Sempat Disegel..!! Sengketa Pengurusan Yayasan Jallaudin Baru dan Lama di Kelurahan Pogar

/ 30 Juni 2022 / 6/30/2022 11:10:00 AM

  


POLICEWATCH.NEWS, PASURUAN- Sengketa anatara kepengurusan Yayasan Jallaludin yang baru dengan yang lama berdampak pada Ibu-ibu ramai-ramai datangi Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, mereka meminta rantai atau segel di pintu masuk Yayasan Jallaludin di buka. Rabu (29/06/2022)

Salah satu pengunjuk rasa Samsul mengatakan, mereka memprotes dan meminta supaya rantai atau segel yang di pasang oleh pengurus Yayasan Jallaludin yang lama supaya di buka kembali.


"Kami datang ke sini meminta pengurus Yayasan Jallaludin yang lama H. Ruslan untuk membuka kembali pintu masuk yang ia rantai,"ujarnya warga.


Salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Pogar yang tidak mau di sebutkan namanya ia mengatakan, bahwa unjuk rasa yang di lakukan ibu-ibu sama anak-anak tersebut di picu karena ada sengketa pengurusan Yayasan Lama yang bernama Yayasan Jallaludin Pogar dan yang baru bernama Yayasan Jallaludin ranting Gajah di mana dalam pengurusan tersebut setahu saya, tiba ada pengurusan baru tanpa ada koordinasi dengan pengurusan lama.



"Mungkin ada miskomunikasi antara pengurus Yayasan yang baru dengan yang lama hingga ada gelombang unjuk rasa yang di lakukan ibu-ibu,"terangnya.


Diwaktu yang sama Camat Bangil Komari mengatakan jika dirinya datang bukan untuk menyelesaikan kepengurusan Yayasan yang lama dengan yang baru namun saya datang untuk menenangkan warga agar.


"Saya datang ke sini hanyalah untuk menenangkan warga supaya keamanan dan ketertiban tetap kondusif, untuk urusan sengketa antara pengurusan Yayasan Jallaludin yang baru dengan yang lama saya serahkan ke dua belah pihak untuk menyelesaikanya,"ujarnya.



Sementara itu Ketua Pembina Yayasan Jallaludin Pogar H. Ruslan saat di konfirmasi di rumahnya ia mengatakan, aksi unjuk rasa yang di lakukan warga saya tidak menyayangkanya, karena di saat kami bertemu antara saya dengan pengurus Yayasan Jallaludin yang baru di Kantor Kelurahan Pogar untuk mediasi tiba-tiba massa datang.


"Saat kami lakukan mediasi tiba-tiba massa datang, mereka ingin saya membuka segel pintu pagar Yayasan tersebut, padahal sebelum saya rantai saya sudah memberitahu pihak Kelurahan dan waktunya disaat anak-anak libur sekolah,"ujarnya.


Lebih lanjut H. Ruslan menerangkan, memang saya yang menyegelnya karena selama ini saya saya tidak di orangkan sebagai ketua pembina dan pendiri Yayasan Jallaludin dengan akte notaris yang sah dan tiba-tiba muncul pengurusan baru dengan nama Yayasan Jallaludin ranting Gajah, namun saya belum tau apakah mereka punya akte notais atau tidak.


"Benar saya yang menyegelnya karena tahapan-tahapan sebelum terjadinya aksi penyegelan yang saya lakukan, proses mediasi sudah saya lakukan dengan mengundang dari berbagai pihak untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan namun undangan yang saya layangkan tidak pernah di hiraukan atau mereka tidak pernah datang,'ujarnya.



Masih kata H. Ruslan awal dari sengketa pengurusan mungkin karena saya sebagai Ketua pembina dan pendiri dari tahun 2007 hingga tahun 2002 pernah dan saya berhak menanyakan ke kepala sekolah SD Jallaludin tentang keuangan maupun aset-aset Yayasan yang terakhir maupun bantuan dana BOS dari Pemerintah untuk saya bukukan namun saya tidak pernah di kasih tau sampai sekarang dan saya pernah menempuh jalur hukum namun sampai sekarang belum ada kepastian.


"Saya sudah pernah menempuh jalur hukum, namun kandas di tengah jalan dan sampai sekarang belum ada kepastian, dan anehnya lagi Verval yang di keluarkan Dinas Pendidikan dulunya atas nama Yayasan Jallaludin Pogar namun sekarang berubah menjadi Yayasan Jallaludin ranting Gajah, pernah saya konfirmasi ke kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Hasbullah ia mengatakan dirinya tidak tau menau mengenai Verval yang berubah nama tersebut, ini kan aneh kenapa Kepala Dinas tidak tau padahal dia kan Pimpinannya,"tukasnya. (Dr)

Komentar Anda

Menurut saya alangkah lebih bijaknya jika disertakan juga konfirmasi dari pihak yayasan yang baru agar sisi cover both side nya seimbang,menurut saya isi berita ini kurang balance hanya dari satu sudut saja,sedangkan yang bersengketa itu ada dua,,mohon keberimbangannya dalam menulis berita

Moga segera menemukan jalan keluar,,titik temu dan damai selalu,, demi kemaslahatan umat,,,aamiin

Berita Terkini