Kisruh Lahan Milik Hamidi belum dibayar,proyek Tembok Pengaman Sungai Lematang, jalan ditempat

/ 15 Agustus 2023 / 8/15/2023 06:39:00 PM

 


POLICEWATCH.NEWS - LAHAT - Jembatan Gantung sebagai penghubung akses jalan kekebun warga Desa  Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat, kini diduga dirusak untuk pembangunan tembok pengaman sungai Lematang yang dikerjakan oleh CV.PRIMA BANGUNAN sumber dana APBD Lahat tahun 2023, dengan nilai kontrak 9,8 milyar.dikabarkan kontraktor nya dari Palembang.

Namun ironisnya dalam pembangunan tembok pengaman sungai Lematang jembatan gantung menjadi korban diduga dipotong, padahal menurut salah satu warga ditemui, ini akses jalan menuju kebun warga disini, dan pembangunan jembatan Gantung ini menggunakan dana desa disaat kades sebelumnya dianggarkan sekitar 200 jutaan, "ujarnya

Mantan kades Sirah Pulau Jondriadi membenarkan pembangunan jembatan gantung dianggarkan melalui dana desa menelan dana sekitar 200 juta lebih kepada wartawan policewatch.news (15/8)


" nah siapa yang bertanggung jawab jembatan gantung ini, sebagai akses jalan masyarakat Desa Sirah Pulau ini aset Desa tahu tahu sudah dirusak untuk pembangunan tembok pengaman sungai Lematang terang " Jondri.

Tim investigasi lidikkrimsus RI, hari ini Selasa (15/8) melakukan investigasi kelokasi proyek pembangunan tembok pengaman sungai Lematang nampak jembatan gantung sudah dirusak untuk kekebun warga hanya diberi papan beberapa keping untuk akses jalan masyarakat,

Nampak tidak ada kegiatan dilokasi pekerjaan proyek pembangunan tembok pengaman sungai Lematang yang menelan dana milyaran rupiah,  informasi yang kami dapatkan belum jelas pembangunan tembok pengaman sungai lematang sempat terhenti, karena pihak kontraktor belum bisa dihubungi namun dalam proses lelang di ULP LPSE Lahat pemenangnya CV.PRIMA BANGUNAN dengan nilai penawaran sebesar Rp 9,688,083,855,27 ; ada 12 peserta yang mengikuti tender.

Terpisah Hamidi warga Desa Sirah Pulau selaku pemilik lahan ia mengaku lahan dia luas 50 M2, minta diganti 25 juta, dan hingga saat ini belum ada Penyelesaian ujarnya kepada wartawan  " 

Sementara kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan Kabupaten Lahat Mirza sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi terkait pembangunan tembok pengaman sungai Lematang.

Ketua Harian LIDIKKRIMSUS RI Rodhi Irfanto, SH meminta kepada Dewan Pimpinan Provinsi Sumsel Lidikkrimsus RI untuk mengawasi dan mengawal pelaksanaan pembangunan tembok pengaman sungai Lematang di Desa Sirah Pulau, saya  selaku DPP LIDIKKRIMSUS RI Sumsel untuk  memonitoring Proyek tersebut, ini uang rakyat dan pihak terkait APH turut mengawasi terang "Rhodi Irfanto SH kepada wartawan Selasa (15/8)

Apabila terjadi kejanggalan dalam pekerjaan pembangunan tembok pengaman sungai Lematang menelan dana 9,6 milyar lebih, kami dari lidikkrimsus RI menurunkan tim investigasi "  ungkapnya (tim)

Komentar Anda

Berita Terkini