Meskipun Sempat Terhenti, Progres Pembangunan Bendungan Kuningan Saat Ini Sudah Mencapai 79,98%.

/ Sabtu, 26 Mei 2018 / 15.26
 Reporter GUNTUR
 
Bendungan Kuningan yang di targetkan selesai pada akhir tahun 2018 ini
 KUNINGAN, POLICE WATCH NEWS - Dalam perkembanganya terkait pembangunan Bendungan Kuningan yang beralokasi di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang tengah di laksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga saat ini progresnya kini telah mencapai 79,98 %.
Bendungan Kuningan yang di targetkan selesai pada akhir tahun 2018 ini, merupakan satu diantara 65 bendungan yang dibangun Kementerian PUPR pada periode 2015-2019, guna untuk mendukung ketahanan pangan dan air, sebagai Nawacita Pemerintahan Presiden RI, Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. 

Di sela kunjungan kerjanya bersama presiden RI joko Widodo, saat meninjau lokasi bendungan kuningan, Kamis (24/05/2018) Menteri PUPR   Hadimuljono mengatakan, kalau
Bendungan Kuningan nantinya bisa di manfaatkan untuk melayani dua Daerah Irigasi di dua Kabupaten, yakni Daerah Irigasi (DI) Cileuweung seluas 1.000 hektar di wilayah Kabupaten Kuningan dan Daerah Irigasi (DI) Cijangkelok seluas 2.000 hektar di wilayah Kabupaten Berebes.
" Dengan ini kapasitas tampungnya 2 kali lebih besar dari Bendungan Raknamo di NTT yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.  pembangunan bendungan kuningan ditargetkan selesai akhir tahun 2018 ini, bisa bermanfaat untuk pengendalian banjir, sebagai sumber air baku sebesar 300 liter/detik, dan bisa juga dimanfaatkan untuk energi listrik tenaga air sebesar 500 KWH," jelasnya.
Lebih lanjut menteri basuki, menjelaskan dalam pembangunan bendungan kuningan, melibatkan kerjasama antara kementrian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk - Cisanggarun dengan d

Daerah hulu yaitu Kabupaten Kuningan dan Daerah hilir yaitu Kabupaten Berebes jawa tengah.
Kerja sama tersebut mencakup pembebasan lahan, penanganan aspek sosial dan lingkungan, serta penanganan cagar budaya dan cagar alam di sekitar bendungan dan manfaat bendungan di manfaatkan oleh dua provinsi
"Bendungan Kuningan ini nantinya dimanfaatkan tidak hanya untuk warga Kuningan, tapi juga untuk warga Kabupaten Brebes. Bendungan ini juga berpotensi untuk meningkatkan kawasan wisata di Kuningan karena juga tidak jauh dari pemukiman, sehingga harus kita tata betul kawasannya," terang, Menteri Basuki.

Untuk nilai kontrak awal biaya pekerjaan pembangunan bendungan yang membendung Sungai Cikaro, anak Sungai Cijalengkok, ini senilai Rp 491,4, namun sempat terhenti karena pemasalahan lahan, sehingga terjadi eskalasi akibat inflasi.
" Total Cost of money jika dihitung akibat pekerjaan yang sempat terhenti di karenakan lahan,  maka terjadi eskalasi akibat inflasi dari biaya awal Rp.491,4 menjadi sekitar Rp510 miliar,"  ungkap Menteri Basuki.

Meskipun sempat terhenti pekerjaan pembangunan bendungan kuningan yang dimulai sejak tahun 2013 oleh PT. Wijaya Karya - PT.Brantas Abipraya KSO selaku kontraktor, namun progres pembangunan bendungan tipe urugan dengan panjang puncak 229 m dan dilengkapi terowongan pengelak sepanjang 218,42 meter tersebut telah mencapai 78,98%, dan nantinya di jadwalkan pada tahun 2019 pengisian air bendungan (impounding) bisa di lakukan. 
Komentar Anda

Berita Terkini