PONPES NURUL PALAH CIGEDUG GARUT MENGGELAR ACARA DISKUSI PUBLIK

/ Selasa, 27 Maret 2018 / 02.26

Garut-Media PoliceWatch-  Pondok Pesantren Nurul Falah Kp Olan Desa Barusuda Kec Cigedug Kab Garut menggelar acara Diskusi Publik dengan tema Pemberdayaan santri dan masyarakat untuk menangkal faham intoleransi dan hoax guna mendukung penyelenggaraan pilkada serentak 2018. "Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bahaya faham intoleransi dan hoax di tengah masyarakat" tambah Arif Maulana Asy'ari,S.Pd.I selaku Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Diskusi Publik. 23 Februari 2018.

Sementara itu, salah satu Narasumber menyatakan faham intoleransi dan hoax itu adalah amal yang tidak boleh ada dalam akhlak umat islam, karena tidak sesuai dengan ajaran islam. Kegiatan ini dihadiri oleh mayoritas santri, akademisi, masyarakat, tokoh masyarakat setempat, aparat desa, kecamatan juga komunitas club motor dan organisasi kepemudaan seperti Ikatan Remaja Masjid. Antusias dari para peserta sangat menyambut hangat atas kegiatan ini. Arif Maulana Asy'ari S.Pd.I selaku ketua panitia pelaksana menyatakan Kegiatan Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Nurul Falah bertempat di Kp Olan Desa Barusuda Kec Cigedug Kab Garut membahas mengenai bagaimana menangkal segala bentuk ancaman toleransi menjelang pilkada serentak 2018 dan penyebaran hoax adalah kerja bersama yang mesti dilakukan, salah satunya melalui kegiatan diskusi seperti ini untuk itu kami mengundang empat narasumber sekaligus untuk membahas hal ini, dengan melibatkan santri dan masyarakat sebagai peserta diskusi diharapkan santri dan masyarakat mampu melepaskan diri dari isu intoleransi dan hoax, karena dengan pemupukan kesadaran masyarakat dan santri akan tidak mudah terjebak pada potensi ketidak kondusifan menjelang pilkada.

Senada dengan salah satu narasumber dari Komisioner KPU Pak Reza Alwan SH, MH bahwa kegiatan ini sangat membantu pihaknya dalam mensosialisasikan penyelenggaraan pilkada bupati dan gubernur dan menganalisa segala bentuk potensi ancaman ketidak kondusifan penyelenggaraan salah satunya faham intoleransi dan hoax. Menurut Saepulloh Zubair narasumber dari pengamat sosial dan politik bahwa faham intoleranasi dan hoax kerap kali dipakai oleh sebagian oknum masyarakat yg tidak bertanggung jawab guna meraih pengaruh dimasyarakat, sikap intoleransi dengan saling menghujat bahkan menyebarkan isu syara demi memaksakan masyarakat agar mendukung terhadap pendapatnya tanpa menghargai pendapat orang lain ini sangat membahayakan bagi kesatuan dan persatuan bangsa. Oleh karnanya masyarakat harus cerdas mencerna informasi atau berita yang belum jelas kebenarannya, apalagi baik dalam situasi menjelang pemilu atau pun diluar dari pada situasi pemilu. Sebagai penutup Babinsa desa Barusuda ikut menyampaikan pesan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan lingkungan masyarakat dengan bentuk penangan prepentif dan penditeksian dini juga melaporkan kepada aparat setempat ketika terjadi hal hal yang menyangkut keamanan lingkungan dan senantiasa menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.(Dera-Usep Ks)
Komentar Anda

Berita Terkini