Oknum Aparat Diduga Minta Jatah Rp50 Ribu Sebagai "Uang Keamanan" ke PSK Puncak

/ 12 Oktober 2020 / 10/12/2020 11:27:00 AM

 

ilustrasi

Bogor, POLICEWATCH.NEWS,- Praktik prostitusi di kawasan Puncak Bogor masih terus bergeliat hingga kini. Praktik tersebut diduga mendapat perlindungan dari oknum aparat.

Seperti yang terjadi di sebuah kampung di Gang Cibeureum-Batulayang, Kecamatan Cisarua. Oknum aparat diduga kerap kali menutupi kegiatan prostitusi di sejumlah vila di sana.

Salah seorang PSK asal Cianjur, sebut saja Mawar (23) mengaku, sering kali menemani turis untuk berpesta di vila-vila.paparnya 10/10

Ia menyebutkan, selain meminum minuman keras bersama wisatawan luar negeri, turis asing ini kerap meminta dikenalkan dengan banyak PSK lainnya untuk berpesta seks.

”Jadi suka bawa teman juga. Ah aman lah di Puncak mah (Cisarua),” katanya kepada awak Media.

”Kalau ada ramai-ramai biar gak dirazia ya kami bayar uang keamanan,” ungkapnya.

Dia merinci, petugas biasanya melihat terlebih dulu jumlah perempuan yang ikut berpesta. Kemudian per orangnya palak uang keamanan sebesar Rp50 ribu.

”Per orang Rp50 ribu. Yang datang pakai mobil patroli dan baju dinas. Setelah itu kami lanjut pesta,” singkatnya.

Sementara itu, Kapolsek Cisarua Kompol Yayan Sopyan mengatakan, pihaknya tidak mengetahui hal tersebut. Jikalau ada, katanya lagi, pihaknya meminta secara detail data petugas yang meminta ’jatah’ itu. ”Sementara waktu tidak ada. Saya minta data anggotanya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kanit Reskrim Polsek Cisarua Iptu Yudi Wahyudi membeberkan, informasi itu baru saja

didapatkan. Menurutnya, sejauh ini tidak ada tindakan seperti itu yang dilakukan pihak polisi. Jika benar, dirinya menyebut, akan mengecek lebih lanjut. ”Biar nanti dicek,” tukasnya

Pewarta : M Rodhi irfanto

Komentar Anda

Berita Terkini