SMPN 5 Batukliang Lepas 66 Lulusan 100% Layak Lulus: Tekankan Akhlak Mulia, Dukung Kebebasan Mimpi dan Cita-Cita



 

Policewatch-Batukliang

 Suasana haru, khidmat, dan penuh kebahagiaan menyelimuti lingkungan SMP Negeri 5 Batukliang, Desa Barabali, Kabupaten Lombok Tengah, pada Selasa (2/6/2026). Acara besar Pengumuman Kelulusan dan Pelepasan Peserta Didik Kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026 berlangsung sangat meriah dan berkesan, dihadiri secara lengkap oleh para pemangku kebijakan, tokoh masyarakat, seluruh wali murid, para pendidik, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.

 

Kehadiran tokoh-tokoh penting semakin memeriahkan dan memberikan makna mendalam bagi momen bersejarah ini. Di antaranya hadir Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Ki Agus Azhar, Pengawas SMPN 5 Batukliang, Koordinator Wilayah Kecamatan Batukliang, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Barabali, Salbi, serta Bhabinkamtibmas Desa Barabali, Aiptu Manggi. Tak ketinggalan, Ketua Komite Sekolah, H. Muhammad Syar’i, M.Si., juga turut mendampingi sepanjang acara sebagai bentuk sinergi dan dukungan penuh terhadap kemajuan pendidikan di wilayah ini.

 

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan penampilan istimewa dari dua kesenian andalan sekolah yang memukau seluruh hadirin. Irama rancak dan dentuman semangat dari grup Gendang Belek binaan siswa bergema memecah suasana, disusul dengan keindahan gerak dan cerita yang dibawakan oleh kelompok Seni Tari sekolah. Penampilan ini menjadi bukti nyata bahwa SMP Negeri 5 Batukliang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga sangat serius melestarikan budaya daerah dan mengembangkan bakat seni para siswa.

 

Dalam sambutannya yang sangat menyentuh hati, Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Batukliang, Ahmad Junaidi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur, penghargaan, dan pesan mendalam kepada seluruh hadirin. Beliau membuka sambutannya dengan menyampaikan permohonan maaf jika belum dapat menghadirkan seluruh undangan yang direncanakan, namun tetap mengapresiasi kehadiran semua pihak yang telah meluangkan waktu di pagi yang berbahagia tersebut.

 


"Apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya saya sampaikan kepada Bapak Koordinator Wilayah yang senantiasa menjadi mitra pendamping, Bapak Pengawas yang selalu memberikan bimbingan dan pengarahan, serta Bapak Plt Kepala Desa Barabali. Kami meyakini dukungan Allah senantiasa menyertai langkah pemerintah desa demi menyiapkan generasi yang lebih baik dari kita sekalian," ujar Ahmad Junaidi di hadapan ratusan hadirin.

 

Kepada Ketua Komite Sekolah, beliau juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi, tenaga, dan pikiran yang telah dicurahkan sehingga sekolah kini berada dalam kondisi yang sangat layak mengantarkan generasi penerus. Tak lupa, penghargaan juga disampaikan kepada Bhabinkamtibmas dan Anggota DPRD, Ki Agus Azhar, yang kehadirannya diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi besar bagi siswa Desa Barabali.

 

Poin terpenting disampaikan beliau kepada para orang tua: "Terima kasih telah mempercayakan putra-putrinya kepada kami untuk kami didik selama hampir 3 tahun terakhir ini. Alhamdulillah hari ini mereka sampai di titik akhir ini, dan kami merasa sangat berbahagia dapat mengantarkan mereka menyongsong hari-hari yang lebih baik."

 

Kepada 66 siswa yang dilepasnya—terdiri dari 41 laki-laki dan 25 perempuan—Ahmad Junaidi berpesan agar momen kelulusan ini tidak hanya menjadi pesta perayaan semata, melainkan momen pembelajaran terakhir. Beliau menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat mencari ilmu, tetapi tempat membentuk karakter.

 

"Ilmu pengetahuan mungkin mengantarkan pada kesuksesan, namun akhlak dan budi pekertilah yang akan membuat kalian bertahan dan dihargai di mana saja. Kami melepas kalian dengan predikat 100% LAYAK LULUS, namun ingatlah jenjang SMP bukanlah akhir perjuangan. Jangan merasa cukup di sini, masih ada SMA, SMK, atau sederajat yang menanti. Kami harapkan kalian mampu melampaui pencapaian kami, karena keberhasilan kami hanya ada pada saat kalian sukses melebihi kami."

