Viral di Grup WhatsApp, Beli Durian Rp 14 Juta Sebiji"

/ Rabu, 30 Januari 2019 / 07.28

Inilah 5 Fakta Tentang Durian J-Queen 

Reporter  : ABUCEK
Durian J-Queen yang dijual Rp 14 juta

Red,Tasikmalaya,  Policewatch.news,- Sejumlah orang nekat membeli durian langka J-Queen di Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) seharga Rp 14 juta sebiji.
Durian J-Queen yang dijual Rp 14 juta dan ada yang membeli kemudian menjadi berita viral di grup-grup WhatsApp (WA) dan media sosial (medsos).
Lalu seperti apakah kehebatan durian J-Queen sehingga ada orang yang mau membelinya seharga Rp 14 juta per buah?

Petani durian di Kendal, Jawa Tengah, merasa belum pernah mendengar ada durian jenis J-Queen tumbuh di wilayah mereka, a
palagi memiliki harga Rp 14 juta.menurut mereka, jenis durian lokal yang tumbuh di Kendal dan sudah paling unggul adalah jenis Montong dan Kumbokarno.
Dua jenis tersebut, menurut para petani, sudah langka.Harganya pun tak lebih dari Rp 200.000 per buah,Hal itu diamini oleh Dinas Pertanian setempat.

Seperti diketahui, Aka (32) mengaku, telah memiliki dan mengembangkan jenis varietas durian unggul, yaitu durian J-Queen.
Harganya pun fantastis, Rp 14 juta per buah.
Menurut Aka, bibit durian J-Queen awalnya tumbuh di Kendal lalu dikembangkan hingga menjadi varietes baru yang lebih unggul. Durian itu mampu mengalahkan durian Mussang King asal Malasyasia dalam sebuah kontes di Penang, Malaysia.


Berikut ini fakta di balik kehebohan durian J-Queen:

1. Petani durian di Kendal kaget harga durian Rp 14 juta,
Menurut seorang petani dan sekaligus pedagang durian asal Boja di Kendal, Amrozi, durian miliknya adalah jenis durian lokal.Harganya yang paling mahal sekitar Rp 200.000 per buah.“Yang paling mahal jenis durian Kumbokarno. Harganya sekitar Rp 150.000 hingga Rp 200.000,” kata Amrozi yang dikenal sebagai Raja Durian di Kendal.
Amrozi mengaku dirinya baru mendengar nama durian jenis J-Queen. Apalagi, harganya yang sampai Rp 14 juta.“Kami punya durian Kumbokarno, sudah hebat. Durian itu juga sudah langka,” jelasnya.

2. Tanggapan petani dan Dinas Pertanian di Kendal
Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Kabupaten Kendal, Cipto Wahyono, mengatakan, pohon durian yang tumbuh di Kendal adalah durian lokal.Harganya paling mahal di kisaran ratusan ribu rupiah.Harga durian yang harganya setinggi itu adalah jenis durian Montong dan Kumbokarno.“Saya baru dengar kalau di Kendal ada durian J-Queen. Apalagi sampai harganya segitu,” jelasnya.
Sementara itu, menurut Manajer Operasional Fruit Paradise Patean Kendal, Didik, mengaku dirinya belum pernah tahu jenis durian J-Queen.“Saya sudah membaca berita itu di Kompas.com, tapi saya belum tahu kalau pohon durian itu tumbuh di Kendal,” ujarnya.


3. Penjelasan penemu durian J-Queen asal Tasikmalaya
Aka (32), penemu sekaligus pemilik pohon Durian J-Queen ini adalah sosok anak muda lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, asal Kota Tasikmalaya.Meski mengambil jurusan psikologi saat kuliah, Aka justru lebih tertarik dengan dunia buah durian.Dirinya pun mengaku telah berhasil mengawinkan jenis durian unggulan dari berbagai daerah di Indonesia dan lahirlah varietas baru bernama durian J-Queen.Aka juga menjelaskan, dirinya memiliki perkebunan durian di sejumlah daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
"Niat saya ingin meningkatkan kesejahteraan para petani dengan menciptakan durian unggulan. Saya selama ini memiliki kebun durian di Kendal, Pekalongan, Banyumas, Pangandaran, dan Gunung Tanjung, Manonjaya, Tasikmalaya," ujar dia.

4. Keunggulan durian J-Queen menurut Aka
Keunggulan durian Rp 14 juta per buah tersebut adalah memiliki bentuk bulatan sempurna dan terlihat enam garis jalur buah di dalamnya.Setiap buah di dalamnya tidak ada yang lonjong dan berbentuk bulat dengan warna kuning emas.Rasa dari durian ini cukup unik, yakni perpaduan rasa kacang dan mentega.Juga, antara rasa pahit dan manis khas duriannya seimbang, menjadi ciri khas durian berharga mahal tersebut.
"Durian J Queen ini pun berbuah di pohonnya tiga tahun sekali. Setiap pohonnya hanya berbuah paling banyak 20 buah. Pohon durian ini hanya saya yang punya dan tak diperjualbelikan bibitnya selama ini," kata Aka,seperti di langsir  Kompas.com, Sabtu.

