Abuya Murtadho : Bupati Kita Ini Gila ! Apa Dasarnya Mereka Halangi Pak Prabowo ke sini

/ Minggu, 17 Maret 2019 / 13.28

Reporter ; Hamzah

Abuya : “Beberapa kali kami ke Alun-Alun tetap enggak boleh. Ini kan gila bupati kita ini, bisa dibayangkan sampai jam 03.00 WIB dinihari, belum dibolehin, saya tanyakan dasarnya apa?
 Helikopter yang ditumpanginya ditolak mendarat di Alun-Alun oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita ketika hendak bersilaturahmi padanya(16/3)

Banten (policewatch.news),-Beda dengan Capres petahana yang dapat fasilitas gratis dari negara dan bebas berkunjung ke mana saja. Lagi-lagi, perlakuan diskriminatif dialami oleh Calon Presiden 02 H Prabowo Subianto.
Helikopter yang ditumpanginya ditolak mendarat di Alun-Alun oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita ketika hendak bersilaturahmi dengan ulama kharismatik Abuya Murtadho, Cidahu Pandeglang, Sabtu (16/3) kemarin.

Pantang menyerah mantan Danjen Kopassus ini menempuh jalan darat untuk sowan ke Ponpes ulama kharismatik ini.
Capres 02 ini memutuskan mendarat terlebih dahulu di Lapangan Boru, Kecamatan Curug, Kota Serang. Baru kemudian menempuh jalur darat mengunjungi kediaman Abuya Murtadho.

Perlakuan diskriminatif tersebut membuat tokoh masyarakat Banten berang dan mengecam tindakan Bupati Pandeglang.

 Begitupun Abuya Murtadho turut bersuara lantang.

“Apa dasar mereka melarang Pak Prabowo datang ke sini. Beliau sudah berulang-ulang ingin ke sini dengan berbagai cara tapi dipotong untuk ketemu saya,” kata Abuya seusai bertemu Prabowo.
Ulama sepuh ini lantas mengingatkan Bupati Pandeglang Irna Narulita, Alun-Alun itu bukan miliknya tetapi punya rakyat. Semuanya boleh menggunakan fasilitas itu jika membutuhkan.

“Bisa dibayangkan beliau helikopternya mau mendarat dilarang, apa dasarnya? Itu Alun-Alun saya (rakyat),” geramnya.

Karena larangan itu, pihak Ponpes sempat mencari lokasi yang tepat agar Prabowo bisa mendarat di Pandeglang. Hingga pukul 02.00 WIB Ponpes melakukan survei namun tidak ada lokasi yang sesuai.

“Beberapa kali kami ke Alun-Alun tetap enggak boleh. Ini kan gila bupati kita ini, bisa dibayangkan sampai jam 03.00 WIB dinihari, belum dibolehin, saya tanyakan dasarnya apa?,” sambungnya.

Sementara itu, kedatangan calon presiden nomor urut 02 di Ponpes Abuya Murtadho mendapat sambungan hangat dari masyarakat. Selain ulama dan santri, masyarakat sekitar bahkan rela menunggu hingga 10 jam untuk bisa berjumpa dengan Capres pilihan ijtima’ ulama ini.
 
disambut dengan pekik takbir oleh ulama, santri dan masyarakat yang hadir. “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,” saat Prabowo berada di pesantern Abuya Murtadho
Dihadapan para ulama dan masyarakat yang hadir, Prabowo menyatakan akan tunduk kepada rakyat jika terpilih nanti. Prabowo juga akan membantu membesarkan pondok pesantren dan madrasah.
“Saya di mana-mana bersaksi. Apalagi ini dihadapan para ulama besar, saya akan tunduk kepada kehendak rakyat. Demi Allah saya akan patuh kepada rakyat Indonesia,” katanya.

Ucapan Capres 02 ini langsung disambut dengan pekik takbir oleh ulama, santri dan masyarakat yang hadir. “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,”.

Disisi lain, dalam pernyataannya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang, Asep Rahmat beralasan menolak helikopter yang membawa Prabowo berlabuh di Alun-Alun Pandeglang, lantaran belum menerima surat permohonan tertulis, hanya lisan.
“Kita instansi pemerintah, jika ada surat nanti ada disposisi. Prosedurnya kan begitu,” dalihnya

Komentar Anda

Berita Terkini