 

Di akhir sambutan, beliau mewakili seluruh keluarga besar sekolah menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama mendidik, dan secara resmi menyerahkan kembali para lulusan ke pangkuan orang tua melalui tangan Ketua Komite Sekolah.

 


 

Ditempat yang sama,Sambutan dilanjutkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Ki Agus Azhar, yang menyampaikan pidato berisi catatan penting, perjuangan anggaran daerah, serta pesan-pesan bijak bagi masa depan pendidikan dan anak-anak.

 

Beliau memulai dengan menyinggung dinamika birokrasi dan anggaran di Lombok Tengah. Menurutnya, proses menduduki jabatan pendidikan bukanlah hal mudah, dan pemerintah daerah masih menghadapi tantangan besar terkait keuangan daerah yang terbatas, baru sekitar kurang dari 20 miliar rupiah, sehingga belum mampu menutupi seluruh kebutuhan. Namun, beliau bersyukur adanya bantuan pemerintah pusat yang sangat membantu, termasuk untuk perbaikan sarana prasarana sekolah.

 

"Kemajuan pendidikan ini tidak lepas dari kebijakan politik. Pesan saya: jangan terpaku pada satu partai saja. Siapapun pemegang kekuasaan, yang terpenting adalah mampu membawa manfaat dan kemaslahatan besar bagi masyarakat," tegas Ki Agus Azhar.

 

Beliau juga menyoroti hambatan utama pendidikan di Lombok Tengah, yakni minat belajar anak yang masih rendah akibat pengaruh pergaulan. Solusinya, kata beliau, sekolah harus mengangkat kearifan lokal dan budaya daerah sebagai metode pembelajaran agar anak lebih tertarik dan berkarakter. Masalah banyaknya sekolah swasta yang belum layak serta nasib ratusan guru honorer yang belum terangkat juga menjadi perhatian serius yang sedang diperjuangkan bersama pemerintah daerah.

 

Menyinggung sedikit persoalan sosial yang sedang hangat, yaitu penutupan gerai Alfamart, beliau menjelaskan hal itu sesuai Perda tahun 2021 tentang jarak usaha dari pasar rakyat, namun pihaknya tetap memberikan tenggang waktu dan solusi agar tidak merugikan banyak pihak.

 

Kembali fokus pada pendidikan, Ki Agus Azhar menegaskan satu hal penting: "Tidak ada warisan paling berharga selain pendidikan. Tidak ada emas atau harta yang lebih bermakna kita tinggalkan selain pendidikan yang baik bagi anak-anak kita."

 

Beliau memberikan apresiasi tinggi kepada SMP Negeri 5 Batukliang yang tergolong sekolah muda, namun mampu mencetak lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing. Menurutnya, anak-anak daerah memiliki kecerdasan tinggi karena tumbuh dalam lingkungan yang masih alami dan positif.

 

Secara khusus, beliau berjanji akan memperjuangkan dana pengembalian daerah yang mencapai 430-an juta rupiah agar cair dan Desa Barabali tetap menjadi prioritas anggaran beliau ke depannya.

 

 

"Kepada anak-anakku, mimpi itu berawal dari tidur, tapi kuncinya adalah bangun dan berikhtiar mewujudkannya. Dan pesan saya pada orang tua: JANGAN PERNAH MEMAKSAKAN KEHENDAK ANDA KEPADA ANAK."

 

Ki Agus Azhar mengimbau agar orang tua memberikan kebebasan memilih sekolah atau jenjang pendidikan sesuai keinginan dan kenyamanan anak, baik itu melanjutkan ke SMA, MA, maupun sekolah berasrama. "Tanyalah mereka mau ke mana, dukunglah keinginan mereka. Jangan sampai kehendak orang tua membuat motivasi anak kendur atau melawan. Tugas kita hanya membimbing dan mendoakan," pungkasnya.

 

Acara pelepasan ditutup foto bersama dengan kenang-kenangan, diiringi harapan besar agar 66 lulusan SMP Negeri 5 Batukliang ini membawa nama baik almamater, menjadi generasi berakhlak mulia, dan sukses menggapai cita-cita setinggi langit sesuai keinginan hati dan kemampuan terbaik mereka.

Jurnalis. 

Mamen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Terkini