Petugas Bandara Juanda Amankan "Penumpang China Airlines CI-751" membawa 400 butir proyektil senjata api

/ Senin, 25 Februari 2019 / 04.59

reporter : irfan


Surabaya (policewatch.news) - Seorang penumpang pesawat terbang diamankan saat turun di Bandar Udara Internasioal Juanda Surabaya, Sidoarjo, Jawa Timur, sejak Sabtu (23/2) hingga Minggu malam, setelah diketahui membawa ratusan amunisi senjata api berbagai jenis.
Penumpang pesawat China Airlines CI-751 karena kedapatan membawa ratusan proyektil amunisi berbagai kaliber secara ilegal masuk ke Indonesia tanpa surat resmi, Sabtu (23/2/2019). 

Penumpang bernama Stephen Partowidjodjo diketahui membawa ratusan proyektil saat melewati pemeriksaan bagasi menggunakan sinar X-Ray.
Saat diinterogasi, Stephen mengaku jika proyektil tersebut berasal dari USA dan akan dirakit dengan selongsong bermesiu untuk berburu.
.
Jika dilihat dari data identitasnya, Stephen diketahui tinggal di Bukit Pakis Utara 3/TA RT 001/RW 007 Surabaya dan memiliki paspor bernomor B5417090.

Berikut adalah rincian proyektil yang dibawa Stephen dan disita petugas bandara.
.
- 100 buah Splitzer Caliber 30 (tertulis dlm label bungkusan).
- 200 buah Held-X Caliber 30 (tertulis dlm label bungkusan).
- 100 buah Hornady ELD-X Caliber 700 mm (tertulis dlm label bungkusan).
- 2 buah Styer AUG/MSAR Surpressor Adapter.
- 1 buah Pelatuk.

Sementara itu Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera di Surabaya, Minggu malam, menyebut pelakunya berinisial SP (36) warga Bukit Pakis Utara, Surabaya.
"Pelaku menumpang pesawat China Airlines CI-751 dari negara Taiwan, transit di Singapura, sebelum kemudian mendarat di Bandara Internasional Juanda, Sabtu sekitar pukul 23.00 WIB," katanya.
Barang-barang bawaan SP dinilai mencurigakan saat melewati deteksi Sinar X di Bandara Juanda Surabaya.Kemudian dilakukan pemeriksaan secara manual dengan membongkar barang-barang di dalam koper yang dibawanya," ucap Barung.
Petugas menemukan lima bungkus mencurigakan berbalut isolasi warna putih yang ditempatkan di antara tumpukan baju di dalam koper.
Menurut Barung, lima bungkus berbalut isolasi warna putih itu setelah dibongkar berisi total 400 butir proyektil senjata api berbagai jenis. Selain itu, juga ada beberapa bagian senjata api yang dibawanya.
SP dalam penerbangan itu tidak sendirian. Dia bersama tiga anggota keluarganya, masing-masing berinisial SoP, TV, dan SIP, yang semuanya terdata sebagai warga negara Indonesia.
"Mereka mengaku pulang liburan dari Oregon, Amerika Serikat. Dari sanalah ratusan proyektil senjata api berbagai jenis ini didapat," ucap Barung.
SP dalam penyelidikan sempat menunjukkan kartu anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Nomor 1177/13/B/2017 atas namanya sendiri.

Barung menandaskan sampai sekarang penyelidikan masih berlangsung."Kami menduga ratusan amunisi proyektil dan beberapa bagian senjata api itu dibawanya masuk ke Indonesia secara ilegal," katanya.


Komentar Anda

Berita Terkini