5. Unggul dari durian Mussang King asal Malaysia, ini alasannya
Menurut salah satu ahli durian asal Banyumas, Sudarno, durian J-Queen menang pada rasa dan harum hingga mengalahkan durian Mussang King asal Malaysia dalam sebuah kontes 2018 lalu.
"J-Queen sudah kalahkan Mussang King saat kontes durian di Penang, Malaysia.J-Queen sesuai juri di sana, menang di rasa dengan kolaborasi peanuts butter.
Kalau Mussang King hanya butter.Harumnya pun kalah Mussang King saat disandingkan dengan J-Queen," jelas Sudarno (43),saat hadir di bazar durian Plaza Asia, Kota Tasikmalaya, Sabtu 26/1
Sudarno menilai, Aka sangat serius di usaha pertanian durian.
Ia mengaku kagum dengan kegigihan Aka menciptakan bibit varietas durian unggul dengan metode canggih aplikasi PH langsung dari Bangkok, Thailand.
"Aka ini sudah memiliki alat aplikasi tester PH untuk durian yang terhubung langsung ke handphone yang didapatkan ilmunya dari Thailand.
Dia langsung mengawinkan durian unggulan di Indonesia untuk mendapatkan varietas berbeda yang lebih unggul. "Munculah jenis durian J-Queen," tambahnya.

Sebiji buah durian J-Queen di Tasikmalaya, Jawa Barat, dijual oleh pemiliknya Rp 14 juta.
Seperti diketahui, durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan.Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri.Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit).
Durian adalah buah yang kontroversial, meskipun banyak orang yang menyukainya, namun sebagian yang lain malah muak dengan aromanya.Durian di Indonesia sangat beraneka ragam.
Di Indonesia tercatat ada 20 spesies anggota Durio (dari hampir 30-an jenis), sembilan di antaranya dapat dimakan.Durian yang benar pun memiliki banyak variasi. Lembaga penelitian di Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah merilis berbagai kultivar durian unggul. Selain itu terdapat pula ras-ras lokal, salah satunya adalah durian J-Queen.Harga Durian J-Queen Rp 14 juta per buah di Kota Tasikmalaya membuat heboh warga setempat, Sabtu .Meski harganya selangit, ternyata durian bervarietas unggul tersebut laku dan dibeli oleh para pecinta durian.
Aka (32), penemu sekaligus pemilik pohon Durian J-Queen ini adalah sosok anak muda lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, asal Kota Tasikmalaya.Meski mengambil jurusan psikologi saat kuliah, Aka justru selama ini menekuni dunia pertanian durian berjenis unggul dan menghasilkan durian varietas baru unggulan bernama Durian J-Queen.

Aka menyebutkan, beberapa keunggulan durian yang dijual Rp 14 juta per buah tersebut.
Durian ini sejatinya hasil beberapa perkawinan jenis durian unggulan di Indonesia.
Dilihat dari kasat mata sisi luar, durian ini memiliki bentuk bulatan sempurna dan terlihat enam garis jalur buah di dalamnya.Setiap buah di dalamnya tidak ada yang lonjong dan berbentuk bulat dengan warna kuning emas.Rasa dari durian ini cukup unik, yakni perpaduan rasa kacang dan mentega.
Juga, antara rasa pahit dan manis khas duriannya seimbang, menjadi ciri khas durian berharga mahal tersebut."Durian J Queen ini pun berbuah di pohonnya tiga tahun sekali. Setiap pohonnya hanya berbuah paling banyak 20 buah.

Pohon durian ini hanya saya yang punya dan tak diperjualbelikan bibitnya selama ini," kata Aka, pada awak media,  
Selama ini, lanjut Aka, dirinya memiliki kebun durian di berbagai daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.Dirinya mengaku, menekuni pertanian durian karena merupakan buah unggulan ciri khas Indonesia.Dia selama ini berupaya meningkatkan kesejahteraan para petani durian dengan menghasilkan durian berkualitas dan bermutu tinggi.
"Niat saya ingin meningkatkan kesejahteraan para petani dengan menciptakan durian unggulan.
Saya selama ini memiliki kebun durian di Kendal, Pekalongan, Banyumas, Pangandaran, dan Gunung Tanjung, Manonjaya, Tasikmalaya," ujar dia.

