Gempa Sekitar Pangandaran, Dirasakan di Cilacap, Tasikmalaya hingga Ciamis

/ Jumat, 22 Maret 2019 / 13.30

Reporter :  Abucek
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui twitternya @infoBMKG menginformasikan gempa di Pangandaran dan sekitarnya terjadi pukul 22.03 WIB,

Tasikmalaya, (policewatch.news) ,-Gempa hari ini, gempa melanda Kabupaten Pangandaran dan sekitarnya pada Kamis (21/3/2019) malam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui twitternya @infoBMKG menginformasikan gempa di Pangandaran dan sekitarnya terjadi pukul 22.03 WIB, Gempa dirasakan dengan Magnitudo 4,7 di Cilacap, Tasikmalaya hingga Ciamis.

BMKG mengatakan, gempa yang mengguncang Kabupaten Pangandaran berpusat di laut, 72 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Dengan kedalaman 60 kilometer. Lalu dirasakan dengan MMI II di Cilacap, MMI II hingga III di Tasikmalaya, MMI II hingga III di Ciamis dan MMI II hingga III di Pangandaran.
Sebelumnya diberitakan, gempa juga melanda Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Gempa di Sigi terjadi pukul 12.16 WIB.

Dari catatan BMKG, gempa yang ada di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah tersebut dirasakan di daerah Kulawi dengan Skala MMI III, Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan lebih lanjut dari BMKG.
Berdasarkan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity), beginilah gambaran keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa, dikutip dari situs BMKG

I MMI
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.
II MMI
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
III MMI
Getaran dirasakan nyata dalam rumah, Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
IV MMI
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik, Sementara pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat, Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri, Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.
XII MMI
Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah, Pemandangan menjadi gelap.
Benda-benda terlempar ke udara(**)

Komentar Anda

Berita Terkini