Tujuh Orang Terduga Pelaku Penganiayaan Di Bima,Diringkus Polisi.

/ 23 Februari 2022 / 2/23/2022 03:04:00 PM

POLICEWATCH- Bima NTB.

 Peristiwa penganiyaan yang dialami oleh korban atas nama "Imam Akbar Maulana" diduga dikeroyok bahkan nyaris dibunuh oleh sekelompok terduga pelaku proyek sayap Kantor Wali Kota Bima di halaman kantor setempat, Kamis (17/2/2022) sekitar pukul 19.00 WITA malam.

Akibatnya, remaja (18)tahun yang saat ini masih  berstatus mahasiswa STT Bima itu, mengalami luka serius ditulang pipi kiri patah, hingga dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Daerah Bima guna diberi perawatan secara intensif.

 Korban Imam Akbar Maulana

Menurut Sukirman (ayah koban) menjelaskan“Ya, anak kandung saya dikeroyok pekerja proyek asal Jawa. Tujuh orang yang diduga sebagai pelaku sebagian besar dalam kelompoknya sudah diamankan Polres Bima Kota,” ungkapnya kepada awak media, saat dikonfirmasi, Rabu (23/2/2022).

Sukirman menuturkan, menurut keterangan anaknya, pengeroyokan dilakukan secara membabi- buta. 

Ia menambahkan kronoligisnya,pada saat itu korban bersama kakaknya mendatangi Kantor Wali Kota lewat pintu belakang dengan tujuan mencari potongan besi untuk ditimbang.

Sebelumnya, korban meminta izin kepada penjaga pintu dan penjaga pun mempersilakan. Saat korban mencari potongan besi ke arah barat sayap kantor, korban menghampiri dua pekerja sekaligus minta izin.

“Izin, mas, saya mau mencari potongan besi”, dan dua pekerja tersebut sontak menanyakan, “kenapa datang sore” dan dijawab korban, “ya, mas. Kita nggak berani datang siang karena orang masih bekerja”.

Tidak lama kemudian, tiba- tiba korban ditarik masuk ruangan hingga dipukul, diinjak, dan bahkan mau dibunuh oleh mereka yang kondisi dalam keadaan mabuk.

Melihat adiknya diperlakukan tidak manusiawi, kakaknya sontak lari keluar memberitahukan ibunya. Kebetulan ibunya sedang berdagang sekitar lokasi tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Obama yang dihubungi istrinya langsung pulang ke tempat dagang istrinya hingga menuju TKP. Di TKP tidak ada pekerja proyek. Suasananya sepi sekali, namun ada seorang perempuan dan dua anggota Satpol PP yang piket.

“Saya dikasi tahu oleh mereka kalau anak yang dikeroyok sama sekelompok pekerja proyek tadi sudah dibawa polisi dan akhirnya saya langsung menyusul,” jelas Obama.

Dia menambahkan, benar saja korban dikeroyok karena terlihat terbaring lemas di Kantor Polres dengan dikelilingi buzer. Tidak lama kemudian, korban dirontgen dan divisum et- repertum.

“Saya tidak sanggup melihat kondisi anak langsung ngamuk. Olehnya Kapolres meminta saya untuk sabar dan tenang hingga para terduga pelaku ditangkap detik itu juga,” ujar Obama.

Dia menambahkan, menurut keterangan lagi korban, pengeroyokan tidak hanya dilakukan oleh tujuh orang itu, tapi ada juga yang lain bahkan mengancam mau membunuh dengan cerulit.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Bima Kota Henry Novika Chandra atas diringkusnya tujuh terduga pelaku. Kami juga berharap semua terduga lainnya ditangkap,” pungkasnya ."MN".

Komentar Anda

Berita Terkini