahyu S.i, Pol ketua umum ia mengatakan, seharusnya Dinas Perhubungan yang mana di beri tugas atau wewenang oleh Pemda untuk menghendel salah satunya PJU, baik anggaran maupun teknisnya di lapang.

"Patut jadi pertanyaan yang besar, kenapa ada ketimpangan sosial di Wilayah Kabupaten Pasuruan, khususnya di Kecamatan Wonorejo yang kebetulan berdekatan dengan Kantor Dishub, saya banyak menjumpai pemasangan kabel atau PJU di jalan-jalan yang tumpang tindih atau ada dua lampu dalam satu tempat, ironinya di tempat lain atau di Desa-desa lain yang masih berada di wilayah Kabupaten Pasuruan banyak yang belum terpasang PJU, sedangkan masyarakat atau pelanggan listrik setiap tagihan di kenakan PPJ sebesar 10% ,"ujarnya.

Lebih lanjut Wahyu S.i, Pol mengatakan, saya berharap Dishub Kabupaten Pasuruan, menata kembali kabel atau PJU yang dobel di satu tempat, kasihan warga yang lainya sama-sama bayar pajak namun manfaatnya tidak merata.

"Saya harapkan Dishub Kabupaten Pasuruan bisa menata kembali dan bekerja secara profesional agar tidak ada ketimpangan sosial di masyarakat,"teganya.

Sementara itu, Kadis Dishub Kabupaten Pasuruan "Agus" saat di konfirmasi awak media Policewatch.news di No. Whatshappnya mengenai akan hal ini, beliaunya mengatakan, terima kasih infonya biar kami cek ke lapangan,"balasnya. (Dr)