Desa Gunung Gijul, Kecamatan Abung Tengah, Lampung Utara menyimpan potensi komoditas buah durian.
Ada sedikitnya 11 varietas durian dengan nama-nama yang terbilang unik.Sebut
saja, durian buaya, durian bakul, durian tembage, durian nanas, durian tomi, durian jelujur, durian blimbing, durian apel, durian susu, durian koplak, hingga durian kepet.‎"Selain itu, ada dua varietas baru, yakni durian nirwana dan durian ceri," kata Kepala Desa Gunung Gijul, Lampung Utara, Feri Ferdiansyah, Jumat, 25 Januari 2019.

Varietas durian tersebut memiliki keunggulan rasa dan ketebalan.
"Durian di desa kami unggul dari kedua hal itu. Untuk mempromosikan buah-buahan tersebut, kami adakan Lomba Festival Durian Lokal," tambah Feri. Selain itu, alam yang asri memberikan suasana tersendiri bagi mereka yang berkunjung sambil menikmati durian. Ketika musim durian tiba, perputaran uang di desa tersebut mencapai Rp 500 juta.

Namun, kendalanya adalah buruknya kondisi infrastruktur menuju Desa Gunung Gijul.
"Makanya, kami berharap kepada pemerintah dapat memperbaiki. Sehingga, mempermudah akses orang luar untuk datang ke sini. Dengan begitu, perputaran uang dapat lebih banyak lagi," tutur Feri.
Pelaksana Tugas Sekkab Lampura, Sofyan menyatakan, pemerintah akan mendukung desa yang memiliki komoditas unggulan.Satu di antaranya Desa Gunung Gijul sebagai penghasil durian yang melimpah."Maka dari itu, pemerintah akan berusaha menjadikan Desa Gunung Gijul sebagai agrowisata buah durian."
"Selain itu, pemerintah juga akan memberikan seratus bibit pohon nangka dan mangga. Bagi ibu-ibu akan diberikan bibit sayuran melalui dinas pertanian," ujar Sofyan.
Bahkan untuk mendorong potensi yang ada, pemerintah akan berupaya memperbaiki akses menuju Desa Gunung Gijul. "Saya akan mengecek, sudah belum dianggarkan di Dinas Pekerjaan Umum untuk wilayah desa ini. Kalau memang sudah dianggarkan tahun ini, alhamdulillah. Jadi bisa segera diperbaiki," katanya.
Dalam Lomba Festival Durian Lokal di Desa Gunung Gijul, 11 varietas durian yang memiliki nama unik diperlihatkan.Adapun, varietas durian tersebut antara lain bernama durian buaya, durian bakul, durian tembage, durian nanas, durian tomi, durian jelujur, durian blimbing, durian apel, durian susu, durian koplak, hingga durian kepet.

Menurut Sudarmo (45) asal Banyumas, yang merupakan petani sekaligus penjual durian yang sudah lama malang melintang dalam duni perdurianan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat hendak membeli durian.
1. Aroma
Pertama, kualitas durian yang baik bisa dicium melalui aromanya.
"Saat membeli durian yang pertama itu wangi harus menyengat seperti bau gas, semakin menyengat semakin mantap buahnya," kata Sudarmo  di Tasikmalaya, Sabtu (26/1/2019).
2. Warna Cangkang
Kedua, setelah aroma, kualitas durian yang baik itu bisa dilihat dari warnanya.
"Lalu tekstur warna cangkang jangan cari yang terlalu pucat, tapi sebenarnya warna cangkang kan beda-beda ada yang hijau, kuning, kecoklatan, yang penting warnanya enggak pucat," lanjutnya.
3. Bobot dan Suara
Sudarmo mengatakan, kualitas durian yang baik itu bisa dirasakan saat diangkat dan saat ditepuk-tepuk.
"Kalau bobot dijinjing ringan, ditepuk-tepuk suaranya seperti bedug, kalau yang mentah suaranya plak plak plak," tuturnya.
4. Minta Tester
Nah, kalau hendak membeli durian apalagi di jalan-jalan jangan sungkan deh minta mencicipi dahulu untuk merasakan duriannya.
"Biasanya yang jual kan menyediakan tester, cicipi dulu rasanya disana. Kemungkinannya kalau yang dijual ada buah yang satu pohon, maka rasanya ga akan jauh beda," ujarnya.
5. Jangan Tertipu Tampilan Luar
Sudarmo menambahkan, dalam membeli durian, jangan tergiur tampilan luarnya.

"Kalau durian biasanya ada yang warnanya cantik luarnya ada yang jelek. Itu bukan acuan karena tidak jarang yang tampilan luarnya bagus pas dibuka busuk, begitu juga sebaliknya kadang luarnya jelek tapi dalamnya luar biasa mantap," katanya.

Komentar Anda

Berita Terkini